
Chapter 90 Istana Dewa Perang.
Terlihat wajah Bi Liqin tetap sama padahal sudah berjuta-juta tahun menunggu Dewi samudera bereinkarnasi, itu semua efek danau panca warna dan Bi Liqin juga tertidur untuk menghentikan proses penuaan.
"Baiklah, jika kamu tidak mengingat aku, sekarang lihat mataku dengan benar" Excel membalas perkataan raja ginseng, lalu raja ginseng melihat bola mata Excel, mata raja ginseng sangat kecil seukuran ujung jari kelingking dan kedua matanya menatap kedalam mata Excel.
Mata Excel yang berwarna biru dan ditengahnya terlihat seperti alam semesta yang sama dengan mata dewa perang yang pernah raja ginseng lihat pada saat Dewa Perang masih hidup.
"Tu-tuan...kamu tuanku. Kamu adalah dewa perang... Hahahaha...tuan aku sudah lama menunggumu disini" kata Dewa Perang dan langsung berlari dan memeluk paha Excel, terlihat air mata keluar dan menetap membasahi tubuh dan akar-akarnya yang memanjang.
"Maafkan aku sobat telah meninggalkanmu disini dan kali ini aku akan membawamu kemanapun aku pergi" Excel berkata dengan berjongkok dan memeluk ginseng yang ternyata adalah sahabatnya, akar-akarnya segera memeluk Excel dengan erat.
"Tuan, aku sangat merindukanmu, dan aku hanya berani mencarimu didalam istana, dan sesuai perintahmu aku tidak keluar dari lingkungan istana.
Tapi tiap kali aku mencarimu kamu selalu tidak ada padahal aku merasakan auramu, aku kira kamu telah melupakan ku...hikss" raja ginseng berbicara dengan nada lucu tapi juga menyedihkan.
"Tidak, tidak sobat aku tidak pernah melupakanmu, sejujurnya aku telah mati karena racun saat aku melawan 6 orang Dewa Absolute sendirian demi menyelamatkan dua wanita yang kini telah menjadi isteriku" kata Excel tanpa menutup-nutupi kebenarannya tanpa peduli dengan semua orang yang mendengar pembicaraan mereka berdua, semua wanita menjadi menangis mendengar cerita suaminya yang menyedihkan.
Deg
Qiaofeng dan Bi Liqin terutama yang telah diselamatkan Dewa Perang tidak menyangkah jika orang yang selama ini mereka ikuti ternyata sosok reinkarnasi dari Dewa Perang yaitu Excel, menjadi menangis sejadi-jadinya dan dipeluk semua isteri Excel yang juga merasakan kesedihannya.
Saat Dewa Perang meninggalkan mereka berdua setelah menyelamatkan, Dewi samudera dan Bi Liqin tidak sempat mengucapkan rasa terima kasihnya pada dewa perang, dan selalu merasa bersalah hingga akhir Dewi samudera mati dan Bi Liqin tertidur tanpa bisa pergi dari danau panca warna karena kabut beracun.
Semua orang tidak menyangkah jika suami dan pemimpinnya memiliki cerita yang begitu menyedihkan dibalik sosok yang ceria, lucu dan berjiwa besar.
"Hikss, sialan Dewa Absolute itu yang telah meracunimu, Tuan" sambil menangis dan tetap memeluk Excel raja ginseng memaki musuh tuannya.
"Sudah jangan menangis, jika aku bertemu lagi dengan mereka sudah aku pastikan mereka akan menerima balasannya.
Racun mereka sudah tidak akan mempan lagi padaku, kini aku telah memiliki penawarnya dan lagi...hehehe. Aku akan menyiksa mereka yang telah membuat banyak orang menderita.
Sobat, mulai saat ini kita akan melawan semua kejahatan bersama-sama, dan kamu akan aku buat menjadi Kaisar Ginseng yang sudah lama kamu dambakan...hahaha" kata Excel yang ingin membuat suasana menjadi ceria lagi dan tidak ingin dirinya dan semua orang terhanyut dalam kisahnya.
"Apa benar, Tuan?"
"Benar, sobat. Ini kamu makan buah roh yang telah punah" kata Excel yang membenarkan perkataannya dengan memberikan buah roh untuk meningkatkan kekuatannya.
"Hahaha, tuan. Tidak menyangkah setelah berjuta-juta tahun tidak bertemu kamu memberikan kejutan yang tidak terduga... Hahaha" raja ginseng tertawa gembira saat menerima buah roh yang sudah menghilang dari alam semesta, dengan buah roh raja ginseng akan meningkatkan kekuatannya dan dia akan menjadi Kaisar Ginseng status yang selama ini dia mimpikan.
"Baiklah, sekarang kamu bawa anak buahmu dan juga ambil semua tanaman roh dan kamu akan tinggal didunia jiwaku.
Didalam dunia jiwaku juga ada kolam susu stalaknit yang juga bisa membuat kamu kuat, semua orang kita juga akan beristirahat didunia jiwa, dan kalian tidak perlu kuatir tentang mereka yang masih di danau." kata Excel kepada raja ginseng dan kepada semua orang.
"Hahaha, tunggu sebentar Tuan aku akan persiapan semuanya" kata Raja ginseng yang dengan berlari dan mengumpulkan semua anak buahnya dan tanaman di taman istana Dewa Perang.
"Ceng Fu, kabari semua orang yang berada di danau untuk beristirahat selama 1 hari. Besok kita baru melanjutkan perjalanan kita" perintah Excel kepada komandan Ceng Fu.
"Baik komandan"
Dengan segera Ceng Fu berkomunikasi dengan wakilnya yang berada di danau dan memerintahkan mereka untuk beristirahat selama 1 hari sesuai perkataan pemimpinnya.
"Ayo masuk" kata Excel dengan mengibaskan tangannya dan tercipta sebuah gerbang hitam, raja ginseng dan semua orang masuk bersama setelah Excel masuk terlebih dahulu.
Wuuuuussshh
"Woooww, energi semesta... Hahaha. Tuan kamu sungguh luar biasa...whahaha" kata raja binatang dengan berlari mengelilingi dunia jiwa milik tuannya, akar-akarnya terlihat lucu yang dia gunakan sebagai kaki saat berlari.
"Raja ginseng kamu bebas memiliki tempat pribadi dengan anak buahmu yang jauh dan kamu tidak perlu kuatir lagi dengan binatang buas dan para dewa jahat yang ingin menangkapmu" kata Excel yang berteriak saat raja ginseng yang kegirangan dan sudah menjauh dari semua orang.
"Baik Tuan"
"Semua wanita kalian tunggu aku di Mansion kita"
"Baik suami"
"Ayah, Paman dan Ceng Fu kalian segera duduk bersila, aku akan memberikan segel keluarga. Dan selama 1 bulan ini gunakan waktu kalian untuk berkultivasi, mandi di kolam stalaknit untuk memperkuat fisik dan di pagoda hitam itu kalian bisa berkultivasi untuk memperkuat jiwa."
__ADS_1
Kemudian, setelah Excel mengatur semuanya dan juga telah memberikan segel kedua untuk semua pria, Excel menuju ke Mansion pribadinya dan berkultivasi ganda dengan semua isterinya.
"Haaah, su-suami tongkatmu semakin panjang dan tebal" kata Yueyin yang kaget saat melihat tongkat suaminya yang juga berubah lebih besar.
"Hehehe, apa kamu takut"
"Ti-tidak, suami hanya saja apa muat" jawab Yueyin dengan nafas yang memburu.
"Paman, aku ingin seperti semua saudariku" protes Qiaofeng kepada suaminya karena hanya dia dan Bi Liqin yang belum Berkultivasi ganda dengan Excel, saat ini Excel sendirian yang sedang berendam di kolam pribadi miliknya, setelah membuat semua isterinya kenyang dengan air surganya dan sedang berkultivasi untuk menyerap air surga yang telah mengisi perut mereka hingga terlihat seperti wanita hamil.
Merasakan ada kesempatan berbicara Qiaofeng dan Bi Liqin menemui Excel yang tertidur di kolam pribadi, Bi Liqin yang mengikuti Qiaofeng terlihat sangat malu dan hanya diam dengan menundukan kepalanya.
"Aduuuh, feng'er apa tidak bisa menunggu usia kamu cukup dulu?" kata Excel yang kaget dengan permintaan istri kecilnya yang tiba-tiba saja meminta Berkultivasi ganda dengannya.
"Tidak. Aku bisa melayani kamu suami" kata Qiaofeng dengan keyakinan tinggi dan tidak terlihat malu seperti Bi Liqin atau semua isterinya saat pertama kali berhubungan intim.
Excel kebingungan saat ini jika menolaknya Qiaofeng pasti akan menangis, apalagi Excel telah berkali-kali menolaknya untuk berhubungan intim.
[Tuan, tidak apa-apa jika Qiaofeng Berkultivasi gandamu, tubuh Qiaofeng berbeda dengan wanita lainnya]
"Apa kamu yakin, Yuke. Kamu tahu besarnya milikku dan lagi apa mungkin dengan usianya saat ini ?" Excel terkejut saat Yuke mendukung keinginan Qiaofeng karena masih tidak yakin apa yang Yuke bicarakan.
[Tidak masalah Tuan]
"Haaheem. Baiklah, akan aku coba"
"Baiklah isteri kecilku aku akan menurutimu kali ini, tapi jika kamu kesakitan aku akan segera berhenti. Dan aku akan berkultivasi ganda dengan Bi Liqin terlebih dahulu dan kamu perhatiankan, oke" kata Excel kepada kedua istrinya.
"Hahaha, terima kasih suamiku" kata Qiaofeng yang kegirangan setelah mendapatkan persetujuan dari Excel.
Byuuuurrr
Qiaofeng langsung melompat kedalam kolam dan langsung memeluk suaminya tanpa malu seperti Bi Liqin yang masih diam saja, malu nafasnya terengah-engah menyaksikan tongkat suaminya sudah berdiri tegak layaknya sebuah tiang.
Qiaofeng yang memeluk Excel segera memburu bibir Excel dan tidak terlihat kaku, karena Qiaofeng sering mengintip semua bibi-bibinya saat Berkultivasi ganda.
Dengan berlahan Qiaofeng menduduki tongkat Excel yang telah bangun dengan gagah dan memposisikan goa silumannya yang telah dibasahi cairan precum, saat kepala tongkat menyentuh bibir goanya terlihat sangat kesulitan masuk dengan ukuran tongkat yang sebesar botol air minum milik Excel.
"Hehehe, sudahku bilang kamu belum cukup untuk menerima tongkatku" kata Excel yang terkekeh melihat usaha dari isteri kecilnya yang belum bisa memasukkan kepala tongkatnya di goa silumannya yang basah dengan cairan precum dan air di kolam.
"Tidak, aku belum menyerah" jawab Qiaofeng yang dengan gigih tidak ingin menyerah tanpa usaha maksimalnya, dia yakin dengan pengalaman yang telah dia lihat dari semua wanita Excel.
"Bi Liqin, ke marilah" pinta Excel kepada BI Liqin yang masih melihat kedua orang didepan matanya dengan nafas yang memburu, dan tanpa sadar Bi Liqin hanya menuruti perkataan suaminya.
Saat Excel dan Bi Liqin berciuman, Qiaofeng semakin bernafsu dan goa yang masih menempel di ujung kepala tongkat suaminya, secara berlahan turun dan sedikit demi sedikit tongkat itu membelah goanya hingga terlihat warna merah mengalir dicela-cela kedua kakinya dan membasahi Tongkat naga suaminya.
"Aah" erangan Qiaofeng yang merasakan perih saat kepala tongkat itu telah memasuki goa silumannya, tapi Qiaofeng segera menutup mulutnya agar suaminya tidak menghentikannya.
"Oohh" Bi Liqin semakin memanas dengan buah melonnya yang disentuh dan diremas-remas suaminya dengan tangan kanannya, tangan kirinya tidak tinggal diam dengan turun dan menyentuh goa silumannya yang sudah basah kuyup cairan precum.
"Aaah" suara kecil Qiaofeng terdengar saat tongkat itu telah menghancurkan penjaga goa miliknya yang langsung memasuki tempat membuahi bibit baru walau hanya separuh tongkat yang bisa dia tahan dengan tubuhnya saat ini.
Excel yang mengetahui membiarkan usaha istri kecilnya dan tetap membuat Bi Liqin terus menggeliat kenikmatan.
Setelah satu bulan Berkultivasi ganda dan juga melatih mereka semua, Excel juga tidak melupakan keberadaan panther hitam dan anak buahnya, Excel memberitahukan tentang raja ginseng yang sebagai temannya.
Excel kembali kedunia luar yang hanya ditinggalkan selama 1 jam saja dan melanjutkan menuju istana Dewa Perang, hanya ginseng dan panther hitam yang masih tetap berada didunia jiwa.
"Ayo kita memasuki istana ku" kata Excel dengan berjalan didepan dan ikuti semua orang termasuk Qiaofeng yang selalu mengandeng suaminya tanpa mau melepaskan tangan Excel, dia menjadi semakin dewasa dan bangga sudah bisa melakukan seperti bibi-bibinya.
Qiaofeng sudah mengalahkan semua istri Excel yang mampu melawan tongkat suaminya selama 6 jam tanpa henti, itu juga membuat semua wanita mendesah dan berjanji akan lebih berusaha bersaing dengan Qiaofeng.
Sebagai reinkarnasi dari Dewa Perang Excel telah menghafal semua tempat benua tengah yang dibangun waktu itu tanpa lagi menggunakan petanya, karena Excel sudah membuka segel memori didalam otaknya dengan bantuan Yuke.
"Astaga ini bukan dinding istana biasa"
"Ini dinding batu mistik dibuat sebagai tembok!!"
__ADS_1
"Suami kamu terlalu kaya"
"Rahasia apa lagi yang kamu sembunyikan"
"Aiyoo, lebih baik aku menutup mata saja!"
Komentar semua orang terlontar saat mereka mendekati pintu gerbang istana yang megah dan tinggi mencapai 10 meter, dan dinding berkotak-kotak yang dibuat sebagai batu mistik mengganti batu batanya.
Mereka semua kagum dengan desain istana Dewa perang, tidak ada yang bisa mereka katakan lagi, mereka semua hanya bisa menyentuh dinding dan menikmati aliran energi lembut yang Keluar dari dinding batu mistik.
Dreeet
Terlihat istana yang luas dan besar saat pintu terbuka lebar, mata mereka langsung tertuju pada kursi istana yang terbuat dari emas dan dudukannya dari batu mistik, dan juga terlihat dimeja khusus milik Kekaisaran sebuah mahkota berlapis tujuh dengan banyak berlian langkah dan permata indah. Disebelahnya terlihat mahkota berlapis tiga yang bahannya juga sama seperti Mahkota berlapis tujuh, dan ada satu mahkota yang menarik minat semua wanita, yaitu mahkota berlapis lima dengan ukiran yang tidak kalah dengan mahkota berlapis tujuh.
"Suami apa itu Mahkota milikmu?"
"Dan itu Mahkota berlapis lima dan tiga apa juga milik Ratu dan Permaisurimu?"
"Haaheem, benar. Tapi sebelum aku membentuk pasukan dan mencari istri aku sudah mati karena racun itu. Tapi kali ini aku sudah memiliki semua impianku dan hanya tinggal sedikit yang perlu aku lakukan." desah Excel kepada semua orang terdengar kesedihan saat Excel bercerita, Qiaofeng yang tingginya hampir sebahu suaminya langsung memeluk lengan suaminya dan terlihat ada rasa penyesalan dengan air mata mulai membasahi kedua matanya.
Kemudian Excel berjalan menuju meja berlapis emas dan batu roh milik Kekaisarannya setelah melepaskan tangan Qiaofeng yang memeluknya dengan erat, saat Excel berjalan Qiaofeng dan Bi Liqin dipeluk semua saudarinya tanda ikut prihatin dengan kisah suaminya yang mengharukan.
Setelah mendekati meja, Excel mengambil Mahkotanya yang berlapis tujuh dan memakainya dikepalanya secara tiba-tiba jubahnya berubah menjadi jubah Kekaisaran yang berwarna keemasan dipadu dengan garis-garis putih diantara jahitannya.
Booommm
Segera aura yang agung meletus dari tubuh Excel saat memakai mahkota kebesarannya yang belum pernah dia pakai, seakan-akan mahkota itu mengenali pemiliknya dengan keluarnya kekuatan Dewa Absolute.
Kemudian Excel berbalik dan menatap semua orang yang berjumlah 14 ribu lebih, dengan mata yang indah berwarna biru dan dilapisi warna emas, cahaya aneh keluar dari mata seperti mampu menundukan Semesta hanya dengan menatapnya saja.
Buuk
Buuk
Buuk
Tiba-tiba semua wanita istri Excel dan juga semua pria langsung berlutut saat Excel membalikan badan dan menatap mereka semua tanpa bisa mereka tahan, tubuh mereka seakan-akan takluk hanya dengan tatapnya saja dan tidak mampu mengendalikan tubuhnya dan hanya ada keinginan yaitu pengakuan mutlak.
"Dengan ini, aku Kaisar Yang Maha Agung menyatakan bahwa aku adalah penguasa tunggal di alam semesta ini"
Boooommmm
"Panjang umur, Yang Mulia Kaisar Yang Maha Agung"
Serentak semua orang berucap tanpa bisa mereka kendalikan seakan-akan mulut mereka hanya bisa menuruti kemauan dari Kaisar mereka tanpa bisa mereka tolak, saat Excel menyatakan diri sebagai penguasa tunggal dialam semesta.
Aura yang meledak dari tubuh Excel langsung bisa dirasakan oleh seluruh alam semesta, bahkan para dewa Absolute yang selalu berkuasa selama ribuan juta tahun gemetar ditubuhnya dan jiwa mereka merasakan tekanan yang kuat hingga tanpa sadar lutut mereka menekuk dan tiba-tiba berlutut.
Gelombang demi gelombang energi kemuliaan menghantam tiap tubuh semua mahkluk dialam semesta tanpa bisa mereka kendalikan, semua mahkluk langsung berlutut saat merasakan Aura Yang Maha Agung dan tanpa mampu menahan tubuh dan mulut semua mahkluk berbicara.
"Selamat datang dan panjang umur Kaisar Yang Maha Agung, Penguasa tunggal dialam semesta"
"Aku Sang Pencipta, mulai saat ini akan mengembalikan keadilan yang selama ini menghilang dan telah menghancurkan keseimbangan alamku yang dilakukan para dewa yang serakah.
Saat ini, Aku Sang Pencipta dan juga Dewa Perang menyatakan perang terhadap para dewa yang selalu merusak keseimbangan alam dan juga, Aku memusnahkan mereka tanpa pandang bulu."
Booommm
Booommm
"Panjang umur, Sang Pencipta"
(Author : next chapter saya akan menulis kisah perjalanan Dari Dewa Perang mungkin kurang lebih 10 bab, jadi dimohon bersabar.
Saya akan berusaha memberikan tiap chapter lebih baik dari sebelumnya. 100 chapter mungkin akhir perjalanan di Benua venus.
Mohon dukungannya agar saya bisa lebih bersemangat untuk menulis kisah perjalanan Pasukan Wanita dan 1 pria cabul. Salam hangat dari saya pria jomblo)
__ADS_1