
Chapter 124 Burung Gajah dan kembalinya Dewa Binatang.
Sudah 6 hari waktu berjalan dengan cepat, dalam 6 hari ini pulau melayang mulai dikenal banyak orang diwilayah timur bahkan sudah sampai kewilayah lain.
Khusus wilayah timur kebanyakan orang semakin penasaran dengan pulau yang bisa melayang sendiri, tapi mereka hanya mengawasi dari kejauhan saja.
Untuk kali ini Excel sengaja tidak membawa banyak orang hanya mereka yang ikut berpartisipasi dalam kejuaraan beladiri, dari seluruh pasukan Phoniex Excel hanya membawa 140 Putri dan 150 istrinya dan juga 30 wanita yang mengejar Excel dari kota Xiao.
Kejuaraan tahun ini diselenggarakan diwilayah timur sebagai tuan rumahnya, dan akademi Pedang Ilahi menjadi tempat untuk pertandingan beladiri.
Excel juga telah memasang layar yang dibuat dari artefak untuk menampilkan pertandingan beladiri yang diikuti seluruh benua Dewa, hampir diseluruh pulau Dewa perang dipasang artefak itu agar mereka yang tidak bisa ikut bisa melihat.
"Ayo, kita berangkat"
Kemudian Excel menaiki kapal angkasa tingkat surga yang mampu menampung 1000 orang, dan secara berlahan naik dan melewati Formasi pelindung pulau.
"Semoga berhasil"
Dengan diiringi semua orang Excel dan semua orang saling melambaikan tangan.
Wuuuuussshh
Perjalanan menuju akademi pedang ilahi membutuhkan jarak waktu 1 hari, sengaja Excel menggunakan kapal angkasanya agar lebih mengenali semua wilayah dengan baik.
Kapal angkasa terbang dengan ketinggian 6000 meter dari permukaan lautan, agar tidak menarik perhatian binatang laut.
"Maaf, aku sampai lupa berkenalan dengan kalian karena kesibukan saya selama 6 hari ini"
Excel memang lupa dengan kelima wanita itu dan 25 wanita yang lain selama 6 hari ini, untung saja banyak isterinya yang menemani 30 wanita itu.
Dalam 6 hari ini mereka sudah sangat akrab dan sudah mengenali keluarga besarnya dan juga telah mengetahui segel keluarga besar, mereka sangat betah dan senang saat tinggal dipulau Dewa perang karena fasilitas dan hiburan sangat lengkap dan lagi semua fasilitas itu tidak tersedia di wilayah timur.
"Tidak apa-apa, saya dari keluarga Xiao, Xiao Jiao, salam kenal"
"Terima kasih sudah menerima kehadiran kami, namaku Han Lan dari keluarga Han"
"Aku dari keluarga Liang, Liang Lihua"
"Aku dari keluarga Li, Li Ling"
"Aku dari keluarga..."
30 wanita satu persatu memperkenalkan diri kepada Excel, terlihat diwajah merah merona saat menjabat tangan yang halus dan kuat saat bersentuhan.
Pada hari pertama mereka memasuki pulau Dewa Perang sangat kagum dengan infrastrukturnya dan energi Qi semesta sangat tebal dan menyegarkan.
Dibenua Dewa memiliki 2 energi, energi Qi dewa dan energi Qi semesta, tapi lebih dominan di energi Qi dewa karena itu mereka sangat senang bisa berada dipulau dewa perang, selain bersenang-senang dan berkultivasi 30 wanita itu juga mengakrabkan diri kepada Putri-putri anak dari Excel dan juga semua isterinya.
"Saya Excel dan kalian pasti sudah tahu..."
"Ayah, lihat didepan banyak burung yang menuju kesini"
Disaat Excel sedang berbicara, salah satu putrinya berteriak menujuk kearah depan kapal, terlihat burung besar seperti burung rajawali, burung itu berwarna hitam dipunggungnya dan perutnya berwarna putih, sayap memiliki 2 warna hitam dan putih diujung sayapnya, ekornya juga berwarna hitam dan putih dipinggir ekornya berwarna merah.
Burung itu terlihat mirip sekali dengan rajawali, paruh yang kuat dan cakar yang tajam, diatas kedua matanya terlihat seperti antena berwarna merah, tatapan matanya sangat tajam seperti ingin memangsa siapa saja, ukurannya yang hampir sebesar gunung membuat banyak orang ketakutan.
"Ya Dewa, sejak kapan penghuni wilayah surga kematian keluar dari wilayahnya?"
"Pasti akan membuat kekacauan dibenua Dewa setiap kali dia lewat!"
30 wanita itu sangat ketakutan melihat burung penguasa diwilayah surga kematian, sudah banyak orang mati karena dimangsa burung itu, berbeda dengan Putri-putri Excel dan istri-istrinya tidak ketakutan, bahkan mereka bersiap untuk menjinakkan burung itu sebagai koleksinya.
Bhuuuzzzhh
Tiba-tiba Mei Yin keluar dari dunia jiwa saat merasakan lawannya mendekati.
"Mei Yin, apa kamu tahu burung apa itu?"
"Cih, burung kecil, itu burung tingkat Agung, hasil persilangan antara burung Roc dan rajawali, namanya burung gajah"
Mei Yin si burung angsa tingkat mitologi menjelaskan kepada tuannya, dia tidak takut sama sekali bahkan meremehkan kekuatan burung gajah itu.
[Tuan, mereka hanya ingin menemuimu, karena Tuan mengeluarkan aura Dewa binatang, mereka tidak perlu dijinakkan karena dia akan patuh kepada tuan, bahkan jika dia ditangkap pihak lain dia akan sukarela mati.
Burung Gajah itu memiliki kekuatan tingkat dewa penguasa, kecepatan bisa menyamai Mini Starship dan sangat kuat bertarung dengan lawan yang 1 tingkat lebih tinggi]
"Terima kasih, sayangku"
Excel kegirangan saat mendengar pemberitahuan dari Yuke, ini akan menjadi pasukan terkuat untuk pasukan Phoniex.
"Jangan takut, mereka hanya ingin menemuiku"
Ucapan Excel mengejutkan semua orang termasuk Putri-putrinya yang langsung menatap ayahnya karena rasa ingin tahu apa maksud dari ayahnya.
"Apa...!! Mereka ingin menemuimu, tuanku?"
"Iya, karena aku adalah Dewa binatang"
Deg
Mei Yin si burung angsa langsung kaget mendengar pengakuan tuannya, pantas saja kenapa dia selalu nyaman saat berdekatan dengan tuannya.
"Ayah, apa ayah juga Dewa binatang selain Dewa perang?"
__ADS_1
Deg
30 wanita itu langsung shock mendengarkan pertanyaan dari Jun Mei yang mengatakan jika pria tampan ini adalah sosok legenda dibenua dewa, bahkan isterinya langsung melihat wajah suaminya yang hanya tersenyum saja menanggapi pertanyaan putrinya.
"Iya, Aku Dewa binatang, burung gajah itu akan menjadi salah satu kekuatan kita"
Kata Excel kepada semua orang, dia langsung menuju didepan kapal dan menunggu burung gajah itu tiba, Putri-putrinya juga mengikuti ayahnya dan berjajar disebelah kanan dan kirinya, mereka menunggu apa yang akan dilakukan ayahnya.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Kepakan sayap besar menghembuskan angin saat ribuan burung gajah telah tiba didepan Excel dan Putri-putrinya.
"Raja, maafkan kami yang tidak mengetahui kedatangan anda"
"Panjang umur Dewa binatang dialam semesta"
Suara agung dan bergemuruh saat burung gajah menyapa rajanya yang sebagai dewa binatang. Seketika semua ingatan baru muncul diotak Excel saat disapa burung gajah.
Ternyata Excel juga pernah hidup sebagai dewa binatang dimasa lalunya yang lebih dulu ada sebelum dia menjadi dewa perang.
Kejadian itu telah berlalu sekitar 200 juta tahun yang lalu dimana binatang tertinggi tingkat penguasa masih hidup dan menguasai alam semesta.
Burung gajah masih tetap menundukkan kepalanya dengan mengepakkan sayapnya menunggu rajanya berbicara, karena saat ini Excel masih menutup mata dan mendongakkan kepalanya keatas dengan kedua tangan dibelakang panggungnya.
"Angkat kepalamu. Lama kita tidak bertemu dan dimana yang lainnya?"
"Maaf raja, saudara-saudara kita sudah banyak yang mati karena usia tua, juga mati karena diburu kultivator, dan hanya ada berberapa yang masih hidup dan bersembunyi selama ini"
Pemimpin burung gajah merasa sedih saat ditanya oleh rajanya, tidak ada yang bisa melawan waktu dan semua teman dan kerabat akan pergi tidak akan kembali lagi.
"Hmmm, waktu memang tidak pernah bisa kita hentikan, kita hanya akan melihat punggung kerabat yang pergi meninggalkan kita.
Bunga akan mekar di pagi hari dan akan layu disore harinya, demikian dengan usia kita tidak berbeda dengan bunga itu"
Kata-kata Excel mengisyaratkan tidak ada yang abadi dikehidupan ini, hanya waktu yang abadi, semua wanita hanya menundukkan kepala dan meneteskan air mata, apalagi kata-kata suaminya sangat dalam artinya.
Hanya gadis-gadis kecil yang tidak mengerti arti perkataan ayahnya, hanya saja mereka merasakan perasaan aneh saat ditinggal seseorang.
"Raja"
"Kalian mulai saat ini akan mengikuti aku berpetualang lagi seperti waktu itu, kabari yang lainnya, katakan Dewa Binatang telah kembali lagi..."
Mendengarkan raja ingin berpetualang lagi seperti ratusan juta tahun yang lalu membuat semua burung gajah gembira, saat itu mereka pernah merasakan menjadi penguasa alam semesta hingga saat ini mereka tidak pernah melupakannya dan ingin sekali lagi mengulangi masa-masa kejayaannya seperti dahulu.
"Dan perkenalkan ini adalah Putri-putriku dan mereka semua adalah isteriku"
"Aku, Jun Yu adik paling kecil"
"Aku, Jun Na"
"Aku, Jun Xing, Paman"
"Aku..."
Semua gadis kecil segera mengenalkan diri satu persatu kepada burung gajah, mereka akhirnya menyadari jika Putri-putri rajanya memiliki basis kultivasi yang mengerikan diusia balita.
Lalu burung gajah melihat pasangan rajanya yang juga memiliki basis yang kuat diusia yang belum mencapai 100 tahun.
"Salam"
Suara merdu mengema saat para wanita cantik bersuara.
"Aku dari keluarga Fung dan biasanya orang memanggil kami dengan sebutan burung gajah"
"Karena ini adalah hari kita bertemu lagi, maka aku akan berikan kalian hadiah"
Excel memberikan mereka buah roh yang sudah tidak ada lagi dialam semesta, buah roh itu hanya ada didunia jiwanya yang dia tanam dan jumlahnya mencapai jutaan, dengan bantuan Kaisar Ginseng yang ahli holtikultura membuat semua tanaman langka dan sudah punah menjadi tumbuh subur saat Excel memberikan biji-bijian.
Apalagi dengan energi Qi purba semakin cepat pepohonan dan segala macam tumbuhan tumbuh subur.
"R-raja, i-ini buah sudah lama menghilang, apa raja yakin memberikan kepada kita?"
"Hahaha... Aku memiliki banyak, bahkan semua keluargaku memakannya setiap hari. Sudah makan saja, dan kabari rekan-rekan yang lain, temui aku di pulau yang melayang itu."
Mereka sangat senang mendapatkan buah roh yang mampu meningkatkan kekuatan dan menambah usia hingga 1000 tahun, buah roh itu seperti ginseng yang juga bisa menambah usia.
Excel memberikan mereka banyak buah roh sebagai hadiah, dan memang benar jika keluarganya memakan buah roh dengan bebas saat didunia jiwa.
"Terima kasih raja. Biarkan 3 anak buahku yang mengabari yang lainnya dan aku akan menemani raja"
"Hahaha, baiklah tidak masalah"
"Horeee... Paman aku naik boleh"
"Tentu, Putri"
"Paman aku juga naik"
Segera semua orang bergegas naik ke punggung burung gajah termasuk 30 wanita yang tadinya takut kini terlihat senang dan juga mengikuti Putri-putri dari pria tampan yang menjadi pujaan.
__ADS_1
Dan Excel menyimpan kapal angkasa dan juga naik di punggung Fung yang sebagai pemimpinnya.
"Ayo kita pergi menuju akademi pedang ilahi arah Selatan"
Satu orang satu burung untuk ditunggangi, padahal 1 burung gajah mampu memuat 1000 lebih orang, dengan bergeraknya burung gajah yang dipimpin Fung membuat kegelapan menyelimuti dibawah disetiap mereka lewat.
Hanya Mei Yin yang duduk dipangkuan tuannya dengan bangga saat Excel duduk bersila dan menutup matanya, putri dan semua istrinya juga duduk dileher burung gajah dengan senang dan juga bangga.
Dan sisa ribuan burung gajah hanya mengikuti rajanya dibelakang, dengan sekali kepakan sayap mampu melesat dengan cepat membuat gadis kecil kegirangan saat angin mengenai wajahnya.
Akademi pedang ilahi dan akademi Pill surgawi dekat dengan Kekaisaran Dongbu, jika dari arah pulau Dewa Perang harus melewati banyak kota besar dan kota kecil dan juga akan melewati berberapa Sekte pendukung kekuatan Kekaisaran Dongbu.
"Awas ada serangan, cepat kabari pemimpin kota"
"Ya Dewa, itu burung penguasa wilayah surga kematian"
Semua orang panik saat melihat dikejauhan ribuan burung gajah menuju kearah kotanya, dengan tergesa-gesa mereka bersembunyi dan melarikan diri.
Mereka takut dimangsa oleh burung gajah yang dikenal sangat ganas dengan mencabik-cabik mangsanya sebelum dimakan.
Karena burung gajah adalah penguasa dari surga kematian banyak orang tidak berani memasuki wilayahnya lebih dalam, mereka hanya berani pinggiran untuk berlatih atau mencari sumberdaya kultivasi.
"Jangan takut, kami hanya lewat saja"
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Suara seorang pria mengema dikota perbatasan dan setelah itu burung gajah hanya melewati mereka saja tanpa berhenti dan melesat dengan cepat menuju arah Kekaisaran Dongbu, kota kecil itu menjadi gelap saat ribuan burung gajah melintasi wilayahnya.
"Apa burung itu yang bicara?"
"Bodoh, lihat ada yang menungganginya"
"I-itu anak kecil"
Pemimpin kota yang juga mengetahui burung itu segera mengeluarkan batu giok komunikasi untuk memberitahukan kepada setiap pemimpin kota jika ada burung gajah menuju kearahnya.
"Saudara, ada burung gajah menuju kearah Kekaisaran berhati-hatilah karena ada orang yang mengendalikannya"
Excel yang tidak ingin membuat keributan segera memberikan perintah kepada Fung untuk turun dan akan kembali menggunakan kapal angkasanya saja.
"Kalian lebih baik tinggal didunia jiwaku disana kalian bisa melakukan apapun, ada Kaisar Ginseng yang akan berbicara dengan kalian, dia juga temanku"
Fung mengerti akan keinginan rajanya yang tidak mau membuat keributan dan segera masuk saat Excel membuka gerbang dimensi menuju dunia jiwa.
"Ayah, kenapa kita tidak menaiki Paman Fung lagi?"
"Hehehe, putriku nanti akan banyak orang yang ketakutan saat burung gajah lewat, seperti yang kamu lihat tadi, jika banyak orang tahu maka kamu tidak akan menemukan keseruan saat bertanding nanti"
kata Excel dengan terkekeh melihat putrinya yang protes, tapi setelah mengetahui maksud ayahnya semua Putrinya menjadi bersemangat lagi.
Wuuuuussshh
"Sebentar lagi kita akan tiba"
Xiao Jiao memberitahukan kepada semua orang jika tujuannya akan segera sampai.
Sebenarnya kapal angkasa dilarang terbang diatas setiap kota yang dilintasi jika diketahui oleh penjaga kota atau penanggung jawab keamanan kota, itu sudah menjadi aturan diseluruh benua Dewa.
Tetapi Excel menggunakan mode siluman agar kapal angkasanya tidak bisa dilihat oleh banyak orang agar segera sampai tanpa harus bolak-balik menggunakan gerbang teleportasi yang akan memakan banyak waktu.
Akhirnya mereka tiba wilayah Kekaisaran Dongbu dan mendarat dihutan dan agak jauh dari pintu gerbangnya.
"Apa kalian tidak ikut dalam kompetisi beladiri"
"Tidak, kami akan ikut di kompetisi Alchemist."
Kata Xiao Jiao saat ditanya Excel dengan wajah malu.
"Lalu apa kalian semua ingin bergabung dengan keluarga besarku?"
Kata Excel mengejutkan 30 wanita, mereka tidak berharap keinginan dihati akan terwujud secara tiba-tiba.
"A-aku ingin jika diperbolehkan"
"Aku juga"
"Tidak masalah, asal isteriku mengijinkannya"
Segera 30 wanita itu menatap isteri Excel penuh harap.
"Hehehe, tidak masalah jika kita menambah saudari lagi"
Kata Zhou Mei dengan tersenyum.
"Horee...kita dapat ibu lagi"
"Bagus, kita masih ada waktu 1 hari lagi, sebelum besok kita memulai bertanding aku akan memberikan kalian segel keluarga besar, kalian pasti sudah diberitahukan oleh isteriku"
Mereka sangat senang dan langsung memeluk Zhou Mei dan semua isteri Excel dan Putri-putrinya, segera Excel membuka gerbang dimensi.
__ADS_1
Wuuuuussshh
(Author : akan saya ceritakan kisah dewa binatang saat chapter petualangan dibenua Dewa telah berakhir, atau akan saya buatkan novel khusus tentang Dewa binatang, para pembaca bisa koment jika berminat. Terima kasih)