Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 64 Selir Ling Mei


__ADS_3

Chapter 64 Permaisuri menjadi bagian pasukan.


Kapal tempur BESD1 sudah mendarat didekat danau tempat perbatasan dari hutan kematian, dimana kisah putra mahkota dibunuh di hutan kematian oleh adiknya sendiri, yaitu Kaisar Zhou yang Excel tangkap dan disiksa didalam pagoda penyiksaan.


Di pinggir danau Excel sedang menunggu semua wanitanya kembali dari menjemput keluarga mereka yang akan menetap dikota Phoniex.


"Suami bagaimana kabar saudari kita" tanya Xiao Chun yang saat ini sedang memasak daging kelinci dan ayam hutan yang dibantu Shu Eu-Meh dalam mengolahnya.


"Mereka baik-baik saja, Veno selalu mengawasi semua wanitaku dengan baik."


"Lalu apa yang dilakukan leluhur Zhou sekarang?" kata Shu Eu-Meh yang juga sedang memasak ayam hutan yang dia buru setelah Excel telah memberikan teknik memanah Dewi bulan.


"He-he-he, semua orang akan menemuhi ayah Xiao untuk membantu mereka berbicara padaku" jawab Excel dengan terkekeh karena rencana mereka telah Excel ketahui dari rekaman Veno yang juga selalu mengawasi gerak gerik semua orang dibenua Venus.


"Bagaimana kamu tahu, suami?" tanya Xiao Chun yang merasa aneh jika Excel mengetahui rencana mereka, padahal kemanapun Excel bergerak dia dan Shu Eu-Meh selalu mengikuti.


"Ingin tahu?"


"Iya" jawaban serempak kedua isterinya yang penasaran bagaimana caranya Excel mengetahuinya.


"He-he-he, jika ingin tahu, kalian harus bisa bertahan selama 1 jam...ha-ha-ha"


"Tidak, aku tidak kuat"


"Lebih baik aku tidak tahu" jawaban mereka yang tidak ingin terus dihukum naga saktinya, mereka berdua hanya bisa bertahan selama 30 menit dan sudah dibuat keluar berkali-kali hingga tidak mampu bergerak lagi.


"Ha-ha-ha, kalian terlalu lemah" ejek Excel yang membuat mereka berdua malu dan bahagia.


"Jika 30 menit aku bisa, suami" balas Xiao Chun yang sudah salah tingkah karena goa silumannya mulai basah.


"Iya, aku juga hanya bisa selama itu" Shu Eu-Meh sudah selesai memanggang ayam hutan yang dia olah, tapi juga jantungnya sudah berdebar-debar dan goanya sudah menjadi lembab.


"Isteriku Zhou Mei sudah datang" kata Excel pada mereka berdua yang masih berfantasi diotak mereka.


Wuuuuussshh


Ceeezzz


Sebuah kapal perang telah tiba didepan pintu masuk hanggar kapal BESD1, secara otomatis pintu gerbang terbuka dan kapal perang itu bergerak sendiri secara berlahan lalu terparkir didalam hanggar dengan rapi.


Setelah itu terlihat wanita cantik berusia 20 tahun yang tidak lain adalah Zhou Mei, disebelah terlihat wanita dewasa yang wajahnya mirip dengan Zhou Mei, dengan usia 38 tahun terlihat seperti adik dan kakak saat berdiri berdampingan.


"Selamat datang" kata Excel kepada keluarga Zhou Mei yang baru datang.


"Suamiku" Zhou Mei senang sekali di sambut Excel dan berlari memeluknya, seperti seorang kekasih yang sudah lama tidak bertemu, dengan gembira Excel membalas memeluk Zhou Mei dengan erat.


"Ha-ha-ha, Zhou Mei apakah kamu merindukanku?" tanya Excel yang juga memeluk Zhou Mei dengan kasih sayang, dengan tangan kiri dipunggung dan tangan kanan dipantat Zhou Mei.


"Putriku, apakah ini suamimu?" tanya ibu Zhou Mei yang kini berada di samping kedua istri Excel yang satu tim dengan putrinya, saat ini kedua mata Excel menatap kedua mata ibu Zhou Mei, dan membuat ibu Zhou Mei yang melihat juga gemetaran dihatinya, dada terasa sesak nafas memburu wajah memerah, perasaan aneh yang tidak pernah dia alami, semakin lama menatap mata Excel semakin bergejolak di jiwanya hingga darah sedikit mengalir di hidungnya.


Perasaan cinta yang dihati mulai bermekaran, benih cinta yang tak pernah tumbuh kini dengan cepat berakar, daratan tandus mulai tersiram air seperti gelombang tsunami, ibu Zhou Mei sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Excel.


"Ibu, kenapa ibu melihat suamiku segitunya? Apa ibu sekarang percaya apa yang aku katakan...he-he-he" tanya Zhou Mei pada ibunya, Zhou Mei sudah tahu jika akan terjadi seperti ini saat ibunya bertemu suaminya.


Seseorang yang memiliki karisma mampu membuat orang yang berada disekitar menjadi tenang nyaman dan damai, ada rasa dihati untuk selalu dekat dan tunduk tanpa syarat.


"Aaah, Putriku maafkan ibu...ibu...!!"


"Ibu sudah jatuh cinta dengan suamiku, ya" kata Zhou Mei yang menyela perkataan ibunya yang gugup saat ditanya Putrinya.


"A-anu, ibu tidak t-tahu..."


"Ha-ha-ha... sudah aku katakan, aku bisa berbagi" jawab Zhou Mei yang mengingatkan ibunya saat dirumah, kemudian Zhou Mei berbisik...


"Dari 1270 wanita tidak ada yang bisa memuaskan suami kita, kita paling lama hanya bisa bertahan selama 30 menit, ada juga yang bisa bertahan selama 45 menit tapi berakhir pingsan...he-he-he" mendengar bisikan Putrinya, ibu Zhou Mei yang juga bernama Ling Mei, menjadi semakin penasaran dengan keganasan suami Putrinya, tapi saat pikirannya mulai berfantasi dengan menantunya, suara Excel membuyarkan pikiran yang sudah liar.


"Ibu mertua, perkenalkan aku Excel suami dari Putrimu."


"Ma-maaf, Mena..."


"Suami, ibu. Bukan menantu" sela Zhou Mei disaat ibunya ingin memanggil Excel dengan sebutan menantu.


"Ha-ha-ha"


Melihat kondisi Ling Mei yang sudah salah tingkah, menjadikan semua orang ketawa termasuk keluarga Zhou Mei yang ikut bergabung dalam penjemputan, Zhou Mei sendiri sudah banyak bercerita tentang suaminya dari awal bertemu hingga misi menjemput keluarganya, jadi mereka sudah mempersiapkan diri secara mental agar tidak mati karena terkejut.


Kemudian Zhou Mei mengatur keluarganya menuju tempat yang sudah disediakannya, keluarganya sudah tidak bisa berkata-kata saat mengagumi kapal perang milik suami Zhou Mei.


"Kakak Mei, apa kakak Mei mau berbagi suami dengan aku? A-aku menyukai suamimu" tanya adik sepupunya dengan usia 15 tahun.


"He-he-he, tidak masalah. Suamiku selalu bersikap adil, dan lagi aku dan yang lainnya belum bisa melayani dengan baik" jawab Zhou Mei pada adik sepupunya.


"Benarlah?" tanya adiknya lagi karena masih belum yakin padanya.


"Benar, tapi kamu harus kuat secara mental, oke"


Kemudian semua isteri Excel datang secara bergantian, tidak ada kendala yang terlalu berlebihan saat proses berjalan, walau ada sedikit halangan dalam misi penjemputan yang dialami tim Hu Ru Ming yang sempat meledakan bandit di hutan yang ingin merampok, dan juga tim Niu Qinglin dimana Qiaofeng gadis kecil meledakan bandit didesa yang ingin memeras penduduk desa.


Secara keseluruhan semuanya aman termasuk keluarga yang berasal dari wilayah Kekaisaran Zhou, tanpa ada halangan apapun karena banyak orang sudah ketakutan saat Excel berada di istana kekaisaran yang telah diketahui banyak penduduk kota Kekaisaran.


"Xuan'er, apa semua keluarga kita sudah diatur ditempat yang sudah disiapkan?"


"Beres, sayang. Dan mereka sangat menyukai kapal perang ini, karena hampir tidak ada bedanya, malahan anak-anak gembira saat ada tempat bermainnya"


"He-he-he, sungguh menyenangkan melihat semua keluarga kita bahagia. Kalau sudah beres, panggil semua wanita yang mampu berperang dan wanita yang sudah ditinggal pasangannya, lalu kita bicarakan rencana selanjutnya." Excel sangat bahagia bisa melindungi keluarganya, dan meminta Ling Xuan untuk mengumpulkan semua wanita yang masih gadis atau yang sudah ditinggal suaminya.


"Baik, suami. Aku akan atur dulu...cup" jawab Ling Xuan dan sebelum pergi mencium pipi suaminya.

__ADS_1


"Kamu... Awas jika nanti aku hukum kamu menyerah...ha-ha-ha"


Excel ingin memberikan tugas pada semua wanitanya dan membagi pekerjaan agar semua bisa bekerja sama dengan baik tanpa ada rasa iri atau curiga.


"Sayang, kami sudah berkumpul semuanya" kata Zhou Mei yang masuk dengan banyak wanita yang berada dibelakangnya.


"Baiklah, kalian semua silakan duduk"


"Terima kasih sudah menerima panggilan saya. Saya ingin berdiskusi dengan kalian semua tentang rencana Keluarga besar kita yang akan datang, saya memiliki rencana tentang membentuk tim pasukan wanita dan kalian pasti sudah tahu.


Aku ingin membagi kalian menjadi berberapa tim dan memberikan tugas dan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan kalian semua.


Tim pertama,



Zhou Mei


Ji Yan


Hu Ru Ming


Xue Rong


Xue Long


Ling Xuan


Li Que


Tang Ran Moon


Xiao Mei Xing


Bai Chu


11....Kalian bisa mendaftar nama kalian...



Tim pertama bertugas mengatur semua keperluan keluarga besar kita,



Merekrut pasukan wanita.


Menjadwal Berkultivasi ganda.


Menjadwal personel ruang kendali.


Melatih pasukan (skill, ruang simulator).


Merekrut pasukan pria.


Pengawas kapal


Manajemen keluarga dan kapal


Guru beladiri


Jika kalian ada masukkan silakan katakan



Tim kedua pendukung tim pertama,



Li Xia


An Na


Li Jia Li


Li Yenny


Ling Jingyi


Niu Qinglin


Ai Hua


Ling Zhi Shu


Zhou Xiu


Xiao Chun


Shu Eu-Meh


Zhou Shun


Zhou Shilin


dan seterusnya kalian bisa daftarkan diri...


Sampai disini jika kalian ada ide, pendapat atau masukan bisa kalian bicarakan bersama-sama" Excel sudah berbicara tentang rencananya membagikan tugas dan perkembangan kepada semua wanitanya.

__ADS_1



"Paman, terus aku dapat tugas apa?" tanya Qiaofeng dengan cemberut yang namanya tidak disebutkan gurunya, setelah Excel berpikir sejenak untuk tugas yang cocok untuk muridnya.


"Untuk muridku, ada dua tugas.


Pertama, sebagai pemimpin harus mencari anak yang seumuran untuk dilatih menjadi pasukan,



Pasukan junior


Pasukan senior


Pasukan inti


Tugas kedua harus melaporkan semua perkembangan pasukanmu pada guru dan Qiaofeng akan dibantu bibi-bibimu, apa feng'er bisa menerima tugas ini?"



"Bisa, Paman" tanpa berpikir Qiaofeng segera menjawabnya.


"Baiklah jika feng'er bisa menerima tugas ini. Dan untuk semua wanitaku kalian juga bantu muridku untuk membimbing pasukan junior hingga menjadi pasukan inti" setelah Excel memberikan muridnya tugas sebagai pemimpin pasukan baru, membuat Qiaofeng sangat gembira menjadi pemimpin.


"Ha-ha-ha, Horee aku jadi pemimpin pasukan, aku punya pasukan" dengan menari-nari berputar-putar dan tertawa gembira, semua orang hanya tersenyum dan melanjutkan diskusinya lagi.


"Suami, ibu ingin berbicara secara pribadi, apa bisa?" tanya Zhou Mei yang tiba-tiba saat diskusi telah selesai, Ling Mei malu ingin berbicara secara terbuka didepan banyak wanita muda yang juga istri menantunya, Excel langsung menatap mata Ling Mei dan membaca pikirannya dan jiwanya dengan senyum yang membuat Ling Mei bergetar dihatinya.


"Baiklah, ayo ikuti aku"


Kemudian Excel berdiri menuju kamar komandan kapal dan Ling Mei yang malu karena semua isteri Excel tersenyum padanya segera mengikuti Excel dengan hati gelisah.


"Kira-kira ibu bisa bertahan berapa menit melawan suami kita" tanya Xue Long yang tiba-tiba menjadi pembahasan diruang pertemuan.


"He-he-he, mungkin 1 jam karena ibu lebih berpengalaman dari pada kita" jawab Zhou Mei pada Xue Long, Zhou Mei tahu jika ayahnya sudah sangat lama tidak memanggil ibunya, karena Kaisar Zhou selalu tidak peduli jika selirnya yang sudah hamil.


"Tidak, mungkin sama seperti kita...ha-ha-ha" ucap Ling Xuan yang selalu kalah bertarung dengan Excel.


"Terus bagaimana dengan Permaisuri dan selir kaisar Zhou yang ditinggalkan?" tanya Li Jia Li pada mereka semua


Diruang pertemuan kini telah menjadi tempat bergosip semua wanita yang berjumlah lebih dari 1500 orang, obrolan semakin seru ketika mereka yang belum pernah mendapat hukuman dari tongkat naga sakti Excel dan berbicara tentang segel yang semakin membuat suasana semakin seru.


"Ibu, silakan duduk disebelah saya" pinta Excel saat mereka sudah didalam kamar Excel yang mewah melebihi kamar pribadi Kekaisaran Zhou. Ling Mei terlihat semakin gelisah karena gejolak hatinya yang tidak pernah dia rasakan selama ini.


"Ibu mau bicara apa?" tanya Excel saat ibu mertuanya sudah duduk disebelahnya dan tampak gugup.


"A-aku in-..."


"Jangan gugup, santai saja. Aku tahu apa yang ibu pikiran jadi jangan terlalu sopan dengan ku" kata Excel yang semakin membuat Ling Mei tidak karuan, tiba-tiba Excel memeluk pinggangnya dengan tangan kanannya, yang membuat jantung Ling Mei berdetak semakin kencang, dan kedua kaki terlihat semakin tertutup rapat saat Ling Mei merasakan jus cintanya mulai keluar.


"Apa kamu ingin menjadi isteriku?" tanya Excel lagi karena Ling Mei tidak juga menjawab pertanyaannya.


"Iya, entah kenapa hatiku selalu berdetak kencang saat melihatmu pertama kali...'


Cup


Excel tiba-tiba mencium bibirnya hingga membuat Ling Mei kaget, tapi tanpa menolaknya dan segera menyambut ciuman itu, suasana semakin panas dan mereka saling melepaskan pakaiannya bergantian, ******* Ling Mei sudah tidak bisa dia tahan saat Excel telah menempatkan kepala naga saktinya di bibir goa silumannya...


"Aaah, terlalu besar..." ucap Ling Mei saat melihat naga itu sudah berdiri tegak.


"Apa milik idiot itu tidak sebesar ini?" tanya Excel yang penasaran dengan mantannya.


"Tidak, kecil sekali..."


"Seberapa kecil?"


"7 cm, punyamu sangat besar mungkin 35 cm, mana bisa masuk...?"


"Kamu akan tahu jika sudah masuk...he-he-he" kata Excel dengan bangga.


"Aaaahh, penuh..."


Setelah sesi hukuman tongkat naga saktinya, Ling Mei sudah menyerah saat keluar yang ke 9 kalinya dan Excel baru sekali.


"Sama seperti Zhou Mei hanya 30 menit dan keluar 9 kali...he-he-he. Apa mau lagi, cantikku?" tanya Excel dengan terkekeh melihat Ling Mei yang lemas tanpa bisa bergerak.


"Tidak, ampun sayang jangan lagi" jawab Ling Mei yang tidak kuat menerima pukulan terus-menerus dari naganya.


"Ha-ha-ha, baiklah aku akan melanjutkan lagi nanti, sekarang apa yang ingin kamu katakan?"


"Apa kamu mau menerima semua pasangan kaisar Zhou? Saat mereka tahu kamu dan prestasimu menjadi menyukaimu, apalagi Zhou Mei telah memberitahukan pada mereka tentangmu, suamiku" jawab Ling Mei pada Excel.


"Siapa saja?"


"Selir, pelayan bahkan semua Permaisuri Kekaisaran kecuali ibunya Zhou Zhong dan ibunya Zhou Weng yang menjadi musuhmu, aku dengar mereka melarikan diri ke Kekaisaran Wei mencari bantuan pada leluhur Wei"


"Sebenarnya, aku tidak ingin semua wanitaku hanya sebagai Kanvas didalam kamar, yang membuat mereka manja dan lemah.


Kamu lihat semua wanitaku, selain sebagai isteri juga sebagai pasukan inti Kekaisaranku, dan aku akan selalu bawa mereka kemanapun dan menjelajahi seluruh alam semesta. Apa mereka sanggup dengan pelatihan yang keras dan menjalankan misi berbahaya?" tanya Excel pada Ling Mei


"Aku akan berbicara pada mereka, suami"


"Iya, ajak semua wanitaku agar prosesnya lebih cepat


"Baik, sayang"


"Dan juga ajak keluarga mereka yang mau bergabung dengan kita dan jangan dipaksa, mereka yang tidak ikut beri sumberdaya yang cukup agar tidak menjadi beban pikiran mereka yang baru bergabung, sumberdaya kamu bisa ambil digudang kapal" kata Excel pada isterinya.

__ADS_1


(Author : maaf jika alur cerita lambat, karena dari awal saya menulis selalu dengan santai. Salam)


__ADS_2