Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 164 Kembali Rukun


__ADS_3

Chapter 164 Kasih Sayang tanpa meminta imbalan.


Banyak orang kecewa dengan jawaban dari Li Ling yang tidak mau membuka identitas orang itu, walaupun kecewa semua orang mengerti dan tidak mendesak Li Ling untuk berbicara lagi.


"Akhirnya barang yang para tamu terhormat nantikan akan segera hadir... Plok plok" Li Ling tanpa berbasa-basi segera menepuk kedua tangannya, lalu muncul 3 wanita dari balik tirai, dua wanita mengangkat barang berukuran 90 cm kali 90 cm yang ditutupi kain merah, wanita satunya membawa alat bantu penyangga barang yang akan dilelang.


Setelah mereka bertiga sampai ditengah panggung, mereka menatanya dengan rapi dan hati-hati, peserta lelang sudah tidak sabar ingin melihat barang lelang yang membuat gempar banyak kekuatan.


"Para tamu yang terhormat pasti sudah tahu barang lelang kali ini, benar ini adalah lukisan tingkat Mahadewa walau lukisan ini hanya efek tembus dari lukisan yang sebenarnya, biarpun begitu lukisan ini masih mencerminkan lukisan yang sebenarnya. Didalam lukisan ini juga diberi namanya yaitu Bu Wanmei..." setelah Li Ling berhenti bicara dia berbalik dan membuka kain merah penutup lukisan itu.


"Astaga... Ini benar-benar lukisan tingkat Mahadewa..."


"Lukisannya sederhana tapi tingkat kesulitan luar biasa, dan juga energi spiritual mampu menggerakkan lukisannya"


"Ini benar-benar lukisan mahakarya, bagaimana jika itu yang aslinya?"


"Pasti lebih luar biasa"


Seketika semua orang berdiri dan panik dengan banyak komentar memuji hasil mahakarya Bu Wanmei yang indah, semua orang menjulurkan kepalanya dan ingin mendekat dan melihat lukisan itu dari jarak dekat.


Energi Qi segera berkumpul diarea lukisan itu dan gambar yang dilukis juga bergerak-gerak, segera banyak penjaga yang mengelilingi panggung itu agar tidak menimbulkan kekacauan yang berakibat merusak lukisan itu.


Bu Wanmei hanya sekilas melihat dan hanya mengeleng-gelengkan kepalanya saja, jika mereka tahu lukisan yang asli mungkin akan tercengang dan mati lemas, Na Yu juga melihat tetapi tidak terlalu tertarik karena dia memiliki lukisan yang asli dibuat oleh Bu Wanmei.


Sebenarnya jika mereka semua tahu jika Bu Wanmei bukan nama asli si pelukis mungkin mereka akan malu, itu adalah nama yang digunakan untuk Lukisannya yang memiliki arti tidak sempurna untuk lukisan itu.


"Harga awal lukisan ini 200.000 batu mistik, setiap peningkatan minimal 5.000 batu mistik..." kata-kata Li Ling langsung membuat keributan ditempat lelang paviliun matahari.


"Ini terlalu mahal"


"Sialan kita ditipu informasi itu...cepat ambil batu mistik dirumah"


"Gila, ini terlalu gila..."


"Mahal, tetapi sepadan, dengan lukisan mahakarya tingkat mahadewa tidak akan rugi memilikinya..."


Setiap orang tercengang dengan harga lukisan Bu Wanmei yang mahal sekali, padahal menurut bocoran informasi harga lukisan itu hanya 10 ribu batu mistik, dan banyak kekuatan yang sanggup membelinya, tetapi kenyataannya berbeda dari informasi itu.


"205.000"


"210.000"


"230.000"


Seketika peserta lelang dilantai 3 berlomba-lomba menaikan tawarannya, seperti biasa gertakan dan caci maki selalu terlontar, bahkan dua orang yang berasal dari istana surgawi ikut menawar.


Li Ling sangat senang dengan bisnis kali ini yang memperoleh hasil melebihi ekspektasinya, pemilik rumah makan menjadi diam membeku karena kebodohan, dia menjual lukisan itu di paviliun dengan harga 80 ribu batu mistik karena takut dan juga tidak sabar ingin menjadi orang kaya yang mendadak.


Kata-kata "200.000 batu mistik" terus-menerus dia ucapkan tanpa henti, tangan dan kakinya gemetaran tidak karuan, jika dia tidak takut dan serakah sudah dipastikan dia akan menjadi miliarder baru dibenua dewa, Keberuntungan didepan mata dia abaikan hanya demi emosi sesaat.


Harga terus naik tidak terkendali hingga mencapai titik angka 640 ribu batu mistik, Li Ling selalu melirik tempat dimana pemilik rumah makan itu dan juga sekali-kali melihat kamar A yang tidak ikut menawar lukisan ini.

__ADS_1


Hanya dua orang, wanita dan pria dikamar A yang diam saja dan melihat serunya persaingan ditempat lelang, akhirnya Na Yu membuka omongan yang sedari tadi dia masih berpikir.


"Kenapa kamu tidak memberitahukan nama aslimu?" tanya Na Yu kepada Bu Wanmei, dia dari awal sudah tahu jika nama aslinya bukan Bu Wanmei, tetapi selama bersama Bu Wanmei dia sengaja tidak bertanya.


"Apa arti sebuah nama, terkadang 1 orang memiliki banyak nama, namaku tidak bagus didengar, nama yang selalu penuh derita..." jawab Bu Wanmei yang malas menyebutkan nama aslinya.


"Kenapa kamu berkata begitu, setiap nama memiliki arti penting didalam kehidupan, kamu memang benar 1 orang memiliki banyak nama, tetapi kamu jangan lupa nama adalah identitas penting bagi seseorang, bahkan di tempatku nama itu ibarat kutukan yang baik yang tidak mungkin bisa dihapus selamanya, biarpun memiliki banyak nama pada akhirnya dia akan kembali pada nama aslinya.


Setiap derita itu tergantung personalnya masing-masing bagaimana dia menyelesaikan, jika dia tidak mampu maka itu namanya derita...maaf bukannya aku sok pintar atau baik, tetapi kata-kata adalah doa, demikian juga nama, nama adalah kata baik dan keinginan yang baik dari orang yang memberikan nama padamu." kata Na Yu yang berbicara kepada Bu Wanmei, Na Yu ingin meluruskan cara pandangnya yang keliru.


"Maaf aku salah bicara...seharusnya kamu juga sudah tahu namaku yang sebenarnya.


Apa tujuanmu yang sebenarnya?


segala perintahmu sudah aku jalani, Yang Mulia Ratu alam semesta, Yuna." jawaban Excel yang mengejutkan Na Yu, ternyata dia telah mengetahui identitas asli dirinya selama ini, tetapi anehnya kenapa dia tidak marah.


"Hah hmm... Kamu menghindariku terus hingga aku tidak punya pilihan lain selain menyamar dengan clone ku.


Apa tujuanku yang sebenarnya hanya ingin menyadarkan dirimu dari tindakan ceroboh yang kamu lakukan.


Kamu memang benar selalu menjalankan perintahku dengan baik tetapi kamu juga tidak sadar telah membuat lubang bagi dirimu yang akan mempengaruhi banyak hal, apa kamu tahu kesalahanmu?" dengan mendesah panjang Yuna sebagai ratu alam semesta berkata dengan nada berwibawa dan tegas, berbeda saat dia sebagai Na Yu yang selalu riang dan lugas tanpa peduli dengan sekitarnya.


"Aku Sudah berkata 'tidak ada yang sempurna' dialam jagat raya ini, dan aku akui aku salah terlalu intervensi di alam semesta yang Ratu alam semesta buat, dan aku akui aku salah terlalu memanjakan keluarga besarku.


Tetapi apa aku salah jika terlalu protektif kepada mereka?


Seekor singa betina yang memiliki anak akan selalu melindungi anaknya dengan nyawanya apalagi diriku yang tidak sempurna, apa aku salah aku melakukan itu, Yang Mulia Ratu alam semesta" balas Excel yang menyamar sebagai Bu Wanmei selama ini, Excel telah banyak mengalami penderitaan ditinggal orang-orang yang dia sayangi, dikhianati, dibenci, dihina bahkan dimanfaatkan demi keegoisan mereka, karena itu Excel selalu menjaga benar-benar keluarga besarnya dan tidak ingin apa yang dia alami dialami oleh keluarga besarnya.


Excel selama berbicara kepada Ratu alam semesta tidak sekalipun memandangnya bahkan melirik saja tidak, Excel masih menutup mata dengan kepala dia sandarkan pada sofa, Yuna yang diam saja membuat Excel berkata lagi.


"Segala sesuatu sudah kamu ambil, lalu untuk apa kamu menghampiriku?


Dan aku akan menjemput keluarga besarku dan meninggalkan alam ini. Aku harap kamu sebagai Ratu alam semesta lebih baik introspeksi diri, lihat alam semesta yang kamu buat. Penuh kekacauan. Sehingga kamu tidak bisa menyelesaikan masalahmu, jangan katakan itu disengaja, aku paling benci ada orang yang mengatakan itu. Ingat 'tidak ada yang sempurna' bahkan penciptamu" apa yang dikatakan Excel itu benar, selama adanya ketidakadilan maka itu namanya cacat, dan jika bisa dimanipulasi berarti ada celah yang membuatnya tidak sempurna, misalkan clone yang dibuat ratu alam semesta hingga mampu dimanipulasi oleh dewa absolute.


Excel ingin bertanya tetapi dia menggurungkan niatnya, dia ingin bertanya kepada Yuna kenapa dia tidak bertindak segera jika clonenya bermasalah? Yang akhirnya mengacaukan keseimbangan alam semesta ini.


Excel lalu bangkit dari tempat duduknya dan akan segera pergi meninggalkan tempat pelelangan ini, tetapi tangan kanannya dengan cepat dipegang oleh Ratu alam semesta, Yuna ingin meminta maaf tetapi sebagai pencipta alam semesta aurora dia masih menjaga harga dirinya dan enggan mengucapkannya.


"Lepaskan aku, aku ingin memisahkan esensi kehidupan yang kamu berikan setelah..." tiba-tiba sebelum Excel menyelesaikan ucapannya Yuna langsung menarik tangannya dan hingga berhadapan muka, yang mengejutkan Excel, Yuna langsung mencium bibirnya.


Sejujurnya Excel masih mencintai Yuna sosok yang selalu dirindukannya selama ini, tetapi karena keegoisannya membuat rasa itu menjadi dingin, tetapi ciuman hangat diantara mereka berdua membuat suasana mencair, Excel yang awalnya ingin mendorong Yuna kini menyambut ciumannya dengan kasih sayang.


Setelah beberapa menit ciuman kasih sayang yang tidak disertai ***** binatang akhirnya berhenti, kedua orang itu saling berpandangan mata bertemu mata, tidak disadari Yuna mengeluarkan air matanya, lalu Excel dengan lembut mengusap air mata itu.


"Sudah jangan menangis lagi, aku tidak pernah menyalahkan siapa-siapa. Maaf aku memutuskan hubungan sebagai kekasih tetapi aku akan mengikatmu sebagai isteri dan Ratuku selamanya" kata Excel dengan suara lembut yang penuh dengan kasih sayang kepada Yuna, mendengarkan perkataan Excel, langsung saja Yuna memeluknya, Excel juga menyambut pelukan itu dan membelai rambutnya yang halus dan panjang.


"Aku sangat suka dengan wanita berambut panjang, karena aku bisa mengucapkan kata cinta lebih lama lagi dengan membelai rambutnya dengan berkata 'aku cinta kamu'."


"Gombal" jawab Yuna dengan menyadarkan kepalanya didada Excel dan dia tersenyum bahagia, biarpun Yuna berkata gombal dia sangat senang apa yang diucapkan Excel.


Kemudian Excel menuntun Yuna untuk duduk kembali di sofa, Yuna juga nurut dan tetap memeluk Excel dengan duduk dipangkuannya, Yuna sangat bahagia kali ini, karena suaminya tidak menuntut dia untuk meminta maaf.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu bisa mengembalikan kondisi seperti semula dimana kita masih beristirahat didunia jiwa, dan lagian aku belum menyelesaikan misiku...apa bisa?" tanya Excel yang ingin kembali mengulangi dimana saat awal dia bertengkar dengan Yuna.


"Itu mudah, suami"


"Baguslah kalau begitu, aku tidak ingin para pembaca novel ini memaki author nya...kasihan melihat dia, sudah jomblo dimaki-maki pula" kata Excel kepada Yuna


"Hahaha, suami kamu selalu saja membuatku tertawa...hahaha"


(Author : kampret Luh...awas gue potong tongkatmu)


Lukisan tingkat Mahadewa akhirnya dimenangkan oleh utusan dari istana surgawi dengan harga 1 juta lebih, itu membuat Li Ling beserta keluarga besar paviliun kegirangan setengah mati, Li Ling masih menjaga profesional kerja dengan menenangkan pikiran dan hatinya.


"Selamat kepada tuan yang telah memenangkan lukisan mahakarya ini. Seluruh keluarga besar paviliun matahari mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tamu yang terhormat, semoga kita semua sukses" kata Li Ling setelah menutup acara lelang yang sangat membahagiakan, sebelum dia meninggalkan panggung Li Ling sempat menatap ke arah kamar A sebentar lalu dia pergi memasuki ruang yang ditutupi tirai, semua orang saling berbicara prihal lukisan itu dan peserta yang menenangkan barang lelang segera pergi kelantai 4 untuk membayar barang lelang yang dia menangkan.


Hanya Excel dan Yuna yang masih menunggu dikamar A hingga semua orang pemenang lelang pergi satu persatu, setelah itu seorang wanita masuk dikamar A, wanita itu tidak lain adalah Li Ling.


"Maaf membuat Tuan muda dan nona muda menunggu" Li Ling segera meminta maaf setelah memasuki kamar A, awalnya dia terkejut melihat penampilan kedua orang ini yang sama dan serasi walau Excel dan Yuna memakai topeng.


"Tidak masalah, silakan duduk." kata Excel dengan senyum khasnya yang membuat Li Ling terpesona dan ada getaran dihatinya yang menurutnya aneh, setelah menenangkan hatinya Li Ling kembali menyetabilkan kondisinya


"Terima kasih tuan muda. Ini cincin dimensi milik anda, semua barang lelang dan kelebihan pembayaran sudah kami taruh didalamnya.


Lalu bagaimana dengan tubuh bawaan racun ini, dan bagaimana anda mengetahuinya, padahal aku tidak memberitahukan kepada siapapun selama ini ?" tanya Li Ling kepada Yuna setelah menyodorkan cincin dimensi yang dia letakkan diatas meja dan dia bertanya dengan rasa tahu yang sangat besar pada mereka berdua, dan Excel mengambil dengan mengucapkan " terima kasih ".


"Kamu akan mengetahui setelah mengikutiku, sekarang aku bertanya lagi, apa mau kamu menjadi muridku?


Kamu jangan kuatir, dari awal hingga sekarang aku sudah mengetahui kisah hidupmu, dan aku jamin setelah kamu mengikutiku potensimu tidak sebatas ini tetapi akan melebihi ekspektasi kamu." kata Yuna kepada Li Ling, tubuh Li Ling gemetaran tidak karuan saat Yuna berbicara dengan halus dan penuh kelembutan, dia tidak pernah melihat wanita yang kecantikannya melebihi wanita ini yang mampu membantunya.


Suara Yuna mampu menentramkan hati, jiwa dan pikirannya, entah kenapa dia tidak bisa menolak ataupun membantah ucapan wanita didepan ini.


Tiba-tiba Excel dan Yuna membuka topengnya dan semakin membuat Li Ling syok dan tercengang, matanya melotot dan jantungnya berdetak kencang, jiwanya seakan-akan akan terkoyak.


"Tenangkan dirimu" suara Excel bahkan mampu menghipnotis Li Ling dan menjadi tenang seketika, Li Ling tidak berharap didalam hidupnya selama ini menemui pria paling tampan dan wanita paling cantik selama dia hidup.


Li Ling adalah wanita yang sangat cerdas dan sering berinteraksi dengan banyak orang, ruang lingkupnya tidak diragukan lagi, sudah banyak Li Ling berbisnis dengan banyak kekuatan besar dibenua ini dan tidak terhitung jumlahnya melihat pria tampan dan wanita cantik selama hidupnya, tetapi hari ini dia telah menyungkir balikan pikirannya yang dangkal, pria muda rambut pendek ketampanannya sudah tidak bisa lagi diucapkannya dengan kata-kata dan wanita yang super cantik juga demikian.


"Bruuk" Li Ling langsung berlutut didepan Yuna dan juga Excel dan berkata "tolong terimalah saya menjadi murid, Guru" dengan sujud tiga kali sebagai bentuk rasa hormat dan menerima sebagai seorang murid.


"Aku terima kamu sebagai murid, bangkit" kata Yuna kepada Li Ling dengan bangkit berdiri dan mencondongkan tubuhnya untuk mengangkat kedua bahu Li Ling.


"Terima kasih, Guru"


"Perkenalkan dia suamiku, dan aku Ratu alam semesta aurora" kata Yuna sekali lagi membuat Li Ling semakin gemetaran tubuhnya, dan telapak tangan Excel yang kekar menepuk bahu Li Ling agar jiwanya stabil dan tidak lagi tergoncang.


"Kamu jangan takut dan jangan kuatir, Ratu alam semesta akan menghilangkan ingatan semua orang tentang dirimu agar kamu bisa fokus untuk berlatih dan menjaga alam semesta ini, apa kamu mengerti, sayang" suara Excel kembali membuat Li Ling menjadi tenang dan hanya dianggukan kepala saja, Li Ling sudah tidak sanggup berkata-kata lagi karena hari ini adalah kejadian yang tidak bisa diterima dengan akal sehat.


Bhuuuzzzhh


(Author : diharap membaca secara bijak untuk bab 165 karena penuh adegan dewasa didalam ceritanya.


Dan sekali lagi saya mengucapkan terima kasih bagi para pembaca novel saya, sebagai penyemangat saya lebih banyak berimajinasi dan menulis, sedikit berikan dukungan dengan like, vote, koment dan share. Semoga kalian semua sukses dan bahagia. Salam) 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2