Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 49 Negoisasi


__ADS_3

Chapter 49 *Negoisasi*


Kesadaran semua telah kembali normal lagi, saat cahaya tidak lagi memancarkan aura yang agung, semua mata kembali menatap Excel yang masih berada dilangit, melayang bebas dengan mengendong gadis kecil yang tertidur didadanya.


Excel yang tersenyum dengan ciri khasnya, melihat semua orang yang berada dibawahnya, Excel tahu mereka sedang dalam keadaan kebingungan dengan kejadian yang baru saja mereka alami.


Sebenarnya yang terjadi pada mereka semua karena perbuatan wanita pemimpin miliaran prajurit langit itu, wanita itu telah mengatur waktu sesuai yang dia inginkan, bahkan pada saat itu Excel yang sudah tersadar saat tubuhnya dikendalikan alam bawah sadarnya hanya bisa berdecak kagum dengan kekuatannya.


Kaisar Zhou dan Permaisurinya sudah pulih dari keadaan yang tidak normal menimpa mereka berdua, seketika mereka menatap tajam dengan niat membunuh keluar dari tubuh Kaisar Zhou.


Sedangkan Permaisuri yang awalnya menatap tajam kini bengong melihat wajah tampan yang bersinar di kedua matanya, dia tidak menyangka jika bocah nakal itu ternyata memiliki ketampanan diluar nalar.


"Tampan di luar nalar"


Seumuran hidupnya dia tidak pernah melihat pria yang ketampanannya bisa meruntuhkan benua Venus, dengan gelisah dipikirannya dan hati bergetar tidak beraturan secara tidak sengaja keluar kata yang membuat Kaisar Zhou menjadi semakin marah.


"Apa maksudmu perkataanmu...? Kamu menghinaku?" bentakan Kaisar Zhou menyadarkan Permaisurinya yang melamun mengagumi ketampanan Excel.


"Ma-maaf, Yang Mulia. Aku tidak bermaksud menghinamu hanya saja aku melihat anak yang digendong bocah itu sangat tampan diusia belianya!!" jawaban Permaisurinya yang akhirnya menenangkannya.


"Baiklah, kita urus bocah ini terlebih dahulu"


Segera Excel turun dari langit dan menghampiri Kaisar Zhou dan Permaisurinya dengan mengendong Qiaofeng yang kelelahan setelah itu bersenang-senang dengan pamannya.


"Selamat datang di zona bebas, perkenalkan namaku Excel penguasa di zona bebas ini dan pemilik kota Phoniex yang kamu ingin kuasai, Kaisar Zhou" perkataan Excel yang sengaja ingin memancing kemarahan Kaisar Zhou yang idiot yang mengorbankan pasukannya dengan sia-sia.


"Apa maksudmu? Apa kamu mau menjadi musuh dari keempat Kekaisaran dibenua ini, anak muda" dengan amarah yang sudah terpancing Kaisar Zhou menaikkan nada suaranya, dia kaget dengan sikap sombongnya yang mengaku sebagai penguasa zona bebas.


"Jangan munafik dan naif kaisar, aku tahu isi pikiranmu. Langsung saja apa keinginanmu mengajak ku bernegosiasi?" balasan Excel dengan senyum sinis saat mendengar perkataan kaisar idiot didepannya.


"Bocah apa kamu tahu jika kamu sudah menjadi musuh Kekaisaran? Baiklah, jika kamu tidak tahu!! Sekarang aku ingin kamu membebaskan para jendral ku?" dengan mengancam Excel yang dianggapnya bodoh, Kaisar Zhou ingin Excel melepaskan Jendralnya.


"Dengan tawaran apa supaya aku mau melepaskan mereka semua? Dan aku juga tidak kekurangan apapun saat ini." balas Excel dengan nada cuek dan merasa tidak ada sesuatu yang diinginkan dan mencoba memancing kemarahan Kaisar Zhou.


"Jangan sombong anak muda, aku tahu diusiamu yang penuh ambisi, jadi apa yang kamu inginkan?" Kaisar Zhou sudah mulai mengikuti alur permainan yang Excel inginkan, dengan menantang Excel Kaisar Zhou sengaja akan memberi semua yang Excel minta.


"Apa kamu yakin memberi apa yang aku inginkan? Apa kamu sudah siap apa yang aku minta? Hehehe" dengan tawa meremehkan Excel terus memainkan emosi kaisar Zhou.


"Bocah, aku Kaisar Zhou penguasa dibenua barat, aku sudah berkuasa selama puluhan tahun apa coba yang tidak aku miliki, cepat katakan dan jangan buang waktu ku?" akhirnya point pertama sudah Excel dapatkan, mainkan emosi lawan. Dan Kaisar Zhou sudah termakan alur yang Excel rencanakan sejak awal.


Dikota Phoniex semua mata mengarah ditempat dimana negosiasi pertemuan antara kaisar Zhou dan Excel sepakati, semua orang yang sudah berkultivasi mampu mendengar percakapan mereka walau jarak itu sejauh 4000 meter dari mereka.


Semua orang memasang telinga agar tidak ingin melewatkan apapun dari pembicaraan Excel dengan Kaisar Zhou, termasuk dari kubuh Kekaisaran Zhou sendiri juga ingin mendengar negosiasi itu.


"Baiklah jika kamu memaksa, tiap jendral yang kamu inginkan sebagai gantinya aku ingin 1 Permaisuri dan 2 Putri yang masih gadis, bagaimana?" ucapan Excel segera meruntuhkan harga diri dari seorang Kaisar yang di hormati, Kaisar Zhou yang melihat wajah polosnya dengan memainkan bibirnya ingin rasanya memukulinya hingga tidak lagi dikenali orang.


Permaisuri yang selalu mendengar disebelah Kaisar Zhou juga kaget dengan permintaan bocah nakal yang tampan ini, terlihat diwajahnya yang malu, tapi entah kenapa saat Excel meminta Permaisuri sebagai alat penawaran menjadikan jantungnya kembali berdetak lebih kencang, ingin rasanya melahap Excel di ranjangnya seorang diri.


Permaisuri keempat yang dikenal dengan nama Dong Mei, dengan usia 52 tahun, memiliki tinggi badan 178 cm, dengan tubuh dan wajah masih terlihat seusia wanita berumur 25 tahun, rambut hitam memanjang yang mendekati pantat seksinya yang mengoda.


Dong Mei adalah Permaisuri kesayangan Kaisar Zhou daripada Permaisuri yang lain, memiliki kecerdasan yang bisa diandalkan dalam menyelesaikan masalah dan skema yang membuat lawan bertekuk lutut padanya.


Namun, dihadapan pria tampan yang belum genap berusia 17 tahun didepannya, Permaisuri Dong Mei merasakan yang namanya jatuh cinta untuk pertama kali, yang tidak pernah dia alami sepanjang dia masih gadis hingga menjadi Permaisuri di Kekaisaran Zhou.

__ADS_1


Sebenarnya Dong Mei adalah alat pertukaran sektenya dengan Kaisar Zhou, kala itu dia berusia 16 tahun saat Kaisar Zhou jatuh cinta padanya, karena kaisar Zhou menginginkan Dong Mei dan diketahui kepala Sekte, karena ada kesempatan yang susah ditolaknya, maka kepala Sekte mengijinkan kaisar Zhou membawa Dong Mei menuju Kekaisaran benua barat ditempat kediaman Kaisar Zhou, Dong Mei sendiri tidak menyukai kaisar Zhou sejak awal hingga sekarang, dia melakukan ini demi keamanannya dan juga demi Putra kesayangan dari hubungan tanpa rasa.


"Bajingan...kau bocah, sengaja kamu merendahkan ku... Haaah. Ganti yang lainnya dan jangan Permaisuri ku, tidak apa jika kamu menginginkan Putri-putri ku.


Tapi, seorang Kaisar tanpa Permaisuri itu menandakan kehancuran Kekaisaran. Apa kamu mau menjadikan murka pasukanku...haaah" dengan kemarahan yang meluap-luap menandakan umpan telah tergigit, Kaisar Zhou sudah tidak mampu menahan emosinya sekali lagi.


Karena itu adalah tujuan Excel, tujuan misi utama akan segera terwujud, sejujurnya Excel tidak peduli dengan hadiah dari misi, karena point tukarnya sudah tidak terbatas lagi.


Menyelesaikan misi adalah untuk menunjukkan seberapa besar pencapaian saat terlahir kembali didunia ini, karena hidup tanpa tujuan akan terasa hambar, hidup tanpa misi tidak akan menarik.


"Ckckck...jangan kamu marah-marah Kaisar, jika terlalu sering marah maka kamu akan segera cepat tua dan kamu menjadi lemah dan permaisurimu akan meninggalkanmu, loh.!!" dengan wajah polosnya dan berdecak lidah, Excel sengaja ingin kaisar terus marah padanya.


"Bajingan... Kamu benar-benar meremehkanku. Cepat katakan apa maumu dan jangan Permaisuriku.?" tidak mau terpancing amarahnya, kaisar Zhou ingin segera melepaskan Jendralnya dan melanjutkan rencananya.


"Baiklah, sebagai ganti Permaisuri aku menginginkan 41 wanita yang masih gadis dan 12 Putri Kekaisaran setiap 1 jendral, bagaimana?" permintaan Excel sungguh mengejutkan Kaisar Zhou dan Permaisurinya, bagaimana Excel mengetahui semua wanita yang dia bawa dari Kekaisaran, apa ada mata-mata di Kekaisaran? Tapi itu juga rencana kaisar Zhou yang dia atur dengan Permaisurinya.


Dengan berpura-pura memijat pelipisnya dan mengerutkan dahinya, Kaisar Zhou seolah-olah mempertaruhkan segalanya demi membebaskan jendralnya yang berjumlah 12 orang.


"Baiklah, dengan 12 Putriku dan 41 pelayan yang masih gadis dan demi jenderal-jenderal ku, aku menerima permintaanmu. Dan jangan kamu mengingkari ucapanmu sebagai seorang pria sejati" jawaban Kaisar Zhou yang tidak ingin Excel mengingkarinya


"Deal, setelah kamu mengirimkan permintaanku aku akan membebaskan mereka, oke!!" dengan berhasilnya Negoisasi Excel merasa sedikit lega sebentar lagi misinya akan berhasil.


"Saudara Zheng, segera kirim 500 pelayan yang aku bawa dan 154 Putriku sebagai hasil negosiasi untuk melepaskan Jendral kita" perintah kaisar Zhou dengan menggunakan telepati pada menteri pertahanan Kekaisaran Zhou.


"Baik, Yang Mulia. Segera akan saya persiapan" jawaban menteri pertahanan yang tidak terkejut dengan perintah kaisar Zhou.


"Kita tunggu satu dupa, bocah nakal"


Percakapan mereka tidak luput dari skill mata jiwa yang Excel miliki, di saat menunggu Excel mengeluarkan satu meja marmer dan tiga kursi dan satu ranjang kecil untuk muridnya, kemudian Excel mengeluarkan juga kendi berisi minuman bersoda yang dia suka.


"Apanya pemandangan yang indah, lihat banyak mayat dan patung Es disekitarmu, siapa coba pelakunya?" batin mereka berdua saat mendengar perkataan polos Excel yang seolah-olah tidak bersalah.


Dengan segera mereka bertiga duduk ditempat yang telah Excel siapkan, dengan Excel menuangkan isi kendi kedalam ketiga cangkir didepan mereka, setelah meletakkan kendinya Excel mengambil dan meminumnya sedikit demi sedikit seolah-olah minuman itu sangat mahal dan berharga.


"Huaah, segar sekali, minuman ini mengingatkanku akan tempat yang jauh" ucapan Excel seraya memandang jauh dimana dia dulu berada, melihat mereka tidak meminumnya tidak membuat Excel terkejut.


"Kenapa tidak diminum, ini minuman berharga tidak akan ada dibenua ini, dan kalian jangan kuatir aku memberikan racun didalamnya, lagian itu tidak menguntungkan ku" perkataan Excel yang berpura-pura kesal sajian yang dia siapkan tidak dinikmati.


Setelah Kaisar Zhou dan Permaisurinya saling memandang, mereka mengambil cangkir yang berisi minuman bersoda, saat isi cangkir itu menyentuh lidah mereka, seketika lidah mereka terasa ada rasa manis, ada rasa asam yang menggelitik lidah, merasakan itu nikmat sekali mereka segera meminumnya lagi hingga isi cangkir telah habis.


"Ini enak sekali"


"Benar, Yang Mulia. Aku baru pertama kali merasakan minuman senikmat ini" Permaisuri Dong Mei juga berkomentar setelah menghabiskan isi cangkir itu.


"Jika kurang kalian bisa meminumnya lagi, aku ingin menuangkannya tapi tanganku sudah lelah" ucapan Excel yang seolah-olah dia benar-benar kelelahan saat menuangkan isi kendi kedalam cangkir.


"Ha-ha-ha"


Di kota Phoniex yang awalnya hening menjadi banyak suara tawa, saat mereka mendengar perkataan Excel, sekarang suasana kembali terasa menyenangkan saat Negoisasi berjalan lancar dan tinggal satu langkah lagi semua akan dibilang sukses.


"Suami kita sungguh pemain ulung soal wanita"


"Benar, tapi nanti saat dia datang, awas..."

__ADS_1


"Ha-ha-ha, kita akan hajar dia lagi, apa masih kurang dengan kita sekarang"


"Lihat saja nanti, tidak akan ada lagi pengampunan saat di minta ampun" ucapan Xiao Mei Xing yang ikut berkomentar dengan semua wanita Excel yang berkumpul dan melihat aksi Excel bernegosiasi.


"Apa kamu yakin, kamu lihat wanita Excel yang pernah bersuami dan akhirnya mengikuti suami kita, tapi justru wanita itu dibuat meminta ampun saat dihukum tingkat naga sakti milik suami kita" bisik Ling Xuan ditelinga Xiao Mei Xing yang langsung membuat menelan salivanya, pikiran langsung berfantasi saat nanti berdua bersama Excel.


"Hayoo, saudari langsing membayangkan jika nanti bersama suami kita" bisikan dari Li Que yang membuat Xiao Mei Xing langsung malu dan terlihat wajahnya merah merona.


"Ha-ha-ha"


"T-tidak, ak-aku tidak berpikiran kesitu" balasan Xiao Mei Xing yang terlihat gugup saat mendengar bisikan mengoda ditelinganya, yang juga membuat semua wanita Excel yang berjumlah 611 ketawa melihat kegugupan Xiao Mei Xing.


Kaisar Zhou dan Permaisurinya menikmati minuman yang disediakan Excel hingga habis tidak tersisa, disaat ingin meminta lagi sebuah kapal angkasa tiba dari belakang mereka.


"Sepertinya sudah datang" ucapan Excel yang melihat kapal angkasa berukuran kecil yang memuat 1000 orang.


Setelah kapal mendarat ditanah, seorang pria paruh baya turun dari kapal dan segera menuju tempat Kaisar Zhou yang sedang duduk bersama dua orang.


"Yang Mulia, semua sudah disiapkan sesuai instruksi, yang Mulia" laporan menteri pertahanan kepada Kaisar Zhou, dan menteri itu adalah orang yang bertarung dengan Excel.


"Baik, saudara Zheng. Anak muda kamu bisa memeriksanya" ucapan Kaisar Zhou pada Excel setelah menerima laporan menterinya.


"Baiklah, aku akan memeriksanya, selama aku melihat mereka kalian silakan minuman yang aku buat" segera Excel mengeluarkan lagi minuman bersoda dan meletakkannya di meja.


"Lama tidak bertemu, senior" sapa Excel pada menteri pertahanan setelah meletakkan kendi di meja marmer.


"Anak muda, tidak lama juga, panggil saja aku senior Zheng" jawaban senior Zheng yang terlihat ramah, padahal dalam hatinya ada rasa takut pada Excel.


"Baik senior Zheng, aku akan naik ke kapal" setelah bertukar sapa, Excel mengangkat tangan dan menjentikkan jarinya.


Ceklik


Pyaaaarr pyaaaarr


Buuukkk


Buuukkk


Setelah terdengar jentikan jari, pasukan Kekaisaran Zhou yang membeku langsung jatuh saat Es yang membungkus mereka pecah dan berserakan ditanah.


Kemudian Excel melangkah menuju kapal angkasa yang berisi banyak wanita muda dan cantik, yang termuda berusia 16 tahun dan yang tertua berusia 30 tahun.


Melihat hasil Negoisasi tercapai, segera Excel mengeluarkan kekuatan jiwanya dan menyelimuti semua wanita yang berada didalam kapal, dengan kekuatan jiwanya semua wanita dibuat pingsan dan membaringkan mereka secara berlahan dengan kekuatan jiwanya sebelum mereka terjatuh diubin kapal.


Sengaja Excel membuat mereka pingsan, karena Excel ingin memeriksa semua wanita dengan kekuatan jiwanya, Excel menemukan banyak racun yang disembunyikan ditubuh mereka dan juga di cincin dimensi.


Kemudian Excel mengirim semua wanita hasil negosiasi didunia jiwanya, tanpa diketahui ketiga orang itu yang masih duduk dan meminum minuman yang Excel sediakan untuk mereka, Excel juga meletakkan mereka satu persatu di Mansion yang masih kosong didunia jiwanya.


Mansion yang Excel beli dari sistem itu berlantai delapan, dengan kapasitas 10 ribu orang dan tiap kamar mampu menampung empat orang, sengaja Excel meletakkan tiap kamar satu orang agar mereka memiliki privasi sendiri.


"Kaisar Zhou, aku akan kembali, jika ada hal yang bisa buat saya tertarik jangan sungkan untuk mengabari aku, oke" sebelum mereka bereaksi dan menjawab perkataan Excel, Excel telah menghilang bersama Qiaofeng tanpa mereka bisa ikuti kecepatannya.


Wuuuuussshh

__ADS_1


(Author : untuk chapter 52 lebih baik dilewatkan karena hanya obrolan romantis Excel dengan semua wanitanya. Terima kasih sudah membaca novel saya. salam)


__ADS_2