Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 169 Hari kedua babak eliminasi.


__ADS_3

Chapter 169 Hari kedua babak eliminasi.


Semua orang berlatih dengan rajin dan berlomba-lomba menjadi yang terbaik, karena Excel telah menjanjikan teknik manipulasi ruang, sebelum melatih teknik memanipulasi ruang mereka diharuskan untuk melatih kekuatan pikiran karena itu dasar dari teknik memanipulasi ruang.


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat dan sudah berjalan 6 tahun didalam dunia jiwa, kini sudah saatnya semua orang kembali kedunia luar.


Semua orang sudah bangun dan bersiap kembali sebelum cahaya matahari menerangi alam atas, peningkatan kekuatan mereka cukup luar biasa, kekuatan jiwa, kekuatan fisik, kekuatan mental telah terasah dengan baik.


"Suami, kami akan melanjutkan turnament lagi dan kamu jangan terlalu mengawatirkan kami lagi." kata An Na dengan lembut kepada Excel, An Na sangat bahagia bisa menjadi bagian keluarga besar Excel, dulu An Na hanya seorang pelayan di Paviliun Bunga Mentari dan berkat Excel menerimanya menjadi isteri dia dikaruniai seorang putri yang cantik dan berbakat, dulu dia hanya bermimpi ingin memiliki sebuah toko tanaman obat dan mensejahterakan kakeknya yang berada kota phoniex.


Sebenarnya An Na ingin mengajak kakeknya untuk mengikutinya tetapi kakeknya menolak, Kakek Chang ingin melatih para pemuda menjadi pelaut handal di kota phoniex dan dihari tuanya dia ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kota phoniex, dengan hati yang sedih An Na hanya bisa mengabulkan keinginan kakeknya.


"Tentu aku percaya dengan kemampuan kalian, semoga kalian semua bisa menjadi yang terbaik di turnament ini, dan sukses untuk kalian. Hati-hati." jawab Excel kepada semua tim phoniex dan memberikan pelukan hangat dan kecupan di kening untuk tim phoniex, tidak ketinggalan Putri-putrinya juga memberikan pelukan dan semangat kepada ibunya.


Wuuuuussshh


"Mereka akan mudah menang, dibenua dewa tidak ada lawan yang cocok dengan kekuatan mereka saat ini." kata Yuke setelah tim phoniex meninggalkan dunia jiwa, Yuke sudah tahu hasil turnament antar master akan dimenangkan tim phoniex dengan mudah, walau banyak kecurangan saat babak eliminasi diwilayah surga kematian.


"Ayo kita kembali dipulau dewa perang"


Wuusssshhh


Tim phoniex sudah berada didalam goa yang tersembunyi dari binatang maupun para peserta lain, karena sebelum mereka kembali kedunia jiwa, mereka telah menemukan goa dan juga telah menyegel goa dengan formasi penghalang.


Disaat matahari terbit, tim phoniex keluar dari dalam goa, penampilan mereka kali ini lebih energik dan dilihat dari auranya mereka telah meningkat pesat, setiap penonton yang melihat kaget dengan perubahan yang terjadi pada tim phoniex.


"Mereka terlihat semakin kuat...apa didalam goa itu mereka menemukan sesuatu?"


"Siapa yang peduli, melihat mereka yang semakin cantik saja aku sudah sangat senang... Hahaha"


"Dasar cabul kau itu"


"Sialan, siapa yang sering bermalam dirumah bunga anggrek...dasar kampret"


Tidak hanya penonton yang berkomentar prihal perubahan yang terjadi pada tim phoniex yang terlihat berbeda saat mereka memasuki goa, semua kekuatan dialam atas maupun puncak juga saling berkomentar dan heran melihat perkembangan terbaru dari tim phoniex.


"Jika mereka bukan isteri dari Tuan Muda itu sudah pasti aku akan menikahinya, sayang sekali..."


"Iya, perubahan mereka luar biasa. Tetapi ada yang aneh... Aku tidak bisa melihat basis kultivasi mereka, apa mereka diberi artefak penyembunyian kekuatan?"


"Mungkin saja, jika tebakan aku tidak salah itu berkat perlengkapan perang mereka... Anak muda itu sangat luar biasa."


Para dewa absolute juga tidak tinggal diam untuk berkomentar prihal perubahan tim phoniex, setiap mata tidak berahli ke peserta lain, semua orang fokus dengan tim phoniex.


"Dari sini kita berpencar dan sesuai rencana kita..." kaya Zhou Mei kepada semua tim phoniex dan hanya dianggukan kepala saja.


Wuuuuussshh


Demikian juga dengan para peserta lain, mereka segera bergerak untuk mencari buruannya, inti binatang buas kini membuat 950 peserta tergila-gila, jika mereka tidak mendapatkan inti binatang yang banyak mereka kuatir kalah.


"Pangeran, apa kita tidak menyergap saja para peserta lain" tanya seorang master kepada pangeran dari Kekaisaran Nanbu, usia putra mahkota kerajaan Nanbu sekarang menginjak 90 tahun dan masih bisa mengikuti turnament antar master.


"Pasti, kamu tenang saja... Aku sudah diberi informasi titik-titik dimana peserta lain berada..." jawab pangeran itu yang penuh misterius.


"Hahaha, aku percaya denganmu pangeran." master itu ketawa senang jika timnya yang dipimpin pangeran Nanbu akan mencapai hasil yang terbaik, lalu pangeran itu mengeluarkan sebuah perkamen dari kulit binatang, didalam perkamen itu terlihat seperti sebuah peta yang telah ditandai.


"Apa itu peta pangeran?"

__ADS_1


"Hehehe, benar. Ayo kita ke titik ini... Disini banyak binatang buas peringkat 3 jika beruntung kita akan menemui binatang peringkat 4. Kita bagi menjadi 2 tim tetapi jarak kita jangan berjauhan, kita kepung titik terdekat ini." kata pangeran Nanbu dengan menujuk perkamen dititik terdekat dari mereka.


"Baik, pangeran. Aku akan bersama tim yang lain kearah ini dan jarak kita hanya 1000 meter." balas master itu, dan segera mereka membagi menjadi 2 tim, tiap tim berisi 10 orang.


Segera mereka bergerak menuju titik itu dengan segera, sesampainya mereka dititik yang dituju, mereka melihat 10 wanita sedang bertarung dengan banyak gerombolan binatang peringkat 3.


"Hahaha, keberuntungan bisa bertemu dengan tim phoniex, kita tunggu mereka selesai bertarung dan kita akan menyergap mereka disaat mereka kelelahan..." bisik pangeran Nanbu dengan melihat tim phoniex yang sedang melawan binatang buas peringkat 3.


Grooorrrr


Seekor beruang hitam setinggi 4 meter mengaum marah saat ada manusia memasuki wilayahnya, raungan itu memanggil kawanannya.


"Huuf, binatang kecil. Maju kamu" kata Xiao Mei Xing saat berhadapan dengan beruang hitam itu.


"Kak, itu binatang peringkat 6, beruang madu hitam, gerakannya tidak terlalu gesit tetapi kekuatan fisik sangat kuat" kata Xia Qiang.


Tim phoniex hijau terdiri dari Qin Yang, Xiao Mei Xing, Bai Chu, Lang Nuan, Loong Zhishu, Loong Xuanglun, Yue Yin, Xia Qiang dari klan Xia di wilayah barat, Liu Meili dari klan Liu di wilayah utara dan Chang Na dari Sekte Chang diwilayah barat.


"Hehehe, aku ingin menguji kekuatannya" jawab Xiao Mei Xing yang tidak takut.


"Hati-hati, tetap waspada" kata Qin Yang kepada semua orang, karena dia melihat banyak binatang sedang menuju kearah mereka, Xia Qiang, Liu Meili dan Chang Na adalah anggota baru tim phoniex dan juga sudah menjadi isteri Excel, setelah menjadi bagian keluarga besar Excel mereka bertiga kini tahu kekuatan keluarga besarnya yang sangat mengerikan dan sudah tidak lagi kuatir seperti sebelumnya saat menghadapi banyak binatang buas diatas peringkat 4.


"Saudari, kita seperti sedang diawasi peserta lain dibelakang..." kata Yue Yin dengan suara lirih, Yue Yin adalah mantan dekan dari akademi seribu bunga dibenua venus dan juga guru dari Xiao Mei Xing dan Bai Chu.


"Biarkan saja, kita tetap berpura-pura tidak tahu, nanti setelah kita mengurus binatang ini baru kita rampok mereka..." kata Bai Chu dengan suara yang lirih, dia tersenyum ingin tahu rasanya menjadi perampok, tim phoniex hijau tersenyum sambil menutup mulutnya.


Groowwwrrr


"Lihat, tidak hanya beruang saja yang datang tetapi macan tutul bertaring 4 juga datang, seperti ada yang memancing mereka kesini. Menarik" kata Qin Yang saat tahu gerombolan macan tutul bertaring 4 sedang berlari menuju kearah mereka.


Pepohonan yang menjulang tinggi dan tebal didalam hutan, tetapi itu tidak menghalangi tim phoniex hijau untuk bergerak dengan lincah, walau terbang kelangit kesulitan itu tidak menghalangi mereka bergerak seperti angin, cepat dan gesit.


Booommm


Booommm


Tiap ledakan terdengar keras saat energi Qi berbenturan, tiap pohon akan tumbang dan hancur saat tim phoniex hijau bertarung, kelompok pangeran Nanbu yang sedang melihat tim phoniex kesulitan mengikuti pergerakan mereka yang cepat dan gesit.


"Sial, cepat sekali mereka. Kita sergap mereka yang terpisah" umpat pangeran Nanbu dan memberikan perintah untuk merampok tim phoniex yang masih berada dibelakang.


Segera 10 anggota pangeran Nanbu membuntuti 2 wanita yang yang masih tertinggal dari timnya, 10 orang itu melompati setiap batang pohon dengan jarak 4 meter diantara tim mereka, mereka segera dengan cepat mengepung 2 wanita itu.


"Ckckc... Nyamuk didalam botol" bisik Bai Chu kepada Loong Xuanglun yang juga bergerak cepat dengan melompati pohon, Loong Xuanglun hanya tersenyum saja karena tahu maksud perkataan Bai Chu.


Nyamuk didalam botol yang artinya sudah terjebak, pangeran Nanbu tidak sadar akan perubahan didalam hutan disaat dia membuntuti 2 wanita itu.


Tap tap tap


Segera anggota pangeran Nanbu mengepung Bai Chu dan Loong Xuanglun, semua senjata sudah mengarah kepada mereka berdua.


"Hahaha... Kalian sangat cantik sekali...lebih baik serahkan inti binatang kalian dan aku jamin kalian akan selamat setelah memuaskan aku...hahaha" kata pangeran Nanbu dengan tawa gembira, dia terkejut dengan kecantikan Bai Chu dan Loong Xuanglun, dia sudah terbawa ***** untuk ingin memenuhi keinginan rakus sifat binatangnya.


Mendengarkan perkataan yang melecehkan membuat Bai Chu dan Loong Xuanglun menjadi marah, tetapi mereka menahannya agar mereka membuat kesalahan fatal.


"Kita selalu diawasi oleh panitia dan juga semua pemimpin benua ini, apalagi semua orang dialam atas dan puncak juga ikut menonton, mungkin suara kita tidak terdengar tetapi bukan berarti gerakan bibir tidak bisa dimengerti." kata Bai Chu dengan tenang dan tampak tidak ketakutan saat dikepung banyak pria.


"Hahaha... Jika mereka tahu aku bisa mengatakan jika kalian yang menginginkan untuk disetubuhi karena aku adalah seorang putra mahkota. Dan kalian juga jangan kuatir aku akan menggunakan formasi penghalang agar kita bisa bersenang-senang... Hahaha" jawab pangeran Nanbu yang penuh *****, pikirannya dalam mode birahi saat melihat tubuh indah kedua wanita didepannya, perkataannya benar-benar sangat melecehkan Bai Chu dan Loong Xuanglun, tetapi mereka berusaha menahannya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak takut dengan suami kita, suami kita juga sedang mengawasi kita, apa kamu tidak takut jika akibat omonganmu yang kami rekam menjadi bencana bagi keluarga kalian." jawab Bai Chu dengan tersenyum yang bisa mengetarkan hati siapa saja, tetapi perkataan dan senyuman itu membuat 10 pria ketakutan.


Tap tap tap


Segera 8 wanita tiba-tiba muncul dan berdiri dibatang pohon mengepung pangeran Nanbu dan juga membawa batu giok perekam, "glug" 10 pria itu segera menelan salivanya dan kaget dengan keadaan yang tiba-tiba berubah.


"Batu giok perekam ini adalah bukti, setelah babak eliminasi selesai kita akan menyebarnya, kalian tahu jika suami kita marah saat melihat ini dia akan memusnahkan keluarga besar kalian." kata Xiao Mei Xing dengan melipat kedua tangannya didadanya yang montok dengan membawa batu giok perekam.


"Mereka ini menjadi bodoh karena *****. Serahkan cincin dimensi kalian dan hancurkan dantian kalian jika tidak ingin mati disini dan juga keluarga kalian." perkataan Yue Yin semakin membuat 10 pria itu ketakutan.


"Bajingan, kalian telah menjebak kita. Semuanya jangan takut, serang mereka" perintah pangeran Nanbu yang tidak punya pilihan lain selain bertarung habis-habisan, dia juga takut kepada tim phoniex, tetapi dia juga tidak mau menghancurkan dantiannya, jika hancur dia akan menjadi sampah dan akan selalu dihina, sebenarnya dia juga telah menyesal, tetapi mau bagaimana lagi...mau tidak mau tim phoniex harus dilumpuhkan dan biarkan binatang buas yang membunuh mereka itu yang terpikir dibenak pangeran Nanbu.


"Hehehe, bodoh"


"Booommm" segera basis kultivasi tim phoniex meletus dari tubuh mereka dan membuat 10 pria itu semakin ketakutan, 10 anggota yang masih bersembunyi segera berlarian mengetahui tingkat kekuatan tim phoniex melebihi mereka.


"Percuma kalian melawan kami, serahkan cincin dimensi kalian dan juga hancurkan dantian-mu" ucapan Bai Chu sekali lagi membuat 10 pria itu ketakutan setengah mati, mereka sudah tidak mampu menggerakkan tubuhnya karena tekanan aura kekuatan tim phoniex.


"No-nona muda, ampuni kami, kami hanya mengikuti perintah pangeran Nanbu saja" kata salah satu anggota pangeran Nanbu yang memohon belas kasihan tim phoniex dengan berlutut, berlutut karena tekanan aura.


"Jika kamu diperintahkan untuk bunuh diri bagaimana...?" jawab Loong Zhishu yang membuat anggota pangeran Nanbu tidak bisa menjawab.


Zlaaapp


Zlaaapp


Buk, buk ,buk


Bruuukkk


Tiba-tiba tim phoniex menghilang dan muncul dibelakang 9 anggota pangeran Nanbu, pukulan tunggal mereka tepat di tungkuk mereka hingga mereka langsung pingsan dan ambruk ditanah, pangeran Nanbu yang masih berlutut sangat ketakutan dan keringat telah membasahi tubuhnya.


"Tolong...ampuni aku, nona muda...aku berjanji akan memberikan kalian kompensasi besar..." pangeran Nanbu memohon ampun dan terlihat air mata mengalir dipipinya, tiba-tiba bau air seni memasuki penciuman tim phoniex dan mereka mengerutkan keningnya.


"Menjijikan"


Booommm


Setelah Qin Yang berkata dia langsung mengepalkan tangannya dan meninju udara yang mengarah kearah pangeran nanbu, tinju itu menghantam dada pangeran hingga terpental sejauh 5 meter dari tempat dia berlutut, Qin Yang sangat jijik melihat pangeran itu ketakutan hingga terkencing.


Swooosshh


Swooosshh


10 cincin dimensi segera terlepas dari jari 10 orang itu yang pingsan, dengan kekuatan telekenesis cincin dimensi segera melayang dan bergerak menuju kearah Qin Yang.


"Hahaha, memalukan...jika ini bukan dalam turnament aku sudah pasti membunuhnya..."


"Iya... Aku takut seperti dulu sewaktu suami kita marah gara-gara kita diam saja saat dihina dan dilecehkan....hah. Semoga saja suami kita mengerti keadaan kita sekarang."


Xiao Mei Xing, Bai Chu dan Yue Yin berbicara saat mengingat kemarahan suaminya sewaktu berada di Kekaisaran Ling, kemarahan suaminya saat itu membuat banyak orang frustasi dan tidak ingin mengulanginya lagi.


"Hah...Semoga saja, kita akan serahkan batu giok perekam ini kepada suami kita, dan biarkan suami kita yang bertindak" Xiao Mei Xing mendesah dan berharap suaminya mengerti, waktu itu Xiao Mei Xing yang paling banyak mendapatkan tekanan padahal dia tidak tahu apa-apa saat Zhou Mei dihina dirumah makan.


Qin Yang, Lang Nuan, Loong Xuanglun, Loong Zhishu dan ketiga wanita lainnya hanya bengong melihat keadaan sedih yang dialami saudarinya yang telah lama mengikuti suaminya.


"Saudariku, memangnya ada apa waktu itu hingga kalian bertiga terlihat sangat sedih dan juga takut" tanya Qin Yang yang penasaran, kemudian Xiao Mei Xing bercerita kepada semua orang yang belum mengetahui rasa frustasi pada saat kemarahan Excel sewaktu dibenua venus.

__ADS_1


__ADS_2