Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 172 Land Of Chaos.


__ADS_3

Chapter 172 Land Of Chaos.


Semenjak menghilangnya pemimpin di wilayah tengah situasi menjadi kacau, banyak pertempuran dimana-mana, banyak rakyat jelata atau keluarga kecil mengungsi di wilayah lain yang lebih aman seperti wilayah dongbo dan wilayah Nanbu karena wilayah itu yang paling dekat dengan wilayah tengah.


Kekaisaran Dongbu banyak mengirim pasukannya diperbatasan wilayah tengah, tujuan menempatkan banyak pasukan diperbatasan agar situasi kekacauan tidak sampai merembet kewilayah timur, demikian juga wilayah selatan yang dipimpin oleh kaisar Nanbu.


Untuk wilayah barat dan Utara hanya mengirimkan murid-murid Sekte maupun akademi demi melatih mereka untuk mendapatkan pengalaman, sejak menghilangnya pemimpin wilayah tengah, semua kompetisi dihentikan sementara waktu hingga wilayah tengah memiliki pemimpin lagi.


Semenjak 2 bulan setelah Kaisar Zhongbu melarikan diri kealam puncak, banyak Sekte yang saling berebut wilayah dan menunjukkan kekuatan mereka yang selama ini telah dipendam, bahkan klan besar maupun keluarga kecil membentuk aliansi untuk menjadi kuat maupun yang ingin melindungi wilayah pribadi mereka.


Kini wilayah tengah memiliki sebuah nama baru yaitu Land of Chaos, seperti namanya tanah kekacauan banyak pertumpahan darah diwilayah tengah, tak terhitung banyak orang terluka dan juga nyawa melayang demi kekuasaan.


Sebenarnya disaat 4 Kaisar bertemu di istana Dongbu, mereka memilih Excel menjadi satu-satunya pemimpin wilayah tengah yang lebih layak, mengingat perbuatannya menyelamatkan benua dewa dari bencana akibat serangan dewa absolute yang ingin menghancurkan tim phoniex pada waktu berlangsungnya turnament antar master.


Sayang sekali Excel menolaknya, jika sebelum sistemnya diambil oleh pemilik sebenarnya dia pasti dengan senang hati mau menjadi penguasa diwilayah tengah tanpa menolaknya, sekarang Excel terbebas dari misi apapun yang diberikan oleh sistem atas perintah Ratu alam semesta, karena dengan kekuatan Excel sekarang melakukan apapun di alam semesta aurora sangatlah mudah.


Selama 2 bulan itu Excel, Yuna dan Yuke hanya mengawasi alam semesta aurora tanpa ikut campur dalam urusan mereka, Excel sudah banyak membantu memulihkan kondisi alam semesta aurora menjadi normal lagi, itu saja sudah sangat membantu banyak kehidupan mahkluk di alam ini.


Semua keluarga Excel tidak ketinggalan dalam tugas yang diberikan kepada tim phoniex untuk membantu Chu Hua dan menghapus Sekte Cheng dan sekaligus menyetabilkan wilayah tengah.


Bagi Excel, Yuna, Yuke, Seng Qiao, Seng Huaran, Shuwan, Qinglin dan 25 dewi-dewi itu seperti permainan anak-anak saja, karena itu mereka tidak ikut campur dalam tugas tim phoniex.


Excel lebih memilih berkultivasi ganda dengan 32 isterinya didalam dunia jiwa dan tidak kuatir tentang keselamatan keluarga besarnya yang sedang menuju wilayah tengah dengan kapal BESD1.


Sebuah kapal raksasa bersembunyi didalam mode kamuflase diketinggian 30 ribu meter dari permukaan tanah sedang memindai wilayah tengah, dengan Chu Hua sebagai pemandu dengan mudah menemukan tempat clan Chu berada.


Dilihat dari atas, clan Chu sedang pertempuran dengan sengit, melihat itu tubuh Chu Hua bergetar dan air mata mengalir, mengetahui kondisi Chu Hua yang tidak tenang segera Zhou Mei menenangkan hatinya.


"Saudariku, kamu jangan kuatir. Ayo kita segera bertindak... Paman Hu Bai dan paman Gaibian segera kerahkan pasukan naga membantu clan Chu, kami akan membantu untuk membantai anggota Sekte Cheng." perintah Zhou Mei sebagai wakil Poppy yang terlalu malas untuk berbicara, Poppy hanya duduk di kursi komando yang biasanya diduduki Excel karena dia kali ini sebagai kaptennya.


Qin Yang dan Qin Zhu bertugas mengawasi jika ada hal yang tidak terduga, mereka berdua juga duduk disampingnya Poppy, kapal BESD1 kini memiliki 3 kursi komandan utama yang diperuntukkan untuk Ratu Yuna dan Yuke, 2.500 personil sebagai tim pendukung untuk melindungi pasukan wanita dan pasukan pria.


"Ibu, apa kita tidak menggunakan mini star ship saja agar mudah mengalah mereka." tanya Jun Xia anak dari Li Xia.


"Hehehe, itu tidak seru... Kita sekarang punya sayap dan teknik baru yang belum pernah kita coba untuk bertarung yang sebenarnya, apa kalian tidak ingin mengujinya...?" jawab Zhou Mei yang ingin sekali menggunakan sayap dan teknik telekenesis yang mampu membunuh lawan dengan diam-diam.


"Aah, aku lupa...ayo kita segera kita berangkat"


"Hahaha... Baiklah kita menuju hanggar"


Segera semua orang berkumpul di hanggar, "cheess" suara pintu hanggar terbuka dan segera pasukan wanita, anak-anak mengeluarkan sayapnya, demikian pasukan naga yang juga memiliki sayap dipunggungnya.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


100 ribu lebih orang segera meluncur kebawah dari ketinggian 30 ribu, cahaya kelap-kelip terlihat seperti kunang-kunang dimalam hari padahal saat ini siang hari, cahaya itu efek dari sayap transparan yang menggunakan energi Qi sebagai penggeraknya.


Booommm


Suara ledakan pertempuran antara clan Chu dan penjajah terdengar sangat jelas, Patriack clan Chu sedang bertarung dengan 2 orang pria usia 50 tahun lebih.


"Hahaha...menyerah saja paman, Sekte Cheng sudah berbelas kasih tindak menuntut dirimu karena melanggar perjanjian pernikahan keponakanmu dengan pemimpin kita."


"Jangan berlebihan, jika Tuan muda Excel marah itu bencana buat kalian" gertak Patriack Chu yang ingin membuat murid inti dari Sekte Chu takut.


"Hahaha... Jika dia perduli pasti sudah lama akan membantu kalian...hahaha. Lihat keadaan keluargamu sekarang, sungguh memprihatinkan... Mana Tuan muda itu yang kamu bangga-banggakan..."


"Kami disini, mati atau menjadi cacat"

__ADS_1


Suara anak kecil bergemuruh seperti Sambaran petir disaat murid inti dari Sekte Cheng itu berbicara dan menantang Excel.


Suara melengking dari Jun Peijing membuat semua orang yang bertarung berhenti dan mendongakkan keatas, mereka langsung terkejut melihat banyak orang wanita dengan sayap seperti kupu-kupu yang cantik, tetapi setelah melihat mereka membuat orang dari Sekte Cheng ketakutan.


Semenjak wajah Chu Hua terlihat dibatu prasasti sedang berkumpul bersama keluarga besar Excel yang menyelamatkan benua dewa dari serangan telapak tangan dewa absolute, membuat banyak kekuatan menghindari clan Chu, apalagi Chu Hua sudah mengabari jika dirinya telah menjadi isteri Excel membuat banyak kekuatan ingin membuat aliansi dengan klan Chu.


Tetapi melihat tidak adanya kepedulian Excel kepada clan Chu membuat banyak kekuatan berpikir ulang, terutama Sekte Cheng yang ingin mencaplok clan Chu menjadi bagian kekuatan Sekte Chu.


Excel bukannya tidak perduli, hanya saja dia lebih memperhatikan hal-hal yang lebih penting, Excel juga selalu mengawasi benua Dewa karena itu dia meminta pasukan wanitanya untuk memusnahkan Sekte Cheng disaat Sekte Cheng mengulurkan tangannya terhadap klan Chu.


Semua orang sangat mengenal wajah tim phoniex yang wajahnya selalu diabadikan disetiap batu prasasti sebagai jenius dibenua dewa, siapa saja tidak akan melupakan keganasan tim phoniex Junior dan juga tim phoniex senior.


"Sialan...kabur" perintah dari ketua yang dari tadi hanya diam mengawasi murid dan anggota sekte Cheng bertarung dengan anggota klan Chu.


"Pasukan jangan pernah lepaskan mereka"


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


"Booommm" kecepatan pasukan wanita semakin cepat, ledakan terdengar saat kepalan tangan maupun senjata membunuh anggota sekte Cheng yang ingin melarikan diri.


Chu Hua segera menemui keluarganya disaat saudari-saudarinya, putri-putrinya dan pasukan naga membantai banyak anggota sekte Cheng dengan ganas.


Patriack clan Chu yang melihat bantuan datang tiba-tiba segera berlutut ditanah karena kelelahan dan juga senang, dia menangis merasakan bebannya terangkat berkat bantuan dari menantunya yang selalu dia harapkan untuk melindungi clan Chu.


"Paman, apa baik-baik saja" kata Chu Hua setelah tiba disamping pamannya dan langsung membantu pamannya untuk berdiri, Chu Hua menahan air mata agar tidak terlihat lemah.


"Hehehe, aku baik-baik saja, hanya saja banyak keluarga kita terluka parah..."


"Paman, istirahat saja, biar kami yang mengambil ahli mulai sekarang, maaf aku terlambat datang"


"Ini ambil untuk menyembuhkan keluarga kita, ada Pill pemulih energi, pill penyembuh luka dalam dan juga salep untuk luka luar...Paman bagi secara merata." kata Chu Hua dan segera melihat disekitarnya dan langsung mengepakkan sayapnya dan melesat menyusul tim phoniex yang mengejar anggota sekte Cheng yang kabur.


"Hah, sungguh beruntung aku mengulur waktu agar Chu Hua bisa menghindari bandot tua itu...jika tidak mungkin nasibnya tidak sebagus saat ini. Hah... Tuan muda Excel sangat luar biasa memberikan sayap dan banyak teknik kepada ponakanku..." gumam Patriack Chu dengan mendesah saat melihat keponakannya telah memburu anggota sekte Cheng, lalu paman Chu Hua melihat cincin penyimpanan dan terkejut dengan banyaknya pil dan juga salep.


"Astaga... Ini..."


"Booommm"


"Hahaha... Pengecut, Sekte hitam seperti kalian hari ini akan musnah..." suara Qiaofeng terdengar setelah meledakan tubuh musuhnya.


"Paman, kalian atur sebagian pasukan naga untuk berjaga di clan Chu dan sebagian langsung menuju Sekte Cheng" kata Shu Peijing kepada Hu Bai dan Gaibian.


"Hahaha... Baik boss." kata Paman Hu Bai dengan ketawa, sudah lama dia ingin bertarung karena sudah lama berkultivasi dan juga berlatih banyak teknik dan selama itu belum pernah bertarung dengan pertempuran yang sesungguhnya, sebagai ras macan putih darah bertarungnya segera mendidih disaat mencium bau darah demikian juga dengan Gaibian yang memiliki garis darah ras rubah yang selalu ingin menonjolkan dirinya menjadi yang terbaik.


"Paman jelek, mati. Teknik penghisap"


Wuuuuussshh


"Aaaakkhh...tidaak"


"Booommm" teriakan Jun Yu langsung menarik tubuh seorang pria dari jarak 10 meter disaat dia terbang diatas pria itu, tanpa ampun Jun Yu mengepalkan tangan kecilnya dan memukul dengan energi Qi saat pria itu berjarak 4 meter.


Pria itu langsung mati dengan lubang dipunggungnya dan menembus meledakan jantungnya, tiba-tiba batu prasasti dipuncak awan abadi muncul dan nama Jun Yu dengan membunuh orang untuk pertama kali dilihat banyak orang.


Batu prasasti juga mencatat nama-nama jenius dibawah usia 200 tahun yang menonjol, apalagi berhasil membunuh lawannya. Secara otomatis nama jenius itu dan angka membunuh akan ditampilkan dibatu prasasti.


Puncak awan abadi adalah sebuah gunung tertinggi dibenua Dewa, disana telah tertanam batu prasasti pencatat setiap nama jenius yang menonjol. Jika ada peristiwa baru batu prasasti itu akan memunculkan cahaya berhologram yang besar dan bisa dilihat diseluruh benua dewa, jika tidak bisa dilihat maka batu-batu prasasti yang ditanam disetiap wilayah benua dewa juga akan memunculkan nama jenius itu dan angka hasil jenius itu membunuh kultivator.

__ADS_1


"Astaga... Usia belia mampu membunuh orang..."


Seluruh orang dibenua Dewa langsung kaget mengetahui Jun Yu membunuh orang, batu prasasti selalu aktif bergeser dan nama-nama jenius tim phoniex junior dan senior yang selalu bergerak naik turun.


"Akhirnya tim phoniex turun tangan diwilayah land of chaos..."


"Booommm" ledakan demi ledakan energi Qi membantai banyak anggota sekte Cheng yang lari terbirit-birit, bodohnya mereka berlari menuju istana Zhongbu dimana Sekte Cheng dan aliansi menguasainya yang mempermudah pasukan wanita dan pasukan naga menghapus Sekte Cheng.


Mengetahui jika banyak anggotanya yang dia perintahkan untuk menundukkan clan Chu diburu tim phoniex, membuat Sekte Cheng segera ketakutan dan mulai mengumpulkan banyak anggotanya yang mencapai 3 juta lebih anggota aliansi.


Pondasi kekuatan Sekte Cheng sangat kokoh karena telah berdiri jutaan tahun, disaat masa dewa perang dulu Sekte Cheng hanya keluarga kecil yang terdiri dari beberapa puluh orang, berkat bisnis ilegal yang dibangun leluhurnya membuat Sekte Cheng semakin kuat.


Segera dinding pelindung istana dipenuhi banyak orang dan sebagian menunggu tim phoniex datang, berkat batu prasasti Patriack Cheng mengetahui jika tim phoniex pasti akan menuju ke wilayahnya.


"Sial...sial. Kenapa tim phoniex ikut campur kali ini" umpatan anggota sekte yang sedang menunggu didepan gerbang pintu masuk istana Zhongbu.


"Apa kamu lupa jika calon selir pemimpin kini menjadi isteri pria muda itu."


"Pasti. Siapa yang bisa melawan dia... Astaga ini akhir kita."


"Booommm"


Disaat banyak anggota sekte Cheng sedang menggerutu tindakan pemimpin yang memprovokasi penyelamat benua Dewa, ledakan terdengar dari kejauhan dan banyak cahaya seperti kunang-kunang dimalam hari sedang menuju kearah mereka.


"Bersiap, mereka telah tiba" perintah seorang ketua Sekte Cheng kepada seluruh anggotanya yang telah menunggu tim phoniex datang.


"Ketua, apa tidak sebaiknya kita menyerah saja... Kaisar Zhongbu saja ketakutan dan kabur dari kemarahan Tuan muda Excel..."


"Diam, ini perintah dari pemimpin. Apa kalian mau hasil jerih payah leluhur kita membangun Sekte Cheng jutaan tahun hancur. Kita harus memperjuangkan hingga tetesan darah terakhir, jadi apapun yang terjadi kita harus berusaha melawan badai." bentak ketua pertama kepada salah satu ketua, dia juga tahu hasil dari pertempuran ini.


"Hah"


Tanpa menjawab Ketua itu hanya bisa mendesah karena dia hanya bisa mematuhi ketua pertama, Patriack Cheng yang terkenal licik sudah bersembunyi dan tidak peduli dengan seluruh anggotanya yang akan mati sia-sia ditangan tim phoniex.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Segera pasukan phoniex dan pasukan naga datang dengan melayang diudara, sayap transparan dipunggungnya membuat mereka seperti kupu-kupu yang cantik dan indah, semua orang terpesona dengan penampilan anggun tim phoniex.


Didepan tim phoniex dan pasukan naga tim phoniex junior melayang dengan memegang senjata andalan mereka, Jun Mei sebagai putri tertua Excel berdiri didepan adik-adiknya.


"Menyerah atau mati. Sekte hitam tidak layak berdiri dialam semesta dengan mengorbankan banyak nyawa bayi untuk mencapai kekuatan, memperjual belikan budak dan masih banyak lagi kejahatan kalian." Qiaofeng yang melayang diudara berjajar dengan Jun Mei, segera mengungkapkan segala kejahatan Sekte Cheng selama ini.


Mendengarkan perkataan itu segera membuat semua orang dibenua dewa ikut marah, walau mereka tidak bisa mendengarkan perkataan Qiaofeng dari bahasa bibir masih bisa dimengerti.


Ketua pertama kaget saat rahasia Sekte mereka diketahui, karena kaget ketua pertama sampai berjalan mundur tanpa dia sadari, insting sebagai kultivator lama memberikan peringatan agar dia mundur dan kabur, dia tahu konsekuensinya jika rahasia Sekte Cheng terbongkar lawannya tidak hanya satu melainkan miliaran orang dibenua dewa akan memusnahkan Sekte Cheng.


"A-apa buktimu, bajingan...kamu telah memfitnah Sekte kami" setelah menenangkan diri ketua pertama menjawab perkataan Qiaofeng walau dia ketakutan.


"Apa perlu pencarian jiwa agar semua orang tahu segala kejahatan Sekte Cheng... Hah. Aku sudah katakan menyerah atau mati." balas Qiaofeng dengan membentak ketua itu.


"I-itu... Tidak kamu telah memfitnah kami."


"Bodoh"


Segera Qiaofeng mengulurkan tangan kanannya kearah ketua itu yang berjarak 25 meter didepannya, ketua itu merasakan tubuhnya bergerak maju dengan sendirinya tanpa bisa dia kendalikan.

__ADS_1


__ADS_2