
Chapter 290 Lagi-lagi aksi Bu Wanmei.
Bukit Arwah adalah hutan yang sangat lebat, pepohonan yang tinggi tanpa ada cahaya apapun, hanya terlihat kunang-kunang sebagai penerangan dihutan.
"Gunakan batu giok cahaya." perintah komandan Yao kepada pasukannya.
"Aaahh... Kalian jahat..."
"Mati..."
"Kamu siapa..."
"Pergi dari sini manusia..."
Seketika suara-suara aneh terdengar saat cahaya yang menerangi hutan bukit arwah, asap berbagai bentuk bisa dilihat dengan wujud yang menyeramkan.
Semua orang kaget dan tubuhnya menggigil ketakutan dan ngeri melihat wajah-wajah arwah yang sangat menyeramkan, hanya Raja Iblis dan pasukannya yang sudah terbiasa melihat hal semacam ini.
"Mereka tidak akan bisa menyentuh kita, jadi jangan takut." kata Raja Iblis yang bangga saat melihat reaksi ketakutan pasukan Arcadia dan juga komandan Yao beserta para Jendralnya.
"Hah, benar-benar Benua terkutuk." umpat Jendral utama yang sempat bergidik ngeri melihat wajah-wajah berlumuran darah, mata keluar dari kelopak matanya, lidah menjulur keluar dengan tertusuk pedang, usus terburai keluar dari perutnya, tubuh tanpa kepala yang mampu berjalan sendiri.
Siapa saja yang melihatnya jelas akan ketakutan dan mungkin bagi orang yang bukan kultivator sudah pasti lari terbirit-birit saat melihat arwah penasaran.
"Hahaha... Manusia pergi, jika kalian masih ingin hidup..." salah satu arwah penasaran yang memiliki tubuh besar dengan mata sebesar piring dan wajah yang penuh lubang berbicara kepada semua orang.
"Huff, menganggu saja...!" dengus salah satu prajurit dengan mengepalkan tangannya dan... "Boom..." prajurit itu memukul dengan energi Qi dengan membuat arwah penasaran itu menjadi asap dan menghilang.
Boom... Boom
Setiap prajurit yang kesal menghancurkan apapun yang mereka lihat, entah arwah penasaran maupun binatang kecil yang tidak berdosa.
Suara gemuruh derap langkah kaki yang berlari terdengar, didepan para prajurit yang membuat jalan bagi pasukan kerajaan Arcadia, segera semua pasukan menjadi waspada dan mengeluarkan semua senjata mereka.
"Serbuuuu..." pasukan badak dari Ras Demi Human ternyata menyergap pasukan Arcadia, dan dari belakang pasukan badak beterbangan anak panah api yang terbuat dari energi Qi.
"Hati-hati, penyergapan"
Xiu... Xiu...
Bang... Bang...
Clang... Clang
Suara ledakan teredam dan suara tangkisan senjata yang beradu dengan anak panah, pasukan Arcadia dengan mudah menetralisir sedang Ras Demi Human dan Ras Siluman.
"Bantai mereka semua." kata Jendral kedua kepada pasukannya, segera pasukannya menyerang balik kedepan, dan terjadilah pertarungan brutal didalam hutan bukit arwah.
"Boom... Aaaahh..."
"Mati... Sliinng"
Pasukan badak bertarung dengan sangat sengit dan dibantu pasukan Ras Siluman yang mendukung dari belakang, komandan Yao, Qin Bo dan para Jendralnya hanya tersenyum melihat pasukannya yang bertarung dengan brutal, mereka melampiaskan rasa frustasi selama melewati Jurang Samsara.
"Serbu...." dari sisi kanan keluar pasukan Demi Human dan menyerang pasukan Arcadia yang sedang fokus menyerang musuh di depannya.
"Bunuh mereka semua..." teriakan dari sisi kiri pasukan Arcadia juga muncul dan menyergap mereka.
"Huff, strategi apapun bagi kekuatan besar tidak akan berarti apa-apa." dengus Jendral ketiga melihat pasukan Arcadia sedang dikepung oleh pasukan Ras Siluman dan Ras Demi Human.
Dengan lambaian tangannya, Jendral ketiga ingin menghancurkan pasukan dari sisi kiri, tetapi keluar Jendral dari Ras Demi Human.
Booommm... Booommm
Benturan energi Qi meledak hebat dan memporak-porandakan hutan bukit arwah, disisi kanan juga datang Jendral dari Ras Siluman.
Booommm
Target kedua jendral itu adalah pasukan Arcadia dan seketika banyak pasukan Arcadia yang tubuhnya meledak.
"Sialan, Jendral kedua dan ketiga kalian maju."
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
__ADS_1
Booommm... Booommm
Pertarungan keempat Jendral membuat suasana menjadi kacau dengan gelombang kejut yang mengerikan, seketika banyak para Prajurit mati.
Pasukan Ras Siluman dan Ras Demi Human mulai mundur dan menghilang di kegelapan, sedangkan pasukan Arcadia yang terjepit diantara 4 kekuatan Sang Void tidak bisa menghindarinya.
Booommm... Booommm
Aaaaahhh... Aakkkhh
"Sialan, ternyata ini strategi mereka...! Jendral segera bantu mereka..." komandan Yao mengumpat kesal karena banyak pasukannya yang meregang nyawa, segera dia memerintahkan Jendral keempat dan Jendral utama untuk bertindak.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
"Mati kamu..."
Booommm... Booommm
Ledakan hebat segera menghancurkan apapun, dua Jendral yang mengetahui segera mundur dan menghilang di kegelapan hutan bukit arwah, mereka benar-benar mampu memanfaatkan kelemahan Ras Manusia, yang tidak terbiasa dengan Benua Permata Hitam yang tidak memiliki matahari.
Banyak pasukan Arcadia yang terluka parah akibat gelombang kejut kekuatan Sang Void dan sebagian banyak yang mati, komandan Yao sangat marah.
"Bajingan, aku akan musnah kalian...! Jendral selidiki perbatasan bersama Raja Iblis dan jangan segera menyerang mereka, aku tidak ingin kehilangan banyak pasukan. Buat strategi dan buat perkemahan untuk merawat pasukan yang terluka...." dengan marah komandan Yao memerintahkan semua Jendralnya dan dibantu oleh Raja Iblis yang hafal dengan wilayah Benua ini.
"Kalian, ratakan hutan ini dan juga buat markas sementara disini." perintah Jendral utama kepada para kapten pasukan untuk membersihkan hutan arwah yang dipenuhi pepohonan besar dan tinggi.
Segera pasukan yang masih sehat dan kuat dimobilisasi, dan membuat tenda-tenda dan pembatas dari kayu. Sedangkan Raja Iblis bersama Yong Sheng menuju perbatasan untuk menyelidiki wilayah Ras Demi Human.
"Seandainya aku tidak terus menerus mendapatkan firasat buruk, aku dengan mudah menghancurkan mereka." batin komandan Yao didalam tenda sementara yang dibuat pasukannya.
"Benar, aku juga mendapatkan firasat yang buruk. Lebih baik mengenali lawan terlebih dahulu, jangan terpancing emosi utusan dari nine heaven palace." kata kakek Sun Yao yang selalu berkomunikasi semenjak mereka berada di Jurang Samsara.
"Iya, Kakek. Tenang saja, aku sudah tahu tujuan Qin Bo, dia sengaja berdiam diri, disaat nanti kita tersudut dia baru turun tangan, tujuannya jelas supaya kita mengandalkan dirinya, dengan kita bergantung padanya, dia akan menggunakan pasukan kita untuk memenuhi tujuannya tanpa susah payah." kata Sun Yao kepada kakeknya.
Saat ini Qin Bo sedang berada didalam tenda pribadinya dan sedang menikmati hidupnya dengan tiduran, walau dia tidak mampu melepaskan kesadarannya untuk memeriksa Benua Permata Hitam ini, dia masih percaya diri dengan kekuatannya saat ini, apa lagi masih ada Pamannya yang selalu mendukung jika waktunya tiba.
"Hah... Kita sudah kehilangan banyak prajurit semenjak di Jurang Samsara dan di Bukit Arwah, perkiraan pasukan ku tersisa tinggal 8 miliar lebih. Sialan, belum apa-apa aku sudah kehilangan 1 miliar lebih prajurit." gerutu Sun Yao yang menerima laporan dari para kaptennya.
"Jadi ini wilayah Ras Demi Human, sangat makmur juga, pantas mereka percaya diri mampu menahan pergerakan pasukan kita..." kata Yong Sheng saat mengamati dinding yang kokoh, terbuat dari bebatuan yang bercampur dengan logam.
Disisi kanan dan kiri dikelilingi perbukitan curang, banyak para prajurit yang bekerja membuat dinding baru guna melapisi dinding terdepan agar lebih kuat.
"Kamu segera buat peta. Raja Iblis bantu kepala topografi agar lebih jelas memetakan wilayah Ras Demi Human dan Ras Siluman." pinta Yong Sheng kepada Raja Iblis.
"Tidak masalah." jawab Raja Iblis dengan tersenyum.
Wuuuuussshh
"Awas...."
Booommm
"Sialan... Kita ketahuan..." umpat Yong Sheng saat memblokir bola energi yang melesat dari depan dinding pertahanan Ras Demi Human.
"Untung saja ada jendral utama." Raja Iblis merasa lega saat Yong Sheng mampu memblokir serangan tiba-tiba.
"Manusia Rubah..." gumam Yong Sheng saat melihat Manusia Rubah sedang berdiri dan dengan kaki kanan menginjak dinding dan tangan kanan bertumpuh pada lututnya, dia terkejut melihat Manusia Rubah masih hidup.
"Bu-bukannya dia sudah mati..." Raja Iblis juga tercengang melihat sosok Bu Wanmei yang masih hidup dan disisi kanan dan kirinya berdiri dua wanita muda.
Para prajurit Demi Human dan prajurit Siluman juga kaget mendengar ledakan hebat dihutan, dan mereka juga melihat dua putri Raja Demi Human sedang berdiri disamping pria yang memiliki ekor sembilan.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Segera pada Raja Demi Human, Ratu Siluman Musang, Cang Lien, Lu Zhi dan para Jendral berdatangan dan berdiri disamping Lu Xinxin dan Lu Xianglun.
Pandangan mereka tertuju pada ledakan itu dan melihat 5 orang yang mereka kenali sebagai musuh bersama.
"Raja Iblis, Jendral utama..." kata Raja Demi Human saat mengenali mereka, tempat persembunyian mereka sudah berantakan dan sosok mereka mudah terekspos dengan jelas.
"Ckckck... Ayo, bertarung." Bu Wanmei berdecak lidah saat dirinya sudah tidak sabar untuk berkelahi, dia menantang Yong Sheng seorang diri.
__ADS_1
Semua mata melihat Bu Wanmei yang menantang Yong Sheng yang memiliki kekuatan Sang Void level 5, kekuatan yang setara dengan dua pemimpin Ras.
"Hahaha... Dengan kamu yang lemah... Hahaha. Beruntung kamu masih hidup dari kemarahan Ketua Qin, tetapi, sekarang kamu tidak akan bisa kabur lagi, setan kecil terkutuk..." Yong Sheng tertawa saat dirinya ditantang oleh Manusia Rubah, dia juga marah telah dijebak didalam Formasi Ilusi dan juga telah kehilangan banyak prajurit.
"Oh, sebutanku keren, ya...! Berapa banyak prajuritmu yang mati di Jurang Samsara?" ejek Bu Wanmei dengan sengaja, dia suka membuat orang menjadi emosi.
"Tidak kurang dari ratusan juta. Setelah kamu mati dan mengambil semua wanitamu itu sudah cukup untuk menebusnya... Hahaha. Kedua wanita itu, tidak, empat wanita cantik yang berada di sisimu akan menjadi budak pemuas kami dan pasukanku... Hahaha." jawab Yong Sheng kepada Bu Wanmei dan melihat betapa cantiknya Lu Xinxin, Lu Xianglun, Cang Lien dan Ratu Siluman Musang.
"Jika kamu punya kemampuan..."
Zlaaapp
"Bang... Aaaahh..."
Tiba-tiba Bu Wanmei menghilang dan muncul didepan Yong Sheng dengan memukul dadanya, dia kaget dan tidak sempat memblokir serangan Bu Wanmei.
Semua orang tercengang melihat Bu Wanmei dengan mudah memukul Yong Sheng, padahal Yong Sheng memilik kekuatan Sang Void level 5.
Lu Xinxin mengangkat dagunya dengan bangga, melihat suaminya begitu protektif terhadap kekasihnya, Lu Xianglun juga bangga melihat suaminya begitu melindungi dirinya.
Sedangkan Ratu Siluman Musang dan Cang Lien hanya menggelengkan kepalanya, melihat kekuatan orang yang dianggapnya lemah pada awal bertemu.
Raja Demi Human, Lu Zhi, para jendral dan 10 pengawal Ratu Siluman Musang melihat kearah Lu bersaudara dan Ratu Siluman Musang, mereka ingin penjelasan terkait kekuatan Bu Wanmei.
"Hebatkan suamiku, dia berada dipuncak Sang Void, tidak, mungkin lebih...!" kata Lu Xinxin yang dengan bangga memamerkan suaminya.
Sontak semua orang tercengang dan kembali melihat sosok Bu Wanmei yang berjalan santai mendekati Jendral Utama yang berusaha berdiri setelah berguling-guling, mereka tidak menyangkah jika Manusia Rubah yang dilelang memiliki kekuatan yang mengerikan.
Pembawa acara lelang bergidik ngeri dan juga ketakutan, karena dirinya pernah menyiksa Bu Wanmei pada waktu itu, dia juga ikut membantu melawan para penjajah dan berdiri dibelakang Raja Demi Human, keringat dingin mengucur deras hingga membasahi pakaiannya.
"Setan kecil aku pasti menyiksamu..."
Wuuuuussshh
Bang...
"Apa..." jendral utama terkejut saat kepalan tangannya dihentikan dengan 1 jari Bu Wanmei, seketika dia merasakan kematian didepan matanya.
"Apa hanya ini seluruh kekuatanmu..." kata Bu Wanmei dengan memegang kepalan tangannya, Yong Sheng yang terlambat menarik tangannya, membuat Bu Wanmei memelintir kepalan tangannya.
"Aaaahh.... L-lepaskan... Aaakk"
Craak...
"Aaaaahhh..."
Yong Sheng berteriak kesakitan saat tangan kanannya dipelintir hingga suara retakan tulang bisa terdengar.
Plaak...
Bu Wanmei mengekstrak dantian Yong Sheng dengan segera, tubuh Yong Sheng tidak mampu dia gerakan saat kepalan tangannya dihancurkan tulangnya.
"Aaaaahhh..." teriakan menyayat hati membuat semua orang yang memiliki bergidik ngeri dan merasakan sensasi rasa sakit yang dialami Yong Sheng.
"Lumayan untuk kedua isteriku... Hahaha" kata Bu Wanmei saat selesai mengekstrak kekuatan Yong Sheng hingga membuatnya lumpuh total.
Yong Sheng sengaja tidak dibunuh dengan tujuan sebagai alat negoisasi antara kedua belah pihak, Bu Wanmei menyeret tubuh Jendral Utama yang sudah pingsan seperti sampah saja.
"Pasung dia, dan jangan dibunuh, jadikan dia sebagai alat tawar menawar dengan komandan Yao." perintah Bu Wanmei kepada Raja Demi Human yang masih tercengang melihat perbuatan dia.
"Mereka akan datang besok paling cepat." kata Bu Wanmei yang melayang diudara menuju kearah dimana tempat air terjun Dewa Cahaya, Lu Xinxin dan Lu Xianglun yang tadinya masih terkejut buru-buru mengejar Bu Wanmei setelah pulih dari keterkejutannya.
"Apa dia Manusia Rubah yang pernah kita lihat sebelumnya...? Kenapa dia seperti sosok yang lain..." gumam Lu Zhi yang melihat punggung Bu Wanmei dan kedua keponakan perempuannya yang sudah tidak mau menjauhi Bu Wanmei.
"Iya, aku merasa dia bukan lagi Manusia Rubah yang kita kenal. Lihat kedua putriku, aku merasa mereka juga ada yang berubah...!" Raja Demi Human juga merasakan perubahan Bu Wanmei dan kedua putrinya, tetapi dia masih mencari apa yang telah berubah itu.
Semua orang kembali menatap Ratu Siluman Musang yang telah merawat Bu Wanmei saat terluka, tetapi, Ratu Siluman Musang hanya menggelengkan kepalanya, tanda dia juga tidak tahu.
Padahal Ratu Siluman Musang sengaja tidak memberitahukan siapa sebenarnya Bu Wanmei, karena dia masih ingin menjaga privasi pribadi orang yang dia cintai, dia sendiri masih memegang harga diri dan tidak mau mengakui jika dia telah jatuh cinta pada Bu Wanmei.
Cang Lien terus menatap punggung Bu Wanmei hingga menghilang dari pandangan matanya, dan mendesah pelan dengan sedikit air mata yang keluar.
"Lagi-lagi dia membantu kita tanpa meminta imbalan" kata Raja Demi Human yang merasa dirinya tidak mampu mendisiplinkan isterinya yang telah mengancam Bu Wanmei, tetapi dia juga malu meminta maaf kepada Bu Wanmei.
Setelah kejadian di ruang makan, Raja Demi Human memarahi ketiga Ratunya yang berlebihan pada keinginan mereka, yang ingin mendapatkan benih Bu Wanmei, dia juga merasa terhina sebagai seorang pria dan Raja, saat mengetahui niat ketiga Ratunya.
__ADS_1