
Chapter 239 Mempermainkan banyak orang.
"Dengan begini kamu akan bebas bertarung tanpa kuatir membuat ku mati. Ayo kita mulai, kamu maju dulu atau aku yang mundur." kata Excel kepada Mu Liang, perkataan Excel membuat orang ingin ketawa, apa bedanya lawan kamu suruh maju tapi kamu malah mundur...!
"Huff... Kamu maju dulu, dan jangan banyak bicara." Mu Liang mendengus kesal dengan ucapan Excel yang meremehkan dirinya.
"Apa kamu yakin?"
"Sudah jangan banyak bicara, kamu maju dulu...." balas Mu Liang yang semakin kesal.
"Hehehe... Baiklah jika itu maumu..." jawab Excel dengan menyempitkan matanya.
Bang
Wuuuuussshh
"Boom..." tiba-tiba Mu Liang terhantam dadanya hingga terpental dan berguling-guling diubin arena, ledakan disaat tubuhnya terbanting, semua orang tercengang melihat Mu Liang terkena serangan tanpa melihat Excel bergerak, semua orang melihat Excel yang hanya diam saja dengan tersenyum seakan-akan dia bukan pelakunya.
Ketiga leluhur suci juga kebingungan karena melihat Excel tidak bergerak, tetapi Mu Liang seperti terkena pukulan yang sangat keras.
"Bagaimana prosesnya itu terjadi, aku tidak melihat fluktuasi energi saat Excel menyerang Mu Liang...!"
"Aku juga selalu memperhatikan setiap gerakan bocah nakal itu, aneh...!" kata Lu Bai yang selalu jeli melihat pergerakan setiap orang yang bertanding.
"Sialan.... Bagaimana kamu melakukannya?" bentak Mu Liang dengan bangkit kembali, dadanya terasa sakit dan panas.
"Hehehe... Aku tidak melakukan apapun. Kamu saja yang berpura-pura terpental." Excel terkekeh dan menjawab pertanyaan Mu Liang.
"Bohong, jelas-jelas aku merasakan serangan dari depan, siapa lagi jika bukan kamu yang menyerang ku..." Mu Liang sangat marah dirinya dipermainkan oleh bocah nakal ini, dia ingin menggunakan racun tetapi kuatir dengan jika racun yang dilarang ini akan diketahui oleh ketiga leluhur suci, jika leluhur suci tidak datang sudah pasti sejak awal dia gunakan racun yang dia dapatkan dari suatu tempat, kehadiran leluhur suci sudah diluar rencananya dan keluarga Mu, mereka pikir leluhur suci tidak datang melihat pertarungan ini, siapa sangka rencananya hancur total gara-gara datangnya leluhur suci.
"Terserah jika kamu tidak percaya. Baiklah aku akan maju...."
Zlaaapp
Excel tiba-tiba menghilang dan muncul dibelakang Mu Liang, "Boom... Boom... Boom..." seketika ratusan pukulan menghujani tubuh Mu Liang tanpa ampun, "aaakkk... " Mu Liang berteriak kesakitan saat banyak pukulan yang mengenai seluruh tubuhnya, ledakan demi ledakan memborbardir tubuhnya.
"Mustahil....."
"Astaga... I-ini kekuatan diatas kita..."
Ketiga leluhur suci langsung kaget hingga bangkit dari tempat duduknya saat melihat Mu Liang dihantam oleh pukulan tak kasat mata, kekuatan ini hanya bisa dilakukan diatas kekuatan Sang Void, kemudian ketiga leluhur suci melihat kearah Yu Guan ingin tahu apakah dia menyembunyikan sesuatu dari mereka, melihat wajah Yu Guan yang tersenyum masam dan mengeleng-gelengkan kepalanya tanda dia juga tidak tahu apa-apa tentang kekuatan Excel.
Cai Wenji juga kaget walau dirinya pernah melihat kekasihnya melakukan hal yang sama pada Genji komandan penjaga tingkat pertama, hingga terluka parah, sampai saat ini masih terbaring.
Bruuukkk
Mu Liang langsung terjatuh dan pingsan dengan darah mengalir dari sudut mulutnya, seluruh organ tubuhnya benar-benar rusak parah akibat pukulan yang tak kasat mata, bahkan tidak ada fluktuasi energi Qi apapun saat Excel menghilang dan muncul dibelakangnya.
Semua penonton diam membisu tidak tahu apa yang sedang terjadi, mereka hanya tahu jika Mu Liang sedang dipukuli dan berteriak kesakitan, padahal Excel hanya lewat saja dengan kecepatan supersonik yang tidak bisa dilacak dengan mata dewa.
"Hah.... Tidak seru." kata Excel yang kecewa tidak bisa bertarung dengan puas, melihat lawannya sudah pingsan Excel mengetarkan tubuhnya yang hampir membentuk aftermages...
"Tunggu"
Suara wanita segera menahan Excel yang akan pergi meninggalkan arena, Excel melihat kearah dimana Cai Wenji berada, wanita yang menghentikan dia adalah master Zhu Rong yang sudah berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Ada apa master cantik, apa ingin mengajak ku kencan...hehehe." goda Excel kepada guru para goddess, Zhu Rong yang digoda Excel menjadi malu dengan wajah putih pucat memerah.
"Huff, kamu belum layak, aku ingin bertarung denganmu." tantang Zhu Rong kepada Excel, kekuatan master Zhu Rong berada di tingkat dewa absolute level 95.
"Apa untungnya aku bertarung denganmu, apa kamu tidak tahu aku sedang kelelahan setelah bertarung tadi, apalagi kekuatanmu di atasku...!!" tanya Excel kepada master Zhu Rong, dia sudah rugi tidak bertaruh dengan Mu Liang, sekarang masih ditantang lagi, apalagi baru kali ini dia ditolak oleh seorang wanita.
"Aku akan berikan 1 permintaan padamu, asal kamu bertarung dengan ku, aku juga akan menurunkan level ku sama seperti milikmu, tetapi aku yakin kamu menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya...!" jawab Zhu Rong kepada Excel, dia sengaja memberikan 1 permintaan apapun pada Excel hanya karena ingin tahu kekuatan yang sebenarnya dari bocah nakal ini.
Ketiga leluhur suci juga yakin jika Excel menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya, dan hanya mengangguk-kan kepalanya tanpa berniat menghentikan tindakan master Zhu Rong.
Excel langsung menjadi bersemangat disaat akan mendapatkan 1 permintaan, segera matanya berbinar-binar dan sudah banyak pikiran fantasinya.
"Apa kamu yakin memberikan 1 permintaan...?" tanya Excel sekali lagi agar lebih menyakinkan dirinya dan melawan wanita tua ini harus hati-hati, Excel sebenarnya bisa membaca pikirannya tetapi dia tidak berniat melakukan hal seperti itu.
Master Zhu Rong merasakan perasaan yang membuatnya menjadi gelisah dan instingnya mengatakan untuk mundur, tetapi dia masih membulatkan tekad untuk mengetahui kekuatan bocah nakal ini, master Zhu Rong diam sebentar dengan menundukan kepalanya untuk berpikir ulang.
"Iya, tetapi aku yakin kamu menyembunyikan, karena itu aku tidak jadi menurunkan level ku, apa kamu berani bocah tampan...!" kata master Zhu Rong kepada Excel dengan sedikit mengodanya.
"Tidak tertarik."
Penolakan Excel membuat master Zhu Rong sedikit gemetaran, tidak pernah dia ditolak oleh seorang pria manapun saat dia membutuhkan bantuan.
"Bocah ini... Mau main-main denganku...!" batin master Zhu Rong yang menahan amarahnya sejak tadi malam.
"Baiklah aku akan berikan 2 permintaan, bagaimana?"
"Tidak tertarik, sudahlah aku mau melanjutkan tidurku..." sekali lagi Excel menolak master Zhu Rong, Zhu Rong mengeretakkan giginya dan semakin marah dengan penolakan kedua kalinya.
"3 permintaan, selama itu masih batas toleransi, bagaimana?" sekali lagi master Zhu Rong memberikan tawaran yang lebih menarik, tetapi melihat wajah Excel yang malas dan tidak lagi bersemangat seperti tadi, membuat master Zhu Rong menjadi gelisah.
"Tetapi aku tidak tertarik. Selamat tinggal."
"Tunggu"
Bhuuuzzzhh
"Excel, aku akan memburumu...!" teriakan master Zhu Rong yang benar-benar dipermainkan bocah nakal ini, dia sangat marah dan segera terbang diudara, tetapi setelah melacak keberadaan Excel yang tidak ditemukan, membuat master Zhu Rong semakin marah.
"Hah... Bocah nakal ini, membuat master Zhu Rong seperti gadis kecil... Hahaha." kata Lu Bai yang hanya tertawa saat Excel mempermainkan master Zhu Rong hingga dibuat marah.
"Mungkin hanya bocah nakal ini yang membuat master Zhu Rong sampai memberikan 3 permintaan, tetapi tetap saja ditolak...hah." kata Yu Guan yang tidak mengerti jalan pikiran dari bocah nakal ini.
"Hehehe... Menarik, tidak mudah membuat master Zhu memberikan 3 permintaan... Aku ingin tahu trik apa yang akan dimainkan bocah ini" Lu Bai terkekeh dan ikut berkomentar dan melanjutkan perkataannya...
"Aku menjadi semakin penasaran dengan identitas sebenarnya bocah ini... Aku membenarkan perkataan master Zhu jika dia menyembunyikan kekuatannya begitu dalam...!"
"Yu Guan, rawat bocah nakal ini, apapun permintaan-nya selama itu tidak melebihi batas kita berikan saja, bocah ini aset berharga yang tidak mungkin kita dapatkan walau harus menunggu ratusan juta tahun." perintah Yang Wei yang menaruh perhatian penuh kepada Excel yang telah membuatnya senang.
"Baik, leluhur. Aku akan berusaha semampunya untuk merawat bocah ini." jawab Yu Guan kepada leluhur Yang Wei, dia juga sudah merencanakan pemikiran yang sama seperti Yang Wei.
Wuuuuussshh
Ketiga leluhur suci tiba-tiba menghilang dengan sedikit mengetarkan tubuhnya, semua penonton kecewa dengan hasil pertarungan yang cepat berlalu, walau kehadiran Excel membuat semua orang terkejut dan terkejut.
Master Zhu Rong terus mencari keberadaan bocah nakal ini, bahkan memerintahkan seluruh muridnya untuk mencari keberadaan Excel, Cai Wenji hanya tersenyum saja dan ikut mencari kekasihnya yang kabur dari gurunya.
__ADS_1
Cai Wenji sangat bangga memiliki kekasih yang sangat kuat, super tampan dan juga memiliki banyak kemampuan, bahkan di alam keabadian tidak ada tandingannya.
125 murid master Zhu Rong segera mencari keberadaan Excel dengan membagi menjadi 4 tim, setiap tim juga membawa banyak murid dalam dan luar.
Karena Yu Guan juga yang memberikan perintah sehingga master Zhu Rong berani memobilisasi para murid dan juga pasukan surgawi, istana surgawi kuatir jika Excel pergi dari istana surgawi dan lebih menguatirkan lagi jika Excel bergabung dengan para musuh istana surgawi, istana surgawi juga memiliki musuh bebuyutan yang selama ini sulit dimusnahkan karena seringnya berpindah-pindah tempat.
Ketiga Leluhur suci sengaja tidak membinasakan semua musuh itu dengan tujuan agar semua murid bisa mencari pengalaman saat memburu musuh-musuh istana surgawi.
Master Zhu Rong bergerak sendiri saat mencari bocah nakal ini, mereka akan saling memberikan kabar dengan batu giok komunikasi.
Jejak Excel benar-benar menghilang bahkan setingkat leluhur suci juga tidak bisa menemukan keberadaan bocah nakal ini, padahal Excel hanya tidur di tempat tinggalnya dengan memasang formasi ilusi, Excel selalu terkekeh melihat begitu sibuknya master Zhu Rong yang mencarinya sambil marah.
"Master Zhu"
Tiba-tiba suara bocah nakal memasuki telinga master Zhu Rong yang keberadaan sudah jauh dari puncak surgawi, dia kaget mendengar suara bocah nakal ini dan memeriksa sekelilingnya, tetapi Excel tidak bisa dia temukan.
"Excel keluar..." teriak master Zhu Rong sangat keras hingga bisa didengar hingga radius puluhan kilometer.
"Tidak perlu berteriak, nenek." jawab Excel yang semakin membuat master Zhu Rong marah dan menghentakkan kakinya diudara, tidak pernah dia dipanggil nenek oleh siapapun.
"Sialan, bocah nakal aku akan mencabik-cabik tubuhmu..."
"Ckckck... Selama kamu membuat aku ketakutan tidak mungkin aku akan muncul." Excel berdecak lidah saat dirinya mengoda master Zhu Rong, master Zhu segera menenangkan dirinya dan berusaha tidak membuat Excel ketakutan lagi dan terus bersembunyi.
"Baik, aku akan tenang. Katakan dimana kamu sekarang?" kata master Zhu dengan nada yang sedikit lembut.
"Di hatimu" jawaban Excel membuat tubuh master Zhu menjadi gemetar karena menahan amarah, tidak pernah dirinya dipermainkan seperti ini apalagi oleh bocah yang masih bau kencur, seperti gunung berapi yang mau meletus master Zhu masih menahan dirinya.
"Huff, tidak perlu mengoda dengan rayuan murahan... Cepat katakan dimana kamu sekarang." tanya master Zhu Rong tetapi setelah menunggu beberapa saat suara Excel tidak lagi terdengar.
"Exceeelll...." sekali lagi gunung meletus karena Excel tidak membalas perkataan master Zhu, Excel selalu terkekeh melihat penampilan master Zhu seperti gadis kecil yang kehilangan permen.
"Guru, Cai Wenji menghilang, kami sudah mencarinya tetapi masih belum diketemukan..." tiba-tiba batu giok komunikasi bergerak dan suara fairy Shu memberikan laporan.
"Apa... Bagaimana mungkin bisa menghilang dari hadapan kalian?" tanya master Zhu saat membalas pesan suara yang dikirim muridnya, kemudian fairy Shu menceritakan sejak awal mereka mencari keberadaan bocah nakal itu hingga menghilangnya Cai Wenji.
"Hah... Ada-ada saja masalah hari ini..." master Zhu Rong mendesah kesal dan berbicara pada dirinya sendiri setelah komunikasi dengan muridnya Fairy Shu telah selesai, 1 dupa berikutnya batu giok komunikasi bergetar lagi.
"Guru, Piaoliang telah menghilang..." suara dari muridnya Long Hua segera terdengar dan kali ini muridnya menghilang lagi.
"Apa... Lagi-lagi murid ku menghilang...!" master Zhu Rong sekali lagi kaget dengan berita baru dan hal yang sama telah terjadi, Long Hua menceritakan semua awal kejadian dan ceritanya tidak jauh berbeda dengan fairy Shu.
Dalam waktu 15 jam master Zhu Rong kehilangan 20 muridnya dan semua yang menghilang adalah 20 goddess, hingga mau tidak mau master Zhu Rong memberikan perintah untuk kembali kepada seluruh muridnya dan pasukan surgawi yang sudah di mobilisasi.
Braaaakk
"Sial... Sial.... Ini pasti gara-gara bocah nakal itu...." master Zhu Rong menggebrak mejanya saat duduk didalam istana dewi, mengetahui gurunya marah segera Guan Yinping berbicara kepada gurunya.
"Guru, sabar. Mungkin ini bukan perbuatannya, tidak mungkin tindakannya bisa...."
"Bisa apa...?" tanya master Zhu Rong kepada muridnya Guan Yinping saat dirinya menutup mata untuk menahan amarahnya, tetapi saat ditanya Guan Yinping tidak menjawabnya...
"Yinping, dimana kamu....!" master Zhu Rong kaget saat muridnya tiba-tiba tidak ada disebelahnya, dia melepaskan kesadarannya dan tidak menemukan jejaknya sama sekali.
"Aaaaahhh...." master Zhu Rong berteriak dengan sangat marah mengetahui jika muridnya lagi-lagi menghilang dari hadapannya, dia sudah sangat frustasi menghadapi kejadian ini, suaranya bahkan mengetarkan istana dewi dan membuat banyak murid ketakutan.
__ADS_1
Yu Guan dan Sun Hongli hanya mengeleng-gelengkan kepalanya dan tidak tahu harus berbuat apa dengan menghilangnya para goddess dan juga Guan Yinping, tetapi mereka yakin ini pasti perbuatan bocah nakal itu, karena itu mereka tidak segera bertindak sebelum master Zhu Rong memberikan laporan dan meminta bantuannya.