Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 128 Aksi Geng Phoniex


__ADS_3

Chapter 128 Aksi Geng Phoniex


Setelah babak pertama usai semua tim kembali mengatur strategi untuk menghadapi lawannya, para pemimpin memberikan motivasi agar junior selalu bersemangat dan pantang menyerah.


"Untuk babak kedua semua tim yang saya panggil segera memasuki arena.


-Tim Naga api dan tim Phoniex.


-Tim gagak hitam dan tim dewa bintang.


-Tim Pill Dewa dan tim Artefak jiwa.


-Tim Sinar fajar dan tim dewa abadi.


-Tim Dewa Api dan tim pedang ilahi."


Setelah pembawa acara turnament beladiri memanggil nama-nama semua tim, segera semua tim menuju lapangan arena termasuk tim Phoniex junior.


"Jun Peijing, pimpinan adik-adikmu dan jangan takut dengan mereka"


"Oke"


Shu Peijing memberikan semangat pada semua anaknya, Jun Peijing sudah tidak sabar untuk berkelahi.


"Cucuku beri mereka pelajaran"


Semua penonton segera memasang taruhan untuk tim yang mereka andalkan, termasuk tim Phoniex yang mulai banyak dijagokan para penonton.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Tap tap tap


Peserta segera memasuki lapangan arena dengan terbang dan mendarat dengan elegan, hanya tim Phoniex saja yang berjalan menuju arena tanding.


Sesampainya tim Phoniex di arena sudah disambut dengan tatapan permusuhan, dan ingin membuat gadis-gadis kecil ini ketakutan, sayangnya tim Phoniex tidak takut sama sekali.


"Hati-hati, kami tidak akan meremehkan kalian"


"Jika sakit jangan menangis ya...hahaha"


"Lebih baik kalian menyerah bocah... Hahaha"


"Adik-adikku gunakan teknik mata ilusi"


Jun Peijing berbicara dengan timnya melalui telepatinya dan hanya dianggukan mereka, Jun Peijing tidak perduli dengan ejekan dari musuhnya.


"Apa kalian sudah bersiap?"


"Siap senior"


"Siap Kakek"


"Mulai"


"Bocah rasakan ini, ayo semuanya serang..."


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


"Mata ilusi"


Bhuuuzzzhh


Tim Naga api langsung menyerang kedepan bersama-sama saat mendapatkan perintah pemimpinnya, tapi tim Phoniex segera menggunakan teknik ilusinya yaitu mata ilusi yang bisa bertahan selama 5 menit dan hanya mengkonsumsi 35% energi


Disaat tim Naga api yang menatap mata tim Phoniex mereka langsung berhenti, dan tiba-tiba mereka seperti melihat ribuan binatang buas yang mengepungnya dan tampak mengerikan.


"Sialan, kenapa kita bisa berada disini"


"Awas ada binatang sebelahmu"


Baaanngg


"Aaaakkhh"


"Ada apa ini, kenapa kita bisa pindah dihutan surga kematian"


Booommm


"Aakkhhh"


Tim Naga api diserang dari segala penjuru oleh binatang buas, padahal binatang buas itu hanya ilusi dipikiran mereka, saat mereka pernah berada disuatu tempat seperti surga kematian.


Semua penonton kebingungan melihat tim Naga api yang bergerak liar dan memukul apapun didepannya, seperti orang gila yang sedang marah.


"Kenapa mereka memukul dengan sembarangan?"


"Lihat mereka seperti kesakitan, padahal gadis kecil itu hanya diam saja"


Pemimpin akademi beast taming yang melihat tim naga apinya juga kebingungan, dan berpikir keras apa yang sedang dialami murid-muridnya.


"Apa yang dilakukan tim Phoniex?"


"Aku tidak tahu Patriack, sesaat yang lalu mereka menyerang tim Phoniex tapi berhenti tiba-tiba..."


"Patriack, aku tadi hanya melihat gadis kecil itu mengeluarkan cahaya kecil dimatanya..."


"Hei, cepat kalian sadar"


"Apa ini ilusi, seperti yang digunakan para ahli Formasi?"


"Aahh, sial kamu benar ini teknik Formasi ilusi..."


Semua ketua dari akademi beast taming naga api dan akademi Alchemist Pill Dewa saling mencari penyebab keanehan yang dialami juniornya diarena.


"Tim Phoniex, hajar mereka"


"Baik ketua"


Wuuuuussshh

__ADS_1


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Baaanngg


Booommm


Booommm


Tim Phoniex yang diketuai oleh Jun Peijing langsung menyerang dan memukuli tim Naga api secara brutal tanpa ampun.


Bruuukkk


Bruuukkk


"Aakkhhh"


"Aakkkhh"


Tiap pukulannya langsung melemparkan mereka dari arena dan menabrak dinding tribun penonton hingga dinding itu berlubang dan mereka langsung pingsan.


Wasit yang melihatnya hanya diam dan kebingungan, dia tidak tahu apa yang dilakukan tim Phoniex, setahunya tim Phoniex hanya diam tanpa bergerak saat tim Naga api menyerang mereka.


"Huuff, selesai"


"Horeeee kita menang lagi"


"Hahaha, lihat Paman itu menempel di dinding"


Tim Phoniex kegirangan saat musuhnya telah keluar dari arena, karena senangnya merekam menari-nari dengan gembira.


Penonton hanya bisa menelan salivanya dan shock dengan apa yang dilakukan gadis kecil kepada lawannya tanpa ampun.


"Kakek, apa kita sudah menang"


Tanya Jun Peijing kepada Kakek wasit yang masih diam dan belum mengumumkan kemenangan mereka.


"I-iya, kamu menang. Kalian menang. Tim Phoniex menang"


Wasit tergagap dan berkali-kali mengucapkan kemenangan tim Phoniex hingga 3 kali, dia kesulitan merespon gerakan gadis monster didepannya.


"Hahaha, cucuku kamu hebat"


"Nenek, akan memasak makanan yang enak cucuku...hahaha"


"Kakak, kamu hebat"


"Kakak, selalu yang terbaik"


"Horee kita menang lagi"


Keluarga besar tim Phoniex bergembira hingga tidak sadar mereka melompat-lompat, bahkan ratu Li dan Ling saja sampai tidak bisa menenangkan diri melihat cucunya menang.


"Tuan muda, apa yang Putrimu lakukan?"


"Iya, teknik apa itu, tidak terlihat energinya dan hanya ada kilau kecil dimata Putri-putrimu?"


Kaisar Dongbu sudah tidak bisa menenangkan diri untuk tidak bertanya, dia juga selalu melihat dari awal mereka diatas lapangan arena.


"Apa..."


Patriack Sekte Xiao dan Kaisar Dongbu kaget saat Excel menjelaskan teknik yang digunakan tim Phoniex, bagaimana bisa teknik hebat hanya digunakan mainan petak umpet.


"Teknik petak umpet? tapi saat aku melihat tim Naga api, mereka seperti orang gila yang memukul apapun tanpa target, itu seperti teknik Formasi array yang memanipulasi mata!"


"Hehehe, memang seperti itu, anggap saja ini teknik ilusi"


Jawab Excel dengan terkekeh, jawabannya seakan-akan membenarkan pertanyaan dari Kaisar Dongbu, tapi itu juga masih membuat penasaran mereka berdua.


Keluarga Kekaisaran yang mendengarkan pembicaraan mereka bertiga semakin penasaran saja, apalagi Putri-putri dari Kaisar Dongbu semakin menyukai pria yang sudah membuat mereka jatuh cinta saat pandangan pertama.


Tim Phoniex segera kembali ketempatnya dan berkumpul dengan keluarganya, dengan lambaian tangannya yang kecil mereka menyambut pujian banyak penonton.


Semua penonton kembali melihat aksi dari 8 tim yang masih bertarung di arena, sayang sekali petarungan mereka sudah tidak menarik minat para penonton.


Setelah 8 tim selesai, dilanjutkan babak ketiga dimana tim Phoniex bertemu dengan tim pedang ilahi, setelah tim pedang ilahi mengalahkan tim dewa api.


Secara keseluruhan wilayah timur unggul 300 point dengan 2 kali kemenangan tim Phoniex, 200 point untuk wilayah tengah setelah tim Pill dewa mengalahkan tim Artefak jiwa, lalu 200 point untuk wilayah selatan dan untuk kedua wilayah barat dan utara hanya mendapatkan 100 point dibabak awal.


"Babak ketiga, tim Phoniex menang"


Setiap kali kemenangan tim Phoniex membuat semua orang kagum dan semakin memperbanyak taruhannya pada tim Phoniex, tiap musuh yang dikalahkan selalu terjebak dalam ilusi dan dengan mudah kalah.


Pasukan wanita tidak pernah lelah memotivasi putri-putrinya untuk terus bersemangat, dari 14 tim Phoniex mereka mencatat nilai sempurna dengan nilai total 1.400, sayang sekali tim pedang ilahi mengalami banyak kekalahan hingga tim Phoniex harus mengejar point agar tidak dikejar lawannya dari wilayah tengah dan Selatan.


Tim pedang ilahi hanya mencatat 11 kali kemenangan dari total 20 kemenangan yang seharusnya dicapai oleh tim pedang ilahi, untung saja tim Phoniex berhasil menutupinya dengan menambah point.


"Wilayah timur 4000 point. Wilayah barat 2000 point. Wilayah selatan 1800 point. Wilayah Utara 1200 point dan wilayah barat 1000 point.


Tim terbaik yang mencatat point terbanyak adalah tim Phoniex, kedua tim Pill Dewa, ketiga Dewa Api, keempat tim dewa abadi dan kelima tim dewa bintang.


Karena hari sudah malam, pertandingan akan dilanjutkan besok pagi"


"Horeeee"


Gemuruh tepuk tangan di tribun penonton terdengar saat pembawa acara mengumumkan hasil dari 40 pertandingan, dan akan dilanjutkan besok paginya untuk 1.000 peserta yang tersisa.


"Yang Mulia Kaisar Dongbu dan Patriack Sekte Xiao, saya undur diri bersama keluarga saya, dan besok kita akan bertemu lagi"


"Hahaha, Nak, jangan panggil aku Patriack, panggil saja ayah Xiao"


"Tuan muda, begitu juga dengan aku, panggil saja Kong Shi... Hahaha. Dan kami berdua akan siapkan dokumen kerjasama kita"


Kaisar Dongbu atau Kong Shi sangat senang dengan kerjasama yang sudah dibicarakan saat pertandingan berlangsung dan tinggal menandatangani kontrak kerjasamanya.


Patriack Sekte Xiao sudah sangat cocok dengan menantunya, dia sudah tidak sabar ingin memiliki cucu yang sama seperti Putri-putri dari menantunya.


"Baik saya tidak akan sopan, sampai jumpa lagi."


Wuuuuussshh


"Astaga..."

__ADS_1


Excel dan semua keluarganya tiba-tiba menghilang dihadapan semua orang saat dia melambaikan tangannya, yang membuat kaget seluruh penonton yang ingin berjabat tangan dan juga ingin berkenalan dengan Excel dan juga tim Phoniex.


"Kemana dia pergi? Bagaimana caranya dia membawa begitu banyak keluarganya semua?"


"Entahlah Yang Mulia, aku tidak bisa melihat kekuatannya"


"Ayah, kenapa tidak mengundang mereka untuk menginap dikediaman kita saja?"


"Hahaha, aku lupa karena terlalu senang. Apa kamu menyukai dia?"


"Huuff, siap juga yang suka, isterinya sudah banyak"


"Hahaha, lihat Xiao Jiao sangat bahagia bahkan sangat akrab dengan semua isteri dan putrinya, kamu kalah...hahaha"


Kaisar Kong Shi sangat bahagia hari ini dia dengan sengaja mengoda Putrinya, yang terlihat malu saat dibandingkan dengan putri Patriack Sekte Xiao.


Wuuuuussshh


"Ayah mana hadiahnya"


"Kita sudah menang dengan sempurna"


"Hahaha, suami kamu harus bertanggung jawab sudah berjanji"


Excel dan semua keluarganya telah berada didunia jiwa yang merupakan tempat yang aman disaat bahaya, sengaja Excel tidak ingin berlama-lama dirinya terekspos diluar.


"Apa yang kalian inginkan"


Tanya Excel kepada putri-putrinya, dia sendiri tidak tahu harus memberikan apa sebagai hadiahnya.


"Aku..."


"Apa ya..."


Semua Putri-putrinya terlihat sedang berpikir keras untuk mendapatkan hadiah apa yang dia inginkan.


"Hehehe, jangan terlalu dipikirkan, bagaiman jika ayah beri es krim!!"


"Apa itu ayah?"


"Apa itu mengasikan"


"Apa itu es krim?"


Semua orang menatap Excel dan tidak tahu apa itu es krim, kemudian Excel membeli sebuah panci besar yang tertutupi dan membeli roti tawar.


Semua orang yang melihatnya juga penasaran apa yang dilakukan Excel, lalu Excel membuka penutup panci itu dan keluar aroma buah strawberry dan aroma coklat yang belum pernah mereka cium aroma yang bikin meneteskan air liur.


Segera Putri-putrinya mencondongkan tubuhnya dan mengintip isi didalam panci, dan melihat warna merah mudah dan coklat, dan saat dilihat rasa dingin menerpa wajah Putri-putrinya.


"Aku coba dulu"


Segera Jun Na mencolek es krim itu yang terasa dingin dan seperti kapas saat dicolek, lalu dia membuka mulut kecilnya dan menyesap Es krim dijari telunjuknya.


"Hmm, enak sekali, manis dan dingin"


Kata Jun Na seperti sedang menilai rasa masakan seperti ahli master chef, mendengar jika itu enak segera Putri-putrinya berebut untuk mencolek es krim itu.


"Aku coba juga"


"Ayo cepat"


"Kakak, geser dulu"


Ya, namanya juga anak-anak merasakan sesuatu yang baru akan menjadi rebutan dan ibu, Kakek dan neneknya juga penasaran dan ingin mencoba juga.


"Tunggu, bukan begitu caranya, semuanya minggir dulu, oke"


"Ini enak, Yayah"


"Suami, ini makanan apa?"


"Bocah dari mana kamu dapat makanan enak ini"


"Hehehe, lebih nikmat jika...semua isteriku bantu aku dengan mengikuti caraku"


Kata Excel yang mengeluarkan banyak panci yang tertutup dan berisi es krim, lalu mencontohkan caranya dengan mengambil Es krim dengan sendok dan menaruhnya diatas roti, lalu roti yang sudah ada es krim dia lapisi dengan roti lagi dan memakannya.


"Hmm, nikmat dingin dan manis, rasanya lembut dengan dua rasa buah dan coklat"


"Yayah aku mau"


"Aku juga"


Lagi-lagi keributan dibuat putrinya sudah tidak tahan dengan kelezatan yang dibuat ayahnya, isteri-isterinya segera membuat seperti yang sudah dicontohkan untuk semua orang.


"Hahaha, enak sangat manis, lebih enak dari kembang gula"


"Dingin dimulut... Hiii tapi enak"


Excel tersenyum saat melihat mereka menikmati es krim itu dan duduk di kursi malas lalu memejamkan matanya, untuk mengawasi dunia luar.


"Sialan, tidak pernah kita dipermalukan seperti ini"


"Ini adalah kekalahan pertama kita dari wilayah timur, lebih memalukan kita kalah dari gadis kecil"


"Jika kita mendapatkan bakat seperti mereka kita akan sangat beruntung"


"Tim Phoniex terdiri dari 140 balita, tidak masuk akal bisa sekuat itu"


Semua pemimpin akademi dan juga empat Kaisar dari benua dewa sangat marah dan juga malu, selama ini wilayah mereka tidak pernah dipermalukan seperti hari ini, apalagi kalah dari gadis kecil yang masih belum bisa hidup sendiri diluar.


"Jendral, undang ketiga Kaisar yang lainnya dan termasuk akademinya, katakan pada mereka jika aku ingin berdiskusi prihal turnament untuk besok"


"Baik, Yang Mulia"


Segera Jendral itu pergi menuju ketempat dimana Kaisar wilayah Utara, barat, dan selatan menginap, Kaisar tengah sudah sangat marah saat berada didalam penginapannya.


"Ayah, apa kita tidak memanggil leluhur kita agar membantu melancarkan kemenangan wilayah kita?"


"Iya, nanti aku pasti akan mengabarkan berita hari ini, tapi setelah pertandingan antar master akan memasuki babak pertengahan"


Zhong Tianzhi bertanya pada ayahnya, dia sudah sangat malu telah dikalahkan anak kecil dihadapan banyak orang, sejujurnya dia ingin sekali membalaskan dendam ini kepada gadis itu.

__ADS_1


Ayahnya juga tidak terima jika Kekaisaran tengah dipermalukan, dia sudah banyak rencana untuk bisa menjadi penguasa dibenua dewa, dengan dukungan dari leluhurnya dia bisa saja menaklukan benua dewa dengan mudah.


__ADS_2