
Chapter 225 Bernegosiasi.
"Junior Jun Poppy, lanjut apa menyerah?" sekali lagi Xiao Yan bertanya sebelum mereka bertanding disaat Ahui Nan sudah berada di arena utama.
"Kakek, kali ini aku mundur, kekuatan kita jelas jauh berbeda." jawab Jun Poppy dengan jujur.
"Bagus, kamu jangan berkecil hati, hari ini prestasimu akan selalu dicatat dibatu prasasti." kata Xiao Yan kepada cucunya dengan tersenyum dan memberikan ancungan jempol.
"Kak, Ahui Nan, maaf aku tidak bisa melawanmu, lain kali kita akan melakukan sparring." kata Jun Poppy kepada Ahui Nan yang tersenyum melihat Jun Poppy.
"Tidak masalah, kamu sangat hebat diusia saat ini, mungkin disaat kamu seusia ku aku pasti bukan lawanmu."
"Hahaha, baiklah kak semoga kamu beruntung" balas Jun Poppy dengan tubuh bergetar dan menghilang dari arena utama dan muncul didepan ayahnya yang kini sudah ada Jun Liqin dan Jun Yang yang duduk dipangkuan ayahnya.
"Haiyoo, tempat duduk Ratu ini sudah penuh." Jun Poppy menggerutu saat didepan ayahnya.
"Hahaha... Kamu hebat sayang, mau minta hadiah apa?" Excel ketawa melihat kelucuan Jun Poppy yang mirip dengan ibunya Poppy. Jun Poppy langsung dipeluk ibunya yang bangga dengan prestasi anaknya ini, semua keluarganya memberikan ucapan selamat kepada Jun Poppy yang telah menang 5 kali.
"Penguasa, ijinkan saya yang berdebat dulu dengan peserta berikutnya." setelah semua keluarga selesai mengucapkan selamat kepada Jun Poppy, datang salah satu peserta yang sudah disiapkan sejak awal, pria itu separuh baya salah satu pemimpin sekte di benua biru yang kini menjadi anggota keluarga besar Excel.
"Baiklah senior kamu maju dulu, kekuatan tempur Ahui Nan tanpa teknik dan senjata setara dengan level 38, jika menggunakan teknik dan senjata tingkat kuno kekuatannya setara dengan level 44.
Kamu jangan kuatir akan kalah, ini adalah ajang yang baik untuk menambah pelatihan dan pengalaman." jawab Excel kepada salah satu bawahannya yang sudah disiapkan untuk ikut bertanding, kekuatannya berada pada tingkat dewa absolute level 34 yang setara dengan kekuatan normal Ahui Nan.
"Terima kasih, penguasa" bawahan Excel sangat senang mendapatkan kesempatan untuk bertarung, sudah lama dia tidak berdebat semenjak kekuatannya meningkat drastis setelah menerima segel ketiga milik Excel, segel ketiga mampu meningkatkan kekuatan hingga naik 2 tingkat, atau setara naik 20 level secara beruntun, belum lagi selama 5 hari didunia jiwa para peserta juga berlatih dengan rajin, 5 hari di dunia jiwa setara 12 ribu tahun di dunia luar.
Putri-putri Excel sebenarnya juga ingin ikut bertarung tetapi kekuatan mereka masih belum mampu melampaui dewa absolute untuk saat ini, 140 putri Excel yang lama hanya berada pada tingkat dewa bintang dan tertinggi sang mahadewa level 5, untuk 322 putrinya yang lain terendah pada tingkat dewa hitam dan tertinggi dewa bintang, yaitu Jun Liqin yang memiliki kekuatan dewa bintang level 15.
Semua isteri dan semua putri-putrinya juga memiliki sistem yang sama seperti milik Jun Poppy termasuk Yuna dan Yuke juga memiliki sistem yang diciptakan oleh Excel secara pribadi.
Segera pemimpin itu muncul di tengah arena utama dan sudah berhadapan dengan Ahui Nan, Xiao Yan hanya tersenyum melihat pria paruh baya itu.
"Perkenalkan peserta dari istana surgawi, Ahui Nan, usianya 1300 tahun dengan basis kultivasi dewa absolute level 34. Dan untuk peserta dari benua biru adalah dewa absolute level 34, usianya 3 juta tahun...." Xiao Yan memperkenalkan kedua peserta itu dan para penonton dengan cermat mendengarkannya apalagi para penjudi.
"Kenapa setingkat level 34 tidak secara otomatis naik ke alam abadi, apa formasi array pendeteksi kultivasi istana surgawi sudah tidak berfungsi lagi." tanya Yang Wei yang tidak tahu apa-apa termasuk kedua leluhur suci dan melihat kearah Yu Guan, Yu Guan selaku pemimpin istana surgawi selalu memantau perkembangan di alam semesta aurora ini.
"Hah, semenjak 4 alam menjadi satu semua perubahan juga terjadi, pusat kontrol pemantau alam semesta tidak bisa lagi mengawasi atau ikut campur terhadap benua ini, bahkan Kesengsaraan Surgawi juga tidak lagi bisa diturunkan dibenua biru ini, mungkin semua karena Ratu alam semesta yang telah memutuskan semua koneksi istana surgawi dan keempat alam ini." Yu Guan mendesah dan menjawab pertanyaan Yang Wei, Kesengsaraan surgawi hanya bisa aktif saat diluar benua biru.
Excel, Yuna dan Yuke sudah menciptakan sebuah altar pembaptisan surgawi sendiri dan tidak perlu lagi Kesengsaraan surgawi bagi penduduk benua biru, untuk keluarga besar Excel yang akan mengalami Kesengsaraan surgawi, mereka hanya perlu memasuki dunia jiwa agar menyerap energi primordial.
Semenjak adanya altar pembaptisan surgawi banyak orang yang berhasil menerobos ketingkat berikutnya tanpa kuatir akan kematian lagi.
25 dewi-dewi juga meletakkan altar pembaptisan surgawi disegala penjuru benua biru sehingga bisa digunakan oleh banyak orang yang akan naik ketingkat berikutnya, dari tingkat Saint, Half God, dewa hitam dan seterusnya hingga tingkat dewa absolute level 100 yang akan naik tingkat menuju sang Void.
"Kita akan ubah aturan setelah kita kembali ke istana surgawi." kata Yang Wei yang tidak ingin membicarakan masalah ini dibenua biru.
"Baik, leluhur."
__ADS_1
Disaat mereka berempat dari istana surgawi sedang berbicara, kedua peserta sudah bertarung dengan sengit di arena utama, Ahui Nan terlihat lebih unggul saat melawan, seperti diperkirakan Excel kekuatan Ahui Nan setara level 44 saat menggunakan senjata dan tekniknya.
Tidak butuh waktu lama, bawahan Excel telah dikalahkan dalam 20 pukulan, Yuke sengaja mengatur tim benua biru tingkat rendah untuk melawan Ahui Nan terlebih dahulu.
"Ahui Nan, menang."
"Ahui Nan, menang"
Sudah 4 kali Ahui Nan memenangkan pertandingan ini dan 1 kali kemenangan maka benua biru dan istana surgawi akan seimbang, lawan keempat Ahui Nan juga kalah dengan 100 kali pukulan, Excel, Yuna dan Yuke sengaja memberikan kemenangan mudah bagi pihak istana surgawi.
Anggota istana surgawi selalu bersorak-sorai gembira dengan hasil 4 kali kemenangan yang diperoleh Ahui Nan, mereka kembali menunjukkan superior mereka dibenua biru.
"Ayah, kenapa tidak menurunkan ibu untuk melawan kak Ahui Nan saja untuk pertandingan kelima ini ?" tanya Jun Mei yang sudah tidak ingin tim benua biru kalah lagi saat melawan Ahui Nan yang masih bertahan di arena utama, tiba-tiba Excel menerima transmisi suara dari Lu Bai.
"Maaf Kaisar Agung, aku ingin membuat kesepakatan denganmu prihal Ahui Nan dan Lu Lingqi...!"
"Kesepakatan seperti apa yang anda inginkan?" tanya Excel yang sengaja bertanya.
"Anda tahu jika Ahui Nan dan Lu Lingqi akan mengikutimu, itu akan menjadikan kerugian besar bagi istana surgawi, kami sudah banyak mengeluarkan banyak sumberdaya untuk merawat mereka berdua, tentu saja anda tahu maksud saya...!" jawab Lu Bai kepada Excel yang juga sengaja tidak memberitahukan keinginan dia untuk bertukar sumberdaya dengan 2 wanita jenius dari istana surgawi.
"Lalu apa yang kamu inginkan, selama itu tidak melewati garis bawah ku aku akan berusaha memberikan-nya..."
"Ini tentang tuntutan yang Kumala sampaikan, kita sudah kehilangan 25 dewi-dewi dan juga akan kehilangan 2 orang lagi yang berbakat.
Jujur saja awalnya kami menyetujui tuntutan itu karena keyakinan kami bisa menang atas peserta turnamen persahabatan, tetapi kenyataannya kami 50 % tidak yakin akan kemenangan ini, karena itu kami menginginkan tuntutannya diubah.
"Tunggu sebentar aku akan berdiskusi dulu dengan keluarga ku tentang perubahan tuntutan kamu." balas Excel yang ingin berbicara dengan keluarganya.
"Patriack Xiao, tolong beri waktu kami berdiskusi dulu 1 dupa karena pihak istana surgawi ingin merubah tuntutannya" kata Excel dengan transmisi suara.
"Baik penguasa."
"Para hadirin sekalian, kita akan beristirahat 1 dupa sebelum pertandingan ke 10 akan dilanjutkan." kata Xiao Yan kepada semua orang yang hadir di colloseum, seketika semua orang juga senang diberi kesempatan untuk menenangkan diri setelah 9 kali ketegangan saat melihat peserta selalu bertarung dengan sengit, Ahui Nan juga langsung kembali dan memanfaatkan kesempatan ini untuk memulihkan staminanya, untung saja pil pemulih energi yang diberikan Excel masih ada.
Kemudian Excel berdiskusi dengan seluruh keluarganya prihal keinginan Lu Bai yang mengubah tuntutannya dengan alasan kerugian kehilangan 25 dewi-dewi dan juga 2 wanita lagi dari ras malaikat.
"Huuf... Tidak tahu malu, pertandingan sudah berjalan masih tidak mau mengalami kerugian, padahal ayah juga tidak pernah memaksakan 27 wanita dari istana surgawi untuk mengikutinya..." Jun Chun geram dengan tindakan dari pihak istana surgawi.
"Iya, dalam peperangan kehilangan adalah hal biasa, bilang saja jika mereka miskin..."
"Hah, tidak tahu malu..."
Semua keluarga Excel kesal terhadap istana surgawi yang selalu seenaknya sendiri mengubah aturan yang sudah ditetapkan dan semena-mena dalam bertindak, Excel tersenyum melihat reaksi mereka.
"Sudah, sudah. Untuk teknik mereka memang tidak memiliki jumlah yang kita inginkan juga termasuk senjata roh dan senjata jiwa, untuk ketiga tuntutan yang lainnya ketiga leluhur itu memang tidak ingin mengeluarkan banyak hartanya." kata Excel yang menghentikan protes dari isteri dan putri-putrinya.
"Lalu mereka memiliki berapa banyak hartanya?"
__ADS_1
"Aku akan meminta 10 teknik tingkat mahadewa, 5.000 senjata roh dan jiwa dari tingkat ilahi keatas, 10 senjata roh dan jiwa tingkat mahadewa, 200 ribu batu semesta, 1 juta batu kuno dan 75 juta batu mistik. Itu memang sudah batasan mereka bertiga untuk bisa memenuhi tuntutan kita." kata Excel kepada semua keluarganya.
"Hah, baiklah jika mereka hanya sanggup segitu saja."
"Kurasa pertukaran ini masih bisa kita terima."
Semua orang setuju dengan tuntutan yang lebih rendah dari sebelumnya. Segera Excel berbicara kepada Lu Bai, menyampaikan hasil diskusinya, awalnya Lu Bai masih keberatan, tetapi akhirnya menyetujui tuntutan penguasa benua biru karena Excel masih bersikukuh dengan tuntutannya.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Yang Wei yang melihat Lu Bai sedikit lega dengan menyandarkan punggungnya di sandaran tempat duduknya.
"Setidaknya kita tidak terlalu banyak kerugian..." kemudian Lu Bai berbicara kepada ketiga orang yang bertanggung jawab sebagai pemimpin puncak di istana surgawi.
"Setidaknya jika kita kalah dalam pertandingan ini kita tidak mengalami kerugian yang sangat besar apalagi Ahui Nan dan Lu Lingqi mengikuti pria itu, jika kita menang kita juga akan mendapatkan hasil yang maksimal seperti tujuan kita." Yuan Shao juga sedikit lega tidak kehilangan banyak harta yang sudah dia kumpulan sejak lama.
"Yu Guan, kamu pilih orang-orang yang terbaik dan usahakan yang paling terkuat untuk melawan peserta benua biru berikutnya setelah pertandingan Ahui Nan." perintah Yang Wei kepada pimpinan istana surgawi.
Segera Yu Guan mengatur peserta yang mereka bawa, setiap komandan dari tingkat 2 hingga 7 yang akan bertarung, total ada 12 komandan yang sudah siap bertarung untuk menjaga nama baik istana surgawi, termasuk Ahui Nan juga sudah masuk hitungan.
Diam-diam ketiga leluhur itu merencanakan sesuatu untuk meminta bantuan dari Nine heaven palace agar mampu membantu mereka untuk mengalahkan Ratu alam semesta aurora.
Mereka bertiga memiliki alat komunikasi yang diciptakan oleh nine heaven palace, alat komunikasi itu mampu melintasi antar alam semesta dengan cepat walau masih membutuhkan waktu dari pihak istana sembilan surgawi untuk menerima komunikasi mereka.
"Waktu 1 dupa telah habis, para peserta segera memasuki arena utama." Xiao Yan akhirnya melanjutkan lagi turnament persahabatan ini, segera penonton yang sudah pulih dari rasa tegang juga kembali bersemangat dan bersorak-sorai, Ahui Nan segera tiba di arena utama dan menunggu siapa lawan dia kali ini.
Tidak berselang lama seorang peserta pria paruh baya tiba-tiba muncul dihadapan Ahui Nan dan akan menjadi lawan kelimanya.
Mereka berdua langsung saling menyerang setelah Xiao Yan pemandu acara memberikan ijin untuk memulai pertandingan, kedua orang itu mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya, pertarungan mereka cukup seimbang dan tidak ada diantara mereka berdua untuk menyerah.
Awalnya kekuatan mereka seimbang tetapi berubah disaat Ahui Nan mengeluarkan senjata tombak dan juga mengeluarkan tekniknya.
Tidak butuh waktu lama Ahui Nan akhirnya memenangkan pertandingan ke lima dengan susah payah, terlihat wajah Ahui Nan pucat karena telah kehabisan stamina dan juga kelelahan secara mental.
"Ahui Nan, menang"
Sorak-sorai penonton membuat suasana colloseum menjadi ramai, pria yang kalah itu ditandu tim medis, walaupun kalah pria itu terlihat senyum puas karena bisa bertarung habis-habisan.
Tidak berselang lama terlihat seorang wanita cantik keluar dari tribun khusus keluarga Kekaisaran Agung, wanita cantik itu tampak berusia 17 tahun padahal usia sebenarnya mencapai 125 tahun, kulitnya putih dan halus, tinggi badan 177 cm, rambut panjang berwarna hitam keperakan, wanita itu memakai perlengkapan perang yang sama dengan Jun Poppy hanya warna saja yang berbeda, perlengkapan perang itu berwarna kuning keemasan.
"Perkenalkan, seorang wanita berusia 125 tahun dengan basis kultivasi tingkat dewa absolute level 35, dia adalah salah satu isteri dari penguasa alam dari ras serigala diwilayah ini. Nama wanita ini adalah Lang Nuan." Xiao Yan langsung memperkenalkan Lang Nuan disaat sudah berada di arena utama, segera semua orang yang tadi sempat terkesima dengan kecantikan Lang Nuan langsung bersorak-sorai dan memanggil nama Lang Nuan.
"Hah, aku mundur. Aku sudah kelelahan setelah lima kali bertarung, mungkin lain kali kita akan melakukan sparring, saudari Nuan" tanpa Xiao Yan bertanya, Ahui Nan langsung menyerah, dia sudah menilai kekuatan semua wanita yang menjadi isteri orang yang dia cintai, walaupun dia dengan stamina puncak belum tentu bisa menang melawan Lang Nuan.
"Hehehe... Tidak apa-apa, sebentar lagi kita bisa berdebat." Lang Nuan terkekeh melihat reaksi Ahui Nan.
"Baiklah saudari aku akan kembali ketempat ku kalau begitu, semoga kamu beruntung." jawab Ahui Nan dengan tersenyum.
"Oh, iya. Kamu bisa berkumpul dengan keluarga kita dan tidak perlu lagi kembali ke istana surgawi." balas Lang Nuan yang mengejutkan Ahui Nan dan juga sangat senang.
__ADS_1
"Hahaha... Terima kasih, aku akan langsung kesana" jawab Ahui Nan dengan tubuhnya bergetar sedikit dan dia langsung menghilang dari hadapan Lang Nuan, Lang Nuan hanya tersenyum dan menunggu lawannya.