
Chapter 125 Tablet Uji dan Kedatangan keluarga dari benua Venus.
Semenjak keributan yang dibuat burung gajah, semua kota dan Kekaisaran Dongbu menjadi waspada dan bersiap-siap melawan jika mereka menyerang.
Tetapi setelah menunggu lama burung gajah belum muncul dan menghilang, semua wilayah sudah melaporkan hasil pantauannya dan juga tidak melihat burung itu melintas diwilayahnya.
"Kenapa burung gajah itu tiba-tiba menghilang?"
"Maaf, Yang Mulia. Kami juga tidak mengetahuinya, semua laporan dari tiap kota mengatakan hal yang sama bahwa burung gajah tidak terlihat, hanya dikota perbatasan menuju pulau melayang itu yang memberikan bukti dengan rekaman batu giok."
"Pulau melayang? Sejak kapan ada pulau melayang Jendral?"
"Saya tidak tahu Yang Mulia, hanya ada laporan dari dua anggota dari keluarga kecil yang waktu itu melintasi pulau tempat Dewa perang lahir, kedua orang itu juga menunjukkan bukti melalui batu giok perekam"
Kaisar Dongbu Kong dan jendral saling berbicara, dalam berberapa hari ini banyak laporan yang membuat banyak orang penasaran dengan munculnya pulau melayang itu, apalagi hari ini dihebohkan dengan munculnya burung gajah dari arah pulau itu.
"Jendral selidiki masalah ini, pulau itu memang diluar jangkauan pasukan kita, perintahkan kota perbatasan untuk menyelidikinya. Aku harap pemilik kota itu bisa berkerjasama dengan kita"
"Maaf yang mulia, tidak perlu menyelidiki masalah pulau itu!"
Tiba-tiba seorang pria paruh baya ikut berbicara antara kaisar dan jendralnya didalam istana yang memang sedang berkumpul untuk membicarakan turnament beladiri untuk besok.
"Patriack Sekte Xiao, memangnya ada apa?"
"Maaf yang mulia, salah satu putriku sudah mengunjunginya, pemilik pulau itu akan hadir dalam turnament beladiri besok"
"Hahaha ... Bagus kalau begitu, lalu apa kata Putrimu tentang pemimpin pulau itu?"
"Putriku sudah disana 5 hari, pemilik pulau itu bernama Excel dia masih muda berusia 25 tahun, dia adalah salah satu orang yang bertaruh 100 miliar untuk timnya bernama tim Phoniex.
Dari hasil laporannya, pemuda itu tidak berniat mencari masalah dengan Kekaisaran timur, dan juga pemuda itu hanya ingin melakukan bisnis untuk pengembangan Pulaunya yang bernama pulau Dewa perang."
"100 Miliar untuk timnya sendiri, apa dia yakin bisa menang? Jika dia kalah kita akan untung banyak, jika dia memang kita hanya rugi sedikit karena setiap Kekaisaran akan menanggungnya."
Kaisar Dongbu Kong sedikit skeptis dengan tindakan ceroboh dari pria yang bernama Excel itu.
"Patriack, apa kamu tahu kekuatan mereka?"
"Tidak Yang Mulia, putriku hanya bilang jika yang ikut turnament hanya anak-anak kecil dan wanita, yang usianya masih belum 50 tahun"
"Hahaha, tidak masalah kita pasti bisa untung besar"
Kaisar Dongbu Kong terlihat senang mengetahui 100 miliar sudah didepan mata, Kekaisarannya akan untuk 15% dari taruhan 100 miliar itu belum lagi yang lainnya.
Kekaisaran timur akan menjadi tuan rumah turnament beladiri tahun ini, sudah dalam 1 bulan ini banyak orang yang berdatangan untuk menyaksikan acara meriah yang diikuti seluruh kekuatan dibenua Dewa.
Tidak ada yang akan diam dirumah saat acara 3 tahunan diadakan, selama 3 tahun itu banyak akademi dan Sekte mempersiapkan murid-murid untuk mengikuti turnament ini.
"Lihat itu dari akademi Dewa bintang"
"Hahaha, aku akan bertaruh untuk akademi Dewa bintang"
Disaat akademi Dewa bintang datang dengan armada kapal angkasa yang membawa mereka banyak orang yang melihatnya dan membicarakannya.
Akademi Dewa bintang adalah kekuatan dari wilayah barat Kekaisaran Xibu yang diikuti oleh rombongan keluarga Kekaisaran dalam 1 kapal angkasa, putra dan putri Kaisar Xibu juga adalah murid jenius di akademi Dewa bintang yang berprestasi.
Kekaisaran Xibu memiliki akademi lainya yaitu akademi smelting dengan nama Artefak jiwa, salah satu andalan mereka dalam bidang penempa senjata hebat.
"Lihat kearah selatan, itu pasti dari wilayah Kekaisaran Nanbu"
"Wow, lihat murid-murid auranya sangat kuat, pasti tahun ini mereka bisa menjadi juara pertama"
"Mata kalian jangan lihat kesana saja, itu dari arah barat daya"
"Cih, mata kamulah aku sudah tahu, tidak perlu menunjuk mataku, bebek"
"Hei, kalian ribut saja itu juara tahun kemarin sudah datang..."
"Hahaha, aku akan bertaruh untuk kekaisaran Zhoungbu"
"Cih, memang mau bertaruh berapa kamu...paling-paling cuma 500 batu roh"
"Sialan jangan hina aku kamu, aku akan bertaruh lebih banyak"
"Hahaha... Aku seperti bermimpi jika kamu bertaruh banyak, berapa memangnya?"
"510 batu roh...hahaha"
"Matamu..."
"Mata kamulah, sialan"
Kedua orang Dewa itu akhirnya ribut dengan tidak jelas setelah menyaksikan rombongan Kekaisaran datang satu persatu dengan megah dan langsung masuk menuju arena pertandingan yang bisa menampung banyak penonton.
Arena itu mirip dengan stadion sepakbola dengan banyak tempat duduk yang bisa menampung 250 ribu penonton dan ditengah-tengahnya tersedia 10 arena untuk bertanding.
Setelah kedatangan rombongan Kekaisaran dari seluruh benua Dewa disusul beberapa Sekte dari segala penjuru yang juga hadir untuk melihat kehebatan para juniornya di lapangan tanding.
"Hei, kalian selalu ribut saja...coba lihat mata-matamu berdua, itu banyak kecantikan datang dari belakang"
Kedua pria yang bertengkar itu seketika berhenti saat teman yang lain menunjukkan kecantikan yang berjalan dari arah pintu masuk gerbang Kekaisaran timur.
"Wow, cantik-cantik semua...!!"
"Lihat gadis-gadis kecil yang berjalan paling depan, tidak kalah cantik dengan wanita dewasa dibelakangnya"
"Bukannya itu Xiao Jiao jenius Alchemist, kenapa dia didalam rombongan mereka?"
"Entahlah, apa mereka ikut berpartisipasi dalam turnament, lalu kenapa bawah anak kecil?"
"Itu ada 1 pria berkerudung ditengah-tengah mereka!!"
"Itu pasti gurunya..."
Rombongan yang dibicarakan banyak orang adalah tim Phoniex yang membuat mata semua pria berbinar-binar dengan kecantikan yang hadir saat berjalan melewati mereka.
Setelah tim Phoniex didepan pintu masuk arena mereka dihentikan oleh panitia yang akan memeriksa usia tiap peserta dan juga memeriksa token pendaftaran.
"Senior, mereka yang ikut mendaftar turnament beladiri, ini tokennya"
Xiao Jiao berbicara kepada petugas panitia dan memberikan token peserta dengan nomer 1250, dan langsung terkejut saat melihat nama tim Phoniex yang memiliki taruhan paling besar.
"Total 187 peserta murid dan master, kenapa yang datang hanya 180 orang saja, nona Muda?"
__ADS_1
Tanya petugas itu yang heran setelah menghitung jumlah orang dewasa didalam rombongan yang dikawal Xiao Jiao, dia tidak menghitung gadis-gadis kecil yang belum berusia 5 tahun.
"Hehehe... Senior, yang ikut untuk kategori master hanya 47 wanita, dan kategori murid yang ikut ada 140 orang, ini mereka...!"
Xiao Jiao terkekeh saat petugas itu bertanya dan dia menunjukkan gadis-gadis kecil yang ikut bertanding, Xiao Jiao sudah menduga banyak orang yang tidak menghitung Putri-putri suaminya.
"Apa...!! Apa kamu yakin mengikutkan gadis-gadis kecil ini untuk bertanding?"
"Benar, senior jangan kuatir"
Jawab Xiao Jiao dengan senyuman menyakinkan, dia sudah tahu kekuatan dari Putri-putrinya bahkan dia sendiri kalah saat berlatih didunia jiwa.
Xiao Jiao dan 29 wanita itu telah menjadi bagian keluarga besar Excel dan juga telah menerima segel keluarga besar sebagai isteri.
"Hmm, baiklah. Kami tidak akan bertanggung jawab jika gadis-gadis ini terluka, tapi kami bisa jamin mereka tidak akan terbunuh karena adanya aturan.
Kalian secara bergantian letakkan tangan kanan pada tablet ini dan keluarkan energi Qi, tablet ini akan memeriksa usia dan basis Kultivasi kalian."
"Oke, Paman"
Jun Mei maju setelah petugas itu menjelaskan, lalu dia meletakkan tangan kanannya yang kecil di tablet itu, karena tablet itu lebih tinggi darinya Jun Mei menghentakan kakinya dan melayang untuk menyesuaikan dengan postur tinggi badannya.
Bhuuuzzzhh
~Jun Mei, usia 3,5 tahun
~Tingkat Prajurit Dewa Ungu tahap 9.
~Tim Phoniex, kategori Murid.
Setelah Jun Mei meletakkan tangan kanannya dan mengalir energi Qi seketika cahaya keluar dari tablet dan menampilkan nama, usia dan basis Kultivasi-nya.
"Astaga, monster..."
"Apa...! Apa mataku buta"
"Mengerikan..."
"Apa tabletnya tidak rusak?"
Semua orang dan termasuk petugas itu shock melihat hasil pemeriksaan dari batu tablet yang digunakan selama ini, banyak orang yang melihat rombongan tim Phoniex dibelakang langsung berkomentar dan ada juga yang gemetaran melihat gadis kecil itu.
Jun Mei tetap tenang, walau dia sendiri sangat bangga terlihat dada ratanya dibungsungkan kedepan saat mendengar komentar banyak orang membicarakannya.
Excel dan ibunya hanya tersenyum dan menggelengkan kepala saja melihat aksi putrinya yang menyombongkan diri.
"Paman, apa sudah selesai?"
"Aahh, su-sudah junior, i-ini cincin identitasmu, jangan sampai hilang selama pertandingan"
"Oke, Paman"
Petugas panitia pemeriksaan gemetaran saat memberikan cincin itu, dia masih belum tenang dengan monster kecil didepannya.
"Horee..sekalang aku"
"Adik, bukan sekalang tapi sekarang"
"Sekarang..."
"Sekalang kakak sekalang"
"Whahaha"
Jun Yu sudah tidak sabar saat kakaknya telah menunjukkan kekuatannya dan langsung maju dan juga melayang, dia tidak peduli dengan olok-olokan dari kakaknya dan juga ditertawakan banyak orang karena kelucuannya.
Excel juga ketawa keras melihat kelucuan Putri-putrinya dan hampir saja penutup kepalanya terlepas jika bukan Ling Xuan menahannya.
Bhuuuzzzhh
~Jun Yu, 2,5 tahun.
~Tingkat prajurit dewa Biru tahap 2.
~Tim Phoniex, kategori murid.
Deg
Seketika jantung petugas panitia dan orang-orang berhenti saat melihat hasil tablet uji usia dan basis kekuatan, mata mereka melotot dan mulut menganga.
"Monster lagi..."
"Apa tablet ujinya benar-benar rusak?"
"Tidak mungkin, ini juga digunakan oleh keluarga Kekaisaran"
"Mengerikan..."
Banyak orang sudah tidak mampu berbicara Dengan benar saat melihat kekuatan gadis paling kecil diantara kategori murid di turnament ini.
"Aduh, aku kalah lagi!"
Jun Yu terlihat kesal saat kekuatannya masih dibawah kakak tertuanya.
"Tidak apa-apa, kamu bisa lebih rajin berkultivas, oke."
"Oke, Bu"
Jun Yu menjadi riang lagi saat dihibur ibunya, Wei Yu.
"Ju-junior, i-ini cincin identitasmu, jangan sampai hilang"
"Oke, Paman. Apa Paman tidak ikut bertarung? Ayo bertarung denganku!"
"T-tidak, tidak, a-aku sudah terlalu tua"
"Whahaha"
Petugas itu ketakutan saat ditantang oleh gadis kecil yang terlihat lebih mengerikan dari monster yang pernah dia hadapi, keringat dingin menetes diwajahnya saat mendengarkan semua orang ketawa.
"Jun Yu jangan menakuti Paman, nanti kamu bisa hajar musuhmu di arena, oke"
"Siap...hehehe. Akan aku jitak kepalanya"
__ADS_1
"Whahaha"
Kata Jun Yu dengan sangat senang setelah dihibur ibunya lagi, dengan tangan kiri dipanggangnya dan tangan kanan digerakkan seperti menjitak orang.
Excel hanya bisa ketawa melihat putrinya yang lucu.
"Eh, ayah, ibu dan keluarga Kekaisaran datang"
Kata Excel yang dikejutkan dengan kehadiran keluarga dari benua Venus didalam dunia jiwanya, Excel pernah memberikan artefaknya kepada semua keluarganya di benua Venus, jika mereka merindukan cucu-cucunya bisa datang kapan saja.
"Benarkah"
Semua isterinya yang mendengar suara Excel kegirangan karena mereka juga sangat merindukan ibu dan ayahnya yang berada dibenua Venus.
"Iya, benar. Mereka sekarang ada didunia jiwaku, kalian beri aku ruang dan buat Formasi penghalang pengelihatan, aku akan keluarkan mereka."
"Baik, suami"
Segera semua isterinya secara berlahan membuat ruang untuk keluarga ditengah mereka, lalu mereka membuat formasi yang tidak diketahui orang, semua orang masih ketawa dan berbicara tentang Wei Yu dan Jun Mei.
Wuusssshhh
"Selamat datang ayah, ibu dan keluargaku semuanya"
Excel tiba-tiba muncul didalam dunia jiwa dan mengejutkan mereka yang sedang duduk bersila, disaat keluarga dari benua Venus tiba didalam dunia jiwa mereka sangat terkejut dengan perubahan yang sangat besar, sehingga mereka yang baru tiba mengalami terobosan dengan gila-gilaan.
Karena itu mereka duduk di lapangan pelatihan didepan Mansion tempat tinggal Excel dan semua istrinya, untuk menyetabilkan fondasi Kultivasinya yang mengalami terobosan berturut-turut.
"Hahaha, menantuku dunia jiwamu sangat luar biasa, kita baru datang disini selama 2 jam sudah mengalami terobosan berkali-kali."
"Iya, awalnya aku terkejut dengan perubahan energi yang aneh ini, tapi saat menerobos aku menjadi senang... Hahaha"
"Bocah, mana cucuku"
Kakek Xuan tidak melihat cucunya Jun Xuan didalam mansion, dia sudah tidak sabar ingin melihat cucu kesayangannya yang menggantikan Ling Xuan yang sudah direbut oleh musuh bebuyutannya.
"Lihat itu mereka sedang didepan tablet uji, karena mereka akan mengikuti turnamen beladiri dibenua Dewa."
"Hahaha, lihat mereka sangat kuat"
"Beruntung aku bisa datang tepat waktu"
"Iya, kita masih diperiksa oleh panitia, Kakek Zhou"
Kakek Zhou juga sudah menjadi bagian dari keluarga besar Excel, karena permintaan Shu Peijing dan Zhou Mei Excel akhirnya memberikan segel.
Ditampilan profil sistem tidak muncul karena mereka tidak mengikuti Excel berpetualang, mereka tetap tinggal dibenua Venus untuk mengurus Kekaisaran mereka dan juga Kekaisaran Agung milik menantunya.
"Ayo kita keluar dari sini"
Wuuuuussshh
"Ayah, ibu"
"Kakek"
Untung saja kehadiran mereka tidak diketahui banyak orang saat keluarga dari benua venus datang tepat ditengah-tengah rombongan tim Phoniex karena mereka menggunakan Formasi penghalang.
"Sekarang giliranku"
Jun Long maju setelah adiknya Jun Yu selesai, gadis kembar menjadi banyak perhatian banyak orang karena ada 4 gadis yang kembar identik, hingga membuat orang kebingungan mana kakak mana adik.
Bhuuuzzzhh
~Jun Long, 3,5 tahun.
~Tingkat prajurit dewa Ungu tahap 6.
~Tim Phoniex, kategori Murid.
Bhuuuzzzhh
~Jun Xue Long, 3,5 tahun.
~Tingkat prajurit dewa Ungu tahap 6.
~Tim Phoniex, kategori murid.
Bhuuuzzzhh
~ Jun Rong, 3,5 tahun.
~Tingkat prajurit dewa Ungu tahap 6.
~Tim Phoniex, kategori murid.
Bhuuuzzzhh
~Jun Xue Rong, 3,5 tahun.
~Tingkat prajurit dewa Ungu tahap 6.
~Tim Phoniex, kategori murid.
Bhuuuzzzhh
~Jun Yan, 3,5 tahun.
~Tingkat prajurit dewa Ungu tahap 9.
~Tim Phoniex, kategori murid.
Bhuuuzzzhh
~Jun Ming, 3,5 tahun.
~Tingkat prajurit dewa Ungu tahap 9.
~Tim Phoniex, kategori murid.
Setiap kali gadis-gadis monster maju dan untuk pemeriksaan membuat nafas setiap orang berhenti, keringat dingin membasahi pakaian mereka.
Sudah tidak ada lagi suara gaduh didepan pintu masuk arena kompetisi saat diawal batu uji dimulai, semua orang hanya melongo melihat satu persatu gadis kecil itu dites usia dan bakatnya.
__ADS_1