
Chapter 156 Teknik terbang.
Hari menjelang sore tim phoniex segera kembali kedalam dunia jiwa saat langit terang telah berganti gelap, mereka tidak mau repot-repot beristirahat didalam hutan yang dihuni banyak binatang buas.
Setelah mendapatkan ijin dari Excel karena ingin membawa 23 wanita yang bergabung ditim phoniex, segera mereka tiba didunia jiwa dan sesampainya didalam dunia jiwa tim phoniex terkejut dengan adanya 25 wanita cantik dan kekuatan yang tidak bisa mereka lihat, Excel yang berada diantara 25 wanita itu menjadi sasaran mata yang ingin penjelasan darinya.
"Suami, siapa mereka" tanya Zhou Mei dengan tidak sabar kepada Excel, senyuman Excel seketika membuat tim phoniex menjadi tenang.
"Perkenalkan mereka adalah utusan dari istana surgawi, mereka dikenal dengan nama 25 dewi-dewi..." lalu Excel menjelaskan apapun kepada semua istrinya tanpa sedikitpun berbohong, setelah penjelasan yang melelahkan menurut Excel, lalu 25 dewi-dewi itu satu persatu memperkenalkan dirinya.
"Aku kumala"
"Dewi Sri"
"Nancy"
"Aku, Gou Jian Mei"
Excel juga berkenalan dengan 23 wanita yang bergabung dengan tim phoniex, setelah berberapa saat semua wanitanya tampak akrab dan seperti biasa Excel tidak dipedulikan lagi. Disaat mereka mengobrol suami isteri dan anak-anaknya beserta keluarga besarnya juga datang, dan suasana semakin ramai.
Qinglin dan 7 putri-putri kaisar Dongbu juga diajak oleh putri-putrinya, karena sudah hadir semua Excel mengadakan pesta kecil didunia jiwanya.
Disaat mereka memasuki dunia jiwa waktu menunjukkan pukul 7 malam, dan akan kembali keluar lagi jam 5 pagi sebelum batu prasasti bisa mendeteksi tim phoniex yang selalu diawasi oleh banyak orang, karena kegelapan mempengaruhi perekaman batu prasasti.
Selama dalam didunia jiwa Excel akhirnya memenuhi kewajiban sebagai suami terhadap isteri barunya termasuk 23 wanita yang bergabung dengan tim phoniex, dan selama berkultivasi ganda peningkatan kekuatan pasukan wanita juga menggembirakan termasuk Putri-putrinya yang kini rajin berkultivas.
"Yayah, aku ingin punya sayap" pinta Jun Yu yang ingat ayahnya memiliki sayap dan segera meminta ayahnya, dengan duduk dipangkuan ayahnya Jun Yu dengan manja memeluk Excel.
"Hehehe... Baiklah ayah akan berikan teknik dou Qi terbang... Ini sebenarnya teknik lama yang sudah menghilang sejak jaman kuno...panggil semua orang ayah akan berikan teknik ini"
"Hore... Tunggu aku panggil semua orang" kata Jun Chun yang juga duduk dipangkuan ayahnya, dengan teriakan keras menggunakan suara berenergi.
"Kakak, adik, ibu, Kakek dan nenek... Dipanggil ayah, ayah mau memberikan teknik baru"
Excel yang kaget dengan suara keras Jun Chun anak dari Xiao Chun yang begitu meleking ditelinga, Excel hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu... Cup"
Excel tidak bisa berkata-kata melihat begitu bersemangat putrinya ini dan hanya mencium pipinya yang mengemaskan, setelah teriakan Jun Chun semua orang buru-buru datang dimana Excel sedang duduk dibawah pohon roh buah persik yang buahnya berwarna putih kekuningan, pohon roh buah persik ini sudah lama punah dialam semesta, tetapi didunia jiwa pohon roh buah persik sangat banyak dan tumbuh subur.
"Suami, apa kamu akan memberikan teknik baru?"
Sesampainya didepan Excel semua keluarganya buru-buru bertanya, dan dianggukan Excel dengan ringan.
"Benar, karena permintaan Jun Yu yang ingin memilik sayap maka aku akan berikan teknik dou Qi terbang..." kemudian Excel mengeluarkan banyak perkamen dimeja yang totalnya puluhan ribu perkamen yang melebihi jumlah keluarga besar Excel, sengaja Excel mengeluarkan banyak perkamen untuk diberikan keluarganya yang masih berada dipulau dewa perang.
"Di perkamen ini ada roh binatang bersayap, aku secara khusus menempatkan roh binatang tingkat penguasa, kalian bisa ambil satu-satu.."
Segera semua orang mengambil perkamen yang ditempatkan dimeja, setelah membuka perkamen itu mereka kebingungan dan hanya ada gambar sayap yang bisa bergerak dengan sendirinya, mengetahui kebingungan mereka kembali Excel berbicara.
"Dao Qi terbang ini akan menambahkan 5 kali kecepatan kalian disaat terbang maupun bertarung, teknik ini sudah lama menghilang kalau tidak salah teknik ini ada pada jaman kuno awal, salurkan energi Qi kalian pada perkamen ini. Disaat energi kalian memasuki perkamen itu kalian akan berhadapan dengan roh binatang bersayap, jinakan roh binatang itu dan jangan kuatir karena kecerdasannya sudah tidak ada, yang ada hanya kesadarannya untuk bertahan hidup." kata Excel memberikan penjelasan kepada semua orang.
"Suami, di istana surgawi memang ada teknik terbang tetapi tidak lengkap, disaat itu pemimpin istana surgawi pernah menjinakkan roh yang berada didalam perkamen, tetapi tiba-tiba roh itu mati saat menyatu, waktu itu pemimpin sangat kesakitan... Apa tidak akan menyakiti Putri-putri kita?" tanya Carol kepada Excel, Carol memiliki postur tubuh yang tinggi sekitar 186 cm dan hidung yang mancung, rambut pirangnya sangat mencolok, warna kulitnya putih dan bibirnya tipis dan memikat.
Carol sudah menggangap putri-putri Excel seperti putrinya sendiri karena itu dia kuatir jika nanti kesakitan saat penggabungan dengan roh binatang.
"Hehehe... Gunakan roh beladiri kalian, jadi jangan kuatir akan rasa sakitnya karena roh beladiri kalian yang akan bekerja, ayo kalian duduk bersila dan salurkan energi Qi atau mana didalam perkamen itu..."
__ADS_1
"Baik"
"Bhuuuzzzhh" satu persatu roh beladiri semua orang keluar dan langsung masuk kedalam perkamen, perkamen itu terbuat dari kulit binatang buas peringkat 8 sehingga mampu memelihara roh yang disimpan didalam perkamen.
Setelah memasuki kedalam perkamen, roh beladiri berbagai ras bertarung dengan roh binatang bersayap didalam perkamen, terlihat perkamen itu bergetar intens tanpa henti, semua orang yang menutup mata terlihat gelisah dan ada kekuatiran.
"Masukan kesadaran kalian untuk membantu roh beladiri milik kalian"
Suara Excel mengema ditelinga semua orang dan sesuai instruksi mereka memasuki perkamen dengan kesadarannya, disaat masuk didalam perkamen mereka merasa berada didunia yang berbeda dan terlihat binatang buas bersayap, roh binatang bersayap itu mirip dengan burung gajah hanya saja ukurannya tidak sebesar burung gajah, burung itu disebut burung rajawali tingkat penguasa, bentang sayapnya sepanjang 10 meter dan panjang tubuhnya 15 meter, paruhnya berwarna biru dan matanya berwarna merah menyala mirip api.
Cakarnya sangat besar dan akan mudah meremukan kepala orang dewasa seperti meremas kerupuk, tubuhnya memiliki warna agak gelap keemasan dan tiap helai bulu ekor memiliki dua warna yang berbeda, sekali kepakan sayap bisa terbang sejauh 1000 meter, karena itu burung rajawali ini masuk pada jajaran tingkat penguasa.
Saat memasuki didalam perkamen mata semua orang terkejut, berbeda dengan putri-putri Excel yang sangat senang melihat roh binatang rajawali itu.
"Nona muda, aku akan melindungi nona muda disaat roh ini mendekati dan segera nona muda menyerapnya ketika aku menaklukannya" kata Dewi bulan kepada Jun Yu.
"Bibi, tenang saja aku pasti akan menaklukkannya, oke"
Wuuuuussshh
Tanpa menunggu Dewi bulan bergerak Jun Yu langsung melesat menuju arah roh binatang rajawali tanpa rasa takut sama sekali, melihat nonanya yang sudah bergerak terlebih dahulu Dewi bulan hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya, roh dewi bulan sangat menyayangi nona mudanya dan langsung menyusul Jun Yu yang melesat dengan cepat.
Excel sengaja tidak membantu mereka seperti biasanya dan ingin mengajarkan kepada anak-anaknya untuk mandiri secara berlahan, tetapi Excel tidak mungkin melepaskan mereka untuk menjinakkan roh binatang bersayap itu dengan ceroboh, Excel juga melepaskan kesadarannya dan memantau setiap orang yang sedang sibuk menjinakkan roh binatang itu.
Setelah pertarungan yang intens selama 1 jam akhirnya satu persatu berhasil bergabung dengan roh binatang bersayap itu, dan Excel melihat punggung setiap orang kini memiliki tato dengan sepasang sayap.
"Tuan, putrimu sangat luar biasa saat menaklukan roh binatang rajawali" kata dewi bulan yang mendekati Excel yang berdiri dibelakang Jun Yu yang masih menutup matanya.
"Hehehe, mereka sudah berusaha dengan baik, sebenarnya aku bisa saja membantu mereka untuk tidak bersusah payah menjinakkan roh ini..." jawab Excel dengan memeluk pinggang ramping roh dewi bulan, dewi bulan yang merasakan pelukan Excel sangat senang jika dipeluk dan menyadarkan kepalanya dibahu Excel dengan manja.
"Kamu benar, karena itu aku ingin mengajarkan mereka supaya mandiri"
Bhuuuzzzhh
Wuuuuussshh
"Kalian selalu saja mencari kesempatan disaat orang sedang sibuk" tiba-tiba roh Ashura muncul setelah berhasil membantu menjinakkan roh binatang bersayap untuk nona mudanya, dan langsung melesat memeluk lengan kiri Excel dengan erat, roh Ashura protes dengan hubungan akrab Dewi bulan dengan tuannya.
"Hahaha...kenapa cantik kamu cemberut, itu makan buah roh agar kalian bisa seperti Qin Yang dan Qin Zhu" jawab Excel kepada roh Ashura yang selalu manja dan tidak ingin kalah dengan Dewi bulan.
"Aku sudah menyimpan banyak buah roh, dan perkiraanku aku bisa memiliki tubuh manusia sekitar 3 tahun lagi" jawab roh asura yang masih memeluk erat lengan kiri Excel dan juga menyandarkan kepalanya dibahu Excel.
"Aku akan kembali sayang karena tidak bisa berlama-lama diluar" kata Dewi bulan dan segera kembali didunia roh Jun Yu dan disusul oleh roh Ashura.
"Yayah, aku sudah menyatu dengan roh binatang rajawali"
"Bagus, sekarang konsentrasi dan mengalirkan energi Qi kamu ditato sayap dipunggungmu" kata Excel disaat Jun Yu sudah menyetabilkan jiwanya setelah menyatu dengan roh binatang rajawali.
"Bhuuuzzzhh" sepasang sayap besar yang transparan tiba-tiba muncul dari punggung Jun Yu dan secara berlahan Jun Yu mengerakan sayapnya, secara berlahan sayap mengepak, lalu berlahan-lahan Jun Yu terangkat.
"Hahaha, Yayah lihat aku bisa terbang" kata Jun Yu dengan gembira, Excel yang yang selalu memperhatikan putrinya hanya cemberut.
"Bukannya kamu bisa terbang, kenapa begitu gembira, sayangku"
"Hahaha, aku punya sayap seperti punya Yayah"
Wuuuuussshh
__ADS_1
Setelah Jun Yu terbiasa dengan sayap barunya, Jun Yu melesat dengan cepat dan seperti yang ayahnya katakan, kecepatan kini 5 kali lebih cepat dari sebelumnya, dengan berputar-putar Jun Yu memamerkan sayap dan juga kecepatannya.
"Ayah, aku telah berhasil"
"Bagus, sekarang coba konsentrasi dan keluarkan sayapmu... lihat adikmu sudah terbang dengan sayapnya" kata Excel kepada Jun Mei yang telah membuka matanya dan melaporkan keberhasilannya, melihat arahan jari telunjuk ayahnya Jun Mei melihat adiknya sudah terbang dengan ketawa bahagia.
"Huuff, aku kalah duluan"
Bhuuuzzzhh
Tidak mau kalah dengan adiknya Jun Mei segera mengeluarkan sayapnya dan mengepakkan sayap roh binatang berlahan-lahan, setelah terbiasa Jun Mei langsung melesat kelangit dan menyusul adiknya yang sudah terbang seperti burung yang terbebas dari sangkarnya.
Satu persatu semua orang akhirnya berhasil menjinakkan roh binatang bersayap, dan segera mencoba teknik pasif yang mereka peroleh, dengan ramainya tawa bahagia, semua orang terbang kelangit seperti sekumpulan burung yang terbebas dari penjara.
Burung gajah yang berada jauh melihat kumpulan manusia bersayap transparan segera mendekatinya dan mengetahui jika rajanya ada langsung saja mendekati Excel.
"Raja"
"Halo sobat, bagaimana disini, apa kalian bahagia?"
"Hahaha...raja kami semua sangat bahagia berada disini, dan juga banyak dari kita telah menerobos kemacetan selama ini"
"Bagus kalau begitu, tempat ini cocok untuk berkembang biak" goda Excel kepada Fung sebagai pemimpin burung gajah, Fung yang digoda hanya menundukkan kepala karena malu.
"Raja, sebagai burung gajah betina telah bertelur dengan baik, dan kami tidak kuatir lagi dengan keamanan mereka, griffin dan juga wyvern banyak yang sudah memiliki bayi"
"Hahaha, bagus, bagus...bekerja keraslah agar ras kamu bisa berkembang dengan cepat" Excel sangat senang mendapatkan kabar baik dari Fung "
Wuuuuussshh
Mei Yin tiba-tiba datang dan langsung duduk dipangkuan Excel, dan menatap tajam kearah Fung yang berdiri ditanah.
"Hah... Sayang, apa kamu minta dihukum"
"Aah, tidak suami dan apa salahku?" jawab Mei Yin si angsa mitologi yang sudah berubah menjadi manusia, dia ketakutan jika dihukum suaminya.
"Jangan sombong, kita adalah Keluarga besar dan harus saling melindungi" tegur Excel kepada Mei Yin dengan membelai rambutnya yang halus, dan Mei Yin hanya menggangukan kepalanya saja.
"Kenapa kamu tidak mencoba sayap barumu?"
"Sudah suami, sayap ini lebih cepat dari yang aku bayangkan, aku kira tidak ada peningkatan setelah aku menyerapnya" jawab Mei Yin dengan menyandarkan kepalanya di dada Excel.
"Bagus kalau begitu. Fung kamu bisa belajar juga berbagai teknik jika mau, kamu bisa ambil di balai perpustakaan" kata Excel kepada Fung.
"Raja, apa bisa teknik budidaya manusia digunakan binatang?" tanya Fung yang sedikit terkejut, selama ini dia belum pernah mendengar teknik budidaya untuk manusia digunakan binatang.
"Hahaha...kamu meremehkan aku, tentu bisa Fung, aku sudah memodifikasinya, sana cepat berlatih dan jika sudah selesai kamu bisa kembalikan teknik itu di perpustakaan. Ambil teknik creation itu yang bisa meningkatkan teknik lamamu, dan juga dengan teknik creation kamu bisa menciptakan banyak teknik khusus untuk ras burung gajah"
"Terima kasih, raja"
Setelah mendengarkan penjelasan rajanya, Fung langsung pergi ke balai perpustakaan teknik beladiri dan mengambil beberapa teknik yang lain selain teknik creation.
Ruangan perpustakaan cukup besar tetapi karena Fung terlalu besar dia mengecilkan tubuhnya dan bisa memasuki balai perpustakaan.
Balai perpustakaan terdiri dari 5 lantai, tiap lantai tersimpan teknik berbeda tingkat, semakin naik kelantai atas semakin tinggi tingkat tekniknya, Fung yang berkeliaran dengan mata berbinar-binar melihat begitu banyak teknik yang belum pernah dilihat.
Setelah semua orang lelah terbang dengan teknik dou Qi terbang mereka kembali ketempatnya masing-masing untuk berkultivasi maupun istrirahat.
__ADS_1