Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 37 Formasi Saint


__ADS_3

Chapter 37 *Excel vs Kakek Xuan*


Setelah mundurnya pasukan Zhou Zhong ketitik awal, mereka kembali mengatur strategi ditenda utama milik pangeran, didalam tenda ada berberapa orang yang sedang berdiri di depan peta.


"Apakah kalian ada ide untuk menerobos perisai kota Phoniex...?" tanya pangeran Zhou Zhong pada orang-orang yang hadir di tenda.


"Kita punya ahli Formasi dipihak kita, tapi kita tidak bisa memecahkannya pada siang hari, kuatir mereka akan membantai ahli Formasi kita." jawab salah satu ketua Sekte yang memiliki beberapa ahli Formasi.


"jika begitu kita bergerak pada malam hari saja, tetua. Dan apa ada mata-mata kita yang bisa masuk ke kota, Paman Jin?" tanyanya pada jendral jin.


"Tidak ada yang bisa masuk pangeran, sepertinya mereka memiliki penghalang digerbang kota !. Sudah dua orang mata-mata kita tewas sebelum memasuki pintu gerbang...!! haaah!!" balas Jendral Jin dengan sedikit mendesah.


"Anak itu banyak memiliki harta yang berharga, mungkin dia mendapatkan senjata legendaris yang diramalkan leluhur Kekaisaran Zhou?" ucap pangeran Zhou Zhong dengan mengigit bibirnya.


"Jika kalian bisa menghancurkan perisai itu, kalian bisa memiliki kota Phoniex dan aku hanya menginginkan artefak legendaris itu saja. Malam nanti kita bergerak, dan sekarang kalian bisa persiapkan diri." perintahnya pada semua orang di tenda.


"Baik, pangeran" dengan segera mereka bubar dan mempersiapkan untuk serangan berikutnya.


Excel yang menunggu mereka untuk bergerak merasa bosan, sudah lama sejak mereka mundur dari serangan ketiga mereka yang telah gagal.


"Suami kapan mereka bergerak, aku sudah bosan" tanya isteri Excel yaitu An Na, kini An Na sudah tidak malu memanggil Excel dengan sebutan suami, karena dia merasakan persaingan ketat untuk mendapatkan perhatian dari Excel.


"Mereka akan bergerak nanti malam, kalau sekarang... Hehehe" balas Excel tertawa lirih tapi seram, dan semua wanitanya sepertinya mengerti.


"Apa kita buat mereka sibuk dengan itu...hehehe" tanya Niu Qinglin yang tertawa terkekeh-kekeh dan menunjuk pada meriam yang sudah dari tadi ingin dia mainkan.


"Hahaha, gadisku kamu memang pintar, tapi setelah kita berlatih memanah dan targetnya adalah mereka...!!" balas Excel yang senang jika idenya didukung.


"Kalian yang ingin berlatih memanah silakan berkumpul, aku akan beri pengetahuan dan teknik terbaik" pinta Excel pada semua orang, dan yang tidak Excel duga justru semua orang termasuk Putri-putri Kekaisaran melamar menjadi pasukan latihan memanah, kecuali Kaisar, Ratu, Permaisuri dan Putra Kekaisaran yang tidak bergabung.


"Apa kalian yakin bergabung dengan tim pemanah, Putri" tanya Excel pada semua Putri Kekaisaran yang hadir, dengan senyum mematikan wanita yang membuat semua wanita yang berbaris bergetar keras didalam hatinya.


"Iya kami ingin ambil bagian, Excel" jawab Ling Zhi Shu dengan tegas dia merasa tidak ingin ketinggalan dengan banyak wanita yang hadir.


"Iya, aku ingin bertempur denganmu" kata Ling Jingyi yang tidak mau ketinggalan juga, dia sudah kalah start dengan Ling Xuan, karena itu dia berusaha cari perhatian dari Excel.


"Awas tanganmu lecet, loh. Biar aku saja yang berlatih memanah." balas Li Yenny yang tak mau kalah dengan menyindir mereka berdua.


"Benar, serahkan semua pada kami, yang sudah biasa bertempur." pinta Li Jia Li yang merasa paling berpengalaman dari Putri Kekaisaran Ling.


"Huuf, jangan terlalu menghina kami, kami juga bisa berperang" balas Ling Zhi Shu dengan ketus, karena kesal di anggap tidak berpengalaman.


"Kamu belum tahu jika aku bisa bertarung, jangan remehkan aku...weekk" kata Ling Jingyi yang mengejek dengan menjulurkan lidahnya kepada mereka berdua dari kekaisaran Li


Persaingan itu terlihat semua orang, hanya Excel yang menggeleng-gelengkan kepala, sedangkan untuk ayah dan ibu mereka hanya tersenyum pada mereka.


"Kalian berempat lebih baik dibelakang ku, karena aku senior kalian" kata Xiao Mei Xing yang tiba-tiba menyela persaingan sengit diantara mereka berempat.


"Benar Putri, lebih baik kalian serahkan pada kami, kami tidak ingin nanti anda terluka" kata seorang murid jenius dari akademi di Kekaisaran Ling, Bai Chu.


"Haaah, kalian terlalu meremehkan kita..huuf" balas Ling Jingyi yang tak terima selalu diremehkan.


Merasa suasana menjadi tidak terkendali dan lebih sengit dari medan perang yang sebenarnya, Excel langsung bersuara dan menghentikan bersaingan ketat mereka berenam.


"Jika kalian tidak bisa diam, aku akan tampar pantat kalian, mau aku tampar...?"


"Tidak, tidak, aku akan diam" jawab mereka serempak yang takut ditampar pantatnya, siapa yang tidak malu seorang berstatus tinggi ditampar pantatnya.


Semua orang yang melihat hanya menahan ketawa melihat tingkah laku anak muda didepan mata mereka, mereka menahan tawa agar tidak membuat suasana menjadi panas.


Mereka juga kagum jika Excel bisa menangani mereka dengan mudah, tapi seorang Kakek tua bersuara di antara mereka...


"Bocah, kamu harus bertanggung jawab, konflik ini semua gara-gara kamu...hahaha"


"Heii, siapa juga yang membuat konflik, kamu Kakek bocah tua nakal jangan cari masalah"


"Apa, kamu takut bertanggung jawab" tantangnya yang sepertinya disengaja ingin memprovokasi Excel.


Ya, kakek tua itu adalah kakeknya Ling Xuan, sengaja ingin membalas dendam karena tadi dia merasa dipermainkan oleh Excel, saat itu dia sangat marah saat tidak bisa melangkah ke lantai 7 dari menara Kultivas karena gaya gravitasinya yang semakin menekannya dan juga saat masuk di rumah hantu.

__ADS_1


"Apa, kamu bocah tua bilang aku takut?!! huuff... aku tidak takut, aku bisa bertanggung jawab menikahi mereka semua yang disini...!!??" merasa Excel keceplosan bicara seketika langsung berhenti bicara.


"Hahaha, mana mungkin kamu sanggup menangani mereka, bocah kamu masih terlalu kurang berpengalaman"


"Bocah tua nakal, jangan remehkan aku, siapa bilang aku tidak bisa menangani mereka, lihat semua wanitaku bahagia, dan sedangkan kamu...? Hahaha, sudah pasti sangat lemah, lebih baik kamu cari obat kuat"


"Bocah nakal, apa maksudmu, kamu terlalu dini, dulu aku memiliki banyak isteri dan selir dan dan semua bisa aku tangani"


Merasa tidak terima dihina oleh Excel, Kakek Xuan membela dirinya, dulu memang dia memiliki isteri dan selir, karena bertambahnya usia, satu persatu isteri dan selirnya meninggal karena faktor usia.


"Hahaha, itu dulu!! sekarang sudah terlihat lemah, sangat lemah...ckckck" balas Excel mengejek dengan berdecak lidah dan menggelengkan kepalanya


Suasana peperangan telah berganti, awalnya perang antar gadis untuk mencari perhatian Excel, kini berganti Excel vs Kakek Xuan yang berperang, beradu mana yang paling bisa menaklukkan wanita.


Justru semua wanita merasa senang Excel mau menikahi mereka semua, wajah mereka langsung menjadi malu dan memerah, detak jantung mereka berdetak dengan sangat cepat.


Karena merasa pertunjukan Excel vs Kakek Xuan menarik, kaisar Li dan Kaisar Ling tidak melerai mereka berdua. Di Kekaisaran Ling Kakek Xuan selalu mendominasi, saat berdebat tidak terkalahkan, jika kalah saat berdebat pasti pantat lawan melayang.


"Apa katamu, aku lemah, aku lemah, bocah kamu mencari pemukulan...hah!!"


"Ayo, pukul aku, kamu kira aku takut"


"Oke, jangan lari kamu bocaah"


"Sini, sini, aku tidak lari, siapa takut dengan Kakek lemah"


"Oke, bersiaplah, jangan lari saat aku pukul"


"Hah, siapa yang lari. Lihat aku diam, ayo datang"


"Kenapa kamu bersiap-siap lari, apa kamu takut...hah"


Mereka terus berdebat tanpa henti, saling menantang tapi tidak ada yang bergerak, entah kenapa dengan mereka berdua, tiap mulut terbuka jurus cipratan air liur bertabrakan, Medan perang tempat mereka sudah penuh jejak ganas perangan itu.


Kreekrek


Kerekthekthek


Terlihat beberapa wanita mengepalkan kedua tangan, Ling Xuan, Hu Ru Ming, Xue Long, Xue Rong, Zhou Mei, Ji Yan, mereka menunjukkan wajah ganas dengan senyum yang mengerikan.


"Am-ampun" mereka berdua kompak saat bicara dan terdiam karena melihat wajah wanita didepannya.


Excel yang merasa harga diri akan jatuh langsung melanjutkan rencananya yang tadi akan dilakukan.


"Baiklah, sekarang kalian bersiap dan jangan melawan saat cahaya masuk" dengan wajah yang terlihat malu dan berwarna merah saat Excel berkata.


"Baik" dengan serempak mereka menjawab dengan patuh.


"Kalian yang bisa Formasi, perhatikan baik-baik"


Saat mereka telah siap, Excel mengerakan kedua tangannya kedepan, membuat gerakan aneh yang terlihat dengan jelas, gerakan lambatnya bisa dengan mudah ditangkap mata.


Excel sengaja melakukan gerakan lambat agar mereka mampu menangkap setiap pola yang dibuat, Excel membuat formasi Saint, Formasi yang bisa mentransfer pengetahuan kebanyak orang dan menghemat waktu.


Formasi ini hanya bisa dilakukan pada tingkat Formasi Dewa, dengan mengalirkan Qi dan ingatan yang inginkan lalu di kirim ke targetnya.


Cahaya Formasi menyelimuti mereka yang akan dikirim informasi, saat itu terlihat sinar terbentuk menjadi bola, bola-bola itu Excel arahkan kedahi mereka secara bersamaan, setelah itu bola bersinar langsung masuk kedahi tanpa rasa sakit.


Saat bola masuk mereka semua langsung menerima semua informasi memanah, dari gerakan, nama skill dan semua dengan mudah mereka ingat.


Setelah mereka menerima teknik tingkat Semesta langsung terkejut dan bahagia, terkejut karena teknik yang tidak ada di benua ini, bahagia karena Excel tidak pelit terhadap wanitanya.


"Cucu ku, apa yang kamu dapatkan dari bocah nakal itu" tanya Kakek Xuan yang sangat penasaran apa yang telah diberikan Excel tanpa menunggu Ling Xuan berterima kasih pada Excel. Kaisar dan Ratu dan semua orang juga penasaran apa yang sudah diberikan Excel.


"Teknik tingkat Semesta puncak, skill memanah Dewi bulan"


Deg


Setelah Ling Xuan berkata jenis teknik yang diberikan Excel, seketika suasana menjadi hening detak jantung berhenti sesaat, seperti mayat hidup mereka memandangi Excel tanpa berkedip.

__ADS_1


Hanya prajurit dan pasukan wanita Excel saja yang tidak terkejut dengan keajaiban yang dilakukan Excel, termasuk murid-murid dari Excel yang terlihat tenang dan sudah tidak terkejut lagi.


"Apa kalian sudah mencerna semua teknik yang aku beri?" tanya Excel kepada semua wanitanya dengan senyum mengoda.


"Sudah, sayang"


"Dan aku sudah tak sabar untuk menggunakannya" balas Niu Qinglin dengan semangat


Tanpa menunggu mereka yang terkejut sadar, Excel bertanya kepada semua wanitanya, mendengar suara Excel yang akhirnya menyadarkan mereka.


"Anak tampan, kenapa kamu tidak memberikan aku teknik juga, aku kakekmu loh" Kakek Xuan yang tak tahu malu dan merayu Excel ingin juga memiliki teknik Semesta yang tak ada di benua Venus.


"Malas"


jawaban singkat padat dan menyakitkan.


Bruuukkk


"Whahaha"


Semua orang ketawa melihat wajah menyedihkan Kakek Xuan yang terjatuh dan duduk dengan jari telunjuk menggambar dilantai.


Ya, akhirnya Kakek Xuan kalah telak.


Karena ingin mencoba skill baru yang didapatkan, Excel segera mendapatkan ide, ide menggunakan boneka sebagai latihan tembak, dengan mengangkat tangan kanan kedepan, Excel menggunakan Element tanah untuk membuat boneka dari tanah liat, terlihat ratusan boneka tanah berbentuk orang yang Excel atur dengan jarak 2 meter tiap boneka.


semua orang yang melihat tidak mengerti apa yang ingin Excel lakukan saat ini, kenapa membuat banyak boneka tanah, tapi mereka tidak berkomentar apapun pada Excel, kali ini mereka tidak terkejut dengan skill Element tanah yang Excel tampilkan, karena memiliki skill tanah sudah umum dimata mereka.


"kalian tembak boneka itu dengan anak panah, tapi jangan mengeluarkan suara, dan juga gunakan cross bow triple" pinta Excel pada mereka yang menerima teknik Dewi bulan.


Segera pasukan pemanah berdiri dipinggir dinding dan mulai membidik sasaran mereka, dengan anggun pasukan wanita mengeluarkan anak panah Qi berbagai warna, dan tinggal menunggu perintah tembak.


"Tembak"


siuuuu


siuuuu


siuuuu


jleeb


jleeb


jleeb


seketika anak panah itu menacap pada boneka tanpa suara, tiap anak panah mengenai pada titik-titik fatal pada tubuh boneka itu, kepala, dada, mata dan leher. melihat serangan uji coba yang sukses membuat Excel senang.


"bersiap"


Kembali mereka mengeluarkan anak panah Qi dan siap menembak.


"Tembak"


siuuuu


siuuuu


jleeb


jleeb


Sekali lagi anak panah tepat pada sasaran, boneka kembali terkena pada titik fatalnya tanpa ada anak panah yang lolos, berkat teknik yang diberikan Excel membuat mereka semua menjadi ahli memanah tanpa harus belajar, banyak diantara mereka yang belum pernah memanah menjadi ahli dalam memanah layaknya seorang yang sudah berpengalaman.


Tapi Excel tidak memuji mereka yang mencoba skill barunya, ini tidak layak disebut pelatihan bagi mereka, berlatih yang tepat adalah berperang yang sesungguhnya, dengan keadaan genting dan andrenalinnya terpacu maka pontensi tiap orang akan terbangun, dengan tekanan extra maka mereka akan berusaha menciptakan kemampuan yang tidak pernah meraka gunakan atau tidak tahu bagaimana menggunakannya.


"ini hanya uji coba, pelatihan yang sebenarnya adalah berada di medan perang, jadi kalian jangan dulu berpuas diri." ucapan Excel membuat wanitanya yang merasa terbaik menjadi malu dan mengerti maksud dari perkataan Excel


"Kami mengerti" jawaban mereka secara bersamaan.

__ADS_1


Kemudian Excel menyebarkan kesadarannya diseluruh wilayah zona bebas, dan ingin melihat apa yang dilakukan pasukan Zhou Zhong saat ini, melihat jika mereka mempersiapkan diri untuk menyerang lagi.


Tanpa peduli tindakan mereka Excel duduk bersila, seolah-olah sedang berkultivasi seperti biasa orang lakukan, padahal Excel sedang berbicara dengan sistemnya saat ada waktu senggang.


__ADS_2