
Chapter 59 Kembali pulang
Kota Phoniex kini menjadi kota yang sangat indah dan megah, dengan penambahan infrastruktur yang kuat, gedung yang tinggi, rumah penduduk berlantai dua, lahan produksi pangan dan lain sebagainya, dan sungai sebagai pemisah kota menambah indah kota Phoniex.
Penduduk kota Phoniex kini berkumpul disekitar kapal angkasa BESD1 dikarenakan keluarga Kekaisaran Ling dan Kekaisaran Li akan meninggalkan kota Phoniex.
Ada keengganan dimata penduduk kota saat keluarga kekaisaran akan pulang, selama mereka berkunjung dikota Phoniex sudah dianggap keluarga besar mereka sendiri.
"Terima kasih atas keramahtamahan yang telah kalian berikan, saya selaku Kaisar Ling mewakili keluarga Kekaisaran Li mengucapkan salam perpisahan."
Diakhiri ucapan perpisahan Kaisar Ling, mereka semua memberikan banyak kenangan bagi keluarga Kekaisaran, bagi Kekaisaran hadiah itu memang tidak berarti tetapi memiliki kesan yang akan selalu diingat.
"Kalian jangan kuatir, aku pasti kembali dengan prestasi yang membuat kota kita menjadi lebih dikenal" kepada penduduk kota Phoniex.
Setelah Excel selaku pemimpin kota Phoniex menaiki BESD1, penduduk berlomba-lomba menaiki dinding kota Phoniex, ingin melihat aksi pemimpin dan kapal tempurnya.
Ini mungkin menjadi aksi terakhir yang mereka lihat dikota kebanggaan mereka, saat pemimpin-nya pergi sementara waktu, mereka yakin pemimpin mampu mengusir pengganggu yang mengisolasi kota mereka.
"Ha-ha-ha, akhir aku melihat tontonan yang menarik lagi"
"Waoow, serangan dari pasukan pengganggu tidak mempan...ha-ha-ha"
"Hajar mereka idolaku"
"Ledakan musuh pahlawan muda"
Dengan semangat yang tidak pernah habis penduduk kota melihat aksi Excel yang bisa dilihat dari kota Phoniex, dengan dinding sebagai pendukung pengelihatan mereka semua aksi Excel bisa dilihat.
Booommm
Booommm
Booommm
Kapal tempur raksasa sepanjang 70 ribu meter dan lebar 35 ribu dikepung ribuan kapal tempur milik musuh, tiap serangan yang begitu ganas dan ledakan demi ledakan hingga membuat kapal BESD1 tidak bisa dilihat lagi.
Entah sudah hancur atau tidak kapal itu semua orang tidak bisa memastikannya, sebab meriam dan kekuatan semua Kultivator terus menghujani tanpa henti.
Booommm
Booommm
Booommm
Baaanngg
Zona bebas menjadi tempat ajang kekuatan tempur dari Kekaisaran Zhou dan Kekaisaran Wei, sudah tidak ada lagi hutan yang terlihat disekitar rentetan ledakan meriam dan energi Qi.
Tanah menjadi rata dan api membakarnya, binatang buas berlari menjauhi zona tempur yang mengerikan, bahkan siang hari menjadi acara kembang api seperti malam hari.
Booommm
Booommm
Booommm
"Hentikan"
"Berhenti"
Setelah serangan terus bertubi-tubi selama 30 menit akhirnya dihentikan oleh dua Kaisar secara bersamaan, mereka sudah yakin jika Excel dan kapalnya telah hancur atau setidaknya terluka dan kapal mengalami kerusakan parah.
Semua prajurit dan para pendukung sudah terlihat kelelahan saat mengeluarkan energi Qi tanpa henti selama itu, dengan nafas terengah-engah mereka akhirnya bisa beristirahat dan menyeka keringat di wajahnya.
"Apa sudah mati..."
"Entahlah, aku tidak bisa melihatnya"
"Sungguh melelahkan"
"Aku kehabisan Qi ku"
"Aku yakin sudah hancur"
"Tapi ada yang aneh...?"
Semua orang yang menyerang saling berbicara dan ingin mengetahui hasil serangan gabungan dengan skala penuh, yang tidak pernah dilakukan dibenua Venus selama ini.
"Sembilan"
"Pasukan wanitaku arahkan senjata mini pada musuh, beri mereka kejutan petir dan jangan bunuh dua Kaisar idiot itu, cukup buat mereka kesakitan. Dan aktifkan mode siluman dan gerakan BESD1 ke belakang mereka."
"Siap pemimpin"
"Horeee, akhirnya aku Qiaofeng akan meledakan mereka" dengan semangat Qiaofeng berlari pada monitor khusus miliknya dan duduk pada kursi mini yang mirip dengan kursi komandan utama kapal.
Semua wanita segera mengunakan helm tempur monitor, mengaktifkan semua tombol dilayar helm setelah menggunakan mode otomatis dan di kendali Veno sebagai asisten.
"Dalam hitungan ketiga, segera beri serangan kejutan pada semut-semut itu"
"Satu"
"Dua..."
Saat terdengar hitungan kesembilan dari mulut Excel yang mana masih tertutupi asap ledakan, semua orang langsung terkejut mendengar suara familiar.
"Si-sial, benar-benar sial. Bajingan ini apa tidak bisa mati...haaaah" teriakan Kaisar Zhou yang shock saat suara Excel terdengar ditelinganya.
"I-ini aku tidak percaya, bahkan leluhurku pun tidak mampu menahan banyak rentetan meriam yang dia ciptakan sendiri!" ucapan Kaisar Wei yang langsung berdiri dari kursi komando miliknya dan hampir terjatuh saat terkejut dan berjalan mundur.
__ADS_1
"Tidak mungkin..."
"Apa aku bermimpi..."
"It-itu pasti bukan dia...?"
Kemudian asap menghilang dari titik pusat dari serangan mereka, tetapi Excel dan kapalnya tidak ada ditempat dengan kata lain menghilangkan bersama asap.
"Ha-ha-ha, akhirnya dia musnah"
"Horee, kita berhasil"
"Tapi suara siapa itu tadi?"
"Mungkin suara terakhirnya sebelum hancur"
"Ada yang aneh"
"Apanya yang aneh?"
"Lihat kebawah?"
"Ada apa? Aku tidak melihat apa-apa?"
"Seharusnya kapal sebesar itu meninggalkan jejak serpihan logam?"
"Iya, lalu kemana dia...?"
"Semuanya waspada"
"Persiap..."
"Sepuluh, tiga, serang"
ucapan Excel memberikan perintah kepada personilnya dan juga untuk menyerang musuh.
Zreeeetttt
Baaanngg
Zreeeetttt
Baaanngg
Aaahh
Aaaahh
Zreeeetttt
Cedaaaaarrrr
"Veno, bergerak terus melingkar musuh dan personil terus menembak" sekali lagi suara Excel memberikan perintah pada personilnya.
"Oke, Paman."
{Siap komandan}
"Awas dibelakang kita, musuh
"Mana tid...aaaahh"
"Awas berl... Aaaaahhh
Zreeeetttt
Cedaaaaarrrr
Aaaaahhh
"Hati-hati"
"Bajingan, pengecut, keluar kamu..aaahh?" teriakan Kaisar Zhou yang kesakitan dan mengumpat kepada orang yang menyerangnya.
"Ayo kabur...aaahh" kaisar Wei yang berniat kabur terkena serangan petir dia kesakitan dan berguling-guling diubin kapal akibat sengatan petir.
Semua pasukan dari kedua kubuh kekaisaran tidak luput dari sengatan ribuan petir dari kapal tempur BESD1, semua personil menembak tanpa henti, dengan mode Siluman dan kapal terus bergerak yang dikendalikan Veno.
Teriakan demi teriakan sangat memilukan, prajurit dan pendukung yang kekuatan rendah langsung hangus terbakar dan bahkan hancur berkeping-keping, pasukan dan pendukung yang memilik kultivasi tinggi masih bisa bertahan walau teriakan kesakitan tidak bisa mereka hindari.
"Cepat beri perintah mundur Kekaisaran" perintah kaisar Wei pada jendralnya yang masih menahan rasa sakit ditubuhnya.
"Ba-baik, Yang Mulia"
"Cepat kita kabur dari sini dan kembali" perintah juga keluar dari Kaisar Zhou yang sudah tidak tahan menahan sengatan petir
"Segera, Yang Mulia"
Mereka semua segera bergerak mundur dengan pasukannya yang masih menaiki kapal tempurnya, walau sengatan petir terus menghujani tubuh kapten, dia masih berusaha untuk mengerakan tangan dan berbalik untuk kabur.
"Mau kabur, jangan bermimpi. Aku sudah berbelas kasihan memberikan kalian waktu untuk meninggalkan zona bebas ini, tapi kalian kaisar idiot malah menyerangku dengan seluruh kekuatan tempurmu, apa kamu pikir aku bodoh?" ucapan Excel mengema di saat mereka mau kabur dengan tubuh masih disengat petir terus menerus.
"Cepat segera mundur, jangan hiraukan dia" bentak Kaisar Zhou yang menjadi ketakutan dengan serangan petir.
"Kamu akan tahu jika membunuhku leluhur ku tidak akan melepaskanmu" ancam Kaisar Wei yang juga ketakutan.
Wuuuuussshh
Bruuukkk
__ADS_1
Baaamm
"Sampah, membunuhmu itu mudah, tapi menyiksamu lebih indah dari pada membunuhmu" kata Excel pada Kaisar Wei saat muncul secara tiba-tiba di kapal perang utamanya, Kaisar Wei sudah pingsan dengan sekali pukul.
Kemudian Excel mengeluarkan pagoda hitam berlantai 9 dan memasukan kaisar Wei di lantai 1 dari pagoda agar disiksa didalam pagoda penyiksaan.
Semua orang didalam kapal tempur Kaisar Wei hanya bisa diam tanpa bisa menggerakkan tubuhnya, karena tekanan dari kekuatan tingkat Dewa hitam yang Excel keluarkan dari tubuhnya.
Wuuuuussshh
Buuukkk
Baammm
Lagi-lagi Excel muncul secara tiba-tiba didalam kapal yang berbeda, kini Excel telah berada didalam kapal tempur milik Kaisar Zhou yang akan kabur.
Dan sama seperti didalam kapal perang milik Kaisar Wei, semua orang yang berada di dalam kapal juga tidak bisa mengerakan tubuhnya dengan kekuatan yang Excel keluarkan dari tubuhnya.
"Dan kamu Kaisar idiot, kamu juga akan aku siksa didalam pagoda penyiksaan" setelah berkata Excel memasukkan Kaisar Zhou kedalam pagoda hitam miliknya.
Wuuuuussshh
"Kalian, kali ini aku biarkan kalian kembali Kekaisaran dengan nyawa yang masih menempel ditubuh kalian, dan sampaikan pesanku pada Ratumu, jika aku datang kalian harus bersiap-siap, entah aku datang dengan kehancuran atau datang dengan damai"
Setelah memasukan kaisar Zhou didalam pagoda penyiksaan miliknya Excel langsung menghilang dari kapal milik Kaisar Zhou berada, dan sudah kembali diatas dek kapal BESD1 dan memberikan ancaman pada semua pasukan Kekaisaran Zhou dan Wei yang masih berusaha melarikan diri.
"Te-terima kasih, Tuan Muda. Akan kami sampaikan" balas menteri pertahanan Zhou Zheng pada Excel dengan nada ketakutan saat suara Excel terdengar ditelinganya.
"Segera kalian pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi."
Semua pasukan dengan tergesa-gesa melajukan kapal perang mereka dan menuju arah dari mana awal mereka datang, suasana yang tadinya kacau menjadi hening kembali.
Kultivator yang ingin menuju ke kota Phoniex akhirnya bisa melanjutkan tujuan mereka kembali, awalnya mereka tertunda karena begitu banyaknya pasukan dua Kekaisaran yang menghentikan perjalanan mereka.
"Horeeee"
"Akhirnya kita bisa melanjutkan kekota Phoniex"
"Iya, saudara. Gara-gara pasukan Kekaisaran kita jadi tertunda, untuknya ada pahlawan muda yang mengusir mereka... Ha-ha-ha"
"Idola ku terima kasih"
"Pahlawan tampan aku mencintaimu"
"Horeee"
"Kalian para kultivator yang berniat menetap dikota Phoniex atau hanya sekedar berkunjung silakan melanjutkan kembali perjalanannya" kata Excel yang mengema di zona bebas
"Pahlawan muda bolehkah aku menetap bersama keluargaku?" tanya seorang pria muda saat Excel mengijinkan mereka ke kota Phoniex.
"Ha-ha-ha, saya sangat berharap jika banyak keluarga miskin yang tertindas bisa memenuhi kotaku, dan kalian jangan kuatir akan ketidakadilan dikota ku. Aku akan memperlakukan semua orang sebagai keluarga besar tanpa melihat kekuatan atau status kalian." balas Excel pada pria muda itu dengan suara yang keras dan bisa didengar sampai dikota Phoniex.
"Horeeee..."
"Terima kasih, pahlawan muda"
"Baiklah aku akan pergi, kalian jaga kota Phoniex seperti milik kalian sendiri, dan juga sebarkan berita ini hingga keseluruhan penjuru benua."
Setelah Excel berbicara dengan semua Kultivator yang dari tadi menyaksikan pertempuran armada perang, kembali kedalam ruang kendali kapalnya.
"Ayah mertua, maaf kali ini telah tertunda lagi, aku ingin segera mengevakuasi keluarga isteriku karena akan ada kekacauan setelah Kaisar mereka menghilang. Dan setelah mengurus keluarga ku, aku baru bisa menuju ketempat ayah mertua,. Apa tidak apa-apa, ayah?" tanya Excel pada kedua ayahnya setelah memberikan alasan penundaan ini.
"Lebih baik kita kembali sendiri, nak. Aku tahu kamu akan sibuk dan kami juga masih banyak yang perlu kami lakukan setelah kamu menghilangkan Kaisar Zhou dan Kaisar Wei" balas Kaisar Ling pada Excel, dia tahu mengevakuasi akan butuh waktu banyak dan dia sendiri sudah terlalu lama meninggalkan tugas sebagai Kaisar.
"Kamu jangan kuatir, nak. Kami bisa menjaga diri kami dengan baik." ucapan Kaisar Li yang tahu didalam pikiran Excel yang kuatir akan keselamatan keluarganya.
"Kamu juga harus jaga diri baik-baik, Tuan muda. Leluhur Wei pasti akan mencari keberadaan cucunya." dekan Sun memberikan sedikit pengingat pada Excel, dekan tahu jika leluhur Wei sangat kejam.
"Bocah nakal, aku akan tunggu janjimu, ingat kamu masih berhutang padaku...ha-ha-ha" Kakek Xuan juga ikut berbicara pada Excel, dia masih ingat janji Excel yang akan memberikan seorang cucu pengganti dari Ling Xuan yang sudah direbut Excel.
"Ha-ha-ha, tentu. Aku akan rajin bekerja keras dan akan membuat banyak keturunan untuk kalian...ha-ha-ha" balas Excel dengan tawa mesum yang dilihat semua wanitanya. Semua wanita hanya menunduk malu saat mendengar Excel akan menghamili mereka semua, itu adalah harapan semua isteri Excel selama ini.
"Ha-ha-ha, kamu jangan ingkari janji kalau begitu, aku sudah tidak sabar memiliki cucu" tawa bahagia dari Kaisar Ling yang ingin segera memiliki cucu dari seorang super jenius seperti menantunya.
"Aku juga ingin banyak cucu, yang seperti kamu...ha-ha-ha" Kaisar Li juga tidak mau kalah dengan keinginan Kaisar Ling.
"Pasti aku akan berusaha. Dan kalian sebagai Keluarga besarku, aku ingin kalian semua segera dengan cepat meningkatkan kekuatan" setelah Excel berkata, Excel mengeluarkan Pill suci yang sudah dia buat di dalam dunia jiwanya.
"Ayah ini ada 20.000 botol Pill tingkat Suci, tiap botol ada 12 butir, ayah bagikan pada mereka sesuai dengan kebijakan kalian" Excel memberikan botol giok pada Kaisar Ling dan Kaisar Li.
"Bocah nakal, bagaimana dengan ku?" tanya Kakek Xuan yang ingin di istimewa kan sendiri.
"Hahaha, aku sudah siapkan untuk Kakek" Excel melemparkan cincin dimensi pada Kakek Xuan. Didalam cincin terdapat Pill suci dengan jumlah 1000 botol dan 100.000 platinum, setelah melihat isinya Kakek Xuan sedikit gemetaran.
"Ha-ha-ha, bocah kamu sangat kaya, apa tidak ada lagi?"
"Ada, cuma masih di alam atas... Ha-ha-ha" balas Excel pada kakek Xuan. Dan juga Excel memberikan 500 botol Pill suci pada dekan Sun dan para pendukung yang mengikuti mereka.
"Aku sedikit masih kuatir pada kalian semua, aku sudah buatkan artefak yang mampu menahan serangan tingkat Jendral Dewa. Mari ikuti aku" Excel mengajak mereka semua menuju hanggar tempat kapal tempur Excel berada.
Mereka semua memang belum mengetahui jika Excel memiliki armada kapal perang didalam hanggar karena isterinya sengaja tidak memberitahukan kepada mereka.
Saat mereka memasuki hanggar sebenarnya sangat terkejut, tapi mereka dari awal sudah menguatkan mentalnya agar kuat menerima kejutan yang selalu Excel berikan.
"Ayah ambil 10 kapal untuk tambah kekuatan armada, kakek Xuan dan yang lainnya ambil juga 1 kapal "
"Ha-ha-ha, baik, nak. Aku tidak akan sopan." dengan segera mereka mengambil apa yang sudah Excel berikan.
Kapal angkasa tingkat Semesta tidak ada dibenua Venus, tingkat tertinggi Seperti kapal perang milik Kaisar Zhou dan Wei pada tingkat bumi.
__ADS_1
"Nak, kami akan kembali. Kamu harus jaga diri baik-baik" ucap Kaisar Ling pada Excel.
"Kalian juga jaga diri kalian dengan baik. Jangan lupa pecahkan token pemecah ruang itu ditempat yang kalian inginkan. Dan satu lagi, jika terjadi sesuatu segera hubungi aku tanpa ragu. Nanti aku juga akan mengunjungi akademi seribu bunga." setelah Excel berbicara, semua pergi dengan bahagia dan tertawa gembira, dengan menaiki kapal yang Excel berikan mereka melaju dengan kecepatan tinggi dan kepergian mereka juga diiringi semua wanitanya.