Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter Chapter 299 Teguran Ratu Alam Semesta Aurora.


__ADS_3

Chapter 299 Aku Masih Hidup. Teguran Ratu Alam Semesta Aurora.


Jutaan wanita menggunakan armament, mata mereka menatap tajam kearah Qin Sha, Qin Bo, Sun Yao, Alex yang sudah pulih dari lukanya, Leon yang matanya dibalut dengan perban, dan beberapa murid dari nine heaven palace.


Jutaan wanita itu keluar dari kapal raksasa dan kapal itu tidak lain adalah kapal perang BESD1. BESD1 telah dimodifikasi menjadi semakin besar dan sangat kuat.


"Roarrrr..."


Suara Naga terdengar diseluruh wilayah Lembah Suci, kali ini suara Naga lebih menggetarkan jiwa, terlihat langit kembali terbuka lebar.


Kemudian, seekor Naga Hitam yang tubuhnya mengeluarkan magma muncul dari kekosongan, terlihat 2 wanita berdiri di punggungnya dengan menggunakan topeng.


Naga itu adalah Naga Void, yang memiliki sayap yang lebar, bentang sayapnya mampu menutupi Lembah Suci, dada seperti terbelah dan terlihat pijar api, panjangnya mencapai 150 meter, seluruh badannya terlihat duri tajam, tetapi tidak melukai kedua wanita itu.


Matanya mengeluarkan nyala magma berwarna merah, 4 cakarnya sangat tajam dan ekornya seperti tombak berduri, setiap kali membuka mulutnya akan terlihat magma yang panas.


"I-itu Naga Void... Ya Dewaaa, alam semesta ini penuh binatang langka." gumam Sun Yao yang mengenali Naga Void itu.


"Awas dan hati-hati, mereka semua sangat kuat, aku tidak bisa melihat kekuatan semua wanita itu." kata Qin Sha memperingatkan mereka, dia tidak menyangkah alam semesta ini menyembunyikan kekuatannya.


"Roarrrr...."


Sekali lagi Naga Void meraung keras dengan dia terbang memutari wilayah Lembah Suci, kedua wanita itu selalu memperhatikan apa yang ada dibawahnya.


Salah satu dari wanita itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang, yang membuat penghuni asli Benua Permata Hitam akhirnya pulih dari ketakutan, saat melihat sosok wanita yang mengeluarkan cahaya itu.


"Nak, cepat pergi dari sini dan bawa semua prajuritmu kedalam dunia jiwa, semua wanita itu memiliki kekuatan yang mengerikan, apalagi kedua wanita yang menunggangi Naga Void itu." Tiba-tiba Leluhur atau Kakek Sun Yao menjadi sangat panik dan ketakutan, dia segera memperingatkan Sun Yao untuk segera pergi dari Benua Permata Hitam.


"Aku tahu Kakek, tapi tubuhku sulit digerakkan...!" jawab Sun Yao kepada kakeknya, dia juga berharap segera meninggalkan Benua terkutuk ini.


"Aku akan berikan kekuatanku, tetapi kamu harus sesegera mungkin pergi dari benua ini." Leluhur Sun segera memberikan kekuatannya kepada Sun Yao agar mampu bergerak lagi.


"Terima kasih Kakek, aku akan..."


"Cepat, aku tidak bisa terlalu banyak mengeluarkan energi, kuatir mereka mengetahuinya." potong Leluhur Sun sebelum Sun Yao selesai berbicara.


Segera Sun Yao bergerak mundur dan gerakannya tidak menimbulkan kecurigaan di pihak Qin Bo, sedikit demi sedikit Sun Yao melambaikan tangannya, dan memasuk pasukannya yang masih berada di luar.


"Hmmm..." suara dengusan membuat suhu udara menjadi panas, terlihat salah satu wanita mengetahui perbuatan Sun Yao.


"Gawat, ayo kita pergi tinggalkan benua terkutuk ini..." ajak Qin Sha dengan melambaikan tangannya untuk memasukan Qin Bo dan semua bawahannya kedalam dunia jiwa.


"Mau melarikan diri setelah membunuh suamiku..." suara lembut nan indah segera terdengar ditelinga Qin Sha.


"Siapa kamu ? Jangan ikut campur urusan kami, juga jangan salahkan kami telah membunuh orang yang kamu sebutkan itu. Dia telah banyak membunuh prajurit Kerajaan Arcadia, dan sudah sewajarnya kami membalasnya...!" jawab Qin Sha yang menguatkan dirinya dari rasa takut, gugup dan tegang, dia tahu siapa yang dimaksud oleh wanita yang berbicara itu.


"Kamu memasuki alam semesta ini dengan tujuan buruk, dan masih beralibi membela diri, apa kamu kira kami selama ini tidak tahu. Manusia Rubah atau yang kalian kenal dengan Bu Wanmei, sudah memberikan kalian kesempatan untuk pergi dari sini. Namun, kalian justru membunuhnya, jika dia mau sejak awal, dia sudah banyak membunuh pasukan kalian...! Kalian benar-benar bodoh. Kamu pikir kami takut dengan nine heaven palace... Hahaha, terlalu membanggakan dirimu..." wanita itu adalah Ling Xuan salah satu isteri Si Excel, dia selama ini juga selalu memperhatikan tindakan Bu Wanmei, dan merasakan sakit saat Bu Wanmei tewas ditangan Qin Bo.


Ling Xuan sangat marah dan mengeluarkan basis kultivasi tingkat True Alfa level 40, mengetahui kekuatan lawannya, Qin Sha sangat terkejut.


"Masih muda tetapi memiliki kekuatan yang setara dengan Qin Bo." batin Qin Sha yang akhirnya perasaan buruk semenjak tiba di alam semesta ini terjawab sudah.


Lalu Qin Sha melihat seluruh pasukan wanita yang melayang di udara dan lagi-lagi terkejut saat semua wanita itu mengeluarkan basis kultivasinya.


Tubuhnya semakin bergetar manakala melihat kedua wanita yang berdiri diatas Naga Void, karena kekuatannya tidak mampu dia lihat, tetapi mengeluarkan aura yang mengerikan.


Ling Xuan melirik sebagian pasukan yang belum dimasukan oleh Sun Yao kedalam dunia jiwa, dan dari matanya keluar sinar.


Boom... Boom...


Rentetan ledakan mengema di Lembah Suci, dimana tubuh para prajurit meledak satu persatu, sedangkan Sun Yao segera melarikan diri dengan terbang dengan kecepatan penuh dengan dukungan Leluhurnya.

__ADS_1


"Hmmm...." Jun Liqin melihat tindakan Sun Yao dan mendengus kan nafasnya.


Zlaaapp


Booommm


"Aaaaahhh...."


Jun Liqin muncul dibelakang Sun Yao dan langsung memukul punggungnya, Sun Yao berteriak kesakitan dan terpental kelangit dengan kecepatan tinggi, hingga tubuhnya menghilang.


"Kita akan bertemu lagi nanti, nikmati sisa waktumu..." ucap Jun Liqin yang sengaja tidak membunuh Sun Yao, dia kemudian membalikkan badannya dan melirik pasukan kerajaan arcadia yang masih tersisa.


"Sialan..." Qin Sha buru-buru memasukan semua pasukan Arcadia yang tersisa kedalam dunia jiwa, sebelum sinar yang keluar dari mata Jun Liqin mengenai mereka.


Crakkkk... Crakkkk


Pepohonan yang terkena sinar mata Jun Liqin, segera menjadi bebatuan dan aksi itu membuat Qin Sha menelan salivanya, jika dia terlambat sedikit saja, maka pasukan itu akan mati menjadi patung batu.


Zlaaapp


Qin Sha menghilang dari hadapan semua pasukan wanita, kedua wanita yang berdiri di punggung Naga Void hanya tersenyum, lalu salah satu wanita itu juga menghilang.


Yang mengejar Qin Sha adalah Yuke, dan wanita yang bersamanya adalah Ratu Alam Semesta Aurora, Yuna.


Booommm


Ledakan maha dahsyat terjadi di langit, saat wanita itu muncul dibelakang Qin Sha, dengan melambaikan tangannya, punggung Qin Sha terhantam energi yang sangat kuat dari wanita itu.


"Aaaakkhh... Kalian akan menerima balasan dari nine heaven palace..." Qin Sha berteriak kesakitan dan mengancam semua pasukan wanita, dia menghilang seperti nasib Sun Yao.


"Larilah sejauh mungkin, jika tidak aku akan membunuhmu jika bertemu lagi" jawab Yuke dengan matanya melihat tubuh Qin Sha yang terpental sangat jauh.


Qinglin, putri dari Dewa Surya segera menghampiri keempat wanita Bu Wanmei, terlihat masih shock telah kehilangan orang yang dia cintai, Thunder Bird juga terus menangis dan memeluk tanah tempat Bu Wanmei terakhir menutup matanya.


"Iya, dia hanya beristirahat setelah lelah berjuang di benua ini." Zhu Rong juga muncul di samping Lu Xianglun dan memeluknya dengan erat.


Satu persatu wanita itu bermunculan di samping keempat wanita Bu Wanmei dan menenangkan jiwa mereka yang masih tergoncang hebat.


Mei Yin Si burung angsa mengangkat Thunder Bird dan memeluk di dadanya dan membelai bulu-bulunya.


"Tenang, dia masih hidup." kata Mei Yin dengan suara merdu dan menenangkan.


"Hikss... Excel Shimo, kenapa kamu tinggalkan aku lagi... Hiks..."


Keempat wanita Bu Wanmei dan Thunder Bird masih tidak memahami ucapan semua pasukan wanita, mereka mengira itu hanya ucapan penghiburan saja.


"Dada rata, jangan cengeng." suara Bu Wanmei terdengar ditelinga Thunder Bird, tetapi mendengar ejekan itu membuat Thunder Bird semakin menangis sejadi-jadinya, "Uwahhh... Panggil saja aku dada rata asal kamu hidup lagi, Excel Shimo" jawab Thunder Bird yang mengira dirinya sedang bermimpi


"Daging pahit masa gitu saja menangis, ayo kita berantem lagi... Hahaha." ucap Bu Wanmei yang mengoda Lu Xinxin dan Lu Xianglun, mereka berdua juga berpikir sedang berhalusinasi mendengarkan suara khas Bu Wanmei.


"Hiks... Aku tidak ingin berantem, aku hanya ingin suamiku... Hikss..." jawab Lu Xinxin yang makin memeluk erat Qinglin yang tidak dia kenali, dia hanya merasa tenang saat dipeluk oleh Qinglin.


"Ya sudah jika tidak mau, lagian aku juga malas berurusan dengan daging pahit. Hei, dua wanita penggoda, apa benar kamu mencintai aku, akui saja perasaanmu padaku... Hahaha." lagi-lagi Bu Wanmei menggoda wanitanya, kali ini dia menggoda Cang Juan yang dipeluk Zhou Mei dan Cang Juan yang dipeluk oleh Xue Rong.


"Iya, aku mencintaimu, tetap saja aku terlambat mengakuinya, Excel kembalilah, aku berjanji melakukan apapun untukmu." jawab Cang Juan yang sedari tadi memejamkan dan terus memeluk Zhou Mei.


"Hah..." desah Excel yang merasa sedih melihat keempat wanita yang menangis dan juga Thunder Bird, "jika aku masih hidup apa kalian bisa berjanji selalu setia dan menemaniku...?" tanya Excel kepada keempat wanitanya dan Thunder Bird.


"Huwaaa... Apapun, Apapun syaratnya aku akan memenuhi, asal Excel Shimo hidup lagi." dengan menangis keras Thunder Bird menjawab ucapan Excel.


"Aku dari awal selalu setia pada suamiku, bahkan aku ingin sekali bersamanya apapun yang terjadi." jawab Lu Xinxin dan kembali menangis.

__ADS_1


"Jika ada kesempatan lagi, aku bersumpah akan selalu setia..." Cang Juan juga menginginkan Excel bisa hidup kembali, bahkan dia bersumpah akan selalu setia, demikian juga dengan Lu Xianglun dan Cang Lien yang mau setia dan selalu menemaninya.


"Aku belum mati, lihat aku masih hidup." kata Excel kepada mereka.


Tiba-tiba Excel muncul ditengah wanitanya dan duduk disebelah Lu Xinxin, dan Thunder Bird yang masih meringkuk dipelukan isteri Excel.


Merasakan aura Si Excel, keempat wanita dan Thunder Bird segera membuka matanya, dan samar-samar melihat wajah tampan yang sangat familiar, mata mereka yang masih penuh air mata menghalangi pandangan.


Karena masih ragu dengan apa yang mereka lihat, mereka berlima mengucek matanya dan sekali lagi melihat wajah tampan Excel yang tersenyum.


"Rubah jelek..." Thunder Bird segera menerjang Excel, dan Excel juga menangkapnya dan memeluk didadanya.


"Suami..."


"Excel..."


"Hahaha... Lihat aku masih hidup, kan...!" keempat wanitanya segera memeluk Excel dengan erat hingga membuat Thunder Bird tergencet, Excel ketawa bahagia melihat wajah mereka.


"Roarrrr....


Naga Void meraung lagi dan secara berlahan sedikit turun di depan penghuni asli Benua Permata Hitam, Raja Demi Human dan Raja Iblis tercengang melihat sosok yang mereka kenali.


"Dewa Cahaya, itu Dewi Cahaya kita..."


Salah satu rakyat jelata yang sangat menghormati Dewi Cahaya segera mengenalinya, dan buru-buru bersujud ditanah.


"Salam, Dewi Cahaya." Raja Demi Human memberi salam dan langsung sujud ditanah, demikian juga Raja Iblis Merah, dan disusul semua orang.


"Terima kasih Dewi Cahaya telah menyelamatkan kami." kata Raja Demi Human kepada Dewi Cahaya.


"Apa kalian semua mengerti betapa lemahnya kalian dihadapan para musuh alam semesta lain?" tanya Dewi Cahaya yang tidak lain adalah Ratu Alam Semesta Aurora kepada mereka semua.


Mendengarkan ucapan Dewi Cahaya, semua orang akhirnya memahami betapa sombongnya mereka di benua ini, mereka merasa mampu mengalahkan apapun sebelum kedatangan para penjajah dari alam lain.


"Aku pergi meninggalkan kalian pada waktu itu agar kalian bisa mandiri dan bisa menjadi lebih baik.


Tetapi, leluhur kalian semua malah bertindak berlebihan dan merasa dirinya paling hebat, sehingga membunuh Kura-Kura Hitam yang tidak lain adalah sahabat dari muridku, dan dia juga adalah murid dari suamiku.


Sebab itu, semenjak kura-kura hitam mati dibunuh oleh leluhur kalian, aku menghapus matahari dari Benua Permata Hitam ini." kembali Dewi Cahaya menegur mereka dan menceritakan lagi kisah Leluhur mereka yang telah bertindak arogan dan sewenang-wenang.


Raja Demi Human, Raja Iblis dan semua orang penghuni asli benua ini hanya diam dan tetap bersujud ditanah, mereka tidak ada yang berani mengangkat kepalanya, bahkan untuk menggeser tubuhnya saja mereka tidak sanggup.


Raja Demi Human dan Raja Iblis hanya diam dan meneteskan air mata, pasalnya mereka berdua juga ikut melihat ayah mereka membunuh Kura-Kura Hitam demi sebuah artefak pelindung yang sangat kuat di tubuhnya.


"Kali ini aku akan memaafkan kalian akan tindakan masa lalu leluhurmu, aku juga akan pulihkan matahari di benua ini. Tetapi jika kalian tidak belajar dari kesalahan masa lalu, aku jamin kalian tidak akan melihat lagi matahari selamanya." akhirnya Ratu Alam Semesta Aurora memaafkan perbuatan masa lalu mereka, tetapi dia juga memberikan peringatan kepada mereka.


"Terima kasih, Dewi Cahaya."


Serentak kedua Raja Benua Permata Hitam dan diikuti rakyatnya mengucapkan rasa terima kasih, yang masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya.


Lalu Ratu Alam Semesta Aurora melambaikan tangannya dan menyerap energi yang telah menutupi Benua Permata Hitam dari cahaya matahari.


Sebenarnya cahaya matahari tidak menghilang, tetapi sengaja benua ini diberikan formasi penghalang agar sinar matahari tidak bisa memasuki benua ini.


Demikian juga dengan penghuni Benua ini, mereka tidak bisa keluar dari Benua Permata Hitam karena penghalang itu.


Secara berlahan matahari memperlihatkan sinarnya, dan menerangi seluruh penjuru Benua Permata Hitam, semua penghuni asli benua ini sampai menutup matanya karena masih belum beradaptasi dengan perubahan ini.


Seluruh pepohonan, tumbuh-tumbuhan, rerumputan, binatang dan semua kehidupan merasakan hangatnya matahari, vitalitas mereka secara bertahap mulai pulih.


Selama ratusan juta tahun akhirnya Benua Permata Hitam kembali merasakan hangatnya matahari, kini pegunungan Maha Dewi terlihat jelas, wajah-wajah putih pucat karena tidak pernah terkena matahari, secara berlahan mulai memerah.

__ADS_1


Setelah membuka mata secara berlahan, Raja Demi Human, Raja Iblis dan semua orang mencari keberadaan Dewi Cahaya, tetapi tidak menemukannya, mereka juga mencari kapal angkasa raksasa itu dan juga Naga Void, sekali lagi mereka juga tidak menemukannya.


Pasukan wanita juga telah menghilang, yang ada hanya 5 orang dan 1 burung yang masih mereka lihat.


__ADS_2