Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 237 Gathering Of Goddess Palace.


__ADS_3

Chapter 237 Gathering of Goddess palace.


Acara gathering di istana dewi setiap tahun selalu menjadi acara meriah dan selalu dihadiri oleh kalangan muda-mudi, terkadang akan dihadiri para mantan goddess palace yang kini telah menjabat sebagai komandan seperti Ahui Nan dan Lu Lingqi, master, ketua maupun para ahli profesi.


Setiap yang hadir akan dibatasi karena tidak mungkin istana dewi mampu menampung banyaknya murid, karena itu setiap murid luar maupun murid dalam harus mendapatkan undangan, jika tidak mendapatkan undangan maka mereka harus lulus ujian.


Ujian itu sederhana hanya menjawab 3 pertanyaan yang telah tersedia dipapan pertanyaan dan jawaban, antrian panjang sudah sangat jelas terlihat didepan tangga menuju istana dewi.


Setiap murid harus cepat menjawab jika tidak dia akan langsung dikeluarkan, tidak sedikit murid pria yang gagal karena pertanyaan itu seputar kehidupan wanita dan ada pertanyaan seputar puisi, syair maupun pengetahuan yang lainnya.


Semenjak berita tentang murid baru yang menantang Mu Liang, yang memiliki wajah paling tampan di alam keabadian akan hadir dalam acara gathering, lonjakan peserta wanita meningkat drastis bahkan melibatkan beberapa koneksi agar memperlancar urusan undangan maupun ujian.


Hari semakin gelap, matahari mulai enggan memancarkan sinarnya, cahaya bulan dan bintang berganti menerangi malam hari ini, sudah banyak orang-orang yang berkumpul dihalaman depan istana dewi, dan didepan gerbang istana terdapat 21 kursi yang diperuntuhkan untuk 20 goddess, tetapi 1 kursi menjadikan banyak orang yang bertanya-tanya karena tidak biasanya ada 1 kursi tambahan disana.


Didepan tempat duduk 20 goddess terlihat banyak meja dan kursi, setiap meja akan berisi 4 orang dan dimeja telah ada nama-nama undangan, untuk mereka yang tidak mendapatkan undangan hanya bisa berdiri maupun membawa kursi sendiri.


Segera 20 kecantikan istana dewi keluar satu persatu dan membuat sorakan dan siulan para murid luar maupun murid dalam, banyak tatapan bersemangat melihat kecantikan bagi para prianya, dan untuk murid wanita menjadi iri dan juga mendambakan cantik seperti para 20 goddess itu.


Untuk menjadi salah satu dari 20 goddess setiap murid wanita harus memenuhi beberapa persyaratan, pertama kultivasinya harus tinggi, cerdas, memiliki salah satu dari 8 profesi dan yang tidak bisa diabaikan adalah wajah yang cantik dan usia tidak lebih dari 1.000 tahun dan juga masih gadis.


Selain 20 goddess ada peringkat 100 kecantikan dibawahnya yang disebut Peri kecil, sebagai peri kecil tugas mereka selalu menjadi bawahan 20 goddess dan kemanapun mereka berada selalu menarik banyak tatapan pria, peri kecil juga tidak kalah cantiknya dengan 20 goddess hanya saja kultivasi-nya masih rendah, jika mereka bisa memenuhi syarat kultivasi maka mereka akan naik menjadi salah satu goddess, minimal kultivasi-nya harus tingkat jendral dewa.


Setelah 20 kecantikan keluar dibelakangnya diikuti 100 peri kecil dan juga mendapatkan sambutan yang meriah, acara awal saja sudah meriah apalagi nanti akan ada persaingan untuk menarik minat para 120 wanita cantik.


"Satu kursi ditengah untuk siapa?"


"Mungkin saja untuk calon goddess lainnya, aku dengar ada salah satu peri kecil telah mencapai tingkat jendral dewa, mungkin hari ini juga untuk peresmian pengangkatan peri kecil itu menjadi salah satu goddess baru" kata Zhou Tai yang sudah duduk didepan sendiri tepat didekat dengan 20 goddes itu, dia berbicara dengan rekannya yang bernama Yong Sheng tingkat Sang mahadewa level 1.


Deity palace juga merupakan salah satu identitas dari murid inti pria dan tidak kalah dengan goddess palace, istana dewa juga memiliki peringkat, jika dulu peringkat pertama dipegang Zhou Tai, tetapi peringkat itu berubah semenjak ada murid baru yang menjadi murid inti.


Salah satu peri kecil berjalan menuju panggung yang berada ditengah-tengah para undangan, saat peri kecil itu berjalan banyak siulan para pria yang berusaha mencari perhatian.


"Selamat datang di acara gathering tahunan, perkenalkan nama saya Fairy Shang Xiang sebagai pemandu acara ini.


Sebagai acara pembuka kita akan....!" Fairy Shang Xiang segera membuka acara pertama, acara pertama tentang pemahaman Dao, dimana setiap peserta bisa tanya jawab dengan 20 goddess maupun 100 peri kecil prihal pemahaman berkultivasi yang membuat kemacetan setiap murid.


"Kemana si Excel itu kenapa belum datang?" gumam Cai Wenji yang tidak melihat sosok kekasihnya, dia terlihat gelisah sejak duduk di kursi khusus goddess.


"Hei, apa kamu dengar berita jika ternyata sosok priamu itu yang sangat hebat, diusianya 17 tahun sudah tingkat dewa absolute level 75 dan juga memiliki beberapa profesi tingkat dewa." bisik Fairy Chang'e kepada Cai Wenji, sontak Cai Wenji terkejut dengan menutup mulutnya yang akan berteriak, dia tidak menyangkah jika kekasihnya adalah super jenius


"K-kamu... Apa benar yang kamu ucapkan ini?"


"Hehehe... Awalnya kita juga seperti kamu tidak percaya, informasi ini aku dapatkan langsung dari ketua umum saat mencatat identitas si Excel dibatu prestasi." jawab fairy Chang'e kepada Cai Wenji, seketika detak jantung Cai Wenji tidak beraturan dan nafas terengah-engah, dia tidak menyangkah bertemu pria muda dihutan belantara adalah sosok super jenius hingga menjadi kekasihnya.


"Karena itu kami putuskan untuk bersaing secara baik untuk memutuskan siapa yang akan dipilih Excel di acara ini selain kamu." Xi Ling yang dikenal dengan sebutan gadis makmur juga ikut berbisik kepada Cai Wenji.


"Huff, kenapa harus pakai acara begitu, aku kan sudah mau berbagi...!!"


"Hehehe... Ada selir pasti ada permaisuri, ada permaisuri pasti ada ratunya..." fairy Chang'e terkekeh sebelum berbicara, perkataannya mudah dimengerti oleh Cai Wenji, sudah menjadi hal umum jika pria hebat memiliki banyak kekasih.


"Hah... Terserah, terserah. Yang penting aku selalu yang utama." Cai Wenji kesal jika dirinya selalu digoda saudari-saudarinya karena itu dia disebut sebagai gadis polos.


Acara terus berlanjut hingga memasuki acara beradu bermain musik, tetapi orang yang dinantikan banyak wanita masih saja belum datang.


"Kemana si Excel, kenapa dia belum datang...?" Long Hua yang sedari tadi diam kini mulai gelisah karena pria yang mereka tunggu-tunggu belum juga tiba.


"Hah... Entahlah, apa dia juga pandai mempermainkan perasaan wanita yang sedang menunggunya."

__ADS_1


Tidak hanya para goddess dan peri kecil saja yang gelisah tetapi semua murid wanita juga demikian, berbeda dengan para pria yang senang jika Excel tidak hadir, jika Excel tidak hadir maka mereka masih ada kesempatan untuk mengenal para goddess dan juga peri kecil.


"Semoga saja dia tidak datang karena besok dia akan melawan wakil penegak hukum Mu Liang... Hahaha"


"Aku sudah tidak sabar untuk melihat pertandingan mereka besok, semoga saja ketua Liang mampu memberikan pelajaran pada bocah itu."


Wuuuuussshh


Dhuuuuum


Wuuuuussshh


"Aaaahh...." tiba-tiba angin kencang datang dari atas disaat seseorang terbang dengan kecepatan tinggi, saat berhenti suara dentuman hebat mengeluarkan riak-riak angin yang membuat semua wanita memegang pakaian bawahan yang akan terangkat.


Semua orang yang berada di halaman istana dewi mendongakkan kepalanya ke atas, mereka melihat seorang pria paling tampan dengan punggungnya mengeluarkan sepasang sayap transparan yang sangat indah.


Sayap itu semakin indah manakala terkena sinar bintang dan bulan, wajah tampannya semakin terlihat dengan rambut panjang yang terurai dan tersapu angin, mata hitam yang jernih melihat kebawah, senyuman-nya mampu mengetarkan jiwa para wanita.


Secara berlahan pria itu turun dengan sayap transparan mengepak dengan lembut, aksinya membuat semua orang yang hadir menjadi diam dan terpesona.


Tap


Pria itu mendarat dengan anggun, semerbak aroma wangi maskulin membuat hidung setiap orang mendengus dengan perasaan aneh yang tiba-tiba muncul, perasaan itu seakan-akan ingin selalu memeluk pria itu.


"Exceeeelllll"


Cai Wenji langsung berteriak kencang dan menerjang Excel tanpa peduli dengan tatapan pria yang ingin mencabik-cabik tubuh Excel, seketika 19 goddess dan 100 peri kecil juga ikut menerjang ingin memeluk pria yang telah lama mereka nantikan, perasaan dejavu muncul dihati Excel melihat banyaknya wanita yang akan menerjangnya.


"Oh tidak...."


Para pria sangat marah dan penuh kebencian, kepalan tangan sangat erat dan mengeluarkan bunyi gemeretak, mereka tidak terima seorang wanita suci dinodai oleh tangan kotor saat membalas pelukan Cai Wenji dan para kecantikan yang ingin melepaskan penantiannya.


"Brengsek... Menjauh dari mereka."


"Bajingan ini terlalu berlebihan..."


Semua umpatan terlontar dari mulut semua pria saat Excel memeluk mereka dengan tangan mengelus punggung para goddess dan 100 peri kecil, murid-murid wanita juga saling berebut untuk mendapatkan pelukan, bahkan dengan perlindungan 20 goddess dan 100 peri kecil tidak mampu menghentikan antusias mereka hanya untuk mendapatkan pelukan maupun sekedar menjabat tangannya saja.


"Hah... Bocah ini dihari kedua sudah menjadi musuh banyak pria..." desah Yu Guan disaat mengawasi pergerakan Excel di pulau pusat pemantauan alam semesta aurora.


"Hahaha... Hari ketiga mungkin dia akan diburu suami para wanita yang dia rebut...hahaha" kata pemimpin divisi penegak hukum yang ketawa melihat bocah nakal itu selalu mencari sensasi dimanapun dia berada, pemimpin penegak hukum itu bernama Sun Hongli.


"Entah ini suatu keberuntungan atau bencana dengan hadirnya bocah itu...!"


"Tenang saja, aku sudah menyelidikinya, dia hanya akan membalas saat dirinya tersudut atau tidak punya pilihan lain untuk menghindari.


Genji komandan penjaga gerbang pertama terluka para karena dia menantang Excel, lalu Mu Sha juga demikian. Aku yakin jika kita bina dia, dia akan menjadi lebih baik dari sekarang." kata Sun Hongli dengan melihat aktifitas Excel yang masih melayani antusiasnya para murid wanita.


"Semoga saja, dengan usianya saat ini aku yakin 10 tahun lagi bisa bersaing dengan para jenius dibenua biru. Dengan usianya saat ini bukan tidak mungkin dia akan cepat mencapai level 100 dan menjadi salah satu kartu andalan kita."


"Benar pemimpin, dengan usia 17 tahun sudah setingkat itu aku berani pastikan dia akan mencapai ketinggian melebihi ketiga leluhur suci kita. Ini adalah berkah setelah kita mengalami derita."


Yu Guan dan Sun Hongli terus menerus membicarakan prihal Excel dan langkah apa yang harus dilakukan mereka untuk mengunci Excel agar tidak lepas dari istana surgawi, super jenius seperti Excel belum tentu ada dalam jutaan tahun, baru kali ini kehadiran Excel adalah yang pertama di alam semesta aurora ini.


"Pemimpin Guan, apa sudah memberikan kabar baik ini kepada ketiga leluhur suci kita?" tanya Sun Hongli yang ingin ketiga leluhur suci menjadi gembira, semenjak pulang dari benua biru leluhur suci selalu muram dan menutup dirinya.


"Aku sudah memberi kabar baik ini, mereka merasa gembira dengan kehadiran si Excel ini, besok mereka juga akan menghadiri pertarungan antara Excel dengan Mu Liang."

__ADS_1


"Hahaha...bagus, bagus. Aku harap kehadiran bocah ini membuat kekecewaan leluhur suci sedikit terobati." balas Sun Hongli yang tertawa keras karena dia juga ikut bahagia.


"Aku hanya ingin tahu, siapa guru yang mengajarkan Excel ini, diusia muda mampu setingkat kita para orang tua?"


"Hehehe... Aku sudah mendapatkan informasi dari Cai Wenji kekasih si Excel itu. Dia berkata, sejak kecil Excel telah hidup bersama neneknya, setelah neneknya meninggal Excel baru keluar dari pusat hutan belantara.


Kita tahu leluhur suci saja tidak berani memasuki hutan belantara itu, sudah wajar pasti ada kekuatan yang mengerikan disana dan aku yakin itu pasti nenek si bocah nakal ini." jawab Sun Hongli yang berspekulasi menurut penyelidikan-nya terkait Excel, sebagai divisi penegak hukum dia harus mendapatkan informasi sekecil apapun agar tidak salah menindak orang.


"Hmmm.... Dengan begini aku menjadi lega, aku kuatir jika dia memiliki guru kita akan bentrok dengan gurunya saat dia tahu jika muridnya bergabung dengan istana surgawi." kata Yu Guan dengan bernafas lega.


"Hahaha... Tenang saja pemimpin, di alam semesta aurora ini tidak ada yang berani membuat masalah dengan kita, kecuali wanita itu dan para menteri-nya dan juga para jendral-nya." kedua orang itu terus berbicara dan terus melihat aktifitas gathering di istana dewi.


Akhirnya Excel bisa sedikit lega setelah melayani permintaan tanda tangan maupun pelukan para murid wanita, disaat dia akan menuju tempat duduknya dengan di iringi 20 goddess tiba-tiba muncul wanita dewasa dihadapan Excel.


"Kamu bocah pembuat onar itu, benar-benar tampan...!" katanya saat menatap wajah super tampan bocah yang membuatnya menghentikan kultivasi tertutupnya.


"Guru..."


Excel hanya mengangkat alis kirinya saat melihat wanita dewasa yang merupakan guru dari 20 goddess dan 100 peri kecil, wanita dewasa ini sangat cantik dan jika dibandingkan dengan Yuke bisa dikatakan seimbang.


Dilihat dari usia tulangnya wanita dewasa ini berusia lebih dari 20 juta tahun, walaupun usianya sudah sangat tua penampilan masih seperti wanita berusia 35 tahun dan juga masih sangat energik, "Bhuzzh..." sekali lagi muncul asap dibelakang wanita dewasa itu, 5 wanita muda yang usia dan kecantikannya tidak kalah dengan 20 goddess, perkiraan Excel mereka berlima pasti mantan dari 20 kecantikan sebelum mereka meletakkan karena faktor usia lebih dari 1.000 tahun.


"Excel, perkenalkan ini adalah guru kita namanya master Zhu Rong." Cai Wenji langsung memperkenalkan gurunya kepada Excel, jarang sekali gurunya mengikuti acara gathering seperti ini, hari ini sangat menggembirakan bagi 20 goddess dan 100 peri kecil.


"Mereka berlima adalah mantan 20 kecantikan seperti kita, 13 mantan kecantikan telah bersuami dan kelima senior ini tidak berniat untuk mencari pasangan dao.


Dari kiri yang berpakaian warna merah adalah senior Guan Yinping dia salah satu ras phoniex yang berbakat dan menjadi salah satu komandan tingkat ketiga, disebelahnya adalah senior Zhang Chunhua dia menjadi komandan tingkat kedua..." Cai Wenji terus memperkenalkan para seniornya, ketiga senior itu bernama Xing Cai, Xiao Qiao dan Zhen Ji.


"Salam, kenalkan aku Excel, usiaku sudah tidak bisa dihitung, statusku masih dalam pembaharuan, bintangku bintang kejora, hobiku banyak selain koleksi wan... Uhuk... Uhuk... Maksudku koleksi senjata jiwa dan roh, selain itu aku suka makan gad.... Uhuk... Uhuk maksudku suka makan daging..." Excel memperkenalkan dirinya dan hampir keceplosan saat berbicara.


Semua orang menahan tawa dengan kekonyolan pria sangat tampan ini, tidak menyangkah selain tampan dan jenius juga bisa menjadi komedian, Zhu Rong juga menahan tawanya terlihat air mata hampir keluar, demikian juga dengan semua wanita yang hadir.


"Apa kamu juga hobi makan daun muda?" tanya Zhu Rong setelah menahan tawa.


"Oh, tent... Uhuk...uhuk... Tentang itu aku suka teh daun muda..."


"Whahaha..."


Semua wanita sudah tidak bisa menahan tawa saat Excel selalu hampir keceplosan bicara dengan guru para goddess dan peri kecil.


"Oh, teh daun muda apa gadis muda..." tanya Zhu Rong dengan melangkah maju mendekati Excel, Excel merasakan bulu kuduknya berdiri seakan-akan menjadi target binatang buas, Excel juga berjalan mundur secara berlahan.


"Uhuk... Uhuk...! tentu teh daun muda, saat diseduh akan mengeluarkan aroma wangi, saat diminum akan memberikan kesegaran pada lidah."


"Oh, lidahmu memang fasih ya saat mencicipi daun muda..."


"Tentu aku ahlinya... Uhuk... Uhuk... Maksudku aku ahli meramu daun teh yang masih muda dan segar." Excel selalu terbatuk-batuk saat hampir salah bicara dengan guru para goddess ini.


"Termasuk meramu gadis-gadis ini...!"


"Pastinya... Uhuk... Uhuk...!"


Buuukkk


"Aduuuhhh..."


"Whahaha..."

__ADS_1


Yu Guan yang orangnya selalu serius menjadi ketawa melihat kekonyolan murid baru ini, bahkan Sun Hongli sudah terpingkal-pingkal mendengarkan perkataan Excel yang konyol dihadapan master Zhu Rong yang terkenal protektif terhadap murid-muridnya.


Akhirnya acara gathering semakin meriah dengan hadirnya Excel yang selalu teraniaya oleh master Zhu Rong yang selalu memukulinya saat mengoda murid-muridnya.


__ADS_2