
Chapter 295 Thunder Bird
Malam maupun siang hari tidak ada bedanya di Benua Permata Hitam, langit gelap selalu terlihat sepanjang hari, suara burung bangkai menjadi nyanyian dipagi hari, jika ada cahaya sudah pasti akan melihat dengan jelas mayat-mayat yang bergelimpangan.
Kwak... Kwak...
Seorang prajurit Kerajaan Arcadia terlihat meneteskan air mata, saat memegang kepala Jendral Utama yang telah tewas terpenggal lehernya, suara burung bangkai dan suara burung gagak, seakan-akan mengiringi lagu kematian.
"Tiap keserakahan hanya meninggalkan kesedihan...?" kata prajurit itu dengan membungkus kepala Jendral Utama dengan kain bersih berwarna putih.
Lalu dia juga menurunkan tubuh sang Jendral yang masih tersalib di kayu, dan menutupi seluruh tubuhnya dengan kain yang sama, dia memberikan penghormatan terakhir dengan membungkuk sebanyak tiga kali.
"Ketua Qin, ini denah lokasi tempat Lembah Suci, informasi ini didapat dari seorang prajurit yang menyerah." Qin Bo menerima sebuah peta dari bawahannya.
"Jadi disini mereka bersembunyi...! Apa sudah dapat peta wilayah Ras Siluman?" setelah Qin Bo melihat denah lokasi tempat persembunyian semua penghuni Benua Permata Hitam, dia bertanya pada bawahannya.
"Hmmm... Semua prajurit yang menyerah tidak banyak yang mengetahui dengan tepat wilayah Ras Siluman, mereka sepertinya ketakutan saat bercerita.
Tapi mereka menceritakan salah satu tempat, yang konon katanya dulu pernah menjadi tempat Dewi Cahaya berkultivasi tertutup, tempat itu disebut Air Terjun Dewa Cahaya, lokasinya berada dipertengahan wilayah kedua Ras." jawab bawahannya sambil menunjukkan lokasi dipeta yang tidak lengkap.
"Apa istimewanya tempat itu?" tanya Qin Bo yang penasaran, pasalnya banyak patung Dewi Cahaya di benua ini, termasuk didalam istana milik Raja Demi Human. "
"Tidak ada yang istimewa lokasi itu. Tetapi, disana merupakan satu-satunya tempat yang memiliki cahaya yang keluar dari balik air terjun. Selain itu, disana terdapat energi Qi semesta." jawabnya dengan harapan Qin Bo memerintahkan dirinya untuk menyelidiki lokasi Dewi Cahaya.
"Menarik, aku secara pribadi akan mengunjunginya nanti." Qin Bo menjadi tertarik dengan tempat Dewi Cahaya, dan melanjutkan perkataannya...
"Sekarang, kerahkan mata-mata untuk menyelidiki tempat persembunyian mereka di Lembah Suci. Oh, iya. Apa kalian sudah menemukan Batu Semesta?"
"Di Lembah Suci, menurut keterangan para prajurit yang menyerah. Disana merupakan lokasi tambang Batu Semesta, selain lokasi pemakaman para leluhur ketiga Ras."
"Hahaha, pantas saja mereka bersembunyi disana." Qin Bo tertawa saat mendengar informasi yang berguna, "Selidiki dulu lokasi itu, jangan sampai kita terjebak seperti di Jurang Samsara. Ingat, setan kecil itu belum mati, kalian harus lebih berhati-hati, dan panggil 8 rekan-rekanmu kesini, Alex." Alex adalah tangan kanannya yang memiliki kekuatan tingkat Half Alfa level 12.
"Baik, Ketua Qin"
Bawahannya segera keluar dari dalam istana, sedangkan Qin Bo tersenyum lebar dengan melihat peta. Tidak berselang lama, Alex beserta rekannya datang menemui Ketua Qin.
"Salam, Ketua."
"Silakan duduk" perintah Qin Bo setelah bawahannya memberi salam.
"Aku ingin kalian menjadi mata-mata, dengan membawa 5 anak buah.
Leon, kamu selidiki lokasi persembunyian mereka, setelah mengetahui kekuatan lawan segera lakukan penyerangan..." Qin Bo segera membagi tugas kepada 9 bawahannya, Leon memiliki kekuatan Half Alfa level 10, salah satu murid inti nine heaven palace.
"Ma Cho, selidiki wilayah Ras Siluman, bawa anak buah yang terbaik." Qin Bo juga memerintahkan muridnya yang lain, Ma Cho juga merupakan murid inti, memiliki kekuatan Half Alfa level 10.
Segera semua bawahan Qin Bo bergerak dengan cepat sesuai instruksi Ketua Qin. Didalam istana hanya tersisa Qin Bo dan Alex yang sedang mengatur strategi.
"Alex, kamu cari keberadaan keempat wanita Manusia Rubah itu, mereka berempat memiliki garis darah yang murni, jika kita mendapatkan mereka, nine heaven palace pasti akan memberikan kita penghargaan tinggi. Sayangnya Manusia Rubah itu melawan kita, jika dia bergabung dengan kita pasti masa depannya sangat baik." perintah Qin Bo kepada Alex, dia menyayangkan Bu Wanmei menjadi musuhnya.
"Baik, Ketua."
"Kenapa kamu memberikan tugas sebagai mata-mata kepada mereka?" tanya Paman Qin Bo kepada keponakannya, dia keluar dari dunia jiwa.
"Aku tidak ingin menyia-nyiakan prajurit, aku kuatir setan kecil itu berulah lagi. Walau dia sudah pasti terluka, bukan berarti dia menjadi tidak menjadi ancaman bagi prajurit yang lemah." jawab Qin Bo kepada pamannya yang bernama Qin Sha.
__ADS_1
"Kamu benar, jangan sampai mengulangi kesalahan Sun Yao itu. Tetapi kamu juga harus hati-hati dengan keberadaan Dewi Cahaya, perasaan aku mengatakan jika dia masih hidup."
"Bukankah dia hanya mitos saja, jika masih hidup seberapa besar kekuatannya?" Qin Bo tidak percaya jika Dewi Cahaya yang merupakan penguasa sejati benua ini masih hidup.
"Entahlah, dengan energi Qi iblis disini, aku perkirakan kekuatannya berada di bawahmu, jadi lebih baik kamu mempersiapkan diri jika memang dia masih hidup." Qin Sha selalu mewanti-wanti agar tetap waspada terhadap Dewi Cahaya.
"Hah, jika hanya di bawah ku, aku tidak perlu terlalu khawatir, Paman." jawab Qin Bo yang masih meremehkan keberadaan yang masih belum dipastikan hidup atau sudah mati.
"Terserah kamu...!" balas Qin Sha yang sudah terbiasa dengan sikap keponakannya, dia kembali memasuki dunia jiwa milik Qin Bo.
Kembali suasana di istana menjadi hening, hanya ada Qin Bo seorang diri, dia melihat seekor burung yang tampak aneh keluar dari istana dengan sangat cepat, tetapi Qin Bo hanya diam saja karena dia belum sadar jika itu burung langka.
Wuuuuussshh
Seekor Thunder Bird melesat dengan kecepatan tinggi menuju Lembah Suci, dia membawa batu giok perekam dikaki, ukuran burung itu seukuran kepalan tangan orang dewasa.
"Tugasku sudah selesai, kalian harus berhati-hati, mereka telah mengetahui persembunyian kalian...!" Thunder Bird melepaskan batu giok perekam saat berada diatas Raja Demi Human, dan memperingatkan agar waspada terhadap musuh.
Wuuuuussshh
"Hah, sialan. Pasti mereka mengetahui lokasi ini dari prajurit kita yang menyerah." desah Raja Demi Human setelah menerima batu giok perekam dari burung Thunder Bird.
Kemudian, Raja Demi Human beserta para pemimpin melihat isi batu giok perekam itu, mereka melihat rencana Qin Bo beserta bawahannya, termasuk percakapan Qin Bo dengan Qin Sha.
"Akhirnya perjanjian itu telah berakhir, sekarang aku bebas mengelilingi dunia ini.... Hahaha." burung Thunder Bird bergumam pelan saat terbang dengan gembira, perjanjian dia dengan Ras Demi Human akhirnya berakhir, dia sangat bahagia dengan tertawa.
"Siapa dia...? Eh...! Bukankah itu Manusia Rubah yang terkenal...!" gumam Thunder Bird saat terbang, dia melihat Bu Wanmei yang sedang memanggang ikan besar di dekat air terjun Dewi Cahaya.
"Burung Pipit, apa kamu mau daging ikan?" Bu Wanmei yang tahu jika ada Thunder Bird, segera menawarkan ikan yang dia panggang.
"Siapa burung Pipit ? Aku adalah Thunder Bird salah satu binatang yang sangat, sangat, sangat langka, bahkan aku adalah satu-satunya yang masih hidup. Hei... Rubah jelek, ingat aku Thunder bird dan bukan burung Pipit. Penghinaan...!" Thunder Bird tidak terima dia disebut burung Pipit oleh Bu Wanmei, dia sangat marah karena merasa dihina.
"Makhluk purba, makhluk purba, aku masih muda dan merupakan burung tercantik di alam semesta, lihat sayapku yang indah, mataku yang bercahaya dan ekor ku yang unik, bulu-bulu ku sangat lembut, kuku kakiku sangat tajam dan mampu mencabik-cabikmu." Thunder Bird semakin marah saat dia dibilang makhluk purba oleh Bu Wanmei, dia memamerkan semua kelebihannya.
"Hahaha... Mana mungkin cakar kecil bisa mencabik-cabik diriku yang tampan ini..." Bu Wanmei tertawa terbahak-bahak melihat Thunder Bird memamerkan keindahan tubuhnya.
"Hei... Biarpun cakarku kecil, aku sudah membunuh banyak orang dan binatang besar, dan kamu adalah Manusia Rubah yang jelek, jelek, pokoknya jelek. Titik." sambil marah-marah, Thunder Bird menelan salivanya saat mencium bau ikan panggang yang lezat.
"Hahaha... Ya, ya aku percaya kamu mampu membunuh banyak orang dan binatang, lihat di punggungmu ada kecoak kecil..."
"Aaah... Mana... Mana kecoak...! Pergi dari kecantikan ini... Aahh." Thunder Bird terbang berputar-putar diatas kepala Bu Wanmei dengan panik, saat Bu Wanmei mengodanya.
"Hahaha... Dengan kecoak saja takut, bagaimana bisa membunuh binatang lain." Bu Wanmei tertawa melihat Thunder Bird yang masih panik mengusir kecoak yang berada dipunggungnya, padahal tidak ada kecoak.
"Jelekkkk... Kamu menipuku... Awas, ya..." Thunder Bird sangat marah dan hinggap dibahu Bu Wanmei dan mematuk kepalanya.
"Hahaha... Maaf, maaf aku mengaku salah." Bu Wanmei kegelian saat paruh Thunder Bird mematuk kepalanya.
"Huff... Kali ini aku memaafkanmu, beri aku daging ikan, cepat aku sudah lapar..." Thunder Bird pura-pura mengampuni Bu Wanmei dan jelas tujuannya ingin daging ikan yang dipanggang.
"Baik Nona Thunder Bird, aku akan potong kan khusus untuk burung cantik seperti kamu." jawab Bu Wanmei yang berpura-pura tunduk pada Thunder Bird, dan memujinya. Merasa pujian dari Bu Wanmei, Thunder Bird membusungkan dadanya, dengan menjulurkan lidahnya karena lapar.
"Ini makanlah...!" kata Bu Wanmei kepada Thunder Bird, dengan meletakkan piring yang berisi potongan daging ikan.
Thunder Bird turun dari bahu Bu Wanmei. Dengan lahap Thunder Bird memakan ikan panggang yang masih panas, Bu Wanmei hanya tersenyum, dan juga memakan hasil olahannya.
__ADS_1
"Adik, aku akan menuju wilayah ku dan mengatur pasukan yang telah kembali, kalian berdua disini saja bersama kelima pengawal ku. Aku tidak akan lama, setelah selesai aku segera kembali." kata Cang Juan kepada kedua putri Raja Demi Human.
"Baik, kamu harus hati-hati, situasi saat ini sangat tidak baik." jawab Lu Xianglun.
"Tenang saja, mereka tidak akan mudah menangkap kita." kata Cang Juan menenangkan mereka, lalu dia berjalan menuju pintu keluar dan diantar oleh kedua putri Raja Demi Human bersama 5 pengawalnya.
"Mereka menuju kesini, apa kamu tidak pergi meninggalkan tempat ini?" tanya Thunder Bird setelah memakan habis daging ikan, dan hanya menyisakan kepala, tulang dan durinya saja.
"Biarkan saja mereka kesini, aku ingin bermain dengan mereka..." jawab Bu Wanmei dan tersenyum saat membayangkan raut wajah mereka saat bertemu dia lagi.
"Mereka sangat kuat, apa kamu tidak kuatir?" tanya Thunder Bird yang merasa heran melihat wajah Bu Wanmei yang terlihat santai.
"Hehehe, kenapa harus takut. Aku hanya takut jika orang yang aku sayangi meninggalkan aku." Bu Wanmei terkekeh dan menjawab Thunder Bird.
"Ya, terserahlah. Mereka juga sedang memata-matai Lembah Suci, dan juga sudah mengetahui persembunyian penghuni benua ini. Hah, aku harap mereka menemukan keajaiban..." Thunder Bird kembali memberikan informasi penting kepada Bu Wanmei, dia mendesah melihat nasib penghuni benua ini yang sedang dikejar penjajah.
"Apa...! M-mereka sudah tahu persembunyian ayah dan semua orang?" tiba-tiba Lu Xinxin yang mendengar obrolan Bu Wanmei dan Thunder Bird segera memotong pembicaraan mereka berdua. Lu Xinxin tidak menyangkah saat keluar dari balik air terjun sudah mendapatkan berita buruk.
Semua wanita yang baru keluar segera panik, terutama kedua putri Raja Demi Human, mereka buru-buru bertanya kepada Thunder Bird.
"Bagaimana ini suami, apa kamu tidak bisa menyelamatkan ayah dan keluarga ku...?" tanya Lu Xinxin yang terlihat cemas dan kuatir akan keselamatan keluarganya yang bersembunyi di Lembah Suci.
"Hmm..." Bu Wanmei menghela nafas, "Kamu tahu mereka lebih kuat dariku, jika hanya bawahan Qin Bo aku masih bisa menangani mereka, tapi jika itu Qin Bo sendiri... Aku sudah 2 kali terkena pukulannya dengan mudah, jika bukan karena perlindungan armor Naga Api, aku sudah menjadi bubur saat menerima pukulan pertama." jawab Bu Wanmei dengan geleng-geleng kepala, dia merasa tak berdaya menghadapi musuh kali ini.
Kedua putri Raja Demi Human menjadi lemas dan terduduk ditanah, mereka berdua meneteskan air mata, mereka tahu apa yang sudah dirasakan Bu Wanmei. Mereka benar-benar putus asa.
Cang Juan, Cang Lien dan 10 pengawal juga merasakan ketidakberdayaan dalam menghadapi para penjajah yang lebih kuat, mereka juga sangat sedih dan terlihat dimatanya penuh air mata.
"Aku hanya bisa menunda mereka, dan kalian segera bawa keluarga kalian menuju tempat ini. Hanya tempat ini satu-satunya perlindungan yang aman dan memiliki pelindung yang kuat, hanya saja tempat ini tidak bisa bertahan lama...!" tiba-tiba Bu Wanmei memberikan sedikit harapan, tetapi dari nada suaranya, mereka merasakan firasat buruk.
"Su-suami, apa benar kamu bisa memberikan kita waktu untuk menyelamatkan mereka dengan membawa mereka berlindung ditempat ini?" tanya Lu Xianglun yang kebingungan, dia tidak ingin firasatnya menjadi kenyataan, disisi lain dia juga ingin menyelamatkan keluarganya.
"Suami, lebih baik kita tinggalkan benua ini setelah menyelamatkan ayah dan keluarga ku !" Lu Xinxin berharap bisa meninggalkan Benua Permata Hitam, setelah berhasil menyelamatkan keluarganya.
"Aku akan membantumu menghalangi mereka."
"Aku juga akan ikut menunda mereka. Kedua putri Raja Demi Human dan 10 pengawal akan membantu mengevakuasi para wanita, anak-anak dan orang tua." setelah Cang Lien berbicara, Cang Juan juga ikut berbicara dan ingin membantu Bu Wanmei dalam menghadapi Qin Bo.
Bu Wanmei yang tadinya berdiri, segera duduk dibatu, dan melipatkan kedua tangannya, siku bertumpu pada pahanya, dia menutup mata dan berpikir untuk mencari solusi terbaik, sedangkan Thunder Bird yang berada di bahunya menjadi diam dan ikut berpikir.
"Berapa banyak yang bersembunyi di Lembah Suci?" tanya Bu Wanmei dengan membuka matanya dan melihat wajah Cang Juan dan Cang Lien.
"Kira-kira 1 miliaran lebih jiwa, dari anak-anak hingga orang tua, tetapi aku tidak tahu dengan jumlah prajurit yang juga ikut bersembunyi bersama mereka." jawab Cang Juan kepada Bu Wanmei.
"Kalian berempat bisa memasukan mereka didalam cincin dimensi, biar aku urus mereka sendirian, jika kalian berdua mengikutiku itu akan menghambat diriku dalam mengalihkan perhatian mereka." Bu Wanmei berdiri dan berbicara kepada 14 wanita didepannya.
"Ta-tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian. Lakukan apa yang aku perintahkan." potong Bu Wanmei disaat Cang Juan ingin menjawab pengaturan Bu Wanmei, terlihat dari nada suara Bu Wanmei, dia sangat serius dan tegas, dan tidak seperti biasanya.
Melihat keseriusan Bu Wanmei, Cang Juan hanya menghela nafas.
"Tenang ada aku, jika Rubah jelek ini mendapat masalah, aku akan segera mengabari kalian." Thunder Bird ikut meyakinkan mereka, dia terlihat percaya diri bisa membantu Bu Wanmei.
"Baiklah jika begitu, kamu harus hati-hati." Cang Juan akhirnya menyerah dengan keteguhan Bu Wanmei untuk menghadapi musuh sendirian.
__ADS_1
"Suami, kamu harus hati-hati, utamakan keselamatan dirimu." kata Lu Xinxin dengan menangis saat memeluk Bu Wanmei.
"Kami akan selalu menunggumu dengan keadaan selamat." Lu Xianglun juga memeluk suaminya sambil mengingatkan suaminya.