
Chapter 99 Penyesalan Shuwan
Medan perang menjadi hening dan hanya terdengar suara anggota sekte awan surgawi yang mati ditangan Dewa Perang tanpa belas kasihan.
Booommm
Booommm
"Bajingan mati kamu"
Wuuuuussshh
Booommm
Ketua pertama yang sudah tidak perduli dengan identitas guru dari Dewa Perang, dan segera menyerang bersama dengan seluruh anggota sekte awan surgawi.
Booommm
Booommm
"Aakkkhh"
Pertarungan terjadi sangat sengit dan mendebarkan, sudah banyak mayat bergelimpangan dibawah kaki Dewa Perang dengan pedang ilahinya.
Craazzhh
Aaaaahhh
Kepala salah satu ketua terpenggal saat dia berniat menusukan tombaknya kepada dewa perang, tapi dengan sedikit menggeser tubuhnya Dewa perang langsung menebas leher ketua itu.
"Bajingan mati kamu, pedang ganda awan surgawi"
Zlaaapp
Booommm
Booommm
"Hahaha, apa hanya itu kekuatanmu ketua pertama yang terhormat"
Dewa perang mengejek ketua pertama saat serangan meleset karena Dewa Perang tiba-tiba menghilang dan sudah berada agak jauh dari jangkauan serangan ketua pertama.
"Kamu hanya beruntung"
Wuuuuussshh
Booommm
Claaanng
Traangg
Booommm
Booommm
"Aakkkhh"
Swooosshh
Craazzhh
Bruuukkk
"Hahaha, mati kamu. Ayo siapa lagi"
Kata Dewa perang yang telah menebas kepala ketua pertama dengan mudah karena basis Kultivasi-nya dibawahnya 3 tingkat, entah karena bodoh atau sudah gelap mata ketua pertama masih saja memaksakan diri menyerang Dewa perang.
Dewa perang masih belum puas membunuh banyak nyawa anggota sekte awan surgawi hingga menantang semua orang yang hadir, melihat sebagai anggota sekte awan surgawi yang ketakutan dewa perang masih saja tidak melepaskan mereka.
Swooosshh
Booommm
Booommm
Baaanngg
"I-ini mengerikan...seperti membunuh semut dan membunuh tanpa hati"
"Bagaimana Patriack apa kita masih ingin memonopoli Alchemist Bao?"
"Bodoh, kekuatanku setara dengan Patriack Sekte awan surgawi tingkat Penguasa bagaimana mungkin bisa melawannya"
Mereka yang melihat aksi Dewa Perang menjadi ciut nyalinya, padahal sesaat yang lalu masih dengan bangga bisa mengikat Dewa Perang dan mengekploitasi kemampuannya sebagai Alchemist tingkat Dewa.
Kini semua orang mulai merencanakan skema baru untuk merekrut Dewa perang agar bisa memberikan keuntungan bagi kepentingan mereka, profesi Alchemist sangat dibutuhkan banyak kekuatan bahkan akan selalu disegani dimana-mana, tapi karena keserakahan Dewa dewi di alam puncak menjadikan mereka buta akan kenyataannya.
"Cepat panggil leluhur Dewa Absolute awan surgawi"
Salah satu ketua segera memecahkan token darurat untuk meminta bantuan kepada dewa Absolute yang memiliki julukan awan surgawi sesuai nama Sekte yang dia bangun.
Pyaaaarr
"Takut pada yang kuat tapi berani menindas yang lemah...hahaha. Kalian akan menyesali perbuatan kalian...hahaha"
Swiiingg
Booommm
Suara Dewa perang mengema saat melarikan diri karena merasakan aura kuat tingkat Dewa Absolute yang ingin membunuhnya, untung saja dia bisa bergerak cepat dengan artefak dari gurunya yang bisa dipakai 2 kali.
Karena targetnya sudah mati Dewa perang merasakan iblis batinnya menghilang, karena itu dia menggunakan artefaknya yang diberikan gurunya tanpa ragu-ragu.
__ADS_1
"Siaaaal, bagaimana dia bisa lolos padahal aku sudah mengurungnya...aaaahh"
Teriakan amarah dari pendiri Sekte awan surgawi yang sudah tiba saat menerima sinyal bantuan dari anggotanya, dan melihat mayat-mayat disekitarnya dan juga melihat cucunya yang mati terpenggal, semakin membuat Dewa Absolute awan surgawi menjadi marah dengan berteriak keras.
Banyak orang yang sudah pingsan mendengar teriakan kemarahan Dewa Absolute, bahkan Shuwan langsung pingsan dengan mengalir dari ditelinga dan lubang hidungnya.
"Bajingan, jangan lari kamu"
Wuuuuussshh
Tiba-tiba Dewa Absolute menghilang dan mengejar Dewa Perang yang sudah melarikan diri jauh dari jangkauan Dewa Absolute saat ini.
Segera semua orang yang melihat pertempuran Dewa Perang segera pergi dari medan pertempuran, mereka semua takut menjadi pelampiasan kemarahan pendiri Sekte awan surgawi.
"Ayo, segera kita kembali dan mengabarkan pada leluhur kita tentang masalah ini"
Paviliun Pill juga segera pergi setelah mengajak semua anggotanya untuk menemui leluhur mereka yang juga Dewa Absolute yang setingkat dengan dewa Absolute awan surgawi.
"Hahaha, Tuan kamu sangat hebat bisa lolos dari Dewa Absolute... Hahaha"
"Huuff, hampir saja aku mati terkena tekanannya dari kejauhan, untung saja aku memiliki artefak yang diberikan guruku, jika tidak aku akan mati hanya dengan auranya saja"
"Tetap saja kamu hebat Tuan, jika itu aku mungkin aku sudah menjadi sup ginseng"
"Hahaha...kamu membuatku jadi lapar...ayo berikan akarmu sedikit sobatku tercinta"
"Tidak, kamu akan menghancurkan harga diriku sebagai raja ginseng jika aku memberimu akar berhargaku"
"Hahaha, ayolah sayang jangan pelit"
Dewa perang dan raja ginseng akhirnya lolos dari kejaran Dewa Absolute dan kini mereka telah berada dibenua Venus wilayah benua tengah.
"Kemana guru? Apa dia sedang berkultivasi tertutup?"
"Kenapa juga goanya di lindungi Formasi pelindung segala...sudahlah mungkin dia tidak ingin diganggu"
Setelah melihat goa dimana gurunya tinggal dilindungi Formasi Dewa Perang melihat istana megah dan besar, padahal sebelumnya dia tidak melihat istana itu saat dia ditendang kembali ke benua Dewa.
Kemudian Dewa Perang mengelilingi benua tengah dan melihat jika seluruh benua tengah juga disegel dengan formasi tingkat puncak, merasa frustasi Dewa Perang kembali ke istana dan berkultivasi hingga tingkat Dewa Absolute dan juga meningkatkan tingkat Alchemistnya hingga tingkat MahaDewa.
Raja ginseng juga keluar dari cincin dimensi dan membuat taman yang dipenuhi dengan tanaman roh dan tanaman obat sebagai wilayahnya.
"Ayah, apa ada kabar tentang suamiku?"
"Wan'er, lebih baik kamu lupakan dia dan segera mempersiapkan dirimu mengikuti leluhur ke alam kekosongan"
"Tapi ayah, aku..."
"Sudah hentikan dengan sifat manjamu, jika kamu bisa kuat kamu bisa mencari lagi yang lebih baik dari Dewa perang, ingat kamu harapan terakhir kami"
Ayah Shuwan sangat marah kepada putri semata wayangnya yang masih mengharapkan Dewa Perang kembali lagi dan menemani Putrinya.
Sudah 100 tahun Dewa perang menghilang tanpa jejak saat dikejar Dewa Absolute awan surgawi, Shuwan yang selama ini menipu suaminya menjadi menyesali perbuatannya yang telah memanfaatkan ketulusan Dewa Perang.
Demi kelangsungan hidup keluarganya Shuwan dikirim ke alam yang lebih tinggi dimana leluhurnya menjadi dewa Absolute yang disegani.
"Kekasihku maafkan aku yang telah membuatmu kecewa akan keegoisanku, aku akan bersumpah akan selalu menunggumu sampai kapanpun. Maafkan aku suamiku"
Terlihat wajah Shuwan yang mengalirkan air mata dipipinya, sejak kepergian Dewa Perang dia selalu menangis diruang pribadi suaminya, dan selalu mengingat hubungan intim yang mereka lakukan ditempat pribadi mereka berdua.
"Hacuuu...siapa yang selalu membicarakan diriku. Apa itu Seng Qiao dan Seng Huaran?"
Dewa perang tiba-tiba bersih saat dia sedang meramu Pill di dalam istananya, dia berpikir itu pasti kedua istrinya dari ras Naga, sejujurnya Dewa Perang juga merindukan kedua istrinya yang entah kemana keberadaannya.
"Tuan, kenapa kita tidak lagi berpetualang lagi, aku sudah bosan berada disini dan hanya bisa bermain-main dengan binatang buas yang lemah."
"Tunggu saat aku mencapai Dewa Absolute dan kita akan berpetualang mencari buah roh untukmu, sobat. Aku yakin pasti menemukannya. Kamu tetap disini saja dan bermain-mainlah dengan gadis-gadismu...hahaha"
"Mereka membosankan, selalu menyerah jika aku meminta jatah lebih..."
"Hahaha, kamu ginseng mesum jangan semena-mena... Ingat tanpa mereka kamu akan kesepian."
Dewa perang hanya ditemani raja ginseng selama berada dibenua tengah tempat dia Berkultivasi dan meramu Pill, dia juga ingin cepat mencapai tingkat Dewa Absolute dan juga masih memiliki 1 misi lagi yang belum terselesaikan.
Gurunya juga berkata padanya jika artefak ini bisa digunakan lagi satu kali jika dia berada pada tingkat Dewa Absolute dan bisa menjadi salah satu alat penyelamatan hidupnya.
"Tuan kenapa kamu tidak mempersiapkan kedatangan istri-istrimu nanti jika datang kesini, aku yakin dengan penampilanmu dan juga sebagai Alchemist pasti dengan mudah mendapatkan wanita."
"Hahaha, ginseng mesum, apa kamu ingin mengoda isteri-isteriku...aku tahu pasti kamu menginginkan sesuatu? Huuff, jangan harap mendapatkan lagi, 1 pil satu akar."
"Tuan, kamu jangan terlalu pelit, sifat pelit dibenci para gadis dan janda..."
Pletaakk
"Aduh..berani-beraninya kamu menjitak raja ginseng, apa kamu tidak ingin hidup"
"Hahaha, raja ginseng yang terhormat ayo berikan akarmu sedikit saja, oke"
"Bajingan, kamu minta pemukulan...ayo maju sini, jangan sekali-kali kamu menghina raja ginseng yang ketam..."
Plaaakk
"Sial, nenek moyangmu..."
Buuukkk
Buuukkk
Akhir raja ginseng dan dewa perang bertarung sengit di istana Dewa Perang, dewa perang menggigit kepala ginseng dan raja ginseng menujuk Krisan Dewa Perang.
"Akar jelek lepaskan tanganmu dari lubangku..."
"Bajingan, lepaskan gigimu dari kepalaku...aduuhdudu"
__ADS_1
Setelah lelah mereka kembali akur dengan saling merangkul, tapi tidak melepaskan giginya dikepalanya dan juga akarnya masih mencap di Krisan.
-
"Suamiku, aku pergi, aku harap saat bertemu nanti kamu memaafkanku"
"Shuwan ayo kita berangkat sudah tidak ada waktu lagi, kamu adalah satu-satunya harapan dari keluarga kita"
"Baik Kakek"
Wuusssshhh
Demikian juga dengan Shuwan dengan sedih meninggalkan alam puncak menuju entah kemana bersama kakeknya yang juga salah satu dewa Absolute yang sering bentrok dengan dewa Absolute awan surgawi.
Sebelum Shuwan pergi meninggalkan alam puncak dia masih berharap bisa melihat sosok yang dia rindukan selama 100 tahun lebih, hingga air matanya tidak mampu dibendung lagi saat menghilang bersama kakeknya.
Seperti pepatah penyesalan tidak akan menghapus luka, seperti cermin yang pecah tidak akan bisa pulih lagi, hanya pembuktian yang bisa menyelesaikannya.
Karena itu Shuwan bertekad menebus kesalahan kepada dewa perang dengan menjadi kuat, jika Dewa perang telah pergi ke alam jiwa dia juga bertekad menghidupkannya lagi, demi menebus semua kesalahannya saat itu.
"Putriku, maafkan ayahmu yang membuatmu terluka akan keegoisanku, pada akhirnya kamu menjadi korbannya, maafkan ayah, Nak"
Ayah Shuwan bergumam saat melihat kepergian Putri kesayangan yang dibawa pergi ayahnya karena menuruti keinginannya, putrinya menjadi sedih dan terlihat fisiknya yang kurus dan tubuhnya sudah tidak seperti dulu lagi.
Sejak pertempuran Dewa perang dengan Patriack Sekte awan surgawi namanya semakin dikenal dan ditakuti banyak Dewa dan Dewi, bahkan ada diantara Dewi-Dewi memajang gambarnya sebagai suami idolanya, dan tidak hanya para Dewi hampir seluruh gadis mengidolakan Dewa Perang dan bermimpi bisa menjadi kekasihnya.
Waktu berjalan dengan cepat tanpa terasa sudah lebih seribu tahun Dewa perang Berkultivasi tanpa henti dan target yang dia inginkan sudah sangat dekat
"Sobat, aku akan menerima kesengsaraan Surgawi, jadi aku akan pergi dari sini sementara waktu dan kamu disini saja menungguku"
"Tuan kenapa kamu tidak membawaku?"
"Tidak, sobat. Kali ini Kesengsaraan Surgawi akan lebih mengerikan dari sebelumnya karena aku akan menerobos ketingkat Dewa Absolute"
"Hahaha, Tuan kamu sangat jenius. Di alam semesta baru Tuan yang menjadi dewa Absolute tanpa harus berkultivasi selama jutaan tahun..."
Seorang kultivator akan membutuhkan waktu jutaan tahun untuk menjadi dewa Absolute dan belum pernah terjadi ada seorang yang belum berusia 1500 tahun sudah mencapai tingkat itu.
Karena itulah Dewa perang menjadi momok bagi Dewa Dewi di alam Abadi hingga banyak musuh yang ingin Dewa perang segera mati, apalagi dengan ancaman Dewa Perang yang akan kembali untuk membantai banyak Dewa.
Untung saja dibenua Venus dilindungi sesuatu energi yang tidak bisa ditembus oleh para dewa Absolute atau diatasnya, bahkan dengan kesadarannya mereka juga tidak bisa memasuki benua Venus.
Dewa perang sebenarnya tidak mengetahui jika dia menjadi target para dewa yang merasa terancam akan kekuatannya, seorang Alchemist sudah disegani apalagi seorang super jenius seperti dewa perang.
"Leluhur, kita tunggu saja saat Dewa perang menerobos ranah Absolute, kita akan menyerangnya sebelum dia menerima kesengsaraan Surgawi"
"Bajingan itu akan mati di tanganku, jika dia tidak berlindung dibenua Venus sudah pasti aku bisa dengan mudah memusnahkan-nya"
"Leluhur, siapa yang membuat yang melindungi benua itu?"
"Huuff, siapa lagi jika bukan Naga Hitam itu, untung saja dia disergap banyak para dewa Absolute hingga membuatnya terluka cukup dalam, jika tidak dia mungkin akan selalu menemani muridnya itu"
"Sialan naga Hitam itu, dia saja sudah cukup membuat Dewa lainnya ketakutan, sekarang ditambah dengan muridnya yang juga sama seperti dia"
Pembicaraan antara Dewa Absolute awan surgawi dengan Patriack Sekte yang baru, mereka ternyata sudah berulang kali ingin menerobos benua Venus, tapi sangat disayangkan mereka terhalang Formasi aneh yang tidak bisa ditebus para dewa dari berbagai kekuatan.
Karena itu mereka ingin menyergap Dewa Perang saat akan menerima kesengsaraan Surgawi, dengan bantuan para dewa yang menginginkan-nya untuk mati.
"Raja ginseng, kamu jaga istanaku dan tunggu aku sampai aku selesai dengan urusanku, jika guruku terbangun dari kultivas tertutupnya katakan aku sedang menjalankan misi terakhir yang dia berikan"
"Tuan, apa aku tidak bisa mengikutimu?"
"Tidak, sobat. Aku kuatir aku tidak bisa menahan Kesengsaraan Surgawi kali ini, karena itu aku tidak ingin mengajakmu kali ini"
"Baiklah tuan, aku akan selalu mematuhi perintahmu dan menunggu kamu kembali"
Setelah mereka saling berpelukan segera Dewa Perang pergi menggunakan artefaknya untuk meninggalkan benua Venus, sebelum Dewa Perang pergi dia sempat mendatangi goa tempat dimana gurunya berada.
Setelah meninggalkan benua Venus Dewa perang segera mencari tempat dimana para dewa Absolute takut untuk mendekatinya, tempat yang dikenal dengan nama pelahap kekosongan.
Disitu Dewa Perang sukses menerima kesengsaraan Surgawi selama 7 hari 7 malam yang sangat mengerikan, kali ini bencana petir Ashura yang menghantam tubuh Dewa Perang selama itu. Untung saja Dewa Perang selamat dari kesengsaraan Surgawi itu.
Setelah menerima kesengsaraan Surgawi Dewa perang pergi menuju lautan luas letak dimana kerajaan Dewi samudera berada.
Saat tiba di kerajaan air milik Dewi samudera sudah terjadi pertempuran yang sangat hebat di kerajaan air, terlihat 6 Dewa Absolute melawan 2 wanita.
Dewa perang yang melihat kejadian itu tidak tinggal diam dan segera bertindak menolong kedua wanita yang telah terbaring lemah ditanah.
"Ooh, apa ini caranya 6 pria mengeroyok 2 wanita...hehehe sungguh kalian lemah"
"Kamu Dewa Perang, Berani-beraninya ikut campur" Dewa Surya sedikit terkejut dengan kehadiran Dewa Perang yang ditakuti banyak Dewa.
"Kenapa...takut...ckckck sudah tahu lemah tetap saja suka menindas yang lemah tapi takut pada yang kuat...hahaha" balas Dewa Perang yang tidak takut melawan enam Dewa Absolute didepannya.
"Kita serang bersama, aku akan gunakan kartu As ku itu" kata adik Dewi samudera pada kelima sekutunya.
"Baik kami berlima menyerang dulu dan kami cari kesempatan untuk menggunakannya"
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuusssshhh
Wuusssshhh
Booommm
Booommm
Booommm
(Author : ini adalah akhir bab dimana kisah dewa perang setelah menyelamatkan Dewi samudera, pembaca bisa mengulangi membaca di chapter 86 dimana Dewa perang menyelamatkan Dewi samudera.
__ADS_1
Terimakasih sudah memberikan waktu Anda untuk membaca novel saya. Salam)