
Chapter 309 Menghancurkan Armada Kapal Perang Kerajaan Arcadia (2).
Pasukan wanita yang keluar dari hanggar ketiga dan keempat di cegat oleh pasukan kapal perang Jenderal keempat, segera mereka saling menembak.
Para pemimpin Benua Biru juga tidak tinggal diam, bersama pasukan Naga mereka terus menyerang musuhnya. Kapal perang Kerajaan Arcadia memiliki pertahanan kuat, terlihat mini star ship membutuhkan beberapa kali serangan agar mampu merusak kapal perang musuhnya.
Penduduk Benua Biru juga ikut menyaksikan pertempuran hebat itu, walau mereka tidak bisa melihat dengan jelas, penduduk masih bisa melihat ledakan dari setiap senjata.
Setingkat kekuatan Dewa, buru-buru mendekati medan perang luar angkasa, tubuh mereka bergetar saat melihat pertempuran hebat, mereka juga ingin ikut bertempur seperti pasukan Naga.
Telapak tangan para Dewa itu sudah gatal karena ingin ikut menghajar para penjajah Alam Semesta Aurora, tetapi mereka tidak berani ikut campur sebelum mendapatkan ijin dari Kaisar Agung.
"Ini baru pertempuran hebat abad ini..." kata seorang pemuda yang memiliki kekuatan setingkat Dewa Sejati tahap 2.
"Iya, sayang sekali kita tidak bisa berpartisipasi dalam pertempuran itu." temannya yang berada disisinya menjawab, dia senang sekaligus kecewa tidak bisa ikut berperang.
"Kaisar Agung, ijinkan kami ikut berperang"
Tiba-tiba suara seorang wanita berteriak keras kepada Kaisar Agung yang keluar dari ruang pusat kendali kapal perang BESD1. Excel keluar karena merasakan kedatangan bala bantuan dari Alam Keabadian.
Kaisar Agung yang di dampingi oleh kedua Ratunya dan beberapa ratus isterinya, mendengarkan suara wanita itu, segera Excel melihat jutaan kultivator berbagai sekte, klan dan kultivator nakal yang sedang berkumpul, mereka melihat peperangan antar pasukan alam semesta.
"Jika kalian ingin menambah pengalaman, silakan saja. Tetapi aku harap kalian berada di belakang Pasukan Phoniex dan Pasukan Naga." Excel mengijinkan mereka untuk berpartisipasi.
Mendengarkan perkataan Kaisar Agung yang memberikan ijin, sontak para kultivator bersorak-sorai gembira.
Segera para pemimpin sekte dan klan membentuk kelompok, dan berkerja sama dengan kultivator bebas.
Tidak berselang lama, para pemimpin beserta pasukan dari Alam Keabadian tiba, mereka semua segera memberikan hormat kepada Guru Agung yang di dampingi Ratu Yuna, Ratu Yuke, He Hua dan dibelakangnya ratusan wanita, khusus Thunder Bird masih saja bertengger dibahu kanan Excel.
Mereka kaget dengan kapal perang raksasa yang dimiliki Guru Agung, tetapi mereka tidak berani berkomentar sedikitpun, kecuali Xiang Ri Kui dan Raja Ashura dan ketiga muridnya.
"Ayah, dhem... Dhem... Salam Guru Agung." ucap Xiang Ri Kui kepada Guru Agung, dia hampir keceplosan saat menyapa Excel.
Excel menahan tawa dan semua isterinya juga menahan tawa, saat mahkluk purba saling bertemu.
"Salam Guru Agung."
"Terima kasih sudah datang. Kalian bisa ikut berpartisipasi untuk menambah pengalaman, saranku kalian lebih menjaga diri masing-masing." Excel tanpa basa-basi langsung berbicara dengan mereka yang berasal dari Alam Keabadian.
Mereka melihat Ratu Yuna dan Ratu Yuke memakai topeng merasa gemetaran, terutama Leluhur suci saat melihat Ratu Yuna. Buru-buru Yang Wei, Lu Bai dan Yuan Shao berlutut di depan Ratu Alam Semesta Aurora.
"Guru, maafkan kami."
Melihat tindakan ketiga Leluhur suci membuat banyak orang kebingungan. Mengetahui kebingungan mereka, Yu Guan segera memberi tahukan melalui telepati.
"Dia adalah Ratu Alam Semesta Aurora, sekaligus pemilik Alam Semesta ini, beliau juga adalah Isteri Guru Agung atau Kaisar Agung."
Sontak semua orang yang berasal dari Alam Keabadian kaget dan buru-buru berlutut dihadapan Ratu Yuna.
"Salam, Ratu Alam Semesta Aurora."
"Bangkit. Terima kasih sudah datang. Iya, benar. Aku adalah Ratu Alam Semesta Aurora. Guru Agung yang kalian kenal adalah suamiku." kata Ratu Yuna dengan memerintahkan mereka semua untuk berdiri, dan memperkenalkan dirinya.
"Yang Wei, Lu Bai dan Yuan Shao, karena kalian telah mengakui kesalahan, aku tidak akan menghukum atas perbuatan kalian, ini juga demi aku menghormati suamiku. Mulai detik ini kalian harus melakukan tindakan dengan baik, adil dan merata. Contohlah suamiku, yang selalu adil dalam bertindak, jujur dalam ucapan, dan memberlakukan secara merata kepada siapapun." lanjut Ratu Yuna saat berbicara kepada mantan muridnya yang masih berlutut, kecuali para pemimpin Alam Keabadian dan pasukan surgawi.
"Terima kasih Guru atas pengampunan-Mu" jawab ketiga Leluhur suci serempak.
Boom... Boom
Suara ledakan senjata terus-menerus terdengar, kembali semua orang memalingkan wajahnya kearah medan pertempuran luar angkasa
"Guru, kami ingin ikut bergabung dalam memberantas para penjajah ini." Yu Guan meminta ijin kepada Excel, dia sudah tidak sabar ingin berpartisipasi dalam peperangan kali ini.
"Silakan, utamakan keselamatan diri kalian." ujar Excel memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berperang.
"Hahaha... Ayo kita serbu mereka." Raja Ashura tertawa gembira dan langsung melesat menuju medan peperangan.
Excel, Ratu Yuna dan beberapa ratus isterinya kembali ke ruang kendali. Kekuatan di atas True Alfa tidak ikut dalam berpartisipasi, mereka hanya mengawasi peperangan antar dua kekuatan armada perang angkasa..
Kapal induk Kerajaan Arcadia sudah tidak bisa bergerak lagi, jalur kapal induk telah tertutup para pasukan wanita, apalagi bergabungnya banyak kekuatan.
Jun Liqin, Lu Xinxin dan Lu Xianglun berkolaborasi dengan baik, mereka bertiga saling melindungi. Gerakan mereka gesit dan lincah.
Banggg... Dorrrr
"Rasakan ini..." teriak Jun Liqin dengan menembak senjatanya tanpa henti.
Dorrrr... Dorrrr
__ADS_1
"Sialan... Mereka menggunakan senjata itu lagi...." kapten nakhoda kapal perang mengumpat kesal saat ketiga wanita itu terus memborbardir pasukan Arcadia yang berada di atas kapal perang.
Senjata shotgun dan pistol sangat ditakuti pasukan Arcadia. Lalu Jun Liqin segera keluar saat akan meledak kapal perang Si kapten itu.
"Ayo, kita ledakan kapal ini..." ajak Jun Liqin kepada kedua saudarinya.
Wushhhh... Wushhhh... Wushhhh
Si kapten merasa lega disaat ketiga wanita itu keluar dari kapal perang miliknya. Tetapi dia terkejut saat melihat senjata dibahu ketiga wanita itu melepaskan serangan.
Boom... Boom... Boom
Rentetan bom menghancurkan kapal perang Si kapten, bahkan Si kapten tidak sempat keluar dari kapalnya. Akhirnya kapal perang itu hancur di tangan Jun Liqin, Lu Xinxin dan Lu Xianglun.
Tidak jauh dari kelompok Jun Liqin, Jun Rong bersama ketiga saudara kembarnya menjadi mimpi buruk kapal perang Kerajaan Arcadia.
Mereka berempat sudah menumbangkan 2 kapal perang, selain itu senjata mereka juga tidak jauh berbeda dengan milik Jun Liqin dan kedua anggotanya.
Dorrr... Dorrr
"Adik, ayo kita berlomba menghancurkan kapal perang musuh" kata Jun Rong kepada Jun Liqin, saat berbicara dia juga menembak para prajurit musuh.
"Hahaha, siapa takut. Tapi kita hanya 3 orang dan kurang 1 anggota, juga kapal yang baru kalian ledakan tetap di hitung 1 agar imbang." jawab Jun Liqin kepada Jun Rong.
"Aku datangggg...."
Wushhhh... Boom... Boom
"Hahaha, aku akan bergabung dengan tim Jun Liqin." akhirnya Jun Qiaofeng segera datang dan berhenti disebelah Jun Liqin, sebelumnya dia juga terbang sambil menyerang musuhnya.
"Bagus, skor kita satu satu. Ayo mulai...!" kata Jun Rong kepada Jun Liqin.
"Hahaha, serbuuu...." Jun Qiaofeng tertawa gembira dan langsung menyerang kapal perang yang paling dekat.
Bang... Boom... Dorrrr
Aksi keenam orang itu diikuti saudari-saudarinya, termasuk Cang Juan, Cang Lien, Jun Poppy dan Jun Yu. Dengan dukungan dari mini star ship yang mengalihkan perhatian, membuat aksi mereka semakin menggerikan.
Jun Poppy tidak menggunakan senjata, melainkan dia menggunakan sarung tangan sebagai senjatanya. Tujuannya jelas, dia ingin segera meledakan kapal perang dengan lebih cepat.
"Pukulan seribu..." teriak Jun Poppy dengan memukul kapal perang musuhnya.
Wushhhh
Boom... Boom... Boom...
Seribu kepalan tangan menghujani kapal perang musuh. Teriakan prajurit tidak menghentikan serangan Jun Poppy, sebagai prajurit melompat dari atas kapal perangnya.
"Satu...." setelah menghancurkan kapal perang musuh, Jun Poppy menghitung.
"Kamu jangan lari..." teriak Jun Poppy dengan melesat mencegat kapal perang musuh.
"Pukulan seribu...."
Boom... Boom....
Rentetan pukulan sekali lagi menghujani kapal perang musuh dan langsung menumbangkan kapal itu.
"Dua..." sekali lagi Jun Poppy menghitung hasilnya.
"Kakak, beri kami kesempatan dong..." Jun Ahui kesal melihat keganasan Jun Poppy, dia tidak diberi kesempatan untuk meledakkan kapal perang musuh.
Jun Poppy juga memiliki 3 anggota, yaitu Jun Ahui, Jun Na dan Lu Lingqi.
"Hahaha... Oke, ayo kita sama-sama serang kapal itu..." Jun Poppy tertawa dan menunjuk kapal berikutnya yang akan di hancurkan.
Wushhhh
Wushhhh
"Angel attack..." Lu Lingqi dari Ras Malaikat Putih melesatkan pukulan terkuatnya sambil terbang kearah musuhnya.
Boom.... Boom
"Ayo kita ikut, tanganku sudah..." kata Cai Wenji kepada 19 rekan Goddess, dia sedari tadi hanya melihat di ruang kendali kapal perang BESD1.
"Ke ke ke... Aku juga ingin gunakan rayuan maut lagi..." jawab Bao Yu dengan terkekeh, dia juga sudah menantikan hal seperti ini, Bao Yu mendekati suaminya...
"Sayang, lihat aksiku, oke. Ingat, aku minta hukuman 30 kali." bisik Bao Yu ditelinga Excel, dia malah menantang Naga sakti milik Excel.
__ADS_1
"Hahaha... Khusus kamu, aku beri 50 kali lipat hukuman..." merasa diremehkan, Excel malah menambah hukuman Bao Yu.
"Tidakkk..." Bao Yu langsung kabur dan keluar dari kapal perang BESD1.
"Hahaha...." Excel ketawa melihat raut wajah Si Gadis Perayu yang ketakutan.
20 Goddess membagi menjadi 5 tim, dan seperti Jun Liqin, mereka ikut menghitung keberhasilan meledakan kapal perang musuh.
Aksi pasukan wanita membuat pasukan pendukung tersenyum kecut, karena mereka hanya bisa membunuh prajurit Arcadia yang sudah terluka maupun yang lolos dari serangan pasukan wanita.
100 Peri juga tidak ketinggalan, mereka membentuk kelompok beranggotakan 4 orang. Kapal induk sudah terkepung dari segala penjuru, kapal induk milik Kerajaan Arcadia benar-benar tidak bisa bergerak. Kapal perang Arcadia hanya berusaha sekuat tenaga untuk melindungi kapal utama mereka.
Boom... Boom
Jasmine, Lavender, Jing Qiao dan Lianshi Si Ratu Echidna juga tidak ketinggalan, mereka berempat telah menghancurkan 2 unit kapal perang musuh.
"Telapak Api Ashura..." dengan suara lirih Jasmine mengeluarkan tekniknya.
"Fist Flame Ashura..." Lavender juga ikut mengeluarkan teknik dari rasnya, dari belakang punggungnya muncul 4 lengan dan setiap tangan itu melepaskan pukulan kearah musuhnya.
Lianshi dan Jing Qiao juga mengeluarkan tekniknya terbaik mereka, dengan dukungan War Clock, kekuatan mereka menjadi semakin kuat.
Suara gemuruh di atas beberapa kapal perang Kerajaan Arcadia, dari atas sebuah telapak tangan menyala turun dengan sangat cepat, dari samping kapal perang musuh, muncul kepalan tangan yang juga menyala dengan nyala api.
Boommm... Boommm... Boom... Boom
"Aaahhhh.... Iblissss..."
Ledakan hebat itu menghancurkan puluhan kapal, teriakan prajurit yang tertelan pukulan maupun serangan ketiga wanita itu, tidak mengurangi rasa kasihan.
"Hah, Api Ashura... Siapa yang memilikinya sudah pasti mudah mengalahkan musuh." desah Jun Poppy melihat aksi Jasmine dan Lavender yang menggerikan dengan Api Ashura.
Raja Ashura yang melihatnya tercengang, saat tahu kekuatan kedua putri melampaui dia. Raja Ashura tidak menyangka setelah berpisah tidak lama dengan kedua putrinya, mereka berdua telah berkembang sangat cepat.
"Di tangan Guru Agung, siapa saja akan menjadi monster nyata..." gumam Raja Suzaku yang juga melihat aksi putrinya, Jing Qiao yang kekuatannya sudah melampaui dia.
"Ayah dari dulu memang hebat, tidak pernah berubah hingga sekarang." kata Xiang Ri Kui yang bangga kehebatan ayahnya.
"Ayah, dia Guru Agung, bukan ayahmu lagi... Hahaha" ejek Raja Ashura kepada ayahnya yang sudah terbiasa memanggil Kaisar Api Ashura dengan sebutan ayah.
"Huff, tetap saja jiwanya adalah ayahku, walau fisiknya telah berubah. Bahkan ibuku atau nenekmu juga telah dihidupkan lagi oleh ayah. Lihat betapa hebat ayahku..." Xiang Ri Kui mendengus karena di ejek, tetapi dia tetap bangga tanpa tahu malu.
Boom... Boom
"Hahaha.... Tapi kenapa ayah tidak bisa meniru Leluhur..." Raja Ashura ketawa sambil meledakan tubuh para prajurit, dia sekali lagi menggoda ayahnya.
Boom... Boommm
Xiang Ri Kui melampiaskan ejekan dari putranya, dengan meledakan tubuh prajurit melalui kepalan tangan api Ashura.
Di dalam kapal induk Kerajaan Arcadia, Sun Yao dan kakeknya sudah berkeringat dingin, mereka jelas ketakutan.
Mereka berdua benar-benar telah masuk di mulut singa. Mereka selalu mengumpat kesal karena telah di bodohi oleh Wei Yan.
"Wei Yan, aku sumpahi kamu dan keturunanmu memasuki lubang Samsara...." teriak Kakek Sun yang sangat marah di dalam ruang kendali kapal induk
"Bajingannnn... Personil kerahkan meriam utama menghancurkan semua musuh...." Sun Yao juga mengumpat dengan niat membunuh.
"Siap, Komandan."
Segera personil kapal induk, mengarahkan 4 meriam kearah pasukan wanita. 4 meriam itu berderik saat moncongnya bergerak.
"Huff... Senjata tidak berguna..." Zhou Mei yang sedari tadi selalu melayang di atas medan peperangan, dan mengawasi bersama saudari-saudarinya, mereka mendengar suara deritan meriam itu.
Zhou Mei sebagai pemimpin pasukan wanita, memiliki kekuatan yang lebih kuat dari Qin Sha. Basis kultivasinya berada pada tingkat True Alfa level 75.
Zhou Mei merentangkan tangannya kedepan guna memblokir tembakan 4 meriam dari kapal induk.
Boom... Boom... Boom... Boom
Boommmm
Bang... Bang... Bang
Ledakan hebat memekikkan telinga, saat kekuatan Zhou Mei memblokir serangan 4 meriam itu.
"Sial... Sial..." Kakek Sun Merasakan bahaya, saat efek benturan itu berimbas pada kapal induk Kerajaan Arcadia. Serpihan dari 4 meriam itu mengenai dek kapal induk, dan membuat banyak lubang.
"Cepat tinggalkan kapal induk ini..." perintah Sun Yao kepada para personilnya. Segera semua orang dari kapal induk keluar dengan tergesa-gesa, saat kapal induk mulai retak pada dinding badan kapalnya.
__ADS_1