Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 159 Tidak ada yang sempurna.


__ADS_3

Chapter 159 Tidak ada yang sempurna.


Setelah didalam jiwa, Excel juga menyibukkan diri dengan merubah struktur dunia jiwanya yang kini berukuran lebih besar dari alam semesta aurora, dia menciptakan banyak hal dengan merubah waktu lebih lambat dari sebelumnya.


Sebelumnya 1 jam didunia jiwa sama dengan 1 bulan didunia luar, dan Excel mengubah 1 jam sama dengan 1 tahun didunia luar, sengaja Excel merubah agar dia bisa lebih cepat meningkatkan kekuatannya.


Disisi lain anak, isteri dan keluarganya merindukan Excel, sudah lebih 2 tahun Excel tidak ada kabarnya bahkan semua keluarga besar Excel membuat Kekacauan didalam benua lubang hitam.


Ratu alam semesta hanya diam saja dengan tindakan dari keluarga besar Excel yang selalu mengamuk setiap harinya, bahkan banyak pasukannya telah mati dan terluka parah.


Seng Qiao, Seng Huaran dan Shuwan awalnya saling bertarung dengan keluarga besar Excel, tetapi setelah mengetahui jika suami mereka adalah dewa perang, ketiga wanita itu akhirnya bergabung dan juga ikut membuat kekacauan dimana-mana.


"Bibi, cepat pulangkan kami kembali"


"Bibi kamu jahat"


"Ratu alam semesta kamu terlalu egois"


Putri-putri Excel beserta keluarganya selalu mencaci maki Ratu alam semesta, setiap hari mereka selalu bertarung dengan banyak kekuatan dibenua black hole, dibenua black hole sama seperti halnya alam puncak yang memiliki banyak dewa Absolute, biarpun begitu keluarga besar Excel tidak takut karena di pihaknya ada 25 dewi-dewi dan ada Seng Qiao, Seng Huaran dan Shuwan yang sama-sama setingkat dewa absolute level 20, mereka masih tidak mengetahui kekuatan ketiga wanita itu sebenarnya, mereka mengira sama dengan kekuatan 25 dewi-dewi.


Pasukan wanita dan tim phoniex Junior dibenua lubang hitam sangat terkenal, dengan aksi heroik yang mereka lakukan hampir setiap hari, banyak tim phoniex junior menjadi idola para anak-anak dan juga remaja yang selalu mengikuti berita mereka setiap hari.


Biarpun keluarga besar Excel selalu membuat kekacauan dibenua lubang hitam, Ratu alam semesta tetap diam dan malahan memerintahkan pada jendralnya untuk tidak menindaknya atau menghukum mereka.


Segala kekuatan dibenua lubang hitam tidak ada yang berani mendekati keluarga besar Excel karena mereka sangat ganas dan banyak membunuh orang yang mencoba memprovokasinya.


Diawal kehadiran keluarga besar Excel yang penuh dengan kecantikan, banyak kekuatan besar ingin merebut dan menjadikan mereka isteri, bahkan mau mempertaruhkan hidup mereka agar bisa memiliki semua kecantikan itu.


Tetapi setelah mengetahui wajah super tampan suaminya, banyak pria menjadi minder dan merasakan diri mereka rendah, apalagi Ratu alam semesta memberi informasi prihal kekuatan Excel membuat banyak kekuatan benar-benar takut.


Disetiap tempat, Putri dan isteri Excel selalu mendirikan patung yang sangat tinggi sebagai bentuk cinta dan kasih sayang mereka terhadap ayah dan suami, selama 2 tahun lebih keluarga besar Excel hampir menguasai 10% wilayah benua lubang hitam.


Biarpun wilayah pribadi ratu alam semesta yang sudah dikuasai keluarga besar Excel, Ratu tetap diam saja, bahkan memberikan banyak sumberdaya agar mereka menjadi lebih kuat.


"Yang Mulia, apa Tuan sudah ditemukan"


"Belum, dia seperti angin, meninggalkan jejak tetapi tidak ditemukan" Jawab Ratu alam semesta yang bermalas-malasan disinggasananya, dan selalu menutup mata.


"Yang Mulia, biarkan saja aku yang mencari keberadaannya, mungkin dengan kehadiran saya dia mau menemuiku" pinta Yuke kepada Ratunya, Yuke juga sangat sedih berpisah dari Excel, apalagi Yuke selalu bersama dengan Excel semenjak remaja.


"Tidak perlu, jika dia mau dia bisa datang dan pergi sesuka hatinya, kamu jangan kuatir di alam semesta aurora tidak ada yang bisa menyakitinya biarpun kekuatan telah aku ambil...biarpun begitu dia tetap saja sulit aku temukan" kata Ratu alam semesta yang masih menutup mata walau sedang berbicara dengan Yuke, sebenarnya Ratu alam semesta juga bingung semenjak Excel menyatu dengan Sang pencipta dia sangat sulit diprediksi kemana harus pergi atau jalan pikirannya.


"Hah, baik Yang Mulia" Yuke mendesah pasrah dengan perubahan suaminya yang sulit ditebak.


"Apa ada perkembangan dari wilayah perbatasan?"


"Ada, Yang Mulia. 2 hari yang lalu ada fluktuasi energi kehampaan sedikit terganggu, di zona itu muncul sebuah lubang kegelapan tetapi menghilang lagi dalam sekejap.


Dan pasukan kekosongan telah bersiaga penuh dizona itu, hanya titik itu yang sering terjadi perubahan suhu yang aneh, karena itu hamba memperkirakan zona itu sebagai pintu dimensi lain." jawab Yuke kepada Ratunya.


"Bagus, besok aku akan kesana dan memeriksanya" kembali suasana menjadi hening didalam istana yang sangat megah, istana Ratu alam semesta melayang diudara dan memiliki banyak pilar yang menjulang tinggi, tiap pilarnya terpasang sebuah senjata yang mirip meriam.


Didalam istana itu tidak ada yang namanya pria dan istana itu hanya dihuni wanita pilihan, setiap orang yang ingin bertemu dengan Ratu alam semesta selalu saja bertemu dengan wakilnya atau Yuke yang menemui mereka di istana khusus untuk menjamu tamu.


"Ibu, ayo kita buat keributan lagi sampai bibi jahat itu mengembalikan ayah"


"Baiklah, ayo kita pergi"


Sekali lagi keluarga besar Excel membuat kekacauan dibenua lubang hitam, untung saja area khusus Ratu alam semesta dilindung formasi array yang sangat kuat, jika tidak sudah lama istana itu telah dikuasai keluarga besar Excel yang tidak pernah kenal lelah.


"Tidak ada yang sempurna"

__ADS_1


Tiba-tiba suara pria yang merdu dan lembut terdengar diseluruh benua lubang hitam, suaranya membuat semua mahkluk menghentikan aktivitasnya dan mendongakkan kepalanya keatas dan mencari sumber suara itu.


"Ibu itu suara ayah...ayah dimana kamu"


"Yayah... Ibu itu suara yayah...hikss ayah aku kangen kamu"


"Suami"


"Pemimpin"


"Menantu"


Setelah mendengarkan suara yang sangat mereka kenal segera membuat keluarga besar Excel berseru dan memanggil namanya, air mata membasahi pipi setiap keluarga besar Excel, dan kini mereka semakin penuh semangat dan ingin membuat kekacauan yang lebih hebat.


"Kalian semua tunggu aku datang dan menjemput kalian, yakinlah, biarpun aku tidak berada disisi kalian aku selalu mengawasimu dalam setiap waktu.


Aku selalu melihat kalian bahkan jika kalian sedang tertidur, rajinlah berkultivasi dan buat aku bangga dengan hasil kerja kerasmu. Ayah selalu merindukan kalian"


Semua orang yang mendengar suara Excel menjadi melankolis, air mata mengalir membasahi pipi. Keluarga besar Excel yang ingin membuat kekacauan menjadi berhenti dan saling berpelukan karena merasakan hangat dihati yang selama ini menjadi dingin.


"Ayah, aku akan rajin berkultivas dan membuat ayah bangga"


"Aku juga Yayah"


"Suami, terima kasih kamu selalu mengawasi kami"


"Suami, cepatlah menjemput kami"


Seng Qiao, Seng Huaran dan Shuwan ikut menangis disaat mengetahui jika itu suara orang yang selama ini mereka rindukan, semua keluarga Excel mengepalkan tangannya dan bertekad menjadi lebih kuat.


Ratu alam semesta atau Yuna dan Yuke juga mendengarkan suara familiar itu, dan membuat Ratu alam semesta membuka matanya dan menatap sosok pria yang wajahnya berselimutkan api kecoklatan, langsung saja Ratu alam semesta melepaskan kesadarannya dan buru-buru menghampiri Excel.


Tetapi disaat didekati selalu saja menghilang seperti asap yang tertiup angin, baginya perkataan Excel yang diucapkan pertama kali setelah menghilang telah menyadarkannya dari keegoisan sebagai ratu alam semesta.


Gumam Ratu alam semesta didalam lubuk hatinya, memang benar tidak ada yang sempurna dialam semesta ini, jika sempurna tidak ada yang namanya 7 emosi negatif dan 7 emosi positif, Yin dan Yang juga tidak sempurna jika sempurna tidak mungkin alam selalu saling melahap, tidak mungkin hitam dan putih menjadi abu-abu.


Warna pelangi selalu indah tetapi hanya sesaat, hujan tidak selamanya turun demikian juga kemarau selalu datang dan pergi sesuka hati.


Waktu yang abadi juga tidak sempurna, lalu apa yang namanya sempurna? Tidak ada yang bisa menjawabnya, bahkan ratu alam semesta tidak mampu menjawabnya dengan pasti.


Jika ada yang menjawab 'kesempurnaan hanya milik Dia', lalu kenapa ada namanya 7 emosi.... Jika ada yang menjawab lagi 'itu hanya ujian' lalu sampai kapan ujian itu berakhir...


Misteri ini hanya alam semesta yang mungkin bisa menjawabnya, alam jagat raya tidak terbatas dan bergerak dengan sendirinya...


Setelah suara Excel menghilang dan tidak berbicara lagi, semua keluarganya kembali ketempatnya masing-masing dan berkultivasi dengan giat tanpa kenal lelah...


Demikian juga dengan Yuna dan Yuke yang selalu mencari keberadaan Excel, tetapi mereka tidak menemukannya bahkan jejaknya tidak pernah mereka temukan lagi.


Disebuah kota kecil didalam rumah makan duduk disudut seorang pria dengan mengunakan pakaian berwarna putih dengan ikatan kepala berwarna hitam, rambut pendek dengan sisi kedua kepalanya terpangkas tipis dan topeng penutup wajah hanya memperlihatkan mata dan mulutnya saja, lalu sebuah gulungan terbuka didepannya yang terletak dimeja, dia menggambar dengan kuas yang telah tercelup tinta.


Tatapan semua orang tertuju pada pria itu yang tampilannya sangat terasa aneh diantara semua orang dibenua dewa, pria itu tampak riang disaat menggambarkan digulung itu.


Dengan lembut dan gerakan yang halus menciptakan sensasi yang mampu menghipnotis setiap mata, hanya gerakan tangannya saja mampu mengumpulkan energi Qi yang sangat padat dan membentuk banyak wajah, bentuk wajah itu secara berlahan dia arahkan didalam gulungan itu.


Kuas yang dia gerakan melukis banyak wajah dan tubuh banyak orang, yang semakin menarik banyak minat pengunjung rumah makan.


"Tuan muda, bolehkan aku duduk disini"


Tiba-tiba seorang wanita sangat cantik berbicara kepada pria itu, usia 20 tahun wajahnya berbentuk oval, kulit putih dan sehalus batu giok, rambut panjang yang hampir menyentuh pinggang dengan warna hitam pekat, bibir kecil tipis berbentuk busur yang berwarna merah muda, tingginya 185 cm dan bentuk tubuhnya langsing.


Tanpa pria itu menjawab, wanita muda itu langsung duduk didepannya dan melihat lukisannya yang diletakkan diatas meja, dengan penuh minat wanita itu menatap wajah yang ditutupi topeng hitam.

__ADS_1


Disaat melihat bola matanya wanita itu menjadi gemetar dihatinya seakan-akan tersedot kedalam matanya, semakin lama melihat bola mata pria bertopeng itu wanita muda itu semakin terhanyut dan merasakan damai di jiwanya.


"Luar biasa, perkenalan namaku Na Yu, siap namamu Tuan muda."


"Bu Wanmei"


"Hahaha, Tuan muda, namamu sangat unik" wanita muda itu yang bernama Na Yu ketawa mendengar nama pria bertopeng itu, semua orang yang melihat tawanya seakan-akan tersesat dan menjadi linglung. Melihat pria bertopeng itu saja sudah membuat mata terhipnotis sekarang ditambah kehadiran seorang wanita muda yang sangat-sangat cantik, sepertinya 2 orang itu saling melengkapi, pria penuh misteri dan wanita penuh keanggunan.


Mereka berdua seakan-akan diciptakan untuk saling melengkapi dan saling memiliki, kedua orang itu seperti hitam dan putih.


Bu Wanmei hanya diam saja tanpa melihat tawa dari wanita yang duduk didepannya, dia sibuk melukis digulungan itu, setelah selesai menggambarkan pria bertopeng itu menuliskan namanya.


"Ini untukmu" kata Bu Wanmei kepada Na Yu dan berdiri meninggalkan rumah makan, wanita yang melihat lukisan itu menjadi membeku dan diam beberapa saat, mengetahui jika pria bernama Bu Wanmei telah keluar dari rumah makan. Na Yu buru-buru mengejar setelah menyimpan lukisan itu.


Semua orang yang berada di rumah makan juga mengikuti Na Yu yang mengejar Bu Wanmei yang berjalan dengan santai disepanjang jalan berbatu.


"Bu Wanmei, kamu mau kemana?" tanya Na Yu yang sudah menyusul dan berjalan berdampingan dengan pria bertopeng bernama Bu Wanmei.


"Jalan-jalan menghitung langkah kaki" jawab Bu Wanmei yang semakin menarik minatnya, mereka berdua tidak perduli dengan orang-orang yang semakin banyak mengikuti mereka berdua.


"Hahaha, sampai kapan kamu akan menghitung...?"


"Sampai aku lupa cara menghitungnya" jawaban pria bertopeng itu membuat Na Yu menjadi berpikir.


"Sampai lupa cara menghitung" gumam Na Yu yang bingung dengan perkataan Bu Wanmei, dia merenungkan kata-kata itu sambil jalan berdampingan.


Semua orang ingin mendekati kedua orang itu tetapi aura intimidasi kedua orang itu membuat mereka tidak mampu mendekatinya, bahkan kekuatan kedua orang itu tidak bisa mereka lihat.


Merasa tidak bisa menemukan arti dibalik kata-kata itu Na Yu mencoba mengali identitas pria bertopeng itu.


"Tuan muda Bu Wanmei, berasal darimana...?"


"Entahlah, aku sudah melupakannya"


"Lupa, bagaimana mungkin bisa dilupakan...hahaha...Tuan muda pandai bercanda." Na Yu semakin tertarik dengan pria ini, setiap perkataan selalu lucu dan penuh arti.


"Apa Tuan muda sudah memiliki isteri?"


"Apa lukisan tadi sudah kamu lihat?" Bu Wanmei ditanya kembali bertanya pada Na Yu membuatnya mengerutkan keningnya.


"Sudah. Apa itu isteri, anak dan keluargamu?" tanya Na Yu kepada pria bertopeng itu, tetapi kali ini dia diam saja dan tidak segera menjawab.


Mereka berdua berjalan terus hingga tanpa terasa telah melewati gerbang pintu masuk kekota itu, disaat kedua orang itu telah keluar dari kota kerumunan yang mengikuti akhir berhenti dan tidak mengikuti mereka berdua lagi.


"Hah, 2 orang yang misterius, aku penasaran dengan identitas mereka, kalian coba cari tahu siapa dia, dan kerahkan mata-mata untuk mengikuti kedua orang itu."


"Baik, pemimpin.


Seorang pemimpin kota juga penasaran dengan kehadiran mereka berdua yang auranya saja mampu dirasakan banyak kota dekatnya, dia memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki identitas mereka berdua, segera mata-mata khususnya bergerak dan mengikuti jejak aura mereka berdua, tetapi tiba-tiba aura mereka berdua menghilang saat memasuki hutan.


"Astaga... Ini... Orang itu melukis hingga tembus dimeja!!" seorang pelayan yang membersihkan tempat dimana kedua orang misterius itu menemukan lukisan dimeja, terlihat lukisan yang tembus dimeja terasa hidup dan bergerak-gerak layaknya itu nyata, teriakannya menarik perhatian pemilik rumah makan dan juga terkejut dengan lukisan itu.


"Cepat ganti meja ini, ini lukisan dari seorang master seni...hahaha. Sungguh keberuntungan disaat ketakutan."


"Tuan, apa lukisan ini berharga?"


"Bodoh, lukisan ini sudah masuk seni tingkat Mahadewa, jika seorang pelukis tingkat Mahadewa, dia mampu membuat lukisannya menjadi hidup seperti aslinya, jika kita menyegel lukisan ini harganya mencapai miliaran batu roh, bahkan aku akan menjadi buruan banyak kekuatan yang menginginkan lukisan ini. Saat ini sudah tidak ada master seni setingkat ini, paling banyak setingkat guru." kata pemilik rumah makan memberikan penjelasannya, seketika pelayan itu syok dan gemetaran, buru-buru dia menutupi meja itu dengan kain dan menyimpannya diruang pribadi pemilik rumah makan.


Kemudian pemilik rumah makan itu menyegel lukisan dimeja makan dan segera menyimpan di cincin dimensi miliknya.


"Tidak ada yang sempurna. Kata-kata yang penuh arti, lukisan ini tampak sederhana tapi penuh kasih sayang didalamnya, apa dia melukis keluarganya?" gumam pemilik rumah makan itu setelah lega menyimpan lukisan mahakarya seorang master lukis.

__ADS_1


(Author : Bu Wanmei \= tidak sempurna. Sebenarnya saya ingin menggunakan nama 'tidak ada yang sempurna', berhubungan terlalu panjang saya hanya sedikit menyingkatnya menjadi 'tidak sempurna')


__ADS_2