
Chapter 223 Tingkat Dewa Absolute Vs Tingkat Dewa matahari (1).
Booomm
Booomm
Kedua peserta itu terus bertarung tanpa henti, benturan tangan saling beradu, tidak ketinggalan kedua kaki saling menendang, tingkat fisik baja jelas terlihat tidak sanggup melawan fisik berlian milik Jun Poppy.
Secara berlahan Zhang Liao terus-menerus mundur saat saling beradu fisik, biarpun Zhang Liao menggunakan energi Qi dia tampak kuwalahan dengan gerakan lincah dan kekuatan fisik Jun Poppy.
Terlihat asap keluar dari tangan dan kaki Zhang Liao saat beradu, "Bagaimana dia bisa sekuat ini saat usia belum genap 18 tahun...! Aku tidak boleh kalah..." batin Zhang Liao yang mulai mengagumi kekuatan musuhnya, dia sangat malu jika dirinya terus menerus tersudut.
"Tinju api bumi..."
Booomm
Booomm
Sekali lagi Jun Poppy menangkis pukulan terbaik dari Zhang Liao, berkat war clock miliknya setiap energi musuh dengan mudah dinetralkan dengan pukulan Jun Poppy, banyak yang tidak tahu jika sarung tangan Jun Poppy yang terlihat sama dengan warna jubah perang memiliki andil besar saat bertarung.
Zlaaapp
Setelah serangan dari Zhang Liao, Jun Poppy langsung menghilang dan muncul didepan lawannya, "sial...." Zhang Liao kaget melihat gerakan kilat Jun Poppy yang mengepalkan tangannya ingin memukul wajahnya.
Baaanngg
Baaanngg
Jun Poppy terus-menerus memukuli Zhang Liao yang berlindung dibalik kedua tangannya yang melindungi wajahnya, setiap pukulan membuat Zhang Liao mundur dan terus mundur,
Baaanngg
"Aaaahh..."
Baaanngg
"Aaakk... Sakit"
Teriakan Zhang Liao saat punggung lengannya tidak kuat menahan pukulan bertubi-tubi, tidak hanya menyerang disatu titik, Jun Poppy juga menyerang perut, pinggang kanan dan kiri seperti layaknya seorang petinju profesional.
Baaanngg
Baaanngg
Kecepatan pukulan Jun Poppy semakin cepat dan cepat, hingga seluruh badan Zhang Liao sudah merasakan pukulan ganas itu, teriakan mengema manakala kepalan tangan Jun Poppy mengenai tubuh Zhang Liao.
Baaanngg
"Aaaaahhh..."
Wuuuuussshh
Booommm
Lutut kaki kiri menjadi hit terbaik serang Jun Poppy saat mengenai ulu hati dari Zhang Liao, Zhang Liao langsung terjatuh dan menghantam ubin arena utama, semua penonton membisu melihat keganasan seorang gadis cantik yang sedang memukuli seorang pria layaknya sebuah karung tinju.
Semua pria hanya bisa menelan salivanya, mereka sebagai seorang pria juga merasakan rasa yang dialami Zhang Liao yang menjadi samsak latihan tinju, jika itu mereka sudah dipastikan sudah babak belur sedari tadi.
"Satu..."
Segera Xiao Yan menghitung, suara Xiao Yan segera memulihkan semua penonton yang masih membayangkan dirinya dipukuli, akhirnya semua penonton bersorak-sorai senang dan mulai ikut menghitung.
"Dua..."
Zhang Liao menggerakkan tangannya keatas saat tubuhnya masih terlungkup diubin arena, dia sudah menyerah dan tidak ingin bertarung lagi, seluruh organ dalamnya benar-benar berantakan akibat pukulan yang bertubi-tubi.
"Jun Poppy, menang..."
"Horeeee...."
"Hahaha.... Aku kaya... Hahaha"
"Aaaahh... Aku kalah lagi"
"Hebat, pujaanku hebat..."
Suara penonton langsung pecah saat Xiao Yan memutuskan kemenangan Jun Poppy, setiap orang bersorak kegirangan saat dia menang bertaruh, sebagian kecewa saat kalah, banyak petaruh orang tidak menyangkah jika Jun Poppy masih bisa mengalahkan lawannya yang memiliki kekuatan yang lebih tinggi.
Keluarga besar Jun Poppy juga ikut kegirangan melihat aksi memukau dari Jun Poppy yang sudah menang 4 kali berturut-turut, setiap orang dibenua biru juga ikut merasakan euforia kemenangan didalam colloseum, berkat batu prasasti semua orang bisa melihat pertandingan persahabatan antara istana surgawi dan benua biru.
Pasukan Kekaisaran Agung, pasukan naga, pasukan wanita dan prajurit kekosongan juga bersorak-sorai, apalagi pasukan kekosongan yang baru tahu melihat hebatnya putri-putri dari suami ratu alam semesta aurora ini, mereka benar-benar beruntung bisa melihat acara Akbar dibenua biru.
__ADS_1
"Kali ini lawan Jun Poppy tidak mudah, lawannya dewa absolute level 1, kita akan melihat kemampuan maksimal Jun Poppy." kata Excel dengan memberikan 2 jari jempol dan tepukan tangan untuk kemenangan beruntun dari putri kesayangannya.
"Iya, dengan lawan yang sebanding, potensi dirinya akan muncul, semoga saja dia mampu meningkatkan pemahaman alam bawah sadarnya." jawab Yuna kepada Excel, Yuna juga senang dengan prestasi dari Jun Poppy saat ini dengan memberikan aplause kepada Jun Poppy.
"Tetapi dengan dia menggunakan teknik, roh beladiri, tubuh khusus dan juga adanya sistem akan membuatnya dengan mudah menang," kata Yuke yang mengingatkan suaminya.
"Kamu benar, tapi dia ingin menguji batasnya tanpa mengandalkan itu"
"Huuff, hanya dewa absolute level 1... Biar aku yang melawannya" kata Jun Liqin yang sudah tidak sabar hanya duduk diam dipangkuan ayahnya, dia ingin juga memperlihatkan kemampuan kepada ayahnya.
"Hahaha... Nanti juga kamu akan ada kesempatan untuk melawan peserta lain, kita tunggu Jun Poppy dulu, jika dia menyerah atau kalah baru kamu melawan peserta itu." Excel ketawa melihat persaingan kedua putrinya ini dengan membelai rambutnya.
Zhang Liao langsung ditandu oleh tim medis dan membawanya menuju ruang perawatan, sebenarnya Zhang Liao masih mampu berdiri tetapi dia kelelahan dan sengaja ingin dirawat dan beristirahat sejenak.
Pihak istana surgawi semakin suram dengan 4 kali kekalahan, 4 jeniusnya telah kalah telak melawan Jun Poppy, rasa malu ini tidak pernah dirasakan oleh mereka, semua anggota istana surgawi sudah tidak sabar ingin mengalahkan semua peserta benua biru.
Para komandan dari istana surgawi sudah mengepalkan tangannya yang ingin turun di arena dan menghancurkan siapa saja yang menjadi musuhnya.
"Hah... Zhou Tai kamu turun." kata Yu Guan dengan mendesah dan memerintahkan jenius terakhir dari tim junior.
"Baik, pemimpin"
Zhou Tai seorang pemuda jenius dari akademi tingkat 7 dari istana surgawi, Zhou Tai juga adalah seorang dari ras manusia dengan usia 3.000 tahun, jika dibandingkan dengan Ahui Nan dan Lu Lingqi bisa dilihat kesenjangan-nya, Ahui Nan berusia 1.300 tahun dengan basis kultivasi tingkat dewa absolute level 34 dan Lu Lingqi sedikit lebih tua dengan selisih usia 50 tahun, kekuatannya juga sama dengan Ahui Nan setingkat dewa absolute level 34.
Bisa diperkirakan jika Zhou Tai memiliki garis darah lebih rendah, yaitu garis darah manusia tingkat menengah. Segera Zhou Tai berjalan menuruni anak tangga dan sengaja tidak terbang maupun muncul langsung di arena seperti rekan-rekannya.
Semua penonton yang tadinya bersorak-sorai segera diam dan melihat peserta yang akan tampil di arena kali ini, aura kekuatan dewa absolute sengaja tidak disembunyikan atau ditekan, banyak orang yang dilewati oleh Zhou Tai merasakan penindasan dan sudah berkeringat dingin.
"Dewa absolute..."
"Mengerikan kali ini..."
"Apa aku harus bertaruh untuk peserta itu atau untuk Jun Poppy, perasaanku Jun Poppy akan kalah kali ini.... Haaa persetan, aku bertaruh untuk peserta dari istana surgawi saja."
"Hahaha.... Aku tetap bertaruh untuk Jun Poppy, aku sudah menang 4 kali...hahaha"
Semua komentar saat Zhou Tai sedang berjalan menuju arena utama, banyak orang yang mempertaruhkan seluruh uangnya untuk kemenangan Zhou Tai yang memiliki kekuatan dewa absolute, tidak sedikit yang masih mempertahan taruhan untuk Jun Poppy.
"Analisa kekuatan lawan, sistem" kata Jun Poppy kepada sistemnya saat mengetahui lawannya kali ini yang sedang berjalan.
[Ding.
Nama : Zhou Tai
Garis darah manusia tingkat menengah.
Kekuatan tempur keseluruhan: 1.474.000
Keunggulan :
Basis kultivasi tinggi.
Memiliki teknik tinju tingkat surga tahap atas.
Memiliki teknik pasif shadow step tahap atas, penguasaan teknik 75 %.
4.. Memiliki teknik tombak tingkat tahap atas, penguasaan teknik 80 %.
Emosi stabil.
Memiliki armor tingkat surga tahap awal.
Kelemahan :
Fondasi kultivasi tidak stabil karena memaksakan diri untuk menerobos.
Tidak mengalami Kesengsaraan Surgawi, kekuatan tempurnya bisa dikatakan akan berkurang disaat bertarung.
Kekuatan jiwa sebesar 34 %.
Lutut kaki kiri, pinggang sebelah kanan tepat dibawah paru-parunya adalah titik kelemahannya.
Persentase kemenangan host 51 %.
__ADS_1
Jika host ingin kemenangan mutlak, maka host dianjurkan mengaktifkan 3 roh beladiri tingkat cincin hitam, setiap roh beladiri milik host mampu meningkatkan kekuatan tempur hingga 100.000 kilo, dan host jangan lupa dengan sayap Dao Qi agar menambah kecepatan.
Gunakan juga semua teknik aktif tingkat Mahadewa tahap puncak, setiap teknik milik host mampu memberikan kekuatan tempur hingga 1.000.000 kilo. Analisa selesai.]
"Hehehe... Jika aku menggunakan seluruh kemampuan ku itu tidak akan seru, aku cukup menggunakan war clock saja dan sarung tangan tingkat mahadewa tahap puncak ini, tapi untuk sayap Dao Qi aku akan gunakan nanti." Jun Poppy terkekeh saat mengetahui kekuatan lawan dan juga saran dari sistemnya, dia berbicara dengan sistem melalui telepatinya.
Sebenarnya kekuatan Poppy mampu melawan dewa absolute level 20 dengan menggunakan war clock, tanpa war clock Jun Poppy akan mudah ditekan hanya dengan menggunakan aura kekuatan setingkat dewa bintang, berkat war clock Jun Poppy mampu melawan semua lawannya yang memiliki basis kultivasi yang lebih tinggi.
Tidak berselang lama Zhou Tai sudah mencapai arena utama dan berhenti tepat berhadapan dengan Jun Poppy dengan jarak 20 meter darinya.
"Perkenalkan peserta kali ini, dia bernama Zhou Tai, usianya 3.000 tahun, dia adalah jenius akademi tingkat 7 istana surgawi, kekuatannya berada pada tingkat dewa absolute level 1, siapa saja pasti akan tahu jika meningkatkan basis kultivasi menuju dewa absolute akan membutuhkan waktu hingga jutaan tahun. Saya perkenalkan, Zhou Tai." Xiao Yan segera memperkenalkan peserta dari istana surgawi, segera penonton kali ini kagum dan memuji kejeniusan dari istana surgawi tingkat 7.
Zhou Tai terlihat bangga dengan senyum tipis yang bisa terlihat disudut bibirnya, Zhou Tai juga melihat wajah cantik dari Jun Poppy, tetapi dia tidak ingin berbicara pada lawannya karena kuatir akan pedasnya balasan perkataan dari Jun Poppy yang menyakitkan.
Kali ini banyak penonton yang menjagokan Zhou Tai sebagai pemenangnya karena basis kultivasi yang dia miliki, tetapi tidak sedikit yang masih menjagokan Jun Poppy sebagai pemenang pertandingan kelima ini.
"Junior Jun Poppy, lanjut atau menyerah?"
"Lanjut, kakek."
"Baik, jika kalian berdua sudah siap... Mulai."
Xiao Yan sudah memberikan izin keduanya untuk mulai bertanding, Jun Poppy segera menutup perisai wajahnya dan mulai memasang kuda-kuda bertahan, sedangkan Zhou Tai hanya memperhatikan gerak gerik apa yang akan dilakukan oleh lawannya.
"Apa kamu yakin tidak menyerah, jarak kita sangat jauh berbeda..." kata Zhou Tai kepada Jun Poppy, dia tidak meremehkan lawannya, hanya saja apa yang dikatakan Zhou Tai itu benar, tekanan aura kekuatan dewa absolute tidak bisa diremehkan.
Wuuuuussshh
"Plaak... Plaaak" Jun Poppy langsung menyerang tanpa membalas perkataan Zhou Tai, serangan Jun Poppy segera di tangkisan oleh telapak tangannya, Zhou Tai sedikit kaget jika Jun Poppy tanpa basa-basi langsung menyerangnya.
Zhao Tai dengan mudah menghindari setiap tendangan maupun pukulan yang diarahkan pada titik fitalnya, tetapi kecepatan Jun Poppy saat menyerang semakin cepat dan cepat, semua gerakan beladiri yang diketahui Jun Poppy satu demi satu digunakan.
Jun Poppy menyukai beladiri spesialis jarak dekat, memakai pukulan yang cepat, tendangan dengan pertahanan yang ketat. Beladiri yang digunakan Jun Poppy ini menggunakan koordinasi antara serangan dan pertahanan serentak.
"Gaya serangannya berubah-ubah, teknik beladiri apa ini...?" batin Zhou Tai yang mulai kuwalahan menangkis maupun menyerang balik, setiap serangan baliknya yang memiliki energi mampu di kembalikan kepadanya.
Bang
Bang
Ledakan teredam dari fisik saat kedua peserta itu saling memukul dan menendang, terlihat Zhou Tai semakin tersudut dengan cara mundur selangkah demi selangkah, jika orang melihatnya akan dikira berusaha menghindari dan menyerang balik, kenyataan-nya Zhou Tai kuwalahan mengikuti gaya bertarung dari Jun Poppy yang selalu berubah-ubah.
"Bagaimana mungkin tingkat dewa matahari bisa melawan dewa absolute...? Apa Zhou Tai itu sengaja mengalah...!!"
"Bisa jadi, dari tadi Zhou Tai menghindar dan sekali-kali menyerang balik walaupun tidak mengenai sasaran."
Para penonton merasa heran melihat Zhou Tai mampu diimbangi oleh Jun Poppy, sebagian penonton yang menjagokan Zhou Tai merasa kuatir jika mereka kalah lagi seperti sebelumnya.
Sudah menjadi hal umum jika basis kultivasi lebih tinggi selalu menjadi unggulan, tetapi semenjak turnament persahabatan ini semua menjadi terbalik.
Pihak istana surgawi juga mulai kuatir, apalagi ketiga leluhur suci itu, mereka bertiga silih berganti mengirim transmisi suara kepada Zhou Tai supaya segera mengakhiri bertarungan mereka, tetapi Zhao Tai tidak menanggapi-nya karena dia fokus menangkis terus serang dari Jun Poppy yang selalu membuatnya pusing.
Zhou Tai ingin menggunakan tekniknya, tetapi Jun Poppy selalu menekannya dengan serangan jarak dekat, Jun Poppy juga tidak memberikan kesempatan untuk Zhou Tai mengeluarkan teknik beladiri jarak jauhnya, berkat sistem, semua kelemahan dan kelebihan Zhou Tai bisa diketahui.
Bang
Bang
"Brengsek, dia tahu kelemahan ku di lutut kaki kiri dan pinggang ku...!!" batin Zhou Tai saat menangkis lutut Jun Poppy yang menyerang pinggangnya, lututnya juga selalu menjadi target dari Jun Poppy.
"Bang... Bang" suara teredam terus mengema dimana anggota badan kedua peserta itu saling benturan, kulit Zhou Tai terlihat memerah dan mulai mengeluarkan asap, "Sialan, jika kamu tidak menggunakan armament sudah dari tadi aku kalahkan..." bentak Zhou Tai yang mulai naik emosinya, dia berbicara sambil mengelak dan menangkis serangan yang terus menerus.
"Apa yang aku miliki itu juga hasil usahamu sendiri... Sayap Dao Qi, aktif" balas Jun Poppy setelah Zhou Tai membuat alasan, segera Jun Poppy mengaktifkan teknik pasifnya yang mampu menambah kecepatan.
Bhuuuzzzhh
Sayap Dao Qi segera keluar setelah tubuh Jun Poppy bergetar sesaat, sayap itu juga secara otomatis dilindungi oleh war clock yang sudah menyatu dengan tubuh Jun Poppy.
Bang... Bang
"Aaaaahhh..."
Wuuuuussshh
Seketika serangan Jun Poppy semakin cepat, lutut Zhou Tai menjadi sasaran yang pertama dari tendang kaki kanan Jun Poppy sebanyak dua kali, Zhou Tai berteriak kesakitan saat titik kelemahannya di tendang.
Untung saja Zhou Tai yang terbanting kebawah dengan cekatan menyetabilkan tubuhnya agar tidak menghantam ubin arena utama. Zhou Tai melihat sayap itu yang mampu membuat kecepatan serangan lawannya hingga lututnya terkena tendangan.
"Sialan, kamu menyembunyikan kemampuan..." umpat Zhou Tai yang marah dan kesal kepada Jun Poppy yang kini tidak segera menyerang lagi.
Bhuuuzzzhh
__ADS_1
Tombak berwarna perak keluar dari cincin dimensi miliki Zhou Tai, dengan badan miring dan mengarahkan tombak itu kepada Jun Poppy dengan kedua tangannya tepat didepan dadanya, kedua kakinya memasang kuda-kuda siap akan mengeluarkan segala kemampuan yang sedari tadi tidak sempat dia gunakan.
Jun Poppy hanya melemaskan lehernya kekanan dan kekiri, lalu menyatukan kedua tangannya dan membalikkan kedua tangan yang telah menyatu, "kreek.. Kreek" suara gemeretak otot leher yang kaku bisa didengar.