Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 30 Rencana Ratu Dan Kaisar.


__ADS_3

Chapter 30 *Skema Kaisar Zhou*


Di istana Kekaisaran Zhou, seorang pria paruh baya sedang duduk disinggasananya, dengan wajah jelek memerah karena amarah.


Sudah sejak 1 Minggu ini banyak laporan yang membuatnya naik pitam tidak terkendali.


Laporan-laporan itu yang datang entah dari mata-matanya, menteri dan jendral membuat Kaisar Zhou pusing dan geram. Sudah tidak kuat mendengar semuanya Kaisar Zhou mengebrak sandaran tangan singgasananya hingga retak.


Braaaakk


"Kenapa bocah sialan itu selalu mencari masalah saja. Dari menculik Putriku, melukai Jendralku, membunuh beberapa tetua Sekte, merusak rencana menguasai Zona Bebas dan bahkan memusnahkan salah satu Sekte pendukungku...sial, sial" teriak sang kaisar Zhou yang membuat semua orang di istana ketakutan.


"Yang mulia, lebih baik kita menyusul Putra Mahkota Zhou Zhong, saya kuatir Putra Mahkota tidak bisa mengalahkan si Excel itu" kata Menteri Pertahanan Kekaisaran.


Setelah mencerna ucapan Menteri nya dan memikirkan rencananya, Kaisar Zhou mengambil giok komunikasi dan berkata dengan seseorang...


"Kaisar Wei, aku Kaisar Zhou. Lebih baik rencana kita majukan segera, firasatku beberapa hari ini membuatku semakin gelisah" setelah berkata Kaisar Zhou terdiam sebentar, bawahan Kaisar pun sedikit mengernyitkan dahinya.


Setelah merasakan getaran giok komunikasi, terdengar suara seorang pria paruh baya...


"Haii, Kaisar Zhou, aku kira hanya aku saja yang mendapatkan firasat buruk akhir-akhir ini. Iya, kamu benar saudaraku, dari mata-mata aku di Kekaisaran Ling dan Li, yang melaporkan jika Kaisar Li dan Ling akan menuju zona bebas dalam beberapa hari ini, jika tebakanku tidak salah mereka akan tiba besok dizona bebas" balas Kaisar Wei.


Mendengar balasan dari Kaisar Wei semakin membuat kemarahan Kaisar Zhou memuncak...


"Kurang ajar, mereka sengaja menantang kita Kaisar Wei, jika begitu, ayo kita sambut mereka dengan kekuatan kita, aku akan kerahkan seluruh pasukanku"


"Baik saudaraku, kita bertemu lagi diperbatasan segera mungkin" setelah balasan dari Kaisar Wei komunikasi berhenti.


Suasana dikediaman istana seketika hening dan tegang jika akan terjadi peperangan besar antar Kekaisaran dibenua Venus.


Tiap peperangan selalu mengorbankan banyak nyawa yang tidak terhingga yang tewas, karena itu banyak pemimpin yang selalu bernegosiasi agar peperangan bisa dibuat seminim mungkin terjadinya korban diantara mereka.


"Segera adakan Rapat mendadak, undang semua pendukung kita dibenua barat tanpa terkecuali. Juga panggil semua Putra dan Putriku dan Permaisuri." perintah Kaisar Zhou pada mereka semua yang hadir di istana.


"Baik, Yang Mulia" jawab mereka serentak dengan menangkupkan tangan dan menundukkan kepala.


Segera Kaisar Zhou meninggalkan istana menuju kamar pribadinya, setelah memasuki kamar Kaisar duduk dikursi kesayangannya,


kemudian Kaisar Zhou mengambil sesuatu dari cincin dimensinya, mengeluarkan item itu yang terlihat bergetar disusul dengan cahaya putih, setelah item itu tenang Kaisar Zhou berucap...


"Sobat, sudah lama kita tak berperang bersama, sebentar lagi kita akan bertempur lagi" dengan mengelus item itu Kaisar Zhou mengenang masa lalunya.


Tok tok tok


"Maaf, Yang Mulia, Permaisuri pertama ingin menemui, Yang Mulia" suara kasim dibalik pintu.


"Biarkan dia masuk" balas Kaisar Zhou pada kasimnya.


Setelah beberapa saat Permaisuri pun tiba, melihat wajah yang tidak sedap dipandang Permaisuri pun berujar...


"Yang mulia, ada apa anda terlihat tegang akhir-akhir ini" tanya Permaisuri pada Kaisar.


"Haaheem, ini terkait bocah nakal itu, dan sekarang ditambah Kaisar Li dan Ling yang berniat menguasai Zona Bebas sebelum aku." balas Kaisar pada Permaisurinya setelah menghela nafas.


Permaisuri berjalan ke arahnya dan duduk disebelah, dengan gaya mengoda meletakkan tangan kirinya dipaha Kaisar.


"Untuk bocah itu, kenapa Yang Mulia tidak bersekutu saja dengannya, aku dengar dia berbakat, tingkatnya sudah di atas To God, dan usianya baru 17 tahun, dibenua Venus tidak pernah terdengar ada jenius seperti bocah itu..." goda Permaisuri dengan tangannya mengelus paha dan sedikit menyentuh tongkat naganya.


"Lalu apa saranmu, Permaisuri ku" tanya Kaisar yang sedikit kendur dari tekanan, dengan wajah tersenyum dan tangan setannya mulai meraba buah melon Permaisurinya...


"Aaaahh, Yang Mulia, itu sangat mudah..! gu-gunakan kecantikan sebagai umpannya...!" dengan mendesah karena sentuhan bandot tua itu, Permaisuri melanjutkan ucapannya...


"Se-setelah bocah itu mengigit umpan, maka gunakan untuk melawan Kekaisaran Li dan Ling."


"Ha-ha-ha, Permaisuri kamu sungguh pintar, satu batu membunuh tiga burung" dengan tawa senang Kaisar langsung menindih Permaisurinya...


Terdengar ******* dan erangan di dalam kamar Kaisar Zhou, mereka berdua sedang berAnu-anu ria dan juga merencanakan skema untuk menjerat Excel...


Setelah 4 jam, semenjak semua bawahan Kaisar Zhou menghubungi pendukungnya, orang kepercayaan Kaisar mengetok pintu kamar Kaisar.

__ADS_1


Tok tok tok


"Yang Mulia, semua sudah berkumpul diruang rapat..." lapornya pada Kaisar Zhou.


"Bagus, biarkan mereka menunggu"


"Siap, Yang Mulia" balas orang kepercayaannya seraya meninggalkan pintu kamar Kaisar.


"Ayo ikut rapat, wanita bajingan itu sudah pasti mengekorku" ucap kaisar Zhou pada Permaisurinya.


"Baik, sayang" balas Permaisuri dan membantu memakai jubah kebesarannya.


Di ruang rapat sudah banyak orang-orang yang terkenal di benua Venus, dan disegani karena kekuatannya, kini mereka semua berkumpul dan mengobrol, dalam obrolan banyak spekulasi terlontar dari mulut yang hadir.


Walau mereka terlihat bersahabat, sebenarnya mereka penuh dengan kompetisi untuk saling berebut wilayah dan sumberdaya.


Sebenernya Kaisar Zhou sudah mengetahuinya, namun sengaja Kaisar Zhou tidak ikut campur dalam hal yang dianggapnya sepele.


"Apa kamu mendengar jika putra dari Ming Chu mati di desa Chang" ucap seseorang Patriack yang berada diruang rapat


"Mungkin itu hanya gosip, agar kita tidak merasa kuatir saat kompetisi antar murid yang akan diselenggarakan berberapa bulan lagi"


"Tidak, itu benar. Aku menerima berita dari keponakanku yang berada di Sekte saat itu"


"Mustahil, Ming Cao adalah jenius dengan tingkat Penguasa tahap akhir bagaimana bisa mati didesa Chang...?"


Saat berdebat terjadi diruang rapat yang hampir sempat memanas, seketika diam saat mendengar suara pemberitaan akan hadirnya orang yang mereka tunggu.


"Yang Mulia Kekaisaran Zhou, telah tiba"


Mendengar orang yang di tunggu telah datang, serentak semua orang yang hadir berdiri dengan hikmat dan sikap hormat.


Melihat jubah Kekaisaran berkibar sangat indah, dengan mahkota kebesaran melekat di kepalanya, wajah berwibawa dengan sikap angkuh yang menunjukkan sikap dominasinya.


Diiringi seorang wanita anggun dengan aura menenangkan hati semua orang yang hadir, gaun merah memanjang dan menyentuh lantai, berjalan bersama Kaisar yang terlihat harmonis, Ratu Kekaisaran, Shu Peijing.


Ratu Kekaisaran Shu Peijing adalah seorang wanita yang sangat disegani semenjak dia belum menjadi seorang Ratu di Kekaisaran Zhou.


Karena merasa jika tidak bisa menjadi Kaisar, Zhou Ming membuat rencana menggulingkan tahta ayahnya dengan bantuan dari keluarga Shu Peijing.


Dengan bantuan dari keluarga Shu, rencana awal Zhou Ming menjadi lancar saat membunuh Putra mahkota pertama yang saat itu sedang berburu dihutan kematian.


Saat rencananya akan berhasil, keluarga Shu meminta keinginannya untuk menjadikan Putri bungsu mereka menjadi Ratu dan tanpa menyentuhnya.


Saat Zhou Ming merasa ragu, keluarga Shu mengancamnya dengan membongkar kebusukan dari Zhou Ming kepada kaisar.


"Apakah kamu setuju Tuan muda Zhou Ming, kamu tahu jika kekuatan keluarga Shu setara dengan Kekaisaran Zhou...!"


"Haah, baiklah. Aku akan menjadikan Shu Peijing menjadi Ratu tanpa menyentuhnya. Tapi kamu harus membantuku menjadi Kaisar hingga tuntas" dengan sedikit kesal Zhou Ming menyetujuinya permintaan mereka.


"Ha-ha-ha, sepakat. Itu sangat mudah pangeran"


Kekaisaran Zhou menjadi Medan perang saudara, banyak kematian terjadi di Kekaisaran dimana pendukung ayahnya sekaligus kaisar saat itu kalah telak.


"K-kau...a-nak yang durhaka, Zhou Ming"


"Iya, aku anak durhaka. Tapi demi kekuasaan aku akan lakukan apapun bahkan membunuhmu...hahaha!"


Craazzh


Bluukk


Bluuk


Dengan terpenggalnya kepala Kaisar Zhou yang sekaligus ayah Zhou Ming, membuat rencana menjadi Kaisar Zhou sukses besar.


Namun, perbuatan buruk yang dilakukannya semasa muda dulu masih belum berakhir, banyak Sekte dan keluarga besar lainnya dihancurkan dan hanya menyisakan mereka yang mau tunduk pada Zhou Ming, kecuali keluarga Shu yang tidak berani dia usik, karena kekuatannya sudah cukup menjadi Kekaisarannya hangus.


Saat pemberontakan Zhou Ming terhadap Kekaisaran ayahnya, Shu Peijing masih berusia 5 tahun dan bakatnya sudah terlihat diusia yang masih belia.

__ADS_1


Dengan sumberdaya besar dari keluarga Shu dan Kekaisaran Zhou, Shu Peijing dengan cepat melampaui anak seusianya, saat usia 10 tahun kultivasinya sudah berada di tingkat Mortal, mengetahui jika bakat Shu Peijing yang mengerikan Zhou Ming tidak mau memprovokasinya bahkan menyentuh pun tidak ingin dia pikirkan.


Kini Shu Peijing sebagai Ratu Kekaisaran Zhou dengan tingkat Holy Monarch, dengan usia 35 tahun menjadi sangat disegani dan dihormati melebihi Kaisar Zhou Ming.


"Panjang umur, Yang Mulia Zhou"


"Panjang umur, Yang Mulia Ratu"


Serempak semua orang mengucapkan salam Kekaisaran. Setelah Kaisar duduk dikursi utama bersama Ratunya yang ada di sebelahnya, mempersilakan semua orang duduk kembali.


"Kembali duduk"


Semua langsung kembali pada tempatnya yang tadi mereka tempati, sejenak hening Kaisar Zhou berkata...


"Aku tahu kalian pasti ingin meminta penjelasan padaku, dengan diadakan rapat mendadak ini..."


Kaisar Zhou banyak bicara pada mereka semua tentang rencana yang sudah dia rencanakan sejak lama dengan Kekaisaran Wei.


Dengan anggukan kepala, mereka semua yang sudah mengerti secara garis besarnya, setiap pertanyaan dan jawaban sudah dibahas dalam rapat ini.


"Baiklah, aku berharap besok kita bisa langsung bergerak menuju zona bebas bersama-sama, zona bebas adalah pertahanan bagus untuk menguasai benua Venus ini." dengan Kaisar berdiri yang diikuti semua orang yang akan menyambut Kaisar Zhou meninggalkan ruang rapat.


"Berjayalah Kekaisaran Zhou.


"Panjang umur, Kekaisaran Zhou "


Kembali dikamar pribadinya bersama Ratu Kekaisaran, Kaisar Zhou langsung duduk dikursi kesayangannya diikuti sang Ratu. Dengan menghela nafas bersandar pada kursi...


"Semoga peperangan ini mengakhiri jaman lama..."


"Semoga keputusanmu justru tidak mengakhiri Kekaisaran ini..." ucap Ratu setelah itu berdiri dan melangkah meninggalkan Kaisar seorang diri dikamarnya.


Melihat Ratu hilang dari matanya, Kaisar Zhou mengambil token yang lama tidak pernah dia gunakan, dengan mengigit jari telunjuknya keluarlah darah, kemudian darah itu dia oleskan pada token yang berwarna putih, seketika token itu bersinar terang dan sinar itu menghilang seperti sedia kala.


"Ada apa bocah?" tiba-tiba terdengar suara yang sangat mengerikan keluar dari token itu.


"Maaf, Yang Mulia yang telah mengganggu istirahat anda!!." setelah berhenti sejenak, Kaisar berkata lagi...


"Rencana kita akan aku dipercepat, Yang Mulia."


"Kenapa harus dipercepat!! Apa kau sudah mendapatkan kandidat yang aku inginkan?" tanya suara itu pada Kaisar Zhou.


"Justru kandidat itulah lawanku, Yang Mulia. Tingkat To God ke atas, dengan usia 17 tahun" jawab Kaisar pada suara itu.


"Ha-ha-ha, akhirnya aku bisa bebas lagi...!baik, baik, aku akan memberi kekuatan ku saat itu tiba. Kapan kamu akan menghadapinya...?"


"Di perkiraankan 3 hari lagi, Yang Mulia"


"Ha-ha-ha, sangat cepat, sangat cepat, baiklah bocah pada hari itu panggil aku dan aku akan beri kekuatanku, tapi ingat konsekuensinya...!" balas suara itu dan peringatannya.


"Saya mengerti, Yang Mulia" dengan diakhiri pembicaraan itu suasana kembali hening.


Keesokan harinya Kaisar menuju ke pangkalan militer, melihat persiapan semua pasukannya dan semua telah siap, pasukannya membuat Kaisar Zhou bangga dan mengangguk-anggukkan kepalanya dengan sikap puas diri.


"Yang Mulia Kekaisaran Zhou, telah tiba" ucap seorang kasim memberitakan kehadiran Kaisar Zhou. Yang diikuti oleh Permaisuri, Putra dan Putrinya, kecuali Ratu Shu Peijing yang saat ini berada di istana pribadinya bersama kedua orangtuanya


"Jing'er apa yang dilakukan Kaisar bodoh itu" tanya ayah Ratu pada Putri bungsunya.


"Entahlah, ayah. Aku sudah peringatkan dia" balas Ratu yang terlihat geram terhadap tindakan ceroboh Kaisar Zhou.


"Jika leluhur tidak kuatir dengan sosok dibalik anak bodoh itu, sudah pasti kita bisa menghilangkan kediktatoran bocah itu"


"Sabar ayah, aku yakin anak muda itu bisa merubah situasi benua ini" ucapan Ratu Shu Peijing yang begitu yakin dengan orang yang dia bicarakan.


"Semoga saja. Apa kamu tidak ikut Jing'er?" tanya ayahnya, merasa aneh jika anaknya tidak mengawasi kaisar Zhou.


"Aku pasti akan ikut, aku kuatir dia akan lebih ceroboh tanpa aku mengawasinya, ayah" selama ini Ratu Kekaisaran Zhou selalu intervensi terhadap kegiatan kaisar Zhou yang selalu saja merugikan Kekaisaran dan orang banyak.


Setelah percakapan antara Ratu dengan ayahnya, Kaisar Zhou kini telah berada di atas kapal angkasanya bersama keluarganya.

__ADS_1


"Siapa saja Putriku dan pelayanku yang mampu membuat bocah nakal itu jatuh cinta pada kalian, aku akan beri wilayah dan sumberdaya yang besar buat kalian" ucap Kaisar Zhou yang melihat Putri-putri tercantiknya dengan senyum bangga, dengan imbalan itu siapa saja pasti akan tergiur.


Sengaja Kaisar Zhou membawa serta 154 Putri tercantik yang masih gadis sebagai umpan memikat Excel, untuk membuat Excel tunduk dan dijadikan bonekanya sebagai awal rencananya saat melawan Kaisar Ling dan Kaisar Li, bahkan Kaisar juga membawa banyak pelayan yang masih gadis dan pilihan, untuk membuat rencananya lebih sukses.


__ADS_2