
Chapter 242 1 batu membunuh 2 monyet.
"Roar.... Bang bang...."
Singa mistik ungu tanpa ampun membunuh anggota tengkorak hitam, singa mistik ungu sudah lama ingin membalas perlakuan mereka yang sering menendang, memukul dan bahkan meludahi layaknya binatang anjing.
"Craazzh.... Aaakk...."
Teriakan anggota tengkorak hitam mengema saat tubuhnya diremas didalam mulut singa, kecepatannya semakin cepat manakala sayapnya mengepak dan melesat menerjang anggota tengkorak hitam.
"Bang...aakkhhh" cakarnya menghantam punggung dan memutar badannya menerjang yang lain, gerakannya sangat gesit dan selalu membunuh musuhnya.
"Kepung dia, jangan melawan sendirian" perintah salah satu anggota tertua kepada rekan-rekannya.
"Hahaha... Ingat bagaimana kalian menindas diri ku... Roar...." setelah berbicara dan meraung, singa mistik ungu membuka mulutnya dan muncul bola api dari mulutnya...
Wuuuuussshh
Booommm
Tanpa suara anggota tertua itu terkena bola api dan meledakan tubuhnya, tidak hanya dia tetap rekan-rekannya yang lain juga terkena panasnya bola api itu, "aaaakkhh..." teriakan kesakitan saat tubuhnya terbakar imbas ledakan bola api itu, mereka tidak mampu menghindari karena kecepatan bola api itu saat melesat.
"Ayo kita bantu dia" perintah Lianshi kepada anggota sukunya.
Wuuuuussshh
Booommm
Wuuuuussshh
Booommm
Disisi lain Meng Ho sudah tidak mampu menahan lagi pedang semesta di tangannya, saat energi kehidupannya diserap setelah Excel memberikan perintah kepada pedangnya.
"Aaaakkhh.... Bajingan, Kamu...!"
Swooosshh
Akhirnya pedang semesta lepas dari cengkraman Meng Ho dan langsung melesat kearah Excel, Excel tersenyum dan mengulurkan tangannya menangkap pedang semesta.
"Hahaha.... Kamu akan tahu kekuatan sebenarnya dirimu pedang semesta." Excel ketawa setelah memegang pedang semesta itu, pedang semesta gemetaran saat dirinya dipegang oleh tuan yang lebih kuat dan tahu cara menggunakan kekuatannya.
"Bocah tengkik, kembalikan pedang ku..." bentak Meng Ho setelah dia bangkit dan meminta pedang semesta yang telah dipegang Excel.
"Hahaha... Lihat dulu kekuatan yang sebenarnya...." kata Excel kepada Meng Ho, kemudian Excel mengangkat pedang semesta dan menempelkan badan pedang di dahinya, setelah itu Excel mengarahkan pedangnya didepan dadanya, lalu jari telunjuk tangan kiri menyentuh mata pedang semesta dan dari ujung jari telunjuk mengeluarkan darahnya, tiba-tiba pedang semesta bersinar, sinarnya mengeluarkan warna biru yang menyilaukan mata.
Booommm
Kekuatan lebih besar keluar dari pedang semesta setelah mendapatkan darah super human milik tuan barunya, kekuatannya kini telah meningkat berlipat-lipat hingga tekanan pedang semesta bisa dirasakan oleh kehidupan dihutan belantara.
"Kekuatan yang hebat" kata Yang Wei saat matanya melihat kearah hutan belantara, dia masih selalu mengawasi pergerakan Excel dan master Zhu Rong.
"Bocah nakal ini, siapa dia yang sebenarnya? Mampu melawan Meng Ho dengan mudah, menjinakkan singa mistik ungu, lalu menjinakkan pedang semesta dan sekarang mampu memaksimalkan kekuatan pedang itu...hah... Sungguh bocah yang misterius, sampai detik ini aku tidak tahu kekuatan dia yang sebenarnya...!" kata Lu Bai yang tidak tahu harus berkata apa saat melihat perbuatan Excel yang misterius, dia sebenarnya juga menginginkan pedang semesta itu, tetapi niat itu dia urungkan karena pedang semesta telah menjadi satu dengan Excel, jika direbut paksa maka kerugian akan berlipat-lipat, kehilangan seorang jenius dan juga kehilangan pedang semesta.
"Berlian yang harus kita jaga, jangan sampai lepas dari tangan kita... Potensi anak ini tidak terbatas..." Yuan Shao juga ikut berkomentar, dia juga tahu niat kedua saudaranya ini dan sedikit menyindir mereka berdua.
"Benar... Anak ini bisa menjadi salah satu kartu andalan kita untuk melawan benua biru. Semoga saja nine heaven palace lebih cepat datang...!"
"Jangan kuatir mereka akan datang kurang lebih 2 tahun lagi, setelah mereka datang akan menjadi hari terakhir wanita itu.... Hahaha." kata Yang Wei dan tertawa bahagia menunggu momen dimana alam semesta aurora menjadi milik mereka bertiga.
Singa mistik ungu, Lianshi dan seluruh anggota sukunya langsung berhenti bertarung saat Excel mengeluarkan kekuatan pedang semesta yang sebenarnya, tekanan pedang semesta membuat semua kehidupan ketakutan.
"Roar... Lihat kekuatan Tuan baru ku yang sangat hebat....hahaha." singa mistik ungu meraung senang dan memuji Tuan barunya.
Anggota tengkorak hitam benar-benar telah bernasib buruk hari ini, rencana yang sudah lama mereka rencanakan untuk menaklukkan suku Echidna akhirnya berantakan dengan hadirnya seorang murid dari istana surgawi.
__ADS_1
"Bagaimana dia melakukannya...!" batin Meng Ho yang sudah bergerak mundur sedikit demi sedikit, dia sudah ketakutan dengan pedang miliknya yang kini sudah berpindah tangan.
"Bocah itu... Apa dia lebih kuat dariku... Tidak mungkin diusianya yang belum genap 18 tahun mencapai ketinggian ini...! Pasti dia menggunakan artefak yang mampu menyembunyikan kekuatannya." batin Meng Ho yang mulai ketakutan saat memeriksa kekuatan murid dari istana surgawi, dia segera melirik kekanan dan kekiri untuk mencari rute pelariannya.
"Hei... Jangan punya pikiran untuk lari, aku belum menguji pedang semesta ini." kata Excel kepada Meng Ho yang tahu niat bandot tua itu.
"Apa kamu kira dengan memiliki pedang semesta bisa dengan mudah membunuh ku... Bocah nakal kamu masih kurang dalam pengalaman... Hahaha." balas Meng Ho yang berusaha menguatkan keberaniannya untuk melawan bocah nakal ini.
"Swosh"
"Oh, masih punya senjata lagi." kata Excel saat Meng Ho mengeluarkan senjata jenis pedang dari cincin dimensinya.
"Hahaha... Aku seorang ahli smelting tingkat dewa tidak mungkin hanya memiliki satu senjata saja, dasar bodoh...hahaha."
"Berarti kamu sangat kaya kalau begitu, kamu memang sesuai reputasimu." puji Excel kepada Meng Ho, yang membuat Meng Ho membusungkan dadanya karena bangga akan pujian musuhnya.
"Hahaha... Tentu saja, jika kamu mau bergabung aku akan berikan apapun yang kamu mau." rayu Meng Ho yang ingin Excel bergabung dengan tengkorak hitam, dia yakin dengan kekayaan yang sudah dia kumpulkan selama ratusan juta tahun pasti akan membuat bocah ini menjadi tunduk kepadanya.
"Apa saja?" tanya Excel kepada Meng Ho dan memeriksa cincin dimensi yang dimilikinya, "Cincin dimensi tingkat dewa, hebat, benar-benar kaya." batin Excel yang tahu jenis cincin dimensi yang dimiliki Meng Ho.
"Tentu apa saja, aku bisa berikan cincin dimensi tingkat kuno dan juga berbagai sumberdaya, asal kamu mau menjadi jendralku melawan istana surgawi, bagaimana?" jawab Meng Ho yang ingin menyakinkan bocah ini yang pasti kurang dalam pengalaman, Excel memegang dagunya dengan tangan kirinya seakan-akan sedang menimbang untung dan ruginya.
"Bocah jangan terima tawarannya...!" batin master Zhu Rong yang mulai gelisah jika Excel benar-benar bergabung dengan Meng Ho, tawaran Meng Ho benar-benar membuat siapa saja akan tertarik.
"Bocah, jangan terima tawarannya, kamu tahu dia hanya menipumu" kata master Zhu Rong melalui telepatinya kepada Excel, Excel yang mendengarnya sedikit tersenyum.
"Lalu apa untungnya aku harus mematuhi master Zhu... Kamu tahu, semenjak aku tiba di istana surgawi sudah menerima ketidakadilan." balas Excel kepada master Zhu Rong, seketika tubuh Zhu Rong bergetar setelah mendengarkan perkataan Excel, dia bingung harus berkata apa, jika Excel bergabung dengan Meng Ho maka istana surgawi akan menerima kerugian besar dan Excel juga memiliki potensi diri yang mampu membahayakan istana surgawi.
"K-kamu... I-itu... Aku akan beri 2 permintaan lagi asal kamu jangan bergabung dengan Meng Ho." master Zhu Rong benar-benar tidak tahu harus berkata apa hingga dia terbatah-batah saat berbicara dan memutuskan untuk memberikan 2 permintaan lagi untuk bocah nakal ini.
"Sialan... Jika Meng Ho berhasil mendapatkan bocah itu kita benar-benar dalam bahaya..." kata Yang Wei yang sudah gusar hingga dia berdiri dan ingin menghentikan negoisasi antara Excel dan Meng Ho.
"Tunggu dulu, aku rasa master Zhu sedang berbicara dengan bocah itu...!" cegah Lu Bai agar Yang Wei tidak terburu-buru menghentikan mereka.
"Semoga saja master Zhu berhasil mencegahnya." kata Yang Wei dengan kembali duduk dan melihat situasi di perbatasan zona luar dan zona dalam.
"Sebentar, aku akan berpikir dulu" kata Excel kepada Meng Ho dan juga kepada master Zhu, detak jantung mereka berdua sudah terengah-engah saat Excel ingin berpikir akan tawaran mereka.
Excel berjalan mondar-mandir dan memegang dagunya seakan-akan tawaran itu sangat mengiurkan, Lianshi dan seluruh anggotanya juga mulai gelisah jika Excel menerima tawaran Meng Ho.
"Tuan muda, tolong jangan terima tawarannya, selama aku bisa aku bisa berikan apapun yang kamu mau." kata Lianshi kepada Excel melalui telepatinya, Excel yang mendengarkan suara ratu Echidna segera melihat ke arahnya dan tersenyum, melihat senyum dan wajah Excel yang sangat tampan membuat Lianshi menjadi birahi dan ini tidak pernah dia rasakan seumuran hidupnya.
"Anak ini, kenapa aku menjadi birahi saat melihat wajahnya dan juga senyumannya." batin Lianshi yang tidak tahu dengan perubahan tubuhnya yang tiba-tiba birahi.
"Apapun yang aku mau, apa kamu yakin, cantik?" balas Excel dengan telepatinya kepada Lianshi.
"I-iya... S-selama aku bisa, Tuan muda." jawab Lianshi yang kebingungan dengan suara merdu dan indah pria muda ini, dirinya sudah mulai kehilangan kendali tubuhnya yang semakin birahi.
"Baiklah, jadilah kamu isteriku dan juga Mei Mei, bagaimana?" goda Excel kepada Lianshi, seketika tubuh Lianshi gemetaran seakan-akan birahinya sudah tidak mampu dia bendung, pikirannya ingin menolak tetapi tubuhnya tidak.
"B-baik... A-aku mau..."
"Hahaha... Bagus, mulai sekarang aku akan melindungmu dan seluruh sukumu. Aku akan mempermainkan Meng Ho ini yang telah menindas kalian." Excel ketawa jika niat mengodanya ternyata dibuat serius oleh ratu Echidna ini.
"Terima kasih, Tuan... Maksudku su-suami" Lianshi tergagap saat dirinya kebingungan harus memanggil apa terhadap pria muda ini, Excel hanya tersenyum saja.
"Master Zhu, apa tawaran ini benar?" kata Excel kepada master Zhu Rong.
"Benar, aku akan berikan 3 permintaan selama itu masih dalam toleransi ku." balas master Zhu Rong kepada Excel dengan telepatinya.
"Baiklah, pertama aku ingin kamu menjadi isteriku, bagaimana?" tanyanya yang membuat master Zhu Rong gemetaran, dia tidak menyangkah jika bocah nakal ini meminta permintaan yang tidak mungkin dia penuhi.
"K-kamu, tidak... Minta yang lainnya" tolak master Zhu Rong yang sudah menahan amarahnya.
"Huuf... Jika aku bergabung dengan Meng Ho, kira-kira wanita apa yang tidak aku dapatkan...!" Excel mendengus kesal dan membalas jawaban dari master Zhu.
__ADS_1
"Ka-kamu.... " master Zhu Rong tidak menyangkah jika jawaban Excel membuatnya tidak bisa berkutik, apa yang dikatakan Excel adalah benar, jika dia bergabung dengan Meng Ho sudah pasti akan mendapatkan apa saja setelah menghancurkan apapun yang menjadi target mereka, apalagi istana surgawi yang akan kesulitan membendung pergerakan Meng Ho dan Excel, tidak ada pilihan yang baik baginya...
"Baik, baik, lidahmu sangat fasih, aku akan menerimanya, aku akan menerimanya....!" master Zhu Rong sangat marah dan terpaksa menerima dirinya menjadi isteri bocah nakal ini, dia kuatir jika Excel menginginkan murid-muridnya menjadi isterinya.
"Hahaha... Bagus. Permintaan kedua aku ingin 20 goddess, 100 Peri kecil dan kelima mantan goddess juga menjadi isteri ku..." kata Excel kepada Zhu Rong dan langsung membuat dia semakin memuncak kemarahannya.
Booommm
Aura kekuatan dewa absolute level 95 langsung meletus dari tubuh master Zhu Rong dan membuat Meng Ho mengetahui persembunyian dirinya.
"Bajingan... Ternyata kamu menunggu pihak istana surgawi untuk menyergap ku... Hah." Meng Ho langsung marah dan menuduh Excel.
"Tidak ada hubungannya dengan ku, kamu bisa membunuhnya jika mampu." jawab Excel yang acuh tak acuh.
"Aaakk.... Sialan bocah nakal aku akan membunuhmu..." master Zhu berteriak marah dan membentak Excel saat memberikan jawaban pada Meng Ho, dia sudah mengorbankan dirinya agar murid-muridnya tidak menjadi isteri Excel dan ternyata perasaan buruk sejak kemarin terjawab hari ini.
"Hah... Gagal negosiasi master Zhu karena emosi" kata Lu Bai saat menyadari kemarahan master Zhu yang akhirnya membuat mereka harus ikut bertindak, walau leluhur suci tidak tahu apa yang dibicarakan mereka berdua Lu Bai sudah memastikan kemarahan master Zhu yang menolak permintaan Excel yang mungkin diluar batas bawahnya.
"Tunggu, kenapa bocah itu tampak tenang" cegah Yuan Shao sebelum Yang Wei dan Lu Bai bergerak, kembali mereka bertiga mengamati situasi dihutan belantara.
"Hahaha... Jangan kamu menipuku bocah, trik apa yang kamu gunakan tidak berarti apa-apa bagiku." Meng Ho ketawa mendengar jawaban Excel yang seakan-akan tidak peduli jika dirinya membunuh master Zhu Rong.
"Dia selalu menindasku, apa untungnya aku menguatirkan dirinya dan lagi, semenjak aku memasuki istana surgawi aku selalu menerima ketidakadilan.
Tapi sebelum kamu membunuhnya kita buat kesepakatan dulu, apa yang kamu katakan itu benar atau hanya tipuan saja." kata Excel kepada Meng Ho dan membuat master Zhu Rong menjadi bersalah karena tidak mampu menahan emosinya.
"Excel, tunggu. Biar aku berpikir sebentar." kata master Zhu Rong kepada Excel dengan telepatinya, dia kembali tenang setelah menyadari dirinya salah.
"Hahaha... Bocah, aku sebagai pemimpin tengkorak hitam tidak pernah mengingkari janji." Meng Ho tertawa melihat bocah yang tidak berpengalaman ini mulai masuk dalam kelompoknya.
"Baiklah, baiklah... Aku terima, aku terima permintaan keduamu." master Zhu Rong terburu-buru menerima permintaan kedua bocah nakal ini, dia kuatir Excel benar-benar bergabung dengan Meng Ho dan resikonya lebih mengerikan dari pada dia kehilangan murid-muridnya.
"Oh, apa benar permintaan ku nanti tidak di ingkari...?" Excel tidak percaya jika master Zhu Rong memenuhi keinginannya.
"Aku berani bersumpah dengan iblis batinku" jawab master Zhu Rong dengan telepatinya.
"Baik, jika begitu. Permintaan ketiga nanti aku akan katakan, dan kamu diam saja saat aku berurusan dengan Meng Ho dan ingat jangan ikut campur." balas Excel kepada master Zhu Rong, perkataan Excel masih membuat master Zhu Rong kuatir tetapi dia berusaha mempercayai-nya.
"Apa yang akan kamu berikan jika aku bergabung denganmu, kata seniorku kamu banyak menipu orang, aku kuatir jika aku bergabung kamu malah mengingkari...!" kata Excel kepada Meng Ho.
"Hahaha.... Kamu jangan percaya kepada mereka yang berdalih dengan kitab kebenaran di mulutnya tetapi kenyataannya mereka lebih kejam dariku, istana surgawi selalu memakai banyak tipuan, lihat banyak penduduk yang tidak dia perdulikan hanya memanfaatkan mereka saja agar menjadi budak keinginan para istana surgawi." jawab Meng Ho yang perkataannya membuat master Zhu Rong semakin marah, jika dia kuat sudah pasti akan membunuhnya.
"Lalu apa bedanya dengan kamu, aku lihat kamu tadi ingin memperbudak suku Echidna?" tanya Excel yang perlu meyakinkan perkataan Meng Ho.
"Hahaha... Aku lebih suka terang-terangan saat melakukan tindakan, jika aku suka aku akan rawat mereka, jika tidak suka aku segera membunuhnya atau menjual mereka.
Sedangkan istana surgawi melakukan tindakan dengan cara menghasut banyak orang agar saling membunuh, mereka akan memanfaatkan kesulitan mereka, sederhananya istana surgawi akan memeras penduduk hingga kering dan dibuang setelah tidak berguna lagi." jawab Meng Ho kepada Excel seakan-akan perkataannya adalah kebenaran.
Ketiga leluhur suci yang bisa mendengarkan perkataan Meng Ho tubuh mereka menjadi gemetaran karena fitnah yang diucapkan-nya, begitu juga dengan master Zhu Rong yang sudah tidak sanggup mendengarkan perkataan Meng Ho, tetapi dia berusaha tetapi tenang dan mempercayai Excel.
"Kamu benar, aku sering melihat kejadian yang menimpa mereka yang saling membunuh, memfitnah, saling mengaku paling benar dengan keyakinannya, aku merasa mereka dihasut oleh kebenaran semu yang akhirnya menguntungkan salah satu pihak... Hmmm... Itu cara halus untuk melempar 1 batu untuk membunuh 2 ekor monyet.
Sedangkan kamu menggunakan metode secara kasar dan langsung..." kata Excel yang seakan-akan membenarkan perkataan Meng Ho.
"Hahaha... Tentu, aku tidak suka menyiksa karena menyiksa itu lebih biadab dan kejam." Meng Ho menjadi bahagia jika perbuatan dibenarkan.
"Tetapi kedua metode itu sama-sama membuat derita banyak kehidupan..."
Zlaaapp
Craazzhh
Bluukk
Bruuukkk
__ADS_1
Excel menghilang setelah membalas perkataan Meng Ho, pedang semesta langsung memenggal kepalanya tanpa tahu pergerakan Excel yang tiba-tiba, kepala Meng Ho jatuh dan berguling-guling dan tubuhnya langsung ambruk.
Kejadian itu sangat cepat bahkan ketiga leluhur suci shock melihat kecepatan Excel yang tidak bisa mereka ikuti padahal mereka bertiga sekelas sang Void, seketika hutan belantara menjadi hening setelah Meng Ho terpenggal.