Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 306 Kebohongan?


__ADS_3

Chapter 306 Kebohongan?


Di tempat Istana Surgawi, Yu Guan, Zhuting, Sun Hongli dan ketiga leluhur suci sedang berkumpul.


"Siapa yang akan melakukan misi penting untuk menghancurkan altar portal dimensi?" tanya Yang Wei kepada mereka semua. Yang Wei ingin memberikan tugas ini kepada Yu Guan, Zhuting dan Sun Hongli, tetapi karena basis kultivasinya lebih tinggi, membuat Yang Wei menjadi sungkan.


"Hahaha... Leluhur, biarkan kami bertiga yang menerima misi penting ini, sudah lama aku tidak menjalankan misi apapun selain memantau alam semesta ini." ucap Yu Guan yang menawarkan dirinya untuk menerima misi kali ini, Yu Guan tertawa karena tahu jika ketiga Leluhur suci sungkan untuk memerintahkan dia, Zhuting dan Sun Hongli.


"Hati-hati, misi kali ini sangat berbahaya. Qin Bo dan Qin Sha memiliki kekuatan setingkat True Alfa level 40, mungkin lebih tinggi." kata Lu Bai kepada Yu Guan, mereka tidak mengetahui jika Qin Bo telah menjadi gila.


"Aku tahu, Leluhur. Baiklah kita akan segera berangkat, lebih cepat lebih baik." segera Yu Guan, Zhuting dan Sun Hongli bergegas menuju markas Nine Heaven Palace.


Di dunia jiwa Excel sedang duduk bermeditasi didalam kamar pribadinya, disebelah kanannya ada Yuna dan kirinya ada Yuke. Excel membuka matanya, demikian juga dengan kedua Ratunya.


"Hmm..." Excel menghela nafas panjang sambil melihat Yuna yang wajahnya sangat cantik. Merasakan tatapan suaminya, Yuna menunduk sedih.


"Apa kamu sudah mengetahuinya suami?" tanya Yuna yang terlihat merasa bersalah.


"Tiap orang memiliki permasalahan sendiri-sendiri. Aku sebagai suami hanya bisa mendukung pilihanmu. Hanya saja, kenapa sejak awal kamu tidak bercerita, jika kamu memiliki keluarga.


Aku sudah lama menunggu kamu berbicara, tetapi kamu hanya diam saja selama ini...." jawab Excel dengan nada lembut.


Lalu Excel berdiri, dan berjalan didepan dinding yang ada lukisan yang sangat besar. Excel melihat lukisan itu, terlihat lukisan itu baru dia lukis.


"Maaf, suami. Selama ini aku telah berbohong jika aku terlahir secara alami. Sejujurnya aku telah melarikan diri dari keluarga ku karena perjodohan sepihak. Iya, seperti yang pernah aku katakan dulu, jika ada alam semesta lain yang mencoba memasuki alam ini...! Sebenarnya mereka adalah keluarga ku dan juga keluarga pria yang akan dijodohkan dengan ku. Alam semesta ini juga milik ibuku, bukan milikku pribadi, aku hanya mengolahnya saja.


Sekali lagi aku minta maaf, karena telah banyak memberikan informasi palsu padamu. Aku hanya tidak menyangka kamu bisa setinggi itu, padahal kamu juga bagian dari hidupku...!" jawab Yuna dengan berkata yang sebenarnya.


Excel mendengarkan sambil terus melihat lukisan hasil karyanya sendiri. Excel sebenarnya mampu membaca pikiran dan ingatan Yuna, tapi niat itu tidak pernah Excel lakukan.


Semua itu tidak Excel lakukan untuk memberikan privasi pribadi kepada setiap isterinya. Excel hanya akan membaca pikiran dan ingatan jika memang harus dilakukan.


"Karma atau hukum sebab akibat tidak akan pernah bisa kita hindari. Aku tidak akan marah jika kamu kembali dan menikah dengan pria pilihan orang tuamu. Tapi dengan 1 syarat..." Excel berbicara tanpa melihat kearah Yuna, dia dengan ujung jarinya terlihat sedang menghapus lukisan itu.


Yuna yang mendengar perkataan suaminya, seketika tubuhnya bergetar dan meneteskan air mata kesedihan, Yuna juga melihat Excel yang akan menghapus lukisan itu, buru-buru Yuna mendekatinya, dan menahan tangan kanan suaminya agar mengurungkan niatnya.


"Jangan, tolong jangan lakukan...! Dan, tidak perlu kamu memberikan syarat, karena aku tetapi akan berada disampingmu." Yuna menangis karena syarat itu sangat berbahaya walau hanya 1 syarat, dan lukisan itu adalah lukisan keluarga besar Excel yang berisi semua wanitanya. Excel ingin menghapus Yuna dari lukisan itu, dan tahu apa artinya itu, sebab itu Yuna buru-buru menghentikan suaminya.


"Syarat ku mudah, jika keluargamu dan calon suamimu itu mampu menahan 1 jariku, maka artinya mereka mampu melindungi kamu, jika mereka tidak mampu berarti mereka lemah. Jika lemah, maka jangan pernah memiliki pemikiran yang aneh-aneh, dan jangan terlalu banyak berhalusinasi." kata Excel yang terlihat menahan amarahnya, terlihat jarinya sedikit menyala dengan energi yang menggerikan.


"Mereka kapan datang menjemputmu?" tanya Excel sambil membuat lukisan baru dimeja khususnya.


"20 hari lagi. Tetapi aku sudah memutuskan untuk selalu disisimu, suami." jawab Yuna dengan jantung berdetak kencang saat Excel melukis 2 alam semesta yang dia kenali.


Excel diam saja dan tidak berbicara lagi, karena Excel sibuk melukis, lalu Excel menggambarkan badai meteor di alam semesta dari keluarga pria pilihan orang tua Yuna.


"Jadilah kehendak ku selama 100.000 tahun, akhiri jaman keemasan di alam semesta Nebula." Excel berbicara dengan suara lirih, sambil tangannya mengeluarkan energi yang sangat aneh saat melukis alam semesta Nebula.


"Suami hentikan, akan banyak kehidupan yang tidak bersalah akan mati..." cegah Yuna saat tahu arti ucapan suaminya.


"Hanya 100.000 tahun, dan itu sudah siklus alam semesta. Sekarang aku akan menghukum alam semesta milik keluarga kamu....!" jawab Excel yang terlihat tidak perduli dengan kehidupan di alam semesta Nebula.


Yuna semakin panik saat Excel akan menghukum alam semesta kedua orang tuanya. Yuna buru-buru menghalangi tindakan suaminya.


"Suami tolong jangan lakukan itu, demi aku tolong ampuni mereka...!" Yuna menangis dengan memeluk suaminya agar tidak memberikan hukumannya.


"Karena aku tidak ingin berhutang kepadamu, aku akan kembalikan apa yang pernah kamu berikan kepadaku." dengan segera Excel mengeluarkan esensi jiwa yang Yuna berikan.


Excel sejak lama telah memisahkan jiwa Yuna dan jiwanya sendiri. Dan Excel segera menyentuh dahi Yuna. Yuna langsung kaget tanpa bisa dia tolak maupun dia hindari ketika Excel mengirimkan jiwanya kembali.

__ADS_1


Yuke yang melihatnya hanya diam dan ikut meneteskan air matanya, dia tidak bisa ikut campur dengan masalah Ratu Alam Semesta Aurora. Yuke hanya berani melihat lukisan Excel yang tampak hidup seperti aslinya.


Ya, siapa yang tidak kecewa jika telah dibohongi selama ini oleh orang yang di cintai. Tidak kecuali Excel sendiri yang kecewa mendengar pengakuan Yuna.


Sebab itu, Excel tidak mau membuka pesan dari Yuna saat masih memiliki sistem, karena Excel sudah tahu apa isinya, dan sekali membuka pesan, Yuna juga masih berbohong kepadanya.


Boom... Boom


Yuna langsung menerobos ke tingkat yang lebih tinggi setelah Excel mengembalikan esensi jiwa milik Yuna.


"Suami, apa yang kamu lakukan... Hikss..." Yuna tidak bahagia dengan Excel mengembalikan jiwanya, walau dia mendapatkan kembali kekuatan yang sebenarnya.


"Agar kamu bisa menangani mereka dengan mudah, kini kamu bisa memilih tujuan kamu sendiri tanpa intervensi keluargamu lagi. Setelah aku mengurus Nine Heaven Palace, aku akan pergi mengurus sesuatu tanpa kamu dan saudari-saudarimu." kata Excel dengan tubuhnya menjadi transparan dan menghilang.


"Suami.... Hikss...."


Yuna dan Yuke merasakan kesedihan yang mendalam saat Excel menghukum mereka semua tanpa pilih kasih. '1 orang yang bersalah, semua mendapatkan hukuman' itu adalah motto Excel yang adil dan merata kepada semua wanitanya.


Excel muncul di kursi singgasana-nya, yang berada di Benua Biru. Dia duduk dengan bersandar dan memejamkan matanya, terlihat Excel kecewa karena kebohongan isterinya.


"Sepintar-pintarnya wanita menyimpan rahasia, tetap saja akan ketahuan juga." lalu Excel membuka matanya.


"Semoga kamu lulus ujian dari kedua orang tua aku. Aku harap kamu tidak salah dalam memilih, Yuna." gumam Excel yang tubuhnya menghilang lagi.


"Ratu, apa yang harus kita katakan kepada saudari kita?" tanya Yuke dengan memeluk Yuna.


"Kita harus katakan yang sebenarnya, aku tidak ingin melakukan kesalahan dan kebohongan lagi. Karena ini kesalahan diriku, aku saja yang berbicara kepada mereka." jawab Yuna sambil berdiri setelah terduduk lemas.


Kemudian, kedua wanita itu keluar dari kamar pribadi Excel setelah membakar lukisan yang baru dibuat Excel. Biarpun lukisan Excel telah dibakar, kutukan 100 ribu tahun bagi Alam Semesta Nebula tetapi berlaku.


Kutukan itu membuat Alam Semesta Nebula menjadi hancur sedikit demi sedikit, dengan banyaknya meteor yang berjatuhan, membuat banyak jiwa yang meregang nyawa.


"Terima kasih sudah datang memenuhi panggilan ku. Sebelum dan sesudah aku berbicara, aku meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian semua.


Aku telah membuat kesalahan terhadap suami kita....!" Yuna berbicara perihal kekecewaan Excel karena kebohongan dirinya selama ini.


Setelah mendengar pengakuan Ratu pertama, semua wanita Excel menangis dan terlihat mulai panik, kuatir dan cemas, mereka takut jika Excel meninggalkan mereka.


"Jangan kuatir, suami kita hanya marah sebentar. Dia hanya pergi untuk melakukan hal yang penting. Dan sekali lagi aku minta maaf kepada kalian semua, karena tindakan aku yang sudah berlebihan." kata Yuna yang masih berdiri semenjak pertama kali dia berbicara, lalu Yuna duduk di kursinya.


"Apa salahku suami, hingga aku kamu hukum juga...hikss" Jun Liqin menangis karena dirinya juga harus ikut menanggung kesalahan Yuna.


Di ruangan itu terdengar ramai tangisan dari semua wanita Excel, dan tidak sedikit yang kecewa telah mendapatkan hukuman, padahal mereka tidak pernah melakukan kesalahan sedikit pun kepada Excel.


"Siapa yang bisa menenangkan hati suami kita? Dan dia sekarang kemana?" tanya Zhu Rong kepada Yuna dan Yuke.


"Siapa saja yang bisa menenangkan hati suami kita, bisa mencobanya. Demikian juga aku, aku akan berusaha meredam hatinya yang telah kecewa." jawab Yuna kepada mereka semua.


"Biar aku mencarinya...!" Thunder Bird segera keluar dari dunia jiwa dan mencari keberadaan Excel, karena dia telah menandai tubuh Excel tanpa diketahui banyak orang.


Setelah Thunder Bird keluar, putri-putri Excel juga mengikuti Thunder Bird, disusul 20 Goddess dan 100 peri. Zhu Rong dan Fairy Diao juga ikut mencari Excel, dan akhirnya semua wanita Excel juga ikut mencari keberadaan suaminya.


"Ratu, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Yuke selalu mengikuti perintah Yuna dan bertanya apa yang harus dia lakukan.


"Kita fokus dengan Nine Heaven Palace dulu. Seperti yang dikatakan suami kita, dia akan mengurus Nine Heaven Palace sebelum pergi. Kita tetap sesuai rencana awal." jawab Yuna, dia yakin jika Excel hanya membutuhkan ruang untuk menyendiri.


"Baik, Ratu."


Wushhhh

__ADS_1


Wushhhh


"Kakak, apa kamu tahu keberadaan suami kita?" tanya Mei Yin Si Angsa mitologi kepada Thunder Bird.


"Hehehe, tentu aku tahu kemana Rubah jelek itu..." jawab Thunder Bird dengan percaya diri, dia jadi sombong saat dirinya diikuti banyak wanita.


"Seandainya dia tidak menutup matanya, kita bisa tahu dimana dia berada" ucap Qiaofeng yang mengetahui jika Excel sengaja memblokir pandangannya, agar orang yang berada di dunia jiwa tidak mengetahui posisinya.


"Qin Yang, apa seperti ini jika suamimu marah?" tanya Ratu Inti Kehidupan kepada putrinya, dia kini telah memiliki tubuh baru setelah Excel membuatkan khusus untuknya, seperti He Hua Si Ratu Api Ashura.


"Dia tidak marah bu, dia hanya kecewa, jika dia marah itu sangat menggerikan." jawab Qin Yang dan tersenyum pada ibunya.


Di tempat lain, Yu Guan, Zhuting dan Sun Hongli sedang mengamati situasi markas Nine Heaven Palace yang kini dipimpin oleh Qin Sha.


"Dimana altar itu?" gumam Yu Guan sambil mencari lokasi altar portal dimensi.


"Coba lihat menara itu, di bawah banyak prajurit yang terlihat waspada, seperti mereka sedang menjaga hal yang penting." ucap Sun Hongli dengan menunjukkan kearah menara.


"Ayo kita kesana, jika memang benar itu adalah altar portal dimensi, segera kita hancurkan. Ingat, aktifkan Armor Clock saat kita akan melewati kekosongan." Yu Guan segera mengaktifkan Armor Clock dan disusul kedua sahabatnya.


Mereka bertiga membelah kekosongan dan menghilang dari posisinya. Mereka bertiga berjalan dengan berhati-hati saat di kehampaan, kuatir gerakan yang sembarangan akan dideteksi musuh.


Mereka bertiga melihat targetnya, dan saling bertukar pandang dan menggangukkan kepalanya tanda mengerti.


"Biar aku saja yang menghancurkan altar itu, jika bersama-sama, aku kuatir kedua orang itu yang berada di menara akan tahu." kata Yu Guan kepada kedua sahabatnya dengan telepatinya.


Kedua orang yang dimaksud oleh Yu Guan adalah Alex dan Leon, mereka berdua selalu mematuhi tugas yang diberikan oleh pemimpinnya.


Wushhhh


Boommm.... Boommm


"Aaahhhh...."


"Awas ada musuh yang menyelinap..."


Dua kali ledakan besar saat Yu Guan mengeluarkan kekuatan penuhnya, altar portal dimensi berguncang hebat, tetapi tidak sampai menghancurkan altar itu.


Semua prajurit menjadi panik dan berteriak keras untuk memanggil bantuan.


"Cepat kita kembali..." Sun Hongli langsung menarik lengan Yu Guan dan mereka bertiga segera melarikan diri.


"Bangsattt..." umpat Alex dan Leon yang segera mengetahui ada musuh yang berusaha menghancurkan altar. Semua prajurit yang dekat dengan serangan Yu Guan, sudah banyak yang mati dan sebagian terluka parah.


Wushhhh


Boommm


"Kejar dia..." Alex dan Leon segera merobek kekosongan dan mengejar jejak musuhnya, setelah melepaskan serangan di tempat Yu Guan berada. Alex dan Leon menghilang setelah merobek kekosongan, mereka berdua mengejar Yu Guan dan kedua sahabatnya.


"Sialan... Mereka menyelinap di kekosongan" Qin Sha segera tiba, dia masih merasakan fluktuasi energi kehampaan yang ditinggalkan Alex dan Leon.


Lalu Qin Sha melihat altar yang terlihat ada retakan, dia menjadi marah karena retakan itu menggeser posisi bala bantuan dari Nine Heaven Palace.


"Bajingannnn... Aaahhhh... Alam semesta terkutuk...." Qin Sha benar-benar marah dan mengutuk Alam Semesta Aurora.


"Ya Dewaaaa, ini tidak baik...!" Sun Yao juga segera datang dan terkejut saat melihat altar portal dimensi terdapat banyak retakan.


Seketika Sun Yao menjadi lemas dan dia memejamkan matanya, harapan untuk mendapatkan bantuan dari Nine Heaven Palace seakan-akan pupus setelah altar portal dimensi mengalami kerusakan.

__ADS_1


Qin Sha menggelengkan kepalanya dan sudah tidak berharap bisa menunggu lebih lama lagi di alam semesta ini, dia melihat Sun Yao yang juga sudah putus asa melihat kenyataan ini.


__ADS_2