Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 155 Kesepakatan 25 dewi-dewi.


__ADS_3

Chapter 155 Kesepakatan 25 Dewi-Dewi.


Disebuah pulau yang tidak pernah dipijak oleh kultivator ditengah-tengah terdapat sebuah aliran sungai yang jernih dan bening, banyak ikan-ikan berenang dengan bahagia, raungan binatang cukup intens.


Diwilayah terpencil itu Excel sedang duduk diatas batu dengan kedua kakinya menghalangi aliran sungainya, ikan-ikan melompat didepan Excel "byurr" suara air mengikuti ikan setelah melompat dan buat riak kecil di aliran sungai.


Kemudian Excel menangkap beberapa ikan berukuran cukup besar dan menusuk tubuh ikan itu dengan ranting, setelah menancapkan ranting itu ditanah Excel membuat api unggun, dengan gaya seorang chef master Excel menaburi bumbu-bumbu diatas ikan yang dipanggang itu, secara berlahan aroma ikan panggang menyebar terbawah angin, binatang buas penghuni pulau kecil itu tidak ada yang berani mendekati Excel yang sesaat lalu mengeluarkan aura yang sangat mengintimidasi mereka.


Hanya ada raungan ketakutan dan juga kemarahan karena wilayahnya dijamah manusia, biarpun para binatang buas marah mereka tidak ada yang berani mendekati Excel.


Excel yang asik memanggang ikan itu sekali-kali mencicipi lezatnya masakannya dengan mencubit daging ikan yang akan masak, Excel tahu jika 25 dewi-dewi itu sudah tiba beberapa waktu yang lalu disaat Excel memulai memanggang ikan.


25 dewi-dewi itu masih waspada terhadap Excel yang terlihat santai tanpa ketegangan apapun, mereka pikir Excel tidak mengetahui persembunyian mereka dihutan dan 25 wanita itu masih menunggu tindakan apa yang dilakukan Excel dengan memanggil mereka.


"Kak, apa kita tidak langsung saja menemuinya?" tanya Abigail kepada Kumala salah satu dewi yang merupakan pemimpin mereka sekaligus yang paling tua, biarpun mereka telah menjalani hidup jutaan tahun penampilan mereka masih seperti gadis berusia 20 tahun, setingkat dewa absolute level 20 bisa disebut abadi karena penuaan kulit wajah tidak berlaku bagi mereka.


"Tunggu dulu sebentar..." jawab Dewi Kumala kepada saudari-saudarinya, tetapi sebelum Kumala melanjutkan ucapannya Excel yang tiba-tiba bersuara didalam benak mereka.


"Kenapa kalian masih saja sembunyi, ayo kita makan bersama"


"Hah, kita tidak bisa lepas dari persepsinya yang tajam" desah Kumala yang ketahuan persembunyian, dengan segera 25 wanita itu mendekati Excel yang kini sedang asik memakan ikan panggangnya.


Segera aroma harum yang dihasilkan dari ikan panggang membuat 25 wanita itu menelan salivanya, tiba-tiba membuat perut mereka mengaum karena lapar.


Setelah berjarak 5 meter dari Excel yang sedang duduk dan makan, 25 wanita itu yang masih menyamar menjadi pria paruh baya berhenti dan menunggu reaksi Excel, mereka masih waspada yang memiliki kekuatan yang jauh diatas mereka.


Kemudian Excel membalikan posisi duduknya dan langsung berhadapan dengan 25 wanita itu, disaat mengetahui wajah Excel dari dekat membuat 25 wanita sedikit kaget dengan wajah tampan Excel, biarpun begitu mereka yang telah dilatih menjadi seorang multi talenta masih menjaga sikap tenang dan tidak berusaha bergerak secara berlebihan.


"Kenapa kalian para kakek-kakek tidak ikut makan? Jangan takut aku meracuni kalian, lagian tidak ada untungnya bagiku membunuh kalian" kata Excel dengan senyum yang mampu meruntuhkan gerobak sayuran.


Bibir 25 wanita itu berkedut saat Excel memanggil mereka dengan sebutan Kakek, "apa dia benar-benar tidak mengetahui penyamaran kita?" kata-kata itu muncul dibenak mereka, dengan saling pandangan dan menganggukan kepala mereka mendekati api unggun yang masih membara memanggang ikan yang sudah matang.


"Ayo makan dan jangan dilihat saja" sekali lagi Excel memerintahkan mereka dan tetap dengan senyuman khasnya.


Secara berlahan mereka mencubit daging ikan yang lembut dan memiliki aroma harum, dengan mencium dan memeriksa ikan itu dengan hati-hati, lalu mereka memakannya setelah aman dari racun atau jebakan apapun.


Saat daging ikan itu merasuki lidah segera kelezatannya terasa nikmat dimulut, tanpa sadar mereka langsung mengunyahnya, merasa kurang kembali mereka mengambil cubitan daging yang agak besar, daging lembut dan kelezatannya menggugah selera mereka, tanpa malu-malu lagi mereka buru-buru memakan ikan panggang yang penuh dengan rasa lezat.


Excel yang melihat hanya tersenyum saja dan kembali melanjutkan memakan ikan yang masih menempel ditusukan ranting, setelah makan Excel mengeluarkan minuman bersoda dan meminumnya, tidak lupa Excel juga memberikan minuman yang terbungkus kaleng tipis kepada 25 kakek-kakek itu.

__ADS_1


Setelah selesai makan dan minum Excel bersandar pada batu yang dia duduki tadi, dia melihat langit biru yang cerah seakan-akan melihat sesuatu yang jauh dan menarik, 25 wanita yang masih menyamar selalu melihat Excel dengan tingkat kewaspadaan tinggi.


"Alam memiliki siklusnya sendiri untuk berkembang, tidak ada namanya kesia-siaan dalam prosesnya, Yin dan Yang tidak akan pernah berubah sampai waktu giliran kita tiba.


Keabadian adalah tujuan semua para dewa, tetapi bagi manusia biasa bisa makan dan membesarkan anaknya hingga dewasa adalah kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan kata-kata...." kata Excel kepada 25 orang itu yang kini juga duduk ditanah, sambil menatap jauh ke arah langit tanpa melihat 25 orang itu saat berbicara. Mendengarkan perkataan Excel membuat 25 orang itu terhanyut didalam pemikirannya...


Mereka merasa kembali di masa lalunya, bagaimana mereka menjalani lika-liku kehidupan yang penuh kesedihan, kesenangan dan penuh derita, berbagai macam emosi bergejolak dihati dan pikiran mereka saat mengingat masa lalu itu.


Angin hutan berdesir dengan lembut saat menyentuh kulit, sensasinya menenangkan hati yang penuh emosi, suara air sungai menemani lamunan mereka dan menambah suasana damai.


Suasana damai membius setiap 25 orang itu yang berada disebuah pulau terpencil, mereka membayangkan memiliki keluarga dan melahirkan anak yang sangat lucu. Selama hidup 25 wanita itu belum pernah mengalami atau memiliki keluarga yang bahagia penuh dengan kesederhanaan yang dipenuhi dengan kasih sayang.


Waktu seakan berhenti disaat mereka membayangkan kehidupan bahagia, segera mereka mengeleng-gelengkan kepala dan membuyarkan lamunannya.


Excel mengalihkan pandangannya kepada salah satu sosok pria paruh baya yang memiliki jenggot dan kumis tipis, disaat dilihat Excel pria paruh baya itu menjadi gelisah, karena saat membalas tatapan Excel dia merasa memasuki sebuah dimensi yang tidak berujung, jantungnya tiba-tiba melambat dan keringat dingin membasahi tubuhnya.


"Dewi Sri, lama tidak berjumpa...namamu telah menjadi dongeng disaat anak-anak susah makan, disaat namamu disebut anak-anak itu mau makan dengan lahap saat disuapi..." kata Excel mengejutkan 25 wanita itu yang menyamar, apalagi dewi Sri yang dipanggil namanya, detak jantungnya semakin cepat karena penyamarannya benar-benar terbongkar.


Kemudian 25 orang itu melepaskan penyamarannya dan menjadi wujud aslinya, disaat menampilkan wujud aslinya berbagai kecantikan diseluruh alam semesta berkumpul didepan Excel.


Excel yang melihat mereka tidak terkejut ataupun terpesona dan kembali melihat langit biru yang cerah, 25 wanita itu yang merasakan seperti tidak menarik minat Excel menjadi bingung, biasanya setiap pria yang melihat mereka menjadi tergila-gila dan berusaha berbagai cara untuk merayu atau menarik simpatinya, tetapi dihadapan Excel mereka merasa benar-benar tidak berarti dan menghancurkan kebanggaan dihatinya.


"Maaf, Tuan muda. Namaku Kumala, kami sebenarnya lari dari organisasi yang telah mendidik kami semenjak remaja, kami lari karena tidak ingin menjadi alat keegoisan para pimpinan"


Excel yang melihat mata Kumala saat berbicara hanya tersenyum saja, Excel tahu Kumala berusaha menyembunyikan kebenaran dari tujuan mereka disini.


Excel mengeleng-gelengkan kepala saat Kumala masih berusaha berbohong padanya, melihat perubahan senyum yang masam membuat 25 wanita itu semakin gelisah dan berusaha menenangkan hati dan pikirannya.


"Aku tidak perduli dengan tujuanmu, aku hanya memperingatkan, jangan sekali-kali menyentuh keluarga besarku, aku bisa dengan mudah menghancurkan alam abadi. Apa kalian mengerti?" seketika 25 wanita ikut kaget setelah Excel benar-benar tahu dari mana asal mereka dan hanya menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap wajah tampan Excel.


"Hmm" dengan menghembuskan nafas panjang Kumala sebagai pemimpin dewi-dewi mengkuat hati dan kembali menatap wajah Excel dengan resolusi tinggi.


"Aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan apapun dari anda Tuan muda, aku minta maaf telah membohongi Tuan muda. Anda pasti juga tahu jika penyamaran kami terbongkar hanya ada hukuman yang tidak bisa kami hindari..."


"Kalian jangan kuatir, aku bisa melindungi kalian dari pria tua itu, dia saat ini sedang menyelidiki diriku, dan mereka semua panik saat komunikasi kalian tiba-tiba terputus... Hehehe. Aku sengaja mengisolasi benua dewa dari sistem mereka, dan bom didalam tubuh kalian sudah aku non aktifkan..." balas Excel kepada 25 wanita itu yang syok saat Excel berkata jujur, dengan terkekeh Excel juga memberitahukan kejutan lagi kepada 25 wanita itu.


Segera 25 wanita itu menutup mata dan memeriksa kedalam dantiannya, lalu sebuah bola yang memang telah ditanam gurunya itu sudah tidak lagi aktif, secara berlahan mereka mengeluarkan bom itu dari dalam dantiannya, perasaan lega dan bahagia menyelimuti 25 wanita itu dengan menangis dan saling berpelukan.


Jutaan tahun mereka merasakan terbelenggu oleh para dewa penguasa alam Abadi dan hanya bisa menuruti perintah mereka tanpa mereka bisa tolak.

__ADS_1


"Tuan muda, terima kasih telah menghapus teror yang selama ini kami takuti"


"Terima kasih tuan muda"


"Hehehe, tidak perlu berterima kasih padaku, ini semua Ratu alam semesta yang mengaturnya, aku hanya sebagai perantara saja. Lalu apa langkah kalian setelah lepas dari belenggu itu?" tanya Excel kepada 25 wanita itu dengan melambaikan tangannya agar mereka tidak perlu mengucapkan terima kasih.


25 wanita itu saling berpandangan dan menganggukan kepala, Dewi Kumala melangkah maju dan berdiri dihadapan Excel yang telah berdiri disaat mereka kegirangan dan saling berpelukan.


"Tuan muda, jika diperbolehkan kami ingin menjadi bagian dari keluarga besar Tuan muda, karena kami ingin menjadi pasukan wanita...?" kata Kumala sedikit mengejutkankan Excel, dan kembali tersenyum kepada Kumala, jarak antara Excel dengan Kumala hanya berjarak 2 meter, aroma wangi dan maskulin dari tubuh Excel membuat wajah kumala memerah dan detak jantungnya berdegup kencang.


"Apa kalian benar-benar sudah berpikir dengan matang?" Excel berbalik bertanya dengan keputusan 25 wanita itu yang ingin bergabung didalam keluarganya.


"Kami sudah sepakat untuk mengikuti Tuan muda, dan kami tidak meragukan lagi dengan keputusan yang kami buat"


"Baiklah bila itu kemauan kalian, aku memiliki segel didalam keluarga besarku..." kemudian Excel menjelaskan prihal segel keluarga besarnya kepada 25 wanita itu tanpa satupun yang ditutupi, bahkan Excel juga bercerita tentang semua isterinya dan juga sudah memiliki banyak anak, yang mengejutkan 25 wanita itu memilih segel pertama, yaitu menjadi isterinya.


Kemudian setelah panjang lebar menjelaskan kepada 25 dewi-dewi itu Excel mengajak mereka memasuki dunia jiwanya dan memberikan segel keluarga besarnya.


Seperti yang sebelumnya disaat mereka tiba didunia jiwanya mereka juga terkejut jika didunia jiwa ini memiliki energi primordial yang begitu padat, 25 wanita itu hanya tahu energi Qi kuno didalam sejarah yang disimpan di istana surgawi dan sedikit catatan tentang jaman primordial, selebihnya mereka tidak tahu apapun tentang jaman yang paling tua dialam semesta ini.


Keputusan mereka sudah tepat dan membuat 25 dewi-dewi itu bahagia, mereka selalu bermimpi bisa lepas dari belenggu istana surgawi yang dengan semena-mena memutuskan hidup dan mati mahkluk dialam semesta.


Sejujurnya mereka sudah jenuh selama jutaan tahun telah memanipulasi kehidupan jiwa-jiwa dialam semesta, dan belenggu itu kini telah diangkat oleh seorang pria muda yang lebih bijak dari para penghuni istana surgawi.


25 wanita itu berasal dari berbagai belahan benua dialam semesta dan dikumpulkan oleh para penguasa dan dilatih secara khusus selama jutaan tahun, karena itu 25 wanita itu memiliki nama-nama yang unik dan juga berbagai fitur wajah yang menarik.


Karena 25 wanita itu lahir dibenua yang berbeda-beda, mereka juga memiliki jenis teknik dan budidaya yang juga menarik, diantara mereka bisa mengunakan sihir yang energinya disebut Mana, ada juga pengguna sihir jarak jauh seperti dikehidupan dibumi, singkatnya itu tidak jauh berbeda dengan berkultivasi hanya saja energi Mana sedikit lambat dalam memanipulasi Element.


Dan sihir yang digunakan Dewi Sri banyak menggunakan mantera dan untungnya Excel memahami dengan mudah, ada juga yang meminjam kekuatan binatang roh yang dibagi menjadi beberapa tingkat, dan lagi-lagi Excel dengan mudah memahami.


Justru 25 wanita itu yang syok saat Excel menunjukan berbagai teknik yang 25 wanita itu miliki, 25 wanita itu semakin antusias untuk belajar dari Excel berbagai macam teknik, akar budidayanya, roh beladiri dan juga wawasan yang melebihi penguasa istana surgawi.


"Tidak sia-sia keputusan yang kita buat kali ini"


"Iya, kak. Oh iya, kak kapan suami kita akan melakukan kewajibannya..."


"Ish, kamu kenapa tidak sabaran, suami kita sudah bilang, kalau kita harus menunggu dulu keputusan semua isterinya yang masih mengikuti turnament beladiri..."


Obrolan 25 wanita itu disaat Excel sedang mengawasi isteri-isterinya yang kini berburu inti binatang, Excel selalu memperhatikan setiap kejadian yang dihadapi tim phoniex diwilayah surga kematian.

__ADS_1


Terlihat 25 wanita itu tidak sabar Excel untuk melakukan kewajibannya sebagai suami, Excel juga tahu keinginan isteri barunya dan sengaja tidak menyentuh mereka seperti yang dia lakukan.


__ADS_2