Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 47 Serangan Pasukan Kekaisaran Zhou 2


__ADS_3

Chapter 47 *Serangan pasukan Kekaisaran Zhou 2*


Kota Phoniex sekali lagi mampu menahan serangan pasukan Kekaisaran Zhou, banyak penduduk yang merasa lega setelah ledakan terus menerus mengetarkan kota Phoniex.


"Pasukan meriamku bersiaplah, setelah musuh pada area deteksi dengan jarak lima ribu meter segera tembakkan meriam, kemudian disusul pasukan pemanah menembakkan anak panahnya selang waktu satu detik setelah meriam menembak. Apa kalian paham semua!!"


"Mengerti, pemimpin"


Dengan semangat pasukan Excel menerima perintah pemimpinnya, hari ini sudah ditunggu-tunggu oleh pasukan kota Phoniex.


"Paman, bagaimana dengan aku?" tanya Qiaofeng pada gurunya, kenapa hanya dia yang tidak menerima perintah dari Excel, padahal dari raut wajah sudah menantikan anak panahnya digunakan.


"Qiaofeng dan bibi Xia akan bersamaku, kita juga akan menembak mereka, oke" ucapan Excel membuat Qiaofeng dan bibi Xia sangat senang, mereka berdua sangat ingin menunjukkan hasil dari berlatih didunia jiwa.


"Hehehe, oke Paman aku tidak akan mengecewakan" dengan tangan kecilnya Qiaofeng mengangkat panahnya kedepan musuh yang sudah bergerak.


Pasukan Kekaisaran Zhou sudah melewati garis depan dari area deteksi meriam, dengan satu juta prajurit yang bergerak tanah bergetar dan debu berterbangan, dengan berlari melewati pepohonan yang telah tumbang.


Sembilan ribu meter


Delapan ribu meter


Tujuh ribu meter


"Enam ribu meter" dengan semangat Qiaofeng dan semua pasukan kota Phoniex menghitung langkah kaki pasukan Kekaisaran Zhou.


"Lima ribu lima ratus meter"


"Meriam bersiap"


Tap tap


Tap tap


Suara hentakan langkah kaki meninggalkan jejak ditanah, debu-debu beterbangan, pedang musuh sudah lepas dari sarungnya, ujung tombak sudah haus akan darah.


"Lima ribu meter, meriam tembak"


Baammm


Baammm


Baammm


"Panah, tembak"


Siuuuu


Siuuuu


Siuuuu


Booommm


Booommm


Booommm


Jleeb jleeb


Jleeb jleeb


Aaaahh


Aaaahh


Aaaaahhh


Dengan perintah dari Excel pasukan kota Phoniex memborbardir musuh yang berlari menuju kota, meriam meledakan siapa saja yang menghalanginya jalannya, saat musuh menghindari, anak panah sudah menanti dan menembus tubuhnya.


"Terus tembak dan jangan berhenti pasukanku"


Booommm


Booommm


Booommm


Jleeb jleeb


Aaaaahhh


Jleeb jleeb


Claang claang


Suara ledakan dan teriakan kesakitan saat pasukan Kekaisaran Zhou melewati jarak lima ribu meter, semua orang dikota Phoniex hanya membisu melihat begitu ganasnya pasukan yang hanya berjumlah 22.000 pasukan mampu melawan 1 juta yang dibagi menjadi lima kelompok.


Tiap jarak meteran puluhan nyawa melayang, darah berterbangan tubuh hancur berkeping-keping, tidak ada tubuh yang utuh saat mereka melintasi area deteksi meriam.


Kekaisaran Ling dan Kekaisaran Li yang melihat hanya bisa melebar mulutnya, sayangnya Kakek Xuan tidak hadir untuk melihat aksi Excel bersama pasukannya, jika melihat sudah pasti akan gemetaran ingin ikut tampil melawan musuh.


"Hahaha, Paman lihat aku bisa membuat musuh terjatuh" tawa senang terdengar dari gadis kecil yang belum genap berumur delapan tahun, begitu semangat merobohkan lawan, padahal lawan tidak hanya terjatuh saja tapi mati terkena teknik semesta panah Dewi bulan.


Seorang anak yang tidak pernah melihat darah, tapi di Medan perang baginya ibarat bermain dengan Pamannya dan semua pasukan kota.


"Qiaofeng kamu sangat ganas" Excel pun terlihat terkejut melihat aksi muridnya yang tidak mengerti apa yang dia lakukan, yang dia tahu hanya ingin pamannya bangga padanya.


"Hehehe, apa boleh aku meledakan tubuh mereka, Paman?" tanyanya dengan wajah polos tidak berdosa, ingin melakukan sesuatu yang lebih daripada hanya sekedar menjatuhkan saja.


"Mu-murid ku kamu bisa melakukan apapun, jangan sampai musuh mendekati kota kita, oke" Excel kebingungan harus berkata apa saat muridnya meminta sesuatu yang lebih.


"Baik, Paman. Aku sangat mencintai Paman"


"Bocaah, kenapa kamu masih mikir cinta cintaan disaat belum dewasa" gerutu Excel yang kata mencintai.


Booommm


Booommm


Booommm


Jleeb jleeb jleeb


"Aaah, sial, sial, senjata apaan itu"


"Awas menghindari... Aaaahh"


"Aneh, kenapa perisai Qi tidak menahannya"


"Aaaaahhh"

__ADS_1


"Bangsat, apa-apaan ini, senjata apa yang bocah itu miliki" teriak kaisar Zhou yang menyaksikan pasukannya mati dengan sia-sia sebelum mereka mendekati perisai kota Phoniex.


Keluarga Kekaisaran Zhou yang melihat sampai mual-mual saat tubuh pasukannya hancur dan tiap bagian tubuh bertebaran dan darah mengalir membasahi tanah.


Hueeeek


Hueeeek


Rasa mual akhirnya keluar dari perut Putri-putri Kekaisaran dan pelayan wanita juga melakukan hal yang sama, tidak kuat lagi melihat keganasan pasukan kota Phoniex.


"Ini ter-terlalu brutal"


"Iya, aku tidak tahan lagi"


"Jendral Jin, kerahkan 1 juta pasukan lagi, agar bajngn itu tidak bisa istirahat. Aku ingin segera memusnahkan mereka beserta keluarga Kekaisaran Ling dan Li. Cepat!!" teriak kaisar Zhou yang memberi perintah pada jendral Jin, kaisar Zhou sangat marah yang tidak bisa membunuh satu orangpun dari pihak lawannya.


"Baik, Yang Mulia"


Druuuumm


Druuuumm


Segera genderang dan bendera memberikan isyarat perintah dari Kaisar Zhou, 1 juta pasukan bergerak dari belakang barisan pertama.


"Serang" teriak Jenderal Jin memberikan perintah maju menyerang lawan.


Hooooo


Hooooo


Tanpa ragu prajurit lapis kedua bergerak dan berlari menyusul pasukan pertama yang sudah kocar-kacir menerima serangan meriam dan panah.


"Pasukanku jangan kendor, jangan takut, aku juga bersama kalian" teriakan Excel mengema diseluruh kota Phoniex memberikan semangat sekali lagi, semua melihat jika pasukan lapis dua telah bergerak.


Bahkan Kaisar Ling dan Kaisar Li juga berdiri dari tempat duduk mereka, saat ini keluarga Kekaisaran sudah tidak ingin berdiam diri saat pasukan Zhou lapis dua sudah bergerak.


"Menantu biarkan kami ikut berperang, kami tidak biasa hanya melihat saja!!" dari awal Excel memang tidak mengijinkan mertuanya ikut melawan musuh, bukan berarti Excel meremehkan mertuanya, tapi Excel mampu melawan mereka sendiri tanpa pasukannya.


"Mertuaku tenang saja, lihat pertunjukan yang dibuat menantumu dan Putri-putrimu!!" balas Excel yang tidak ingin ayah mertuanya bergerak membantu.


"Haaheem, Baiklah jika itu maumu, kami percaya akan kemampuanmu dan semua pasukanmu" balasan Kaisar Ling yang hanya mendesah menerima jawaban dari Excel.


Booommm


Booommm


Jleeb jleeb jleeb


Traangg claang


Suara Ledakan tidak pernah berhenti di Medan perang, suara tangkisan pedang melawan anak panas, jendral Song dan para jendral lainnya tidak mampu mendekati perisai karena mereka sibuk menahan dan menangkis anak panah.


Booommm


Booommm


"Serbuuuu"


Suara semangat pasukan lapis dua yang baru datang mendukung pasukan pertama, dengan datangnya bantuan membuat pasukan pertama sedikit lega.


"Paman, aku lelah" ucapan Qiaofeng terdengar saat Excel juga memanah tubuh musuh.


"Paman dimana pillnya"


"Ha-ha-ha, kamu masukan kesadaranmu dan alirkan energi Spiritual sebagai kepemilikannya" Excel lupa jika muridnya baru memiliki cincin dimensi, karena itu Excel tertawa saat melihat muridnya kebingungan dan wajah imut.


"Hehehe, oke Paman" segera Qiaofeng mengalirkan energi spiritual dan memakainya di jari telunjuknya, setelah melihat begitu banyak pil, dan emas didalamnya membuat muridnya senang.


"Terima kasih sayangkuuu"


"E-eh siapa yang mengajari kamu berkata sayang, feng'er?" tanya Excel yang kaget dengan kata yang seharusnya tidak diucapkan anak-anak.


"Itu aku dengar dari bibi yang selalu memanggil Paman" jawaban yang polos dari Qiaofeng dengan wajah yang mengemaskan.


"Aah, sudahlah. Kamu istirahat dulu, oke"


Booommm


Boooommmm


"Serbuuuu"


"Kita beri jalan buat jendral"


"Apa...! sama saja bunuh diri"


"Awas bom itu datang..."


Booommm


Teriakan perang terus menerus terdengar, suara kesakitan, ledakan dan tangisan tidak ada henti-hentinya, pasukan wanita mulai terlihat kelelahan terus-menerus mengunakan Qi sebagai anak panahnya.


"Wanitaku, kalian istirahat dulu yang sudah kelelahan dan secara bergantian."


"Baik, suami" sebagian langsung beristirahat dan memulihkan diri dengan pill vitalitas yang sudah Excel beri dengan jumlah yang lebih banyak dari Qiaofeng.


Dengan mengangkat tangan kanan Excel menggunakan Element es-nya, bola putih sebesar kepalan tangan terlihat di telapak tangannya, dengan melemparkan ditengah pasukan Kekaisaran Zhou.


Booommm


Craazzhh


Craazzhh


Craazzhh


Seketika energi besar berelemen Es menyebar dengan kecepatan tinggi diseluruh Medan pertempuran, pasukan Kekaisaran Zhou langsung membeku ditempat dengan tubuh tertutup es dari bola energi yang Excel lempar.


Dengan kekuatan tingkat Dewa hitam bagaimana mungkin mereka bisa melawan atau berusaha menghindari penyebaran energi Es dengan kecepatan tinggi.


Suasana yang awalnya ramai menjadi hening, tidak ada lagi terdengar teriakan kesakitan dari mulut lawan, bahkan Kaisar Zhou dan seluruh keluarga maupun pasukan yang masih tersisa juga membisu.


"Paman kamu memang hebat, lihat mereka menjadi patung!!" mendengar suara Qiaofeng, semua pasukannya dan semua orang yang melihat kejadian menjadi tersadar, yang saat lalu diam karena terkejut jika pahlawan muda dan menantu dari Kekaisaran Ling dan Li mampu mengendalikan Element Es.


"I-itu Element Es, nak berapa banyak lagi kamu kejutkan kami terus menerus" kata seorang Ratu yang terkenal dengan ketenangannya selalu saja masih terkejut dengan keajaiban dan kemampuan Excel.


"Suamiku kamu Monster"


"Apalagi yang kamu masih sembunyikan dari kami"


"Jangan-jangan kamu bisa menggunakan Element petir, tidak-tidak, mungkin semua elemen" kata Zhou Mei yang selalu dibuat tidak berdaya melihat kemampuan suaminya.

__ADS_1


"Iya, aku melihatnya menyerap petir saat Kesengsaraan Surgawi" kata Ling Xuan melanjutkan perkataan Zhou Mei.


"Mana mungkin 7 Element bisa dimiliki seseorang, bukan... tapi menantuku..." gumam Kaisar Li yang mendengar perkiraan Zhou Mei, Kaisar Li sudah tidak mampu melanjutkan ucapannya.


"Entahlah, aku juga bingung dengan kemampuan menantuku, bisa-bisa aku dibuatnya jantungan!!" kata Kaisar Ling yang terlihat frustasi melihat kemampuan Excel.


"Jangan terkejut, itu hanya Element Es, salah satu isteri ku juga memilikinya!"


Mendengar Excel berkata bahwa salah satu isterinya juga memiliki elemen es, membuat semua wanitanya saling memandang, dalam pikirannya siapa wanita itu.


"Niu Qinglin"


Langsung saja mata semua orang menatap kearah Niu Qinglin, bahkan pemilik nama juga tidak percaya jika dirinya memiliki elemen Es.


"Lin'er kamu kemari" Niu Qinglin yang dipanggil Excel masih terdiam karena terkejut.


"Niu Qinglin sayangku kemari" pinta Excel sekali lagi terucap saat isterinya Niu Qinglin masih terdiam


"Bibi Lin kamu dipanggil Paman loh, kenapa bibi diam" protes anak kecil yang tidak lain adalah Qiaofeng, akhirnya suara anak kecil menyadarkan semua patung dan menjadi mahkluk hidup lagi.


"Aaah, su-suami maafkan aku, apa benar aku memiliki elemen Es, perasaan aku tidak pernah belajar, dan aku hanya memilik Element angin saja." jawaban Niu Qinglin membuat Excel hanya tersenyum saja.


Lalu Excel mendekati Niu Qinglin dan tangan kecil Qiaofeng langsung memegangi ujung baju Excel, yang tidak ingin Excel meninggalkannya sendirian.


"Element Es yang kamu miliki masih belum terbangun, itu karena kamu kekurangan sumberdaya yang berelemen Es. Untung saja kamu tidak tersiksa dengan Element Es-mu, karena kamu memiliki tubuh spesial"


"Sudahlah nanti aku jelaskan, sekarang kita masih berperang" kata Excel kembali menyadarkan mereka, bahwa saat ini perang masih berjalan.


"Ha-ha-ha, suami maafkan kami yang terkejut"


"Baiklah, tembak mereka kecuali jendralnya jangan kalian tembak"


"Baik pemimpin"


Booommm


Siuuuu


Siuuuu


Booommm


Sekali lagi medan perang terdengar lagi dengan suara ledakan meriam dan anak panah, mereka semua semakin bersemangat karena pemimpin mereka dengan mudah melawan musuh.


Ibarat semut melawan ratusan gajah, tanpa melawan sudah tumbang.


"Bangsat, bangsat.... bocah itu terlalu mengerikan" umpat Kaisar Zhou yang melihat seluruh pasukannya di medan perang membeku, bahkan tidak ada satu prajurit yang masih bergerak kecuali 6 juta prajurit yang masih belum menyerang.


"Yang Mulia, bagaimana sekarang?" menteri pertahanan sudah tidak sanggup berpikir dengan tenang melihat kejadian yang menimpa mereka, karena itu menteri pertahanan Zheng meminta perintah dari Kaisar Zhou.


"Selamatkan mereka yang bisa diselamatkan, terutama jendral Song dan jendral lainnya. Dan juga bawa pasukan yang berelemen api!!" perintah kaisar Zhou yang segera dilaksanakan menteri pertahanan Zheng.


"Segera, Yang Mulia"


"Segera misi penyelamatan, utamakan keselamatan jendral song dan jendral yang lainnya, prajurit api segera cairkan Es itu" perintah menteri Zheng yang segera 2 juta pasukan dan pasukan api mulai mengatur barisan.


Draaaamm


Draaaamm


Dhuuuuum


Disaat bendera berkibar lagi segera suara genderang ditabuh dan mengema di zona bebas, suara genderang sudah berbeda dari sebelumnya, kini suara genderang penyelamatan bagi pasukan yang terluka.


"Pasukanku, hancurkan barisan mereka yang akan menyelamatkan rekannya" perintah Excel kepada pasukannya, sebenarnya Excel sedang melatih pasukannya saat ini, ini adalah kesempatan bagus buat pelatihan pasukan kota Phoniex.


Dua juta pasukan yang menyerbu kota Phoniex hanya menyisakan lima ratusan ribu prajurit dan jendral yang sekarang sudah membeku di medan perang.


Dengan datangnya pasukan penyelamatan dari Kekaisaran Zhou, segera moncong meriam mengarah pada titik jarak tembak sembilan ribu meter, sedangkan pasukan pemanah menyerang prajurit yang membeku.


Baaammnn


Baaammnn


Baaammnn


Booommm


Booommm


Booommm


Dengan jumlah 230 meriam menembak, banyak korban baru berjatuhan, perisai energi Qi tidak mampu menahan meriam yang bisa membunuh Dewa, dan mana mungkin energi alam fana menahan serangan meriam.


Ini adalah kekalahan mutlak dari Kekaisaran Zhou, apa perlu Kaisar Zhou mengerahkan semua pasukan yang masih berjumlah 6 juta, jelas tidak mungkin sama saja itu bunuh diri.


"Aaaaaah, bajingan ini sudah membunuh pasukanku tanpa dia kehilangan satu nyawa pun dari pihaknya" teriakan frustasi dari Kekaisaran Zhou, sudah terlihat dari cara sikapnya yang selalu mengumpat dan berteriak-teriak tidak jelas.


"Mundur, suruh mereka mundur. Kita menyerah untuk penyelamatan pasukan tersisa di medan perang!!" perintah sekali lagi keluar dari Kaisar Zhou, akhirnya kaisar Zhou menyadari kebodohannya, namun dengan sifat serakahnya itu hanya trik yang dia buat dan tidak mungkin Kaisar Zhou dengan mudah menyerah pada bocah yang baru lepas dari dotnya.


Dhuuuuum


Draaaamm


Dhuuuuum


Draaaamm


Genderang berbunyi sebelum bendera berkibar suara genderang sekali lagi mengema, kemudian bendera putih berkibar dan melambai-lambai.


"Pasukanku berhenti menembak"


Excel yang mengetahui arti bendera itu segera memberi perintah pasukannya untuk berhenti menyerang, setelah menunggu beberapa saat sudah tidak ada lagi suara genderang .


"Horeeee"


"Kita menang Paman, horeeee" teriakan Qiaofeng dengan gembira dan melompat-lompat, semua pasukan saling berpelukan, penduduk kota bertepuk tangan dan bersorak-sorai.


"Horeeee, pahlawan muda kamu hebat"


"Pahlawan muda kamu selamanya akan menjadi idolaku"


"Tampan jadikan aku isterimu"


Praaaak


Praaaak


Kaisar, Ratu, dekan Sun, ketua Sekte , ayah Xue dan semua keluarga Kekaisaran memberikan tepuk tangan dengan keras dan bangga akan prestasi yang Excel buat sekali lagi.


"Ini masih belum berakhir" ucapan Excel yang mengema diseluruh kota...

__ADS_1


__ADS_2