
Chapter 97 Bertemu Dengan Raja Ginseng.
Sudah 100 tahun Dewa Perang bersembunyi dari benua Dewa, selama itu pula dia tidak pernah membuka penyamaran agar musuh-musuhnya tidak menemukan keberadaannya.
Kini Dewa Perang sudah menembus Kultivasinya menjadi tingkat kaisar dewa tingkat Nirwana, dengan kemampuannya sebagai Alchemist tingkat Dewa dia bisa mudah meningkatkan kekuatannya.
Dalam 100 tahun dia juga mencari keberadaan ras naga dan Ras rubah, bahkan sudah mencari dilembah Misterius tempat persembunyian selama jutaan tahun, yang dia temukan hanya tanaman obat dan tanaman roh yang dia butuhkan dilembah Misterius.
Karena tidak bisa menemukan petunjuk apapun keberadaan isterinya dan keberadaan kedua Ras itu, Dewa Perang berencana menuju alam puncak dimana leluhur Chu bersembunyi melalui altar portal dimensi di Kekaisaran.
"Berhenti, bayar dulu biaya menggunakan altar portal dimensi ini"
"Berapa yang harus aku bayar?"
"1000 batu mistik tingkat menengah"
"Kenapa mahal sekali, senior?"
"Itu sudah menjadi harga yang ditetapkan dan disepakati oleh kelima Kekaisaran, jika kamu tidak memiliki batu mistik tingkat menengah lebih baik kamu segera pergi dari sini"
"Haaah, baiklah aku bayar"
Setelah dihentikan dan sedikit berdebat Dewa Perang dengan terpaksa memberikan 1000 batu mistik tingkat menengah kepada ketua penjaga altar portal dimensi sebagai gerbang menuju alam puncak.
Altar itu berbentuk bulat dengan 4 tiang, ditiap tiang terdapat rune-rune aneh yang tidak dimengerti oleh Dewa perang, lalu ketua itu menuju keempat tiang secara bergantian dan memasukan batu mistik kedalam lubang yang dimiliki tiang altar, dari jumlah 1000 batu mistik tingkat menengah, ketua itu hanya memasukan 500 batu mistik.
Batu mistik tingkat menengah dibenua Dewa masih bisa ditemukan di bukit-bukit dan digali menjadi goa untuk menambang, walau sudah sangat susah untuk mendapatkan banyak batu mistik yang kini tergolong langka dibenua Dewa.
Setelah tiang itu terisi dengan batu mistik altar itu menyala dengan warna hitam terlihat seperti lorong atau terlihat seperti menuju kekosongan, melihat Dewa Perang yang ragu ketua itu berbicara dengan tidak sabar.
"Jangan takut, kamu masuk saja dan setelah beberapa saat kamu akan tiba di alam puncak, cepat jangan membuang energi batu mistik"
Tanpa menjawab Ketua penjaga altar itu, Dewa Perang berjalan dan memasuki lorong itu dan tampak disekelilingnya hitam pekat dan terasa berjalan dikehampaan.
Swooosshh
"Segera kabari leluhur Chu jika target telah memasuki altar portal dimensi"
"Baik ketua"
Dewa perang tidak mengetahui pembicaraan ketua itu dengan muridnya karena sudah berada lorong dimensi yang membawanya ke alam puncak.
Swooosshh
"Aaakkhh"
Baaanngg
"Kurang ajar ketua itu, apa pendaratannya tidak bisa lebih nyaman"
Plaaak
Plaaak
Gumam Dewa Perang yang sesaat lalu tiba-tiba terjatuh dari kehampaan dan menabrak tanah, dengan membersihkan tubuhnya dari debu dan kotaran akibat dia terjatuh ditanah.
"Huff, sialan itu ketua, nanti jika aku kembali aku akan buat perhitungan. Apa ini alam puncak...sepertinya ini benar, karena energi semesta sangat terasa di tempat ini dan tidak ditemukan dibenua Dewa atau benua Venus."
Setelah melihat sekelilingnya yang ternyata dia berada dihutan yang lebat, Dewa Perang bergumam dan memastikan apa tujuannya sudah tepat.
"Gravitasi disini lebih besar dair benua Dewa bisa dikatakan tiga kali lebih berat, ini juga bisa membantu meningkatkan fisikku hingga tingkat Suci tahap puncak dan bisa segera menebus tingkat fisik Dewa...hehehe"
Gumam Dewa Perang yang merasakan betapa beratnya medan gravitasinya di alam puncak, kini tingkat fisiknya berada di tingkat Suci tahap menengah dan sudah dekat dengan fisik suci tahap puncak.
Dewa perang berjalan menyusuri hutan lebat tanpa tahu kemana dia pergi, dan mencari tempat yang bisa dia tinggali sementara sampai dia mencapai fisik tingkat dewa dan Kultivasi tingkat dewa kuno.
Berkat cincin dimensi tingkat mitos yang diberikan gurunya sewaktu di gunung kematian, Dewa Perang tidak kuatir akan kekurangan tanaman roh dan tanaman obat, karena di cincin dimensinya semua tanaman bisa dengan cepat tumbuh dan berkembang layaknya rumput liar, walau dia tidak merawatnya atau menambah bibit didalam cincin dimensi tingkat mitos.
Cukup dengan menyerap energi Qi-nya cincin itu bisa memberikan energi Qi sebagai makanan tanaman obat dan tanaman roh didalam cincinnya.
"Hehehe, ada Goa yang tidak berpenghuni"
Terlihat sebuah dibukit goa yang sangat lebat dan ditutup banyak akar-akar pohon saat Dewa Perang yang berjalan dan melihat goa itu.
Seorang kultivator tingkat kaisar dewa mampu melihat sejauh 2 kilometer hanya sekali pandang dan mampu melihat semua pergerakan tanpa bisa menipu matanya.
Saat melangkah menuju goa itu Dewa Perang juga membunuh beberapa binatang tingkat Nirwana puncak dan akan menembus tingkat binatang ilahi.
Tiap binatang tidak merasakan tingkat basis Kultivasi Dewa Perang segera menyerang tanpa takut, sayang sekali dengan sekali pukulan binatang itu langsung tumbang, dan dewa perang mengambilnya dan memasukan di cincin dimensinya yang juga bisa memelihara segala macam binatang buas hingga tingkat kuno.
Karena itu Dewa Perang juga berburu binatang selain mencari tumbuhan langka yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan tingkat Alchemist ketahap Dewa menengah.
"Huuff, seandainya ada seorang teman bicara diperjalanku mungkin aku tidak akan kesepian"
Gumam Dewa Perang yang kini sudah berada di pintu masuk goa yang sangat tersembunyi dan sulit ditemukan oleh kultivator nakal atau orang lain yang memiliki pendukung dibelakangnya.
Kemudia dia membuat lubang sebagai pintu masuk yang seukuran tingginya, Dewa Perang berjalan menyusuri goa dan berniat membuat goa ini sebagai tempat tinggal sementara selama dia berlatih.
__ADS_1
Disaat berjalan Dewa perang merasa jika dibawahnya bergerak-gerak dan selalu mengikuti kemana langkah kakinya bergerak.
Merasakan hal yang aneh Chu Bao melakukan gerakan seperti menari dan melompat seraya mengeluarkan pedang tingkat ilahinya.
Dan sepertinya dugaannya muncul akar kecil yang mirip akar tumbuhan roh keluar dari dalam tanah, melihat ada kesempatan menebas akar itu Chu Bao langsung memotong satu akar dan meraihnya.
"Hahaha, kamu akhirnya muncul. Ini akar ginseng..."
"Aduh...aduh...manusia sialan kenapa kamu memotong akarku"
Segera setelah Chu Bao memotong dan meraih akar yang dia potong terdengar suara dari dalam tanah berteriak kesakitan dan memakinya.
"Siapa kamu? Dan lagi kenapa kamu mengikutiku?"
"Siapa juga yang mengikutimu, justru kamu memasuki rumahku ini tanpa permisi, karena itu aku ingin mengetahui niat tersembunyimu, manusia"
"Hahaha, siapa suruh kamu tidak bersuara memangnya aku tahu jika ada mahkluk aneh disini"
"Siapa yang kamu katakan mahkluk aneh?"
Booommm
Karena marah mahkluk aneh berakar itu muncul dengan meledakan tanah disekitarnya dan terlihat bentuk aneh yang mirip bintang laut tapi memilik banyak akar.
Chu Bao yang mengetahuinya menjadi terkejut karena mahkluk aneh itu akan menjadi buruan para dewa Absolute dimanapun dan bahkan akan menjadi pertumpahan darah.
"Manusia, siapa yang kamu bilang aneh, aku raja ginseng yang ditakuti seluruh alam semesta. Berani-beraninya kamu tidak menghormati aku...hahaha" katanya yang mengaku sebagai raja ginseng dan ukuran anak usia lima tahun dan akar-akarnya seperti bersilat pinggang.
"Hahaha...kamu bisa bicara... Hahaha"
Bukannya takut dan menghormati raja ginseng, Chu Bao malah tertawa terbahak-bahak saat melihat bentuk tubuh yang aneh dan bisa bicara.
Merasakan hinaan yang tidak pernah dialami raja ginseng dia menghentakan kakinya yang terbuat dari akar-akarnya dan terlihat semakin mengemaskan bagi Chu Bao.
"Whahaha... Jangan menghentakan kakimu...hahaha"
"Bocah kamu menghinaku, awas kamu akan aku potong-potong hingga aku buat menjadi sup manusia...hahaha"
"Sudah cukup kamu jangan bicara, lihat mulutmu saja tidak ada...hahaha"
Booommm
"Bocah aku akan memukulimu"
"Sudah hentikan, kamu malah menggelitik tubuhku...hahaha"
Kedua mahkluk gila itu akhir bergulung-gulung ditanah saling mengunci dan saling memukul tanpa henti, Chu Bao yang melawan hanya membuatnya tertawa dan raja ginseng semakin marah.
"Hei, mahkluk aneh kenapa kamu tinggal disini?"
"Bocah siapa yang kamu panggil mahkluk aneh, aku raja ginseng penguasa alam semesta, tahu"
"Hahaha, oke, oke. Raja ginseng kenapa kamu tinggal disini, padahal kamu penguasa alam semesta?" sengaja Dewa Perang mengejek raja ginseng yang ternyata malah menusuk kelemahannya.
"Huuff, kamu menyindirku, jika aku keluar sudah pasti menjadi perburuan banyak orang. Apa kamu tidak tahu akar yang kamu potong kecil itu bisa menambah usia 1000 tahun!! bayangan jika mereka menangkap-ku dan memakan-ku sudah pasti usia mereka akan bertambah hingga 1 juta tahun."
Raja ginseng menjawab yang tadinya kesombongan kini terlihat menyedihkan, dan benar yang dikatakannya, raja ginseng di alam puncak sudah sangat langka dan bahkan sudah tidak ada lagi.
Raja ginseng sebagai tanaman roh butuh banyak waktu untuk bisa menjadi seperti saat ini, mampu berinteraksi dengan semua mahkluk dan bisa memiliki wujud membutuhkan jutaan tahun untuk menjalaninya.
"Hahaha, kenapa kamu menjadi sedih dan dimana kesombonganmu tadi. Sudah jangan bersedih, aku Dewa Perang akan melindungmu dari semua orang serakah."
"Hah, apa kamu Dewa Perang yang dibicarakan itu? Berdiri diatas jutaan mayat dengan api surgawi dan pedang ilahi?"
Raja ginseng segera terkejut mendengar nama dewa perang yang ternyata adalah orang yang telah menghinanya dan juga telah memotong akarnya.
"Hahaha, tentu saja. Lihat ini..."
"Api Surgawi...benar-benar kamu orang yang menggemparkan alam semesta."
"Hahaha, kenapa? Apa kamu takut, tenang saja aku tidak membantai orang tanpa sebab."
"Huuff, siapa juga yang takut dengan kamu, aku hanya saja terkejut melihat kamu berada disini, padahal dengan statusmu kamu bisa menguasai sebuah wilayah..."
Mereka berdua akhirnya akur dan mengobrol didalam goa tempat persembunyian raja ginseng dari kejaran banyak Dewa yang serakah.
Merasa jika Dewa Perang tidak ada niat buruk padanya seperti para dewa lainnya, dia menjadikan Dewa Perang sebagai tuannya, tapi Dewa Perang menolaknya.
Hingga akhirnya karena desakan dan rayuan memelas raja ginseng akhirnya Dewa Perang mau mengakui dia sebagai hambanya dan juga sebagai teman perjalanannya.
"Hahaha, akhirnya aku bisa pergi dari goa yang menyedihkan ini dan kembali menjelajahi semua tempat"
"Iya, tapi kamu harus berada di cincin dimensiku agar lebih aman, didalam juga kamu bisa melihat semua situasinya"
"Hahaha, oke tidak masalah, asal aku bisa berpetualang denganmu...hahaha"
Mereka terus mengobrol hingga tertidur lelap didalam goa, dan raja ginseng memasuki cincin dimensi dan melihat begitu banyak tanaman roh dan obat dia sangat bahagia dan memilih untuk menetap di cincin dimensi Dewa Perang tanpa merasakan bosan.
__ADS_1
"Sobat, aku sudah lama digoa ini untuk berlatih, sekarang aku mau melanjutkan mencari musuh lamaku, dan kamu jangan keluar tanpa aku suruh"
"Hahaha, tidak masalah. Aku sudah betah didalam sini"
Setelah berlatih dan membuat banyak Pill Dewa Perang pergi dan meninggalkan goa dimana dia tinggal selama 20 tahun tanpa ada orang yang datangi goanya.
Selama 20 tahun itu fisiknya telah mencapai tingkat Dewa tahap awal dan Kultivasinya pada tingkat Dewa Kuno tahap 9 dan tidak lama lagi akan menerima Kesengsaraan Surgawi.
Dari informasi yang diberikan raja ginseng yang telah lama hidup di alam puncak dengan mudah menemukan kota yang paling dekat dengannya dan mencari informasi keberadaan leluhur Chu dan juga keberadaan Dewi samudera.
"Berhenti, tunjukan token identitasmu dan juga kamu harus bayar 10 batu roh untuk bisa memasuki kota langit"
"Maaf, senior. Token identitasku hilang saat dihutan"
Dewa perang yang sedang menyamar dihadang penjaga kota saat ingin memasuki kota langit, kota langit salah satu kota besar yang dikuasai Dewa Absolute, karena tidak memiliki token identitas Dewa Perang berbohong jika tokennya hilang saat perjalanan kekota langit.
"Bayar 20 batu roh dan kamu akan mendapatkan token identitasmu lagi"
Tanpa berdebat Chu Bao memberikan 20 batu roh kepada prajurit yang berjaga, lalu petugas juga memberikan token identitas yang baru.
"Teteskan darahmu ditoken ini dan kamu sudah memiliki token identitas barumu"
"Terima kasih, senior"
"Baiklah kamu bisa masuk"
Penjaga merasa senang saat Chu Bao memanggilnya senior dan mengijinkan dia memasuki kota langit tanpa hambatan, saat berjalan Chu Bao ditatap aneh karena pakaiannya yang lusuh seperti pengemis apa lagi dengan topengnya menambah kesan yang menjijikkan.
"Huuf, kenapa mereka memandangku seperti itu, apa karena pakaian ini terlalu jelek"
Chu Bao merasa risih dengan orang yang melihatnya karena penampilannya, kemudian Chu Bao mencari sebuah toko pakaian untuk membeli beberapa set pakaian.
"Hei, pengemis pergi dari sini, kamu membuat pelangganku ketakutan"
"Maaf, aku hanya ingin membeli pakaian saja"
Chu Bao di usir saat berdiri didepan pintu masuk toko pakaian oleh seorang pelayan toko yang mengira dia seorang pengemis yang berniat mencari masalah.
"Cepat pergi dari sini, atau aku akan panggil penjaga kota untuk mengusirmu"
"Tapi pelayan aku memiliki uang...lihat ini uangku..."
Pelayan langsung melihat cincin dimensi yang langka dijari telunjuk ditangan kanan dan melihat beberapa keping koin emas, didalam pikirannya dia pikir pengemis ini pasti pencuri dan buru-buru memanggil prajurit penjaga kota.
"Prajurit ada pen..."
"Pelayan, hentikan. Aku yang akan bertanggung jawab pada pria ini"
Ketika pelayan toko akan berteriak memanggil prajurit penjaga kota dia dihentikan oleh suara wanita dibelakang pengemis itu dan segera pelayan menutup mulutnya, karena mengenali siapa wanita itu segera pelayan mengizinkan pengemis untuk memasuki tokonya.
"Senior, silakan masuk"
"Ayo pak kita masuk dan kamu bisa memilih beberapa pakaian"
"Terima kasih nona muda"
Kemudian mereka berdua memasuki toko dan diikuti pelayan dibelakangnya tanpa berani berbicara kepada wanita muda itu, Chu Bao yang merasa canggung membuka omongan.
"Pelayan, apa ada tempat aku membersihkan diri"
"Ada, pak. Diujung itu"
"Baiklah aku beli ini...ini berapa harganya?"
"Kalau yang itu 2 batu roh, pak"
Akhirnya Chu Bao mengerti kenapa dia dianggap tidak dipedulikan saat menunjukkan koin emasnya, ternyata di alam puncak mata uangnya adalah batu roh sebagai alat bertransaksi, tanpa berlama-lama Chu Bao memberikan 20 batu roh kepada pelayan, dan wanita yang membantunya tadi hanya melihat Chu Bao saja.
Sebenarnya dia saat melihat Chu Bao merasakan tekanan besar keluar dari tubuh lusuh yang terlihat seperti pengemis, karena merasakan penasaran wanita itu mencoba mendekatinya, saat mendekati pengemis dia terkejut dengan bau aroma pill sama seperti aroma seorang Alchemist handal, apalagi aroma itu seperti Pill peningkatan Kultivasi.
Segera Chu Bao menuju sebuah ruang yang ditunjukkan oleh si pelayan itu dan untuk membersihkan diri, lalu Chu Bao mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru dia beli.
Setelah selesai dia keluar dari ruang khusus itu, dan berjalan mendekati kedua wanita yang menatapnya tanpa berkedip, karena merasakan aneh Chu Bao menyentuh wajahnya yang tidak lagi memakai topeng.
"Aduh, aku lupa"
Chu Bao membatin karena dia lupa memakai topengnya dan buru-buru kembali keruang itu lagi dan mengambil topengnya dan memakainya kembali.
"Pelayan, aku mau ambil pakaian yang ini, ini dan yang itu, apa batu rohnya kurang"
Setelah kedua wanita itu membeku melihat wajah tampan Chu Bao dengan tinggi 185 cm kulit putih semulus kulit bayi, apalagi matanya jernih dan indah saat dipandang, pakaian berlapis dua dengan pakaian dalam berwarna putih dan pakaian yang luar berwarna merah.
Mereka berdua kembali pulih setelah Chu Bao berbicara kepada pelayan itu, hingga mereka tersadar dari lamunannya, dari pengemis menjadi sosok rupawan yang di alam puncak akan menjadi rebutan para wanita.
"Baik, Tuan muda" segera si pelayan mengambil pakaian yang diinginkan pria tampan itu dengan jantung yang berdebar-debar.
"Tuan muda, perkenalkan namaku Shuwan, kalau boleh tahu siapa namamu?"
__ADS_1
"A-aku Jun Bao, nona muda."
Dengan memberanikan diri wanita itu yang bernama Shuwan menanyakan nama pria tampan yang kini telah memakai topengnya lagi. Sengaja Dewa Perang menggunakan nama ayahnya Jun dan namanya Bao sebagai nama penyamarannya.