Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 315 Konflik Keluarga.


__ADS_3

Chapter 315 Konflik Keluarga.


Kisah Ratu Alam Semesta Aurora terjadi sudah sangat lama.


Semenjak kelahiran Yuna Aurora, Galaxy Celosia selalu mengalami fenomena alam yang membuat banyak bencana.


Banyak kehidupan mati secara misterius semenjak Yuna lahir. Karena tuntunan dari pihak keluarga Azalea Aurora dan keluarga besar Hernandes Celosia, akhirnya menyepakati untuk membuang putrinya yang masih berusia 3 bulan.


Awalnya Azalea Aurora menentangnya, tetapi apalah daya dia tidak mampu melindungi putri pertamanya. Dengan berat hati Azalea Aurora sebagai ibu memberikan artefak alami Black Hole kepada putrinya.


Setelah memberikan artefak itu, Azalea Aurora membuang putrinya di kehampaan yang sangat jauh dari Galaxy Celosia. Setelah Yuna dibuang, bencana di Galaxy Celosia menghilang dan kedamaian pun akhirnya kembali lagi.


Dengan artefak Black Hole, Yuna mendapatkan perlindungan dan merawatnya hingga dia dewasa. Kedua orang tuanya hanya tahu jika artefak itu memiliki ruang perlindungan, tetapi mereka tidak mengetahui jika di dalam artefak itu memiliki sesuatu kelebihan.


Yuna kembali membalikkan badannya setelah melepaskan diri dari pelukan suaminya. Dengan menghela nafas Yuna menguatkan hatinya menghadapi kedua orang tuanya.


"Aku sudah memutuskan untuk mengikuti suamiku. Terima kasih sudah melahirkan aku, walau kalian tidak pernah membesarkan aku." kata-kata Yuna membuat kedua orang tuanya shock, mereka tidak menyangka putrinya lebih memilih pria yang tampak lemah.


"Benar-benar anak durhaka. Memang layak dibuang." jawab Kaisar Hernandes Celosia sangat kasar dan perkataan itu menyayat hati Yuna.


"Hahaha... Baiklah aku terima tantangan kamu. Namun, aku tidak akan melawanmu, tetapi pria dibelakang kamu. Jika aku menang kamu harus mengikuti semua perintah ku" Kun Tianba tertawa terbahak-bahak saat mendengar keputusan calon isterinya, ia segera menerima tantangan Yuna, karena tidak ingin kehilangan wanitanya


Di pihak Ratu Yuna hanya geleng-geleng kepala, mereka sudah tahu hasilnya jika Kun Tianba menargetkan Guru Agung. Yuna hanya menghela nafas melihat kebodohan Kun Tianba.


"Kamu..."


"Baik aku menerima tantanganmu, tapi ini tantangan hidup dan mati. Bagaimana?" sela Excel sebelum Yuna berbicara kepada Kun Tianba.


"Hahaha. Aku suka pria seperti ini. Walaupun lemah masih tidak mundur. Baik aku setuju. Keluarlah dari energi perlindungan ini." Kun Tianba tertawa lagi saat mengetahui lawannya menerima tantangan dia.


"Jika aku menang, kalian semua akan aku bunuh, hanya kedua orang tua itu yang akan hidup dan bisa kembali ke alamnya." Excel tersenyum misterius dan berbicara kepada Kun Tianba dan kedua orang tua isterinya.


"Kamu anak muda yang terlalu tinggi pada dirinya sendiri, apa bisa membunuh 30 miliar prajurit ku dan prajurit Kekaisaran Nebula. Hahaha... Apalagi dengan jumlah pasukan kalian yang hanya berjumlah 8 miliar lebih." Kaisar Hernandes Celosia mencemooh ucapan Excel, dia mengganggap anak muda didepannya tidak bisa mengukur kekuatan lawannya.


"Sudah-sudah. Anak muda, aku tidak tahu darimana rasa percaya dirimu datang, jika kamu bisa mengalahkan Kun Tianba, kamu bisa hidup dengan damai, tetapi untuk putriku, aku tetap membawanya kembali." Ratu Azalea Aurora menghentikan perdebatan suaminya, menantu dan Excel.


Tetapi perkataan Azalea Aurora hanya sepihak, dan tetap membawa putrinya kembali, walau Yuna sudah menolaknya.


"Tidak, aku tetap bersama suamiku. Dan apa yang dia katakan, lebih baik kalian semua berhati-hati. Lihat dinding energi pelindung ini... " jawab Yuna kepada ibunya, dan mengingatkan agar tidak meremehkan ucapan suaminya.


"Baik kita mulai. Bersiap-siaplah..." sebelum semuanya mencerna perkataan Yuna, Excel buru-buru berbicara.


Zlappp


"Sialan....." Kun Tianba kaget, saat Excel sudah muncul di depannya. Kun Tianba segera melesatkan pukulan ke wajah musuhnya.


Wushhhh


Boom....


"Apa hanya ini kekuatan kamu, kenapa aku tidak merasakan kekuatan hebat kamu." ejek Excel dengan menahan pukulan kepalan tangan Kun Tianba dengan 1 jari telunjuknya.


"Sialan..." Kun Tianba buru-buru mundur, kuatir musuhnya menyerang balik.


Kun Tianba kaget saat merasakan kekuatan musuhnya di luar imajinasinya. Hernandes Celosia, Azalea Aurora, Paman Kun Shen dan semua orang dari kedua Galaxy juga kaget.


Zlappp...


Excel kembali muncul di depan Kun Tianba, sontak jantung semua musuh berdetak kencang, mereka kuatir akan keselamatan Putra Mahkota Kaisar Kun Nebula terbunuh ditangan Excel.


"Kalian semua jangan bergerak. Ini sudah pilihan Kun Tianba sendiri untuk bertarung sampai mati." cegah Yuna kepada kedua orang tuanya dan semua musuhnya.


Zlappp... Zlappp


Kun Tianba selalu mundur dan mundur lagi, disaat Excel terus menerus muncul dihadapannya. Excel tersenyum dan sengaja mempermainkan Kun Tianba.


"Sial, sial... Dia menyembunyikan kekuatannya..." batin Kun Tianba yang selalu Menghindari agar tidak dekat dengan musuhnya.


"Katamu aku lemah, kenapa kamu hanya mundur dan mundur saja. Ini wajahku, cepat pukul..." kata Excel yang muncul lagi di depan Kun Tianba, dengan mencondongkan wajahnya tepat di wajah Kun Tianba.


"Bamm... Aaahhhh"


Kun Tianba berteriak kesakitan saat dahinya terbentur dahi Excel, Kun Tianba melesat kebelakang.

__ADS_1


Zlappp...


Excel menghilang dan muncul di depan Kaisar Hernandes Celosia. Sontak Kaisar Hernandes Celosia kaget, ia tidak menyangka dengan kecepatan suami dari putrinya sangat cepat.


"Bammm.... Aaahhhh" Kaisar Hernandes Celosia berteriak kesakitan saat kepalan tangan kanan Excel memukul perutnya. Tidak berhenti disitu, dengan menggangkat dan memutar kaki kanannya, Excel menendang dada Ratu Azalea Aurora dengan tumitnya.


"Boommm... Akkkhhh" Ratu Azalea Aurora berteriak kesakitan saat dadanya terkena tumit. Sekali lagi Excel menghilang dan muncul di depan musuh yang berpotensi berbahaya.


Zlappp... Zlappp... Zlappp


"Banggg... Banggg... Banggg..."


Excel menghajar semua orang yang memiliki kekuatan di atas Half Alfa, kecepatannya sudah di luar nalar perhitungan angka, banyak musuhnya yang tidak bisa bereaksi dengan cepat untuk menghindarinya, tiap tendangan dan pukulan mengenai tubuh mereka.


"Terlalu lemah..." ucap Excel setelah menghajar banyak musuhnya, sengaja Excel tidak segera membunuh mereka.


"Hah, suamiku... Selalu saja menipu musuhnya." gumam Yuke saat melihat suaminya memukuli mereka dengan kejam, tidak perduli pria atau wanita.


Yuke heran dengan cara suaminya yang selalu berpura-pura lemah, dan hanya untuk mengelabui cara pandang setiap orang terhadapnya.


"Huff, untung saja..." gerutu Yuna yang sempat kaget saat Excel muncul di depan ayahnya. Yuna kira suaminya akan membunuh kedua orang tuanya.


"Hahaha, Ayah selalu begitu, mempermainkan perasaan orang" Xiang Ri Kui tertawa melihat aksi Guru Agung.


"Hahaha, kamu mengingatkan aku, saat aku bertemu dengannya untuk pertama kali, aku mengira Guru Agung sangat lemah." Raja Suzaku juga ikut ketawa mendengar perkataan Leluhur Ras Ashura.


Lalu Excel melihat Kun Tianba yang sedang menyetabilkan kondisinya, setelah terbentur dahinya. Lalu Excel mengambil pedang Semesta di dada kanannya. Seketika aura menindas dari pedang Semesta dirasakan semua orang, aura itu mengeluarkan niat haus darah.


"Ayo kita bantai mereka semua, biarkan kedua orang tua isteriku saja yang masih hidup. Ambil barang bawaan mereka yang kalian bunuh, itu hasil jarahan kalian... Hahaha." Excel memberi perintah kepada pasukan dan pendukungnya, dia tertawa terbahak-bahak saat sifat haus darah telah menguasainya.


"Bangsattt... Orang macam apa dia... Uhuk... Uhuk..." umpat Kaisar Hernandes Celosia setelah menerima pukulan diperutnya, dia terbatuk-batuk setelah berbicara.


"Dia sangat kuat, jika dia mau, dia bisa membunuh kita dengan mudah. Pantas putri kita memilihnya." Ratu Azalea Aurora ikut berkomentar dengan memegang dadanya yang ditendang oleh Excel.


Mendengarkan Excel memerintahkan pasukannya untuk menyerang, Kaisar Hernandes Celosia juga tidak tinggal diam, dengan jumlah pasukannya yang lebih banyak, Kaisar Hernandes Celosia yakin akan kemenangannya.


"Prajurit, bunuh mereka semua." perintah Kaisar Hernandes Celosia kepada pasukannya.


"Serbuuuu...."


"Kwakkkk.... Hidup Raja Binatang..." Fung juga bersemangat dan mengajak seluruh pasukan binatang buas.


"Roarrr... Demi Raja ku..." Singa Mistik Ungu meraung keras dan ikut berjuang demi harga diri Raja Binatang.


"Bajingannnn... Aku Bunuh kalian..." Kun Tianba sangat marah, ia tidak pernah dirinya dipermalukan seperti ini.


Zlappp...


"Hallo, ada ucapan terakhir..." Excel muncul di depan Kun Tianba dan berbicara kepadanya.


"Sial..."


Kun Tianba kaget dan mengumpat, dia mundur karena nalurinya, detak jantungnya berdetak kencang.


Melihat Putra Mahkota dalam bahaya, segera para Jendral, Paman Kun Shen, pengawal dan kedua mertuanya segera menghampiri Kun Tianba.


"Apa ucapan terakhir kalian? Khusus kalian berdua, aku akan buat kalian lumpuh" ujar Excel kepada pada semua orang yang melindungi Kun Tianba.


Zlappp... Zlappp...


Yuna dan Yuke muncul disebelah suaminya.


"Suami, biar kita berdua yang mengurusnya." pinta Yuna kepada suaminya, Yuna tidak mau suaminya menyiksa kedua orang tuanya, tetapi untuk Kun Tianba dan yang lainnya, Yuna tidak perduli.


"Tapi untuk kutu busuk itu, aku ingin menyiksanya." jawab Excel dengan menunjuk kearah Kun Tianba dengan pedang Semesta.


Pedang Semesta bergetar bahagia saat tuannya akan memberikan makanan baginya. Merasakan tekanan yang kuat keluar dari pedang Semesta, membuat bulu kuduk merinding, dan semua orang bergerak mundur untuk mengurangi tekanan yang terpancar dari pedang Semesta.


"Kamu jangan berlebihan, dia adalah putra mahkota kekaisaran Nebula." kata Kaisar Hernandes Celosia kepada Excel.


"Oh iya aku lupa memberitahu kalian, disaat kalian kesini, Galaxy Nebula mengalami bencana meteor selama 100 ribu tahun... Hahaha. Sebenarnya aku ingin segera memusnahkan Galaxy Nebula, tetapi niatku aku urungkan, lebih nikmat jika aku memberikan kutukan bencana kepada Galaxy itu... Hahaha." perkataan Excel mengejutkan semua orang kecuali semua isterinya.


Yuna dan Yuke merasakan perbedaan suaminya yang tidak biasanya, mereka berdua merasa kuatir dengan perubahan sikap Excel yang menjadi haus akan darah dan auranya juga berubah. Aura yang Excel keluarkan adalah aura kegelapan dan kematian.

__ADS_1


"Mustahil, kamu pasti berbohong. Kamu hanya ingin dianggap hebat oleh isteriku" balas Kun Tianba dengan menunjuk kearah pria yang sangat dia benci. Didepan Kun Tianba, ada Paman dan beberapa Jenderal yang melindunginya, sedangkan kedua mertuanya berada di sisi kanan dan kirinya.


"Terserah percaya atau tidak, jika kalian bisa hidup hari ini, kalian akan mengetahuinya... Hahaha." jawab Excel kepada Kun Tianba dan tertawa sambil menebas udara dengan pedang Semesta miliknya di depan mereka.


Swoshhh....


"Awas..."


Boommmm....


"Aaahhhh...."


Beberapa jendral memblokir serangan acak oleh Excel dengan pedangnya, mereka berteriak karena tidak mampu menahan kekuatan pedang Semesta.


"Ckckck... Baru segitu saja sudah kesakitan, padahal aku belum mengeluarkan 1 persen kekuatan ku." Excel berdecak lidah dengan geleng-geleng kepala saat melihat kedua lengan para Jenderal sudah berdarah dan bergetar.


Ucapan Excel membuat musuhnya menjadi ketakutan, bahkan Kaisar Hernandes Celosia dan Ratu Azalea Aurora juga bergidik ngeri melihat suami putrinya sangat kuat


"Jika kalian ingin hidup serahkan kutu busuk itu." pinta Excel kepada mereka agar menyerahkan Kun Tianba.


"Bodoh. Biarpun kamu kuat, kami tidak akan menyerahkan Putra Mahkota Kekaisaran Nebula." jawab Kun Shen kepada Excel dengan tegas, ia juga mengeluarkan senjata sabit ganda. Sebagai Paman, Kun Shen jelas akan selalu melindungi keponakannya.


Demikian juga dengan kedua orang tua Yuna dan para Jenderal, mereka mengeluarkan senjata andalannya. Kali ini mereka sudah bersiap menghadapi Si Excel dan melindungi Kun Tianba.


"Baik, jika itu mau kalian..." jawab Excel dengan sorot mata yang tajam menatap Kun Tianba, lalu keluar sinar dari kedua matanya dan...


Boom... Boom


"Akkkhhh..."


Kun Tianba berteriak kesakitan saat kedua lengannya meledak secara tiba-tiba, shock jelas terlihat di wajah setiap orang yang melindungi Kun Tianba.


"Bajingannnn..." teriakan amarah para Jendral dan Kun Shen, mereka langsung menyerang Si Excel secara bersamaan.


Wushhhh


"Yang Mulia, bawa pergi Putra Mahkota, kita akan menunda dia." perintah Kun Shen kepada Kaisar Hernandes Celosia dan Ratu Azalea Aurora sebelum dia menyerang orang yang telah melukai Kun Tianba.


Tanpa banyak bicara, kedua orang tua Yuna membawa menantunya yang menahan rasa sakit, dan merobek kekosongan berniat untuk kabur.


"Suami, biar aku yang..."


Zlappp


Excel menghilang dari samping Yuna, sebelum Yuna selesai berbicara kepada suaminya. Sontak Yuna ketakutan jika Excel menargetkan juga kedua orang tuanya.


"Yuke, kamu hadapi mereka, aku akan menyusul suami kita..." perintah Yuna kepada Yuke. Yuna juga menghilang dari tempatnya.


"Sial, cepat sekali dia, ayo kita halangi dia." kata Kun Tianba kepada para Jenderal dan pengawal Putra Mahkota.


"Jangan harap bisa menghalangi suamiku" suara Yuke membuat Kun Shen dan para Jendral merinding.


Zlappp


Bang... Bang...


Yuke menghilang dan menghalangi Kun Shen dengan memukul pipinya, setelah itu Yuke dengan cepat memutar tubuhnya dan menendang kepala para Jendral.


"Saudari aku akan membantumu..." Qinglin beserta He Hua, Ratu Api Ashura, Shuwan, Seng Huaran, Seng Qiao dan 25 Dewi-Dewi segera mengepung Kun Shen, 5 jendral dan 5 pengawal.


"Kalian urus mereka, aku akan menyusul suami kita." kata Yuke yang kuatir kepada Ratunya dan suaminya.


"Percayakan pada kami." jawab Qinglin kepada Yuke, seketika Yuke menghilang dan menyusul Ratu Yuna.


Pasukan kedua Galaxy dan pasukan dari Alam Semesta Aurora juga pertarungan habis-habisan, walau jumlah pasukan di pihak Ratu Aurora kalah jumlah, mereka memiliki basis kultivasinya yang lebih tinggi, apalagi dengan dukungan pasukan wanita dan kapal perang BESD1.


Boom... Boom


Ledakan energi terus menggema di luar angkasa, setiap serangan nyawa melayang. Pasukan dari Alam Semesta Aurora dengan ganas membantai musuhnya. Mereka adalah orang-orang pilihan yang sudah memiliki kekuatan yang mumpuni untuk peperangan ini.


"Formasi Battle Will, Badai Tornado" teriakan Zhou Mei kepada pasukan wanita. Segera pasukan wanita berjumlah 400 ribu membuat formasi melingkar dan berputar-putar searah jarum jam.


4 juta lebih pasukan wanita, telah dibagi menjadi 10 tim, setiap tim di pimpin seorang komandan. Komandan itu adalah Zhou Mei, Ling Xuan, Ji Yan, Hu Ru Ming, Xue Rong, Xue Long, Li Que, Tang Ran Moon, Xiao Mei Xing dan Bai Chu.

__ADS_1


(Author : kisah Ratu Yuna akan saya kupas di session kedua. Jangan lupa tinggalkan jejak, dukungan dari sobat pembaca sangat membantu saya dalam melanjutkan perjalanan Excel dan Yuna. Salam.)


__ADS_2