
Chapter 38 *Api Surgawi*
Malam menjelang tiba di kota Phoniex, suasana kota Phoniex masih terlihat semarak, dengan kehadiran tamu dari kekaisaran semua warga sibuk memberi pelayanan yang terbaik bagi mereka.
"Aku tahu apa yang kalian pikirkan, santai saja. Setelah urusan kita dengan kekaisaran Zhou dan Wei selesai, aku akan memberikan teknik tingkat Semesta" kata Excel saat menjamu tamu di atas dinding pelindung kota.
Dinding kota memiliki lebar 20 meter dan tinggi 100 meter dan dinding sepanjang 5600 kilo meter melindungi kota Phoniex, Excel sengaja membuat dinding yang tinggi agar tidak mudah ditembus binatang buas.
Dinding itu tidak mampu ditembus dengan mudah, sangat licin jika cakar binatang buas menancapkan cakarnya pada dinding.
Di Benua Venus banyak sekali binatang buas yang sering memangsa orang, banyak korban yang tewas menjadi santapan binatang.
Binatang buas juga suka menjadikan manusia sebagai target meningkatkan kekuatannya, biasanya binatang buas saling memangsa sebagai sasaran mencapai kekuatan.
Namun, akhir-akhir ini binatang buas menyerang manusia, karena manusia juga memburu binatang buas untuk diambil inti-nya dan dagingnya bisa dijual atau dikonsumsi.
Inti binatang buas adalah esensi kekuatan binatang, jika inti-nya menghilangkan atau diambil maka kekuatannya juga menghilang.
Jamuan untuk semua orang adalah hidangan binatang buas tingkat iblis yang Excel bunuh sewaktu berlatih di lembah binatang buas.
"Menantuku, dari mana kamu mendapatkan binatang iblis ini, dan kamu sedang memasak apa" tanya Ratu Kekaisaran Li yang penasaran saat Excel memotong daging binatang itu.
"Ini aku dapat dilembah binatang buas dilokasi terdalam saat aku melatih dengan wanitaku, dan aku sedang akan memanggang, ini resep keluarga ku" jawab Excel sambil membelah daging menjadi kotak-kotak dan dengan ukuran 20 cm tiap sisi dan tebal 3 cm.
"Wanitaku, lebih baik kalian berlatih dan targetnya pasukan Zhou Zhong. Setelah kalian berlatih aku akan beri hasil karya masakan ku. Dan kalian gunakan panah ini" Excel memberi panah kepada semua wanitanya yang berlatih.
"Baik, suamiku" jawab mereka serempak termasuk Putri-putri Kekaisaran dan dua gadis dari akademi, Xiao Mei Xing dan Bai Chu yang sekarang memanggil Excel, suami.
Melihat Excel mengeluarkan senjata tingkat surga sebanyak 585 semua orang langsung kaget setengah mati, mereka tahu jika Excel kaya dan misterius tapi tetap saja selalu terkejut saat Excel melakukan sesuatu.
"Nak, bagaimana semua wanitamu memiliki kultivas tinggi disaat masih muda, dan bagaimana kamu melatih mereka? Dan lagi senjata tingkat surga dari mana kamu dapatkan" tanya Kaisar Ling yang penasaran dengan metode Excel dan senjatanya.
Kaisar Li dan mereka semua juga penasaran, Tingkat Kultivasi wanita Excel yang lama kecuali yang baru sangat tinggi, yang terendah pada tingkat Nirwana dan yang tertinggi pada Holy Dao dan juga dari mana Excel dapatkan senjata tingkat surga.
"Oh, itu karena mereka menerima segel keluarga dari ku, tidak hanya wanitaku tapi juga prajurit dan bawahan ku dan senjata aku yang membuatnya" melihat kebingungan mereka Excel meminta wanitanya menjelaskannya.
"Zhou Mei tolong jelaskan pada mereka tentang segel keluarga ku"
"Baik, sayang" jawab Zhou Mei yang terlihat antusias menerima permintaan suaminya, sejujurnya Excel tahu jika Zhou Mei terlihat tertekan saat ada keluarga Kekaisaran Ling dan kekaisaran Li karena menjadi musuh ayahnya.
Zhou Mei saat berada di Kekaisaran Zhou tidak menemui ayahnya dan hanya menemui ibunya yang selalu dikucilkan walaupun sebagai selir. Karena itu Zhou Mei sangat membenci ayahnya.
Mendapatkan alasan yang tepat, Excel meminta Zhou Mei menjelaskan pada keluarga Kekaisaran, agar istrinya tidak tertekan secara psikologis-nya.
Siuuuu
Siuuuu
Jleeb
Jleeb
Aaaahh
Aaaahh
Terdengar suara anak panah melesat kearah pasukan Zhou, dengan kecepatan stabil menembus tubuh prajurit yang sedang berpatroli disekitar area tempat perkemahan mereka.
"Mantap" kata Niu Qinglin yang pertama kali menembus dada prajurit dengan gembira dan dengan wajah imutnya melihat Excel.
Untuk Niu Qinglin, pembunuhan adalah hal pertama dalam hidupnya, tapi saat bertemu dengan Excel dia ingin selalu menonjolkan diri dan sifatnya pun berubah saat setelah menerima segel keluarga.
"Bagus" yang kedua Xiao Mei Xing yang terlihat puas saat dengan hasil bidikannya tepat mengenai kepala prajurit itu. Xiao Mei Xing adalah guru termuda di benua Venus dan mengajar di akademi sebagai ahli pemanah.
"Hahaha, bagus, bagus wanitaku" dengan ketawa Excel mengancungkan jari jempolnya kepada mereka. Mereka berdua sangat senang menerima pujian dari kekasihnya.
Swiiingg
Jleeb
Aaaahh
Siuuuu
Jleeb
Aaaahh
Jleeb
"Kurang ajar... beraninya menyerang kita, apa tidak tahu aturan perang...?"
"Semuanya berlindung, cepat selamatkan yang terluka" teriak komandan pasukan Zhou
Lesatan panah terus menerus mengenai prajurit Kekaisaran Zhou, mereka terlihat kocar-kacir tidak tentu arah saat anak panah terus menerus menghujani mereka.
"Suami aku berhasil membunuh 5 prajurit" teriak Xue Long yang gembira setelah menumbangkan 5 targetnya.
"Hahaha, ayo terus hajar mereka" melihat pasukan wanitanya yang sukses Excel ketawa gembira, setelah uji coba dengan boneka tanah mereka semakin mahir menggunakan panahnya.
"Prajurit meriam segera bidik sasaranmu, hujani ledakan dari sisi kiri, kanan dan belakang area tenda mereka"
"Pasukan wanita serang diarea tengah" perintah Excel yang membuat semua wanita dan prajuritnya penuh semangat juang yang membara, banyak yang belum pernah berperang dengan skala besar.
"Baik pemimpin"
"Prajurit bidik sasaranmu" dengan gagah komandan Ceng Fu memberi komando bagi pasukannya.
"Tembak"
Booommm
Booommm
Booommm
"Pasukan wanitaku serang"
Siuuuu
Siuuuu
Baammm
Jleeb
Ledakan memekik telinga membuat kota Phoniex menjadi bersemangat, anak-anak, orang tua dan muda-mudi begitu membara.
"Hancurkan Paman"
"Musnahkan penjahat"
__ADS_1
"Bunuh mereka"
Teriak bersemangat semua orang bergema di kota Phoniex, semua pasukan tidak henti-hentinya memborbardir pasukan Zhou, setiap meriam tidak ada yang menganggur.
Aaaaahhh
"Lari, lari"
Boooommmm
Aaaahh
Siuuuu
Siuuuu
Jleeb
Jleeb
Jleeb
Sebelum mereka bergerak dengan rencana mereka menghancurkan Formasi, kini berubah menjadi menghancurkan diri, pasukan mereka berusaha berlindung dengan perisai Qi, tetap saja meriam dengan batu roh dan teknik panah Dewi bulan masih bisa menembusnya dengan mudah.
"Menantu, sangat kejam...hahaha"
"Lihat Putrimu jadi ganas sekarang...xixixi"
"Dekan Mou, lihat guru mudamu seperti anak kecil di tangan bocah nakal itu, padahal di akademi terkenal galak...hahaha"
"Haaheem, bocah nakal itu bisa merubah segalanya, keras menjadi lembut dan lembut menjadi ganas, dan aku menunggu kejutan apalagi yang dia tampilkan."
Excel sedari tadi hanya menyiapkan masakan yang dia olah, dia tak perduli dengan nasib pasukan Zhou yang sangat mengenaskan ditempat mereka berada.
"Tembak dia jangan sampai lari" teriak An Na pada pasukannya, jiwa pemimpin terlihat jelas dalam mengatur pasukannya.
Siuuuu
Jleeb
Aaah
Booommm
Tenda pasukan Zhou Zhong sudah terlihat berantakan, dengan mereka terkepung ditengah sudah pasti menjadi samsak latihan pasukan Excel.
"Bajingan, kamu akan tahu akibatnya nanti, setelah ayah ku datang maka mampus kamu" teriak pangeran Zhou Zhong yang mati-matian mempertahankan diri. Untung saja dia memiliki artefak perlindungan, hingga masih banyak orang-orangnya yang selamat.
Demikian juga dengan tetua dan murid masih ada yang selamat dengan artefak pelindung mereka, tapi tidak sedikit korban diantara mereka, jika Excel mau bisa saja Excel meledakan mereka dengan meriam yang mampu membunuh prajurit dewa.
Datang dengan gagah dan wajah penuh kemenangan, namun hasil mengecewakan keinginan mereka. Dari jumlah orang yang mereka bawa kini hanya tersisa 275 ribu orang, hampir setengahnya mati dan terluka parah
Bisa dikatakan ini kekalahan pertama mereka tanpa melawan balik, mundur mati, maju mati tak ada jalan keluar, putus asa terlihat di wajah mereka yang tersisa.
"Cukup, hentikan. Latihan saat ini aku nilai A, hasil yang memuaskan" perintah Excel dengan evaluasi yang membuat pasukan senang, namun, itu tidak menghentikan semangat mereka untuk selalu berjuang bersama Excel, idola, pahlawan dan suami mereka.
"Horeee kita menang"
"Lihat itu api unggun yang besar"
"Lihatlah, lihat, kamu bisa lihat kan Paman itu menangis"
"Mana, aku tidak melihat, mata kamu mungkin yang buta"
"Whahaha"
Teriakan anak kecil menambah suasana semakin menyenangkan, gelak tawa terdengar di seluruh kota Phoniex, semua orang bertepuk tangan, sebagian sambil minum-minum dengan gembira.
Excel juga bahagia melihat mereka semua, bisa melindungi orang yang dia sayangi adalah harapannya, namun terkadang juga harapan memberikan hasil yang mengecewakan.
Excel mengangkat tangannya ke arah luar dinding kota, dengan mengalirkan Qi-nya keluar energi Element api dan tanah. Dengan gerakan santainya Excel mengengam tangannya dan menarik tanah naik keatas, tanah terbentuk seperti balok dengan panjang 5 meter dan lebar 2 meter.
Di tangan kanannya api surgawi menyala, dengan Qi-nya diarah api surgawi membakar balok itu, dengan nyala api berwarna biru keputihan membakar balok tanah itu, dengan suhu 5000 derajat balok tanah mulai mengeras, dari warna coklat tanah kini mulai menghitam.
Dengan tangan kiri Excel membentuk semua tungku pemanggang, setelah terbentuk Excel menambah kekuatan api surgawinya, kobaran api semakin memanas hingga wajah semua orang yang melihat mengeluarkan air keringat.
"I-itu api surgawi, bagaimana bocah ini memiliki api surgawi, apa anak ini juga Alchemist" teriakan Kakek Xuan yang sangat terkejut bahkan semua isterinya dan bawahan juga terkejut, baru kali ini Excel menggunakan api surgawinya dimata semua orang.
"Jangan terkejut, ini tidak terlalu istimewa, masih banyak api yang lebih baik" jawab Excel yang santai tapi menghantam hati semua orang, disaat mereka masih dalam keadaan shock, Excel berkata lagi.
"Di alam Semesta api terdiri dari 99 jenis, yang terendah api merah, dan api surgawi yang aku miliki menduduki peringkat 8."
Deg deg deg
"Api peringkat ke 8 terkuat di alam semesta dianggap biasa, lalu api apa yang dia anggap istimewa, nak, kamu terlalu sombong, jika kamu tidak mau berikan saja padaku". Pikir mereka, semua kegiatan terhenti saat Excel memberitahukan pengetahuannya.
Mereka hanya tahu api surgawi menurut diskripsi dari buku kuno dibalai pengetahuan yang dijaga ketat di Kekaisaran Ling.
Konon ceritanya, pada saat api surgawi diketahui banyak orang, karena ada seorang Alchemist dibenua ini pada saat itu menggunakannya, Alchemist tersebut juga pernah membakar habis Kekaisaran saat kemarahannya yang telah dikhianat, setelah membakar habis Kekaisaran kuno itu, sang Alchemist menghilang.
Ada yang berspekulasi jika sang Alchemist terluka dan mati di benua tengah dan ada yang mengetahui jika Alchemist itu naik ke alam yang lebih tinggi, tapi itu semua hanya dugaan yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
Suasana yang awalnya ramai dan gembira kini menjadi hening, pengetahuan yang Excel berikan sangat berguna bagi pengetahuan mereka.
Mereka hanya tahu jenis api memiliki 20 jenis, dan mereka tidak mengetahui ada berapa jenis api yang sebenarnya, karena itu informasi dari Excel akan menambah wawasan bagi semua orang.
Setelah keheningan itu masih berlanjut dan masih banyak pikiran mereka berputar-putar antara pengetahuan dari buku atau menurut cerita banyak orang, disaat mereka sedang berpikir ada anak kecil berusia 7 tahun bertanya.
"Paman, apa bisa aku memiliki api yang Paman miliki?" Excel yang mendengar dan melihat anak kecil itu tersenyum dan semua orang langsung menatap Excel penuh dengan ke-inginan-tahuan dan Excel masih sibuk membakar tungku.
"Semua orang bisa, tapi ada prasyarat yang harus dilewati.
Pertama orang tersebut harus memiliki jiwa yang kuat. Tanpa jiwa yang kuat orang tersebut akan mati terbakar, beruntung jika hanya mati terbakar..." Excel sengaja berhenti berbicara agar semua orang mengerti.
"Menantu, kenapa kamu bilang beruntung, tidak ada orang mati terbakar itu beruntung!" tanya Kaisar Ling yang penuh dengan rasa penasaran. Dengan senyum yang indah seperti biasa Excel melanjutkan menjelaskannya.
"Hehehe, api peringkat 1 hingga 30 memiliki jiwanya sendiri, coba bayangkan jika api memiliki jiwa yang hidup...!!"
Kembali Excel berhenti bicara, pertanyaan diganti pertanyaan, yang semakin membuat orang memeras pikirannya, bahkan dekan akademi, Kaisar Li, dan semua orang pun ikut berpikir keras.
" jika aku memiliki jiwa aku bisa hidup, bisa makan, bisa bermain..!" suara anak kecil terdengar di telinga semua orang, Excel yang melihatnya mengangkat jempol pada anak itu.
"Adik kemari" seketika gadis kecil itu berlari dengan cepat, karena dia sangat senang Excel memanggilnya. Kini Excel telah selesai membuat tungku pemanggang dengan warna putih keperakan yang tanpa mereka sadari, karena mereka sedang fokus dengan penjelasan dari Excel.
"Paman" dengan senang hati anak kecil itu di gendong dan duduk dipangkuan Excel, yang saat ini Excel juga duduk dan bersandar pada dinding kota.
"Ini untukmu karena kamu cerdas, lihat mereka semua yang kebingungan dengan pertanyaan yang mudah!!" kata Excel yang membuat semua orang malu hingga tak berani menatap mata Excel.
Bagaimana tidak malu jika mereka berpengetahuan dan berpengalaman bisa kalah dengan anak kecil yang belum bisa bertahan hidup.
"Horeee, terima kasih paman...cup"
__ADS_1
"Hahaha, gadis yang manis. Siapa namamu?" Excel gembira melihat gadis kecil yang lucu dan lincah.
"Qiaofeng, Paman" dengan polos gadis kecil usia 7 tahun menjawab dan masih mengulum permen Lollipop nya.
"Nama yang indah, gesit, cerdas dan anggun itu arti namamu, sesuai dengan kamu" balas Excel sambil mengelus kepala Qiaofeng, Qiaofeng pun sangat bahagia bisa dekat dengan Excel.
"Benar, apa yang dikatakan feng'er. Jika api yang memiliki jiwa, maka dia bisa berbuat sesuatu yang menurutnya benar. Seperti yang aku katakan tadi 'beruntung' jika orang itu terbakar dan mati, jika jiwa api itu mengambil ahli tubuhnya, maka sudah pasti akan menjadi bencana, 'ibarat burung yang lepas dari sangkarnya.'
"Karena itu syarat pertama adalah harus memiliki jiwa yang kuat, jika kamu ingin memiliki jenis api yang berada di peringkat 1 hingga 30."
Suasana hening saat Excel menjelaskan mereka semua, ibarat seorang guru yang memberi materi pada muridnya. Dengan antusias mereka terus membuka mata, pikiran dan hati agar tidak ketinggalan informasi berharga.
"Lalu yang kedua apa, nak" kata Kakek Xuan yang ingin tahu lebih banyak. Dengan senyuman Excel melanjutkannya, Seperti biasa Excel berhenti sejenak agar semua perkataannya dicerna dengan baik.
"Kamu harus dengarkan, feng'er, karena ini juga perlu buat kamu" pinta Excel pada Qiaofeng dan dianggukan kepala.
"Baik, Paman" melihat Qiaofeng yang duduk dipangkuannya membuat semua wanitanya cemburu pada gadis kecil. Tak perduli dengan statusnya Ling Xuan dan Li Que ikut duduk di samping kanan kiri dari Excel.
"Yang kedua. Harus memiliki fisik yang kuat, jika tidak memiliki fisik yang kuat sudah dipastikan orang itu akan mudah terbakar bahkan jiwanya ikut terbakar. Ada sebagian api yang jinak dan ada pula api yang liar. Karena itu sebelum memiliki jiwa kuat harus memiliki fisik yang kuat.
Krik krik krik
Suara jangkrik berbunyi menandakan suasana yang hening saat Excel menjelaskan semua, masalahnya adalah sangat sulit memiliki jiwa dan fisik yang kuat, cukup fisik saja membutuhkan sumberdaya yang sangat besar dan langka, bagaimana mereka bisa melatih dan membentuk fiski dan jiwa yang kuat...
"Aku tahu apa yang kalian pikirkan, memang tidak mudah memiliki jiwa yang kuat dan fisik yang kuat, anggap saja masalah itu sudah terpecahkan."
"Menantu, Terpecahkan bagimana maksudnya!!" tanya Ratu Kekaisaran Ling yang semakin penasaran dan melihat Excel yang penuh dengan tabir gelap yang tidak bisa ditembusnya.
"Nanti aku bicarakan, ibu mertuaku" mendengar Excel menyebut ibu mertuaku membuat Ratu Kekaisaran Ling malu dan tersenyum dan itu membuat Kaisar Ling sedikit tersenyum, jarang Ratu nya tersenyum saat bertemu dengan orang untuk pertama kalinya.
"Yang ketiga. Harus memiliki Spiritual yang kuat. Tanpa memiliki spiritual kuat bagaimana bisa mengendalikannya diri dan pikiran kita agar tidak mudah terpengaruh."
"Dengan memiliki spiritual yang kuat kita bisa mengendalikan api tersebut agar tidak membakar diri dan sekitarnya, ini adalah pengetahuan dasar, dan kalian sudah pasti tahu.
Seperti profesi Alchemist, smelting, Beast Tamer, Formasi array membutuhkan kekuatan spiritual yang kuat."
Benar sekali apa yang dikatakan Excel, ketiga prasyarat itu sangat penting dan saling terkait, jika salah satu syarat tidak dimilikinya sudah pasti api jiwa akan mengendalikannya atau bahkan membakar orang tersebut dan lingkungan sekitarnya.
"Api yang memiliki jiwa layaknya seperti mahkluk hidup, api jiwa bisa mempertahankan diri jika terancam.
Api jiwa terdiri menjadi dua jenis ;
Jenis yang pertama api jiwa jinak, api jiwa jinak tidaklah sulit untuk ditaklukkan, cukup dengan membuatnya tenang dan tidak merasa terancam, dengan mengalirkan Qi yang lembut mengalir menyelimuti api tersebut, jika api jiwa jinak sudah merasa nyaman, maka api akan berlahan mendekati orang yang diinginkannya dan menyatukan diri dengan orang tersebut.
Api jiwa liar adalah api yang memiliki kesadaran diri, seperti manusia yang berambisi yang memiliki sifat mendominasi, jika kita lemah sudah dipastikan kita akan menjadi boneka api jiwa liar itu, dan seperti yang aku katakan tadi api jiwa liar akan membunuh kita dan menjadi bencana yang berada disekitarnya."
Suasana masih hening disaat Excel telah selesai menjelaskan pengetahuannya pada mereka semua, Excel yang melihat Qiaofeng telah tertidur merasa kasihan, karena tidak sadar saat menjelaskan pada mereka semua.
Lalu Excel membeli ranjang kecil dan mengeluarkannya, meletakkan Qiaofeng di ranjang dan menyelimutinya, orang tuanya yang ingin mengambil dilarang agar tidak menganggu Qiaofeng.
"Sampai disini, apa ada pertanyaan?"
"Tidak ada, Nak. Aku menjadi bodoh setelah mendengarkan penjelasanmu!!" ucap Kaisar Ling yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena pengetahuannya sangat dangkal.
"Entah apa yang bisa aku tanyakan...! dengan usiaku dan sebagai Dekan merasa rendah di depanmu anak muda" kata Dekan Sun yang tak tahu harus bertanya apa, seharusnya dengan status sebagai Dekan tentunya memiliki segudang pengetahuan. Namun, didepan Excel dekan layaknya seorang murid yang baru menerima pelajaran pertamanya.
"Suamiku, aku merasa bangga bisa bersamamu" kata Zhou Mei yang merasa bangga dengan pengetahuan dan prestasi suaminya.
"Benar, aku tidak salah memilih pria yang bisa menjaga dan menyayangi ku" ucap Xue Rong dengan mata berbinar-binar melihat keajaiban yang dilakukan Excel.
"Aku tidak salah meninggalkan suamiku yang bodoh dan serakah, naluriku kali ini tepat"
"Benar saudari aku juga tidak akan kecewa meninggalkan pasanganku, yang tahunya hanya mengandalkan keluarganya."
Semua wanita saling berkomentar setelah penjelasan Excel, mereka sangat bersyukur bisa bertemu Excel. Seorang pria yang mampu membuat wanitanya nyaman dan bangga adalah suatu anugerah yang tidak bisa mereka dapatkan lagi.
Kemudian Excel melanjutkan memanggang daging yang sudah di potong-potong, lalu membakarnya dengan api dan angin untuk mengipasi daging itu agar matang secara merata.
Sebenarnya mereka semua terkejut saat Excel tadi menggunakan dua elemen dan menggabungkannya, suatu prestasi yang sulit dicapai diusia muda, kini Excel menggunakan api dan angin.
Lalu mereka harus bagaiman cara mengapreasiasi keterkejutnya jika Excel terus menerus mengejutkan mereka.
"Nak, kamu akan membuatku mati dengan cepat disini, rahasia apalagi yang kau punya?" tanya Kakek Xuan yang tak bisa lagi menahan rasa frustasi melihat bocah nakal yang menjadi musuh bebuyutannya.
"Kapan!" tanya Excel dengan datar dan masih membakar daging dan membolak-baliknya, setelah daging setengah matang Excel menaburi bumbu-bumbu yang dia beli dari sistem.
"Apa maksudmu kapan, bocah!!" tanyanya lagi pada Excel jika dia merasakan Dejavu
"Tadi bicara apa, Kakek tua" Excel membalas dengan sinis Kakek tua di sampingnya.
Semua orang yang telah pulih dari keterkejutannya, mulai menyaksikan babak baru yang dimainkan Excel dan Kakek Xuan.
"Tadi aku ngomong, jika kamu terus memberiku kejutan maka ak..u akan...!!! Bocaaah kamu menginginkan aku Cepat matii!!"
"Siapa juga yang menginginkan kamu mati, coba tanya pada mereka semua, aku hanya bilang 'kapan'...!!!"
Semua orang hanya menahan tawa dengan tangan, dan ada juga yang membalikan badan takut kena tendang maut Kakek Xuan, bahkan Kaisar Ling dan Ratu juga hampir tidak kuat menahan tawa.
"Itu sama saja menyumpahi aku cepat mati...!! Bocah kamu keterlaluan"
"Siapa juga yang menyumpahi kamu, Kakek tua.." balas Excel dengan mengangkat bahunya tanda tidak mengerti.
"K-kamu, bocaah minta pukulan, kamu jelas-jelas memintaku mati...hah"
"Kapan" jawab Excel polos yang membuat semua orang tak tahan menahan tawanya lagi.
"Whahaha"
Suasana malam begitu hangat dan gembira, walau sesaat yang lalu pasukan kota Phoniex memborbardir pasukan Zhou, dengan protagonis Excel dan Kakek Xuan yang membuat semua bisa tertawa lepas.
Tidak pernah terjadi dalam peperangan ada tawa menyenangkan, jika menang dalam perang pasti tetap akan ada tangisan.
Bau harum daging lezat tercium di seluruh area mereka berada, wanginya membawa rasa lapar yang tiba-tiba datang, umumnya mereka yang telah berkultivasi tahan terhadap rasa haus dan lapar, namun saat Excel memanggang daging yang telah dibumbui membuat mereka semua menjadi lapar dengan tiba-tiba.
Excel sengaja memanggang banyak daging untuk mereka semua, bukannya apa, Excel hanya ingin melayani mereka semua karena kerja kerasnya harus di bayar walau hanya hal kecil seperti memasak makanan bagi mereka.
"Nak, terasa enak sekali, sini aku cicipi" pinta Kakek Xuan yang terlihat air liur yang sudah membasahi bibirnya.
Semua orang yang mendengar Kakek Xuan mulai membuka babak baru, segera menyumpal kuping mereka, karena takut tertawa dan ditendang Kakek Xuan lagi seperti sesaat lalu.
"Jangan, Kakek." jawab Excel yang polos dan terasa sangat menghormati Kakek Xuan, Kakek Xuan yang merasa Excel mungkin telah menyerah, mulai terlihat kesombongannya Sebagai leluhur yang selayaknya dihormati.
"Kenapa, kamu takut jika aku sakit dan mati gara-gara makan daging...hooh"
"Tidak, bukan itu maksudku!!"
"Lalu??"
"Aku kuatir disalahkan, Kakek. Kamu kan tahu jika daging itu keras??"
"Hooi, jangan meremehkan aku, bocah, aku kuat makan banyak daging tidak mungkin membuatku mati"
__ADS_1
"Aku kuatir disalahkan jika kamu mati gara-gara gigitnya copot...!"
Booommm