
Chapter 46 *Serangan pasukan Kekaisaran Zhou 1"
Thuk thuk thuk
Malam berlalu dan berganti pagi, cuaca mendung menambah dinginnya pagi, ketukan burung pelatuk pemangsa kayu menandakan waktu telah berganti.
"Hoaaammm, udara yang segar. Pelatuk itu penganggu saja. Yuke" gumam Excel yang mendengar burung pelatuk yang melubangi pohon disaat sedang bermimpi indah.
[Ya, Tuan Felix]
"Status"
Profil
Nama :
Excel Felix.
Umur :
16 tahun.
Ras :
High Human.
Profesi :
- Formasi Array Tingkat Dewa tahap puncak.
- Alchemist Tingkat Dewa tahap puncak.
Kultivasi :
- Dewa Absolute (segel) - Dewa Hitam tahap awal.
Roh Beladiri :
- Dewa Binatang (Segel).
- Naga Putih.
- Phoniex.
Akar Roh :
- Dewa Element.
- 7 Element evolusion.
- Ruang dan waktu.
- Yin dan Yang.
Budidaya :
- Pelahap Energi Qi/Mana Semesta.
- Pemikat Pesona semesta.
- Dual Cultivation Mahadewa.
Teknik Beladiri Pasif :
- Healing.
- Teleport.
- Waktu dan Ruang.
- Segel Mahadewa.
- Mata Bintang.
Teknik Beladiri Aktif :
- Dewa Absolute.
- Tinju Dewa Naga.
- Pedang Mahadewa.
- Dewa Cosmos
- Panah Dewi bulan.
Tubuh Fisik :
- Suci puncak.
Kekuatan jiwa :
- Max.
Tubuh khusus :
- Tubuh Dewa Absolut (on/off).
- Tubuh Semesta (on/off).
- Tubuh Dewa Kegelapan (on/off).
- Tubuh Dewa Naga Putih (on/off).
- Tubuh Dewa Phoniex (on/off).
- Tubuh Dewa Petir (on/off).
Inventori :
- Pedang Pembunuh Dewa(1)
- Pedang surgawi(1)
- Bom tingkat Langit
- Pil Kultivasi MahaDewa(8)
- Kotak MahaDewa(1)
- Kotak Emas(1)
- Kotak Perak(1)
- Lotere(3) dll.
Charm :
- Max
Point Exp :
- Unlimited (Segel) - 10% - 75.000.000
Point Tukar :
- Unlimited
Point pemahaman :
- Unlimited (Segel) - 6.900.000.000
Kekayaan :
- Emas 10.000.000
- Perak 10.000.000
- Platinum 12.000.000
- Batu Roh 500.000
- Batu Mistik 125.000
Box : 3
Shop :
Lotere:
Map :
__ADS_1
Binatang :
Isteri :
Yuna Ratu Semesta.
Pasukan wanita 611
Keluarga : -
Murid :
Xue Tong
Ling Ba
Xue Mu
Xue Cing
Qiaofeng
Misi utama :
Membuat 1000 pasukan wanita~waktu tak terbatas. 610 (1000)
Menyelamatkan Kekaisaran Ling dan Li dari serbuan Binatang Buas.~waktu satu tahun.
Hadiah :
100 miliar Point pemahaman
10 juta Point pemahaman
Kotak tingkat Legenda
Tiket upgrade gratis sistem level 100]
Sistem(Yuke) version : 30.00
"Haa, Yuke kenapa ada yang berubah distatus isteriku dan tidak ada perubahan distatus para muridku? Dan juga ada box sekarang?"
[Tuan, tinggal tekan saja distatus isteri. Box adalah tempat penyimpanan surat]
"Oohh, aku paham, Yuke. Kekayaanku sudah aku investasikan di Paviliun Bunga Mentari, aku harus kerja keras lagi"
"Dan juga aku sebentar lagi mencapai alam jendral Dewa... Hahaha. Tinggal 9 level lagi, menurut perhitunganku semua pasukan Zhou tidak bisa membantu naik sampai puncak, haa sudahlah tidak masalah" gumam Excel yang ingin segera naik tingkat keranah yang lebih tinggi.
"Yuke, belikan aku profesi smelting dan Beast Tamer dan sekalian tingkatkan pemahaman hingga ketingkat Dewa" pinta Excel yang ingin melengkapi profesinya pada Yuke.
[Baik, Tuan. Membeli profesi smelting dan Beast Tamer. Mempelajari hingga tingkat Dewa puncak. Point pemahaman terpotong satu miliar]
Nguuuunngg
Seberkas cahaya menyelimuti tubuh Excel saat menerima semua informasi tentang keahlian smelting dan Beast Tamer, semua pengetahuan dalam semesta memenuhi kepalanya.
Setelah beberapa jam menerima semua informasi akhirnya cahaya yang menyelimuti tubuh Excel menghilang, dan terlihat wajah Excel makin terlihat berseri-seri.
"Sungguh pemahaman yang luar biasa, sayangnya sumberdaya dibenua ini terbatas, dan binatang disini bisa aku jadikan pasukan pendukung untuk semua pasukan wanitaku dan pasukan kota Phoniex... Hahahaha" tawa Excel yang mengema di kapal angkasanya.
Tok tok tok
"Lapor, Pemimpin. Pasukan Kekaisaran Zhou telah bersiap melakukan serangannya, pemimpin" laporan dari komandan Ceng Fu membuyarkan kebahagiaan Excel yang tadi sempat tertawa, mendengar suara Ceng Fu Excel pun berhenti tertawa.
"Iya, Ceng Fu aku sudah tahu, kamu persiapankan pasukanmu?" pinta Excel yang berbicara didalam kamar saat Ceng Fu melapor tanpa membuka pintu.
"Baik, pemimpin"
Hari peperangan akan segera dimulai, dimana akan banyak darah mengalir, nyawa yang tidak terhitung akan memenuhi alam jiwa, alam jiwa adalah tempat dimana jiwa-jiwa menanti dilahirkan kembali.
Surga memulai menyiapkan pagoda untuk hasil panen yang dinantikannya, menunggu mahkluk saling membunuh, tidak ada yang akan disia-siakannya.
Draaaamm
Druuuumm
Draaaamm
Druuuumm
Suara genderang perang mengema di zona bebas, pagi hari yang menjelang siang berganti suram, awan hitam mulai mengumpulkan benih kebencian, angin kematian menyentuh jiwa tiap mahkluk hidup.
Aura kematian menyebar hingga radius puluhan kilometer, tiap nafas memburu dengan berat, mata merah memendam dendam, rasa lembut menjadi keras, rasa keras menjadi ganas.
Druuuumm
Druuuumm
Draaaamm
Druuuumm
Druuuumm
Draaaamm
Suara genderang perang mulai berganti, iblis bergerak secara berlahan, tiap langkah meninggalkan jejak, tiap jejak meninggalkan tangisan, tanah terasa sesak sesaknya hingga akar tak mampu bergerak.
"Prajurit Kekaisaran Zhou tunjukkan taringmu, tunjukan bahwa kamu layak menjadi penguasa benua" teriakkan seorang jenderal memberi semangat pada pasukannya
"Hahaha, jendral Song kamu cukup pintar memberi motivasi" ucap Kaisar Zhou yang terlihat bangga dengan kekuatan militernya.
"Benar, Yang Mulia. Lihat kota Phoniex terlihat aura kematian menghampiri mereka... Hahaha" kata Permaisuri ibu dari pangeran Zhou Zhong yang terlihat bersemangat
"Mereka hanya memiliki pasukan tidak lebih dari 100 ribu, apa perlu kita kerahkan satu juta prajurit, Yang Mulia.?" tanya Putrinya pada Kaisar Zhou.
Putri Kekaisaran yang dilahirkan dari seorang selir merasa aneh jika ayahnya yang membawa delapan juta pasukan hanya untuk menguasai zona bebas.
Apalagi sampai mengerahkan satu juta prajurit hanya untuk menyerang kota kecil seperti kota Phoniex yang baru berdiri, mana mungkin sebuah kota kecil yang baru berdiri mampu melawan jutaan prajurit.
"Kenapa kamu mempertanyakan keputusanku...?" jawab Kaisar Zhou yang tidak suka dikritik Putrinya tentang keputusannya.
"Am-ampuni, Yang Mulia. Tidak ada maksud mempertanyakan keputusan Yang Mulia, hanya saj..."
"Sudah cukup, tidak perlu kamu berbicara, tugasmu hanya merayu bajingan cilik itu?" bentak Kaisar Zhou pada Putrinya
"B-baik, Yang Mulia" balas Putri yang ketakutan akan kemarahan dari Kaisar Zhou.
Sebagai wanita yang berstatus tinggi seperti Putri Kekaisaran mereka hanya dipakai sebagai alat politik atau sebagai alat pertukaran.
"Jendral segera lakukan serangan pertama" perintah Kaisar Zhou pada jendralnya yang berada digaris depan.
"Baik, Yang Mulia."
"Prajurit segera siapkan pelontar" perintah jendral pada pasukan pelontar digaris depan.
Terlihat bendera hijau bergambar catalput mulai bergerak melambai-lambai, merupakan tanda senjata militer diluncurkan.
Druuuumm
Druuuumm
Genderang perang bergema diseluruh zona bebas, zona tempat pertempuran dimana manusia meregang nyawa, zona bebas seperti namanya zona kematian.
Segera Prajurit berelemen tanah dan api bergerak, prajurit Element tanah terlihat membuat bola besar berdiameter 10 meter, lalu mereka menggerakan bola naik kedalam tempatnya yang berbentuk sendok, setelah bola itu berada pada tempatnya prajurit berelemen api segera membakar bola tanah itu.
Satu juta pasukan dibagi menjadi lima, tiap pasukan berjumlah dua ratus ribu, tiap dua ratus ribu terdapat satu pelontar, tiap komandan membawahi dua ratus prajurit dan satu pelontar.
"Lepaskan" perintah jendral terdengar di Medan perang, setiap pelontar melepaskan pengaitnya.
Wiiinng
Wiiinng
Wiiinng
__ADS_1
Di langit terlihat awan mendung membentang luas menutupi zona bebas, kegelisahan memenuhi hati memenuhi hati tiap orang, ketenangan yang terasa aneh saat pagi hari yang seharusnya banyak burung berkicau riang.
Tiap dua mata memandang sejauh mata memandang, memandang arah dimana debu berterbangan, entah itu yang tua atau yang muda, entah itu anak-anak atau balita merasakan aura kematian yang pekat.
Prajurit kota berdiri tegak tanpa bergerak, tanpa ada rasa tak gentar dihati, tiap pedang terselip di pinggang siap menelan jiwa, dinding kota berdiri kokoh menahan getaran tiap langkah.
"Ketenangan sebelum bencana, bencana yang menelan setiap nyawa. Hai, prajuritku tenangkan hatimu, kuatkan imanmu, kencangkan ikat pinggangmu sarungkan pedangmu."
"Hari ini bukan bencana untuk kita, melainkan untuk iblis berkulit manusia, angkat pedangmu tebas musuhmu, dan yakinlah aku selalu ada di depanmu"
Hooooo
Hooooo
Hooooo
Terdengar suara Excel mengema diseluruh penjuru kota, suara yang menenangkan jiwa, yang lemah menjadi kuat, yang kuat menjadi semakin Kokok.
"Prajurit wanitaku pakailah perlengkapan perangmu, maju bersama hentakan kaki, tiap hentakan rengutlah nyawa lawan, jangan takut, jangan bimbang"
"Ayo Paman maju bersama, aku Qiaofeng tidak takut kalah, akan aku belah tiap ************" teriak Qiaofeng yang penuh semangat dengan tangan kecilnya mengangkat panahnya keatas, namun juga membuat setiap orang yang awalnya gelisah menjadi tertawa.
"Whahaha"
Gleek
Excel yang mendengar suara kecil tapi mengema di seluruh kota seketika memegangi selangkangannya, perasaan Dejavu membekas dihatinya, terkena lutut itu saja sudah sakit, apalagi dibelah dengan panah.
"Feng'er kamu merusak kata-kata yang kuhafal semalaman" ucap Excel dengan cemberut karena muridnya selalu mengacaukan suasana.
Keluarga Kekaisaran Ling dan Kekaisaran Li tidak tahan lagi setelah mendengar suara semangat Qiaofeng, dengan keras ketawa, mereka merasa jika Excel, Qiaofeng dan Kakek Xuan selalu mencairkan suasana menjadi meriah.
"Ha-ha-ha"
Bahkan semua wanita Excel juga tidak bisa lagi menahan tawa, suaminya dan Qiaofeng selalu saja bikin mereka bahagia dan hidup lebih berwarna.
"Komandan Ceng Fu, lepaskan tembakan saat aku perintahkan, pasukan wanita pisahkan kalian menjadi lima kelompok, tiap kelompok akan dipimpin oleh Zhou Mei, Xiao Mei Xing, Niu Qinglin, Bai Chu dan Xue Rong, tembak musuh pada jarak lima ribu meter"
"Siap pemimpin" serantak semua pasukan pria dan wanita menjawab dengan penuh semangat saat bisa bertarung bersama suami dan pemimpin mereka.
"Paman aku dengan kelompok siapa?" tanya Qiaofeng yang cemberut karena namanya tidak disebutkan dan tidak masuk dalam kelompok.
"Kamu dekat bersama guru dan juga bersama bibi Li Xia" jawab Excel yang tahu jika muridnya ingin selalu menonjol dari semua isteri Excel.
"Hehehe, oke Paman" dengan gembira Qiaofeng mendekat disebelah Excel, dia merasa selalu bahagia jika selalu bisa dekat dengan pamannya.
Li Xia juga mendekat dan berdiri disebelah kiri Excel, Li Xia juga sudah diberi skill memanah tingkat semesta, dengan tangan kanan memegang panah dan perlengkapan perang telah terpasang ditubuh seksinya.
"Lihat itu ada bola melayang" teriak seorang penduduk yang juga ikut menonton pertunjukan dan melihat sepuluh bola merah yang melayang kearah kota Phoniex.
"Iya, aku juga melihatnya"
"Awas cepat berlindung"
" i-itu bola itu bola akan kemari"
Banyak penduduk yang ketakutan saat bola api bergerak ke kota Phoniex, dengan cepat bola api dari arah atas akan mengenai perisai kota.
"Jangan takut, bola itu tidak akan bisa menebus perisai kota" jawab Excel yang menenangkan penduduk kota yang melihat serangan pasukan Kekaisaran Zhou.
Swiiingg
Booommm
Swiiingg
Booommm
Swiiingg
Booommm
Ledakan demi ledakan mengetarkan seisi kota, perisai pelindung hanya berkedip-kedip saat dihantam bola api, dari sepuluh ledakan tidak ada satupun yang mampu menembus pertahanan kota Phoniex.
"Horeee" teriakan Qiaofeng terdengar senang saat ledakan demi ledakan itu tidak mampu menerobos perisai kota.
"Horeeee"
"Horeeee"
Sorak-sorai bergemuruh saat ledakan berakhir di kota Phoniex, kota kesayangan mereka yang dibangun atas jerih payah pahlawan muda mereka.
"Menantuku sungguh luar biasa, mampu membuat perisai sekuat ini" ucap Kaisar Ling yang kagum pada kemampuan Excel sebagai master Formasi.
"Iya, saudara Ling. Suatu keberuntungan memiliki menantu yang serba bisa, mata Putri kita lebih peka dari pada mata kita...hahaha"
"Aku sebagai ibu tidak lagi kuatir akan keselamatan dan kebahagiaan Putri-putriku" kata Ratu kekaisaran Ling yang begitu bahagia juga melihat menantunya.
"Benar, saudari. Lihat Putri kita begitu patuh pada suaminya dan juga tidak takut pada lawan yang begitu banyak" balas Ratu dari Kekaisaran Li saat berkomentar tentang prestasi menantunya.
"Ini belum berakhir, kalian semua jangan senang dulu, ini baru permulaan" ucap Excel yang seketika menghentikan kegembiraan mereka.
"Cukup kuat itu perisai, jendral serang lagi dengan pelontar" perintah Kaisar Zhou yang memerintah untuk menyerang sekali lagi, sebenarnya Kaisar Zhou ingin menguji seberapa kuat Formasi pelindung kota Phoniex.
"Baik, Yang Mulia"
Segera jendral sekali mempersiapkan serangan yang kedua, dia tahu jika Kaisar Zhou hanya menguji kekuatan pelindung itu.
Druuuumm
Draaaamm
Druuuumm
Draaaamm
Terdengar lagi suara genderang perang yang bergema diseluruh penjuru zona bebas, bendera hijau bergambar pelontar berkibar melambai-lambai menandakan serangan kedua segera diluncurkan.
Segera prajurit berelemen tanah kembali membuat bola tanah, setelah bola tanah itu sudah berada pada tempatnya prajurit Element api kembali membakar bola tanah itu.
"Lepaskan" sekali lagi jendral Kekaisaran Zhou memberi perintah kepada pasukan pelontar.
Swiiingg
Swiiingg
Swiiingg
Sebanyak sepuluh bola api kembali dilemparkan dan mengarah pada kota Phoniex, dengan kecepatan yang konstan bola api meluncur dari ketinggian dan menukik kebawah kota Phoniex.
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Sepuluh ledakan mengetarkan kota Phoniex, tiap ledakan memercikkan api yang mengenai perisai kota, tetapi tetap saja perisai itu tidak dapat di tembus, bahkan retakpun tidak tampak pada perisai itu.
"Horeeee"
"Horeeee"
"Berjayalah kota Phoniex"
"Panjang umur pahlawan muda Excel"
Sorak-sorai kegembiraan lagi-lagi bergema dikota Phoniex, tiap orang mengelu-elukan pahlawan muda mereka, mereka tidak lagi takut pada lawan yang tangguh dan banyak.
"Sialan kamu bocah, bagaimana kamu membuat formasi itu!!, tidak mungkin dengan usiamu bisa melebihi tingkat ahli Formasi" kata Kaisar Zhou yang kesal pada kemampuan Excel, dia memang menguji perisai itu, dia kira dengan serangan yang kedua setidaknya mampu melukai perisai itu.
"Segera kerahkan pasukan darat dan kepung kota sialan itu" dengan teriakan kemarahan Kaisar Zhou memberi perintah kepada jendralnya, saat duduk disinggasana perangnya terlihat sangat tidak bisa mengatur nafas dengan baik.
"Ayah tunggu, jangan lupa kota sial itu memiliki meriam dan aku sudah merasakannya, ayah" kata pangeran Zhou Zhong yang mengingatkan ayahnya akan kemalangan dirinya.
"Tidak usah kamu atur-atur aku, ini sudah keputusanku" jawab Kaisar Zhou pada Putra mahkota dengan nada suara yang kasar.
"Ba-baik, ayah"
"Jendral Song saat mendekati perisai segera gunakan mangkok itu, dan segera lakukan serangan ketiga" perintah Kaisar yang terlihat sudah tidak sabar ingin meratakan kota Phoniex dan merampas harta legendaris milik Excel.
"Baik, Yang Mulia"
"Saudaraku, segera kepung kota itu, hancurkan semua yang ada dan jangan biarkan siapapun lolos?" perintah jendral Song pada sesama jendral, jendral Song juga terlihat ikut marah karena serangan pelontar selalu sia-sia.
Druuuumm
Druuuumm
__ADS_1
Bunyi genderang segera berbunyi setelah menerima kode bendera yang bergambar satu orang prajurit menunggangi kuda, bendera kembali melambai-lambai dengan cepat.
Rata-rata prajurit kekaisaran Zhou pada tingkat Jalan Surgawi, dan kapten mereka pada tingkat Nirwana, tiap jendral yang tertinggi pada tingkat Saint, yaitu jendral Song, dan jendral lain pada tingkat Nirwana.