
Chapter 73 Memusnahkan Binatang Monster
Rasa penasaran dengan sesuatu hal yang baru akan membuat orang selalu ingin mempelajarinya, karena pengetahuan adalah sumber kekayaan bagi semua orang.
"Baik akan aku jelaskan. Kenapa, saat aku menyiram air penangkal virus itu dan mengenai sebagian binatang malah membuat binatang yang tidak terkena air memangsa mereka?" Excel sengaja bertanya kepada semua orang agar mereka bisa dengan mudah mencerna penjelasannya, lalu semua orang berpikir dan menganalisa proses dari awal.
"Apa karena virusnya telah mati dan yang lain jadi mengira dia musuh" dekan sun mencoba mengutarakan pikirannya kepada Excel.
"Benar, dekan Sun. Jadi, virus itu adalah identitas binatang monster itu di saat virus itu telah mati akan membuat kawanan monster yang lain memangsanya, beruntung monster itu langsung mati jika masih ada kepala maka binatang itu akan kembali hidup dan kembali seperti semula menjadi brutal lagi.
Jadi cara kerja racun mayat dan virus hampir sama yaitu mengendalikan kinerja otak dan cara mengatasinya adalah meledakan kepala Monster itu. kalian bisa lihat, lihat binatang itu yang masih utuh kepalanya" Excel menjelaskan dan juga kebetulan ada contoh dimana binatang yang dimangsa masih tersisa kepalanya dan terinfeksi lagi meskipun tinggal kepala masih bisa bergerak dan tidak lagi dimangsa kawanannya.
"I-ini sangat mengerikan"
"Aku tidak habis pikir kenapa Sekte hitam dan leluhur Wei mengembangkan virus itu dan apa tujuannya?" Kaisar Ling berbicara dan mencoba menganalisis apa yang sudah terjadi.
"Sudah pasti ingin mengendalikan semua orang" Kakek Xuan menjawab perkataan anaknya
"Suami, bagaimana ciri-ciri jika ada orang yang terkena racun atau virus itu?" Tang Ran Moon bertanya pada Excel tidak biasanya istrinya yang satu ini bertanya.
"Hehehe, pertanyaan yang bagus. Itu mudah dikenali, jika ada orang yang terkena racun atau virus itu maka ciri-cirinya adalah matinya sel-sel kulit yang menjadi kusam dan mengkerut, mata merah dan berdarah dan yang terlihat aneh jika salah satu tubuh patah atau organnya hancur masih bisa bergerak maka sudah dipastikan dia terinfeksi. Mereka yang terkena racun atau virus gerakan lebih lincah, pendengarannya lebih sensitif terhadap suara, indera penciuman juga semakin tajam apalagi mencium bau darah.
Dan tujuan mereka adalah menjual penawar racun atau virus dengan begitu mereka bisa menguasai benua ini dan tidak perduli dengan nyawa siapapun" Excel menjawab dengan gamblang dan mudah dimengerti, setiap orang yang ada menjadi diam terlihat diwajahnya semua orang ada rasa ketakutan.
"Baiklah, informasi bencana ini sudah cukup, jendral segera gerakan pasukan untuk menyebarkan berita ini keseluruhan benua" kaisar Ling memberikan perintah kepada jendralnya, dan semua orang yang merekam segera memberikan batu giok perekam kepada sang jendral.
"Baik, Yang Mulia. Segera saya kerjakan" dengan segera sang jendral bergerak dengan mengunakan kapal perang Semesta yang diberikan Excel untuk ayah mertuanya waktu itu.
"Nak, apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Kaisar Ling bertanya kepada Excel.
"Aku akan memusnahkan monster-monster ini, ayah. Hehehe" Excel menjawab dengan santai dan tertawa ringan.
"Bocah, apa kamu bisa menghancurkan miliaran monster ini?" kakek Xuan yang selalu memusuhi Excel tidak percaya jika musuh yang mencuri cucunya mampu memusnakan semua monster-monster ini.
"Hehehe, apa kalian mau ikut?" Excel menjawab dengan ketawa misterius kepada semua orang.
"Hahaha, Nak aku pasti akan ikut melihat aksimu, hah sayangnya ibumu tidak ikut" kaisar Ling yang sedikit menyesal tidak mengajak Ratunya.
Kemudian Excel mengaktifkan mata bintangnya dan melihat seluruh istana dan matanya terfokus pada Ratu Kekaisaran Ling atau ibu mertuanya, saat melihat Excel terkejut dengan pemandangan didepan matanya...
"Plaaak" Excel tiba-tiba menepuk jidatnya setelah melihat ibu mertuanya yang sedang bermastur*basi didalam kamar mandi dengan memanggil namanya.
"Nak, kenapa kamu menepuk jidat sendiri" kaisar Ling bertanya ketika Excel menepuk jidatnya sendiri setelah dia menyesal di mengajak Ratunya.
"Haaa, tidak apa-apa ayah. Hanya saja ayah tidak perlu membawa itu mertua cukup pakai batu giok perekam" jawab Excel yang sedikit mendesah.
"Hahaha, aku kira kenapa, ternyata aku lupa jika ada giok perekam" Kaisar Ling yang ketawa mengakui diri jika pelupa. Semua istrinya curiga dengan Excel dan sebagai isteri yang mengenali sifat suaminya mengerti apa yang Excel sembunyikan, apalagi saat Excel melihat arah dimana istana kekaisaran Ling berada.
"Hei, apa yang kamu sembunyikan dari kami" tanya Xue Rong yang tiba-tiba mengejutkan Excel.
"T-tidak tidak aku tidak melihat apa-apa" Excel menjawabnya dengan gugup yang membuat semua isterinya semakin curiga.
"Suami, kamu minta kita pijati?" Ling Xuan yang ikut berbicara dengan senyum intimidasi yang membuat Excel menjadi merinding.
"T-tidak aku tidak capek, lihat aku masih segar" jawab Excel yang menunjukan tubuhnya segar dan berenergi.
"Lalu apa arti tatapanmu, sayangku" tanya Zhou Mei yang mengepalkan tangan mungil dan halus.
"Ooohh tidaakk"
Bukk
Buuk
Buuukkk
Braaaakk
Ya, gara-gara mata bintang Excel mendapatkan anugerah terindah dari semua isterinya, dengan bangga membusungkan dadanya setelah menerima kasih sayang semua isterinya dan aksinya dilihat semua orang hingga membuat mereka tertawa.
"Hahaha"
Swooosshh
"Semuanya ayo kita masuk kekapal perangku" Excel berkata dengan senyum bahagia dan mengajak semua orang naik kekapal BESD1 yang sudah dia keluarkan dari dunia jiwanya.
Dhuuuuum
Wuuuuussshh
Segera kapal melaju dengan cepat dan memasuki portal dimensi yang leluhur Wei ciptakan, dengan ketinggian 30 ribu meter masih bisa dilihat jika dibawahnya penuh dengan binatang monster.
"Segera personil menempati posisinya masing-masing" perintah Excel yang kini menjadi komandan kapal perang BESD1 kepada semua wanitanya
"Baik komandan"
"Aktif mode Siluman dan turunkan BESD1 hingga ketinggiannya mencapai 2 ribu meter dari permukaan tanah"
"Mode Siluman aktif"
"Ketinggian 2 ribu tercapai"
"Horee, aku akan meledakan kepala mereka hahaha" Qiaofeng selalu bersemangat jika masalah berperang.
"Perintahkan semua pasukan Armada kapal perang menepati kapal perangnya sesuai dengan komposisi masing-masing tim"
"Pasukan telah siap, komandan"
"Segera perintahkan untuk menyerang Monster dengan kekuatan penuh"
"Baik komandan"
Ceeezzz
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
"Leader Qiaofeng datang"
Booommm
Booommm
Booommm
Gooooorrr
Aoouuuu
Gooooorrr
"Personil serang monster, gunakan senjata meriam dengan kekuatan 30%" Excel sekali lagi memerintahkan personilnya untuk menembakkan meriam dengan kekuatan hanya 30%, jika mengunakan kekuatan hingga 50% sudah dipastikan benua binatang monster ini akan meledak, tujuannya tidak meledakan ingin menyelidiki benua gersang ini yang ditempati miliaran monster.
Booommm
Booommm
Booommm
Gooooorrr
__ADS_1
Gooooorrr
Aoouuuu
Aoouuuu
Semua orang dari Kekaisaran Ling melihat ganasnya monster-monster yang diledakkan menjadi bubur, kengerian terlihat diwajah semua orang. Penghuni kapal juga melihat melalui layar ditiap kabin kapal maupun disetiap tempat yang sudah tersedia dikapal BESD1.
"Lihat Leader kita meledakan Monster itu"
"Hahaha Leader kita memang hebat tahu"
"Nak, bagaimana kamu melatih semua wanitamu menjadi ganas saat bertempur?" Kaisar Ling bertanya cara melatih semua isterinya yang merasa heran melihat aksinya melebihi pasukan Kekaisaran Ling.
"Mudah, ayah. Aku hanya menanamkan rasa melindungi satu sama lain, dan aku juga berbicara pada mereka jika tidak ingin menjadikan mereka hanya sebagai Kanvas di ranjang." jawab Excel kepada ayah mertuanya.
"Hahaha, hebat kamu, Nak. Mampu membuat mereka saling melindungi dan mendidiknya menjadi mandiri."
Booommm
Booommm
Baaanngg
Baaanngg
Ledakan terus menerus dibawah kapal pasukan wanita tiap ledakan akan menghancurkan ratusan Monster ganas dibawah.
"Perintahkan agar berhati-hati dengan Monster yang terbang dari arah barat daya, dan gunakan proyektor pelindung pada semua kapal perang"
"Baik komandan"
"Veno, lindungi tiap pasukan yang bertempur"
{Baik komandan}
Wuusssshhh
Tiba-tiba Excel keluar dari ruang kendali kapal dan sudah berdiri di haluan depan BESD1, dengan mengangkat tangan kanannya terlihat kilatan petir di telapak tangan lalu dilemparkan pada segerombol binatang terbang yang mirip elang dari jarak jauh.
Zreeeetttt
Cedaaaaarrrr
Boooooooommmmm
Sudah seharian pasukan kapal perang terus menerus meledakan semua binatang monster terlihat banyak pasukan wanita yang sudah mulai kelelahan, Excel yang mengetahui kondisi mereka segera memerintahkan kembali kedalam kapal BESD1.
"Perintahkan semua pasukan untuk kembali"
"Baik komandan"
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
"Apa kalian baik-baik saja?" Excel bertanya saat semua pasukannya telah berada didalam hanggar dia sudah menunggu kedatangan mereka semua.
"Paman" Qiaofeng segera berlari setelah turun dari kapal perangnya dan memeluk pamannya.
"Ha-ha-ha, gadis cantik kamu sangat hebat" Excel mengendong muridnya dengan bahagia dan kepala Qiaofeng sudah bersandar dibahu Excel dengan melingkarkan kedua tangannya ke lehernya.
"Aku kecapekan, Paman. Monsternya terlalu banyak" keluh Qiaofeng yang ditanggapi Excel dengan mengelus punggungnya.
"Iya, aku tahu. Kamu istirahat ya biar gurumu yang menangani sisanya" kata Excel kepada muridnya yang ternyata sudah tertidur di bahunya.
"Baik, suami. Kamu harus hati-hati"
"Baik, sayang aku selalu hati-hati. Veno, tersisa berapa binatang monster sekarang?" tanya Excel pada Veno.
{Berjumlah 6.978.980.987.komandan}
"Veno dan personil, tetap ledakan terus binatang monster itu" Excel memerintahkan semua personilnya untuk terus menghancurkan semua monster-monster itu.
"Baik, komandan"
{Baik, komandan}
Booommm
Booommm
Booommm
Grooorrrr
Gooooorrr
Swooosshh
Kemudian Excel keluar dari kapal perangnya dan melayang diatas para binatang monster, segera Excel mengeluarkan pedang pembunuh Dewa tingkat dewa yang tidak pernah dia gunakan.
"Mata Pembeku" Excel mengucapkan skillnya dan seketika mata ketiganya muncul dari tengah dahinya, kemudian memancarkan sinar putih dan melesat kebawah dan mengenai binatang monster seluas 1 kilometer dan semua binatang menjadi beku terselimuti es.
Craazzhh
Craazzhh
Craazzhh
Craazzhh
"Sword Slash" setelah binatang yang terkena skill mata pembeku yang Excel keluarkan, Excel mengunakan skill yang lain dari teknik MahaDewa skill pertama pedang pembelah.
Boooooooommmmm
Area seluas 1 kilometer meledak dan menjadi kawah, binatang yang membeku tadi menjadi ampas dan serpian es terpencar seperti kerikil yang berjatuhan.
Tap tap tap
Gooooorrr
Gooooorrr
Sekali lagi binatang terus berdatangan tanpa henti apalagi mereka mendengar suara bising yang mengundang binatang Monster dari segala penjuru.
"Teknik apa itu? Seperti waktu dulu dia memusnakan Sekte Bukit Tulang dan daya ledak pedang hitam itu sangat mengerikan." Kaisar Ling melihat menantunya saat menggunakan teknik yang tidak pernah dia lihat saat membekukan banyak binatang.
"Anak ini penuh misteri, siapa gurunya?" dekan Sun yang penasaran dari mana Excel berguru.
"Haah, bocah aku salut padamu" Kakek Xuan yang akhirnya mengakui kehebatan musuh bebuyutannya.
"Aku juga tidak tahu ayah, walau aku isterinya" kata Ling Xuan yang juga tidak tahu apa-apa tentang teknik yang suaminya gunakan.
"Tinju penghancur" Excel bergumam saat tangan kirinya terkepal dan meninju dari atas dan mengarahkan gerombolan binatang yang berkumpul di kawah.
Boooommmm
Boooommmm
"Personil gunakan meriam medium dengan 60% daya ledaknya" perintah Excel yang mengema di Medan perang dan didengar semua orang didalam kapal BESD1.
__ADS_1
Booommm
Booommm
Booommm
Gooooorrr
Gooooorrr
Booommm
Setelah Excel memerintahkan personilnya dengan segera mereka memicu meriam dan meledakan semua binatang yang terus-menerus berdatangan dengan jumlah miliaran.
[Tuan, Tuan bisa berlatih dengan skill yang tidak dipernah digunakan]
"Kamu benar Yuke, tempat ini memang cocok untuk berlatih" Excel menjawab Yuke yang telah diingatkan. Excel memang jarang dan bahkan tidak pernah menggunakan skillnya dikarenakan medannya yang tidak memungkinkan, jika digunakan di benua Venus akan dipastikan mengena banyak orang yang tidak bersalah.
"Sword creation, 1 juta pedang" setelah Excel berucap dengan mengangkat pedangnya di tangan kanan keatas dan dengan mengunakan pikirannya tercipta pedang yang berjumlah 1 juta dibelakangnya.
"Attack"
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Daya Ledakan semakin dahsyat hingga kawah semakin melebar dan kedalaman seperti jurang yang tidak bisa dilihat dasarnya, dengan mengeluarkan energi hanya 40% energinya mampu membunuh binatang monster hingga menjadi hujan darah.
"Gila, ini gila..."
"Dewaaa, dari mana anak ini belajar..."
"Astagaa, lebih mengerikan daripada binatang monster"
"Jika teknik digunakan dibenua kita sudah pasti hancur..."
"Bagaimana dia mengunakan pedang segitu banyaknya?"
"Suami..."
"Apa lagi rahasia yang dia sembunyikan..?"
"Haaah, suami kita tidak bisa kita pikir dengan akal sehat"
Setelah Excel menggunakan teknik yang tidak pernah dia gunakan dia juga terkejut mengetahui daya serangannya sangat mengerikan, saat meledakan banyak binatang monster cahayanya bahkan sangat menyilaukan mata semua orang, semua orang hanya bergumam saat ledakan itu telah menghancurkan separoh binatang monster yang besarnya diatas normal binatang tingkat iblis.
Personil seketika menghentikan serangannya karena juga terkejut apa yang telah komandannya perbuat, suasana raungan binatang menjadi terhenti sesaat, bukannya melarikan diri binatang semakin berdatangan dari jarak yang sangat jauh dengan terdengarnya raungan yang semakin menjadi-jadi.
Gooooorrr
Gooooorrr
Gooooorrr
Gooooorrr
"Lihat binatang itu masih berdatangan lagi" Hu Ru Ming yang ternyata ikut melihat saat Excel melancarkan serangan pertamanya dan juga semua wanitanya berkumpul dan melihat layar berhologram didalam kapal yang telah disediakan.
"Apa tidak ada habis-habisnya..."
"Aku tidak tahu, kita sudah seharian membunuh juga masih terus berdatangan"
"Yuke, belikan Aku panah tingkat Dewa"
[Baik, Tuan]
[Ding. Membeli panah tingkat dewa, point tukar terpotong 10 miliar. Pembelian sukses. Item tersimpan di inventor]
Segera Excel mengambil panah dari kekosongan yang bisa dilihat semua orang, panah berwarna putih tulang panjangnya 1,5 meter dengan ukiran naga putih, ditiap ujung-ujungnya terlihat kepala naga.
"Apaaa..."
"Ya Dewaaa, suamiku apalagi yang kamu lakukan..."
"Bagaimana caranya dia mengeluarkan senjata dari kekosongan...?"
"Haah, aku tidak tahu harus berkata apalagi?"
"Crossbow creation, 10 juta anak panah" Excel berkata dengan memejamkan mata dan mengarahkan panah keatas dengan menarik pengikat panah.
Seketika 10 juta anak panah bermunculan dari langit yang bahkan siang hari menjadi gelap, semua orang yang heran segera mengarahkan pandangan keatas Excel, melihat anak panah yang ujungnya mengarah kebawah membuat orang shock dengan kejadian yang mereka lihat tanpa ada yang bisa berkomentar lagi.
Kemudian Excel mengarahkan panah kearah dimana binatang monster berlarian menuju lokasi ledakan, dengan mata bintangnya Excel mengunci target yang begitu banyak dan diikuti anak panah yang mengarahkan ujungnya kearah binatang yang telah terkunci.
"Attack"
Siuuuu
Siuuuu
Siuuuu
Siuuuu
Siuuuu
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Gooooorrr
Gooooorrr
Aoouuuu
Rentetan ledakan demi ledakan segera terdengar lagi dan lagi, tiap binatang Monster yang berlarian meledak ketika anak panah mengenainya, hujan darah menutupi tanah bau busuk dari tubuh binatang monster yang meledak bisa tercium dari kejauhan.
"Aneh, kenapa binatang monster ini tidak ada habis-habisnya, Yuke?" Excel bertanya pada Yuke, yang merasa heran melihat Binatang Monster selalu bermunculan lagi dan lagi.
[Tuan, saya mendeteksi adanya unsur kehidupan inti dari binatang monster dari arah Utara, dengan adanya inti kehidupan binatang ini tidak akan habis-habisnya jika inti kehidupan tidak segera dinetralisir atau dihancurkan]
"Hah, jadi begitu. Aku mengerti Yuke." setelah Excel mendengar penjelasan Yuke akhirnya memahami situasi yang kini dia hadapi, dengan segera Excel terbang menuju kearah Utara sesuai arahan yang Yuke berikan.
Swooosshh
"Kemana suami kita?"
"Cepat kita ikuti dia" kata Li Yenny kepada personil yang sedang bertugas sesuai jadwal, setelah mendengar perintah Li Yenny ruang dikendali kapal perang, segera personil mengerakan kapal BESD1 untuk mengikuti Excel.
__ADS_1