
Chapter 96 Bangunnya Dewa Perang dari tidur panjangnya.
"Kakak, kapan suami kita bangun? Sudah 5 tahun dia tertidur tanpa sadarkan diri" kata Seng Huaran pada kakaknya.
"Adik, jika aku tahu tidak mungkin aku panik seperti ini. Aku tidak tahu apa yang suami kita lakukan, jika dia tahu orang tua kita telah menikahkan dia dengan kita."
"Huff! Baiklah. Kita sebagai isterinya harus tetap merawatnya sampai dia siuman kembali. Kak Qiao, menurutmu setelah suami kita bangun apa yang akan dia lakukan pada kita?"
"Hehehe, kenapa kamu bertanya begitu, apa kamu sudah tidak sabar melihat tongkatnya yang ukurannya melebihi ras naga jantan kita" kata Seng Qiao yang menggoda adiknya, dan terlihat wajah yang malu dan bahagia bisa menjadi isteri Dewa Perang.
Sebenarnya Chu Bao sendiri melihat semua kejadian dengan kesadarannya walau dia tidak sadarkan diri, karena dia sebenarnya bersama dengan gurunya untuk berlatih.
Mereka semua hanya melihat tubuh Chu Bao yang masih pingsan dan tidak tahu jika kesadaran dibawah gurunya hingga tidak sadarkan diri selama 5 tahun lebih.
"Hahaha, bocah lihat betapa birahinya ras naga betina yang melihat tongkatmu...apalagi kedua keturunanku yang menjadi istrimu masih perawan... Hahaha!"
"Huff! Guru, kamu selalu mengejekku, apa tidak malu dengan usiamu yang sudah uzur... Hahaha!" balas Dewa Perang pada gurunya Seng Long yang kini mereka berdua berada di Benua Venus, sebelum kedatangan Excel empat juta tahun yang akan datang.
"Bocah, kamu selalu menghinaku, aku gurumu tahu...biarpun aku sudah tua aku masih bisa membuat Ras Naga hamil... Hahaha!. Dan kamu bahkan menyentuh wanita saja belum pernah!" Kakek Seng Long membalas ejekan muridnya yang dengan bangga bisa membuat keturunan dan kini telah berkembang biak dengan baik.
"Guru, jika kamu tidak mengembalikan kesadaran bagaimana aku bisa membuat kedua istriku hamil, lihat saja tongkatku selalu dibuat mainan kedua cicit-cicit mu, hah!" Dewa Perang protes dan menjawab ejekan gurunya, yang mengerti jika dia sengaja membandingkan tongkatnya dengan milik Ras Naga.
"Bocah kamu menyindirku? Aku akui aku kalah besar dan panjang, tapi aku sudah berhasil membuktikan kehebatan tongkat Naga ku... Hahaha!"
"Sudahlah, aku selalu saja kalah berdebat denganmu, guru." Dewa Perang sudah malas meladeni gurunya itu dia mengganti topik pembicaraannya.
"Guru, apa tujuanmu menarik ku kesini selain berlatih, setiap kali aku bertanya kamu tidak pernah menjawab?"
"Baiklah, karena kamu sudah menyerah berdebat denganku, aku akan bicara yang sebenarnya. Sejujurnya aku menarik kesadaran mu kesini karena kamu sudah tidak bisa memasuki dunia Venus lagi dengan fisikmu, karena ada energi aneh yang melindungi benua ini. Untung saja Tuanku memberikan artefak yang bisa memasuki benua ini, dan Tuanku juga berikan artefak itu padamu. Aku harap kamu menjaganya dengan baik jika diketahui Dewa yang lain kamu bisa dalam bahaya...," Seng Long berhenti berbicara untuk menarik nafas.
"Dan satu lagi sebagai ganti misi mu, kamu segera membunuh salah satu Patriark yang kabur saat kamu ingin membunuhnya di benua Dewa...," Guru Seng Long berbicara panjang lebar kepada dewa perang dan memberikan pengganti misi yang dulu dia berikan yaitu untuk memasuki benua Venus.
Dewa perang yang diberi misi sangat dengan senang hati menerimanya apalagi orang itu adalah pembunuh keluarganya dan salah satu dalang musnahnya desa tempat dimana dia lahir.
"Guru, bagaimana caraku membunuh Patriark Sekte Chu tanpa tubuhku?"
"Hahaha! Bodoh. Apa gunanya artefak yang diberikan tuanku padamu? Artefak itu mampu menggandakan tubuhmu atau menciptakan tubuh baru yang bisa melakukan apapun sesuai dengan tubuh aslinya, dan itu juga salah satu alat penolong, jika kamu terbunuh, tapi itu hanya bisa dipakai sekali. Apa kamu mengerti?"
"Hehehe! Guru tuan mu sangat hebat, kalau boleh tahu siapa beliau?"
"Kamu belum saatnya mengetahuinya. Cepat satukan kesadaran mu dengan Artefak itu dan setelah itu aku akan mengirim mu kembali ke tubuhmu."
"Guru, aku masih ingin bersamamu, aku sudah tidak punya keluarga lagi selain dirimu!"
"Hahaha! Bocah nakal, kamu sudah memiliki dua isteri yang menunggumu, mereka akan kuatir jika kamu tidak segera kembali dan jangan bilang kamu tidak memiliki keluarga lagi...hahaha. Setelah kamu kembali segera buatkan aku keturunan yang banyak...hahaha"
"Guru, kamu sangat mesum!"
Pletaakk
"Aduh"
"Hahaha, apa kurang aku memukulmu...ayo bilang lagi jika aku mesum...hahaha!"
"Guru, aku akan membalasnya melalui cicit-cicit mu dengan tongkat naga sakti ku... Hahaha!"
Plaaaak
"Aduh!!"
"Kamu juga cabul kenapa juga menuduhku mesum...hah!"
Plaaaak
"Aduh!! Guru kamu sangat jahat!"
Plaaaak
__ADS_1
"Ampun guru aku tidak akan mengejek mu lagi...,"
Pletaakk
Akhirnya guru mesum dan murid cabul saling meludahkan kata-kata kotor, apalagi guru mesum selalu memukul kepalanya dan juga menendang murid cabulnya tanpa henti.
Setelah Dewa Perang menyatukan kesadarannya dengan artefak itu, segera dia menyelesaikan misinya untuk membunuh Patriark Sekte Chu.
Selama 3 tahun Dewa Perang menyamar untuk menemukan keberadaan Patriark Sekte Chu yang bersembunyi di Benua Venus dan merusak altar portal dimensi yang mengirimnya ke Benua Venus.
Selama penyamarannya, Dewa Perang berprofesi sebagai seorang Alchemist agar mudah menemukan targetnya tanpa menunjukkan api surgawi miliknya, jika diketahui oleh Patriark Sekte Chu maka akan lebih sulit menemukannya.
Setelah menyamar selama tiga tahun, Dewa Perang akhirnya menemukan keberadaannya di Kekaisaran Qin, atau tempat dimana Sekte Racun Hitam bersembunyi didalam bawah tanah saat Excel memburu mereka.
"Hahaha! Selamat datang Grand master Bao, Anda benar-benar sangat sibuk sekali bahkan undangan ku harus mengantri terlebih dahulu untuk mendapatkan waktumu." Kaisar Qin adalah target yang Dewa Perang cari selama ini, dia juga telah mengganti nama menjadi Qin dan juga menjadi seorang Kaisar di Benua Venus.
"Katakan segera keinginanmu hingga mengundangku kesini, aku tahu kamu pasti memiliki tujuan?" tanya Dewa Perang dengan suara serak karena dia menyamar sebagai pria berusia 70 tahun.
"Hahaha! Grand master Bao anda cukup tidak sabaran sesuai yang orang bicarakan.
Baiklah karena kamu ingin mengetahui tujuanku dengan segera maka aku tidak akan bertele-tele! Aku ingin kamu menjadi bawahan ku dan membuat pill tingkat Suci agar aku bisa menguasai benua ini, dan sebagai imbalannya aku akan memberikan separuh keuntungan harga Pill dan juga memberikan wilayah selatan sebagai milikmu. Bagaimana Grand master Bao, apa kamu mau menjadi bawahan ku? Dan lagi kamu tidak mempunyai pilihan selain menuruti ku... Hahaha!"
Dengan bangga Kaisar Qin mengancam Grand master Bao agar dia mau menjadi alat untuk menguasai Benua Venus dan tidak berbeda saat dia berada di Benua Dewa.
"Hahaha! Bodoh. Kaisar Qin atau yang panggil Patriark Sekte Chu, ambisi mu tidak pernah berubah di manapun kamu berada, selalu saja menindas yang lemah dan takut pada yang kuat... Hahaha!"
Mengetahui jika dirinya adalah Patriark Sekte Chu dari sosok pria paruh baya membuat Kaisar Qin gemetar karena amarah karena luka yang memalukan dan wajah Dewa Perang masih selalu dia ingat dan menjadikan iblis hati di kehidupannya.
"Ka-kamu tahu siapa aku? Dan darimana kamu mengetahui tentang masa laluku sebagai Patriark Sekte Chu selain bawahan ku?"
"Hahaha! Apa kamu ingat ini...," Dewa Perang membuka penyamarannya.
"De-dewa Perang...."
Boom... Boom...
Setelah Dewa perang menunjukkan jati dirinya sebagai pemilik api surgawi, Kaisar Qin langsung diledakkan dengan melempar api surgawi kepadanya hingga istananya hancur menjadi ampas.
Selama dua hari pembunuh massal, namanya sebagai Alchemist pemilik api surgawi menjadi terkenal di Benua Venus hingga kedatangan Excel Felix, perbuatan dan nama Alchemist pemilik api surgawi masih diingat semua orang.
Mereka masih tidak tahu siapa sebenarnya sosok Alchemist itu hingga ada banyak orang yang mengetahui jika Alchemist itu pergi menuju benua tengah setelah membantai Kekaisaran Qin, dan banyak desas desus jika isteri sang Alchemist mengkhianati dia hingga membantai Kekaisaran Qin dan masih banyak rumor yang tidak bisa dibenarkan kebenarannya.
"Guru, aku telah menyelesaikan misi ku...hahaha! Sekarang tinggal leluhur Chu yang masih hidup. Apa Guru tahu dimana dia sekarang?"
"Bocah kamu terlalu lama, hingga aku mau mati menunggumu menyelesaikan misi yang begitu mudah!" sungut Seng Long, yang tak lain Guru dari Dewa Perang yang berpura-pura lemah padahal dia ingin menendang murid kesayangannya.
"Guru, jangan berkata begitu kamu tahu kamu adalah keluargaku satu-satunya... Kira-kira kapan Guru mau mati, aku buatkan karangan bunga yang indah...,"
Pletaakk
"Bocah terkutuk! Kamu menyumpahi gurumu...!"
Plaaakk
"Aduh! Guru mesum apa salahku...,"
"Murid sialan, kamu ingin Gurumu mati...hah!"
"Tidak, Guru tidak mungkin aku ingin kamu mati...aduh!!"
Plaaakk
"Bocah jangan lari kamu... Ingat, leluhur Chu berada di Benua puncak, jika kamu belum mencapai ranah Dewa Absolute jangan mencari masalah dulu di Benua puncak...sekarang pergi!"
Boom...
"Aakkhhh... Guru...!!"
__ADS_1
"Hahaha, bocah aku sangat bangga memilik murid sepertimu dan aku bisa mati dengan tenang dan sebelum aku mati aku akan buatkan hadiah terakhir untukmu di Benua tengah ini...!!"
Setelah muridnya dia kirim kembali ke tubuhnya dengan tendangan yang akan selalu dia ingat, hari-harinya akan menjadi sepi lagi tanpa kehadiran Dewa Perang yang selalu bisa membuatnya tertawa bahagia.
Sebagai hadiah terakhir sebelum Seng Long mati, dia membuatkan istana megah dan sumberdaya melimpah di benua tengah dan juga melindungi benua tengah dari keserakahan penduduk benua Venus.
"Murid ku hanya ini yang bisa gurumu berikan padamu, dan aku akan menunggumu dengan sisa-sisa kesadaranku di tubuhku...uhuk uhuk"
Guru Dewa Perang menjadi naga Hitam yang sangat besar dan melingkarkan tubuhnya setelah dia selesai bergumam, dan merasa menyesal tidak bisa bertemu dengan muridnya kesayangannya lagi.
Kemudian Seng Long Naga Hitam Pertama mati di goa yang biasanya dia tempati bersama muridnya, Dewa Perang tidak mengetahui jika gurunya telah mati akibat luka dalam saat bertarung dengan dewa Absolute.
Dewa perang pikir gurunya hanya ingin menggodanya saat gurunya berkata akan mati, tapi kenyataannya dia benar-benar akan mati di goa yang dia tempati.
Sengaja Seng Long merubah wujudnya aslinya menjadi Naga Hitam untuk menyimpan kekuatan terakhirnya dan bisa mempertahankan kesadarannya hingga jutaan tahun sesuai instruksi dari tuannya.
"Murid ku, terima kasih kamu telah melatih suamiku, aku harap kamu bisa tenang di Alam Jiwa, Hmm! Seandainya kamu mau ... aku tuan mu bisa dengan mudah menyembuhkan luka dalam, sayang sekali kamu memilih untuk mati."
Setelah Seng Long mengembuskan nafas terakhirnya, Tuan selaku guru Seng Long datang untuk mengucapkan salam penghormatan terakhir untuk muridnya, Naga Hitam, dengan menghela nafas suara perempuan itu memberikan perlindungan pada goa tempat muridnya sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.
Dewa perang telah kembali kedalam tubuhnya di benua Dewa dan berlahan-lahan menggerakkan tubuhnya yang kaku karena sudah delapan tahun dia tidak mengerakkan tubuh aslinya selama itu.
"Kenapa perasaanku terasa sedih setelah guru mengirim ku kembali ke tubuh? Hah! sudahlah mungkin hanya perasaanku saja karena sudah terbiasa bersama guru. Baiklah guru aku akan mengharumkan namamu."
Dewa perang telah membuka matanya yang telah tertutup selama 8 tahun dan saat membuka mata dia merasakan lagi perasaan saat ditinggal keluarganya, dia merasa gurunya juga telah pergi meninggalkan dirinya.
Tidak ingin berlarut-larut dalam perasaan yang tidak jelas, Dewa Perang melihat sekeliling dan tidak menemukan kedua isterinya yang selama ini merawatnya.
Kemudian Dewa Perang berdiri dari ranjang yang telah menemaninya selama ini, dengan melemaskan otot-otot Dewa Perang melihat sebuah giok informasi dimeja dikamar tidurnya.
Lalu Dewa Perang memecahkan giok itu dan seberkas cahaya memasuki kepalanya, dan dewa perang tidak menghindarinya karena sudah tahu jika itu hanya pesan untuknya.
("Suami, maaf kami berdua yang tidak bisa menemanimu sebagai seorang isteri yang seharusnya, aku dan Seng Huaran dijemput seorang wanita untuk berlatih untuk menjadi kuat agar kami bisa menemani kemanapun kamu pergi.
Sejujurnya kami sudah menolak niat baiknya tapi kami semua juga tidak bisa berbuat apa-apa melawan kehendaknya, aku harap kamu mengerti keadaanku dan adikku yang kini sudah menjadi istrimu.
Aku akan selalu menunggumu menjemput kami.
Salam istrimu, Seng Qiao dan Seng Huaran.")
Setelah mendengarkan suara isterinya Seng Qiao, Dewa Perang yang tidak sadar meneteskan air mata, kesedihan dalam hidupnya selalu ditinggal oleh orang yang dia kasihi.
"Aku tidak akan menyerah, aku harus kuat jangan sampai kesedihan ini menjadi iblis batinku yang akan menghambat jalan Kultivasiku"
Dengan menguatkan hati dan tekadnya Dewa Perang menciptakan semangat didalam hatinya, jalan menuju keabadian tidaklah mudah banyak penghalang ditiap langkahnya.
"Kemana mereka semua ras Naga dan Ras rubah? Apa yang telah terjadi selama ini saat aku tidak sadarkan diri?"
Saat Dewa Perang keluar dari kamarnya dia melihat Mansion yang sepi tanpa penghuni dan hanya melihat Formasi pelindung di Mansion tempat dimana dia tertidur panjang.
Dewa perang bisa melihat diluar Formasi pelindung, banyak orang yang tidak dia kenali dan juga melihat sebuah patung yang mirip dengan dirinya ditempat bekas istana Sekte Chu berada.
Kemudian Dewa Perang menggunakan jubah penyamaran dan juga memakai topeng, dia juga tidak lupa menyembunyikan basis Kultivasi-nya agar tidak bisa dideteksi oleh para dewa dan Dewi penghuni alam puncak dan alam abadi.
Sejak bersama gurunya Seng Long, Kultivasinya kini telah berada pada tingkat Dewa Dunia tahap puncak berkat Pill yang gurunya berikan.
Pernah suatu ketika Dewa Perang bertanya siapa pembuat Pill itu, gurunya marah dan menggangap itu rahasia dan dia berkata itu dibuat tuannya.
Sejak saat itu dewa perang tidak pernah bertanya lagi dan hanya diberi ribuan Pill dan formula meramu Pill Kultivasi yang dia tidak tahu namanya.
"Kuharap aku menemukan keberuntungan agar aku cepat menjadi dewa Absolute dan membuka misteri yang selama ini menghantui pikiranku"
Dewa perang melangkah keluar dari Mansion yang dilindungi oleh Formasi pelindung tanpa diketahui banyak orang yang melintas didekat Mansion.
Dia menuju sebuah tempat yang banyak orang berkumpul agar dia dapat memperoleh informasi yang dia perlukan untuk perjalanan panjangnya menuju keabadian.
"Pelayan, siapkan aku menu spesial ditempat ini"
__ADS_1
"Baik, Tuan. Tunggu sebentar akan kami siapkan."
Setelah memesan makan dan minuman, Dewa Perang duduk ditempat paling dekat dengan jendela yang berada diujung, dan membuka telinganya untuk mendengarkan pembicaraan semua orang yang berada di rumah makan yang sangat terkenal diwilayah bekas Sekte Chu yang kini menjadi tempat Berkultivasi semua orang dibenua Dewa.