
Chapter 292 Perang Besar (2)
Benua Permata Hitam hari ini menjadi tempat hari pertempuran hebat, dimedan perang semua prajurit kedua belah pihak saling membunuh dengan menebas dan menghunuskan pedangnya.
Satu persatu jiwa melayang, berjatuhan seperti dedaunan, darah membasahi tanah, dan energi Qi iblis semakin pekat, aura kematian sangat terasa dibenua ini.
"Jendral kalian maju." perintah Raja Demi Human kepada para Jendralnya.
"Pengawal, waktunya kalian bergerak. Bagi menjadi 2 tim, utamakan keselamatan kalian, jika lawan yang kuat bergerak, segera kembali." perintah Cang Lien kepada 10 pengawal wanitanya yang memakai tudung kepala berwarna hitam.
"Baik, Bibi." jawab 10 pengawal wanita, dan menghilang dari tempat dia berdiri.
"Jendral keempat, perintahkan pasukan bayangan melawan orang yang berjubah hitam itu." perintah Komandan Yao saat melihat 10 pengawal Ratu Siluman Musang mulai ikut bertindak.
"Siap, Komandan. Kalian bunuh 10 orang berjubah hitam itu" jawab jendral keempat, dan memerintahkan 10 pasukan bayangan untuk melawan 10 pengawal Ratu Siluman Musang.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Boom... Boom...
"Pasukan kavaleri bantai mereka." komandan Yao memerintahkan barisan ketiga, barisan ketiga adalah kesatuan pasukan kavaleri penunggang Unicorn.
"Grooorrrr..."
Suara binatang Unicorn meraung dan menggema dimedan perang saat mengerti waktunya bertindak. Dengan hentakan kaki ditubuh Unicorn, segera Unicorn berlari dengan cepat.
"Pasukan Mastodon, maju." Raja Demi Human yang tahu kavaleri musuh bergerak, juga memerintahkan pasukan penunggang binatang Mastodon.
Derap langkah kaki binatang Mastodon menggetarkan tanah, saat keluar dari pintu gerbang pertahanan, yang memiliki 12 pintu gerbang.
"Menderum" suara gajah keras saat berlari menuju medan perang, dipunggungnya berdiri 15 orang dan 1 pengendali Mastodon. 15 orang dari Ras Demi Human menembakkan anak panahnya.
Pertempuran sangat sengit, Manusia Badak dan Ras siluman melawan pasukan barisan pertama pasukan Arcadia. Manusia Batu melawan barisan kedua, binatang Mastodon melawan kavaleri unicorn yang ditunggangi 1 orang, dan 10 pengawal wanita melawan 10 pasukan bayangan.
Booommm... Booommm
Tanah terus-menerus bergoncang saat benturan kekuatan berenergi kedua belah pihak, tumpukan mayat mulai terlihat dan darah mulai membanjiri medan perang.
Mencium bau darah, kedua Ras semakin bersemangat dan bergerak lebih cepat dan lincah, aroma darah seakan-akan adalah doping bagi kekuatan mereka.
"Mereka tidak terlalu kuat, tetapi fisik mereka sangat kuat, sialan." gumam Komandan Yao saat melihat pasukan musuh yang sangat kuat, dia mengumpat marah dan sudah tidak sabar memusnahkan musuh-musuhnya.
"Jendral, segera bergerak bersama barisan keempat." perintah Komandan Yao kepada para Jendralnya.
Barisan keempat adalah satuan pasukan pengendara kereta besi, merupakan artileri medan, fungsi seperti kavaleri Unicorn yang membuka jalan bagi pasukan infanteri.
Kereta besi dilengkapi dengan senjata meriam, ukurannya lebih besar dari kereta besi komandan Yao, panjang mencapai 6 meter dengan lebar 3 meter, didepannya ada 2 senjata meriam kecil, dan samping kiri dan kanan dilengkapi dengan 3 pasangan meriam, senjata meriam juga menggunakan batu roh sebagai amunisinya, kereta besi juga memiliki roda yang terbuat dari logam.
Setiap jendral Kerajaan Arcadia berdiri diatas kereta besi yang mampu memuat 5 orang, terlihat mata yang penuh dengan dendam dan wajah menjadi seram.
"Bahaya, mereka menggerakan unit tempur kereta besi." Raja Demi Human merasakan bahaya saat melihat kereta besi berbentuk persegi mulai bergerak.
"Hmm..." Ratu Siluman Musang menghela nafas saat dirinya sudah waktunya bergerak, dan memutar kepalanya kesamping dan melihat Cang Lien, merasa tatapan Ratunya, Cang Lien hanya mengangguk kepalanya.
"Saatnya kita bergerak, Raja Lu." kata Ratu Siluman Musang kepada Raja Demi Human.
"Baik. Jendral ayo kita berjuang bersama-sama hingga titik darah penghabisan." perintah Raja Demi Human kepada para Jendralnya.
"Kakak, bahagia bersama, menderita bersama dan hidup dan mati juga bersama." ucap Cang Juan kepada Cang Lien, dan mereka berdua saling berpandangan penuh arti.
"Baik, ayo kita berjuang bersama-sama." jawab Cang Lien kepada Ratunya,
Segera Raja Demi Human melesat kedepan bersama jendral dan pasukan yang tersisa, diikuti Ratu Siluman Musang, Cang Lien dan juga para jendral Siluman. Sebelum bergerak, Cang Lien sempat melihat kebelakang dan matanya tertuju disuatu tempat, di mana Excel berada, dia yang masih mengingat wajah tampan Si Excel, dan berharap Excel ikut berjuang bersama dia dimedan perang.
"Huff, akhirnya mereka bergerak, lihat saja, aku akan cincang tubuh mereka." ucap jenderal keempat yang mengeluarkan bendera berwarna merah.
Druum... Druum
Tiba-tiba muncul jendral ketiga beserta pasukannya disisi kanan benteng pertahanan dari atas bukit, dan diikuti Raja Iblis bersama pasukannya disisi kiri.
"Akhirnya mereka keluar, Raja Iblis, akhirnya dirimu bergerak." gumam Raja Demi Human yang melihat pergerakan musuh dari kedua sisi benteng pertahanan.
__ADS_1
"Serbuuuu..."
Jendral ketiga segera menuruni bukit dan bertujuan menyerang musuh dari belakang dan menghancurkan semua gedung yang penting.
"Ayo anak-anak ku, saatnya kita hilangkan penjajah yang ingin memperbudak kita, kita sebagai Ras istimewa jangan mau di injak-injak oleh musuhmu." kata Raja Iblis Merah yang memberikan semangat kepada pasukannya, ternyata selama ini Raja Iblis tidak berniat bersekutu dengan Kerajaan Arcadia, dia hanya berpura-pura tunduk, agar bisa melampiaskan kemarahannya kepada pendatang ini.
"Huu... Huu..."
"Serbuuuu..."
Wuuuuussshh
Booommm
"Sialan, kita dikhianati..." jendral ketiga kaget saat dirinya diserang Raja Iblis Merah.
"Hahaha, kami tidak mungkin mengkhianati leluhur kami bertiga, dengan menjadi sekutumu." jawab Raja Iblis Merah kepada jendral ketiga, dia tertawa lepas saat kepura-puraannya akhirnya usai.
"Bangsat... Pantas saja dia selalu diam sewaktu dijurang kematian dan juga kabur saat jenderal utama ditangkap... Sial, sial, aku ditipu." maki Komandan Yao saat memperhatikan Raja Iblis Merah menyerang Jendral ketiga.
Qin Bo hanya tersenyum dan duduk di kereta besi dengan meminum teh hangat, dia hanya menunggu permintaan Sun Yao, jika Sun Yao meminta bantuannya, maka dia akan bergerak.
"Roarrr...." suara Naga mengema diseluruh Benua Permata Hitam dan menggetarkan semua pasukan yang sedang bertarung dengan hebat.
Segera pasukan kedua belah pihak saling menjauh dan menjaga jarak aman saat mendengar raungan Naga dari ujung wilayah perbatasan Ras Demi Human dan Ras Siluman.
"Hahaha... Apa aku terlambat berpesta."
Semua mata melihat kearah atas dan mencari sumber suara Naga dan suara yang sangat familiar, saat mata semua orang menemukan, hanya terlihat garis memanjang berwarna merah api, dengan terbang dengan kecepatan tinggi, sedikit demi sedikit sosok itu akhirnya terlihat.
"Naga Api.... Sangat besar." semua orang sontak berseru kagum dan ketakutan melihat Naga Api sepanjang 250 meter, dan diatas lehernya terlihat 3 sosok orang, 1 pria berpakaian serba hitam membawa senjata yang aneh di bahunya, dan 2 wanita muda yang sangat cantik yang menggunakan perlengkapan perang, di pinggangnya terlihat dua pasang senjata yang juga aneh berbentuk L, dibawa senjata aneh itu terlihat pedang panjang disebelah kiri, dan satu wanita yang lebih muda membawa cambuk.
Mereka bertiga adalah Bu Wanmei dengan senjata api shotgun, Lu Xianglun membawa senjata api laras pendek yang disebut pistol otomatis, sekali keluar mampu menembak sebanyak 100 peluru sekali tembak, demikian juga dengan Lu Xinxin, dia juga menggunakan senjata pistol.
Kedua wanita itu memakai topi koboi dan memakai kacamata yang kacanya bening, kacamata itu juga mampu mengukur kekuatan lawan dan juga memberikan peringatan akan bahaya.
Excel sengaja memberikan mereka perlengkapan modern, karena mereka berdua belum diberikan sistem Pencipta sebelum Ratunya memberikan izin.
Kedua wanita cantik itu semakin cantik, dengan tubuh memakai armament memperlihatkan lekuk tubuh yang sangat indah, topi koboi dan juga kacamata bening semakin membuatnya mempesona, semua mata pria menatap dengan penuh *****.
"Roarrrr...."
Sekali lagi Naga Api meraung keras hingga membuat semua pasukan mengigil ketakutan, api ditubuh Naga Api menyinari seluruh wilayah Ras Demi Human dan semua orang bisa melihat Bu Wanmei dan kedua putri Raja Demi Human yang cantik.
"Naga Api, tugasmu hancurkan besi kotak itu, biarkan sisanya kami bertiga yang menanganinya." perintah Excel kepada Naga Api dengan telepatinya.
"Baik, Yang Mulia."
Wuuuuussshh
"Sial... Hati-hati...!" Jendral kedua yang paling dekat dengan Naga Api kaget, saat Naga Api memuntahkan bola api kearah dia dan pasukannya.
Booommm....
Bang... Bang...
Dor... Dor... Dor... Dor...
"Aaakkh... Aaahh..."
Ledakan bola api segera terdengar dan disusul suara tembakan senjata shotgun dan pistol milik Lu Xinxin dan Lu Xianglun, teriakan kesakitan prajurit Arcadia membuat situasi menjadi panik.
Wuuuuussshh
Naga Api melesat melewati Jendral kedua yang masih terbaring setelah menerima serangannya, dan Lu Xianglun dan Lu Xinxin terus-menerus menembakkan kedua pistolnya.
"Raja Iblis, hancurkan sisanya." perintah Bu Wanmei terdengar ditelinga Raja Iblis, segera Raja Iblis senang dan langsung menyerang sisa prajurit yang berusaha menghindari tembakan senjata pistol.
"Hahaha, Naga Api, aku harus memilikinya sebagai tunggangan ku." Qin Bo tertawa gembira melihat Naga Api melesat seperti anak panah menuju pusat medan perang.
"Sialan, aku harus mengalahkannya sebelum melukai banyak prajurit ku" umpat Komandan Yao yang marah melihat jendral kedua terkena serangan terlebih dahulu, dan melihat prajuritnya menjadi sasaran tembak ketiga orang itu.
Dengan serangan pertama Naga Api dan disusul Bu Wanmei dan kedua isterinya, serentak Raja Demi Human dan Ratu Siluman Musang beserta pasukannya kembali menyerang dengan lebih bersemangat.
__ADS_1
Boom... Boom... Boom
Naga api langsung menyerang kereta besi Kerajaan Arcadia dan meledak setelah terkena bola api, sedangkan Bu Wanmei dan kedua isterinya juga menembak musuh dengan brutal.
Bang... Bang...
Dor... Dor... Dor...
"Hahaha... Ayo, serang aku..." Bu Wanmei tertawa terbahak-bahak saat meledakan tubuh para prajurit, sedangkan kedua isterinya terlihat senang dengan senjata baru milik mereka yang sangat hebat dan mudah digunakan.
Boom... Boom
Naga Api terus-menerus memuntahkan bola api dan ekornya selalu di kibas-kibaskan menghantam banyak pasukan yang berada dibawahnya.
Para jendral kerajaan Arcadia yang ingin menyerang Naga Api, selalu dihalangi oleh para Jendral dari pihak kedua Ras, mereka sangat marah melihat prajuritnya yang mati ditangan Naga Api, Manusia Rubah dan 2 kelinci betina.
Melihat pasukannya yang mulai kalah, "Bajingannnn... Mati kamu..." teriakan Komandan Yao dengan melesat kearah Bu Wanmei yang masih berdiri atas leher Naga Api. Melihat Sun Yao yang berinisiatif menyerang, Bu Wanmei tersenyum.
"Kalian bertiga hati-hati. Aku akan melawan Komandan mereka." kata Bu Wanmei kepada Naga Api dan kedua isterinya.
"Suami, kamu juga hati-hati."
"Baik, Yang Mulia"
Bu Wanmei menyelipkan senjata shotgun dipunggungnya, dan menukik ke arah Sun Yao yang sudah melesat menuju kearahnya.
Wuuuuussshh
Booommm....
Dua kepalan segera berbenturan dan gelombang kejut menghempaskan apapun disekitarnya, segera pasukan kedua belah pihak buru-buru menjauhi medan perang Bu Wanmei dan Sun Yao.
"Mundur dan berlindung di benteng pertahanan" perintah Raja Demi Human kepada pasukannya, dia melihat banyak pasukannya yang telah mati sebelum kedatangan Bu Wanmei, apalagi setelah benturan 2 kekuatan setingkat Half Alfa, banyak pasukan kedua belah pihak mati.
"Cepat mundur dan jauhi mereka berdua." Ratu Siluman Musang juga segera memerintahkan semua bawahannya untuk segera berlindung.
Demikian juga dengan pasukan Kerajaan Arcadia yang juga mundur menjauh, sedangkan pasukan barisan kelima hingga kedelapan, sudah mundur terlebih dahulu, hanya Qin Bo yang masih berada diposisi semula sambil mengamati pertempuran mereka berdua.
Sedangkan Naga Api masih mengejar pasukan kereta besi yang terlambat bergerak, "Naga Api ini sangat kuat, kekuatannya berada pada tingkat Sang Void level 75, cocok untuk aku pamerkan kepada para ketua di nine heaven palace" gumam Qin Bo melihat Naga Api masih mengejar dan membunuh banyak prajurit artileri kereta besi.
"Hati-hati, aku merasa Manusia Rubah itu bukan tubuh aslinya...!" tiba-tiba Paman Qin Bo memberi peringatan kepada keponakannya, dia selalu memperhatikan situasi diluar dunia jiwa.
"Apa...! Apa benar itu bukan tubuh aslinya?" Qin Bo terkejut saat mendengar paman berbicara, dia menggerakkan matanya melihat tubuh Bu Wanmei.
"Aku tidak tahu, hanya perasaanku saja, apa kamu tidak ingat saat kamu berada di Jurang Samsara, kamu bilang telah membunuhnya dengan kekuatan penuh, tetapi kenyataannya dia baik-baik saja, jika bukan tubuh clone tidak mungkin dia masih hidup." jelas Paman Qin Bo kepada keponakannya.
"Bisa jadi. Aneh jika tubuh palsunya mampu bertarung selayak tubuh aslinya, aku bahkan tidak mengetahuinya." jawab Qin Bo yang masih ragu dengan ucapan Pamannya.
Umumnya tubuh clone, tubuh spiritual maupun tubuh astral tidak bisa bertahan lama, dan juga tidak bisa 100 persen menyerupai tubuh aslinya, tetapi yang dilihat Paman Qin Bo dan Qin Bo, seperti tubuh aslinya yang tidak menunjukkan ciri-ciri sebagai tubuh palsu, karena itu, Qin Bo meragukan perkataan pamannya.
Kembali tatapan Qin Bo tertuju pada Naga Api dan menunggu Naga Api mulai kelelahan, agar dia lebih mudah menjinakkan Naga Api itu.
Boom... Boom...
Bu Wanmei dan Sun Yao bertarung ditanah dengan sengit, kedua orang itu mengeluarkan beberapa teknik beladiri, tiap tangkisan dan serangan menciptakan ledakan dan gelombang kejut, terlihat Bu Wanmei mulai kuwalahan dengan kekuatan Sun Yao.
"Huff, lemah tapi bertindak sok kuat. Jangan sia-siakan bakatmu, bergabunglah dengan Kerajaan Arcadia, aku jamin kamu akan memiliki prestasi yang luar biasa diusia mudamu." dengus Sun Yao yang telah mengukur kekuatan Bu Wanmei berada pada tingkat Sang Void level 99.
Sun Yao berbicara sambil bertarung dengan Bu Wanmei, sengaja dia tidak segera mengalahkan Manusia Rubah, dengan harapan Bu Wanmei mau bergabung dan menggantikan posisi Jenderal Utama yang posisinya telah kosong, dengan kekuatan dan kemampuan Bu Wanmei, sudah jelas dirinya akan diuntungkan.
"Hahaha, apa kamu bercanda. Tanpa bergabung denganmu, aku masih bisa mengukir prestasi, dan lagi tidak ada untungnya bergabung dengan Kerajaan Arcadia.
Kalian dengan pihak nine heaven palace saja ketakutan... Hahaha. Bagiku, nine heaven palace adalah belatung penganggu." Bu Wanmei tertawa saat dirinya direkrut oleh Sun Yao, dia berbicara dan mengejek Kerajaan Arcadia yang takut terhadap Qin Bo.
"Bajingan ini... Sun Yao, bunuh saja dia dan jangan bertele-tele, percuma kamu menawari dia menjadi bagian pasukanmu." Qin Bo sangat marah diremehkan oleh Bu Wanmei, dia mendengarkan pembicaraan Sun Yao dan Bu Wanmei.
"Naga Api ayo bergabung, kita kalahkan Sun Yao ini. Isteriku, lebih baik berkumpul bersama ayahmu, karena ini akan menjadi pertarungan berbahaya." perintah Bu Wanmei kepada Naga Api dan kedua isterinya yang masih asik membunuh pasukan Arcadia.
"Hahaha, akhirnya aku bisa berguna bagi Yang Mulia." jawab Naga Api dengan telepatinya, dia segera menjauhi pasukan Arcadia dan mengirim kedua putri Raja Demi Human.
"Suami, kamu harus hati-hati." kata Lu Xinxin yang terlihat kuatir.
"Suami kamu juga harus hati-hati, Qin Bo masih belum bertindak." Lu Xianglun mengingatkan suaminya, dia juga tidak ingin Bu Wanmei terluka lagi.
__ADS_1
Booommm....
Bu Wanmei mengeluarkan pukulan terkuatnya hingga membuat Sun Yao yang lengah mundur beberapa langkah, Bu Wanmei segera mundur mendekati Naga Api yang sudah siap menunggu Bu Wanmei.