Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 152 Detik-detik terakhir.


__ADS_3

Chapter 152 Sosok Penyelamat.


Hari pertama turnament beladiri antar master membuat banyak penonton terkejut dan terkejut lagi melihat 70 wanita selalu bertempur dengan binatang roh, seandainya saja itu mereka yang berhadapan dengan binatang roh sudah pasti hanya akan meninggalkan namanya saja tanpa tubuh kembali kerumah, para pemimpin benua dewa juga terkejut dengan perkembangan di zona pinggir yang dihuni banyak binatang peringkat 3 keatas.


"Pasti ada yang merusak pembatas itu, jika itu terjadi maka peserta kita juga akan berhadapan dengan binatang roh"


"Mungkin saja, tapi apa kamu tidak merasakan keanehan ini, lihat junior kita masih aman dan tidak bertarung dengan binatang roh peringkat 4 keatas!!"


"Ada yang menginginkan tim phoniex mati diwilayah surga kematian..."


Para pemimpin berbicara satu sama lainnya dan juga merasakan keganjilan ini, mereka kuatir akan kemarahan Excel dan akan menghancurkan benua dewa.


"Jika itu terjadi... Tuan muda Excel akan mengira kita dalang yang menimpa isteri-isterinya..."


"Kita dijebak, ada yang ingin mengadu domba kita dengan Tuan muda Excel, cepat kita temui Kaisar dongbu"


Segera para pemimpin benua dewa menemui kaisar Dongbu di istananya, mereka ingin berdiskusi tentang kejadian diwilayah surga kematian.


Setelah mereka sampai didalam istana langsung disambut oleh kaisar Dongbu, kaisar Dongbu yang mengetahui tujuan mereka segera mempersilakan mereka duduk, dan segera membuka omongan.


"Aku tahu tujuan kalian kesini, aku sudah mengirim mata-mata terbaik kami untuk menyelidikinya. Aku juga masih tidak tahu siapa dalang itu... Sebenarnya aku merasa curiga terhadap satu orang, tetapi karena tidak adanya bukti aku tidak berani memastikan tuduhan didalam pikiranku.


Menurut kalian siapa dalang dibalik kejadian yang dialami tim phoniex diwilayah surga kematian?" pertanyaan kaisar Dongbu membuat para pemimpin bertukar pandangan kepada para pemimpin benua dewa, pikiran mereka sebenarnya sama tetapi tidak ada bukti yang menguatkan hipotesis mereka.


"Saudaraku, seberapa cepat mata-mata itu bisa memberikan hasil penyelidikan ini?"


"Hmm, aku tidak bisa memastikannya, jika memang benar orang itu, ini akan menjadi sangat sulit, tetapi jika bukan maka akan menjadi sangat-sangat sulit..." jawaban kaisar Dongbu semakin membuat para pemimpin benua dewa takut dan wajah kepanikan mulai muncul.


"Kalian juga tahu apa yang telah dilakukan oleh Tuan muda Excel kemarin, jika alam puncak turun kesini maka hanya ada satu jawaban, 'segera evakuasi para penduduk menjauhi medan perang mereka', aku berharap Tuan Muda Excel mampu menyelesaikan permasalahan ini"


"Deg" mereka semua kaget dengan ucapan kaisar Dongbu, jantung mereka seakan-akan berhenti dengan tiba-tiba, "glug" mereka semua menelan salivanya dan semakin membuat kepanikan diantara mereka.


Semua bayangan terlintas dipikiran mereka, kekuatan besar memporak-porandakan benua dewa, pertarungan para dewa Absolute sangat ditakuti semua orang, setiap pukulan saja mampu menghancurkan benua dengan mudah apalagi pertarungan penuh energi terjadi di benua dewa.


Semua orang pasti tidak ingin merasakan kematian yang sia-sia, masih banyak yang harus dilakukan semua orang, "hmmm" semua orang menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara pelan, wajah pucat dengan jelas terlihat diwajah setiap orang.


"Lalu, kita tunggu dulu sebelum kita bergerak untuk mengevakuasi para rakyat jelata, kita juga tidak tahu apakah kaisar Dongbu ucapkan itu akan terjadi."


"Kamu benar saudaraku, kita tunggu hasil penyelidikan ini"


"Baik-baik, untuk sementara kita kesampingkan masalah ini, kembali kita lihat aksi tim phoniex."


Setelah pertukaran kata-kata itu, semua orang menatap layar yang dihasilkan dari batu prasasti, dan melihat Bi Liqin masih berhadapan dengan pasukan ular dan dibelakangnya dua kaisar ular bersayap.


"Sejak kapan aku ratumu?" tanya Bi Liqin dengan rasa penasaran, karena dia merasa tidak pernah menjadi ratu.


"M-maaf, Yang Mulia. Ada aturan yang tidak bisa kita langgar dan sudah mendarah daging, anda pasti tahu jika anda juga adalah ras ular, jika ada wanita dari ras ular lahir dan sudah berwujud manusia maka dia akan menjadi ratu ras ular, bagi ras ular tidak mudah merubah diri menjadi manusia sebelum memiliki kekuatan diatas mahadewa, bolehkan hamba bertanya... Apa sejak lahir Yang Mulia sudah berwujud manusia?" jelas Kaisar ular banjir bersayap 8 dan juga bertanya setelah sedikit menjelaskannya.


"Itu benar" jawab Bi Liqin kepada mereka, mendengarkan jawabannya membuat ras ular kegirangan apalagi kedua kaisar ular bersayap 8, mereka mulai berpikir untuk memonopoli Bi Liqin dan juga ingin menjadikan pasangannya.


Bagi kedua Kaisar ular bersayap 8, jika berhasil menjadikan Bi Liqin seorang isteri statusnya akan naik dan juga akan memiliki keturunan yang memiliki garis keturunan yang murni.

__ADS_1


"Hahaha, akhirnya kami memiliki seorang Ratu, ini akan menjadi sejarah baru bagi ras ular kita" kata Kaisar ular bersayap 8 dengan tawa keras dan mulai berani menatap wajah Bi Liqin dengan ceroboh.


Merasakan tatapan birahi yang diarahkan ditubuhnya, membuat Bi Liqin semakin marah, tetapi dia masih menjaga sikap tenang dan ingin tahu apa yang diinginkan mereka.


"Aku tidak ingin menjadi Ratu ras ular, kalian bisa cari yang lain, karena aku sudah memiliki keluarga" suara Bi Liqin menghentikan kegembiraan ras ular dan seluruh tubuh mereka mengigil ketakutan dan juga menahan marah, marah karena penolakan ini sama saja penghinaan bagi ras ular.


Kedua Kaisar ular bersayap 8 itu langsung fantasinya bubar seperti cermin yang dihantam batu saat penolakan ratunya, "krek" suara teredam gemeretak gigi dari dalam mulut mereka berdua, "sialan, jika aku tidak bisa menjadikan isteriku, satu-satunya cara adalah menundukkannya" pikiran kedua Kaisar ular bersayap yang memulai rencananya.


"Tapi bagaimana...dia bilang sudah punya keluarga?" pikiran berkecamuk didalam benak kedua Kaisar ular itu.


"Ratu, bagaimana jika menjadi wali kami, aku secara pribadi akan memberikan segalanya untuk sang ratu"


"Aku tidak tertarik, katakan siapa yang memerintahkan kalian untuk menyerang kami?" Bi Liqin dengan tegas menolak tawaran dari kaisar ular banjir bersayap 8 dan bertanya lagi siapa yang memerintahkan mereka menyerang tim phoniex.


"I-itu..." kedua kaisar terkejut tawarannya ditolak apalagi bertanya sesuatu yang mereka rahasiakan, bagaimana mereka mengetahui rencana mereka yang tersembunyi? Kedua Kaisar ular saling berpandangan, kemudian mengalihkan lagi pandang mereka kepada Bi Liqin.


Kedua kaisar ular bersayap 8 itu ingin menyerang Bi Liqin, tetapi tubuh mereka sulit untuk di gerakan karena tekanan garis darah dari Bi Liqin yang tingkatnya lebih tinggi dan murni.


"Cepat katakan, kesabaran ku ada batasnya" Bi Liqin mulai tidak sabar karena kedua kaisar ular itu hanya melihatnya saja, "glug" bentakan Bi Liqin membuat mereka menelan salivanya dan kembali bertukar pandangan, setelah kesepakatan dengan anggukan kepala Kaisar ular banjir bersayap 8 berkata.


"M-maaf, Yang Mulia, sejujurnya kami diperintah seorang dewa absolute dari alam puncak, namanya dewa..."


"Booommm"


Sebelum Kaisar ular banjir menyelesaikan perkataanya, sebuah kekuatan besar seperti telapak tangan turun dari langit dengan kecepatan sonik meledakan kedua kaisar ular itu hingga menjadi bubur, gelombang kejutan kekuatan besar itu menyebar seperti air tsunami dan menghancurkan pasukan ular setengah manusia hingga menjadi ampas, gelombang kejut itu tidak hanya membunuh pasukan ular saja tetapi bergerak dengan kecepatan tinggi bergerak menuju pasukan wanita.


"Gawat, formasi battle Will black turtle"


"Aktif" sebelum gelombang kejut kekuatan yang sangat besar itu mendekati mereka dari jarak 10 meter, Zhou Mei berteriak kencang dan tim phoniex mengaktifkan pertahanan terkuat formasi battle will.


"Booommm"


Ledakan dahsyat segera mengguncang pertahanan tim phoniex dengan sangat keras, jika mereka terlambat sedetik saja tim phoniex pasti akan menjadi ampas oleh kekuatan yang sangat dahsyat itu.


Suara gemuruh dari langit mengguncang benua dewa, lagi-lagi sebuah telapak tangan besar turun dari langit, kali ini kekuatannya dua kali lipat lebih kuat dari sebelumnya, telapak tangan itu menuju kearah tim phoniex dengan kecepatan yang sangat tinggi.


"Astaga, i-ini kekuatan dewa absolute"


"Apa..." tim phoniex berteriak kencang saat mengetahui kekuatan ini dari Qiaofeng yang pernah menjadi dewa absolute di masa lalunya, tim phoniex seketika ketakutan setengah mati, baru kali ini mereka merasakan bagaimana menjadi lemah setelah sekian lama selalu mendominasi bersama suaminya.


Setiap kenangan bahagia mereka terlintas dipikiran mereka, suami yang konyol tapi penuh kasih sayang selalu membuat mereka tertawa, dengan putri-putri yang lucu membuat hari-hari mereka semakin sempurna, air mata mengalir melewati setiap lekukan wajah mereka, kenangan itu akan menjadi suatu keabadian dikehidupan mereka dialam jiwa nanti.


"Suami, maafkan aku" kata terakhir dari tim phoniex bersuara lirih yang sudah pasrah menerima kekuatan besar itu membunuh mereka.


Tidak hanya tim phoniex saja yang ketakutan, tetapi seluruh penduduk benua dewa juga mulai terduduk lemas di tanah, tekanan dari kekuatan dewa absolute bisa dirasakan dimana saja.


Para pemimpin benua dewa juga ketakutan setengah mati, dan tidak mampu menahan lutut mereka untuk menyentuh tanah, mereka tidak pernah membayangkan jika kekuatan alam puncak turun menghantam tempat kelahirannya, keringat deras membasahi tubuh setiap orang yang sudah pasrah menerima kematiannya.


"I-ini, kekuatan dewa absolute, apa yang dilakukan tim phoniex hingga membuat kemarahan penghuni alam puncak...?"


Setiap pikiran melintas di benak setiap orang, bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, sayang sekali mereka tidak mendapatkan jawaban.

__ADS_1


Telapak tangan menyala dengan nyala api putih semakin cepat mendekati tim phoniex, turun dari langit dengan daya rusak yang mengerikan, kekuatannya mampu meretakkan kehampaan, setiap lintasannya mampu mengoyak apapun.


Setiap pepohonan besar dan menjulang tinggi kelangit sedikit demi sedikit menjadi abu, setiap binatang buas mendongakkan kepalanya menatap telapak tangan itu.


Kengerian, ketakutan, rasa putus asa dan hanya satu kata yang muncul dibenak semua mahkluk hidup "mati", surga kematian yang menjadi target telapak tangan raksasa itu semakin bergemuruh, tanah mulai membentuk retakan seperti jaring laba-laba, setelah retakan itu membelah tanah pepohonan akan langsung tumbang, bebatuan jatuh di celah retakan tanah itu.


Pulau dewa perang dimana menjadi tempat tinggal keluarga besar tim phoniex juga menatap kearah telapak tangan itu, keringat deras juga keluar dari seluruh pori-pori, beruntung bagi mereka yang berada dipulau dewa perang yang masih dilindungi formasi pelindung tingkat mahadewa yang Excel buat, sehingga tidak terlalu banyak menerima tekanan kekuatan besar yang mengerikan itu, biarpun begitu mereka masih saja merasakannya.


Putri-putri dari tim phoniex juga melihatnya dan segera meneteskan air mata yang mengetahui jika telapak tangan itu akan membunuh ibu mereka,


"ibu" kata-kata memanggil ibu keluar dari mulut kecil mereka yang imut, mereka tidak ingin kehilangan orang yang mereka sayangi, mereka tidak ingin kehilangan ibunya, mereka mau menukarkan apapun demi keselamatan ibunya.


Kedua Kaisar ular bersayap 8 sudah menjadi ketiadaan, mereka berdua beruntung mati dengan cepat dan tidak merasakan kematian setelah rasa putus asa, mati dengan cepat lebih baik dari mati dengan rasa yang tidak diinginkan setiap mahkluk hidup.


Bhuuuzzzhh


Bhuuuzzzhh


Tiba-tiba roh beladiri dari tim phoniex segera muncul dan berada didepan tim phoniex, selama didalam dunia roh mereka juga mengetahui kejadian setiap yang Tuannya alami, kini saatnya mereka muncul untuk menjadi pelindung tuannya.


"Sungguh mengerikan kekuatan tingkat dewa absolute" sosok wanita cantik dan imut berpakaian hitam berkata dengan sedikit rasa kuatir disaat dia melihat kearah langit dimana telapak tangan itu turun dengan cepat.


Roh beladiri ashura menatap penuh gelisah kearah telapak tangan itu, roh beladiri para malaikat juga ada, kura-kura hitam, macan putih, Naga, roh Dewa Dewi dan masih banyak lagi roh beladiri yang melindungi tim phoniex.


"Biarpun kita melindungi tim phoniex tetap saja dengan kekuatan ini kita akan menjadi abu juga"


"Deg" kembali jantung tim phoniex berhenti padahal sesaat lalu sedikit gembira dengan hadirnya roh beladiri mereka, tetapi perkataan salah satu roh beladiri membuat mereka mengalirkan air mata yang semakin deras, tim phoniex juga tahu dengan kekuatan mereka sekarang dan bantuan dari roh beladiri tetap saja mereka akan mati dengan mengenaskan.


"Mati bersama tuan kita tetap saja membuatku mati dengan bahagia"


Rasa hangat mengalir dihati setiap tim phoniex disaat roh beladiri mau mati demi mereka, air mata semakin menjadi-jadi hanya ada satu kata keluar dari pikiran mereka "suami"


"Booommm" ledakan energi dari roh beladiri segera meletus dari tubuh mereka dan langsung bergabung dengan tuannya, berbagai warna cincin besar muncul dibelakang tubuh tim phoniex dengan berbagai warna gelap.


Telapak tangan itu semakin dekat dan berjarak 2000 meter dari permukaan tanah, kekuatan membuat tim phoniex menyentuhkan lutut ketanah dan sudah bersiap mengalami kematian kapan saja.


"Sampah"


Wuuuuussshh


"Boooooooommmmm" ledakan maha dahsyat bergemuruh dilangit membuat goncangan besar dibenua dewa, surga kematian menjadi target telapak tangan raksasa itu semakin bergoncang, kekuatan gempa skala 9 membuat banyak celah membentuk jurang dalam.


Suara benturan kekuatan maha dahsyat memekik telinga hingga mengeluarkan darah, walaupun jarak benturan itu 2000 meter dari tanah mampu membuat goncangan hebat yang tidak pernah terjadi dibenua dewa.


Semua orang sudah tidak mampu mendongakkan kepalanya keatas hanya mampu menuduk dengan rasa frustasinya, apalagi tim phoniex yang menjadi targetnya hanya bisa menutup mata menerima kematiannya.


Tetapi suara itu membuat mereka membuka mata dan melihat sosok punggung seorang pria gagah dan penuh rahmat, cahaya putih bersinar menyelimuti seluruh benua dewa.


Melihat punggung yang selalu mampu memberikan rasa aman, nyaman dan bahagia semakin membuat tim phoniex dan roh beladiri menangis bahagia, hanya satu kata yang keluar dari mulut mereka "Suami"...


Seakan-akan itu hanyalah halusinasi sebelum kematiannya sosok seorang pria yang mereka cintai selama hidup mereka muncul dimata mereka, walaupun mati mereka tidak menyesal karena sosok itu selalu dihati.

__ADS_1


__ADS_2