
Chapter 316 Genosida.
Suara gemuruh angin badai terdengar, disaat tim Zhou Mei menggunakan Formasi Battle Will Badai Tornado. 400 ribu lebih pasukan wanita menciptakan badai itu, dengan tubuhnya berputar-putar.
"Formasi pertahanan" perintah seorang wakil jendral kepada pasukannya, saat melihat badai tornado itu kearah mereka.
"Attack..."
Boom... Boom
"Aaahhhh..."
Pertahanan dari pasukan musuh segera porak poranda, ketika badai tornado menghisapnya, senjata pasukan wanita langsung mencabik-cabik tubuh mereka.
Teriakan prajurit musuh tidak menghentikan pembantaian pasukan wanita, tubuh mereka seperti masuk di mesin penggiling daging saat badai tornado menarik mereka.
Di sisi lain Jun Mei membentuk kelompoknya sendiri, kelompok mereka hanya terdiri dari putri-putri Excel, termasuk Thunder Bird yang bertengger di bahu Jun Liqin.
Zhu Rong juga membentuk pasukan wanita dari Alam Keabadian dan bergabung dengan isteri Excel yang berasal dari Benua Permata Hitam.
Yang paling ganas adalah kelompok Jun Mei, dimana Jun Liqin yang memilik mata spell stone, dengan mudah membantai setiap musuhnya. Dengan mata mengeluarkan sinar dan mengenai targetnya, kakak-kakaknya segera bergerak membantai prajurit yang telah menjadi patung batu.
"Spell Stone...."
Bhuzhhhh.... Crarkkkk... Crarkkkk
Jun Liqin dengan berjalan santai mengucapkan sihirnya, seketika banyak tubuh prajurit menjadi patung batu, siapa saja targetnya melihat mata Jun Liqin, pasti akan berubah menjadi patung.
"Matiii...."
Pyarrrr....
Bammm.... Bammm....
Dengan ganas putri-putri Excel menghancurkan prajurit yang sudah menjadi patung batu. Tanpa teriakan saat menjadi patung dan hancur berkeping-keping tanpa suara kesakitan.
"Petir Pemusnah...." Thunder Bird juga tidak tinggal diam, dia selalu memuntahkan bola petir terhadap semua musuhnya.
Boommm... Cedarrrr.... Cedarrrr...
"Aaahhhh...."
Bola petir itu meledak dan menyambar siapa saja yang dekat dengan area sambaran petir, prajurit kesakitan saat terkena sambaran petir, momentum itu dimanfaatkan dengan baik oleh putri-putri Excel.
Di atas medan pertempuran, kapal perang BESD1 melawan kapal angkasa dari dua Galaxy. Kapal perang BESD1 di bawah kepemimpinan Poppy, Qiaofeng dan Niu Qinglin. Mereka bertiga selalu memberikan arahan kepada personilnya.
"Serang semua kapal angkasa musuh." perintah Poppy dengan malas dan bertopang dagu saat duduk di kursi komandan kapal perang BESD1.
Bang.... Bang... Bang...
Boom.... Boom... Boom
Tanpa ampun kapal perang BESD1 meledakan setiap kapal angkasa yang sudah terkunci. Disaat para prajurit yang berhasil lolos, pasukan binatang buas menyambut mereka.
"Mampus.... Crarkkkk...." Fung Si burung gajah dengan ganas memakan prajurit yang lolos, dan mengunyah seperti kerupuk. Sedangkan Kaisar Ginseng hanya diam dan selalu tertawa melihat prajurit yang menjadi makanan para binatang buas.
"Aaahhhh..."
"Hahaha.... Sampaikan salam ku pada para pengecut itu... Hahaha" kata Kaisar Ginseng saat melihat prajurit yang dimakan oleh burung gajah.
"Gunakan multi target dengan senjata massal, dengan kekuatan 60 persen." perintah Qiaofeng yang sudah sangat memahami teknologi kapal perang BESD1.
"Siap, Komandan."
Segera personil mengaktifkan semua senjata kapal perang BESD1
Boommmm.... Boommmmm....
Rentetan ledakan kuat menghancurkan banyak kapal angkasa musuhnya, setiap kapal yang telah terkunci selalu mengalami kehancuran.
Leluhur suci dan ketiga murid Guru Agung bekerja sama dengan pasukan Benua Biru, mereka juga dengan ganas dan brutal membantai pasukan musuh.
Boommm....
"Hahaha... Jarang-jarang kita melatih tubuh kita seperti ini..." Kakek Xuan tertawa setelah meledakan tubuh setiap prajurit.
"Hentakan Golem...."
Boommmm....
Raja Golem juga ikut berperang, dia sangat menikmati pembantaian ini, sudah lama Raja Golem tidak bertempur, karena itu dia sangat senang dan bersemangat.
Berkat bantuan besar Kaisar Agung, Raja Golem dan Rasnya bisa menikmati dunia luar dan berbaur dengan banyak kehidupan, mereka juga berkembang dengan baik.
__ADS_1
Sebelumnya saat mengucilkan diri, Ras Golem mengalami kemunduran akibat kutukan misterius. Tetapi semua itu teratasi berkat Kaisar Agung dengan memberikan mereka penawar kutukan itu.
Pasukan kedua Galaxy sudah kocar-kacir tanpa kepemimpinan para Jenderalnya. pemimpin mereka sudah kabur dan para Jendral juga telah di kepung oleh kelima jendral pasukan wanita, yaitu Qinglin, Shuwan, Seng Huaran, Seng Qiao, He Hua dan 25 Dewi-Dewi.
Para wakil jendral dari kedua Galaxy juga tidak bisa mengkoordinasikan dengan baik pasukannya, sehingga mereka dengan mudah di bantai lawannya.
Bang... Bang... Dorrrr... Dorrrr
Cang Juan dan kelompoknya menggunakan senjata shotgun dan pistol otomatis, mereka tidak segan-segan meledakan setiap kepala prajurit. Kelompok Cang Juan didukung oleh Raja Ras Demi Human, Raja Iblis Merah dan pasukannya, termasuk pasukan Ras siluman.
Dorrrr.... Dorrrr
"Kemari kalian... Hahaha" Lu Xinxin dengan brutal menekan pelatuk pistol, dan memberondong setiap tubuh prajurit.
Lu Xinxin tertawa saat berhasil mengenai setiap tubuh prajurit.
"Saudari, aku akan menggunakan racunku, kalian berada dibelakang ku dulu." kata Li Ling yang memiliki tubuh bawaan racun.
Li Ling kini mampu mengendalikan tubuh bawaan racun dengan baik, berkat bimbingan Ratu Yuna kepada dirinya. Li Ling juga selalu berusaha bekerja keras untuk mendapatkan perhatian suaminya, Excel pun juga sering memberikan bimbingan secara pribadi, sehingga Li Ling mampu meningkatkan kekuatannya dengan cepat.
"Oke..." kata Ling Xuan sebagai komandannya.
Wushhhh
"Racun Naga Hitam..." setelah mendapat izin, Li Ling melesat ke tengah-tengah pasukan musuh, dan menggeluarkan skillnya.
Boommmm.....
Seketika tubuhnya menggeluarkan racun hitam pekat, dan menggenai banyak prajurit yang tidak sempat menghindar.
"Aaahhhh.... Sakit..."
"Kamu... Iblissss..."
Teriakan kesakitan saat tubuh mereka terkorosif racun Naga Hitam, tubuh mereka melepuh dan meleleh saat terkena racun ganas itu.
Ibarat seorang Dewi Kematian, Li Ling berjalan mendekati setiap prajurit yang berkumpul. Aura racun yang keluar membuat banyak prajurit mati dengan tragis, teriakan mereka tidak menghentikan aksi Li Ling.
Kedua matanya berwarna merah, rambutnya yang panjang berkibar, dua pisau tajam di tangannya selalu menusuk setiap prajurit. Saudari-saudarinya yang melihat aksi Li Ling juga bergidik ngeri, mereka tidak pernah melihat racun korosif seperti itu pernah digunakan oleh Li Ling.
"Menggerikan... Jika aku terkena, aku tidak tahu harus berbuat apa..." komentar Juan Qinxuan saat melihat kekuatan tubuh bawaan racun Li Ling.
"Iya, karena itu kakak Yuna dan suami kita selalu melatihnya secara pribadi, mungkin kuatir efek racun akan melukai orang disekitarnya." balas Zhou Mei kepada Juan Qinxuan.
"Pedang bayangan..."
Teriakan teredam saat Lang Huan menggeluarkan skillnya, ledakan terus menggema, dan teriakan sesudah tubuh prajurit musuh terkena serangan.
Lang Huan adalah isteri Excel dari Ras Serigala, dari tanpa kultivasi hingga menjadi kuat, juga berkat bantuan suaminya yang selalu dengan sabar membimbingnya. Lang Huan selalu bekerja keras, agar mampu menyusul saudari-saudarinya yang lebih dulu berkultivasi. Kerja kerasnya tidak mengkhianati hasilnya, dia akhirnya mampu mencapai ketinggian yang hampir setara dengan isteri-isteri Excel.
"Kalian akan menerima pembalasan dari Kaisar Kun Nebula. Ingat, dia lebih kuat dari kami, bahkan Kaisar Hernandes Celosia juga tunduk kepadanya." ancam Kun Shen kepada Qinglin dan saudari-saudarinya.
"Tidak masalah, lagian kami juga akan mendatangi Galaxy Nebula dan Galaxy Celosia." jawab Qinglin dengan dingin.
"Lebih baik kalian kuatirkan diri kalian." Shuwan juga ikut berbicara, tim Qinglin sengaja mengepung Kun Shen dan kelompoknya hanya untuk mengulur waktu.
"Apa mereka lebih kuat sehingga aku tidak bisa melihat basis kekuatan mereka...!" batin Kun Shen saat memeriksa kekuatan para wanita yang mengepung dirinya dan rekan-rekannya.
"Hah, sudahlah, aku akan coba kekuatan dia" batin Kun Shen saat melihat Dewi Sri yang terlihat lemah.
Wushhhh
"Huff..." Dewi Sri mendengus saat dirinya menjadi target serangan Kun Shen, Dewi Sri menggunakan senjata pedang Panjang, dan menghunuskan pedangnya kearah Kun Shen yang mengarah kepadanya.
Tranggg.... Tranggg....
"Bodoh, selalu saja meremehkan yang dianggap lemah." kata Dewi Kumala yang mengganggap Kun Shen bodoh menargetkan Dewi Sri. Dewi Sri dengan mudah mengelak dan menyerang balik, benturan senjata mereka sangat nyaring.
"Sialan, lagi-lagi aku ketipu..." batin Kun Shen yang kecewa pada dirinya sendiri, dia kaget dengan kekuatan serangan wanita yang dia anggapnya paling lemah
"Kakek, kamu salah sasaran. Dan terima kasih mau bermain denganku." Dewi Sri tersenyum dan berbicara kepada Kun Shen, suaranya yang lembut dan menenangkan hati, membuat Kun Shen sempat tertegun sejenak.
Crazhhh... Clanggg...
"Sial, sial...." batin Kun Shen saat lengannya tergores pedang panjang Dewi Sri, senjata sabit ganda bukan lawan yang cocok untuk pedang panjang milik Dewi Sri.
"Hei, kamu. Ayo lawan aku." kata Qinglin kepada salah satu Jenderal yang saling berhimpitan dengan rekan-rekannya, sontak jendral itu kaget saat dirinya ditantang oleh Qinglin.
Walau Qinglin berwajah cantik dan bertubuh seksi, itu tidak membuat mereka bernafsu, apa yang dipikirkan mereka adalah pergi dari tempat ini.
"Hahaha, baik. Jika aku menang, biarkan kami pergi dari sini." jawab Jenderal itu yang berusaha menjaga sikap seorang jendral, walau dirinya sebenarnya ketakutan kepada semua wanita ini.
"Asal kamu masih hidup." jawab Qinglin dengan singkat dan berjalan dengan santai mendekati Jenderal itu.
__ADS_1
Mendengarkan jawaban Qinglin, semua Jenderal dan pengawal menelan salivanya, dan secara tidak sadar mereka berjalan mundur dan bertabrakan dengan sesama rekannya.
Semua wanita menahan tawa melihat kepanikan mereka. Qinglin hanya tersenyum dan terus mendekati mereka.
"Hei, kenapa kalian takut, padahal kekuatan kamu berada pada tingkat True Alfa level 75. Percuma memiliki kekuatan hanya sebagai pajangan saja. Jangan-jangan kekuatan kalian untuk menakuti anak kecil...!" ejek Qinglin kepada jenderal yang dia tergetkan itu.
Seketika mereka sadar dan saling bertukar pandangan, mereka juga malu dengan kelakuan dirinya sendiri, yang sudah ketakutan sebelum berperang.
"Huff... Jangan salahkan aku yang akan melukaimu..." kata Jendral itu.
"Jika kamu memiliki kemampuan." sekali lagi Qinglin menjawab dengan singkat.
Lalu Si Jendral itu berjalan berlahan dengan membawa senjata tombak, Qinglin yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala, karena jendral itu seperti siput saat berjalan kearahnya.
"Hah, jendral kok begitu..." desah Qinglin yang kecewa dengan sikap jendral yang ketakutan sebelum berperang.
Wushhhh
Swoshhh.... Clanggg....
Qinglin langsung menyerang dengan tangan kosong, disaat sang jenderal menyerang dengan tombaknya, Qinglin berhenti dan memutar kaki kanannya, tombak itu terpental saat Qunglin menendang tombak si Jenderal.
"Mama...." sang jendral shock dan melongo saat senjatanya terlepas dari tangannya, tanpa sadar dia memanggil ibunya. Semua wanita menahan tawa lagi saat melihat reaksi sang jendral.
Bukkk... Aaahhhh
Bukk... Bukkk.. Bukk...
Qinglin dengan sangat cepat memukuli sang jendral, kecepatan Qinglin sangat cepat hingga membentuk aftermages, terlihat tubuh Qinglin menjadi banyak karena kecepatannya.
Bammm.... Bammm...
"Aaahhhh... Ampunnn"
Qinglin tidak perduli dengan permintaan ampunan sang jendral, ia terus menghujani tubuh sang jendral dengan pukulan dan tendangan.
Di sisi lain, Dewi Sri banyak melukai tubuh Kun Shen dengan pedang panjang miliknya, bahkan Dewi Sri tidak serius dalam melawan Kun Shen yang memiliki kekuatan True Alfa level 78.
Jelas mereka tidak mungkin melawan tim Qinglin, sebab basis kultivasinya berada 1 tingkat dari musuhnya, jika hanya 1 level mungkin mereka masih bisa mengimbanginya.
Pasukan wanita juga dengan ganas membantai setiap pasukan musuh yang dekat dengan mereka, tidak ada yang bisa selamat dari serangan mereka.
Para binatang buas juga demikian, mereka dengan brutal mencabik-cabik tubuh prajurit dan memakannya, memakan tubuh kultivator juga bisa meningkatkan kekuatannya, karena itu setiap binatang buas tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Boom.... Boom
Kapal perang BESD1 juga tanpa henti melancarkan serangan udara terhadap kapal angkasa musuhnya. Li Ling juga terus menerus membantai pasukan dengan racunnya, racun yang mengerikan itu membuat para prajurit berlarian menjauhi aura racun.
"Musnahkan mereka semua dan jangan biarkan macan kembali ke gunung" perintah Zhou Mei kepada seluruh pasukan, suaranya bergemuruh dan membuat pasukan musuh gemetaran.
Zhou Mei tidak ingin membiarkan siapapun lolos, setiap prajurit yang lolos akan berpotensi menimbulkan bahaya dimasa depan.
"Matiii..."
Boom.... Boom... Boom
100 Peri dengan panahnya menghujani tubuh setiap prajurit, dengan teknik panah Dewi bulan yang telah ditingkatkan, teknik itu semakin menggerikan saat menggenai tubuh targetnya.
"Ilusi Neraka..." Meng Po juga selalu menggunakan tekniknya, hingga membuat banyak pasukan menjadi gila karena Ilusi.
"Tiap gerakan musuhku menjadi bencana..." Xi He juga mengucapkan mantra kutukan kepada semua pasukan musuh.
"Kalian pria tampan jangan bergerak, biarkan aku memandangi wajah tampan kalian..." Bao Yu juga menggunakan rayuan mautnya hingga membuat para prajurit terdiam dengan wajah penuh nafsu.
Dengan ketiga orang itu yang selalu memanipulasi pikiran dan jiwa musuhnya, Zhu Rong beserta guru dan muridnya membantai dengan mudah.
Sedangkan Cang Juan, Cang Lien dan pasukan silumannya, selalu menjelma menjadi udara dan juga membantai banyak prajurit.
Moon Qiang putri Raja Iblis Merah juga tidak tinggal diam, dia beserta Ayah dan pasukan membabat habis setiap lawannya.
Ratu Lebah, Ratu Semut Merah, Ratu Kelelawar dan Ratu Laba-laba 7 warna juga ikut berpartisipasi, mereka mengerahkan seluruh kemampuan dan pasukannya membantai kedua pasukan dari Galaxy Nebula dan Galaxy Celosia
"Jaring wayang..." ucap Ratu Laba-laba dengan memuntahkan jaring dari mulutnya, seketika prajurit yang terkena jaring wayang menjadi boneka, dan dengan pikiran Ratu Laba-laba, prajurit itu menyerang balik semua rekan-rekannya.
"Jangan sia-sia darah musuh, puaskan dahaga kalian anak-anak ku... Hahaha" Ratu Kelelawar memerintahkan seluruh pasukannya untuk memangsa setiap musuh, dia tertawa bahagia karena puas menghisap darah setiap musuhnya.
"Ombak samudera penghancur..." Jun Qiaofeng menggeluarkan teknik andalannya yang diturunkan dari Ibunya.
(Gemuruh)
Suara gemuruh ombak segera keluar dari kehampaan dan membuat ombak tsunami yang bergulung-gulung, seketika pasukan berlarian menyelamatkan dirinya.
Byurrrr....
__ADS_1
"Aaaakk...."
Banyak prajurit yang tenggelam dan terhempas ombak besar itu, banyak mayat-mayat yang melayang di luar angkasa setelah air surut. Melihat itu binatang buas dan pasukan Kelelawar pemangsa darah, tidak menyia-nyiakan-nya, mereka dengan ganas memakannya dan menghisap habis darah mayat yang masih segar.