
Chapter 36 *Pangeran Zhou Zhong*
"Ayo, kita menuju rumah makan, sudah siang ini"
Excel dan semua orang menuju rumah makan berlantai 5, berbagai fasilitas tersedia disana.
Tempat makan itu sengaja Excel bangun khusus para tamu kota Phoniex. Dan sesuai kata Excel 'tidak melihat status dan jabatan' semua adalah setara.
Keluarga Kekaisaran terlihat senang dan juga bahagia setelah bermain di taman hiburan, walau belum puas menikmati semua jenis permainan, masih banyak permainan yang belum mereka coba, tiap permainan mereka akan naik dua kali berturut-turut karena masih penasaran, tapi sengaja Excel mengajak mereka saat sedang menikmati wahana permainan untuk makan terlebih dahulu.
"Maaf, bukan aku menghina kalian semua, aku memiliki prinsip sendiri, dalam menghadapi kerasnya hidup, aku tidak melihat status atau jabatan dan semua adalah sama, yang membedakan hanyalah Keberuntungannya"
"Nak, Excel, jangan terlalu sopan, sikap pemimpin seperti kamu sudah sangat langka" ucap Kaisar Ling yang kagum akan sikapnya.
"Tidak, ayah mertua. Aku masih kurang dalam segala hal apalagi dalam kepemimpinan, karena itu aku perlu bantuan kalian, terutama tenaga kerja pendidik, dan jika perlu warga yang tidak memiliki rumah, pekerjaan atau mereka yang ingin memiliki usaha, aku mau menampungnya."
Sambil berbicara tentang kerjasama dan pengembangan kota dan Kekaisaran, Excel dan mereka semua makan dengan nikmat dan sangat menyukai menunya yang beraneka ragam.
Bisa dikatakan mereka semua sangat menikmati pelayanan kota Phoniex yang terbilang baru berdiri, namun semua melampaui expetasi yang mereka pikirkan.
Bruuk
"Maaf, pemimpin. Terlihat pasukan dari Kekaisaran Zhou di luar kota. Dengan jarak 14.000 meter dari area deteksi" seorang prajurit yang tiba-tiba masuk menganggu pembicaraan Excel dan semua orang.
"Aku sudah bilang jangan berlutut, bangunlah. Tenang saja mereka hanya semut pengganggu, Ceng Fu kamu makan dulu" pinta Excel yang sedikit kesal jika selalu ada orang berlutut.
"Ma-maaf, pemimpin saya tidak sopan jika bergabung dengan Kaisar." ucap Ceng Fu yang ketakutan.
"Haaheem, itu hanya jabatan Ceng Fu, kita sama, sama-sama manusia. Sudah kamu makan dulu, setelah itu kamu kedapur minta pelayan buatkan untuk prajurit yang bertugas" perintah Excel yang sedikit menghela nafas.
Sudah terbiasa status rendah selalu takut dan hormat pada mereka yang berstatus tinggi, Excel pun tidak heran dengan perilaku Ceng Fu pada seorang status tinggi apalagi seorang kaisar.
"Apa kalian akan ikut melihat pertunjukan" tanya Excel pada mereka semua dengan senyum khasnya, setelah mereka menyelesaikan makan siang, Excel ingin menanggani semut itu.
"Hahaha, nak, aku pasti ikut" jawab Kakek Xuan yang tadi sempat marah, namun kini terkendali ketika Ling Xuan marah terhadap kakeknya
"Pasti kita ikut, kejutan apalagi yang akan kami berikan pada kami...hahaha" jawab Kaisar Li yang tampak tidak kuatir dan bangga melihat Excel, baru kali ini kaisar Li tertawa lepas.
"Baiklah ayo ikut semua, jangan lupa bawa kursi, dan camilan...hahaha"
"Suami, boleh aku yang menembaknya" pinta Xue Long pada Excel
"Aku juga" kata Niu Qinglin
"Boleh, kalian akan kebagian semua, tenang saja" jawab Excel membuat istri-istrinya senang
Setelah Excel sampai di dinding kota, terlihat jelas banyak pasukan dari Kekaisaran Zhou telah memasuki area deteksi, melihat mereka berjumlah 500 ribu prajurit yang tampak mulai mendirikan tenda.
Entah itu bodoh atau idiot, mereka menganggap remeh kota Phoniex, mereka pikir kota Phoniex masih seperti desa Chang dulu.
Druuumm
Draaamm
Suara genderang perang bergema, mengintimidasi semua orang di kota Phoniex, tapi nyatanya semua orang di kota Phoniex merasa kasihan terhadap mereka.
Pasukan Kekaisaran Zhou mengepung kota Phoniex dari berbagai arah kecuali arah menuju benua tengah, karena dibelakang kota Phoniex dekat dengan lautan atau bisa disebut sungai raksasa.
"Menyerahlah kalian semua, kalian sudah terkepung" teriak pangeran Zhou Zhong yang keras mengharap kota Phoniex ketakutan.
"Apa untungku jika aku menyerah" tanya Excel pada idiot itu.
"Sistem, belikan aku 2 panah yang tingkat surga, dan jelaskan !!" pinta Excel pada sistem, sudah lama Excel belum melihat statusnya, jika tahu sudah dipastikan akan kegirangan.
[Ding! Membeli panah Dewi bulan. Seharga 50.000 point tukar, terpotong 100.000 point tukar]
[Panah Dewi bulan adalah jenis senjata tingkat surga puncak, dengan hanya mengalir Qi sebagai anak panahnya. Mampu membunuh jendral dewa dengan kecepatan cahaya. Menggunakan minimal 1% energi, semakin tinggi energi yang digunakan semakin besar kekuatannya]
"Senjata yang luar biasa, terima kasih sistem"
"Sekalian belikan teknik panah terbaik dan sekalian pemahaman instan 100%, sistem"
[Bukan masalah, Tuan]
[Teknik aktif Dewa cosmos teknik Tingkat Dewa, memiliki 5 skil :
Mata elang adalah skill tunggal mampu meledakan lawan dari jarak 10.000 meter. Menggunakan 2% energi.
Dual cross bow adalah skill anak panah ganda, mampu menembus tubuh lawan dengan mudah tanpa meledak, namun panah kedua tersebut mampu meledakan lawan. Menggunakan 5% energi.
Cross bow triple adalah jenis skill bayangan mampu menembak 3 target tanpa terlihat. Menggunakan 6% energi.
Mata surga adalah skill menembak dengan jarak 1 juta kilometer dengan pikiran dan dengan kecepatan cahaya dan cocok untuk serangan pada malam hari. Menggunakan 20% energi.
Cross bow creation skill pikiran yang mampu membuat anak panah lebih dari 1000 dan bisa ditingkat. Menggunakan minimal 2% energi]
[Pemahaman telah ditingkatkan tingkat maksimal, mengurangi nilai point pemahaman 150.000. Proses selesai]
Semua informasi teknik dan pengetahuan seketika memasuki kepala Excel, tiap gambar dan gerakan dan semua skill dengan mudah Excel hafal.
"Ha-ha-ha, keuntungannya kamu akan tetap hidup bodoh...hahaha" balas pangeran Zhou Zhong, semua pasukan ikut tertawa melihat kepolosan Excel.
__ADS_1
Mereka mengira Excel masih di tahap Tyrant dan mereka membawa tingkat Holy Dao dipihak mereka, dan didukung 500 ribu lebih pasukan, jika mereka tahu bahwa tiga isteri Excel telah berada pada tingkat Holy Dao mungkin mereka akan lari terkencing-kencing.
Excel mengeluarkan busurnya dari cincin dimensinya, Niu Qinglin dan Xiao Mei Xing yang melihat langsung berbinar di matanya, busur itu terlihat indah dimata mereka.
Dengan menarik tali panahnya Excel menutup mata kirinya untuk membidik targetnya, setelah target terkunci Excel melepaskan tali panahnya.
Swiiingg
"Bodoh mana bisa panahmu menebus kita dengan jarak 1000 meter lebih...hahaha" dengan ketawa pangeran Zhou Zhong mengejek panah Excel
Jleeb
Aaaahh
Dengan kecepatan cahaya panah itu menembus bahu salah satu prajurit yang berada di samping Zhou Zhong, seketika prajurit itu langsung tersungkur menahan bahu yang tertembus panah Qi.
"Ahh, aku meleset" desah Excel yang berpura-pura gagal menembus tubuh pangeran Zhou Zhong
"Siaaall... bajingan kamu mencari kematian" teriak pangeran Zhou Zhong yang merasa jika dirinya sedang dipermainkan.
"Ayah Kaisar, perintahkan semua prajurit memasuki kota Phoniex" pinta Excel kepada Kaisar Ling dan Kaisar Li untuk semua pasukannya berlindung di kota, agar Excel bisa bebas bermain.
"Oke"
"Jendral perintahkan semua prajurit berlindung dikota" perintah Kaisar pada jendralnya
"Segera, Yang Mulia"
"Ji Yan, Zhou Mei Hu Ru Ming persiapkan semua pasukan yang berlatih di lembah binatang buas. Kita akan bersenang-senang!"
"Baik suami" balas mereka bertiga bersamaan. Mereka sangat senang bisa berperang dengan suami mereka, mereka tidak ragu sama sekali atas permintaan suaminya.
"Ceng Fu, segera atur posisi prajurit lagi di menara pengawas dan meriam. Tembakan meriam saat mereka pada jarak 500 meter"
"Baik pemimpin" dengan tegas Ceng Fu menerima tugas, dia sangat senang bisa berperang bersama pahlawan muda mereka, dan juga ini pertama kali bagi semua prajurit Excel berperang.
"Untuk wanitaku yang bisa memanah segera kalian berkumpul" segera 35 wanita bergerak kearah belakang sisi kiri Excel termasuk Niu Qinglin, tapi anehnya Xiao Mei Xing dan Bai Chu juga ikut dalam pasukan pemanahnya.
"E-eh kalian berdua..."
"Xiao Mei Xing dan Bai Chu ingin bergabung dengan pasukan wanitamu suami" jelas Ling Xuan sebelum Excel menyelesaikan pertanyaannya.
"Baiklah, tidak masalah, semakin banyak wanitaku semakin cepat aku bergerak..!!"
Segera Excel membeli 35 pemanah senjata tingkat surga tahap puncak, panah itu berwarna hitam mengkilat dan ditengah panah terlihat kepala macan yang membuka mulut.
Setelah membeli panah, Excel kembali fokus pada lawan didepannya.
Baak
Nguuuunngg
Suara dengungan terdengar di seluruh kota Phoniex saat Excel menghentakan kaki kanannya, seketika warna biru putih keluar dari kota, kemudian terlihat perisai menyelimuti kota, sedikit berbeda dari perisai pelindung kota.
"A-apa ini perisai pembunuh...?" tanya Kaisar Ling yang terkejut melihat Formasi yang Excel buat.
"Iya, tapi aku sedikit merubahnya. Namun, Formasi ini hanya melawan balik 2 kali kekuatan serangan dari luar." jawab Excel yang dengan begitu santai terlontar.
Rombangan dari 2 Kekaisaran hanya bisa membeku mendengarkan kata 'hanya' yang keluar dari ucapan Excel, merubah suatu Formasi tidaklah mudah.
Dibutuhkan pengetahuan dan kekuatan jiwa yang besar, jika salah merubah hanya akan merusak bahan yang mahal dan langka, karena itu mereka terkejut saat Excel berkata.
"Aku tahu apa yang kalian pikirkan, karena kalian juga anggota keluarga..." sebelum selesai berkata terdengar suara anak panah.
Siuuuu
Siuuuu
Baaammnn
"Kita lihat pertunjukan awal topeng monyet dimulai...?!" ucap Excel dengan tersenyum saat para topeng monyet beraksi dari kekaisaran Zhou yang menembakkan anak panahnya.
Seketika perisai kota bercahaya setelah anak panah mengenai perisai. Namun tak satupun anak panah yang bisa menebus perisai.
"Horeeee"
Terdengar suara anak-anak bersorak senang saat anak panah tidak bisa menembus perisai, sengaja Excel mengijinkan mereka semua melihat pertunjukan perang.
Awalnya mereka gemetaran melihat begitu banyak prajurit yang datang ke kota mereka, namun dengan hadirnya pahlawan muda dan 2 Kekaisaran menghadapi musuh mereka malah menjadi bersemangat.
"Hahaha"
Melihat tingkah lucu dari anak-anak membuat semua orang ketawa.
"Bangsat kalian menghinaku, prajurit serang lagi" teriak pangeran Zhou Zhong yang marah serang pertamanya gagal, apalagi ditertawakan anak kecil.
Siuuuu
Siuuuu
Baammm
Baammm
Serangan kedua diluncurkan lagi, tapi lagi-lagi gagal, perisai hanya bercahaya saja dan tak ada anak panah yang bisa menembus.
__ADS_1
"Siaal, siaaall apa-apaan itu" teriak pangeran yang geram melihat serangannya gagal lagi.
"Pangeran percuma menyerang dengan panah, itu membuang-buang sumberdaya militer" pinta jendral jin
"Lalu apa saranmu jendral, mereka terlalu licik" ucap pangeran yang sedikit frustasi.
"Pangeran apa tidak ingat perisai di Lembah Binatang Buas?" kata jendral yang mengingatkan pangeran saat berada di Lembah Binatang Buas yang perisai pelindung hancur terkena petir.
"Hahahaha, aku mengerti jendral...siapkan orang yang memiliki Element petir dan langsung serang kota." perintah pangeran yang tertawa girang telah menemukan solusinya.
Setelah mengumpulkan kultivator, murid dan berberapa tetua yang memiliki Element petir, segera mereka melangkah maju menuju kota Phoniex, jarak tenda pasukan mereka sebenarnya terpaut 6000 meter dari dinding kota dan merupakan jarak ideal untuk meriam membombardirnya.
Namun, sengaja Excel tidak langsung menebak mereka ditempat, saat ini terlihat 500 orang yang memilik Element petir dan 200 ribu prajurit melangkah mengikuti kearah kota, pasukan meriam telah membidik posisi mereka dan tinggal menunggu mereka.
Saat lawan yang berjalan kearah kota berjarak 350 meter mereka berhenti, dan sepertinya menunggu perintah dari seseorang, terlihat seorang pria maju kedepan dan menatap tajam ke arah Excel.
Pria itu terlihat menatap Excel dengan amarah, Excel dengan postur berdiri tegap diatas dinding kota dengan wajah tersenyum, dan disebelah kanan kirinya Excel terlihat banyak wanita cantik yang memikat.
"Menyerah dengan patuh, maka aku akan mengampunimu" kata pria itu yang terlihat wajah birahi saat menatap semua wanita yang berdiri dekat dengan Excel.
"Jika aku tidak mau!" balas Excel yang sengaja meremehkan pria itu.
"Hahaha...setelah aku menghancurkan perisai ini, aku akan ambil wanitamu dan akan dijadikan budak nafsuku...hahaha"
"Idiot" bentak Ling Xuan yang berada di kanan Excel.
Excel mengeluarkan panahnya lagi, lalu membidik pria itu tepat diantara kedua kakinya, dengan senyum seram Excel menarik tali panahnya, terlihat anak panah Qi muncul di tengah lubang panahnya.
Swiiingg
Melihat Excel yang bersiap memanahnya, pria untuk membuat perisai Qi untuk melindungi tubuhnya dari serangan Excel.
"Ha-ha-ha, bodoh itu tidak akan melukaiku, coba lep..."
Jleeb
Preesss
Aaaahh
"Aaaahh burungku, han-hancuur sudah"
Teriak pria itu yang berguling-guling kesakitan.
"Horeeee, Paman hebat...Paman ajari aku memanah biar aku bisa menembak burung musuh" teriak anak kecil yang kegirangan dan ingin seperti Excel.
"WHahaha"
Excel yang mendengarnya mengedutkan bibirnya, dan semua orang tertawa melihat kepolosan anak kecil itu.
"Bocah, kamu pikir aku suka menembak burung orang...kamu tidak tahu rasanya burung yang tersiksa..!" gumam Excel yang tidak sengaja didengar semua wanitanya termasuk keluarga Kekaisaran.
"Whahaha"
"Bajingan ini, segera kita mulai semuanya" perintah salah satu tetua dari Sekte pedang 1000, tetua dan murid-muridnya sudah tidak sabar ingin menghancurkan kota Phoniex dan membunuh Excel.
Baaammnn
Ledakan energi terdengar semua orang, mereka siap menyerang dengan teknik petir andalan mereka, dengan berbagai senjata dan tinju dan siap menunggu perintah untuk menyerang.
"Serang"
Swooosshh
Booommm
Baaammnn
Perisai yang diserang dengan Qi mereka langsung bereaksi, cahaya biru putih bersinar terang, kemudian Qi dari serangan itu berbalik kembali menyerang mereka.
Swooosshh
Booommm
Booommm
Aaaaahhh
Boooomm
Baaammnn
Aaaaahhh
Banyak teriakan terdengar nyaring saat perisai itu membalas serangan lawan, dengan 2 kali kekuatan serangan itu seketika membuat 500 orang itu terluka parah akibat teknik Element petir.
Tidak hanya itu, karena serangan itu juga banyak yang mati tersambar petir mereka sendiri, sebagian ada yang sudah kehilangan anggota tubuh mereka.
Penduduk kota dan semua orang yang ada di dinding kota juga terkejut dengan apa yang terjadi, mereka tidak menyangkah jika serangan balik seganas itu.
Mereka mengira jika serangan itu hanya bisa melukai mereka saja, nyatanya serangannya mampu membunuh lawan tanpa bisa menghindari, hanya sebagian saja mampu menahan ganasnya serangan balik perisai.
Druuuumm
Druuuumm
__ADS_1
"Mundur, semuanya mundur" teriakan perintah terdengar nyaring di medan perang. Mereka langsung mundur tanpa harus berpikir ulang, mereka merasa ngeri saat melihat mereka yang mati, apalagi suara genderang perintah mundur terdengar.
"Sial, sial. Bagaimana ada perisai pembunuhan seperti itu, mustahil ada di tempat ini" teriakan amarah dan takut dari Zhou Zhong setelah memerintahkan mereka untuk mundur.