
Chapter 277 Penjaga Gunung Maha Dewi.
Aura kematian segera terasa digurun pasir hitam, saat 20 juta prajurit bergerak bersama-sama, samar-samar aroma darah mulai tercium.
Benua permata hitam yang hanya diterangi cahaya bintang-bintang semakin gelap saat awan hitam mulai berkumpul diatas gurun pasir hitam.
Hanya bekas hutan mistik yang diterangi cahaya matahari buatan ahli formasi dari kerajaan arcadia, yang sedikit memberikan penerangan bagi pasukan kerajaan arcadia.
Energi Qi iblis semakin pekat saat memasuki lubang hidung dan pori-pori kulit, ketiga ras itu tersenyum saat merasakan manfaatnya.
Qin Bo merasakan keanehan saat melihat penghuni benua permata hitam malah terlihat senang dan bersemangat, lalu dia merasakan energi Qi iblis yang semakin meningkat dan tebal.
"Serang..."
"Serang... Serang..."
10 kapten memerintahkan pasukan nya dan 20 juta prajurit segera berlari menyerang kedepan, tetapi anehnya pihak ketiga ras itu hanya diam dan tidak memerintahkan pasukannya untuk menyerang juga.
"Beast worm chaos... Bang" dengan suara lirik, Lu Zhi berbicara dan menghentak kan kakinya, Lu Zhi terlihat masih marah telah gagal melindungi kedua keponakan, hari ini adalah pelampiasan.
"Serbuuuu...."
Disaat 20 juta prajurit berlari dan berteriak, tiba-tiba dari dalam pasir keluar ratusan ribu cacing sepanjang 10 meter dan diameternya lebar 3 meter, "Boom..."
"Aaaaahhh..."
Teriakan mengema disaat cacing kekacauan itu melahap bulat-bulat para prajurit, "Boom..." 10 kapten tidak tinggal diam segera ikut menyerang beast worm chaos.
"Energi Qi iblis melambatkan pergerakan pasukan ku. Sayang sekali armada kapal angkasa tidak bisa digunakan..." gumam Sun Yao saat melihat gerakan pasukan melambat energi Qi iblis yang menghambat sirkulasi darah, dia juga menyayang kan kapal angkasa hanya bisa digunakan menggunakan batu semesta.
Sedikit demi sedikit 20 juta pasukan itu semakin berkurang, melihat kondisi itu, Yong Sheng si jenderal utama mulai gelisah, dia tidak ingin disaat pertempuran awal harus menelan kekalahan.
"Pasukan kavaleri Unicorn, maju."
Perintah jenderal utama segera di respon oleh 10 mayor, gerbang pertahanan segera terbuka, terlihat pada mayor penunggang unicorn keluar dari gerbang.
Unicorn ini mengenakan baju besi, bentuk badan seperti badak, kepala seperti serigala, ia juga memiliki 1 tanduk, jenis ini ada pada saat zaman kuno.
Sekali lagi 20 juta pasukan bergerak maju, dan pasukan pasukan infanteri yang dipimpin 10 kapten segera mundur, pasukan infanteri yang berjumlah 20 juta kini telah kehilangan setengahnya.
20 juta pasukan kavaleri penunggang unicorn telah siap pada posisinya. Sepertinya pasukan kerajaan arcadia sudah sangat terlatih, mereka berbaris membentuk sebuah kotak, setiap baris terdiri dari 2 juta prajurit.
"Grrrr...."
Geraman binatang buas unicorn segera bergemuruh dan membuat cacing kekacauan kembali bersembunyi didalam pasir hitam.
"Serang..." perintah jenderal utama kepada pasukannya, segera 10 mayor bergerak terlebih dahulu dan disusul pasukannya. Debu beterbangan saat kaki unicorn berlari kencang.
"Booomm..."
Pasir hitam meledak dan cacing kekacauan keluar lagi dan membuka mulutnya, tetapi unicorn dengan gesit menghindari. Mayor beserta prajurit nya segera menghunuskan pedangnya saat mendapatkan kesempatan membunuh cacing kekacauan ini.
"Bang... Bang... Bang..."
Kali ini pasukan kerajaan arcadia mampu mengungguli, cacing-cacing kekacauan itu dengan mudah dibunuh. Satuan kavaleri penunggang unicorn dengan lincah menghindar dan menyerang balik.
"Pasukan infanteri, serang." jenderal utama segera memerintahkan 10 kaptennya yang sudah siap, setelah pasukan mengisi posisi prajurit yang telah tewas dilahap worm chaos.
"Serbuuuu..."
"Pasukan iblis penunggang serigala, maju" perintah raja iblis merah kepada pasukannya.
"Auuuuu..." lolongan serigala segera terdengar, setiap 1 prajurit menunggangi serigala itu.
Wuuuuussshh
Serigala itu dengan sangat cepat melesat kedepan dan targetnya membunuh kavaleri unicorn. Pasukan iblis penunggang serigala berjumlah 40 juta dan prajurit iblis menggunakan senjata kapak dan sebagian menggunakan gada.
"Bang... Bang..."
Benturan dan ledakan di tengah gurun pasir hitam terus-menerus mengema, teriakan dan lolongan mewarnai peperangan ini. Pasukan iblis dan serigala semakin bringas saat darah musuh membasahi tubuhnya.
Komandan Yao yang melihat itu mulai tidak sabar, dia ingin segera menyelesaikan masalah dibenua ini.
"Yong Sheng, kerahkan jenderal kedua. Segera selesai para semut ini." perintah Sun Yao melalui telepatinya.
Dengan tersenyum setelah mendengar perintah pimpinan armada kapal angkasa, Yong Sheng menjawab "Baik, komandan."
"Jenderal kedua, bersiap..." perintah jenderal utama.
"Hahaha... 500 juta prajurit, ayo bantai semut ini." dengan tertawa, jenderal kedua melayang diudara dan diikuti para pasukan.
__ADS_1
Kekuatan sang void level 2 segera menekan pasukan kavaleri serigala, merasakan bahaya ekstrim pasukan kavaleri mulai mundur.
Para prajurit juga memiliki kekuatan yang mengerikan. Terendah tingkat dewa matahari level 1 hingga level puncak.
500 juta pasukan melayang di udara setinggi 20 meter, kekuatan mereka membuat ketiga ras merasakan ancaman.
"Raja demi human, apa yang harus kita lakukan? Kekuatan pasukan kita jelas jauh berbeda." tanya raja iblis yang ngeri melihat pasukan penjajah.
"Perang gerilya dan kita giring mereka menuju hutan kematian dan pegunungan maha dewi." jawab raja demi human kepada raja iblis, ratu siluman musang menggangukan kepalanya, ia setuju dengan strategi perang sembunyi.
"Bagus, aku setuju" kata raja iblis merah.
Segera seluruh pasukan ketiga ras mendengarkan perintah secara diam-diam. 7 miliar pasukan segera mundur teratur dan sangat cepat.
"Mau lari... Serang..." kata jenderal kedua yang mengetahui niat musuhnya, ia tidak ingin musuhnya kabur. Segera 500 juta pasukan mengejar musuh yang mundur didalam hutan.
Mereka tidak tahu didalam hutan sudah menunggu banyak jebakan, mereka juga tidak tahu jika ketiga ras menyebar menjadi 3 kelompok yang dipimpin oleh raja dan ratu.
"Sialan, cepat sekali mereka lari... Buru mereka semua, dan jangan ada yang lolos." jenderal utama sangat marah melihat musuhnya mundur.
Ketiga ras sangat hafal dengan wilayah benua permata hitam, karena itu mereka memancing penjajah memasuki hutan dan pegunungan maha dewi.
"Jenderal Yong Sheng, katakan pada mereka untuk hati-hati, musuh lebih memahami medan." kata Sun Yao kepada jendralnya, sambil memaksakan membuka mata dewa, Sun Yao ingin melihat kedalaman hutan kematian.
"Sialan, lagi-lagi diblokir energi aneh...!" umpat komandan Yao yang gagal melihat kedalam hutan, kepalanya merasa pusing.
"Jangan paksakan diri, energi aneh ini melebihi kekuatan true alfa." Kakek Sun Yao melarang cucunya untuk membuka mata dewanya. Kakek Sun Yao berada didunia jiwa komandan Yao saat berbicara. Selama ini, Kakek Sun Yao selalu diam dan hanya menyaksikan situasi diluar.
"Kakek, menurutmu kekuatan macam apa yang dimiliki oleh pemilik alam semesta aurora ini?"
"Aku tidak tahu, pengetahuan ku saat ini hanya sebatas true alfa saja, itu pun informasi yang aku temukan saat menemukan pemakaman kuno."
"Qin Bo pasti mengetahui...!" kata Sun Yao kepada kakeknya, tetapi Kakek tidak menjawab. Rasa pusing masih dirasakan Sun Yao.
"Aaakkk..."
"Awas monster..."
"Cepat menyebar, jangan berkerumun...!"
Teriakan dan kesakitan segera terdengar, entah itu kawan maupun lawan. Semua orang yang berasal dari kerajaan arcadia semakin penasaran, dan ingin memasuki hutan kematian.
"Booomm..."
"Sialan, kenapa tidak ada jawaban...!" umpat Yong Sheng saat tidak menerima balasan dari jenderal kedua.
"Ratakan saja hutan itu, jenderal." perintah komandan Yao dengan nada yang sedikit kesal.
"Baik...!" dengan berat hati, jenderal utama mematuhi perintah komandan nya, dia sebenarnya kuatir serangan nya mengenai kawannya sendiri.
Dengan melayang diudara setinggi 20 meter, Yong Sheng mengeluarkan api dari telapak tangannya, dan melemparkan kehutan kematian...
"Boom... Boom... Boom..."
"Aakkkhh..."
"Jangan..."
"Booommm..."
Rentetan ledakan menghancurkan hutan kematian, teriakan kesakitan jelas terdengar saat jenderal utama meratakan hutan itu.
Api membakar menghanguskan apapun dan asap tebal menghalangi pandangan. Suara teriakan sudah tidak terdengar lagi. Setelah menunggu beberapa saat hutan kematian menjadi daratan dan hanya menyisakan api dan kehancuran.
"Astaga..."
"I-itu..."
Seruan shock terdengar dari mulut para prajurit kerajaan arcadia saat melihat sesuatu yang mengerikan. Mereka melihat banyak raksasa iblis yang bertanduk banteng, dengan 4 pasang lengan sedang memakan para prajurit arcadia, terlihat raksasa setinggi 15 meter mengunyah pasukan arcadia.
"Hahaha.... Api biasa tidak mempan bagi kami dari iblis neraka..."
"Hahaha... Api neraka lebih panas dari api kalian. Mungkin bisa meratakan hutan ini, tetapi tidak bisa membunuh kami...hahaha"
Semua iblis raksasa tertawa terbahak-bahak, melihat wajah terkejut para musuhnya, mereka bangga dengan api neraka yang menjadi milik mereka.
"Bangsattt... Bunuh dan musnahkan benua ini..." komandan Yao menjadi sangat marah, melihat 500 juta lebih pasukan yang memasuki hutan mati sia-sia, sebagian mati terbunuh oleh jenderal utama, dan sebagian dibunuh dan dimakan oleh iblis raksasa.
"Mati... Booommm..." jenderal utama juga sangat marah dan langsung meledakan iblis raksasa dengan pukulannya.
"Serang..."
__ADS_1
Pasukan arcadia langsung terbang dan menyerang, para iblis raksasa yang haus darah dan daging manusia, terlihat tidak takut dengan jumlah mereka.
"Jenderal Yong Sheng, bagi pasukan untuk mengejar ras demi human dan ras siluman." perintah Sun Yao yang sudah menenangkan diri, dia segera mengatur strategi sebelum semua pasukan fokus menyerang iblis raksasa.
"Baik, komandan. Jendral ketiga, bawa 3 miliar pasukan dan buru ras siluman. Jendral keempat, bawa 4 miliar pasukan dan buru ras demi human. Sisanya serang para iblis.Hancurkan siapa saja yang tidak mau tunduk." perintah jendral utama kepada bawahannya.
"Siap.... Siap... Siap..."
Serentak para jendral menjawab, mengatur ulang pasukan dan membagi sesuai instruksi jendral utama. Sedangkan jendral utama ikut membantu jendral kedua dan jendral kesatu melawan para iblis.
"Ratuku, bawa keluarga kerajaan beserta rakyat menuju tempat pengungsian." ujar raja iblis merah kepada ratunya.
"Dimana, suami?" tanya ratu iblis yang tidak mengetahui dimana lokasi pengungsian itu.
"Di lembah suci. Aku, raja demi human dan ratu siluman musang sudah sepakat membuka lembah suci untuk dijadikan tempat persembunyian. Setelah semua orang melewati goa peri, segera hancurkan goa itu." jawab raja kepada ratunya.
Lembah suci adalah tempat makam leluhur ketiga ras, merupakan tempat suci dibenua permata hitam. Lembah suci merupakan obyek yang sangat dihormati dan dijaga ketat.
Lembah suci hanya bisa dimasuki saat perayaan pemujaan, dan hanya pemimpin ketiga ras beserta keluarga saja yang melakukan ritual.
"Suami, bagaimana denganmu, apa kamu tidak ikut?" tanya ratu iblis yang gelisah, perasaannya menjadi buruk, suara hatinya selalu mengatakan bahaya, dia juga kuatir jika suaminya tidak menemuinya lagi.
"Kamu jangan kuatir, kita sudah membuat rencana pelarian jika kita benar-benar terdesak. Mereka memang banyak dan kuat, tetapi mereka juga tidak bisa terus menerus menyerang kita karena vitalitas mereka akan terus terkuras, jika terlalu banyak bergerak. Untung saja mereka ras manusia yang tidak bisa menyerap energi Qi iblis, jika tidak, kita mungkin sudah diserang sejak mereka tiba disini." jawab raja iblis dengan memeluk ratunya.
"Baik, suami, aku akan pimpin mereka. Kamu juga harus hati-hati dan jaga diri."
Setelah mereka berdua berpelukan dan memisahkan diri, raja iblis segera kembali menuju medan perang.
Wilayah ras demi human dan ras siluman, tidak mudah untuk dilewati, pasukan kerajaan arcadia harus bersusah payah terlebih dahulu untuk melewati pegunungan maha dewi.
Pegunungan maha dewi adalah satu-satunya jalan menuju wilayah ras demi human dan ras siluman. Namun, ada jalan lain, yaitu harus melewati laut giok, tetapi tidak mungkin melewati laut giok, karena laut giok ditutupi kabut beracun, bahkan ras iblis yang terkenal mampu menahan racun apapun, akan mati saat melintasi laut giok.
Jendral ketiga dan keempat mengikuti jejak ras demi human dan juga ras siluman, cuaca dingin yang ekstrim, memperlambat pergerakan mereka, selain itu mereka harus beristirahat.
Kesempatan itu dimanfaatkan oleh pasukan musang salju, mereka selalu menyelinap saat menyerang, dan bersembunyi lagi dibawa es maupun berkamuflase menjadi seperti salju.
"Sialan... Semuanya menjauh, biar aku hancurkan gunung ini..." jendral keempat sangat kesal dan marah, dia melayang diudara dan mengeluarkan teknik terkuatnya, dia menggunakan pukulan berenergi tinggi.
Wuuuuussshh
Booommm....
Suara ledakan hebat memekikkan telinga, tetapi gunung maha dewi tidak bergetar, bahkan salju saja tidak longsor maupun mencair.
"Mustahil... Bagaimana mungkin tidak hancur...!" jendral keempat tercengang melihat pukulan tidak mampu menghancurkan gunung itu.
"Iya, ini tidak masuk akal, seperti ada yang memblokir pukulanmu tadi, tetapi aku tidak tahu apa itu..." kata jendral ketiga yang ikut melihat pukulan jendral keempat, dia juga melihat proses benturan itu.
"Ayo, kita serang bersama-sama, tidak mungkin gunung ini tidak bisa hancur. Kamu tahu kita sudah sering meledakan satu benua hanya dengan 1 pukulan." kata jendral keempat yang mengajak rekannya menghancurkan gunung maha dewi.
"Baik. Kita kerahkan seluruh kekuatan, tidak perduli benua ini hancur atau tidak. Semua pasukan mundur dan jauhi pegunungan ini."
Setelah semua pasukan menjauhi pegunungan maha dewi, kedua jendral itu mengeluarkan kekuatan penuh, aura kekuatan bisa dirasakan penghuni asli benua permata hitam.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Bhuzhhhh...
"Apa...."
Kedua jendral itu berteriak kencang karena shock, saat pukulan terkuat mereka yang melesat menjadi asap sebelum mengenai permukaan salju.
"Ckckck... Benar-benar lemah." sebelum kedua jendral itu pulih dair keterkejutannya, terdengar suara pria berdecak lidah dan mengejek serangan kedua jendral itu.
"Siapa kamu, cepat keluar..." jendral keempat menjadi pulih dan berteriak pada suara pria itu, dia dan jendral ketiga memeriksa sekelilingnya tetapi tidak menemukan sosok suara itu.
"Hati-hati, sepertinya dia sangat kuat, dia mampu menahan serangan terkuat kita berdua..." bisik jendral ketiga kepada temannya.
"Jangan sia-siakan energimu untuk menghancurkan gunung ini." sekali lagi suara itu berbicara, tetapi sosok itu tidak menampak kan dirinya.
"Hei... Cepat keluar dan jangan jadi pengecut..." jendral keempat mencoba memancing emosi orang itu agar keluar dari persembunyian nya.
Namun, suara itu tidak menjawab, dan kembali suasana hening. Kedua jendral itu saling bertukar pandangan dan kembali memeriksa sekelilingnya.
"Apa ada sosok penjaga gunung ini?"
"Mungkin saja, lebih baik kita laporkan kepada jendral utama, biar jendral utama yang mengatur strategi lagi."
Kedua jendral itu segera kembali dan mengatur pasukan yang berjumlah 7 miliar untuk membuat base camp dan membuat dinding perlindungan.
__ADS_1