Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 63 Ratu Kekaisaran Zhou


__ADS_3

Chapter 63 Ratu Shu Peijing


Setelah Excel turun dari kereta dengan kedua istrinya dan Zhou Zheng, Excel melihat disekitarnya yang banyak pejabat Kekaisaran, Patriack Sekte dan juga banyak wanita cantik yang membuat Excel tersenyum saat melihat kecantikan lagi.


"Selamat datang pemimpin zona bebas" suara sambutan terdengar bersamaan saat Excel telah keluar dari kereta Kekaisaran Zhou yang mewah.


"Selamat datang pemimpin muda, perkenalan saya Ratu Kekaisaran Zhou, Shu Peijing" suara lembut dan mengoda terdengar semua orang, Excel juga menyambut perkenalan dengan senyum yang mematikan bagi wanita.


"Terima kasih atas sambutanya. Perkenalkan nama saya Excel Felix, usia hampir 17 tahun, cita-cita masih rahasia, hobi juga rahasia, zodiak bintang kejora, status masih dalam proses pembaruan"


Mendengar Excel yang memperkenalkan diri Ratu Shu Peijing ingin ketawa, tidak terkecuali semua orang yang mendengarnya, untung saja Ratu dan semua orang bisa menahannya.


"Mari kita masuk kedalam"


Undang Ratu Shu Peijing pada Excel, gaun indah berwarna merah memanjang hingga menyapu lantai seirama dengan langkah kakinya, dengan usia 35 tahun didukung wajah oval yang terlihat lebih muda dari usia sebenarnya, memiliki tinggi badan 178 cm dengan warna kulit putih sehalus giok, hidung mancung menjadi lebih terlihat menawan dengan bibir merah berbentuk busur, alis datar memanjang dengan bola mata berwarna hitam.


Saat Excel berjalan dan bersanding dengan Ratu Shu Peijing dengan jarak hanya berberapa inci, membuat suasana agung dan berwibawa terasa disekitarnya, walau Excel hanya memakai pakaian serba berwarna hitam yang biasa digunakan tidak mengurangi keharmonisan mereka berdua saat berjalan beriringan.


Kedua istrinya mengikutinya dari belakang mereka berdua merasa cemburu dengan keanggunan mereka berdua, dengan modal wajah tampan yang Excel miliki tidak akan mengurangi nilai penampilannya sama sekali.


Setelah mereka duduk ditempat yang sudah disediakan disebelah Ratu dan semua orang juga telah duduk pada tempatnya, Sang Ratu membuka awal pembicaraannya.


"Pemimpin muda, sebelumnya saya dan seluruh keluarga Kekaisaran meminta maaf akan tindakan Kekasaran kami terutama pangeran dan juga Kaisar Zhou yang sudah menyusahkan anda saat di wilayah zona bebas" dengan suara lembut dan merdu terdengar semua orang yang hadir didalam istana kekaisaran.


"Tidak masalah, semua sudah berlalu. Jujur saja, pada awalnya saya tidak berminat menguasai zona bebas. Namun, saat aku melihat begitu banyak ketidakadilan yang terjadi membuatku merubah tujuanku, kini aku ingin membuat zona bebas dan benua tengah menjadi Kekaisaran Agung"


Deg


Seketika semua orang membeku dan jantung semakin melambat, membentuk wilayah Kekaisaran Agung akan merubah roda kekuatan dan kekuasaan dibenua Venus, apalagi saat membangun akan banyak perubahan dalam segala sisi.


"Jangan kuatir, aku belum waktunya membangun Kekaisaran Agung, sebelum aku menyelesaikan tujuan awalku. Setelah aku menyelesaikannya, mungkin, aku baru akan membuatnya, atau rencana bisa berubah dengan aku segera naik ke alam atas!" perkataan Excel penuh dengan teka teki yang susah ditebak arah sebenarnya. Belum waktunya? Tujuan awal? Naik alam keatas?


Ratu dan semua orang sudah tidak bisa duduk dengan tenang, perkataan pemimpin zona bebas terlalu banyak arti teka teki, apa maksudnya ini?


"Pemimpin muda, membangun sebuah Kekaisaran Agung itu akan merubah struktur yang sudah ada, dan dampak akibatnya akan sangat terasa bagi semua kalangan, apa pemimpin muda sudah berpikir dengan baik?" tanya Ratu Shu Peijing dengan nada sedikit lebih tegas dan menginginkan Excel untuk mengurungkan niatnya.


"He-he-he, bagaimana caramu menindas orang yang lebih lemah? Bagaimana caramu membuat aturan ? " tanya Excel pada semua orang dan tahu maksud ucapannya, semua orang ingin menjawab takut salah, ingin bertanya juga takut salah bicara.


Suasana sudah hening menjadi semakin hening, banyak pikiran yang berkecamuk dihati, mereka tidak tahu harus memulai dari mana.


"Dengan kekuatan, dan aturan dibuat sesuai dengan kebijakan bersama" jawab Ratu Shu Peijing setelah berpikiran secara mendalam.


"He-he-he, iya kamu benar. Memiliki kekuatan bisa menindas yang lemah, saat ada yang lebih kuat si penindas itu merasa tertindas, akhirnya timbul iblis hati yang menghambat perkembangan Kultivasi.


Dan aturan yang dibuat dengan kebijaksanaan hanya berlaku pada yang lemah bukan pada kalian yang memiliki kekuasaan dan kekuatan..!" jawaban Excel membuat semua orang malu dan memang benar dengan kekuasaan dan kekuatan bisa melakukan apapun sesuka hati tanpa peduli apapun, tetap disaat hadir yang lebih tinggi maka akan menjadikan iblis hati karena tidak mampu melawan yang lebih tinggi.


"Haaheem, sudahlah. Aku terlalu malas berurusan dengan namanya Politik, saat mereka berbicara politik mereka akan buta dan tuli. Dan intinya jika aku melihat orang lemah ditindas maka hanya satu jawabannya Pemusnahan."


Deg


Didalam istana suasana terasa mencekam, banyak kesalahan yang harus diperbaiki dipikiran mereka, bertemu dengan orang seperti pemimpin muda ini akan berakibat fatal.


"Pemimpin muda, bagaimana dengan Kaisar kami?" tanya Ratu yang tidak ingin membuat suasana menjadi aneh dan mengubah topik pembicaraannya.


"Kedua idiot itu aku siksa" jawaban Excel yang terlihat malas menjawab Ratu.


"Pemimpin muda, tolong lepaskan Kaisar kami, dia masih dibutuhkan banyak orang!" pinta Ratu pada Excel.


"Aku bisa meledakan benua Venus ini dengan satu tembakan, apa kalian ingin mencobanya?" jawab Excel yang sudah terlalu malas berurusan dengan semua hal yang membuatnya muak, ingin rasanya memusnahkan benua ini.


"Pemimpin muda, tolong jangan berlebihan, kami hanya menginginkan Kaisar kami kembali" pintanya Sekali lagi dengan suara yang lebih lembut.


"Memangnya ada harga yang membuatku tertarik dengan melepaskan idiot itu?"

__ADS_1


"Lalu apa keinginan pemimpin muda?"


"Tidak ada yang aku inginkan" Jawab Excel yang sudah merasa mengantuk.


"Lalu bagaimana agar Kaisar kami bisa pemimpin muda lepaskan?" tanya Ratu yang tidak ingin menyerah pada keinginannya, seketika Excel mengernyit dahi dan tanda-tanda kesabaran sudah habis


Boooooooommmmm


Bruuukkk


Bruuukkk


Braaaakk


Semua orang langsung terjatuh dari tempat duduk mereka, kursi hancur dan mereka seketika tidak mampu bergerak sama sekali, darah keluar dari tujuh lubang tubuh mereka.


Hanya kedua istrinya yang baik-baik saja, terlihat kedua istrinya shock melihat kesabaran suaminya sudah habis, mereka berdua juga ketakutan dengan perubahan yang terjadi, terlihat wajah Shu Eu-Meh sedih dan air mata akan mengalir.


Ratu Shu Peijing sudah terbaring di lantai tanpa bisa bergerak dan juga darah sudah keluar dari lubang hidung mata dan telinga, ingin bicara pun sulit karena nafas seperti tertahan.


"Jika kalian ingin kaisar idiot itu aku lepaskan, berusaha berdiri dari tekanan 1% aura kekuatan ku" tantang Excel pada semua orang di istana kekaisaran, tetapi semua usaha mereka hanya sia-sia saat ingin berdiri.


"Apa leluhur Kekaisaran Zhou hanya diam saja? Apa harus aku musnahkan dulu baru akan muncul?" kata Excel yang ingin memancing leluhur Zhou keluar dari sarangnya.


"Suami, tolong ampuni kakakku" pinta Shu Eu-Meh pada Excel, Shu Eu-Meh tidak tega melihat kakaknya Shu Peijing tersiksa didepan matanya


"Kamu pilih kakakmu atau aku? Ingat segel itu akan meledak saat kamu menghianatiku." tanya Excel dan juga mengingatkan segel yang sudah Shu Eu-Meh terima, mendengar pertanyaan suaminya seketika tubuh Shu Eu-Meh gemetar tidak karuan, air mata mengalir deras, pilihan yang tidak pernah dia pikirkan dan tidak ingin memilih salah satunya, pikirannya sudah benar-benar berantakan.


"Kenapa tidak menjawab? Apa kamu bisu?. Sudahlah kali ini aku akan ampuni kalian" jujur saja Excel tidak tega melihat isterinya menangis, Excel hanya menguji kesetiaan dan ketegasan Shu Eu-Meh seperti isteri-isterinya yang lain atau tidak.


Kemudian setelah Excel menarik aura kekuatannya, semua orang akhirnya bisa kembali berdiri dan nafas menjadi lancar, darah yang terus mengalir dari tujuh lubang tubuh menjadi berhenti.


"Sejujurnya aku datang hanya untuk berbisnis, sayangnya, di otak kalian masih menginginkan Kaisar idiot itu untuk kembali menjadi tiran. Xiao Chun ayo pergi" tanpa menunggu Xiao Chun menjawab Excel sudah melangkah menuju pintu masuk istana, melihat suaminya telah berjalan Xiao Chun dengan buru-buru mengikutinya tanpa Shu Eu-Meh.


"Su-suami, m-maafkan aku" Shu Eu-Meh sudah tidak sanggup lagi berkata-kata dengan benar, air mata masih mengalir deras apalagi saat dirinya tidak inginkan lagi.


"Suamiku, aku ikut..." teriakan Shu Eu-Meh yang keras didengar hampir seluruh penghuni istana.


"Apa lagi? Kamu sudah membuat pilihan?"


"A-aku mengikutimu, suami"


"Haaheem, baiklah, lain kali jangan kecewakan aku lagi" ucap Excel yang membuat Shu Eu-Meh dan Xiao Chun menjadi bahagia, segera Shu Eu-Meh berlari dan langsung memeluk Excel dan membenamkan wajahnya ke dada bidang Excel dan Excel dengan lembut mengusap punggungnya.


"Aku kita pergi" ajak Excel kepada kedua istrinya tanpa menghiraukan semua orang yang berada di istana termasuk Ratu yang masih bingung apa yang harus dilakukannya.


Bruk


Suara benturan lutut kaki beradu dilantai terdengar semua orang didalam istana saat Excel akan pergi meninggalkan istana kekaisaran Zhou.


"Pemimpin muda, mohon tunggu"


"Ada apalagi?" jawab Excel yang ketus saat menteri pertahanan Zhou Zheng yang tiba-tiba berlutut dibelakang Excel dan kedua isterinya.


"Mohon ampuni Kekaisaran kami, kami salah, kami mengakui kesalahan kami, pemimpin muda" pinta Zhou Zheng yang hampir meneteskan air mata, dia tidak peduli dengan harga diri saat berlutut dihadapan Excel, yang dipikirkannya hanya ingin menyelamatkan Kekaisaran Zhou dari Kemarahan Excel yang berujung pemusnahan massal.


Bruuukkk


Bruuukkk


Bruuukkk


"Pemimpin muda ampuni kami" serentak semua orang didalam istana berlutut memohon ampunan dari Excel, mereka sudah sadar akan kesalahan mereka, kecuali Ratu Shu Peijing yang tidak berlutut hanya menutup mata dan terlihat butiran air mata mengalir dipipinya.

__ADS_1


"Biarpun kalian memohon ampun tetap aku tidak akan melepaskannya" kata Excel dengan nada yang lebih keras hingga dinding istana terlihat retakan yang seperti jaring-jaring laba.


"Kami tidak lagi menginginkan lagi Kaisar Zhou, pemimpin muda" jawab menteri pertahanan Zhou Zheng pada Excel, dia tahu jika masih bersikukuh mengharapkan Kaisar Zhou dilepaskan konsekuensinya adalah pemusnahan, Kekaisaran Zhou masih bisa memilih seorang Kaisar baru tanpa membuat Excel marah lagi.


"Baiklah, aku hanya ingin 2 permintaan. Pertama tidak ada lagi dari keluarga Zhou yang menjadi Kaisar atau sebagai pemimpin wilayah manapun. Kedua hapus nama Kekaisaran Zhou dan ganti menjadi Kekaisaran Shu." permintaan Excel seketika menjadi ledakan dipikiran mereka semua.


Swooosshh


Swooosshh


Swooosshh


"Bajingan siapa kamu? Dan apa hakmu mengatur Kekaisaran ku yang sudah aku bangun dengan susah payah." teriakan Kemarahan mengema diseluruh kota Kekaisaran Zhou saat ketiga Kakek tua tiba-tiba muncul dan langsung berhadapan dengan Excel.


"Itu leluhur Zhou..."


"Diam" bentak leluhur kedua kepada semua orang yang akan bicara.


"Hak ku? Yakin kamu ingin tahu...he-he-he" jawab Excel yang terkekeh yang melihat tiga orang tua didepannya, menteri pertahanan yang merasakan Dejavu segera maju menengahi mereka yang akan bentrok.


"Leluhur, tahan dulu" pinta Zhou Zheng pada leluhurnya dia tidak ingin leluhurnya mati sia-sia, karena itu sebisa mungkin bernegosiasi dengan mereka berdua.


"Siapa kamu jangan ikut campur, bocah" bentak leluhur pada Zhou Zheng yang tidak mengenalinya.


"Saya menteri pertahanan Zhou Zheng, leluhur" jawab Zhou Zheng yang sebenarnya takut saat dibentak leluhurnya.


"Oh, lalu apa maumu hingga menghentikan ku?"


"Saya akan menceritakan apa yang terjadi selama ini, leluhur" jawab Zhou Zheng yang ingin menjelaskan titik permasalahan yang dibuat oleh Kaisar Zhou.


"Ayo isteriku kita kembali"


Wooossshh


Excel tiba-tiba menghilang dengan kedua istrinya tanpa bisa dicegah ketiga leluhur Kekaisaran Zhou yang ada didepannya, Excel sudah terlalu malas berurusan dengan mereka semua.


Baammm


"Bajingaaan, dia melarikan diri" teriakan amarah leluhur melihat Excel dan kedua istrinya menghilang didepannya, mereka bertiga tidak menduga jika kecepatan Excel tidak mampu mereka ikuti, padahal mereka sudah menggunakan skill domainnya untuk mengurung Excel agar tidak bisa melarikan diri.


"Kita akan memburunya nanti, lalu ceritakan apa yang sudah terjadi selama ini?" pinta leluhur kedua dari Kekaisaran Zhou.


Kemudian, menteri pertahanan Zhou Zheng menceritakan semua yang terjadi dari awal bentrok di zona bebas, hingga terakhir saat pertempuran dengan dua Kekaisaran yang berakhir tertangkapnya Kaisar Zhou dan Kaisar Wei.


Semua yang diceritakan Zhou Zheng juga dibenarkan semua orang yang berada di dalam istana kekaisaran, sang Ratu Shu Peijing hanya diam ikut mendengarkan tanpa ikut berbicara sedikit pun.


Kenapa Ratu Shu Peijing bersikukuh ingin melepaskan Kaisar Zhou? Itu semua karena desakan dari semua pendukung dan para pejabat Kekaisaran yang masih ingin dipimpin Kaisar Zhou.


Akibatnya Excel marah dan ingin memusnakan Kekaisaran Zhou, Ratu Shu Peijing sendiri tidak tahu harus berbuat apa saat Excel marah, apalagi membuat adiknya Shu Eu-Meh menjadi korban keegoisannya, untung saja Excel mengetahui isi pikiran Ratu dan isterinya.


Sengaja Excel ingin mempermainkan pikiran semua orang selama ini, dia selalu berputar-putar dalam berbicara, yang membuat orang kebingungan dan frustasi.


Saat ini Excel berada didalam kapal BESD1 dengan kedua isterinya didalam kamar tidur, Excel juga berbicara dengan jujur bahwa semua ini hanya sandiwaranya, karena Excel ingin leluhur Kekaisaran Zhou muncul dari tidur panjang ketiga leluhur itu.


"Kamu jahat, kenapa kamu tidak memberitahui ku dulu?" tanya Shu Eu-Meh setelah mendengar Excel bercerita dengan memeluk Excel yang tiduran di ranjang, sedangkan Xiao Chun juga ikut tiduran dengan memeluk Excel sambil mendengarkan mereka berdua.


"Jika aku memberitahukan dulu, emosimu tidak bisa sebegitu nyata, karena emosi sangat mendukung sebuah skema atau drama yang dipentaskan... Hehehe" jawab Excel sambil terkekeh melihat kedua istrinya mulai mengoda tongkatnya.


"Jadi kamu tidak benar-benar akan memusnahkan Kekaisaran? Aku takut dengan keluargaku akan menjadi korbannya" tanya Shu Eu-Meh yang masih kuatir dengan keadaan keluarganya.


"Tergantung keputusan mereka setelah aku pergi, dan untuk keluargamu aku jamin baik-baik saja, dan mungkin kakakmu akan berada di sisi kita." jawab Excel yang membuat mereka berdua senang.


"Terima kasih, suamiku"

__ADS_1


"Sekarang kalian akan aku hukum lagi...ha-ha-ha"


"Aaah, jangan su-suami....


__ADS_2