Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 220 Aksi Jun Poppy.


__ADS_3

Chapter 220 Petarungan sengit Jun Poppy.


"Segera kalian berdua memasuki arena...!"


Setelah memeriksa basis kultivasi dan usia Jun Poppy, Xiao Yan memerintahkan kedua peserta itu untuk memasuki arena utama, tetapi peserta dari pihak istana surgawi terlihat diam saja dan akan menyerah sebelum bertanding.


"Bodoh, cepat bertarung, kekuatan lawanmu sudah disegel setelah memasuki peti itu...!" tiba-tiba seseorang berbicara melalui transmisi suara kepada peserta dari istana surgawi tingkat pertama dibenaknya, dia melihat tribun tamu penting dan melihat leluhur suci yang menganggukkan kepala.


"Apa kalian sudah siap ?" tanya Xiao Yan kepada kedua peserta itu, "kalian jangan kuatir saat bertanding karena arena ini memiliki formasi pelindung yang akan menyelamatkan peserta dalam keadaan kritis" kata Xiao Yan sebelum mereka berdua menjawabnya.


"Siap Kakek"


"Siap senior"


"Baiklah kalau begitu, kalian berdua bisa... Mulai...!"


Segera colloseum menjadi bergemuruh tepukan tangan dan siulan dari penonton setelah pemandu secara, penonton yang berjudi segera memasang taruhannya.


"Cantik, bagaimana jika kita bertaruh?" kata lawan Jun Poppy yang sejak awal sudah jatuh cinta semenjak pandangan pertama, apalagi Jun Poppy gadis cantik yang sangat jenius, Jun Poppy mengerutkan keningnya dan menatap jijik kepada lawannya.


Jun Poppy tidak menyembunyikan telinga rubah dikepalanya, karena ayahnya selalu menyukainya dan bahkan sering mencium telinganya yang membuatnya birahi, telinga dan ekor ras rubah sangat sensitif jika disentuh.


Jun Poppy memiliki tinggi 179 cm, kulitnya putih, Jun Poppy selalu memakai pakaian yang seksi seperti ibunya Qinglin, pakaian itu merupakan artefak perlengkapan perang yang bisa diubah sesuai keinginannya, keunikan Jun Poppy memiliki ekor berwarna merah tidak seperti ibunya Poppy yang berwarna putih.


"Apa yang akan kamu pertaruhan?"


"Jika aku bisa mengalahkanmu, kamu harus menjadi isteri ku... Hehehe." jawab peserta dari istana surgawi dengan terkekeh, dia tidak berharap tantangannya diterima, Jun Poppy semakin jijik dan marah mendengarkan permintaan lawannya.


"Kamu tidak layak, lihat kekasihku...! Apa kamu bisa mengalahkannya ?" balas Jun Poppy dengan menunjuk kearah Excel, maksud kekasih adalah ayahnya, sejak Jun Poppy bayi dia sudah menandai Excel sebagai pasangannya walau Excel adalah ayahnya.


Didalam aturan ras istimewa seperti ras rubah ekor sembilan, memilih pasangan sesama ras sudah menjadi hal umum, dengan tujuan mempertahankan garis darah agar tidak tercampur, apalagi garis darah ayahnya paling istimewa diantara garis darah yang lainnya.


Peserta itu langsung melihat kearah jari telunjuk yang Jun Poppy tunjukkan, seketika peserta itu dan semua penonton merasa rendah diri melihat wajah sangat tampan dari kekasih Jun Poppy.


"Uhuk... Uhuk..."


Excel langsung terbatuk-batuk saat dia lagi-lagi menjadi sasaran target dari putrinya untuk menjadi point standar yang harus dikalahkan oleh pria lain, semua keluarganya hanya tersenyum saja melihat Excel menjadi sasaran.


"Huuf, cari sensai..." Jun Liqin mendengus kesal jika kakaknya yang merupakan pesaing berat mendapatkan kesempatan untuk memamerkan kekasihnya, Jun Liqin sedari tadi tetap duduk dipangkuan ayahnya, tadi dia sangat senang saat Jun Poppy meninggalkan pangkuan ayahnya, setelah Jun Poppy pergi ganti Qin Yang yang menggantikan posisi Jun Poppy yang duduk dipangkuan ayahnya, karena itu Jun Liqin selalu cemberut.


"Huuf, walau aku tidak setampan kekasihmu, tetapi aku memiliki keahlian sebagai alchemist tingkat Raja diusia 800 tahun...hahaha. Diantara semua orang mana ada yang seperti aku...hahaha" peserta itu walau malu masih saja menyombongkan prestasinya dihadapan Jun Poppy.


"Katak dalam sumur.


Lihat usia kekasihku, dia memiliki 4 bakat keahlian sebagai alchemist, beast tamer, smelting, ahli formasi array, semua keahliannya pada tingkat Dewa absolute bahkan ditingkat yang lebih tinggi... Hoh. Benar-benar menjijikkan...! Kekasihku adalah penguasa alam semesta dengan kekuatan yang tidak diketahui, bahkan bandot tua itu hanya semut dimatanya...hoh. Apa yang kamu banggakan dari istana surgawi...? Noting..."


Jun Poppy sangat marah melihat kesombongan dari lawannya yang hanya memamerkan prestasi kecilnya, sudah sejak lama keluarga besarnya gemas melihat kejahatan dari ketiga leluhur suci, perkataan Jun Poppy benar-benar menyakitkan semua orang dari istana surgawi apalagi kata-kata 'bandot tua' secara tidak sengaja terlontar dari mulut seksi Jun Poppy, kali ini Jun Poppy merasa marah dengan kedua tangannya bersilat pinggang, dan mata yang berwarna merah melotot kearah musuhnya.


Excel mengedutkan bibirnya saat rahasia secara tidak sengaja Jun Poppy ungkapkan, untung saja tidak dengan basis kekuatannya yang sebenarnya, Yuna dan Yuke kepengen ketawa melihat reaksi dari suaminya begitu ambigu.


Ketiga leluhur suci sangat marah dengan ucapan yang menyakitkan dan menyindir istana surgawi, tetapi mereka masih berusaha menahannya, mereka bertiga tidak ingin rencana yang sudah tersusun sejak lama menjadi hancur gara-gara gadis kecil yang berada di arena.


"Cukup, kamu bergerak dulu atau aku yang bergerak, kakiku sudah kelelahan berdiri hanya menunggu mulut kamu menari ala kucing yang kejepit ekornya..!"


Jun Poppy sekali lagi terus berbicara tanpa menunggu lawannya membalas perkataan, perkataan Jun Poppy membuat suasana colloseum menjadi hening, apalagi Jun Poppy menyemburkan 4 keahlian yang sangat dipuja banyak orang dimanapun berada.


Semua keluarga Excel ingin ketawa mendengar ucapan Jun Poppy yang sengaja mengejek lawannya yang masih tercengang mengetahui kenyataan yang menyakitkan hatinya.


Zlaaapp


"Baaanngg..."


"Aaah... Braaak"


Jun Poppy langsung menghilang setelah dia memberi kesempatan lawannya yang tidak digunakan dengan baik, Jun Poppy muncul dibelakang lawannya dengan punggung saling bertolak belakang, lalu sikutnya dia gerakan menghantam kepala lawannya hingga membuatnya terpental keluar dari arena.

__ADS_1


"Jun Poppy menang"


Suara Xiao Yan mengema diseluruh colloseum menyatakan kemenangan Jun Poppy, semua orang yang tadinya masih belum pulih dari keterkejutannya menjadi pulih dan bersorak-sorai lagi.


"Hebat..."


"Horeeee... Idolaku kamu hebat."


Ketiga leluhur suci langsung tercengang dengan situasi yang seharusnya bisa dia kendalikan setelah Jun Poppy memasuki peti pendeteksi.


"Ba-bagaimana mungkin..."


"Bodoh, kenapa dia diam saja..."


Ketiga leluhur suci masih tidak percaya dengan hasil kekalahan pihak dari istana surgawi yang sudah disahkan oleh Xiao Yan, mereka masih terus menyalahkan juniornya yang terlalu ceroboh.


"Leluhur, itu sudah wajar jika junior kita kalah dengan mudah, kita tahu perbedaan kekuatannya jelas jauh berbeda." kata Yu Guan yang tidak tahu apa maksud dari perkataan leluhur suci yang kesal dan marah.


"Kamu tahu apa, seharusnya dia...! Sudahlah, selanjutnya maju." Yang Wei hampir saja keceplosan dengan rahasia didalam peti yang mampu menyegel kekuatan orang yang memasuki peti, segera dia memerintahkan peserta selanjutnya tanpa memikirkan kekuatan pihak benua biru.


"Leluhur suci apa kita tidak mengirim junior kita yang tingkatannya lebih tinggi ?" tanya Yu Guan yang merasakan keanehan dari tindakan Yang Wei yang sembarangan mengatur strategi, Lu Bai yang mengetahui kecurigaan dari Yu Guan segera buru-buru menjawab...


"Iya, kirim peserta yang kekuatannya setara atau lebih."


"Baik, leluhur. Kamu yang bertanding...!" jawab Yu Guan kepada Lu Bai dan menoleh kebelakang menunjuk salah satu peserta yang kekuatannya lebih tinggi 1 level, Yu Guan sengaja mengirim peserta yang lebih kuat dari Jun Poppy karena pihak mereka telah kalah 1 point.


"Baik, pemimpin"


Wuuuuussshh


Peserta tersebut langsung menghilang dari tempat duduknya dengan angin berhembus dengan lembut, peserta tersebut sudah berada ditempat arena dan menghadap Jun Poppy yang sudah menunggu lawan berikutnya.


"Perkenalkan, dia salah satu jenius dari istana surgawi tingkat kedua, Xu Yimin. Usianya baru 1.020 tahun dengan basis kultivasi tingkat dewa matahari level 11..." Xiao Yan langsung memperkenalkan peserta berikutnya sesudah peserta itu berada diarena.


"Junior Jun Poppy, lanjut atau menyerah?" tanya Xiao Yan kepada cucunya, karena aturannya challenge harus mempertanyakan kesiapan peserta yang masih bertahan jika lawan berikutnya masih ada yang menantang.


"Sial, bocah ini... Mulutnya penuh pisau..." umpat Yang Wei didalam hatinya.


"Hebat..." puji Excel dengan memberikan jempol kepada Jun Poppy, suaranya didengar Jun Poppy dan melihat wajah tampan ayahnya, Jun Poppy mengedip-ngedipkan matanya kepada ayahnya dengan senyuman terbaiknya, senyuman itu dilihat Xu Yimin yang menjadi terpesona bahkan semua penonton yang tadinya ramai menjadi diam saat melihat senyum yang tulus dan indah.


"Vixen..." lagi-lagi Jun Liqin kesal melihat aksi kakaknya yang mengoda ayahnya, Jun Poppy yang melihat kekesalan adiknya hanya menjulurkan lidahnya, Excel dan semua isterinya hanya tersenyum melihat persaingan diantara putri-putrinya yang ingin menjadi spesial di hati ayahnya tanpa berniat melerainya.


"Kata baik. Apa kalian berdua sudah siap ?"


"Siap Kakek"


"Siap..."


"Mulai..."


Segera Xiao Yan memerintahkan kedua petarung itu untuk memulai berdebat, suara gemuruh teriakan dan siulan penonton sekali lagi meramaikan acara turnament beladiri ini, taruhan semakin bertambah saat Jun Poppy telah menang, sebagian penonton mempertaruhkan uangnya untuk tim istana surgawi karena melihat basis kultivasi-nya.


"Aku tidak seperti pecundang itu, aku tidak perduli kamu perempuan atau pria, diarena semua adalah musuh." kata Xu Yimin dengan dingin kepada Jun Poppy, Jun Poppy hanya mengangkat alis kirinya tanpa membalas ucapannya.


Zlaaapp


Zlaaapp


Bang


Bang


Kedua orang itu langsung bertarung dengan kecepatan tinggi, mereka berdua sengaja tidak menggunakan senjata karena ingin menguji seberapa kekuatan lawannya, kecepatan kedua peserta itu sangat sulit diikuti mereka yang memiliki basis lebih rendah 1 tingkat, mereka hanya melihat percikan energi mirip listrik saat kaki, kepalan tangan saling beradu.


Bang

__ADS_1


Bang


"Sialan, fisiknya kuat sekali...!" batin Xu Yimin disaat bertarung dengan Jun Poppy, sedangkan Jun Poppy terlihat menikmati pertarungan ini, mereka berdua terus-menerus beradu kekuatan fisik yang bisa dilihat dengan jelas jika Xu Yimin selalu tersudut.


Baaanngg


Kedua peserta langsung mundur disaat benturan kepalan tangan saling beradu, mereka sudah cukup menguji batas kekuatan lawannya, Xu Yimin merasakan kepalan tangannya yang terasa sakit dan menahan gemetaran, kulitnya sudah menjadi merah dan berasap, Xu Yimin menggertakkan giginya karena melihat Jun Poppy meniup kepalan tangannya dengan mengejek dia.


"Ayo, kita beradu fisik lagi, tadi masih pemanasan." tantangan Jun Poppy yang merasa belum cukup menguji batas kekuatan fisik yang sudah lama dia latih dengan keras selama ini, tadi dia belum menampilkan kekuatan fisik sepenuhnya hanya mengeluarkan 30% kekuatan saja.


"Swooosshh"


Xu Yimin tidak memperdulikan ejekan dari musuhnya dan mengeluarkan tombak sebagai senjata andalannya, dia tidak mau terpancing emosinya yang mengakibatkan dia akan ceroboh.


Setelah tombak itu keluar Xu Yimin mengeluarkan energi Qi dan menyelimuti tombaknya dan tubuhnya, aura berwarna putih mengeluarkan riak-riak energi kekuatan tingkat dewa matahari level 11.


"Hehehe, ayo maju kamu..." tantang Jun Poppy dengan mengaitkan jari telunjuknya kepada Xu Yimin, Xu Yimin semakin mengeretakkan giginya tanda dia sudah semakin marah selalu diejek.


Swooosshh


Baaanngg


Booommm


Kedua orang itu kembali bertaruh dengan sengit diubin dan sedikit demi sedikit melayang diudara, aksi kedua orang itu membuat semua orang berdecak kagum.


Senjata beradu dengan fisik Jun Poppy saling mengema diudara, setiap mata tidak pernah berhenti bergerak mengikuti gerakan kedua peserta itu yang terus bertarung dengan kecepatan tinggi.


Baaang


Baaanngg


Jun Poppy selalu menangkis tombak yang akan menusuknya dengan telapak tangan, benturan energi dan kekuatan fisik didengar semua orang, Jun Poppy seperti menari dengan memutar tubuhnya atau menggeser tubuhnya, bahkan menahan tombak dengan kakinya, selain itu Jun Poppy selalu memberikan serangan balik dengan tendangan dan juga tinjunya.


"Surga membakar bumi"


Teknik tombak Xu Yimin segera dikeluarkan dan dengan cepat menyerang Jun Poppy, "Swoosh" tetapi disaat tombak itu akan menusuk dadanya, Jun Poppy menghindari dengan memutar tubuhnya, "Boomm..." mata tombak itu melepaskan ledakan energi tetapi serangan itu meleset.


Melihat kesempatan itu, tubuh Jun Poppy yang posisinya masih memutar segera mengangkat sikutnya, dan disaat tubuh Xu Yimin melewati Jun Poppy sikut itu menghantam tengkuknya, "baaanngg..."


Wuuuuussshh


Tubuh Xu Yimin yang terpental kebawah setelah dihantam sikut, memberikan kesempatan Jun Poppy dengan melesat mengejar Xu Yimin, "Baaanngg..aaakkhh." kaki kanan Jun Poppy langsung menendang punggungnya hingga membuat Xu Yimin berteriak kesakitan dan meluncur kebawah dengan keras...


Baaanngg


Asap mengepul disaat Xu Yimin menghantam ubin arena, tidak ada lagi suara penonton yang berteriak, mereka tercengang melihat pertempuran kedua peserta itu, Jun Poppy masih melayang diudara dan menatap kebawah dimana Xu Yimin terjatuh.


"Satu..."


Suara Xiao Yan segera mengema disaat menghitung angka, tujuannya memberikan kesempatan Xu Yimin untuk bangkit atau menyerah.


"Dua..."


Seketika semua orang pulih dan ikut menghitung, tetapi Xu Yimin masih belum bangkit dan tetap terbaring tanpa bergerak, "Tiga... Jun Poppy, menang."


"Horeeee..."


"Jun Poppy aku cinta kamu...hahaha"


"Aku menang... Aku kaya... Hahaha"


Sorak-sorai penonton yang gembira dengan kemenangan kedua dari Jun Poppy, segala pujian terucap dari para penonton apalagi penonton yang mempertaruhkan uangnya demi kemenangan Jun Poppy.


Keluarga besar Excel juga bertepuk tangan mengapresiasi kemenangan Jun Poppy yang sudah dua kali mengalahkan lawannya, Jun Poppy segera turun diubin diarena dan menunggu lawan berikutnya.

__ADS_1


Pihak istana surgawi semakin suram dengan kekalahan kedua kali di pihaknya, mereka harus mengejar kekalahan itu jika ingin mencapai tujuan dari turnamen persahabatan ini.


Ketiga leluhur suci semakin marah yang ternyata peti identitas yang mereka temukan di kekosongan tidak berfungsi seperti biasanya, padahal mereka sudah mengujinya dengan junior sebagai kelinci percobaan berkali-kali untuk mengetahui kegunaan peti itu.


__ADS_2