Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 27 Kemarahan Pahlawan muda 2


__ADS_3

Chapter 27 *Kemarahan Excel 2*


Untung saja Excel masih mengendalikan kekuatan aura tingkat Half God, jika tidak, sudah pasti semua orang yang hadir kecuali Hu Ru Ming akan meledak menjadi bubur.


Melihat keatas terlihat seorang pria muda tampan yang ketampanannya tidak ada tandingan dibenua venus, kulit seputih giok, dengan rambut sepinggang, pakaiannya berwarna hitam, dengan pedang disebelah pinggang kiri, terlihat mata memerah tanda kemarahan.


Iya, sudah jelas itu pasti Excel, semakin turun dari langit tekanannya semakin berat membuat darah keluar dari tujuh lubang dari ditubuh mereka.


Hu Ru Ming yang melihat suaminya, semakin menangis sejadi-jadinya, sebenarnya dia sangat tersiksa sejak dijebak keluarganya, ingin melarikan diri dia tidak mampu karena keracunan, ingin menghubungi suaminya juga tidak bisa karena Hu Ru Ming selalu dijaga ketat.


"S-su-suamiku...hikkss maafkan aku...hiikkss" melihat istrinya yang tampak lemah dan tertekan, segera Excel menghampirinya dan memeluknya dengan erat, rasa bersalah dihati Excel cukup besar, seandainya dia selalu aktif mengawasi isteri dari segel keluarga, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi pada Hu Ru Ming.


"Aku yang seharusnya minta maaf, Ming'er. Aku yang tidak bisa menjagamu, istirahatlah dan serahkan semua padaku. Makan Pil ini agar racunmu menghilang" dengan memeluk istrinya dan mengelus rambutnya Excel memberikan pil untuk menghilangkan racun pada tubuh istrinya. Pill itu Excel beli dari Sistem karena Excel belum sempat membuat Pil anti racun yang diberikan pada istrinya.


Setelah beberapa menit memeluk istrinya supaya tenang dan menunggu Hu Ru Ming selesai mencerna pil anti racun, segera Excel melepaskannya dan menarik aura kematian kembali, seketika semua orang merasa lega dan terbebaskan dari penindasan.


"Bangsat... kamu mencari masalah" teriak Lao Tzu pada Excel.


"Justru kamu yang menyebabkan musnahnya Sektemu !" balasan Excel dengan menatap tajam Lao Tzu dan semua orang yang hadir.


Sebenarnya Excel bisa dengan mudah menghapus Sekte Bukit Tulang dari peta benua Venus, namun sengaja Excel ingin melihat trik apa saja yang ingin mereka lakukan padanya.


"Semua yang tidak ingin mati, segera tinggalkan Sekte ini dalam hitung 1 sampai 10...! Excel berbicara menggunakaan energi Qi yang bisa didengar seluruh wilayah sekte. Excel tidak ingin mereka yang tidak terlibat menjadi korban saat pertempuran terjadi.


Dalam sekejap kegaduhan terjadi di Sekte Bukit Tulang, banyak orang yang tidak hadir di acara penyambutan pengantin bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, mereka yang ikut acara pernikahan banyak yang langsung pergi meninggalkan area Sekte dengan lari terbirit-birit.


"Siapa dia berani sekali mencari kematiannya"


"Entahlah, mungkin idiot lain yang ingin mencari pemukulan"


"Aura ini berasal dari wilayah pusat"


"Ayo kita kesana" ucap mereka yang tidak hadir dalam acara pernikahan, namun karena suara yang mengema di wilayah sekte, membuat mereka penasaran.


"Nak, jangan cari kematian yang sia-sia, lebih baik kamu pergi dari sini, dan jangan mengotori acara pernikahan ini" pinta Patriack Sekte Bukit Tulang pada Excel.


Sebenarnya Patriack Sekte Bukit Tulang tergolong orang yang baik, namun karena perilaku anaknya yang semena-mena nama baiknya menjadi tercemar, dia tidak peduli dengan itu semua asal anaknya bahagia.


"Satu"


"Kotoran, sudah diberi kelonggaran tetap tidak mengerti!" teriakan kemarahan dari ketua pertama Sekte.


"Dua"


"Haiii, bocah, siapa kamu mengganggu acara ini?" teriakan Lao Tzu pada Excel, dia merasa aneh siapa pria ini yang menganggu acaranya, karena selama ini Lao Tzu tidak pernah bertemu atau berkenalan dengan Excel.


"Aku, Excel suami dari Hu Ru Ming"


"Tiga"


"Bunuh bocah itu" perintah ketua pengadilan dari Sekte Bukit Tulang, di setiap Sekte akan selalu ada tim keamanan Sekte yang akan memberikan hukuman pada pelanggar aturan Sekte atau pembuatan masalah yang merugikan sektenya.


Wooossshh


Wooossshh


Sriiinngg


Buuukkk


Buuukkk


Sebelum berjarak 3 meter kelima murid dari pengadilan Sekte telah terpenggal, setelah menerima perintah untuk membunuh Excel, namun sebelum mendekati targetnya murid pengadilan sudah kehilangan anggota tubuhnya, sedangkan Excel tidak beranjak dari tempatnya saat memenggal kepala mereka.


"Empat"


"Sial, sial... kamu telah membunuh disini, berani sekali membunuh orang dari Sekte...! prajurit, murid dan semua orang bunuh dia!!" dengan kemarahan yang meluap-luap Patriack Sekte memerintahkan semua orang untuk membunuh Excel, Patriack terkejut pada Excel yang dengan mudah membunuh murid pengadilan.

__ADS_1


murid-murid pengadilan adalah murid pilihan yang memiliki bakat diatas rata-rata dari murid lainnya, karena tim pengadilan selalu menjaga dan menertibkan di wilayah Sekte, karena itu tim pengadilan selalu menjadi tempat favorit bagi murid baru yang memiliki bakat lebih.


Dengan mengalirkan energi Qi, semua gerakan dan jurus di keluarkan semua orang yang menyerang Excel, setelah mendengar pemimpin mereka memerintahkan membunuh Excel.


"Pedang penghancur"


booommm


"Tombak pembantaian"


boommm


"Skeleton attack"


baaammm


"Blood Dual sword"


boommm


Dengan semua energi Qi di lemparkan dimana Excel berdiri, hampir semua orang yang kira-kira berjumlah 12.000 menyerang serempak tanpa menahan diri.


Semua murid dan prajurit sangat marah melihat Excel merendahkan dan membunuh rekan mereka, hingga tanpa menahan diri segera semua skill digunakan.


Area dimana Excel berada sudah menjadi berantakan, tampak terlihat lubang selebar 20 meter dan kedalaman 3 meter tercipta, setelah serangan bersama asap mengepul, dan orang-orang disekitarnya sudah pada melarikan diri termasuk keluarga Hu, hanya sebagian keluarga Hu yang ikut menyerang, termasuk ayah angkat Hu Ru Ming dan beberapa saudara angkat ingin membunuh Excel.


Setelah menunggu beberapa detik, Patriack Sekte mengangkat tangga kanan dan mengibaskannya agar asap di area itu menghilang dan yang terlihat....


"Mu-mustahill, bagaimana tidak terluka sama sekali, padahal jika serang itu mengenai tingkat Tyrant sudah pasti tercabik-cabik" ucap Patriack Sekte dengan gemetaran.


Sedangkan Excel hanya tersenyum sinis, sebelum semua serangan menyentuhnya dan Hu Ru Ming, Excel telah membuat perisai pelindung bagi dia dan istrinya.


"Delapan" teriak Excel mengema di seluruh wilayah Sekte.


Mereka yang mendengar itu sempat bengong, jelas-jelas tadi masih menghitung di angka 'empat' kenapa sekarang sudah di angka 'delapan'. Dengan pikiran lebih penasaran semua anggota sekte bukit tulang berlari menuju tempat keributan.


"Idiot, sudah idiot bodoh lagi, dari empat kok melompat ke delapan, huuff..." Umpat salah satu murid Sekte ketika mendengar Excel menghitung.


"Ayoo serang lagi, setelah serangan jarak jauh segera menyerbu kedepan dan jangan ragu gunakan senjata" perintah Patriack yang tidak percaya jika Excel tidak bisa terluka.


"Aku yakin dia mengunakan Artefak pelindung, dan yang namanya alat pasti ada batasnya."


Excel memang tidak menunjukkan tingkat Kultivasinya berkat jubah penyamaran Dewa yang dia beli dari sistem sewaktu di goa Dewa Perang, dan benar apa yang dikatakan mereka jika Excel memakai alat pelindung.


Jika mereka tahu jubah yang Excel pakai mampu menahan serangan tingkat Jendral Dewa, sudah dipastikan akan menjadi rebutan di empat Kekaisaran benua Venus.


"Siap, Patriack"


"Baik, pemimpin"


Booommm


Booommm


dhuuuuum


Baaammnn


Sekali lagi titik dimana Excel berada menjadi target serangan mereka semua, semenjak semua murid berkumpul menjadi 70 ribu orang mengelilingi Excel dari berbagai arah. Lubang meluas menjadi 150 meter dan asap membumbung tinggi.


Area tersebut sungguh menjadi mengerikan, setelah serangan itu semua orang tidak bisa melihat kondisi Excel, entah dia itu hidup atau mati karena asap benar-benar tebal.


"Sayang, lebih baik kamu beristrahat di dunia jiwaku agar lebih aman!"


Tanpa menunggu Hu Ru Ming menjawab, Excel langsung mengendong layaknya Putri kerajaan.


Hu Ru Ming yang di Gendong tersipu malu, dengan pipi memerah, walaupun begitu Hu Ru Ming tetap menyandarkan kepalanya di dada bidang Excel, Hu Ru Ming sudah benar-benar dibuat Excel jatuh cinta, apalagi Excel selalu merawatnya dengan baik dan membuatnya selalu bahagia.

__ADS_1


 


Hu Ru Ming kini sudah tenang sejak kehadiran Excel, semenjak berpisah dari Excel. Saat itu dikotanya Hu Ru Ming memang tidak mau untuk kembali kerumah keluarganya.


Namun, siapa yang tahu jika dia kepergok oleh salah satu anggota keluarganya, hingga Paman dan anak-anaknya memohon supaya kembali kerumah.


"Anakku, maafkan ayahmu yang tidak adil selama ini" ucapan kepala keluarga Hu yang terlihat malu dan sedih saat mereka berbicara disebuah penginapan, mereka menyusul Hu Ru Ming dipenginapan yang tidak jauh dari kediaman keluarga Hu.


Karena tidak tahan dengan bujuk rayu keluarganya yang memelas, Hu Ru Ming akhirnya bersedia mengikuti mereka kembali kerumah, melihat wajah mereka yang penuh penyesalan Hu Ru Ming tidak berpikiran negatif pada ayahnya.


"Kamu beri racun pelumpuh tulang, saat dia makan bersama kita" perintah kepala keluarga Hu pada pelayannya saat mereka sudah berada di kediaman keluarga Hu.


"T-tapi, bagaimana jika ketahuan, Tuan?" pelayan itu sangat ketakutan saat mendapatkan tugas dari pemimpin keluarga Hu, karena meracuni seseorang adalah tindakan tercela, jika tertangkap hukumannya mati, sebab itu pelayan meminta kepastian jika dia tidak akan dihukum jika ketahuan.


"Jangan kuatir, racun ini tidak berasa dan berbau, sudah cepat lakukan" bentaknya saat pelayan itu terlalu banyak tanya kepadanya.


Malam menjelang tiba, suasana keluarga terlihat sangat gembira dengan kehadiran Hu Ru Ming yang telah lama meninggalkan rumah tanpa pamit.


Saat ini mereka semua berkumpul di meja makan keluarga, semua wajah terlihat sangat bahagia melihat Hu Ru Ming juga ikut makan bersama.


"Ming'er, bagaimana keadaanmu selama ini, kamu tahu kami sangat menghawatirkan kamu diluar sana?" tanya kepala keluarga Hu pada Hu Ru Ming, dan itu hanya pertanyaan basa-basi yang ingin membuat Hu Ru Ming merasa nyaman agar tidak ada kecurigaan yang timbul dipikiran anak angkatnya.


"Saya sangat baik, ayah. Dan ayah tidak perlu kuatir tentang keadaanku, sekarang aku sudah ada yang menjaga, dan dia adalah suamiku" balas Hu Ru Ming pada ayahnya, seketika ruang makan keluarga menjadi hening.


mereka tidak menyangka jika Hu Ru Ming sudah memiliki suami selama pergi dari kediaman keluarga Hu saat kepergian Hu Ru Ming tanpa pamit, hampir seluruh anggota keluarga mencari keberadaan Hu Ru Ming, karena Lao Tzu selalu marah pada kepala keluarga Hu.


Hampir tiap hari Lao Tzu memberikan tekanan psikologi pada semua keluarga Hu, sejak mereka tidak bisa menjaga dan menemukan Hu Ru Ming.


Hu Ru Ming sudah tidak perduli lagi dengan keluarga Hu, karena selama ini dia selalu menerima ketidak-adilan yang dilakukan mereka pada dirinya.


Wajah mereka semua tampak merah karena menahan amarah, mereka tidak ingin rencananya akan berantakan jika mereka membuat Hu Ru Ming kabur lagi.


"Kenapa kamu tidak perkenalkan suamimu dan juga kenapa kamu tidak mengabari kita jika kamu akan menikah" tanya ayahnya dengan wajah yang masih mampu menahan emosi, ingin rasanya kepala keluarga Hu menampar wajah anak angkatnya yang tidak tahu diuntung.


"Karena aku tidak mau merepotkan kalian semua" jawab Hu Ru Ming dengan datar.


Saat ayahnya akan berbicara lagi, pelayan datang dengan makanan yang sudah disediakan mereka, setelah semua hidangan tersedia mereka mulai menikmati makanan itu.


"Selamat makan" ucap mereka bersamaan dengan pelayan yang melayani, tidak terkecuali Hu Ru Ming yang dilayani pelayan wanita yang diperintahkan untuk meracuni Hu Ru Ming.


Setelah mereka menghabiskan makanannya dengan senang hati, kepala keluarga Hu berbicara dengan Hu Ru Ming, karena sudah waktunya mereka menyelesaikan rencananya.


"Maaf, ming'er, jika makanan tidak selezat diluar sana" ucap ayahnya dengan senyum misterius dan semua keluarganya juga terlihat senang saat keluarga bungsunya menghabiskan makanannya.


"Terima kasih, ayah. Ini sudah leb...!!"


Huuuk


Uhuuk


Sebelum Hu Ru Ming selesai berbicara, dia terbatuk-batuk dan dari mulutnya keluar darah yang menghitam, melihat jika darah itu beracun membuat Hu Ru Ming terkejut dan akhir tahu rencana mereka yang tampak baik.


"Ay-ayah...uhuk...ka-mu--meracuniku..."


Bruukk


Dulu sewaktu bibinya masih hidup, kehidupan Hu Ru Ming sangat bahagia dan terjamin, tetapi semua berubah saat bibinya meninggal karena keracunan.


Saat itu Hu Ru Ming baru berusia 15 tahun, sejak bibinya mati dia diadopsi oleh kepala keluarga Hu dan kepala keluarga Hu sendiri memiliki 5 anak.


Sebenarnya bibi dari Hu Ru Ming keracunan juga hasil perbuatan kepala keluarga Hu, karena pada saat itu bibinya menolak lamaran darinya, merasa jika cintanya tidak terbalas, kepala keluarga Hu meracuni bibi dari Hu Ru Ming.


Tidak ada rasa penyesalan saat kepala keluarga meracuni bibi dari Hu Ru Ming, bibinya mengetahui siapa yang meracuninya, namun selama ini tetap diam demi keselamatan keponakannya.


Tanpa menyesal karena kepala keluarga Hu melirik Hu Ru Ming yang wajahnya juga cantik seperti bibinya, sering kali kepala keluarga Hu mengintip mereka berdua saat mandi ataupun tertidur.


Kepala keluarga Hu sudah banyak memiliki isteri dan pelayan, tidak sedikit pelayan yang hamil karena dia, namun disaat pelayan itu meminta pertanggungjawaban pasti akan dibunuhnya atau dijual.

__ADS_1


Pihak keluarga sudah tahu akan perbuatannya, tetapi tidak ada yang berani melawan tindakan kepala keluarga Hu, kecuali bibi dari Hu Ru Ming.


__ADS_2