
Chapter 174 Dao Piramida.
Land Of Chaos nama baru untuk sebutan wilayah tidak bertuan setelah kaisar Zhongbu beserta keluarganya menghilang dari benua dewa, semenjak tidak adanya pemimpin diwilayah tengah membuat banyak kejahatan yang tidak terkendali.
Rakyat jelata terutama wanita dan anak-anak banyak mengungsi di zona teraman, biarpun begitu masih ada yang tidak mengungsi menjadi korban kebejatan para penjahat dan anak-anak menjadi korban jual beli budak.
Untung saja pasukan wanita, anak-anak dan pasukan naga segera bertindak dan menyetabilkan land Of Chaos, setiap pemerkosaan yang melawan dihukum mati, yang menyerah dihancurkan kultivasi nya, perampok menjadi tahanan untuk dipekerjakan untuk memperbaiki segala kerusakan diwilayah tengah.
Sekte dan clan yang tadinya bertindak semena-mena menjadi ketakutan dan segera memberikan kompensasi, tetapi mereka tidak lepas dari hukuman mati jika terbukti melakukan tindakan pemerkosaan terhadap wanita dan anak-anak. Pasukan naga tidak segan-segan memenggal kepala mereka dan disaksikan keluarga mereka, walau permohonan ampun dan minta maaf dari pihak keluarga tidak menghentikan pasukan naga menghapus segala kejahatan.
Tetapi jika pemerkosa itu mau bertanggung jawab maka akan dilepaskan dengan membuat perjanjian yang dibuat pasukan wanita.
Sebagai wanita, pasukan Phoniex memahami bagaimana rasanya dilecehkan oleh penjahat cabul, dan perjanjian dibuat dengan melihat kondisi korban pemerkosaan.
Sekarang land Of chaos menjadi stabil lagi dan tidak ada yang berani melakukan tindakan ceroboh, banyak Sekte besar menutup diri dan mengunci gerbang dan melarang junior mereka untuk keluar.
Selama 15 hari ini putri-putri Excel selalu memburu penjahat yang kabur dan bersembunyi dimanapun, dengan bantuan navigasi dari kapal BESD1 mereka dengan mudah menemukan orang-orang yang terlibat dalam kejahatan.
Dengan bukti dan para korban yang kini dalam perawatan, keluarga besar Excel yang dibantu 4 Kekaisaran memburu para penjahat, kebanyakan penjahat berasal dari Sekte besar dan clan terkenal yang bersembunyi didalam Sekte maupun didalam hutan, mereka tidak akan bisa lolos dengan mudah.
Akhirnya sebagian mereka menyerah dan mau bertanggung jawab kepada para korban dengan perjanjian yang berlaku seumur hidup, jika mereka masih menganiaya korban maka konsekuensinya adalah pemusnahan massal bagi pelaku dan keluarganya.
"Mereka hanya berani pada yang lemah, tetapi disaat bertemu dengan yang kuat mereka menjadi serangga penjilat" kata Zhou Mei di dalam istana Kekaisaran Zhongbu dan bersama pasukan Phoniex dan anak-anaknya.
"Ibu... Kenapa kita tidak meledakan saja mereka agar jerah..." tanya Jun Mei yang duduk disebelah ibunya.
"Jika kita bunuh semua penjahat lalu bagaimana nasib para korbannya nanti? Korbannya juga memerlukan pelaku untuk bertanggung jawab, dengan begitu korban tidak terlalu banyak mengalami trauma psikis. Putriku apa kamu mengerti...?" kata Zhou Mei dengan membelai anak kesayangannya.
"Tidak, aku hanya mengerti jika bisa meledakan tubuh mereka." jawab Jun Mei yang masih marah akan tindakan mereka yang melecehkan anak-anak diatas usia 8 tahun.
"Hahaha... Baiklah kita jenguk para korban dan memberikan mereka semangat agar bisa menjalani hidup dengan normal lagi."
"Ibu, kenapa tidak menghapus ingatan mereka?" kata Jun Mei yang membuat ibunya menatap wajah putrinya yang cantik nan imut, apa yang dikatakan Jun Mei ada benarnya, karena marah akan kejahatan pemerkosaan membuat Zhou Mei melupakan metode penghapusan ingatan.
"Hahaha...putriku kamu sangat pintar. Terima kasih sudah mengingatkan ibu."
"Ayo, saudari-saudari kita menghapus ingatan para korban pemerkosaan."
Segera semua wanita dan anak-anak menuju ditenda pengungsian, disana banyak dokter dan Alchemist bahu membahu menyembuhkan luka dan juga memberikan perawatan intensif kepada korban, keluarga besar Excel dan 4 Kekaisaran juga sedang berkumpul dan merencanakan masa depan wilayah tengah yang kini tanah tak bertuan.
"Saudara, di benua venus menantu kita membuat formasi array untuk menguji calon seorang pemimpin..." Kaisar Ling berbicara kepada para pemimpin benua dewa prihal perekrutan calon pemimpin, dia menceritakan tentang metode mencari seorang pemimpin maupun pejabat yang bisa dipercaya dan bijak dalam memimpin suatu daerah tanpa melihat status atau kekuatan.
Mendengarkan Kaisar Ling yang bercerita membuat semua orang kagum dengan metode itu, mereka mendengar dengan seksama dan sekali memuji formasi buatan Excel yang brilian.
"Hahaha...aku tidak menyangkah menantu ku membuat hal seperti ini. Baiklah kita akan sebarkan berita ini diseluruh benua dewa, dan kita akan menyiapkan calon-calon untuk memimpin benua dewa selanjutnya." kaisar Dongbu sangat senang dengan metode ini, metode ini sangat adil dan bijaksana bagi semua kalangan.
Para pemimpin segera berdiskusi dan mengatur segala rencananya bersama-sama, mereka berencana menjadikan wilayah tengah menjadi milik bersama dengan pemimpin yang terpilih untuk menjadi pengawas dan penjaga.
Disisi lain tim phoniex yang dibantu para wanita merawat dan menghapus ingatan korban, setingkat prajurit dewa menghapus ingatan adalah hal yang sepele bagi mereka, dan korban penganiayaan bisa sembuh dengan Pill penyembuh luka maupun dengan energi Qi khusus penyembuhan.
Hu Bai dan Gaibian kini menjadi pengawas dan penjaga sementara dibenua tengah, dengan dukungan dari berbagai kekuatan pekerjaan mereka menjadi ringan karena pasukan naga kekurangan orang dan relawan untuk mengamankan land Of chaos.
Setelah semua beres tim phoniex dan anak-anak kembali kepulau dewa perang untuk beristirahat dan berlatih lagi, banyak para wanita dari kalangan kekuatan dibenua dewa mengikuti tim phoniex dan menjadi menjadi salah satu pasukan phoniex yang akan dilatih oleh isteri-isteri Excel.
Putri-putri Excel juga banyak mengajak anak-anak usia 5 tahun hingga 14 tahun untuk dijadikan bibit-bibit generasi penerus dan dibantu nenek-neneknya dan juga 25 dewi-dewi.
"Suami, apa yang akan kamu lakukan untuk merekrut banyak pasukan nantinya, sebentar lagi alam puncak akan membawa banyak orang kesini..." tanya Ratu Yuna yang sedang berjalan santai dipulau dewa perang.
"Hmm...aku punya ide. Aku ingin membuat sebuah piramida untuk mengetahui tekad dan upaya mereka untuk bekerja keras, aku memang tidak memberikan syarat yang berat, tetapi bukan berarti tidak adanya ujian bagi mereka.
__ADS_1
Ini memang tampak sama dengan formasi pengujian yang aku buat dibenua venus untuk mencari karakter pemimpin yang layak, Piramida ini aku khususkan untuk merekrut bakat biasa dan bakat terbaik yang cocok untuk seorang pejuang. Seorang pejuang harus memiliki Dao (jalan hidup) yang mumpuni dan mampu selalu berevolusi disaat mengikuti perkembangan jaman, tanpa jalan hidup yang terarah akan membuat mereka tumpul dan hanya mengandalkan uluran tangan dermawan...." kata Excel dengan santai saat berjalan dengan mengandeng tangan Yuna dikanan dan Yuke dikirinya.
"Hehehe, ide kamu bagus. Lalu bagaimana kamu mengaturnya...?" tanya Yuna yang penasaran dengan ide suaminya.
"Dao sword, Dao saber... Setiap senjata memiliki Dao-nya masing-masing, seperti pedang memiliki berberapa tingkat, niat pedang, pedang energi, tubuh pedang dan jiwa pedang. Sama seperti itu aku akan membuat Piramida dengan berbagai lantai jalan kehidupan, setiap peserta yang memasukinya akan memilih jalan hidupnya sendiri.
Di setiap lantai menentukan posisi mereka dalam bagian pasukan, lantai...
Pemula.
Prajurit.
Jendral.
Raja.
Kaisar.
Leluhur.
Ilahi.
Dewa.
Disetiap lantai mereka akan memasuki sebuah ilusi kehidupan, dilantai pertama mereka akan hidup seperti halnya manusia biasa, jika lulus ujian mereka akan naik lantai 2, dilantai kedua mereka juga akan menemui ilusi kehidupan sebagai seorang prajurit, jika lulus mereka akan secara otomatis naik kelantai berikutnya dan seterusnya.
Jika mereka berhenti dilantai pertama maka posisinya hanya sebagai pendukung pasukan, misalkan membawa perbekalan untuk pasukan, selain itu kita akan latih mereka agar mampu menyembuhkan luka luar maupun luka dalam selain meminum Pill.
Didalam peperangan kita tidak bisa selalu mengandalkan pil untuk menyembuhkan luka, karena itu kita butuh pendukung pasukan, anggap saja seperti perawat atau suster."
"Apa disetiap lantai peserta akan mengalami berbagai hal kehidupan?" tanya Yuna dengan antusias.
"Benar"
"Apa disetiap lantai itu selalu mengukur basis kultivasi...suami" tanya Yuke yang ikut bertanya.
"Benar, tetapi disaat memasuki ilusi mereka benar-benar sendirian, tidak memiliki dukungan maupun kekuatan, hanya orang biasa. ini bertujuan untuk memperkuat hati mereka, hati yang teguh, hati setenang air, hati seorang pertapa, dan hati kebijaksanaan." jelas Excel kepada Yuna dan Yuke.
"Bagaimana jika mereka tidak lulus ujian lantai pertama?" tanya Yuna sekali lagi, dia ingin penjelasan secara terperinci, Excel tersenyum melihat kedua isterinya yang kecantikannya tidak ada bandingannya dialam semesta ini.
"Berarti mereka hanya bisa menjadi pendukung pasukan walaupun memiliki basis kultivasi yang tinggi, biarpun hanya sebagai tim pendukung mereka juga diharuskan kuat, namanya pendukung, disaat kita kekurangan pasukan tim pendukung masih bisa menutupi kekurangan itu, jadi dalam seleksi ini tidak ada yang namanya peserta yang gagal dan tidak berarti apa-apa." jelas Excel yang kini berada didepan makam keluarga besar Jun.
Ratu Yuna dan Yuke yang melihat suaminya linglung saat melihat puncak bukit makam Jun segera mengajak berjalan ketempat lainnya.
"Suami, apa piramida itu bisa digunakan untuk merekrut bibit-bibit penerus?" tanya Yuna yang ingin mengalihkan pemikiran suaminya tentang keluarganya yang sudah tidak ada, mendengar suara lembut nan menenangkan hati, Excel segera tersadar lagi.
"Hmm... Tentu bisa, anggap saja Piramida ini pada tingkat yang lebih baik dan lebih sederhana dari formasi pengujian yang aku buat di benua venus." desah Excel setelah sadar dari lamunannya dan menjawab pertanyaan Ratu Yuna dengan senyuman khasnya.
Yuna dan Yuke senang melihat suaminya kembali pulih dari lamunannya, mereka berdua tahu jika suaminya ingin sekali membangkitkan 4 keluarganya yang telah meninggal jutaan tahun yang lalu.
"Hahaha, kebetulan mereka telah datang" kata Excel yang ketawa ringan saat mengetahui ayah dan ibu mertuanya sedang bergerak kembali ke pulau dewa perang, mereka bertiga kembali memutar arah dan menuju aula pertemuan.
"Yayah"
Disaat Excel, Yuna, Yuke dan 29 isterinya yang berada ditingkat dewa absolute sedang berdiskusi suara anak berteriak memanggil ayahnya, Excel tahu mereka sudah datang dan sengaja pura-pura tidak mengetahuinya.
__ADS_1
"Hahaha... Lihat prestasi kalian membuat dewa absolute ketakutan..." kata Excel dengan ketawa gembira menyambut putri-putrinya yang datang bersamaan, disusul dibelakangnya semua isterinya, keluarga besar dan juga para pemimpin benua dewa.
"Tuan muda, putri-putrimu sungguh diluar nalar prestasinya. Disaat aku seusia mereka aku masih digendong... Hahaha"
"Hah, mengerikan perbuatan mereka diusia belia, banyangkan jika mereka dewasa..."
Segala pujian terlontar disaat mereka telah duduk di aula lantai 1, di aula semua tempat duduk terbuat dari bahan terbaik dan nyaman untuk diduduki, saat pertemuan yang bisa berlangsung lama mereka tidak akan merasa kelelahan maupun pantat yang kepanasan.
"Hahaha... Itu karena berkat usaha mereka yang tidak ingin dibilang lemah atau hanya kiasan penghibur orang tua." jawab Excel dengan tawa gembira dia sangat bangga dengan anak-anaknya.
Segera mereka semua bercerita tentang land Of chaos dengan teliti dan juga rencana untuk menjadikan wilayah tentang menjadi milik bersama, walaupun mereka tidak berbicara, sekelas mahadewa bisa tahu segala dibenua dewa tanpa mereka harus bercerita, biarpun begitu Excel dan 31 wanitanya yang tidak ikut menuju land Of chaos tetap mendengarkan cerita mereka dengan antusias.
"Itu mudah membuat formasi pengujian, tetapi aku memiliki ide yang lebih baik dan lebih sederhana. Aku akan membuat Dao Piramida, piramida ini adalah ujian jalan hidup..." Excel membicarakan prihal idenya untuk membuat Dao Piramida untuk semua calon pasukan maupun untuk calon pemimpin yang akan ditempatkan di titik-titik seluruh wilayah tengah maupun untuk para calon penerus para pemimpin benua dewa.
"Dao piramida bisa digunakan setiap hari dan siapa saja boleh memasukinya, tetapi untuk melewati setiap lantai tidaklah mudah, hanya mereka yang memiliki Dao hati murni yang bisa melawati hingga lantai puncak. Jalan hidup yang murni mampu melewati segala rintangan dalam kehidupan yang tidak menentu seperti saat ini.
Namun, kalian jangan kuatir, semua peserta yang memasuki Dao Piramida tetap akan dibutuhkan.
Besok aku dan isteriku akan memulai pembangunan Dao Piramida yang melayang diudara, dan zona dao Piramida anti mengudara, setiap tangga menuju pintu masuk juga merupakan ujian tekad dan kemauan." Excel berbicara panjang lebar disetiap perkataannya selalu membuat semua orang berdecak kagum, idenya selalu aneh dan konyol tetapi juga itu ide brilian.
"Baiklah, saat ini sudah larut, lebih baik para pemimpin beristirahat di pulau ini saja, aku yakin kalian pasti akan menyukainya. Istriku Xiao Jiao dan Kong Lian tolong antar mereka menuju Mansion tamu penting." pinta Excel kepada semua orang, dan meminta tolong kepada isterinya untuk mengantar ayah, ibu dan juga para pemimpin benua dewa menuju Mansion tamu penting yang sudah lama dibangun Excel.
"Baik suami"
Isteri-isteri Excel yang berasal dari benua dewa mengantar para tamu menuju tempat istirahatnya, mereka sangat senang dipanggil isteri didepan keluarganya dan juga para pemimpin benua dewa.
Setelah semua tamu pergi dari aula pertemuan Excel mengajak semua isterinya memasuki dunia jiwanya dan memberikan hadiah kepada tim phoniex karena telah berhasil menyetabilkan wilayah tengah yang menjadi tanah kekacauan.
Hadiahnya sederhana, untuk isterinya hanya berkultivasi ganda secara intens, untuk putrinya Yuke telah menyiapkan hadiah yang disukai anak-anak.
Setelah berada didunia jiwa selama 6 tahun atau 6 jam berada didunia luar, Excel berserta semua isteri dan anak-anaknya keluar dari dunia jiwa, mereka akan membangun Dao Piramida yang akan digunakan dalam waktu 14 hari.
Dalam waktu 14 hari lagi akan banyak orang dari alam puncak datang menuju pulau dewa perang untuk menjadi bagian dari keluarga besar pria mudah tampan yang terkuat di alam semesta aurora.
"Suami, aku kira padang gurun dewa tanah yang cocok untuk material Dao Piramida." kata Yuna kepada Excel dengan tersenyum penuh arti, Excel, semua wanitanya dan Putri-putrinya kini melayang diatas pulau dewa perang.
"Hehehe... Itu aku tidak sengaja tersesat di rumah itu..." kata Excel dengan terkekeh dan menggaruk-garuk kepalanya walau tidak gatal, maksud Excel adalah tersesat dirumah bordil sewaktu kucing-kucingan dengan isterinya.
Waktu itu Excel menyerap api surgawi di padang gurun dewa didalam tanah yang sangat dalam, api surgawi didalam tanah itu dilindungi formasi alami sehingga para dewa tidak mengetahui jika padang gurun dewa tersembunyi api surgawi, jika mereka tahu sudah pasti akan saling berebut, hanya Yuna dan Excel yang setingkat Sang kekosongan yang mengetahuinya.
Setelah menyerap api surgawi, Excel buru-buru bergerak disaat pandangan Ratu Yuna mengikuti jejak auranya, Excel bergerak dirumah bunga anggrek nama tempat bordil itu, karena melihat seorang wanita sedang dianiaya. Setelah membantu wanita dengan membakar habis pria penganiaya itu, Excel berlanjut bergerak terus hingga memutari benua dewa menuju lembah es, setelah menyerap inti Es air mancur jejak Excel menghilang disaat pandang Ratu Yuna mengejarnya.
Semua tatapan aneh terpusat pada Excel, karena perkataan Excel yang menyembunyikan sesuatu dari mereka, bahkan putri-putrinya juga mulai curiga dengan bergerak didepan ayahnya dan langsung menatap matanya.
Melihat berubah cara pandang isteri dan anaknya, Excel menelan salivanya, perasaan Dejavu kembali muncul dibenaknya, Excel seakan-akan ditatap binatang buas yang kelaparan.
"Ayo, segera kita menuju padang gurun dewa..." kata Excel kepada semua orang dan segera bergerak melarikan diri dari semua wanitanya dan putrinya.
Wuuuuussshh
"Exceeeelllll"
Excel langsung dikejar semua isterinya dan putri-putrinya, sayap dibelakang panggung mereka langsung keluar dan mengepakkan sayapnya dengan kecepatan tinggi.
"Hahaha"
Ratu Yuna hanya ketawa melihat suaminya yang ketakutan dengan para wanita yang sedang mengejarnya. Semua orang juga melihat Excel yang sedang dikejar semua wanita dengan kecepatan tinggi dan hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Hahaha... Pemimpin dari dulu tidak berubah, masih saja ketakutan dengan isteri...hahaha" Ceng Fu yang melihat pemimpinnya ketawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Hahaha... Guru memang kuat, tetapi disaat melawan isterinya selalu kalah...hahaha" Paman Xue Tong juga ikut ketawa melihat gurunya yang melarikan diri dari isterinya.
"Ceng Fu dan Paman Xue Tong aku akan menghukum kalian yang menjelek-jelekkan aku dibelakang" suara Excel dari jarak ratusan kilometer terdengar dibenak Ceng Fu dan paman Xue Tong, segera mereka berdua yang menertawakan Excel menjadi merinding.