Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 262 Mempermainkan Putri Raja.


__ADS_3

Chapter 262 Mempermainkan Putri Raja.


Bang... Bang... Bang...


Ledakan demi ledakan terdengar saat banyak dantian penduduk yang menyerang Excel hancur. Setelah dantian-nya hancur, tubuh burung setengah manusia langsung berubah wujud menjadi bentuk burung asli.


Melihat Excel yang tidak bergerak dan hanya tersenyum saja, membuat penduduk yang ingin menyerang menjadi berhenti dan ketakutan, mereka mulai ketakutan saat Excel hanya melirik saja mampu menghancurkan dantian banyak penduduk ras suzaku.


Sekitar 19 penduduk telah pingsan dan menjadi wujud burung varmillion. Kemudian, Excel yang dengan pikirannya mengangkat salah satu burung yang pingsan dan menarik kearahnya, setelah berjarak 2 meter, Excel mengangkat setengah lengan dan diujung jarinya telunjuk mengeluarkan api sangat kecil seukuran ujung jari kelingkingnya.


Bhuuuzzzhh


"Kwaak...."


Teriakan nyaring dan sekali setelah api jiwa mengenai burung itu, burung itu langsung mati dan bulu-bulunya telah habis terbakar, kini hanya menyisakan kulit dan daging, tidak butuh lama burung itu menjadi setengah matang dan Excel buru-buru menaburkan bumbu-bumbu yang telah dia pikirkan tadi.


Komandan Lie dan semua penduduk yang melihat Excel memanggang salah satu rasnya menjadi diam dan membeku karena shock, mereka tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh ras rendahan.


"Aaakk... Dia pembunuh, dia monster."


Teriakan salah satu penduduk yang marah melihat salah satu rekannya mati dipanggang. Excel tidak perduli dengan segala umpatan kemarahan. Excel malah membuat formasi penghalang agar bisa menikmati burung panggang.


Aroma wangi dan harum membuat Excel tidak sabar memakannya, tidak butuh waktu lama burung varmillion panggang siap disantap, dagingnya merah kecoklatan dan saat cium sudah meneteskan air liur.


"Hmm... Benar-benar lezat...!" setelah memotong sayap burung panggang itu Excel mengigit dagingnya dan mengunyahnya secara berlahan.


Excel sudah tidak mendengarkan semua ocehan dan ledakan demi ledakan bola api yang ingin menghancurkan formasi penghalang, mereka ingin menyelamatkan 18 rekannya yang lain, yang berada didalam formasi ini.


Komandan Lie sudah tidak mampu berkata-kata hanya melihat saja tanpa ikut membantu penduduk yang berusaha menghancurkan formasi penghalang.


Setelah menghabiskan 1 ekor burung varmillion panggang, dilanjutkan dengan memanggang burung yang masih pingsan. Perbuatan Excel semakin membuat semua penduduk ras suzaku menjadi gila dan penuh kebencian.


Satu persatu ketua ras suzaku berdatangan dan ikut membantu menghancurkan formasi penghalang, hingga akhirnya 10 ketua yang ikut membantai worm chaos beast berkumpul, mereka langsung ikut menyerang formasi dan berniat menolong penduduk yang akan dijadikan burung panggang oleh guru agung.


"Pantas saja di jaman kuno burung varmillion menjadi buruan setiap kultivator manapun, tekstur dagingnya lembut dan mampu meningkatkan basis kultivasi..." sambil berbicara, Excel mengigit daging panggang yang sudah matang, Excel sekali lagi makan dengan lahap tanpa peduli dengan sekitarnya.


Ucapan Excel bisa didengar dari luar, mendengar itu semua penduduk ras suzaku menjadi gila, marah dan penuh kebencian, ingin rasanya mereka mencabik-cabik tubuh guru agung.


"Sialan, berhenti kamu... Jangan lakukan hal yang biadab..."


"Iblis, kamu iblis menjijikkan..."


Boom... Boom


Semua ketua sangat marah dan menghujat guru agung yang akan memanggang lagi ras suzaku, ledakan energi terus mengema dan ingin segera menghancurkan formasi penghalang.


"Jika ini memiliki kekuatan yang tinggi pasti lebih lezat..." sambil memanggang Excel berbicara dan memilih penduduk yang memiliki basis kultivasi yang tinggi.


Mendengarkan ucapan Excel, membuat ras suzaku yang menyerang formasi penghalang ketakutan dan mulai bergerak mundur dan menghentikan serangan mereka.


"Wow... Sang void level 10... Walaupun sudah tua aku rasa dagingnya masih lezat... Hahaha." Excel yang sudah menemukan sasarannya, dia berbicara dan berniat memanggang ketua dari ras suzaku, ketua pertama itu kaget dan secara naluriah dia ketakutan, kenapa dirinya menjadi target yang akan di panggang.


"Hai... Burung tua, kamu kemari atau aku hanya diam saja...." kata Excel kepada ketua pertama, saat mendengarkan perkataan Excel, ketua itu mengedutkan sudut bibirnya, "iblis, siapa mau menjadi burung panggang dan lebih baik kamu diam saja." batin ketua pertama saat Excel memanggilnya.


Di dalam istana raja suzaku, terlihat beberapa orang yang duduk, wajah mereka menahan amarah dan nafas terengah-engah, semua mata tertuju dimana guru agung berada.


"Ayah, kenapa kamu diam saja, sudah 5 ras kita dipanggang oleh manusia rendahan yang menjijik-kan itu..." kata putri raja suzaku yang sudah sangat marah melihat tindakan dari guru agung.

__ADS_1


"Nanti kamu akan tahu kenapa aku diam saja." jawab raja suzaku kepada putrinya, dia tersenyum lagi melihat tindakan konyol guru agung saat memanggil ketua pertama.


"Ayah, apa maksudmu...? Apa ayah tidak perduli dengan nasib ras suzaku yang dipanggang pria jelek itu... Hah." putri raja suzaku semakin marah dan sedikit membentak ayahnya saat berbicara.


"Itukan manusia rendahan bagi kalian, kenapa kalian tidak ikut menghentikan dia, padahal tadi kalian mengganggap dia lemah." sindir raja suzaku kepada semua orang yang hadir di istana termasuk putrinya sendiri.


"T-tadi... Iya, dia lemah... dia hanya berpura-pura, lihat formasi penghalang yang dia buat dengan jentikan jari...!"


"Hahaha... Jing Qiao, Jing Qiao... Kamu tadi bilang dia lemah. Kenapa tidak kamu tantang dia saja." ejek raja suzaku pada putrinya yang bernama Jing Qiao.


(Jing \= burung, Qiao \= cantik)


Excel sudah menghabiskan 1 ekor burung varmillion yang dia panggang dan akan memanggang lagi. Namun, dia melirik ketua pertama yang memiliki basis kultivasi yang paling tinggi.


Ketua pertama yang di lirik Excel seketika kaget dan tanpa sadar berjalan mundur dan hampir terjatuh, Excel tersenyum melihat reaksi ketua pertama.


"Hei, burung tua kemari, aku sudah bosan dengan rasa daging burung muda..." Excel menggerak-kan ujung jari telunjuknya memanggil ketua pertama, setelah berbicara Excel menjilati bibirnya.


"Loh, kenapa diam saja, tidak usah takut, katamu aku lemah dan manusia rendahan, ayo kemari dan potong salah satu sayapmu agar aku puas." Excel berbicara kepada ketua pertama sambil berjalan mendekati burung varmillion yang masih pingsan.


"Buuk..." Excel menendang tubuh burung varmillion yang pingsan hingga terbang kearah ketua pertama, ketua pertama dengan cekatan menangkap penduduk yang sudah menjadi burung varmillion.


Buuk... Buuk... Buuk..


12 burung varmillion yang masih pingsan satu persatu Excel tendang, saat ditendang, burung yang pingsan itu melesat dengan sangat cepat hingga membuat kuwalahan ketua pertama untuk menangkapnya.


Bang... Bang...


Suara benturan akhirnya tidak terelakkan mengenai tubuh ketua pertama, walaupun banyak ketua yang lainnya membantu tetapi saja dengan kecepatan itu tidak mampu menangkap tubuh burung yang pingsan dengan baik.


Excel menghilangkan formasi penghalang dengan mudah dan berjalan mendekati mereka, saat Excel berjalan semua penduduk ras suzaku buru-buru berlarian seakan-akan melihat monster.


"Hahaha... Kenapa kalian lari. Ayo sini yang memiliki kekuatan yang tinggi." Excel ketawa melihat penduduk ras suzaku yang berlarian, bahkan prajurit suzaku juga ikut terbang menjauhi monster yang mengerikan.


Wuuuuussshh


Tiba-tiba Jing Qiao terbang dan melesat kearah Excel dengan mengepalkan tangannya, "Boom..." kepalan tangan Jing Qiao ditahan dengan jari telunjuk Excel saat akan mengenai wajahnya, Jing Qiao langsung tercengang saat kepalan tangannya yang memiliki kekuatan penuh mampu ditahan dengan ujung jari telunjuk, melihat senyum Excel, Jing Qiao ketakutan setengah mati.


"Ckckck... Ternyata ada daging yang lebih lezat..." kata Excel dengan meraih tangan kanan Jing Qiao dan menariknya hingga memeluk tubuhnya.


"Aaahh...." Jing Qiao berteriak kaget saat dirinya dengan cepat ditangkap sebelum sempat berlari, dirinya yang dipeluk Excel seketika mencium aroma maskulin seorang pria, harum dan penuh kelembutan, jantungnya sudah tidak karuan.


"Wah... Lembut sekali kulitmu, apa ini enak...!" Excel mengelus wajah Jing Qiao saat dia berbicara kepadanya.


"Aaahh... Cabul menjijikan... Lepas, cepat lepaskan..." Jing Qiao meronta-ronta dengan memukul dada bidang Excel.


"Kenapa harus melepaskan, tadi kamu hampir membunuhku yang lemah ini." Excel berbicara kepada Jing Qiao dengan memeluk pinggannya dengan erat, Excel mendekatkan wajahnya ke wajah Jing Qiao. Melihat tindakan Excel yang ingin menciumnya, membuat jantung Jing Qiao semakin berdebar-debar.


"Aaahh... Berhenti, berhenti... Cepat lepaskan aku..." teriakan panik Jing Qiao yang memohon dirinya dilepaskan, dia terus memukul dada dan wajah Excel.


Sayang sekali setiap pukulan yang akan mengenai wajah Excel, Excel dengan cepat menghindari tanpa ada satupun pukulan yang mengenainya.


"Hei... Kamu harus memberikan kompensasi yang ingin membunuhku" Excel berbicara dengan nada sedikit kesal saat dirinya terus-menerus akan dipukul wajahnya oleh Jing Qiao.


"Cabul lepaskan... Cepat..." Jing Qiao semakin meronta-ronta manakala dia merasakan dadanya menempel pada dada bidang Excel dan dibawa perutnya merasakan tonjolan benda besar dan keras, Jing Qiao tahu apa itu karenanya dia berusaha lepas dari pelukan Excel.


Semua rakyat dan pasukan yang menjauhi Excel kembali mendekati saat tahu jika putri raja suzaku ditangkap oleh monster yang menakutkan.

__ADS_1


"Cepat lepaskan putri raja, jika tidak kamu akan menjadi musuh ras suzaku." bentak ketua pertama, dia berbicara kepada Excel yang masih memeluk pinggang Jing Qiao dengan erat.


"Hehehe.... Bagaimana jika dirimu di tukar dengan gadis cantik ini, burung tua." Excel terkekeh dan menjawab permintaan ketua pertama.


Ketua pertama dan semua prajurit ingin menyerang Excel, tetapi mereka kuatir serangannya akan mengenai putri raja suzaku, mereka semua bingung kenapa raja suzaku diam saja didalam istana semenjak monster ini memanggang 6 rakyat ras suzaku.


Ketua pertama yang selalu menjadi target monster itu semakin ketakutan didalam hatinya, pertama dia tidak bisa melihat basis kultivasinya, kedua desas-desus tentang guru agung yang mampu menghilangkan banyak pasukan membuatnya semakin yakin, jika guru agung ini sangat kuat.


"Ayah.... Tolong aku.. "


"Hehehe... Ayahmu tidak akan menolongmu, dia bilang akan memberikan dirimu sebagai makanan utama... Hahaha" Excel terkekeh dan menjawab Jing Qiao yang meminta bantuan ayahnya, Excel tertawa setelah mengejek Jing Qiao.


"Tidak... Aku tidak mau, kamu yang seperti iblis dan lagi ayahku sangat menyayangi aku, dia tidak mungkin menyerahkan diriku..." balas Jing Qiao kepada Excel dengan tetap memukuli dada Excel, "Aaahh.... Bruuukkk" Jing Qiao terjatuh kebelakang saat Excel melepaskan pelukannya yang erat.


"Hahaha... Kasihan, cantik-cantik terjatuh... Sini aku pukul pantatmu yang kotor...." Excel tertawa melihat Jing Qiao yang pantatnya terjatuh di kumbangan air yang kotor.


"Aaahh...iblis..." Jing Qiao berteriak dan langsung berdiri dan terbang saat Excel mendekatinya dengan tangan kanan yang akan memukul pantatnya.


"Hahaha.... Cantik, lihat pantatmu basah, habis mengompol, ya...hahaha"


"Cabul, cabul, mesum... Monster mesum" dari kejauhan Jing Qiao berteriak marah saat dirinya diejek, dia memegangi pantatnya yang memang basah dan kotor, dia sangat malu dan langsung pergi ke kamarnya.


Raja Suzaku sudah tertawa terbahak-bahak saat guru agung mempermainkan putrinya hingga sedemikian rupa, Ratunya hanya tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepalanya.


Raja suzaku berdiri dari tempat duduk singgasana-nya dan menghilang, dia muncul didepan Excel dan menahan tawanya saat menatap wajah guru agung.


"Hahaha... Selamat datang guru agung, ayo kita kekediaman ku." raja suzaku tertawa gembira dan menarik lengan Excel seperti kerabat yang lama tidak bertemu, tindakan raja suzaku terhadap orang yang habis memanggang 6 rakyatnya membuat semua penduduk ras suzaku tercengang.


Komandan Lie hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tahu jika raja suzaku tidak bertindak saat guru agung sedang memberikan pelajaran shock terapy kepada ras suzaku agar tidak selalu sombong.


"Monster... Lihat saja nanti, aku pasti akan mencabik-cabik tubuhmu." Jing Qiao yang berada didalam kamar mandi berteriak marah kepada Excel, dia mengganti pakaiannya yang basah dan penuh lumpur yang kotor.


"Tidak pernah aku seumur hidupku dipermalukan seperti ini... Aaaahh" Jing Qiao berbicara pada dirinya sendiri dan berteriak kesal karena dipermalukan oleh monster yang memakan rakyatnya.


"Bruaakk..."


Jing Qiao yang marah membanting pintu kamar mandinya dan langsung menuju kamar tidurnya, dia telungkup di kasur dan mengepalkan kedua tangannya.


Saat membenamkan wajahnya dibantal, dia mengingat perilaku monster yang dia benci dan sangat memalukan, dia terus-menerus memukul kasurnya tanpa henti.


"Aaahh... Aku membencimu, sangat membencimu..." sambil teriak marah, Jing Qiao membalik-kan badannya dan menatap langit-langit kamarnya, dia menenangkan pikiran dan hatinya.


Dia mengingat lagi wajah orang yang dia benci, wajah tampan yang rupawan, tubuh yang harum, tawanya yang indah, tubuhnya yang kekar dan itunya yang sangat besar dan panjang. Tiba-tiba wajah Jing Qiao memerah dan jantungnya kembali berdetak kencang.


"Aaaahh... Otatku kacau... Kenapa aku memikirkan pria yang memalukan itu." di dalam kamarnya, Jing Qiao marah-marah terus dengan ucapan yang kacau, ibunya yang ingin masuk kamar untuk menenangkan putrinya jadi tersenyum dan niatnya dia urungkan.


"Hah... Putriku sudah dewasa... Hehehe" gumam ratu suzaku saat mendengar semua ocehan putrinya didalam kamar.


"Jelek, jelek kamu jelek... Aku tidak mungkin menyukai monster sepertimu... Aaahh... Kacau otak ku kacau." teriakan kesal Jing Qiao bisa didengar semua orang, setiap pelayan yang ingin melayaninya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Raja suzaku yang selalu memperhatikan putrinya semakin ketawa saat dirinya berjalan pelan, dia ingin memperkenalkan wilayah ras suzaku kepada guru agung.


"Lagi-lagi putri kerajaan menjadi mangsa berikutnya... Hahaha"


"Putramu memang...! Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya."


Di kejauhan dua sosok pria tua dan wanita paruh baya sedang melihat putra tunggalnya yang sedang menikmati hidupnya, mereka berdua berbicara prihal putranya yang selalu mencari sensasi.

__ADS_1


__ADS_2