Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 55 Ganasnya Gadis Kecil


__ADS_3

Chapter 55 Pasukan Penyelamat


Usia 7 tahun dengan kultivasi tingkat jalan kesengsaraan, tanpa rasa takut meledak tubuh lawan, tidak ada rasa ngeri dan ragu saat menekan tombol dan menembak lawan.


Dia berpikir, jika sebagai komandan tidak memberi contoh pada anak buahnya maka dia tidak cocok memimpin pasukannya saat berperang.


Qiaofeng, gadis kecil energik yang selalu ingin menonjolkan diri didepan pamannya, dia tidak peduli dengan semua bibi-bibinya walau bibinya adalah isteri pamannya.


"Paman bandit jangan berlari, berdiri dan terima bola dariku" teriakan gadis kecil terdengar sampai ditelinga bandit, yang membuat bandit semakin takut dan lari terbirit-birit, walau gadis kecil itu berada didalam ruang kontrol kapal.


"Bocah iblis, siapa yang mau diam saat ditembak, apa kepalamu penuh dengan kotoran, lihat teman-temanku meledak kena bolamu" batin si bandit yang terus menghindar saat bola menembaki dirinya.


Aaaahh


Bruuukkk


"Ha-ha-ha, kena kamu. Ayo kita berburu lagi" teriakan Qiaofeng yang sangat bersemangat mendapatkan mainan baru ditangannya hingga dia melupakan panah kesayangannya.


Penduduk yang sudah diselamatkan dan berada di dalam kapal mau pun diluar kapal, hanya bergidik diseluruh tubuhnya saat mendengar dan melihat Qiaofeng yang meledakan para bandit yang selalu memeras mereka.


"Gadis itu sungguh mengerikan disaat masih kecil, bagaimana jika besar nanti" kata penduduk yang melihat Qiaofeng berburu Paman bandit


"Iya, aku saja ketakutan melihat aksinya"


"Mungkin jika sudah besar bisa meledakan satu kota jika dia marah"


"Huusst... jangan bicarakan dia, apa kamu mau diledakkan juga?"


"Aaah... tidak, tidak aku tidak mau"


Banyak obrolan penduduk desa yang baru diselamatkan sangat ketakutan pada Qiaofeng, mereka sampai mengeluarkan keringat dingin ditubuh lusuh mereka.


"Feng'er...ayo kita cari lagi desa sekitar perbatasan" pinta Niu Qinglin


"Oke kak Niu"


"Tunggu dulu kita lihat peta" cegah Ling Jingyi pada Qiaofeng, segera mereka melihat peta yang sudah ada pada kapal mereka.


"Kita belum kedesa ini, jaraknya tidak terlalu jauh" kata An Na dengan jari menunjuk peta itu. Tim Niu Qinglin ada tiga orang Ling Jingyi, An Na dan Niu Qinglin dan di tambahkan Qiaofeng gadis kecil yang lebih ganas dari mereka bertiga.


"Ha-ha-ha ayo cepat kesana" dengan ketawa dan segera kembali di ruang kendali kapal, Qiaofeng mengarah kapalnya menuju ke titik yang sudah dia ketahui, dengan kecepatan yang tinggi dengan mudah kapal itu mencapai desa Target mereka.


Wuuuuussshh


Dan kebetulan ada bandit didesa itu termasuk pemimpin yang memimpin mereka merampok desa, ada 500 bandit hari ini didesa itu.


Aaaahh


"Horeeee, kena lagi" sekali lagi Qiaofeng dengan mudah meledakan bandit, dengan bantuan layar berhologram didepannya, Qiaofeng sekali lagi mengunci target yang bertitik merah.


Didalam kapal ada banyak kontrol pada layar, jika manusia biasa berwarna hijau, jika manusia yang memiliki niat membunuh berwarna merah, jika seorang kultivator berwarna kuning dan untuk binatang juga sama dengan tanda hijau, merah dan kuning.


Tiap warna bisa berubah sesuai kondisi target, apabila mengalami perubahan emosi maka warna juga akan berubah.


"Bangsat, siapa yang membunuh anak buahku" teriak pemimpin yang tidak tahu siapa yang meledak anak buahnya, karena Qiaofeng bisa menembak dengan jarak 1000 meter, karena itu para bandit tidak mengetahui siapa yang telah membunuh anak buahnya.


Wuuuuussshh


Dengan hembusan angin yang membuat debu ditanah berterbangan, terlihat sebuah kapal dengan panjang 800 meter yang sedang melayang diatas mereka.


"Kapal angkasa itu kapal angkasa"


"Iya, aku tahu bodoh tidak perlu berteriak"


"Apa kapal itu akan menyelamatkan kita"


"Semoga saja Dewa menyelamatkan kita"


Mereka semua yang melihat kapal angkasa termasuk bandit dan pemimpinnya, mereka sedikit ketakutan saat tahu yang menembak mereka dari kapal angkasa, mereka saling berkomentar saat melihat kapal angkasa berwarna keperakan.


"Hei, kamu yang dikapal, apa kamu yang membunuh anak buahku?" teriak pemimpin kearah kapal yang melayang diudara, dengan menujuk jari kearah atas.


"Halo Paman apa kabar" ucap Qiaofeng yang sudah keluar dari ruang kendali kapal dengan tim Niu Qinglin yang ingin menunjukan diri mereka, dengan pakaian perang berlapis baja berwarna keemasan, sangat terlihat gagah dan mengeluarkan aura kesatria, walau mereka semua wanita tampak tidak ada rasa takut maupun lembut layaknya seorang wanita.


"Apa, mereka wanita...? dan itu anak kecil seperti pemimpin mereka bertiga!!" kata salah satu bandit yang kaget melihat tiga wanita dan 1 gadis kecil berpakaian perang.


"Mereka semua cantik-cantik... Hahaha"


"Suatu keberuntungan hari ini melihat kecantikan Dewi"


"Kalian turun dan jadilah isteri ku" teriak pemimpin yang kehilangan rasa takut saat melihat 4 wanita cantik didepannya.


"Paman, aku sudah memiliki suami, yang ratus kali lebih tampan, tidak, tapi ribuan kali lebih tampan, kuat dan juga cerdas" balas Qiaofeng dengan wajah polos dan tangan memegang panahnya, merasa terhina pemimpin itu menjadi marah lagi.


"Ha-ha-ha, gadis kecil mana tahu kamu, mana yang tampan dan tidak..."


"Aku tahu Paman. Dan kamu kalah telak" balas Qiaofeng yang meruntuhkan mental sebagai seorang pria.


"Mana bisa di bilang kalah telak tanpa melihat lawannya" batin pemimpin bandit yang merasa terhina didepan anak kecil yang baru berusia 7 tahun.


"Ha-ha-ha, gadis kecil kamu akan tahu rasanya jika ton...."


Swiiingg


Jleeebb


Aaaahh


Bruuukkk


Sebelum pemimpin bandit itu menyelesaikan ucapannya, sebuah anak panah sudah penembus kepalanya tanpa dia bisa bangun lagi saat terjatuh ditanah, An Na tidak ingin Qiaofeng mendengarkan kata-kata kotor keluar dari mulut bandit itu.


"Feng'er, ayo segera kita habisi bandit-bandit yang menjijikkan ini" pinta An Na yang ingin segera menyelesaikan misi penyelamatan.


"He-he-he, oke bibi An" dengan cepat Qiaofeng berlari menuju ruang kendali kapal, kini Qiaofeng sudah terbilang cukup mahir dalam mengendalikan kapalnya dan sudah tidak oleng lagi.


Swiiingg


Jleeebb


Aaaahh

__ADS_1


Jleeebb


"Sakiiiitt"


Boooommmm


Jleeb


Suara anak panah menancap dengan tepat, suara ledakan tanpa mampu dihindari para bandit, tiga wanita berdiri didepan dan samping kanan dan kiri kapal.


Aaaah


Jleeb


Jleeb


"Ha-ha-ha, paman jangan lari dari gadis kecil" teriakan Qiaofeng selalu terdengar saat meledakan tubuh bandit, entah apa yang merasuki Qiaofeng bisa menjadi ganas.


Para bandit berlari dengan panik tanpa pemimpinnya mereka semua kocar-kacir, Qiaofeng sebagai nahkoda kapal dengan cepat mengejar mereka, meriam membombardir bandit dan panah menembus tubuh mereka.


Penduduk desa yang tadinya akan dirampok bandit hanya bisa menelan salivanya, ada rasa takut, kagum dan juga ngeri saat melihat 4 pahlawan wanita membantai bandit tanpa ampun, demikian juga penduduk yang sudah berada dikapal sudah basah kuyup di pakaiannya.


Jleeebb


Jleeebb


Ketiga wanita Excel hanya bisa senyum dan menggelengkan kepalanya, saat Qiaofeng beraksi ganas dan brutal, apa yang akan terjadi saat dia besar nanti.


Tim wanita lain juga tidak berbeda dengan tim Niu Qinglin, tim Zhou Mei, tim Ling Xuan, tim Xue Rong dan yang lainnya, banyak desa perbatasan benua sungguh memprihatinkan kondisinya, ada yang kelaparan dan juga sudah banyak yang tewas dibunuh bandit maupun binatang buas.


"Kakak Moon, kita kedesa ini, hanya tinggal desa ini yang paling dekat" ucapan anggota tim pada Tang Ran Moon.


"Ayo, segera kita kesana" ucap Tang Ran Moon saat mengetahui lokasi target berikutnya.


Wuuuuussshh


Groowwwrrr


Suara binatang buas mengema karena kesakitan, sebagian tubuhnya hancur terkena bola putih disaat terjatuh sudah tidak bisa bangkit lagi.


"Ciaaaat..."


Claaanng


Traangg


"Awas dibelakangmu..." teriakan peringatan terdengar ditelinga Zhou Mei


Claaanng


"Hampir saja, ayo segera cepat pindahkan penduduk... Biar aku tahan binatang buas ini" teriak Zhou Mei yang mengatur strategi pada timnya.


"Cepat kalian naik kekapal...cepat cepat" teriakan anggota tim Zhou Mei yang memberi perintah penduduk desa


Bruuukkk


Bruuukkk


Grooorrrr


Jleeebb


Jleeebb


"Ha-ha-ha apa kalian butuh bantuanku, adik" teriak kakak Zhou Mei yang tadi sempat menembak binatang buas tingkat mistik.


"Cepat bantu aku pindahkan penduduk, kak" ucap Zhou Mei yang meminta kakaknya segera membantunya memindahkan penduduk kekapal.


Groooorrrr


Baaaanngg


"Aneh, binatang buas disini lebih ganas dan berkelompok" gumam Zhou Xiu saat melihat begitu banyak dan agresif Binatang Buas disini.


Jleeebb


Jleeebb


"Kami datang kak Mei" ucap Xue Rong setelah menembak binatang yang menyerang Zhou Mei.


"Ha-ha-ha, terima kasih Rong'er" balas Zhou Mei senang saat bantuan datang.


"Aku akan panggil yang lainnya, binatang disini terlalu banyak" kata Xue Rong yang kaget melihat terbanyak binatang buas mengepung desa ini.


Sleeepp


Jleeebb jleeebb


"Oke, cepat kabari mereka yang terdekat" balas Zhou


"Mohon bantuan, segara. Di titik koordinat 386,6 arah barat, titik pusat 344 Utara" ucapan Xue Rong pada alat komunikasi kapalnya.


Bib bib


"Segera meluncur pada titik pusat" terdengar balasan dari bantuan


Bib bib


"Berangkat"


Groooorrrr


Auuuooo


Suara binatang bergema diwilayah itu, ledakan demi ledakan memekik kan telinga, tim Xue Rong, tim Zhou Mei dan tim Zhou Xiu terlihat kewalahan melawan serangan binatang buas.


Gooooorrr


Bruuukkk


Disaat tim penyelamat yang akan memindahkan penduduk desa, mereka selalu saja diserang dari segala arah oleh binatang buas, sehingga tim penyelamat kesulitan memindahkan penduduk ke kapal.

__ADS_1


"Kami datang'


Grooorrrr


"Haahaahaaa, terima kasih cepat angkut penduduk desa" dengan nafas ngos-ngosan Zhou Mei berterima kasih pada bala bantuan yang baru tiba dan menembak binatang buas.


"Oke, cepat kalian naik" ucap Li Jia Li pada penduduk desa, desa tempat Zhou Mei berada terbilang cukup banyak orang, sekitar 1800 penduduk, karena itu mereka kesulitan mengatur mereka semua.


Claaanng


Traangg


Blaaaarrrr


"Awas dibelakangmu beruang mistik" teriakan Xue Rong pada tim Li Jia Li disaat sibuk evakuasi penduduk.


"Qiaofeng dataaanngg"


"Ha-ha-ha, kena kamu" teriakan gadis kecil mengema didesa setelah rentetan suara bom meledakan binatang buas yang akan menerjang tim Li Jia Li


"Terima kasih, sayang" kata Li Jia Li pada Qiaofeng


"Tidak masalah, ada aku beres" balas Qiaofeng yang bangga bisa membantu bibinya.


Grooorrrr


Jleeebb


Jleeebb


{Komandan, Tim Zhou Mei dalam kesulitan}


Terdengar suara Veno ditelinga Excel, saat Excel selesai mandi setelah menghukum Ai Hua, dengan segera Excel menuju ruang kendali utama kapal.


"Segera tembak dengan meriam petir, targetkan pada semua binatang buas, Veno" perintah Excel mengema diruang kendali kapalnya, saat tahu jika beberapa tim berkumpul dan dikepung Binatang Buas.


{Segera, komandan}


Zreeeetttt


Zreeeetttt


Zreeeetttt


Zreeeetttt


Ribuan meriam petir menembak target sesuaikan perintah dari ruang kendali utama, terlihat petir berwarna kuning melesat dengan kecepatan cahaya.


Baaaaannggg


Baaaannggg


Baaaanngg


Baaanng


Rentetan ledakan petir mengema saat semua tim yang sibuk melawan binatang buas, terlihat petir berwarna kuning melesat dari langit dan menghantam binatang buas yang berada di desa.


Grooorrrr


Grooorrrr


Aauuuoooo


Teriakan kesakitan dan Auman binatang begitu mengerikan, membuat banyak anak kecil yang menangis dan ketakutan, dan penduduk dengan terburu-buru menaiki kapal angkasa yang mendarat ditanah.


Baaaaaaaaaannnggg


"Ha-ha-ha, pamanku telah datang"


Ledakan terakhir menumbangkan banyak binatang buas diradius 1600 meter, tanpa membuat binatang itu bangkit kembali dikarena telah menjadi darah.


"Ha-ha-ha, suamiku kamu hebat"


"Ha-ha-ha, sekali tembak semua binatang musnah"


"Suamiku aku mencintaimu"


"Sayang nanti aku akan puaskan"


"Paman, aku yang akan memainkan kapal Monster paman, oke"


Semua wanita sangat gembira saat kapal BESD1 melancarkan serangan yang sangat dahsyat, sekali tembak sesuai target meledakan semua lawan tanpa tersisa.


Terlihat sebuah kapal angkasa sangat besar berwarna keperakan, berlahan turun dari langit dengan memberikan rasa kekaguman, semua orang menatap tanpa berkedip.


Dhuuuuum


Kapal angkasa BESD1 telah mendarat dengan lancar, dengan dengan tujuh kaki sebagai penyangga kapal raksasa itu, saat mendarat debu-debu beterbangan.


Ceeezzz


Swooosshh


Sebuah gerbang di lambung kapal terlihat terbuka dari celah atas pintu gerbang, dengan berlahan pintu itu turun hingga menyentuh tanah, saat telah terbuka sepenuhnya, terlihat seorang pria dengan wajah super tampan dengan rambut hitam panjang.


"Maaf aku terlambat"


"Paman, aku merindukanmu" teriakan Qiaofeng dengan berlari menuju kearah Excel setelah suara pamannya terdengar, dengan merentangkan kedua tangan kedepan yang menginginkan pelukan.


"Ha-ha-ha, murid kesayangan ku, kamu hebat" kata Excel setelah memeluk Qiaofeng dan berputar-putar, semua wanitanya melangkah mendekati suaminya dengan cemberut, karena selalu kalah cepat dengan gadis kecil.


"Kalian juga hebat, aku akan memberikan hadiah buat kalian semua" ucapan Excel membuat semua wanitanya sangat senang, hadiah yang diberikan Excel pasti sesuatu yang istimewa dan mungkin juga tidak ada dibenua ini.


"Terima kasih, sayang"


Kemudian Excel memeluk mereka satu persatu dan mencium keningnya, membuat suasana semakin menyenangkan, penduduk yang melihat kapal masih terkagum-kagum dan juga ikut senang setelah mereka menyelamatkannya.


"Terima kasih sudah menyelamatkan kami, dermawan" kata seorang pria paruh baya yang mewakili warga desanya.


"Tidak perlu sopan, sudah seharusnya kita saling membantu" jawab Excel yang ramah dengan wajah tersenyum. Semua gadis desa sudah pada mimisan dan ada juga yang sudah pingsan.

__ADS_1


"Ayo, kalian semua masuk dan beristirahat didalam. Aku harus membantu isteri yang lain" pinta Excel pada mereka semua.


__ADS_2