Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 98 Leluhur Chu.


__ADS_3

Chapter 98 Kematian Leluhur Chu.


Kemudian Jun Bao dan Shuwan keluar dari toko pakaian dan berjalan menuju Paviliun Pill milik keluarga besarnya, dan Jun Bao atau Chu Bao mengikuti karena diundang olehnya.


Selama berjalan menuju Paviliun Pill, Shuwan banyak bercerita termasuk keberadaan leluhur Chu dan Dewi samudera di alam puncak.


Sama seperti sewaktu dibenua Venus Dewa Perang membangun kariernya agar mudah memancing leluhur Chu selama 4 tahun, sayangnya keberadaan sudah diketahui sejak dia memasuki altar portal dimensi di benua Dewa.


Selama 4 tahun itu pula Shuwan telah mengkhianatinya, tanpa dewa perang ketahui selama itu dengan dalih sebagai putri pemilik Paviliun Pill.


Untung saja raja ginseng selalu memberitahui-nya siapa saja yang ingin mencelakainya termasuk Shuwan dan seluruh keluarganya sebagai pemilik Paviliun Pill.


"Tuan, lebih baik pergi dari sini, dan jika ada kesempatan Tuan bisa menyergap mereka "


"Apakah semua Dewa di alam puncak seperti ini, sobat?"


Dewa perang sesungguhnya sangat marah melihat para dewa Dewi di alam puncak memilik hati yang buruk tanpa memandang status diri atau targetnya.


Demi ambisi dan kekuasaan mereka akan melakukan apapun asal tujuannya tercapai, bahkan jika harus mengkhianati keluarga sendiri.


Kemudian Dewa Perang masih berpura-pura tidak mengetahui plot mereka, apalagi dengan kekuatannya saat ini Dewa Perang tidak akan bisa dengan mudah dikalahkan dengan lawannya, asal bukan tingkat MahaDewa tahap dewa bintang keatas dan dengan didukung fisik tingkat Dewa dia bisa melawan kultivasi 3 tingkat dari kekuatannya, dan selama itu Dewa Perang selalu menyembunyikan kekuatannya dengan cara menyegel dengan bantuan Pill.


"Tuan, kenapa aku selalu sembunyi di goa? Karena mereka lebih jahat dan ganas dari racun apapun dialam semesta, sudah banyak jenisku dibunuh mereka demi umur panjang."


"Aku mengerti sobat, kamu jangan kuatir."


"Sayang, kenapa dari tadi melamun saja? Apa yang kamu pikirkan?" tanya Shuwan saat masuk ruang khusus meramu Pill di Paviliun yang khusus dibuat untuk Jun Bao.


"Tidak, tidak ada. Aku hanya ingin membuat formula Pill terbaru, sayangnya aku kekurangan bahan yang aku butuhkan" jawab Jun Bao pada Shuwan kekasihnya dan sudah menjalin hubungan selama 4 tahun ini.


"Hahaha, kenapa kamu tidak meminta, aku bisa menyediakan apapun yang kamu butuhkan" rayu Shuwan dengan memeluk Jun Bao dari belakang.


"Wan'er, aku sudah mencarinya di Paviliun ini tapi tidak menemukannya"


"Memangnya apa yang kamu butuhkan?"


"Aku membutuhkan buah roh 3 buah saja, apa kamu memilikinya?"


Setelah Shuwan mendengar apa yang dibutuhkan kekasih palsunya dia menjadi terkejut, karena buah roh sudah lama punah berjuta-juta tahun lalu, bahkan di alam MahaDewa sudah tidak pernah ditemukan lagi.


"Huuff, sayang kamu mencari yang tidak ada, apa tidak bisa digantikan dengan yang lainnya?"


"Tidak, jika bisa aku tidak mungkin sepusing ini"


"Memangnya apa yang akan kamu ciptakan hingga membutuhkan buah roh?"


Jun Bao sempat terdiam sejenak mendengarkan pertanyaan Shuwan yang selalu memburunya dan ingin selalu mengetahui apa yang dilakukannya.


"Tuan, bilang saja untuk membuat pill panjang umur" Raja ginseng tiba-tiba memberikan alasan pada Jun Bao melalui telepatinya.


"Aku ingin membuat pill panjang umur, yang bisa menambah usia 10 ribu tahun"


"Apaaa...! Sayang, apa benar yang kamu katakan?"


"Iya, memangnya kenapa?"


Shuwan sangat terkejut mendengar jawaban dari kekasih palsunya yang ingin membuat pill panjang umur, karena jika kekasihnya berhasil maka Paviliun Pill akan meraup untung yang sangat besar dengan cara dilelang.


"Hahaha, sayang kamu sangat luar biasa. Tidak perlu membuat pill yang bisa memperpanjang usia 10 ribu tahun, cukup membuat pill 1000 tahun saja kamu akan terkenal"


"Huuff, aku memiliki akar ginseng 1 juta tahun yang bisa menambah usia 1000 tahun jika dikonsumsi secara langsung, dan karena aku ingin meningkatkan efektivitasnya aku perlu beberapa bahan yang bisa ditemukan di Lembah es"


"Cari apa kamu kesana? Bilang saja aku akan sediakan?"


Shuwan mengenal sifat kekasihnya jika menginginkan sesuatu pasti tidak akan menyerah walaupun yang dia hadapi itu adalah bahaya.


"Memangnya ada rumput es Phoniex di Paviliun ini?"


"Lagi-lagi kamu cari yang tidak ada, ganti yang lain"


Shuwan meminta Jun Bao mengganti apa yang dibutuhkan untuk meramu Pill, sejujurnya Shuwan tidak ingin membiarkan Jun Bao meninggalkan Paviliun Pill agar mudah diawasi dan kemampuannya bisa dimanfaatkan demi kepentingan keluarganya.


"Tidak, aku tidak bisa menggantikan dengan yang lain, kamu tahu jika rumput es Phoniex hanya bisa ditemukan dilembah es"


"Baiklah, aku akan memberitahui ayahku dulu, jika diijinkan kamu bisa pergi denganku"


Shuwan selalu beralasan agar Jun Bao atau Dewa perang tidak bisa pergi terlalu jauh dari pantauan dari Paviliun Pill, karena kekasihnya sudah sangat terkenal dengan keahlian meramu Pill di alam puncak.


"Tidak perlu meminta ijin padanya, dan lagi aku bukan budak yang seenaknya dimanfaatkan" Jun Bao akhirnya tidak bisa menahan diri lagi karena selama ini selalu seperti tahanan rumah di Paviliun Pill.


"Kenapa kamu berkata begitu, kita hanya mengkuatirkan keselamatanmu saja, kamu harus tahu dengan kemampuanmu kamu sekarang menjadi rebutan banyak orang!"


"Aku bisa menjaga diri, dan kalian tidak perlu kuatirkan diriku..."


Tanpa menunggu Shuwan membalas perkataannya Jun Bao segera keluar dari ruang pribadinya, dia sudah jengkel melihat Shuwan dengan sikap palsunya selama ini.


"Sayang tunggu, kamu jangan seperti anak kecil saja"


Wuuuuussshh


Jun Bao segera menghilang dari pandangan saat Shuwan mengatakan dirinya seperti anak kecil dan semakin membuatnya marah.


"Ayah, Jun Bao pergi menuju lembah es"


"Apa...kenapa kamu tidak melarangnya?"


"Sudah ayah, tapi kali ini dia membutuhkan apa yang kita tidak miliki di Paviliun Pill"


"Cepat ikuti dia dan bawa para ketua"


"Baik ayah"


Kemudian seluruh Paviliun Pill menjadi gempar saat mengetahui Alchemist andalan mereka pergi tanpa ijin apalagi pergi seorang diri di alam puncak.


"Hahaha, akhirnya Tuan muda Bao keluar dari sarangnya, cepat cari dia dan tawarkan apapun yang dia mau"


"Apa...Jun Bao sang Alchemist itu keluar dari Paviliun Pill? Segera bawa semua wanita tercantik dan berikan apapun yang di inginkan.


Dengan cepat berita Alchemist tingkat Dewa atau Dewa Perang menyebar, banyak kekuatan besar segera memburu Jun Bao yang selama ini tidak diijinkan keluar dari Paviliun Pill, jika keluar selalu dikawal banyak kekuatan dari Paviliun Pill.


Jun Bao kini sudah menyamar menjadi pria tua berkat Pill ilusi yang dia ciptakan sendiri tanpa diketahui oleh Shuwan yang selalu mendampinginya saat membuat pill.


"Saatnya kita mencari dalang pembunuhan keluarganku, sobat"


"Hahaha, akhirnya aku bisa melihat bagaimana Dewa Perang beraksi. Tapi alangkah baiknya jika kamu tidak datang ketempatnya, dia pasti akan datang kesini mencarimu, Tuan"


"Kamu benar, sobat. Lebih baik aku menyergap mereka yang menuju ke lembah es...hehehe"


Sudah 3 hari sejak Jun Bao keluar dari Paviliun Pill dan sudah banyak kekuatan besar yang mencari keberadaan Alchemist tingkat Dewa, hampir diseluruh alam puncak mengenali wajah Alchemist yang tampan rupawan, apalagi di usianya 160 tahun sudah berada pada tingkat Dewa Nirwana selain menjadi Alchemist tingkat Dewa satu-satunya di alam semesta.


"Tuan, aku merasakan auranya leluhur Chu!!"


"Bagaimana kamu mengetahui?


"Dia juga pernah memburuku, setiap orang yang pernah mengejarku, aku selalu bisa dengan mudah mengenali mereka"


"Hahaha, sobat kamu sangat bisa diandalkan....tunggu mereka membawa banyak pasukan, apa mereka ingin melawan banyak orang demi menangkapku?"


Dewa perang merasakan aura banyak orang menuju kearahnya termasuk aura targetnya yang selama ini dia buru, leluhur Chu selama ini juga bekerjasama dengan Paviliun Pill untuk memeras kemampuan Dewa Perang sebagai seorang Alchemist tingkat Dewa seperti ayahnya dulu.


"Tuan Chu, apa benar artefak pelacak aura milikmu bisa berfungsi"


"Hahaha, tenang saja kamu bisa yakin Patriack, lihat kristal ini semakin terang saat mendekati targetnya"

__ADS_1


"Hahaha, kamu bisa diandalkan Tuan Chu. Cepat aku tidak ingin kalah dengan mereka untuk bisa merebut Alchemist Bao"


"Tapi Patriack kamu harus menepati janjimu untuk memberikan api surgawi itu padaku setelah anak itu tertangkap, kamu bisa menggunakan kemampuannya dan aku bisa memiliki api surgawinya."


"Hahaha, tenang saja Tuan Chu aku akan menepati janjiku sebagai seorang Patriack Sekte awan surgawi"


Sejujurnya Patriack Sekte awan surgawi tidak mungkin memberikan api surgawi kepada leluhur Chu, pasti bodoh jika memberikan sesuatu yang sangat-sangat langka di alam puncak apalagi di alam MahaDewa, Patriack hanya memperalatnya selama ini demi ambisinya.


"Kenapa kristalku menjadi redup? Apa ada yang salah dengan artefakku ini?" leluhur Chu terkejut melihat kristalnya tiba-tiba tidak bercahaya lagi.


"Ada apa Tuan chu?"


"K-kristal milikku menjadi redup, apa bocah itu telah mati?"


"Sial, pasti dia mati di Lembah es, cepat kita kesana dan jangan sampai keduluan kekuatan lain"


Patriack Sekte awan surgawi gelisah saat mendengarkan perkataan Tuan Chu jika Alchemist Bao mati dilembah es, apalagi jika api surgawi itu direbut orang lain sebelum dia, karena itu dia buru-buru mempercepat kapal angkasanya menuju lembah es.


Wuuuuussshh


Booommm


Booommm


"Aakkkhh"


Baaanngg


"Bajingan, siapa yang Berani-beraninya menyerang sekte awan surgawi?"


"Pak tua apa kamu yang menyerang kami?"


"Uhuk...uhuk...Nak, kamu menakuti buruanku...uhuk uhuk"


Seluruh pasukan dari Sekte awan surgawi menjadi marah termasuk Patriack Sekte yang kini menghentikan kapal angkasanya dan melihat sosok pria tua yang bisa dikatakan hampir mati.


"Apa kamu ingin mati dengan cepat pria tua...Berani-beraninya kamu menyerang kami" Patriack sangat marah melihat pria itu mengakui jika dia yang menyerangnya, dengan alasan buruannya kabur karena banyaknya kapal angkasa melintasi hutan dimana pria tua itu sedang berburu.


"Tidak, aku tidak ingin mati...uhuk uhuk"


"Sialan, takut mati tapi mencari masalah, cepat bunuh dia"


Semua orang menjadi marah melihat pria tua itu yang tidak masuk akal saat beralasan, mendengar perintah dari ketua pertama yang sedang berdiri bersama Patriack Sekte.


Wuuuuussshh


"Craazzhh"


Bluukk


Salah satu murid yang menyerang terlebih dahulu langsung meluncur kebawah menyerang pria tua itu, tapi saat mendekati pria itu tiba-tiba kepalanya terlepas dari lehernya dan terjatuh ditanah tanpa bisa mengelak serangan cepat dari pria tua itu.


"Siaal, muridku telah kamu bunuh, semuanya bunuh dia"


Segera semua pasukan menyerbu pria tua itu yang masih berdiri ditempatnya semula tanpa bergerak setelah menerima perintah dari Patriack yang marah dengan tewasnya murid Sekte didepan matanya.


"Craazzhh"


Buuukkk


Booommm


"Aakkkhh"


Booommm


Booommm


Namun, dewa Perang terlihat seperti menari saat melawan apalagi setelah merebut salah satu pedang milik murid jenius sektenya, tarian pedang itu seakan menghipnotis lawan yang menyerangnya dan dengan mudah membelah tubuh dan memenggal kepala musuhnya.


"Teknik pedang apa itu? Sangat menakjubkan"


"Bodoh, kenapa kamu memuji musuhmu, cepat bunuh dia"


Patriack semakin geram yang mendengar gumaman salah satu ketuanya memuji pria itu yang tarian pedangnya sangat indah.


Sedangkan leluhur Chu merasakan familiar dengan gerakan pedang yang digunakan pria itu seperti pernah melihat kekejaman seseorang yang membuatnya selalu bermimpi buruk selama ini.


Wuusssshhh


Booommm


"I-itu dia"


Teriakan kaget leluhur Chu saat dia mengenali teknik Dewa Perang yang digunakan sewaktu membantai habis pasukan Kekaisaran di benua Dewa.


"Ada apa Tuan Chu?"


"Di-dia Dewa Perang"


"Apaaa..."


Patriack Sekte terkejut saat mendengarkan nama dewa perang yang diakui oleh para dewa dewi di alam mahadewa dan juga menerima pembaptisan kitab Surgawi.


"Sial, kenapa kamu tidak memberitahui aku sejak awal Tuan Chu?"


"Ma-maaf Patriack, sebenarnya Alchemist itu adalah dewa perang yang memiliki api surgawi"


"Bajingan kamu Tuan Chu, kamu pasti telah menipuku..."


Booommm


"Aakkhhh"


Patriack Sekte awan surgawi marah setelah mendengarkan pengakuan dari Tuan Chu yang dia percayai selama ini, niatnya ingin memanfaatkan kecerdasan tuan Chu malah dia yang telah tertipu.


Karena amarah dia menghantam kepala leluhur Chu dengan keras hingga kepalanya meledak dan mati seketika.


"Kenapa kamu membunuh pembunuh keluarga ku?"


Wuuuuussshh


Booommm


"Aakkhhh"


Baaanngg


Dewa perang yang marah saat target yang sangat ingin dia bunuh dengan tangannya sendiri dibunuh orang lain, dengan gerakan cepat dan tidak bisa dilihat Dewa Perang langsung muncul didepan Patriack dan menghantam dadanya hingga terpental dan terlempar keluar dari kapal angkasa.


Dewa perang langsung mengeluarkan pedang ilahinya dan membabat tubuh lawan terdekatnya dimanapun langkah kakinya bergerak.


"Kamu harus mati menggantikan musuhku"


Wuuuuussshh


Booommm


"Aakkkhh"


Booommm


"Craazzhh"

__ADS_1


Bruuuk


Akhirnya dengan amarah yang sudah tidak bisa dikendalikan Dewa Perang memenggal kepala Patriack Sekte awan surgawi setelah memukulinya dengan kepalan energi Qi-nya berulang-ulang.


Seketika semua anggota sekte awan surgawi dan pasukan khususnya terdiam saat melihat pemimpinnya meregang nyawa tanpa bisa mereka membantu pemimpinnya.


"S-seraaaang dia, bunuh dia"


Teriakan ketua pertama yang tidak lain wakil Patriack sangat marah dan terlihat dia sangat menyesali tidak bisa bergerak cepat menolong Patriack Sekte awan surgawi.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Booommm


Booommm


Craazzhh


Craazzhh


Ledakan pertempuran yang memekikkan telinga terdengar radiusan kilometer membuat semua orang yang berniat memburu Alchemist menjadi teralihkan dan bergegas menuju tempat suara peperangan.


"Cepat kesana, aku ingin tahu siapa yang bertempur"


"Semoga saja Tuan Bao tidak di rebut salah satu kekuatan lain"


Booommm


Booommm


Jleeebb


"Aaaaahhh"


"Hahaha, apa hanya ini yang kalian miliki, ayo serang aku"


Dewa perang tertawa gila saat meledakan dan menebas tubuh lawan tanpa belas kasihan, dengan tarian pedang Dewa Perang membuat seluruh anggota sekte awan surgawi meregang nyawa dengan sia-sia.


Dewa perang telah lupa jika efek Pill ilusinya telah habis waktunya, dan terlihat wujud aslinya dengan wajah rupawan dengan pakaian berwarna sebagai ciri khasnya.


Booommm


Baaanngg


"Akkhhhh"


Karena suara pertempuran semua orang yang berniat menuju lembah es kini telah berkumpul melihat ganasnya pertempuran, apalagi 1 orang melawan lima ratus ribu orang, sengaja Patriack Sekte awan surgawi membawa seperempat anggota sekte dan pasukannya, jika dibawah semua total 2 juta orang disektenya.


"Apa itu Sekte awan surgawi? Melawan sang Alchemist Bao?"


"Iya, kamu benar itu Tuan Jun Bao yang kita cari"


"Wan'er, apa itu kekasihmu?"


"Benar ayah itu dia, aku mengenalinya walau wajahnya berlumuran darah"


"Ta-tapi Kultivasinyakan pada tingkat dewa Nirwana....tapi kenapa sekarang tingkat Dewa Kuno?"


"A-aku juga tidak tahu ayah, mungkin dia selama ini menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya"


Shuwan dan ayahnya terkejut yang saat melihat Jun Bao melawan banyak orang, dan tingkat Kultivasi yang sebenarnya terlihat banyak orang dari aura yang dia keluarkan.


Booommm


Booommm


Craazzh


Aaaaahhh


"Gawat jika dia mengetahui rencana kita selama ini, ayah. Apa yang harus kita lakukan?"


"Aku tidak tahu, lebih baik kita tetap berpura-pura menyelematkannya sekarang"


"Ide yang bagus ayah, ayo kita bantu bersama-sama"


Setelah berbicara dan ada rasa takut pada Jun Bao, Shuwan dan ayahnya beserta anggota Paviliun Pill bergerak membantu Dewa perang, mereka juga tidak tahu dengan identitas sebenarnya Jun Bao yang sebagai Alchemist adalah dewa perang yang namanya sudah terkenal.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


"Bantu suamiku"


Suara Shuwan mengema diseluruh medan perang dimana Jun Bao melawan ratusan ribu orang, Shuwan sudah dikenal banyak orang sebagai putri dari pemilik Paviliun Pill dan juga kekasih dari Alchemist Jun Bao selama ini.


Namun, banyak orang yang hanya melihat saja saat Paviliun membantu Alchemist Bao tanpa ikut bergerak, karena tidak ada yang ingin ikut campur jika Sekte awan surgawi terlibat dalam hal apapun karena didukung sosok dewa Absolute dibelakangnya.


"Kalian Paviliun Pill jangan ikut campur jika tidak ingin berurusan dengan kami"


Ketua pertama mengancam Paviliun Pill saat ingin membantu Jun Bao, ayah Shuwan yang tahu pendukung dibelakangnya segera berhenti dan diikuti anggotanya termasuk Shuwan.


"Dia adalah suamiku, jadi aku akan membantunya" kata Shuwan pada ketua pertama dengan akting yang nyata agar rencananya tidak diketahui oleh kekasihnya.


"Dia sudah menyerang kami dulu dan juga sudah membunuh Patriack Sekte, jika kamu ingin membantunya berarti kamu adalah musuh Sekte awan surgawi saat ini"


"Ketua pertama, maafkan Putriku yang tidak ingin melihat suaminya dalam bahaya, kami akan memberikan kompensasi kepada Sekte awan surgawi"


Dewa perang yang melihat dan mendengar obrolan mereka meski dia masih bertarung dengan musuhnya, dia merasa jijik dengan kepura-puraan Paviliun Pill yang membela dia.


Booommm


Craazzhh


"Aakkhhh"


"Hentikan sandiwara kalian, kamu pikir aku tidak tahu niat kalian...hah? Kalian sengaja memperbudakku dan juga ingin memonopoli kemampuanku sebagai Alchemist, kalian membuatku muak termasuk kamu Shuwan"


Tiba-tiba Jun Bao menyela perdebatan antara ketua pertama dan ayah Shuwan yang berpura-pura dengan sandiwara mereka selama ini.


"Sayang, apa maksudmu? Tidak mungkin aku melakukan apa yang kamu katakan!"


"Hahaha, idiot. Sudah cukup"


Craazzhh


Booommm


"Aku Dewa Perang putra dari Chu Jun dan guruku adalah Seng Long tidak pernah takut pada siapapun. Saat ini aku akan membunuh siapapun yang menjadi halangan langkahku. Aku Dewa perang menantang kalian semua yang ingin menghalangi jalanku. Maju"


Boooommmm


Aura kuat meletus dari tubuh Dewa perang saat menyatakan menantang siapapun yang menghalangi jalannya dialam semesta tanpa peduli dengan lawan yang kuat.


Semua orang langsung kaget saat mendengarkan pengakuan Alchemist tingkat Dewa yang terkenal ternyata dewa perang dan juga murid dari Dewa Absolute Seng Long yang legendaris.


Dewa Absolute Seng Long, sangat ditakuti dialam semesta sebagai sosok Naga Hitam yang brutal, mereka tidak menyangkah jika orang yang dikenal sebagai Alchemist tingkat Dewa memiliki pendukung yang mengerikan.


Shuwan langsung memucat saat mengetahui siapa sebenarnya kekasihnya yang telah dia manfaatkan demi reputasinya dan reputasi Paviliun Pill milik keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2