
Chapter 286 Naga Api.
Keempat wanita buru-buru mengejar Bu Wanmei yang entah menghilang kemana. Entah kenapa mereka juga merasa jika mendapatkan tuntunan menuju suatu tempat yang tidak mereka ketahui.
"Apa kamu mendengar suara itu...!" tanya Lu Xinxin kepada kakaknya.
"Iya, aku mendengar suara lirih yang meminta kita menuju kearah sana..."
"Oh, kalian juga mendengarkan suara merdu seseorang..." Cang Juan yang mendengar pembicaraan kedua bersaudara itu ikut bertanya.
"Iya, aku juga mendengarkan suara merdu dan lembut, tetapi aku tidak tahu itu pria atau wanita...! Perasaan ini hanya ingin mengikuti sumber suara itu." Cang Lien juga ikut berbicara.
"Baiklah, ayo kita kesana..." ajak Cang Juan yang memimpin kedepan dengan berjalan tergesa-gesa.
Mereka berempat terbang dengan sangat cepat menuju wilayah terujung, yang masih menjadi milik wilayah kedua ras, tempat itu jarang didatangi oleh warga setempat, karena letaknya yang jauh.
"Tempat ini...! Ini kan tempat Dewi Cahaya dulu bermeditasi...!" kata Lu Xianglun yang mengenal tempat dimana sumber suara itu memanggil mereka.
"Iya, ayo cepat kesana, aku merasakan aura Bu Wanmei berada dekat air terjun itu..." dengan menambah kecepatan, Cang Juan melesat dengan cepat setelah dia mengajak ketiga orang yang bersamanya, kecepatan Cang Juan masih bisa diikuti kedua putri Raja Demi Human.
"Akhirnya kalian tiba..." kali ini suara itu bisa terdengar oleh keempat wanita itu, suaranya benar-benar suara seorang wanita, keempat wanita itu buru-buru melihat ke sumber suara.
"Bu Wanmei bersama seorang wanita bertopeng....!" gumam Cang Juan saat mereka sudah dekat dengan air terjun Dewi Cahaya.
Tap tap tap tap
Keempat wanita itu segera sampai dan berhenti tepat dibelakang Bu Wanmei, tetapi wanita bertopeng yang mereka lihat sudah tidak ada, keempat wanita itu buru-buru memeriksa disekitarnya dan tidak menemukan wanita itu.
"Suami..."
"Suami, kemana wanita bertopeng itu?" tanya Lu Xinxin kepada Bu Wanmei sebelum Cang Juan selesai berbicara.
Ekor Sembilan yang melambai-lambai tiba-tiba menyusut dan menghilang dengan cepat, kuping Bu Wanmei yang tadinya runcing kini menjadi telinga ras manusia, mereka berempat kebingungan.
"Dia sudah pergi...." kata Bu Wanmei dengan membalikan badannya...
"Ya Dewaaaa....."
"Sangat-sangat tampan... Lebih tampan dari sebelumnya...!!"
"Apa benar kamu Bu Wanmei? Tapi kenapa wajahmu semakin tampan...!!"
"Siapa kamu sebenarnya...?"
Keempat wanita itu segera mimisan, dengan banyak pertanyaan terlontar dari mulut mereka, mereka tidak menyangkah wajah sebenarnya Bu Wanmei sangat tampan dari pada wujud rupa Manusia Rubah Ekor Sembilan.
"Namaku sebenarnya bukan Bu Wanmei, tetapi Excel Felix. Aku memang bukan dari benua permata hitam, tetapi dari Benua Biru. Tujuanku kesini untuk menghalangi tujuan penjajah dari Alam Semesta Arcadia, kenapa aku menunjukan diriku yang sebenarnya...!! Karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, ketika aku bertarung nanti dengan pemimpinnya..." Excel berbicara tentang dirinya yang sebenarnya, pernyataan Excel membuat keempat wanita itu memiliki perasaan buruk apa yang akan terjadi nanti.
Terlihat air mata mengalir dari keempat wanita itu yang tidak mereka sadari. Lu Xinxin buru-buru berjalan mendekati Excel dan disusul oleh Lu Xianglun.
Kedua wanita itu memeluk erat tubuh Excel dengan menangis tersedu-sedu, Excel dengan lembut membalas pelukan mereka berdua, dan membelai punggung mereka berdua.
Cang Juan dan Cang Lien juga ikut mendekati Excel dan memeluknya dari belakang, dengan dipeluk keempat wanita itu, Excel hanya menghela nafas.
"Suami, ayo kita tinggalkan saja Benua ini... Hikss...aku tidak ingin melihatmu terluka lagi. Aku akan mengikutimu kemanapun kamu akan pergi... Hikss" ujar Lu Xinxin dengan menangis tersedu-sedu saat berbicara.
"Suami, kita tinggalkan saja Benua ini...!" Lu Xianglun dengan menahan tangisannya, dia juga ikut memohon suaminya dan mereka meninggalkan Benua Permata Hitam ini.
"Aku akan melindungmu, apapun yang terjadi..." Cang Juan ingin melindungi Excel walau tahu lawannya sangat kuat.
"Tidak, ini sudah menjadi tugasku melawan mereka..."
"Kamu, jangan terlalu berlebihan, kekuatanmu jauh lebih lemah dari pemimpin itu, aku sendiri dengan tingkat kekuatan sang void level 5, belum tentu bisa melawannya, sedangkan kamu berada di Dewa Absolute level 80... Tidak, kamu tidak boleh melawannya." sela Cang Juan sebelum Excel menyelesaikan ucapannya, dia semakin erat memeluk punggung Excel.
"Benar, yang dikatakan kakak Juan, kamu tidak boleh melawannya...!"
__ADS_1
"Iya, ayo kita tinggalkan Benua ini..."
"Hahmm..." Excel menghela nafas lagi disaat keempat wanita ini melarangnya bertarung dengan pemimpin mereka, mereka memang tidak tahu kekuatan yang sebenarnya si Excel.
"Baiklah, kita lihat tiga hari kedepan, apa yang akan terjadi aku juga tidak tahu. Kita gunakan waktu 3 hari ini sebaik mungkin, lalu apa rencana kalian saat ini?" Excel bertanya kepada keempat wanita ini, dia tidak ingin terlalu hanyut dalam perasaan seperti ini.
"Aku ingin bersamamu sampai kapanpun." Lu Xinxin menjawab dengan tegas dan tidak mau pergi dari sisi Excel.
"Aku juga, suami. Aku akan menemanimu." Lu Xianglun juga tidak ingin menjauh dari sisi Excel dan bertekad selalu menemaninya.
"Bibi, beri kabar kepada pasukan kita dulu, katakan kita akan datang dalam waktu tiga hari." perintah Cang Juan kepada Cang Lien, dia juga ingin selalu dekat dengan Excel.
"Baik, aku akan segera kembali setelah mengatur mereka..."
Wuuuuussshh
"Ayo kita tinggal disini selama 3 hari ini. Di balik air terjun itu ada goa yang tersembunyi..." kata Excel setelah Cang Lien pergi untuk menemui pasukannya.
Excel berjalan terlebih dahulu setelah ketiga wanita itu melepaskan pelukannya. Mereka bertiga tidak tahu jika dibalik air terjun terdapat sebuah goa yang tersembunyi.
Excel berjalan melewati air terjun yang turun sangat deras, dan diikuti ketiga wanita itu, setelah melewati air terjun, mereka bertiga tercengang saat melihat cahaya keluar dari goa, dan menyilaukan mata mereka yang sensitif terhadap cahaya terang.
ketiga wanita itu memalingkan wajahnya kebelakang berusaha menghindari sinar itu, dan disaat mereka melihat kebelakang, yang terlihat mata adalah sebuah formasi pelindung goa.
"Pantas saja tidak pernah diketahui orang, ternyata ada formasi pelindung." kata Cang Juan setelah mengetahui air terjun ini terlindungi oleh formasi.
"Suami, bagaimana kamu mengetahui goa ini, dan kemana wanita bertopeng itu, tadi saat kami tiba dia menghilang...!" Lu Xinxin kembali bertanya perihal wanita bertopeng itu, dia merasa wanita itu terkait dengan goa tersembunyi ini.
"Ini sinar apa yang keluar dari goa itu..."
"Pakai ini, agar kalian terbiasa dengan sinar ini..." Excel memberikan tiga kacamata hitam yang cocok untuk mereka bertiga, sambil berbicara, ia berjalan kedepan ketiga wanita itu dan mengulurkan tangannya yang sedang memegang 4 kaca mata.
Ketiga wanita segera mengambilnya dan melihat kaca mata hitam yang tidak pernah mereka ketahui, Excel tersenyum dan juga mempraktekkan cara menggunakannya, Excel juga sengaja menghindari pertanyaan ketiga wanita itu, apalagi tentang wanita bertopeng.
"Wow... Kalian bertiga semakin cantik saja dengan memakai kaca mata ini." puji Excel kepada ketiga wanita ini yang semakin cantik saat menggunakan kaca mata hitam.
"Wah, aku benar-benar cantik..." puji Lu Xinxin pada dirinya sendiri, ketiga wanita itu juga buru-buru mengeluarkan cerminnya masing-masing dan melihat wajah mereka yang semakin cantik dengan kaca mata hitam.
"Benar, kan... kalian semakin cantik dan menarik, setiap pria pasti akan benar-benar pingsan saat melihat wajah kalian saat ini..." sekali lagi Excel sang playboy cap teri sikat sana sikat sini, memuji ketiga wanita ini yang sedang mengangumi kecantikan mereka saat bercermin.
"Lidahmu benar-benar beracun..." kata Cang Juan dengan mendekati Excel dan menjijitkan kedua kakinya untuk mencium pipi kiri Excel
"Cup... Terima kasih." ucap Cang Juan setelah mencium pipi Excel dan dia tersipu malu dengan menundukkan kepalanya.
"Huff... Keduluan... Cup"
"Cup..."
Lu Xinxin yang tidak terima keduluan mencium Excel, dia buru-buru mencium pipi suaminya dan disusul Lu Xianglun yang juga mencium pipi Excel.
"Hahaha... Kalian benar-benar mengoda, ya...! Ayo, kita masuk ke goa..." ajak Excel kepada ketiga wanitanya dengan tertawa dia berjalan kedepan untuk memimpin mereka bertiga, tiba-tiba Excel berbalik dan menyerahkan kaca mata yang dia pakai kepada Cang Juan.
"Cang Lien sudah tiba didepan air terjun, temui dia, aku akan tunggu kalian disini." kata Excel kepada Cang Juan.
"Baik, tunggu dan jangan tinggalkan aku..." buru-buru Cang Juan keluar dari goa, Excel dan kedua putri raja demi human menunggu mereka berdua.
"Bibi... Apa sudah memberikan pengaturan kepada pasukan kita...?" kata Cang Juan setelah keluar dari balik air terjun, Cang Lien sedikit kaget dan buru-buru membalikan badannya.
"Hah... Membuatku kaget saja. Iya, aku sudah mengatur mereka semua melalui 10 pengawal kita. Raja Demi Human juga bertanya perihal keberadaan Bu Wanmei, tetapi aku hanya 'bilang masih mencarinya' bersama kedua putrinya dan kamu." jawab Cang Lien kepada Ratu Siluman Musang.
"Bagus, salah sendiri dia tidak bisa mengatur Ratunya yang ingin merebut suami kedua putrinya..." kata Cang Juan yang sudah mengetahui niat ketiga Ratu Raja Demi Human.
"Ayo, ikuti aku dan gunakan ini..." ujar Cang Juan sebelum bibinya berbicara dengan memakai kaca mata lagi, Cang Lien buru-buru menerima kaca mata itu dan segera memakainya seperti Cang Juan lakukan, dia mengikut Cang Juan yang berjalan melewati air terjun Dewi Cahaya.
Tidak berselang lama mereka berdua sudah melihat ketiga orang yang menunggu mereka.
__ADS_1
"Ayo, ikuti aku..." Excel tersenyum dan berbicara kepada keempat wanitanya, dia berjalan dengan dengan melompati bebatuan yang besar dan melayang diatas awan, keempat wanitanya juga mengikuti dan melompati bebatuan sebagai tumpuhan telapak kakinya.
Keempat wanita itu tidak menyangkah jika dibalik air terjun tersembunyi pemandangan yang sangat indah, cahaya terang yang keluar dari goa seperti matahari nyata, padahal ini hanya sinarnya saja, sambil berjalan Excel juga memperkenalkan semua apa yang mereka lihat dibalik air terjun.
"Apa yang kalian lihat dibawah hanya sebuah formasi ilusi, jika kalian terjatuh sudah pasti akan terjebak selamanya, tapi kalian bisa lepas dari ilusi itu, asal kalian memiliki kekuatan jiwa yang melebihi formasi ilusi." Excel menjelaskan apa yang mereka lihat dibawah batu yang mereka pihak.
Mereka melihat awan yang tebal dan juga merasakan aura yang mengerikan.
Samar-samar mereka melihat sosok panjang berkelebat dibalik awan putih yang tebal dan merasakan bulu kudu merinding.
"S-suami, apa yang ada dibawah kita..." tanya Lu Xinxin yang ketakutan oleh sesuatu yang berada dibawah mereka, dia mengagumi pemandangan di balik air terjun, tetapi setelah suaminya berbicara, dia bergidik ngeri dan takut.
"Hahaha... Itu hanya Naga Api...!" Excel tertawa setelah Lu Xinxin bertanya, dia berhenti dan diikuti wanitanya yang berhenti di sisi kanan dan kirinya.
"Apa Naga Api....!"
"Mustahil, bagaimana ada Naga Api di Benua ini..."
"Tidak, tidak mungkin ada Naga didunia ini..."
Keempat wanita Excel seakan-akan tidak mempercayai perkataan Excel, jika dibawah mereka ada Naga Api, seumur hidup mereka tidak pernah melihat, mereka berempat hanya tahu dari catatan sejarah.
"Keluarlah, saatnya kamu muncul...!" Excel melihat kebawah dan berbicara kepada Naga Api.
"Goarrrr...."
Naga Api yang dipanggil Tuannya, segera meraung keras dan mengema. Tubuh keempat wanita Excel mengigil ketakutan saat mendengar suara Naga Api.
Wuuuuussshh
"Goarrrr...."
Naga Api segera menukik keatas dan meraung lagi setelah melewati awan yang berada dibawah bebatuan yang melayang-layang diudara.
"Astaga.... Besar sekali...!" Lu Xinxin berseru kaget dan kagum, walau dirinya juga takut dengan memegang lengan kiri suaminya.
"I-ini benar nyata Naga Api...!" Cang Juan akhirnya mempercayai ucapan Excel dan dia tergagap saat berbicara, dia juga ketakutan dengan aura kekuatan Naga Api yang terpancar dari badannya.
Keempat wanita Excel memeluknya karena ketakutan. Mereka melihat badan naga api menyala dengan nyala api yang sangat panas, Naga Api juga memiliki dua pasang tanduk yang bercabang tiga, panjang tubuhnya sepanjang 250 meter dan memiliki 4 kaki, setiap kaki juga memiliki cakar yang sangat tajam dan besar, sisik-sisiknya sangat besar, sebesar piring makan.
Naga Api juga memiliki 4 pasang kumis yang panjang, sepanjang 3 meter, saat meraung terlihat gigi-giginya yang sangat tajam, dan mampu meremukkan tulang seperti mengigit telur rebus.
"Gluk..." keempat wanita itu menelan salivanya dengan tubuh gemetaran, Excel yang melihat keempat wanitanya hanya tersenyum.
"Lama tidak bertemu Naga Api sahabatku..." sapa Excel kepada Naga Api yang melayang diudara dengan memutari kelima orang yang berada dibawahnya dengan sikap dominasi dan memiliki wibawa yang arogan.
Bhuuuzzzhh
Naga Api berubah menjadi asap, dan setelah asap menghilang terlihat sosok pria tua yang memiliki jenggot yang panjang berwarna putih, tubuhnya terlihat sangat kekar dan dilapisi armor dari sisik Naga.
Wuuuuussshh
"Tuan Muda, sudah lama aku menunggumu semenjak aku telah Tuan pulihkan dari luka parah saat berada di Benua Peri, aku sengaja kesini, karena Tuan pasti membutuhkan bantuanku saat Tuan Muda menemui Dewi Cahaya." ucap Naga Api dengan berlutut diudara dengan kaki kanan menyentuh awan putih.
"Hahaha, aku tahu, ini juga pengaturan dari Ratu Alam Semesta Aurora. Berdiri." Excel tertawa lepas saat mendengarkan ucapan Naga Api, dia memerintahkan Naga Api untuk berdiri.
"Terima kasih, Tuan Muda."
Naga Api ini adalah Naga Api yang berada di Benua Peri, saat itu Excel telah memulihkan vitalitas inti api yang berubah menjadi Naga Api.
"Iya, aku membutuhkan bantuanmu. Misi dari Ratu Alam Semesta kali ini tidaklah mudah untukmu, sebenarnya aku bisa saja memusnahkan mereka sendirian, tetapi demi tujuan isteriku, aku hanya bisa berpura-pura lemah." kata Excel dengan telepatinya agar keempat wanitanya tidak mengetahui tujuan dia.
"Aku mengerti Tuan Muda, aku akan kembali lagi saat itu tiba..." jawab Naga Api yang kembali berubah wujud menjadi Naga lagi.
"Goarrrr....."
__ADS_1
Setelah meraung, Naga Api kembali menukik kebawah ketempat semula, dia menghilang tertutup awan yang tebal, keempat wanita itu masih melongo dengan memeluk erat tubuh Excel.
"Hahaha... Lihat wajah kalian yang ketakutan..." Excel ketawa melihat wajah takut dan sedikit gemetaran, mereka berempat benar-benar tidak berani bergerak saat Excel sedang berkomunikasi dengan Naga Api.