
Chapter 60 Menyelamatkan 2 gadis
Rencana masih banyak yang belum terselesaikan, Excel dan semua wanitanya berkumpul di ruang kendali utama kapal BESD1 untuk membahas rencana berikutnya.
Qiaofeng gadis kecil yang tidak bisa diam segera berlari menuju ruang simulator dan bermain didalam ruangan khusus pelatihan tanpa peduli dengan urusan orang dewasa, bagi dia Excel akan selalu tetap miliknya dan tidak kuatir.
"Suamiku, kamu terlalu baik pada keluarga kami" kata Ling Xuan pada Excel diam merasa bahagia dengan sifat adil dan royal pada keluarganya.
"Aku belum baik, masih ada keluarga kita di luar yang belum aku rawat. Baiklah kalian semua saatnya kalian evakuasi keluarga kalian, bawa 1 kapal tempur untuk menjemput mereka dan bawa 1 lagi untuk cadangan." pinta Excel pada semua wanitanya, semua isterinya juga sangat bahagia bisa menjemput keluarganya yang mereka rindukan.
"Kalian harus saling membantu dan harus saling berpasangan agar keamanan kalian terjamin. Aku akan selalu mengawasi kalian dari kapal BESD1, jadi kalian jangan kuatir" kata Excel pada mereka yang akan menjemput keluarganya.
"Baik suami, kami akan segera berangkat" balas mereka semua termasuk isterinya dari Kekaisaran Ling dan Li akan membuat rencana evakuasi.
"Bibi, aku ikut. Aku ingin meledakan orang lagi" tiba-tiba Qiaofeng datang dengan berlari, karena sudah mahir bermain diruang simulator dan sudah tidak lagi menarik baginya.
"Feng'er, kamu ikut kakak, oke" kata Niu Qinglin yang tidak bisa jauh dari Qiaofeng.
"He-he-he, aku bosan bermain di simulator" balas Qiaofeng yang mudah bosan dan ingin sesuatu yang baru.
"Baiklah, Kapal ini akan selalu berada pada titik koordinat tetap, jadi jika sudah selesai, segera kalian kembali kekapal"
Dengan segera mereka pergi dalam misi evakuasi keluarga mereka, mereka juga tidak ingin melihat keluarga mereka jauh dan dalam bahaya.
"Yuke"
[Ya, Tuan Felix]
"Ayo, kita jalan-jalan berdua, jujur saja aku merindukanmu." kata Excel yang membuat Yuke sangat senang.
[Aku juga merindukanmu, Tuan]
"Veno, kamu awasi semua wanitaku dengan baik, jika mereka dalam masalah segera lindungi dan kabari aku." perintah Excel pada asisten kapal BESD1.
{Baik, komandan}
"Aku harus menemui Ratu Kekaisaran Zhou..." gumam Excel yang yang tiba-tiba menghilang.
Hutan Pinus adalah simbol dari kota Song, sebuah kota besar yang memiliki banyak pohon Pinus di wilayahnya, hutan Pinus menjadi tempat banyak orang berburu binatang dan biji pohon Pinus.
Biji pohon Pinus terhitung langkah, karena masa kembangnya tiap 100 tahun sekali, dan saat ini banyak orang sedang mencari biji Pinus untuk meningkatkankan kekuatannya.
Dalam hutan telah banyak kultivator berkelompok sedang berjalan dengan waspada, karena tiap biji Pinus akan selalu dijaga binatang buas tingkat mistik.
"Ini sudah waktunya biji Pinus tumbuh, semoga kita mendapatkannya" kata seorang pria pada kelompoknya.
"Tapi tidak mudah, menurut guruku setiap biji akan dijaga binatang buas tingkat mistik"
"Ha-ha-ha, hanya tingkat mistik. Kita berlima mampu membunuhnya dan juga aku pada tingkat Mortal, kalian andalkan aku saja...ha-ha-ha"
"Jangan sombong kakak Lie, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti" balas seorang wanita berusia 17 tahun dengan rambut coklat sepinggang dan bola mata berwarna coklat, Shu Eu-Meh
"Ha-ha-ha, sayang kenapa kamu begitu ketus." balas Ming Lie yang sedikit tidak suka dengan sifat dari Shu Eu-Meh yang terlalu dingin padanya, padahal Ming Lie sudah lama suka padanya.
"Jangan panggil-panggil dengan kata sayang" jawab Shu Eu-Meh dengan sikap jijik pada Ming Lie, Shu Eu-Meh sebenarnya tidak suka bergabung dengan tim dari Ming Lie, karena perintah dari Elder maka Shu Eu-Meh hanya bisa pasrah dan menurutinya.
"Sudah jangan hiraukan, dia selalu begitu" kata teman Shu Eu-Meh yang juga seorang wanita berusia 18 tahun dengan rambut sebahu, bola mata berwarna hitam, Xiao Chun.
Gooooorrr
Gooooorrr
Tanpa sadar tim yang berisi dua wanita dan 3 pria memasuki wilayah terdalam hutan Pinus, wilayah yang banyak berisi binatang buasnya.
"Hati-hati, kak. Seperti binatang buas tingkat mistik." kata Shu Eu-Meh pada Xiao Chun agar waspada.
"Ha-ha-ha, berarti kita sudah dekat dengan letak biji Pinus, kalian jika takut lebih baik dibelakang ku...hahaha." jawab Ming Lie yang bangga akan kekuatannya dan Shu Eu-Meh dan Xiao Chun hanya membalas dengan dengusan.
"Huuff"
Gooooorrr
Gooooorrr
"Ayo kita kesana, dari suaranya seperti sedang menjaga sarangnya. Sayang, kamu berdua ikuti saja dibelakangku." perintah Ming Lie pada 2 orang bawahannya dan juga Ming Lie meminta dua wanita itu mengikutinya.
"Menjijikkan jika kamu berkata seperti ini" jawab Shu Eu-Meh yang marah jika Ming Lie memanggilnya dengan sebutan kata sayang.
"Ha-ha-ha, kamu jangan terlalu galak, Eldermu dan keluargaku sudah menyetujui hubungan kita, jadi lebih baik kamu patuh padaku...ha-ha-ha" balas Ming Lie yang tertawa bangga dan menyebutkan apa yang membuat Shu Eu-Meh dan Xiao Chun semakin benci dan marah.
"Dalam mimpimu, jika kamu suka nikahin saja Elderku" bentak Shu Eu-Meh yang semakin kesal karena Ming Lie menyebutkan perjodohan yang tidak dia inginkan.
Gooooorrr
Gooooorrr
Merasa jika wilayahnya telah dimasuki manusia, binatang buas tingkat mistik mengeluarkan auman kebencian dan memanggil anak buasnya.
"Manusia, Berani-beraninya kalian memasuki wilayahku, pergi atau kalian akan menjadi santapan anak buahku" suara amarah dari binatang buas terdengar di hutan Pinus bagian dalam.
"A-apa... Mana ada binatang bisa bicara" kata Ming Lie yang sangat shock saat binatang panther hitam yang seukuran gajah dibumi
"I-itu binatang tingkat setengah iblis..." kata Xiao Chun yang ketakutan setengah mati.
"Ayo kak kita lari" balas Shu Eu-Meh
"Ha-ha-ha, apa kalian takut hanya tingkat setengah iblis saja kalian sudah gemetaran... Ha-ha-ha" jawab Ming Lie yang merasa tidak takut pada binatang buas tingkat setengah iblis, padahal dia juga ketakutan hanya saja demi menjaga harga diri seorang pria.
"Semut kamu beraninya menghinaku, serang dia" tiba-tiba panther hitam itu memberikan perintah pada anak buahnya, ada serigala hitam, hyena licik dan banyak lagi anak buahnya yang berjumlah puluhan.
Mereka berlima sangat terkejut yang tiba-tiba muncul binatang buas yang begitu banyak yang sedang mengepung mereka yang jaraknya hanya 30 meter dari mereka.
Gooooorrr
Gooooorrr
Dengan segera semua binatang yang mengepung berlari menuju kelima orang yang sudah tidak bisa berlari lagi, membuat mereka berlima putus asa, tapi lagi-lagi demi harga diri Ming Lie masih berusaha melawan dan berniat melarikan diri sendiri.
__ADS_1
"Semuanya ayo lawan dan jangan takut, aku juga akan melawan" teriakan semangat diucapkan Ming Lie pada mereka berempat
Booommm
Baaanngg
Claaanng
Suara ledakan Qi mereka berlima terdengar dan menghantam tubuh binatang yang paling terdekat dari mereka, dari belakang Shu Eu-Meh menangkis cakar dari serigala hitam.
Claang
Bruuukkk
Baaammmm
Booommm
Baaammmm
Beberapa binatang terpental saat Ming Lie menyerang dengan pedangnya dan menghantam binatang yang lain dengan Qi nya, Xiao Chun juga tidak tinggal diam, saat hyena licik menyerangnya dari samping Xiao Chun menghindari dan memukul dengan tangan kirinya.
Baaamm
Aaaahh
Salah satu anak buah Ming Lie dihantam dengan cakar serigala hitam saat dia lengah menyerang kawanan binatang yang lain tanpa memperhatikan binatang yang lain.
Booommm
Baaaanngg
Aaaaahhh
Bruuukkk
Sekali lagi bawahan Ming Lie tumbang ditabrak binatang jenis badak yang tidak sempat dia menghindar serudukan dari badak, tersisa tiga orang yang masih bertahan melawan kawanan binatang yang masih menyerang mereka bertiga.
Baaammnn
Bruuukkk
"Aah aah, apa kita akan mati disini" tanya Shu Eu-Meh dengan nafas terengah-engah saat melawan binatang yang menyerangnya.
Claaanng
Booommm
"Bertahanlah, kita tidak akan mati dengan mudah" balas Xiao Chun yang juga melawan terus setelah menghantam tubuh serigala hitam didepannya.
Ming Lie yang melihat ada kesempatan lari segera terbang meninggalkan mereka berdua yang masih melawan tanpa mereka sadari, mereka berdua juga bisa terbang karena tingkatnya sudah berada pada tingkat kaisar, tapi karena terlalu banyak binatang yang menyerangnya mereka berdua hingga tidak sempat melakukannya.
"Ha-ha-ha, kalian akan aku kenang dan aku akan berikan bunga yang indah dimakammu" kata Ming Lie yang sudah meninggal mereka berdua, tapi panther hitam tidak mungkin membiarkan Ming Lie lolos dengan mudah.
wuuuuussshh
Traangg
Baammm
"Tetap fokus saudari, masih banyak kawanan binatang buas yang mengepung kita" kata Xiao Chun yang mengingatkan Shu Eu-Meh yang hampir saja gagal fokus saat hyena akan mengigitnya, untung saja Xiao Chun menangkis dengan pedang dan menendangnya.
"Terima kasih kakak"
Baammm
Aaah
Teriakan Xiao Chun yang perutnya terkena cakar serigala hitam.
Craazzh
"Kakak" dengan segera Shu Eu-Meh membelah tubuh serigala yang telah merobohkan Xiao Chun.
"Hah hah, ap-apa ini akhir kita kak" kata Shu Eu-Meh terengah-engah yang saat ini melindungi Xiao Chun yang sudah terluka.
Gooooorrr
Gooooorrr
Aaaaahhh
Teriakan kesakitan seorang pria terdengar dari kejauhan, panther hitam yang tadi mengejar Ming Lie telah mengigit kakinya dan tubuhnya terlihat terluka parah saat panther itu menyeret tubuhnya.
Zreeeetttt
Buuukkk
"Ha-ha-ha, manusia sombong kalian semua akan menjadi santapanku dan anak buahku...ha-ha-ha" panther hitam melemparkan tubuh Ming Lie didepan dua wanita yang kini sedang dikepung tanpa diserang anak buah dari panther hitam.
"Ap-apa maumu? dia adalah penyebabnya" ucap Shu Eu-Meh dengan menunjuk kepada Ming Lie sudah tidak bisa bergerak.
"******, apa katamu? Ini juga kesalahanmu yang terlalu lemah" balas Ming Lie yang masih bisa berkata dengan jawaban yang tidak masuk akal.
"Sudah cukup, kalian mau mati saja masih berdebat, bunuh mereka semua" perintah panther hitam pada anak buahnya.
Gooooorrr
Gooooorrr
Dengan teriakan suara binatang yang kegirangan, segera kawanan itu menerjang kedua wanita yang masih menunjukkan tanda perlawanan.
"Kak, sampai mati kita bersama"
"Iya Shu Eu-Meh kita mati bersama"
Nguuuunngg
__ADS_1
Berdengung
Bruuukkk
Bruuukkk
"Siapa bilang kalian akan mati?" kata seorang pria yang tiba-tiba mengeluarkan auranya hingga membuat panther hitam dan kawanannya ambruk karena tidak mampu menahan tekanan dari pria itu.
"Bajingaaan, jangan ikut campur urusanku, mereka memasuki wilayahku tanpa ijin" teriak marah dari panther hitam yang kini sudah terbaring tidak mampu berdiri.
"Aku tidak ikut campur, hanya saja aku tidak tega kawananmu menggores wajah cantik mereka" jawab pria itu dengan mendekat dua wanita yang masih mimisan saat melihat pria itu yang sudah menyelamatkan mereka.
"Cepat pergi dari sini, aku tidak ingin berurusan dengan manusia" pinta panther hitam yang marah ingin mencabik-cabik pria itu, tapi badannya tidak mau bergerak karena masih tertekan Aura dari pria itu.
"Jika aku tidak mau, kamu mau apa?"
"Ha-ha-ha, manusia, aku dan anak buahku akan membunuhmu" balas panther hitam yang tidak ingin menunjukkan kelemahannya.
"Bagaimana caramu membunuhku? Lihat dirimu sendiri tidak mampu mengangkat cakarmu...hahaha"
"Si-sial kau, apa maumu? Apa kamu menginginkan biji Pinus yang dicari banyak manusia?" jawab panther hitam yang bernegosiasi pada pria yang sangat kuat didepannya.
Panther hitam merasa instingnya sebagai binatang setengah iblis menginginkannya untuk tunduk pria didepan yang kekuatan tidak mampu dia lihat.
"Biji Pinus? aku tidak membutuhkannya, aku hanya ingin kamu tunduk dan menjadi bawahan ku" jawab pria itu yang masih berdiri didepan kedua wanita yang masih mimisan tanpa peduli dengan lukanya.
"Ha-ha-ha, dalam hayalanmu manusia, aku sebagai Raj...aaaaahhh" teriakan panther hitam yang kata-kata menjadi teriakan kesakitan, sengaja pria itu menambah tekanan pada semua binatang disekitarnya tanpa menyakiti kedua wanita yang berada dibelakangnya.
"Kenapa kamu berteriak kegirangan? apa perlu aku meningkatkan tekanan hingga satu persen..."
"Ti-tidak, Tuan ampuni aku, tarik auramu yang akan meledakan tubuhku" permintaan ampun panther hitam yang sudah tidak sanggup menerima siksaan dari aura yang keluar seperti gelombang tsunami menghantam tubuhnya.
"Ampun, apa untungnya bagiku?"
"A-aku akan menjadi budakmu, Tuan" jawab panther yang sudah menyerah pada pria muda yang sangat kuat, hanya kekuatan aura yang tidak sampai satu persen mampu membuatnya terbaring tanpa bergerak, karena itu dia tidak ada pilihan selain menjadi budaknya.
"Ha-ha-ha, dari tadi kamu seharusnya sudah tunduk hingga tidak membuatmu merasakan siksaan. Oke, aku akan menerimamu jadi bawahanku dan bukan budak ku" seketika kekuatan aura ditarik kembali kedalam tubuh pria itu, dan panther hitam yang tadinya terbaring tanpa mampu bergerak bisa mengangkat tubuhnya dan langsung berlutut didepan pria itu, bahkan tanpa komando semua binatang yang terkena tekanan tadi juga ikut berlutut tanda penyerahan mutlak.
"Tuan, kami semua akan selalu setia dan tidak akan berkhianat" ucap panther hitam yang masih berlutut dan mengucapkan sumpah setia tanpa bisa berkhianat.
Gooooorrr
Gooooorrr
Gooooorrr
Auuuuu
Semua binatang melolong dan mengaum keras tanda penyerahan mutlak pada pria yang kuat sebagai majikan mereka dan bukan panther hitam lagi sebagai pemimpin mereka.
"Ha-ha-ha, aku menerima kalian sebagai Keluarga besarku dan bukan sebagai budak. Mulai hari ini dan seterusnya aku akan merawat kalian dan membuat kalian kuat." balas pria itu yang senang bisa memiliki pasukan binatang yang begitu banyak.
"Terima kasih, Tuan"
"Kalian semua mendekat, aku akan beri kalian kekuatan" perintah pria itu pada panther hitam dan binatang buas lainnya, dengan segera semua binatang maju kedepan pria itu dan menundukkan kepalanya kebawah tanpa berani menatap Excel.
Dengan mengangkat tangan kanan kedepan, pria itu membuat lingkaran dan menggambar rune satu pola, kemudian rune biru menyelimuti semua binatang yang berada didepannya.
Booommm
Booommm
Booommm
Tiba-tiba semua binatang buas menerobos hingga satu tingkat dan termasuk panther hitam yang berada didepan sendiri tepat didepan pria itu.
"Cantik, apa kalian tidak apa-apa?" tanya pria itu yang sudah berbalik dan berhadapan dengan dua wanita yang masih mimisan dan mulut terbuka karena terkejut, mereka berdua kini dapat melihat dengan jelas pria itu yang wajahnya sangat familiar.
"K-kamu idolaku, kamu yang selalu aku impikan tiap malam"
"Tampan sekali, berbeda saat aku melihatmu di giok perekam"
Tiba-tiba kedua wanita itu langsung menerjang pria itu tanda peduli lagi dengan apa yang mereka alami, bagi mereka pria didepannya adalah segalanya.
"Ha-ha-ha, cantik kamu membuatku tidak bisa bernafas" kata pria itu yang senang dipeluk kedua wanita itu tanpa malu kedua tangan pria itu juga memeluk pinggang kedua wanita itu, Xiao Chun dan Shu Eu-Meh.
"Idolaku, aku sangat menyukaimu"
"Aku juga sangat ingin memelukmu tiap hari dalam mimpiku"
"Ha-ha-ha, baiklah, aku akan sembuhkan lukamu dulu" dengan membuat formasi pelindung pengelihatan untuk menyelimuti mereka bertiga, agar bawahannya yang masih menyetabilkan pondasinya setelah terobosan tingkat kekuatannya.
Segera pria itu mengeluarkan ranjang besar yang mampu memuat empat orang, kedua wanita itu terkejut dengan apa yang pria itu lakukan, tapi juga membuat jantung mereka berdetak kencang.
"Kalian berbaring, aku akan sembuhkan luka kalian" kata pria itu membuat wajah Shu Eu-Meh dan Xiao Chun menjadi malu dan memerah.
"Haruskan secepat ini, aah aku tidak perduli lagi, aku sudah tidak mau melepaskannya" batin kedua wanita itu yang hanya menuruti perkataan pria itu, dan mereka berbaring dengan tubuh menghadap keatas.
Kemudian pria itu juga ikut masuk kedalam ranjang diantara mereka berdua, dan dua wanita itu juga memberikan tempat agar pria itu bisa berada ditengah mereka.
Kedua tangan kanan dan kiri pria itu diangkat tepat pada perut mereka berdua, kemudian cahaya putih menyelimuti tubuh Xiao Chun dan Shu Eu-Meh, setelah beberapa saat semua luka mereka telah sembuh tanpa meninggalkan bekas sayatan lagi.
"Terima kasih" jawab mereka berdua yang merasa tubuh mereka tidak perih atau sakit lagi.
"Sama-sama. Apa kalian mau menjadi wanitaku?" tanya pria itu pada Xiao Chun dan Shu Eu-Meh, tanpa berpikir mereka berdua hanya menganggukkan kepala tanda menerimanya dengan wajah malu tapi tetap menatap pria itu dengan kasih sayang.
"Kenalkan namaku Excel, dan mungkin kalian sudah mengenalku" kata Excel yang memperkenalkan diri pada kedua wanita yang masih berbaring dan menatap tanpa berkedip.
"Aku Xiao Chun"
"Aku Shu Eu-Meh" balas mereka berdua, dan tiba-tiba Excel mencium bibir Xiao Chun yang tanpa bisa dia hindari, dengan aroma tubuh wangi Excel yang mampu mengunggah birahi mereka berdua, Xiao Chun pun langsung membalas ciuman itu dan melingkar kedua tangan memeluk leher Excel.
Shu Eu-Meh yang melihat Excel mencium bibir Xiao Chun menjadi cemburu dan iri, merasakan tatapan irinya Excel melepaskan Xiao Chun dan beralih mencium Shu Eu-Meh.
Akhirnya sesi hukuman tongkat naga sakti terjadi di hutan Pinus, Excel tanpa ampun menghajar goa siluman yang sudah banjir sejak awal mereka bertemu.
Suara erangan dan ******* kedua wanita itu tanpa bisa mereka tahan, darah dari penjaga goa sudah membasahi ranjang saat Excel memukul mereka berdua tanpa ampun.
__ADS_1