Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 221 War Clock


__ADS_3

Chapter 221 War Clock tingkat mahadewa dan kekuatan tempur.


Jun Poppy mampu mengukur kekuatan lawannya berkat sistem Pencipta yang diberikan ayahnya, dia mampu mengetahui dimana letak kelemahan lawannya dan kelebihannya, karena itu Jun Poppy dengan mudah mengalahkan kedua lawannya.


"Kamu kalahkan dia, jangan sampai dia menang lagi...!" kata leluhur suci tanpa menunggu Yu Guan memilih peserta berikutnya yang lebih kuat.


Kali ini peserta itu lebih kuat dari sebelumnya dengan tingkat yang sama tetapi levelnya lebih tinggi yaitu level 14 dari tingkat dewa matahari, segera peserta itu menuju arena utama dan sudah berhadapan dengan Jun Poppy.


"Junior Jun Poppy, tetap bertahan atau menyerah ?" tanya Xiao Yan kepada cucunya, dia kuatir kali ini karena lawannya lebih kuat 4 level dari Jun Poppy, tetapi Jun Poppy masih belum menyerah dan menjawab Xiao Yan.


"Bertahan, Kakek."


"Hah....! Apa kalian sudah siap ?" Xiao Yan menghela nafas dan bertanya kepada mereka berdua tanpa berlama-lama lagi.


"Siap, Kakek"


Jun Poppy tanpa ragu menjawab Xiao Yan, dan peserta ketiga hanya menggangukan kepalanya dengan acuh tak acuh dan tidak mengalihkan pandangannya kepada musuhnya.


"Mulai"


"Swooosshh"


Seketika pedang sebagai senjata peserta itu dikeluarkan, aura menindas segera dirasakan Jun Poppy, untung saja berkat artefak perlengkapan perangnya yang mampu menetralisir bentuk penindasan dari luar, "Analisis kelemahan dan kelebihan" batin Jun Poppy saat berbicara kepada sistemnya.


[Ding!. Kekuatan lawan ;


Dewa matahari level 14.


Kekuatan tempur : 414.000


Stamina : 99%.


Kelemahan :



Kekuatan jiwa lemah, point jiwa 20%


Fisik tubuh tingkat besi tahap menengah, kekuatan 10.000 kilogram.


Teknik tingkat semesta tahap rendah, kekuatan 25.000 kilogram.


Senjata pedang tingkat semesta tahap menengah, kekuatan 50.000 kilogram.


Armor tingkat legendaris tahap menengah.


Element utama flame beast.



Keunggulannya :



Kekuatan lebih tinggi 4 level.


Mampu membuat 2 aftermage, penguasaan teknik shadow step 45%, cooldown 25 detik.


Penguasaan senjata pedang 45%.


Element utama api peringkat 50.


Garis darah ras manusia tingkat menengah, mampu meningkatkan kekuatan hingga 2 level.


Garis darah ras dewa dewi tingkat menengah, mampu meningkatkan kekuatan hingga 2 level.



Kelemahan Host : tidak ada.


Kekuatan host ;


Dewa matahari level 10.


Kekuatan tempur 410.000.


Stamina 80%.


Kelebihan :



Fisik tubuh tingkat berlian tahap. menengah, kekuatan 160.000 kilogram.


Garis darah high human, memberikan kekuatan hingga 5 level


Garis darah ras rubah 9 ekor tingkat puncak, memberikan kekuatan hingga 5 level.


Senjata sarung tangan tingkat mahadewa puncak, kekuatan 1.000.000 gongjin.


War Clock tingkat mahadewa puncak.


Kekuatan jiwa 78%.

__ADS_1


Element utama Ten thousand Beast flame.



Persentase win 97 %. Analisa, selesai.]


"Bagus" kata Jun Poppy didalam hatinya, dia sangat gembira mengetahui kelemahan dan kelebihan lawannya yang bisa membuat Jun Poppy mampu mempersiapkan dirinya, apalagi kekuatan tempur total lawan hanya 499.000 sebelum garis darah diaktifkan, walaupun Jun Poppy senang karena keunggulannya diatas jauh lawannya, wajahnya tetapi menampilkan rasa dingin dan serius melawan musuhnya.


Kekuatan tempur dinilai dari basis kultivasi dan levelnya, misalkan dewa matahari level 1 memiliki kekuatan tempur 400 ribu, jika kultivator mengolah fisiknya maka kekuatan tempur juga bertambah, jika lawan memiliki teknik aktif yang bagus itu juga akan menambah kekuatan tempur, untuk teknik pasif, artefak pasif tidak bisa menambah kekuatan hanya sebagai pendukung teknik aktif untuk melindungi.


Kekuatannya juga bisa bertambah jika kultivator memiliki perlengkapan perang, seperti sarung tangan dan senjata, semakin baik tingkat armament-nya semakin bertambah besar kekuatan kultivator tersebut.


Wuuuuussshh


Segera lawan Jun Poppy bergerak dan meninggalkan bayangan dimana dia awal berada, langsung Jun Poppy melepaskan kesadarannya untuk melacak musuhnya yang meninggalkan kekurangan teknik shadow step itu, dengan melacak auranya Jun Poppy dengan cepat mengetahui posisi musuhnya yang berada diatas dengan jarak 3 meter.


Zlaaapp


Jun Poppy juga menghilang dan sudah muncul dibelakang musuhnya, "bhuuzzh" pukulan Jun Poppy akan mengenai kepala lawannya, peserta itu yang dengan sigap meninggalkan aftermage sesaat merasakan Jun Poppy yang lebih cepat dari dia sudah berada dibelakangnya.


"Sialan, bagaimana bisa kecepatannya lebih cepat dariku ? Dan dia juga tidak merasakan penindasan aura kekuatan yang melebihi 4 level, apa dia memiliki artefak?" batin peserta istana surgawi yang sudah menjauh dari Jun Poppy dengan jarah 10 meter, jika tadi dia terlambat sedetik saja sudah pasti dia akan terkena pukulan, peserta itu sengaja menjauh agar masa cooldown tekniknya bisa digunakan lagi.


"War cloak, aktif" Jun Poppy berkata pada sistemnya, segera tubuh Jun Poppy bercahaya dan menghilang lagi dengan sekejap, terlihat jubah perang menyelimuti tubuhnya dengan warna merah menyala dan garis-garis petir berwarna kuning kehitaman, bahkan kepalanya juga dilapisi pelindung dan hanya terlihat dimata merahnya saja.


"Wow"


"Luar biasa"


Perubahan Jun Poppy semakin mempesona semua penonton dengan kagum, jubah itu memperlihatkan lekuk tubuhnya dan terlihat sangat fleksibel.


"Tingkat MahaDewa...!!" para pemimpin dari istana surgawi kaget melihat war clock yang digunakan jun Poppy, dia tidak menyangkah jika dibenua biru ada ahli smelting tingkat Mahadewa yang mampu membuat artefak tingkat mahadewa, apalagi di miliki seorang gadis kecil, jika tidak sedang diadakan turnament sudah pasti war clock itu akan diperebutkan oleh ketiga leluhur suci.


"Itu pasti pemberian dari wanita itu ?" kata Yang Wei kepada kedua saudarinya.


"Mungkin saja, pantas sekali jika mereka tidak takut dengan kekuatan kita, mungkin semua peserta memilikinya...!"


"Bisa jadi..." jawab Lu Bai yang kini sedang berpikir keras untuk memenangkan pertandingan ini.


"Sialan, apa-apaan itu...!" batin musuh Jun Poppy yang kaget dengan perubahan dari musuhnya yang makin membuatnya takut, Jun Poppy yang masih melayang diudara terlihat akan bergerak, sebelum Jun Poppy menyerang peserta itu bergumam...


"Pedang pembantai"


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Sebelum Jun Poppy bergerak peserta itu segera mengesekusi tekniknya dengan mengayunkan pedangnya berkali-kali, yang anehnya Jun Poppy terlihat tidak menghindarinya...


Booommm


Booommm


Booommm


"Target lock" tanpa menunggu asap menghilang, Jun Poppy segera mengarahkan tangannya kanannya dengan merentangkan kelima jarinya kearah musuhnya yang berada dibawah, ujung kelima jarinya muncul bola energi.


"Attack"


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


"Bangsat..." peserta itu sangat kaget dimana lima bola cahaya putih melesat menargetkan dirinya, dengan mengumpat peserta itu segera menghindarinya dengan bergerak mundur dan meninggalkan 2 aftermage.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Sayang sekali bola itu terus mengejarnya dengan sangat cepat saat melewati 2 aftermage yang dia buat, "Booommm..." ledakan pertama segera terdengar saat peserta itu mundur dengan memblokir salah satu dari lima bola berwarna putih.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Peserta itu terbang untuk menghindari keempat bola putih yang masih terus mengejarnya, "Pedang pembantaian" dengan mengeluarkan tekniknya peserta itu mengayunkan pedangnya lagi untuk menghancurkan keempat bola putih itu.


Booommm Booommm


Booommm Booommm


Rentetan empat kali suara ledakan mengema diudara saat bola putih itu diblokir energi Qi dari teknik pedang pembantaian, peserta itu sangat kesal dirinya telah dikunci bola putih itu.


Peserta itu lupa dengan keberadaan Jun Poppy yang sedang menunggu dirinya lengah karena sibuk menghindari empat bola putih yang terus mengejarnya.


"Booommm.... Aaaahh"


Ledakan terdengar lagi saat kepalan penuh energi Qi dari tangan kanan Jun Poppy memukul punggungnya, suara teriakan kesakitan membuat nyilu telinga penonton yang bengong dengan aksi Jun Poppy setelah perubahan.


Baaanngg


Peserta itu dengan keras menghantam ubin arena utama, "Craak..." armornya retak akibat pukulan Jun Poppy dan benturan yang keras dengan ubin arena utama.

__ADS_1


Jun Poppy yang masih melayang diudara dengan menatap kearah bawah dimana lawannya terjatuh, dia tidak segera menyerang menunggu Xiao Yan untuk menghitung agar peserta bertarung lagi atau menyerah.


"Satu..."


"Sial, bagaimana dia bisa begitu kuat !" batin peserta itu dengan berusaha berdiri, sebelum Xiao Yan menghitung angka kedua, setelah berdiri dia melihat armornya retak dan mengambil pedang yang berada disebelahnya, terlihat pedang itu juga retak akibat menahan bola putih yang mengejarnya, lalu peserta itu melihat kearah Jun Poppy yang masih diudara, peserta itu menatap tajam dengan penuh kebencian terhadap Jun Poppy.


"Akkhhhh..." peserta itu berteriak marah dan mengaktifkan kedua garis darahnya, kekuatan basis kultivasi meningkat drastis mencapai level 118 atau meningkatkan kekuatan tempur 4.000 dan total 503.000, peserta itu langsung melesat keatas menyerang Jun Poppy dengan senyum mengejek.


"Akhirnya dia mengaktifkan kedua garis darahnya... Hahaha" kata Yuan Shao senang terhadap juniornya yang marah.


"Tetapi kenapa Jun Poppy terlihat tenang dan tidak terintimidasi dengan meningkatnya kekuatan junior kita ?" tanya Yu Guan yang merasa aneh jika Jun Poppy tidak terlihat tertekan.


"Kamu ini...! kamu lihat dia memiliki jubah perang tingkat mahadewa tahap puncak, siapa saja yang menggunakan-nya pasti unggul dalam segala bidang." kata Lu Bai kepada Yu Guan, Lu Bai sebenarnya serakah melihat war clock milik Jun Poppy, tidak hanya dia tetapi seluruh orang dari istana surgawi juga ingin merebut artefak tingkat mahadewa.


"Hehehe... Maaf leluhur suci aku mengabaikan hal itu." Yu Guan tersenyum malu karena dia melupakan jubah perang yang dimiliki oleh Jun Poppy, sejujurnya Yu Guan ingin membantah perkataan dari Lu Bai tetapi niat itu dia urungkan.


Wuuuuussshh


Booommm


Sekali lagi pertempuran dimulai lagi, kali ini peserta itu menggunakan tangan kosong, ledakan kepalan tangan saling beradu, kecepatan mereka sangat cepat.


Jun Poppy sengaja tidak segera mengalahkannya, dia ingin menambah pengalamannya saat bertarung dengan lawan yang sepadan.


Pertarungan mereka berdua semakin sengit diudara, benturan fisik keduanya menciptakan gelombang kejut yang kuat, jika arena itu tidak diberi formasi sudah pasti banyak penonton yang mati.


Booommm


Zlaaapp


Booommm


Ledakan saat benturan terus terjadi, mereka berdua menghilang dan kembali saling beradu kekuatan, tetapi Jun Poppy sangat menikmati pertempuran ini.


Baaanngg


Lawan Jun Poppy segera mundur sejauh 15 meter setelah beradu pukulan.


"Sialan, mati kamu... Tinju budda membakar langit..."


Lawan Jun Poppy sangat sangat marah karena serangannya selalu dimentahkan, segera peserta mengeluarkan teknik pukulannya, energi Qi berbentuk kepalan tangan menyerang Jun Poppy


Booommm


Booommm


Ledakan kepalan energi Qi menghujani tubuh Jun Poppy, terlihat Jun Poppy hanya menyilangkan kedua tangannya kedepan gunakan melindungi kepalanya.


Asap tebal menutupi Jun Poppy setelah rentetan kepalan tangan berenergi ingin meledakan tubuh Jun Poppy, suasana colloseum benar-benar hening melihat aksi kedua peserta itu yang memukau.


"Haa...haa... Apa dia sudah kalah" gumam peserta itu dengan nafas terengah-engah setelah mengeluarkan banyak energi, staminanya benar-benar terkuras habis kali ini.


"Aku belum kalah, ini baru saja pemanasan. Baiklah mari kita akhiri...!" balas Jun Poppy yang masih berada didalam kepulan asap ledakan.


Sontak peserta itu kaget setengah mati, dia sudah kehabisan tenaga tetapi lawannya bilang ini baru pemanasan, siapa saja pasti kaget mendengar Jun Poppy berkata begitu.


"Sial..."


Tap


Peserta itu mengumpat dan mendarat ditanah, terlihat wajahnya memucat karena telah kelelahan, "Aku menyerah.." tidak bisa melanjutkan pertarungan peserta itu mengakui kekalahannya.


"Hah...hah... Tanpa artefak itu kamu pasti kalah... Hahaha." peserta itu masih terengah-engah dan berkata kepada Jun Poppy lalu dia tertawa dengan berjalan keluar dari arena utama menuju tempat duduknya, tanpa menunggu balasan dari musuhnya yang membuatnya menyerah.


"Jun Poppy, menang."


Xiao Yan segera memutuskan hasil kemenangan Jun Poppy setelah peserta dari istana surgawi keluar dari arena.


"Huff... Tanpa war clock aku juga masih menang, aku hanya ingin menguji perlengkapan baruku." balas Jun Poppy kepada peserta itu yang sedang berjalan di anak tangga menuju lantai 3, peserta itu segera berhenti dengan tubuh gemetar setelah mendengarkan perkataan Jun Poppy.


"Hahaha... Hebat-hebat... Lain kali kita akan bertarung lagi tanpa kamu menggunakan jubah perangmu." jawab peserta itu tanpa menoleh dan berjalan lagi menuju tempat duduknya.


"Hore...."


"Hahaha... Idolaku kamu sangat hebat..."


Sorak-sorai penonton setelah kembali pulih dari keterkejutannya kedua peserta itu saling berbicara, tepuk tangan bergemuruh di tribun penonton dan memuji penampilan mereka berdua.


Keluarga besar Jun Poppy juga ikut bersorak-sorai dan bertepuk tangan, dan Excel memberikan 2 acungan jempol kepada putri kesayangannya.


Jun Poppy yang melihat merasa senang dan menjulurkan lidahnya kepada Jun Liqin yang masih duduk dipangkuan ayahnya dengan manja.


"Huuff... Baru segitu saja sudah bangga" Jun Liqin mendengus kesal dirinya diejek kakaknya dan membalas dengan menjulurkan lidahnya juga.


Excel yang melihat persaingan kedua putrinya ini hanya tersenyum dan mengelus rambut Jun Liqin, kesempatan itu dimanfaatkan Jun Liqin dengan semakin manja dan meletakkan kepalanya didada bidang ayahnya.


Pihak istana surgawi semakin muram, sudah 3 kali pihak mereka menelan kekalahan, padahal peserta terakhir sudah melebihi kekuatan Jun Poppy tetapi tetap saja tidak mampu mengalahkan peserta dari benua biru.


Yu Guan dan ketiga leluhur suci tidak menyalahkan juniornya yang mengaku kalah karena mereka tahu juniornya sudah kalah telak sejak Jun Poppy menggunakan war clock.


"Kirim peserta tingkat dewa bintang level 5" perintah Yang Wei dengan nada sedikit kesal kepada Yu Guan.


"Baik, leluhur. Kamu maju...!" jawab Yu Guan kepada leluhur suci dan menunju peserta yang memiliki kekuatan jauh diatas Jun Poppy.

__ADS_1


"Tunggu... Jangan kirim Dewa bintang, gadis itu memiliki kekuatan fisik berlian tahap menengah, dengan basis kultivasi-nya digabung dengan fisiknya kekuatan dia setara dengan tingkat dewa hukum level 1...." Lu Bai sudah menganalisa kekuatan dari Jun Poppy dan menghentikan junior yang akan berdiri setelah ditunjuk untuk menjadi lawan Jun Poppy.


__ADS_2