
Chapter 28 *Kemarahan Excel 3*
Meskipun sudah menjadi bagian keluarga, Hu Ru Ming selalu dihina dan dikucilkan. Suatu ketika saat kunjungan Sekte Bukit Tulang yang di wakili Lao Tzu 4 tahun yang lalu, tujuan kedatangan-nya meminta jatah sumber daya sebagai biaya keamanan keluarga Hu.
Saat kunjungan itu Lao Tzu melihat Hu Ru Ming sedang berlatih dan tertarik padanya.
"Kepala Hu, siapa gadis yang berlatih itu" tanya Lao Tzu dengan wajah mesum dan menujuk jarinya ke arah Hu Ru Ming
"Ooh, dia putri angkatku, apa Tuan Muda tertarik!" dengan wajah penuh makna kepala Hu menjawab Lao Tzu
"Iya, aku sangat tertarik... Hehehe"
"Tapi gadis itu sangat keras kepala dan sudah banyak Pria yang melamarnya tapi selalu di tolak dengan banyak alasan. Aku sebagai ayah angkatnya hanya bisa menurutinya." jelas kepala Hu pada Lao Tzu dengan sedikit berbohong.
"Tapi jika kepala Hu bisa membujuknya atau memaksanya, maka Sekte Bukit Tulang tidak akan meminta upeti lagi, bagaimana!?" kata Lao Tzu dengan iming-iming yang sulit di tolak kepala Hu.
Sudah menjadi hal umum jika suatu penguasa wilayah meminta upeti atau biaya keamanan kepada desa atau kepada keluarga kecil maupun keluarga besar seperti keluarga Hu, jika mereka menolaknya maka penguasa wilayah akan menyewa bandit untuk menakuti mereka.
"Baiklah Tuan muda aku akan mengaturnya" dengan raut wajah yang terlihat sedih kepala keluarga Hu menerima tawaran Lao Tzu seperti terpaksa, padahal dalam hatinya sangat senang mendengar tawarannya, dengan mengganti seorang wanita yang bukan keluarganya bisa menyelamatkan sumberdaya adalah harga yang pantas.
"Ha-ha-ha kamu tahu bagaimana menyenangkan hatiku, baiklah segera atur semuanya, dan aku akan berbicara dengan ayahku" dengan gembira Lao Tzu merasa jika kepala Hu Ru Ming terlalu bodoh, bagaimana bisa sumberdaya penting ditukar dengan seorang wanita.
Sejak itu Hu Ru Ming yang mendengar permintaan Lao Tzu dan diterima kepala Hu tanpa persetujuannya, membuat Hu Ru Ming pergi kabur dan menghilang.
Saat dalam pelariannya, Hu Ru Ming bertemu dengan Putri Zhou Mei dan Ji Yan yang kala itu bertempur dengan bandit, melihat Zhou Mei dan Ji Yan terdesak saat itu, segera Hu Ru Ming membantu melawan bandit tersebut dan berhasil mengalahkannya.
Sejak saat itulah mereka menjalin ikatan persahabatan dan kemana-mana selalu bersama, dan akhirnya bertemu dengan Excel di Lembah Binatang Buas.
Didunia jiwa Excel membaringkan Hu Ru Ming diranjang, didunia jiwanya sudah Excel lengkapi dengan berbagai fasilitas, dan Poppy juga telah tertidur dikamarnya.
"Kamu istirahat dulu disini dan jangan terlalu banyak berpikir. Setelah aku menghancurkan Sekte Bukit Tulang aku akan jemput kamu lagi." dengan di anggukan kepala sebagai jawabannya, kemudian Excel mencium bibirnya selama beberapa menit, tapi ciuman itu membuat kedua orang itu makin kepanasan dan bernafsu.
Untungnya Excel memiliki kendali emosi yang baik, hingga dia menyudahinya.
Didunia jiwanya waktu melambat, jika di dunia nyata 1 detik maka di dunia jiwanya 30 menit dan itu bisa diubah sesuai dengan tingkat Kultivasinya.
Setelah kembali kedunia nyata, Excel tetap pada posisi awal tidak bergerak atau terluka, bahkan pakaiannya tidak tergores, dengan senyum khas yang selalu tidak berubah.
"Sembilan"
Terdengar suara Excel didalam asap tebal yang membuat semua orang shock dan tidak percaya, bagaimana mungkin dia masih hidup, padahal itu adalah serangan terkuat yang mereka kerahkan.
"B-bagimana bisa..."
"Ti-tidak mungkin masih hidup"
"Setidaknya dia pasti terluka dan tidak mungkin baik-ba....'
Sebelum mereka selesai terkejut asap menghilang dititik serangan itu, tampak sosok pria yang tidak terluka bahkan pakaiannya tanpa tergores...
"Sepuluh" wooossshh
Sliinng
Sliinng
Bruuukkk
Baannngg
Dengan selesainya hitungan terakhir Excel langsung menghilang dari tempatnya, bergerak membantai murid-murid Sekte, dengan jumlah 70 ribu orang Excel tak gentar sama sekali.
Baaaamm
Booommm
"Sampah. Tinju creation..." ucap Excel saat mengeluarkan skillnya kepada lawan didepannya. Dengan tinju tangan kiri menghantam dada musuhnya sekali pukul.
Booommm
Tinju creation adalah skill ke 5 dari teknik Dewa Naga, tinju itu tidak terlihat bertenaga hingga membuat lawan menjadi lengah.
Namun tinju ini mampu meledakan tubuh lawan yang berjarak 2 meter, dan skill ini bisa ditingkat sesuai keinginan pengguna, energi Qi yang digunakan minimal 1% energi.
Semakin besar energi yang digunakan semakin kuat pukulannya dan juga semakin jauh jangkauan serangannya.
Booommm
Aahhh
Baaammnn
Suara teriakan bergema disepanjang jalan yang Excel lewati, ledakan dan dentuman memekik telinga.
Ibarat iblis buas yang kelaparan disetiap langkahnya meninggalkan kepala bergelimang, tiap pukulan tangan kiri meledakan tubuh lawan hingga menjadi hujan darah.
Area di Sekte Bukit Tulang telah menjadi danau darah, tiap orang yang melihat dari kejauhan memuntahkan isi perut mereka karena tidak kuat melihat darah dan potongan tubuh yang berserakan.
"Ciiiaaaat...."
booommm
"bangsat... ayo semua jangan takut"
__ADS_1
Traangg
Traangg
Blaaaaarrr
"Iblis mati kau" teriak tetua yang ikut menyerang mengarahkan pedangnya di leher Excel, dengan menggeser tubuhnya kesamping Excel menghindarinya dan menangkis setiap serangan dari arah lain.
"Sampah" ucapan Excel yang melihat pedang hampir mengenainya.
Claaanng
Triiiinnng
Baaammm
Booommm
Satu orang versus ribuan orang, jika itu di gambarkan dengan otak untuk berpikir itu sangat mustahil, tetapi didunia kultivator tidak ada yang mustahil semua bisa terjadi.
Dengan lincah bergerak dan didukung kecepatan Excel, mudah menghindari dan melawan balik, serangan balik menghasilkan kematian, kematian satu orang diikuti kematian yang lain.
Booommm
Booommm
Blaaaarrrr
"jangan lari...ha-ha-ha" ucapan Excel yang begitu bersemangat saat meledakan tubuh lawan.
Tiap pukulan tangan kiri meledakan lawan, tangan kanan menebas tubuh musuh, tiap langkahnya menghilangkan nyawa musuh.
Traangg
Crazh
Aaaahh
Bruuukkk
"Ha-ha-ha, ini sungguh menyenangkan, ayo kalian maju semua...! Apa hanya ini saja yang kalian bisa...? hahaha" teriak Excel kegirangan, bagi Excel ini seperti ajang bermain kematian dan dipompa semangat dari sistem yang selalu menampilkan perkembangannya.
[Ding! Berhasil membunuh tingkat Nirwana....]
Baaaamm
Booommm
Energi besar keluar dari tubuh Excel, tanda jika Excel menerobos ketingkat selanjutnya walau belum menerima kesengsaraan Surgawi, dengan gelombang energi terobosan, area seluas 200 meter meledakan semua orang di area tersebut.
Baaammnn
Booommm
Ledakan terus bergema di Sekte Bukit Tulang, tidak ada murid yang lolos dari serangan Excel.
"A-ayah apa yang harus kita lakukan" dengan gemetaran Lao Tzu bertanya pada ayahnya.
"Kau cepat lari dari sini dan ambil sumber daya kita digudang. Jika kau bisa lolos, balaskan dendam kita, nak" ucap Patriack Sekte sekaligus ayah Lao Tzu, setelah menerima kunci gudang Lao Tzu berlari kencang ke dalam istana.
Excel yang selalu menyebarkan kesadarannya walaupun sedang bertarung, dan Excel mengetahui rencana mereka berdua, dan sudah jelas Excel tidak akan melepaskan tersangka utamanya.
"Domain Barrier"
Ngiiiinnngg
Berdengung
Setelah Excel berucap cahaya putih keluar dari tengah dahinya yang berbentuk mata dan menyelimuti seluruh wilayah Sekte Bukit Tulang, dengan begitu terciptalah perisai bulat melingkupi Sekte.
Domain barrier adalah teknik pasif dewa absolute mampu menciptakan penjara dengan pikiran dan meledakan lawan saat terkurung seluas area max 10.000 kilometer.
Menggunakan sebesar 50% energi, dan itu berkurang tergantung pada luas area yang diinginkan pengguna, semakin kecil area semakin kecil energi yang digunakan.
Ibarat bola penjara entah itu didalam tanah atau diatas tanah tidak bisa lepas dari domain barrier yang Excel gunakan, teknik ini juga bisa dikontrol melalui pikiran.
"Bajingan... Siapa yang buat keributan ini" suara teriakan orang tua yang serak, kemarahan terasa di tekanan suaranya.
"Itu leluhur kita, hahaha...leluhur kita terbangun" teriak Patriack kegirangan yang merasa Sekte nya bisa di selamatkan, Patriack tidak menyangka jika leluhurnya terbangun disaat kritis yang mengancam sektenya.
Leluhur Sekte Bukit Tulang telah lama tertidur dipeti mati, terbangun ketika mencium bau darah dan aura kematian yang pekat di sektenya.
Sudah 4000 tahun leluhur tertidur dipeti mati untuk memperpanjang usianya, didalam peti mati terdapat banyak batu mistik yang langka dan banyak diburu banyak orang.
"Leluhur selamatkan kami"
"Leluhur tolong selamatkan kami"
"Leluhur lihat banyak saudara kita yang mati"
Teriak semua orang yang sudah putus asa, dari 70 ribu anggota sekte kini hanya 20 ribu yang masih hidup, siapapun akan merasa tidak berdaya dan putus asa.
Wooossshh
Dengan melayang diudara leluhur kelima melihat kesemua arah, melihat anggota sekte, melihat Patriack yang ternyata adalah cicitnya sendiri yang sudah terluka, dan yang terakhir melihat anak muda dengan wajah tersenyum dengan berlumuran darah.
__ADS_1
Setelah menatap Excel dan memeriksa tingkatannya yang tidak bisa dilihat, dia berkata dengan sikap tenang walau sebenarnya sangat marah...
"Nak, Siapa kamu...? dan kenapa banyak membunuh anggota sekte ku?"
"Siapa aku itu tidak penting, dan apa perlu argumenku kau dengarkan?" balas Excel pada leluhur itu.
"Tidak sopan"
"Beraninya bajingan ini tidak menghormati lelu..."
Sriiinngg
Buuukkk
Dengan ayunan pedang Excel, memenggal kepala salah satu Penatua Sekte, gerakan itu tidak terlihat mengancam tapi memberi kematian, padahal jaraknya cukup jauh dari Excel.
"Kurang ajar"
Swooosshh
Baammm
Melihat anggotanya terpenggal didepan matanya, leluhur itu langsung menyerang Excel, dengan kepalan tangan kanan berusaha meledakan kepalanya. Tapi sayangnya, dengan kepalan tangan kiri Excel beradu kekuatan pukulan.
Setelah beradu pukulan leluhur itu mundur 25 meter, merasa nyeri ditangan kanannya yang gemetaran dan sedikit berdarah, meskipun begitu leluhur itu tetap tenang dan menjadi lebih waspada terhadap Excel.
Tetap dengan wajah tersenyum sinis dan selalu menatap leluhur didepan yang jaraknya 25 meter, Excel berkata...
"Baiklah aku terlalu lama disini, sudah saatnya aku menyelesaikan ini semua...!"
sriiinngg
Buuukkk
Baaammn
"Tunggu, senior, tahan dulu amarahmu...?" teriak leluhur Sekte berharap Excel tidak membunuh semua orang yang ada disini.
Seketika Excel berhenti dan mengernyit dahinya tanda tidak senang, saat kesenangannya diganggu, apalagi sistem selalu memacu andrenalinnya.
"Apalagi...!! Jangan kuatir kamu akan mendapat tiket lotere kematian segera" balas Excel dengan sikap jengkel.
"Senior, kenapa tidak kita tenangkan pikiran dan diskusikan ini? mungkin ada kesalahpahaman antara senior dan Sekte kita?" pinta leluhur Sekte Bukit Tulang pada Excel.
Leluhur sudah sadar setelah bertukar pukulan dengan Excel, jika tingkatnya lebih tinggi dari dia, karena itu sebisa mungkin leluhur bernegosiasi dengan Excel demi kelangsungan Sektenya.
Dengar wajah semakin jengkel dan semakin marah Excel menjawab...
"Menenangkan pikiran...!! Mengetahui istriku dipaksa menikahi dengan orang lain... apanya yang bisa tenang? Haaa...lalu apakah masih bisa didiskusikan? Haaa... Lalu didepan mataku sendiri istriku ditampar, apa itu namanya kesalahpahaman...? Haaaa" dengan nada keras Excel membentak Kakek tua didepannya, tidak masuk diakal jika seorang suami hanya berdiam diri melihat kejadian yang menimpa isterinya.
Setelah mendengar rentetan balasan dari Excel, leluhur semakin muram mendengarnya, mau menjawab pun susah, apa mungkin masih bisa di diskusikan masalah ini, ini adalah harga diri seorang pria, mana ada yang mau martabatnya diinjak-injak... dan juga ini bukan lagi kesalahpahaman...
Semua ini total kebodohan, kebodohan dari keturunan leluhur Sekte Bukit Tulang.
"Kenapa kamu diam, bandot tua... haaa" kaget mendengar suara Excel, leluhur itu sontak tersadar dari banyak pemikiran dibenaknya.
Setelah beberapa saat leluhur itu secara tiba-tiba...
Bruuukkk
"M-maafkan kami senior atas kesalahan kami pada Anda dan istri Anda" dengan tiba-tiba bersujud leluhur meminta maaf pada Excel.
"Huuufff, jika hanya meminta maaf bisa menghapus kesalahan, dimana letak keadilan....haaa!! Akan banyak kejahatan semakin merajalela, dan kamu pun tahu itu" teriakan Excel Setelah mendengus tanda semakin muak dengan sikap leluhur didepannya, sikap terlalu naif dan munafik paling dibenci Excel.
"L-lalu, dengan kematianku sebagai gantinya, tolong, Tuan muda, jangan musnahkan keturunanku" pintanya kepada Excel dengan mata berkaca-kaca dengan sikap tetap bersujud.
"Haaaheeem"
Mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya, Excel lanjut berbicara...
"Jika semua semudah itu, apa yang akan terjadi pada dunia ini!! Pelaku dan yang terlibat harus tetap diadili" kata Excel yang sangat kecewa dengan sikap orang tua di depannya, seharusnya kekek tua dengan pengalaman segudang mengerti bagaimana situasi kehidupan ini.
Setelah selesai berbicara keluar energi besar keluar dari tubuh Excel.
Boooooooommmmm
bruuukkk
bruuukkk
Dengan mengeluarkan Aura Tingkat Dewa Ungu-nya, Excel meratakan wilayah Sekte Bukit Tulang hingga tidak tersisa. Ledakannya seperti bom atom membunuh semua orang, termasuk Leluhur, Patriack, Lao Tzu dan keluarga Hu.
"Hanya kebodohan yang menghancurkan segalanya" ucapan Excel yang mengema diseluruh wilayah Sekte Bukit Tulang.
Dengan menutup mata Excel menyusuri wilayah Sekte dengan kesadarannya dan tidak ada yang terlewatkan, hanya berberapa puluh orang yang masih hidup dan bukan bagian dari Sekte Bukit Tulang.
Kemudian Excel melangkah menuju gudang bawah tanah, dan dilanjutkan menuju tempat leluhur Sekte saat tertidur dan mengambil semua sumberdaya yang ada.
Mulai detik ini dan seterusnya Sekte Bukit Tulang menghilang dari benua Venus.
Dengan adanya berberapa saksi yang melihat aksi Excel dari awal hingga akhir, tidak lupa mereka merekam dengan batu giok perekam.
"Kemarahan yang mengerikan, aku tidak mau berurusan dengan dia"
"Seorang pria yang tidak bisa disentuh harga dirinya"
__ADS_1