Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 87 Goa Naga Hitam


__ADS_3

Chapter 87 Goa naga Hitam


"Setelah kehadiran Dewa Perang pertarungan semakin sengit dan unggul, tetapi adik dari Dewi samudera yang secara tiba-tiba menggunakan racun yang sama pada dewa perang.


Kami berdua juga sudah tidak bisa membantu Dewa perang, merasakan racun yang dengan cepat bereaksi segera Dewa Perang kabur dengan membawa kami berdua, hingga kami berada disini.


Saat itu kondisi Dewi sudah kritis, akibat racun yang sudah menyebar menghancurkan organ dalam, akibat terlalu besarnya menggunakan energi untuk melawan mereka, dan aku sendiri juga terluka cukup parah dan hanya bisa memulih diri di danau ini." Bi Liqin bercerita panjang pada Excel dan melihat kedua orang ini menangis, Excel pun memeluk kedua orang itu dengan kasih sayang.


Hikks


Hikks


"Aku bersumpah untuk selalu melindungi kalian, tidak akan ada lagi yang akan menyakitimu bahkan tidak akan ada lagi yang bisa menyentuh kulit kalian lagi" Excel bersumpah dengan amarah saat memeluk Qiaofeng dan Bi Liqin.


"Paman, aku mencintaimu...hikks" ucap Qiaofeng dengan menangis dipelukan pamannya.


"Terima kasih tuan...hikks" ucap Bi Liqin yang juga dipeluk Excel tanpa menolak.


"Bi Liqin kamu jangan panggil aku Tuan, aku akan memberikan kamu dan Qiaofeng segel pertama dan mulai hari ini kalian berdua juga isteriku" kata Excel yang dengan lembut berkata terus memeluk mereka berdua.


"Tu-tuan tap..."


"Bi, kita sudah hidup dan mati bersama jadi jangan tolak keinginan suami kita, Paman eeh maksudku suami, aku mencintaimu" kata Qiaofeng yang sangat bahagia begitu juga dengan Bi Liqin yang kini berani membalas pelukan Excel.


"Lalu bagaimana cerita selanjutnya..."


 


Malam di tepi danau cahaya bintang bersinar menerangi benua Venus, pantulan cahaya bintang dari danau menambah indahnya malam, danau berwarna biru memancarkan keindahannya dengan angin malam menghangat hati.


Wuuuuussshh


"Halo, apa kalian merindukanku"


"Tidak"


Disaat datang tiba-tiba Excel segera memberikan salam manis kepada semua wanitanya, sayang sekali penolakan lebih menyakitkan dari ayam geprek yang nyangkut di gigi.


(Mc : Thor ngajak berantem? Ayo udah lama kita berdamai)


(Author : malas jariku kesemutan)


"Iissh, kalian sangat kejam pada pria tertamp..."


"Apa! Minta pijatan?" serentak semua wanita berkata pada Excel yang belum selesai menyelesaikan ucapannya, Excel langsung merasakan bulu kuduknya berdiri seperti melihat hantu yang cantik.


"Hahaha"


Seketika semua orang yang melihat pemimpinnya di intimidasi semua isterinya tertawa bersama, bagaimana tidak ketawa melihat pemimpinnya yang sangat kuat dan selalu menciptakan keajaiban tapi takut dengan istrinya.


"Mana Qiaofeng dan saudariku" tanya Li Que yang tidak melihat kedua orang yang dibawa Excel saat yang lalu.


"Mereka berdua sedang menyetabilkan fondasinya" kata Excel yang kini dihimpit hingga tidak bisa bergerak sama sekali.


"Ooh, akhir pelahap loli tidak sabaran" kata Ling Xuan yang cemberut dan menyindir suaminya.


"A-aku tidak...."


"Tidak apa, yang jelas bicara?" suara indah tapi mengerikan diucapkan Xiao Mei Xing yang semakin membuat Excel berkeringat dingin.


"A-anu...itu..."


"Anu anu, bahasa apa itu...kamu lapar atau kamu capek" sekali lagi Excel tidak bisa berkutik saat binatang buas mengeluarkan taringnya yang semakin panjang.


Byuuuurrr


Setelah perjuangan yang ektrim Excel bisa melepaskan diri dari terkaman bintang buas, walau tubuh basah kuyup setelah mandi malam yang menyenangkan.


"Ayah Xue, bagaimana masa mudamu dulu?" kata Excel pada ayahnya sesaat yang lalu telah mandi malam didanau setelah secara paksa didorong isterinya.


"Exceeeelllll"


"Ayah selamatkan aku..."


Wuuuuussshh


"WHahaha..."


"Huuufff, akhirnya aku lolos, lihat saja aku pastikan mereka semua menerima hukumannya" gerutu Excel yang kabur setelah mendengar teriakan semua isterinya, yang tanpa dia sadari sudah berada ditempat yang belum pernah dia jelajahi.


"Apa ini...terlihat Formasi penghalang. Untung saja mudah ditembus"

__ADS_1


Bhuuuzzzhh


"Haaa, goa apa ini?" Excel bergumam saat menembus Formasi penghalang setelah itu melihat goa yang cukup besar.


"Huuff, dari pada penasaran lebih baik aku masuk saja...!" kata Excel yang melangkah memasuki goa gelap didepannya, disaat menyusuri goa yang gelap Excel segera mengeluarkan senter yang dia beli dari sistemnya.


"Waoow, dinding dari emas dan juga lantai dari batu roh...hahaha. Sungguh kaya yang membuatnya" Excel terus berjalan menyusuri goa, tanpa mengambil dinding emas atau batu roh sebagai ubinnya.


Semakin dalam memasuki goa semakin tidak terlihat ujungnya, karena penasaran Excel terus melangkah tanpa henti, walau banyak jebakan tidak mengurungkan langkahnya karena sebagai ahli Formasi jebakan ini hal yang sepele.


Tiap jebakan telah Excel netralisir agar setiap orang yang akan melewatinya nanti tidak mengalami bahaya apapun, saat berjalan Excel merasakan aura yang kuat didepannya, semakin mendekat medan gravitasi didalam goa semakin besar bahkan keringat mulai bercucuran.


"Tubuh Dewa naga putih aktif"


Buuuzzhh


Setelah Excel mengaktifkan salah satu tubuh khususnya tekanan gravitasinya menjadi tidak terasa dan kembali melanjutkan menuju ujung goa ini.


Cahaya dari senter memperjelas pandangan Excel untuk melihat semua kondisi goa besar yang dia lewati, dinding emas dan ubin dari batu roh seakan-akan tidak ada habis-habisnya saat melangkah.


"Benar-benar kaya raya yang membuat goa ini...siapa orang yang membuatnya?"


"Ada cahaya didepan...hehehe. Sepertinya itu ujungnya"


Semakin maju menyusuri goa dan berjalan mengikuti cahaya didepan keadaaan goa semakin lebar, yang membuat hati semakin penasaran.


"Yaa dewaa...apa-apaan itu..." kata Excel yang terkejut saat melihat ada binatang raksasa didepannya yang berwarna hitam nan panjang.


Terlihat seperti naga karena memilik tanduk dan kumis, dibawah tubuhnya memiliki empat kaki yang cakarnya tajam dan dipunggungnya juga terlihat sayap.


"Yuke, apa kamu tahu binatang apa ini, terlihat seperti naga yang aku lihat dulu di gadgetku?"


[Tuan, itu naga Hitam yang legendaris tapi sudah mati]


"Astaga, sayang sekali sudah mati" gumam Excel setelah mendengar penjelasan Yuke.


"Hahaha...akhirnya keturunanku datang" terdengar suara gembira saat Excel masih menatap naga Hitam didepannya.


"Hei, dimana kamu...?" kata Excel yang tidak melihat wujud orang yang tertawa dan berkata keturunannya.


Bhuuuzzzhh


"Han-hantuuu..."


"Ooohh, syukurlah aku kira hantu...hehehe." balas Excel dengan mengaruk kepala meski tidak gatal.


"Lalu kenapa kamu mengatakan aku keturunanmu, Kakek" tanya Excel yang bingung dengan pernyataan Kakek yang hanya tinggal kesadarannya saja didepannya dan melayang-layang seperti asap yang akan hilang.


"Hahaha, karena kamu memiliki darah naga putih dan aku bisa merasakan auranya meski aku hanya tinggal kesadarannya saja, dan lagi tidak akan ada yang bisa melewati goa ini selain keturunanku bahkan Dewa mesum itu...hahaha" jawab Kakek itu yang selalu ketawa entah apa yang lucu hingga membuatnya ketawa.


Excel yang mendengar perkataannya terkejut jika Kakek didepannya mengetahui jika dirinya memiliki tubuh Dewa naga putih, padahal Excel tidak pernah bercerita pada siapapun selain Yuke dan Yuna.


"Haaa, kakek siapa namamu dan siapa Dewa mesum itu?" tanya Excel pada kakek yang ingin mengenalnya dengan baik.


"Namaku adalah Long dan nama keluargaku adalah Seng dan dewa mesum itu adalah dewa perang dia adalah muridku...hahaha.


Bocah aku sudah tidak memiliki waktu lagi, aku minta kamu bangkitkan lagi kejayaan ras naga, jika kamu mau berjanji padaku aku akan memberikan kekuatan dan juga Artefak andalanku selama aku menguasai alam semesta ini" kata Kakek Long yang ingin Excel berjanji membangkitkan keturunan ras naganya yang bisa dikatakan hampir punah.


"Kakek Long sejujurnya aku tidak tertarik dengan kekuatan dan artefakmu, tapi aku hanya bisa berjanji akan memperlakukan keturunanmu dengan baik asal mereka tidak memprovokasi-ku" jawab Excel yang mengejutkan Kakek Long, seumur hidupnya dia selalu bertarung dengan banyak Dewa yang ingin memiliki artefaknya bahkan kematiannya juga karena artefaknya.


"Hahaha, baru kali ini aku melihat keturunanku yang tidak tertarik dengan kekuatan dan juga artefakku...hahaha.


Tidak masalah, karena kamu sudah berjanji maka tetap aku akan memberikan kekuatan dan senjata andalanku. Bocah terimalah karena waktuku sudah hampir habis." kata Kakek Long yang tiba-tiba menghilang dan muncul tepat didepannya.


Buuzzhh


Cahaya putih langsung memasuki dahi Excel tanpa Excel hindari, tiba-tiba semua ingatan Kakek Long memenuhi kepala Excel dan semua teknik dengan berbagai skill.


Booommm


Booommm


Booommm


Merasakan terobosan pada Kultivasinya Excel segera duduk bersila untuk menyetabilkan fondasinya, tetapi tiba-tiba Excel merasakan rasa sakit yang membuat tulangnya hancur.


Aaaaahhh


Aaaaahhh


Booommm

__ADS_1


Booommm


Excel bergulung-gulung ditanah menahan rasa sakit yang sangat menyakitkan, lebih sakit daripada saat pertama kali memasuki kolam susu stalaknit, tubuhnya mengeluarkan darah hitam dan kulitnya terlihat retak dan retakannya semakin memenuhi tubuhnya.


Aaaaaaaaahh


[Tuan, kuatkan. Ini peningkatan kekuatan fisik]


"Paman, ada apa? Cepat keluarkan aku dari sini" teriakan Qiaofeng didalam dunia jiwa yang sangat takut dan kuatir saat mendengarkan Excel berteriak kesakitan, dia kaget dari Berkultivasi memperkuat fondasinya saat mendengar suara suaminya.


"Suami, tolong katakan kamu kenapa" Bi Liqin juga ikut kuatir pada orang yang membuatnya merasakan bahagia.


"Bi, ada apa dengan pamanku... Hikks" tanya Qiaofeng yang menangis dan meminta Bi Liqin menjelaskan apa yang terjadi saat dia Berkultivasi.


"Mesuuum, apa yang terjadi dengan kamu" Qin Yang juga mendengar suara Excel yang kesakitan walau berada didunia roh.


"Ada apa dengan si cabul itu...cabul cepat katakan ada denganmu?" teriakan Qin Zhu juga kuatir pada orang yang dia sayangi walau dia selalu memanggilnya cabul.


Aaaaahhh


"Saaakiiiitt"


Booommm


Excel terus menerus merasakan rasa sakit saat tulangnya hancur dan kembali pulih dengan kecepatan tinggi, lalu tulangnya hancur lagi dan kembali lagi pulih dengan cepat, dan terobosan juga terus menerus dialami saat bersamaan hingga tanpa terasa 3 jam telah berlalu, semua istrinya didunia jiwa dan didunia roh menangis dan sangat ketakutan melihat kondisi suaminya yang sudah tidak terlihat lagi wajah tampannya, seluruh tubuhnya berlumuran darah dan kotoran dalam tubuh keluar melalui pori-porinya dan keluar dari tujuh lubang tubuhnya.


"Kemana suami kita?"


"Huuff, lagi-lagi menghilang"


"Biarkan saja, nanti juga balik"


"Hehehe, benar. Di benua Venus dia tidak ada tandingannya bahkan dibenua tengah"


"Kamu benar kak, suami kita bisa dengan mudah menguasai benua tengah walau dia seorang diri...hehehe"


"Tapi aku merasakan firasat yang tidak menyenangkan... Coba kamu rasakan segel dan lihat apa yang terjadi?" kata Zhou Mei yang ingin menunjukkan kepada mereka kegunaan segel keluarga.


"Iya, aku merasakan jika suami kita sedang kesakitan...!"


"Cepat kita cari dia..."


"Aaaah, suamiku..."


Semua wanita yang berada di danau menjadi panik dan kuatir saat merasakan segel keluarganya bereaksi dan bercahaya, wanita Excel yang berada didunia jiwa sudah Excel keluarkan sejak mereka mandi bersama dalam danau, karena itu hanya Qiaofeng dan Bi Liqin yang tahu kondisi Excel saat ini dengan mata kepala mereka.


"Paman Tong, apa kamu tahu dimana suami kita" tanya Xue Long pada pamannya.


"Aku tidak tahu... Aku hanya merasakan jika pemimpin lagi kesakitan saat ini" jawab Paman Xue Tong yang sebenarnya sudah dari tadi merasakan jika Excel dalam masalah, tapi dia diam agar semua istri pemimpinnya tidak panik.


Sudah lebih dari 3 jam berlalu dan didalam goa sudah tidak lagi terdengar suara teriakan menyayat hati, sekali lagi goa menjadi sunyi lagi hanya terdengar suara angin yang berhembus dengan lembut.


"Haahaa, baru kali ini aku merasakan rasa sakit yang melebihi apapun" gumam Excel dengan nafas terengah-engah setelah rasa sakit yang sudah menghilang.


[Ding! Selamat kepada Host, yang telah menerobos tingkat Kaisar Dewa tahap Semesta Tanpa mengalami Kesengsaraan Surgawi. Mendapatkan 2 kotak Emas, mendapatkan 1 kotak Legenda]


[Ding! Selamat kepada Host, yang telah meningkat tubuh ketahap fisik MahaDewa. Mendapatkan 1 kotak MahaDewa. Selesai]


"Suami apa kamu baik-baik saja?"


"Paman, jangan membuatku ketakutan!!"


"Mesum, bagaimana keadaanmu?"


"Hei, cabul kamu sudah membuatku hampir mati ketakutan tahu!!"


"Maaf, aku telah membuat kalian kuatir. Aku sekarang benar-benar baik-baik saja" jawab Excel kepada keempat orang yang bertanya secara bersamaan walau dia ingin ketawa bahagia.


"Paman, kenapa wajahmu jadi berantakan dan banyak darah hitam juga?" kata Qiaofeng yang takut dengan wajah pamannya yang masih belum dibersihkan dari darah kotor yang masih menempel.


"Hehehe, nanti aku ceritakan biar sekarang aku membersihkan tubuhku dulu." jawab Excel yang malu dan juga tidak kuat mencium bau busuk ditubuhnya.


Wuuuuussshh


Kini Excel berada didunia jiwanya dan sudah membersihkan diri dan juga sudah menceritakan semuanya pada keempat orang secara bersamaan.


Awalnya semuanya shock saat Excel telah membersihkan diri, kini wajah tampannya sudah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, bahkan Qiaofeng gadis kecil 9 tahun hingga mimisan dan kini semakin menempel pada Excel, dan termasuk ketiga wanita Qin Yang, Qin Zhu dan Bi Liqin juga pingsan saat melihat wajah Excel.


"Paman, kamu sangat tampan... Cup"


"Hahaha, feng'er kamu tunggu dewasa dulu, oke"

__ADS_1


"Huuff, aku sudah dewasa paman"


kemudian Bi Liqin dan Qiaofeng bercerita kepada Excel dan kenapa semua Dewa termasuk Dewa Surya dan dewa iblis yang ingin menguasai kerajaan airnya.


__ADS_2